Fairy Tail dan semua karakternya itu asli milik Hiro Mashima!
Saya hanya meminjam beberapa karakternya, plot hasil pemikiran sendiri. Hanya untuk kesenangan semata!
WARNING!
Semi-Canon, Out of Character, Gajeness, Screw EYD, seme!Natsu Dragneel x uke!Laxus Dreyar, etc …
Didedikasi untuk mengikuti #NulisRandom2015 pada tanggal 04 Juni 2015
Baru saja Team Natsu selesai menyelesaikan pekerjaan mereka, kini hanya tinggal memberikan hasil laporan kepada sang master. Setibanya tiba di depan gerbang guild, telinga mereka mendengar suara indah yang memekakkan telinga.
CRIING! TAASH! CTAAR! PYAAR! DUAAK! GRATAAK! TIDAAAAAAK!
Backsound terakhir berhasil membuat Team Natsu menjatuhkan keringat di pelipis mereka.
Penasaran. Mereka pun masuk ke dalam, sepasang mata mereka mendapati aula guild mereka yang sudah dapat dikatakan seperti kapal pecah. Makarov dengan santainya meminum sakenya tanpa mempedulikan anak-anak nakal itu berbuat onar.
Oh, bukan Natsu dan Gray ya. Kan mereka baru tiba. Jadi yang membuat keributan adalah seorang Mr. Shooby Doo Bop.
Akh—yang (merasa) disebut 'namanya' langsung mengembungkan kedua pipinya layak seperti seorang anak kecil yang tidak diberi permen. Sepertinya dia tidak mau dipanggil dengan nama itu. Diralat lagi kalimatnya deh.
Jadi yang membuat keributan adalah seorang Gajeel Redfox. Sebenarnya sih dia hanya sedang mengadakan 'konser' lagi, hanya saja para penonton terlalu 'suka' dengan lagu yang dibawakannya sehingga terjadilah aksi gebuk massal dengan berbagai sampah.
Team Natsu memaklumi hal itu.
Mirajane datang menghampiri keempat anggota Team Natsu. "Kalian sudah kembali dari pekerjaan? Maaf ya jika hal ini membuat kalian terganggu …" ujarnya sembari melemparkan senyuman khasnya.
"Ya, nggak apa-apa sih. Kan hal semacam ini sudah biasa di guild kita." Lucy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia melemparkan senyum kaku pada Mirajane.
Natsu, yang semenjak tadi diam memperhatikan Gajeel sibuk 'mengurusi' penontonnya, membuat rasa penasaran terbendung pada Gray.
"Apa yang kau pikirkan, Natsu?"
"Nggak ada. Hanya saja—" Natsu memberi jeda pada kalimatnya, membiarkan kedua matanya menatap serius Gajeel. "… Gajeel berhasil memikat penontonnya dengan lagunya."
Mereka membiarkan suara jangkrik melewati mereka, dengan sebutir keringat jatuh menemani mereka.
"Jadi, kau anggap lagu yang dibawakan Gajeel itu 'memikat'?"
Natsu berdengung kecil pada Lucy untuk mengiyakan.
Dasar otak dongkol.
Akhirnya kucing birunya yang semenjak tadi sibuk kencan dengan ikannya berbicara pada patnernya. "Memangnya kenapa sih, Natsu? Entah kenapa aku punya firasat buruk …"
Seketika keluar lampu dari kepala Natsu, yang kemudian ia langsung mendekap lampu itu, takutnya ada yang nyuri.
"Nah, kan. Aku bilang juga apa …"
Dengan kobaran api yang membara, Natsu mengepalkan tangannya. "Kali ini aku akan coba goda Laxus-chan dengan lagu! Siapa tahu Laxus-chan jatuh hati padaku." Natsu berbicara pada dirinya sendiri dengan begitu antusias, dan diakhiri dengan tawa khasnya.
Anggota Team Natsu lainnya hanya membulatkan mata mereka. Happy keselek sama tulang ikan. Mirajane yang memasang senyum aneh. Erza mengangguk kecil.
Erza memegang kedua pundak Natsu dengan keras, membuat sang empunya meringis kesakitan. "Ide bagus, Natsu! Aku akan mendukungmu! Semoga kau bisa berhubungan dengan Laxus!" ujarnya semangat.
"I-iya! Tapi bisakah kau lepaskan tanganmu itu?!"
Erza segera melepaskan tangannya. Natsu bisa bernapas lega karena bisa lepas dari siksaan terselubung itu.
"Ngomong-ngomong, lagu apa yang mau kaupakai?" Erza bertanya pada Natsu yang sedang merenggangkan otot-otot tubuhnya.
Natsu hanya menggeleng pelan. "Belum tahu sih, tapi pasti aku bakal dapat lagu apa yang akan kubawakan untuknya!"
Gray perlahan mendekati Lucy untuk membisikkan sesuatu. "Hei, apa dia beneran mau melakukan hal itu?"
