XXX

Suga in The House

Cast: BTS

Rate: T+

Genre: General/Family, fluff~

Note: Hybrid!AU. Domestic, mungkin.

XXX

Alarm di handphone Master bunyinya 'teng treng teng teng' dan Suga bersumpah itu bunyi paling menyebalkan yang pernah dia dengar di jam 06:00 dan terus berulang sampai satu jam kemudian. Bunyinya sangat keras sampai Suga bisa mendengarnya dengan jelas dari kamarnya sendiri.

Suga bangun, duduk di kasurnya dan merasa pusing, perpaduan antara suara berisik dan terlalu cepat bangun selalu sukses membangkitkan semangat 'berburu'-nya –yang berarti semangat membunuh sesuatu semisalnya tikus.

Suga turun dari kasur dan berjalan sempoyongan karena terlalu pusing ke kamar Master. Hanya ada satu hal yang ingin dia lakukan; menghentikan alarm berisik itu, dan cara terbaik adalah dengan membangunkan Master.

Pintu kamar Master tidak pernah terkunci saat malam, jaga jaga kalau Suga mau tidur dengan Master katanya, Suga berdecih kalau ingat itu. Sekalinya kamar Master terkunci berarti Suga tidak boleh masuk karena Master sedang melakukan hal hal penting atau Master sedang merintis solo karir atau memasukan benang ke jarum bersama pacarnya, Kim Seokjin, atau yang paling sering; Master menghilangkan kunci pintu kamarnya.

Jadi Suga menjatuhkan diri ke ranjang Master. Master masih tidur dan Suga ikut tidur di sampingnya di luar selimut.

Harusnya Suga langsung gigit saja tangan Master supaya dia cepat bangun, tapi dia merasa dia tidak punya kekuatan untuk apapun lagi.

Alarm Master masih berbunyi 'teng treng teng teng' di jam 06:15, hari Rabu.

Suga bergeser merapat pada Master, dan bersandar ke bahu Master dan dia diam di posisi itu walaupun posisi itu bukan posisi yang 100% nyaman.

"Master," panggil Suga.

Suga berharap Master sadar alarmnya terlalu berisik dan membuat pusing Suga makin menjadi jadi, lalu dia bangun dan melakukan sesuatu apapun untuk menghilangkan pusing Suga.

"bangun atau kubuang handphone Master."

Lalu Suga menunggu,

Dan Master masih belum bangun juga.

"Sh-"

Jari Master yang panjang tiba tiba menutup mulut Suga.

"Hati hati dengan lidahmu, Kitten." Kata Master, "Aku sudah bangun sekarang." Lalu Master mematikan alarmnya yang berisik.

"Memang kenapa lidahku?"

"Bisa membawa orang ke Hongkong, maybe?"

Suga terkekeh, "maybe." Katanya mengikuti apa yang Master katakan.

Kemudian tangan Master bergerak ke pipi Suga, yang Suga pahami sebagai tanda kalau Master mau mengelusnya, jadi Suga membiarkannya –jarang jarang dia mau dielus, biasanya langsung gigit.

"Kau panas, Suga."

"I'm hot, yeah."

Master tertawa, "Silly furball, maksudku kau demam." Kata Master, "Panas dalam arti feverish, kau paham, Pussy-"

KRAUK!

Suga menggigit tangan Master.

"Aw! Kenapa aku digigit."

"Aku bukan Pussy." Kata Suga.

"So? Jadi kau apa? Dick Grayson?"

"Dengan D besar."

XXX

Suga tidur lagi sebentar waktu Master keluar kamar dan begitu dia bangun dia merasa mual begitu duduk.

"Suga, are you okay, Kitten?"

"Minum dulu." Master mengambilkan Suga segelas air hangat dan pil antasid khusus untuk Suga yang berwarna seperti warna mint yang Suga sangat kenal, "Kau belum makan dari kemarin, pasti kau mual."

Suga mengangguk dan menelan pil antasid yang ada di mulutnya, Suga mengeutkan dahinya, rasanya seperti kapur.

"Kau harus makan, Kitten, tapi yang ringan dulu, biskuit?" tawar Master, dia memberikan sebungkus biskuit pada Suga, "Atau kau mau langsung makan berat? Tadi pagi Seokjin membuatkanmu sesuatu."

Tapi Suga menggeleng.

Pacar Master tadi pagi datang kesini, berarti mungkin ini sudah siang, "Jam berapa?"

"Setengah dua, Kitten. Kenapa?"

"Kau tidak kerja?"

"Tidak apa apa, Suga." Kata Namjoon, dia bersandar ke kepala ranjang. Dia pakai kemeja putih dan celana gelap, "Nanti sore aku ke kantor lagi buat absen. Sekarang aku akan mengurusmu dulu."

Master mengusap rambut Suga dan telinganya, Suga balas mengusapkan seluruh mukanya ke tangan Master yang lebar, kemudian Master menarik Suga yang kurus ke pangkuan dan memeluknya, menyandarkan Suga yang diam saja ke bahunya.

Master tersenyum. Tentu saja dia tidak mau melewatkan saat dimana Suga bisa disayang sayang tanpa meronta dan lalu menggigit.

XXX

Note: Jadi Abay itu kan tidak mau disentuh, dielus elus itu dia tidak suka dan ada satu keadaan dimana dia baru tiba tiba manja; kalau dia sakit. Mungkin dia semacam mencari kenyamanan atau apa.

Note(2): Aku dulu sering bangun karena digigit kucing, mereka tahu aku paling tidak bisa dibangunkan dengan lembut jadi mereka menggigit, cara yang selalu berhasil.

Note(3): Antasid, atau antasida. Atau bahasa bahasa yang begitu maksudnya obat maag. Aku punya maag yang untungnya tidak akut, tapi akhir akhir ini aku sembuh waktu aku coba diet salah satu ex-magician yang punya talkshow di TV itu, diet itu berhasil dan herannya tidak membuat maagku kambuh padahal aku coba yang paling ekstrim (yang cuma boleh makan satu jam dalam 24 jam)