"Itulah Natsu. Dia akan melakukan apapun demi mencapai tujuannya … Semoga saja dia tidak senasib dengan Gajeel." Lucy mengakhiri kalimatnya dengan menghela napas
Gajeel bersin.
"Kalo masalah lagu—" Mirajane kembali bersuara. "Aku punya beberapa rekomendasi lagu yang mungkin cocok dengan kemauanmu itu."
"Ah! Terima kasih, Mira! Kau memang TERBAIK!" Natsu membalas dengan begitu riang sembari mengacungkan ibu jarinya.
Ada yang bersin, tapi dari universe lain.
Dengan berpakaian rapi, Natsu datang masuk ke dalam guild dengan sikap aneh-yang berhasil membuat anggota se-guild menjatuhkan rahang bawahnya. Ia menghampiri ketiga teman setimnya itu, dengan bersama Mirajane di sana.
Gray memberikan tatapan mengejek pada Natsu. "Cuma mau nyanyi doang sampai harus berpakaian rapi seperti itu?"
Marah. Natsu mulai menyingsingkan salah satu lengan bajunya. "Memangnya kenapa? Ini kan saran dari Mira, jadi aku ikutin. Kamu ngajak ribut lagi!?"
"Ayo! Siapa takut!" Gray bersiap untuk melepaskan bajunya.
Sebelum guild jadi kapal pecah lagi, Erza segera melemparkan tatapan menusuk pada dua pengguna sihir yang bertolak belakang itu, yang membuat bulu tengkuk mereka berdua bergidik ngeri.
"Sudahlah kalian berdua, Laxus sudah ada di sana!" Mirajane sukses membuat anggota Team Natsu menoleh ke belakang, mereka melihat Laxus (bersama Raijinshuu) datang dari luar guild.
Erza memberikan seringainya pada Natsu. "Saatnya beraksi, Natsu!"
Natsu mengangguk. Kemudian ia mulai berjalan untuk menghadang Laxus. Yang dihadang olehnya hanya menyiritkan keningnya.
"Laxus-chan~"
Anggota Raijinshuu ingin muntah saat mendengar suara Natsu yang dibuat-buat, untungnya Laxus sudah kebal dengan hal itu.
"Aku punya sesuatu untukmu~"
Laxus tidak menjawab, ia sudah menduga kalau harinya akan dikacaukan oleh seorang Natsu Dragneel. Ingin rasanya ia segera pergi dari hadapannya dan segera minum sake.
"Aku punya sebuah lagu untukmu~"
Anggota Raijinshuu mulai mengambil langkah mundur, sebuah tidakan antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Lucy mulai lelah, mata melirik pada Mirajane. "Mira-san, kau merekomendasikan lagu apa padanya?"
"Kalian bisa lihat sendiri." Mirajane mulai menekan tombol radio yang entah kapan munculnya, dari radio itu mengeluarkan sebuah musik.
Tunggu dulu! Musik ini sangat tidak asing bagi kuping mereka, ah jangan katakan—
"You see meh, until you hear dagdigdug dagdigdug from a heartbeat
You touched meh until I became ashamed …"
Laxus melongo—bukan, Natsu sukses membuat semua penghuni dalam guild melongo. Mirajane hanya memamerkan senyum aneh yang membuat rasa penasaran terguncang.
"Ternyata Mira suka lagu model seperti ini, ya. Jadi kau merekomendasikan lagu ini pada Natsu …" komentar Erza secara spontan keluar.
Natsu melanjutkan nyanyiannya.
"Hold meh, baby, in your arms so I missed it
A touch it makes meh imagine something something~"
Laxus mual mendengar bait lagu yang itu.
"Something something, something something in my heart
Something something, something something in your heart
Something something, something something in my mind
Something something also have in your mind~"
Hal yang dipikirkan oleh Laxus pertama kali setelah mendengar Natsu nyanyi, 'Ini Inggrisnya bikin aku mual ya … Salah atau gimana …'
Dari pada telinganya mendengar suara nyanyian Natsu yang sumbang itu, Laxus segera menyetrum Natsu dengan kemampuan sihirnya. Setelah puas menyetruminya, sang pelaku dengan tanpa dosa memberikan isyarat pada anggota Raijinshuu untuk meninggalkan sang korban yang kini tepar tak sadarkan diri.
Happy yang melihat partnernya sekarat (lagi) itu, dengan wajah tanpa bersalah sedikitpun ia mengeluarkan catatan andalan milik Natsu.
"Natsu ingin menggoda Laxus — Cara 3: Rayu Laxus-chan dengan lagu" GAGAL!
Happy menuliskan catatan kecil di bawahnya.
"Keep ganbatte, Natcu!"
Hanya pemberitahuan bahwa lagu yang tercantum dalam fanfiksi ini merupakan lagu Syahrini – Sesuatu yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Jadi ini BELUM masuk ke dalam songfic!
Tapi itu pendapat kebanyakan teman-teman seperjuangan di grup, mohon maaf jika saya salah.
