【Summary :Haechan tidak habis pikir bagaimana bisa dia memiliki seorang bos otoriter yang sangat datar dan dingin, terlebih lagi bos nya itu sangat mesum.】
.
.
.
A MarkHyuck Fanfiction
by
BaeKiyudh26
Warning!
[Boy x Boy /Boys Love Area. Yaoi.]
[Tolong tinggalkan cerita ini apabila Anda tidak berkenan!]
.
.
.
Haechan memasang tampang jengah, telinga nya terasa berdengung seolah kini ada ribuan tawon yang terbang di sana-sini. Bagaimana tidak? Dari awal masuk ke gerbang hingga sekarang Haechan tengah menunggu kopi pesanan nya di kantin kantor, hampir semua karyawan lain berbisik-bisik, menggosip, ah... menyebalkan intinya! Dan Haechan sedikit tau jika topik pembicaraan nya adalah dirinya dengan Mark. Sungguh, dimana letak kesalahannya? Kenapa semua orang seperti tengah menjodoh-jodohkan diri nya dengan Mark?!!!
Sejujurnya hari ini Haechan tidak berniat datang ke kantor, ia mengira pasti bos nya itu sudah memecatnya karena kemarin malam ia sudah berteriak frustasi di depan muka bos nya -meminta untuk dipecat. Tapi tentu saja ibu nya tetap memaksa masuk kerja, padahal Haechan sudah kukuh tetap bergelung di dalam selimut hingga jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Sungguh luar binasa hebat omelan ibu nya yang berhasil membuat Haechan berangkat ke kantor. Haechan sendiri berharap dengan ia datang terlambat, ia bisa mendapat amukan dari bos nya lalu bos nya itu memecatnya. Tapi itu semua salah, tidak ada satu pun orang yang memarahi nya meski ia datang terlambat -sangat terlambat. Bahkan seharian ini dia belum melihat sosok menjengkelkan yang kemarin mengantar nya pulang ke rumah.
Brak.
"Hey!Hey! Apa kau tau jika kau sedang menjadi topik hangat perbincangan di kantor?!" Itu Lisa, teman dekat Haechan selama 5 bulan bekerja di sini. Wanita kebangsaan Thailand itu datang dengan heboh, meletakkan nampan makanan nya -lebih tepatnya seperti membanting ke atas meja. Dia mengatakan itu sambil menudingkan ujung sumpit nya ke arah Haechan.
"Yeah...aku sempat mendengar sedikit pembicaraan mereka, tapi mengapa? mengapa aku? apa ada yang salah dari aku?" Haechan menjawab hal itu dengan tatapan sendu, tangan nya sedari tadi mengaduk sup pesanan nya tanpa ada niatan untuk menyuap sup itu ke dalam mulut.
"YA! Kau tau, mereka bilang jika hari ini Tuan Lucas dipecat dan katanya itu ada hubungan nya dengan-
"Ekhem -boleh kau cari tempat duduk lain? Aku ingin duduk berdua di sini bersama Haechan." Lisa memasang tampang kaget. Matanya yang memang sudah belo jadi semakin belo karena kaget. Wanita semampai itu beranjak dari kursi nya sambil mengangkat nampan makanan. Meninggalkan Haechan dan Mark berdua saja.
"Kenapa kau tidak membalas pesan line ku?" Mark mendudukkan dirinya tepat di samping Haechan.
Yang ditanya tidak bereaksi apa-apa. Sekarang yang ada di pikirannya adalah kenapa sampai Lucas dipecat? Apa karena laki-laki itu telah melecehkannya kemarin lusa saat berada di bar? Tapi jika memang itu alasannya, toh apa peduli nya Mark jika ia dilecehkan?
"Tindakanmu sangat tidak sopan, ada seseorang yang sedang bertanya dan kau hanya diam membisu." Pria itu menatap Haechan lekat, sambil sesekali melahap roti daging miliknya.
Haechan yang sadar jika masih ada Mark, langsung saja mengambil ancang-ancang meninggalkan tempat sambil mengangkat nampan, berniat mencari meja lain, tidak mempedulikan Mark yang tengah memperingati nya-
"Perhatikan langkahmu Haech-
Pyar.
Bruk.
Belum sempat Mark menyelesaikan omongannya, Haechan sudah terjatuh dengan posisi yang sangat memalukan. Kaki nya tersandung sepatu karyawan lain yang tengah berjalan, itu karena dia terlalu terburu-buru untuk meninggalkan Mark. Nampan nya terjatuh seiring dengan tubuhnya yang turut mencium lantai dengan posisi menungging. Dan jangan lupakan fakta bahwa ini masih di area kantin. Oh... sangat memalukan!
Haechan berusaha berdiri, kali ini dia tidak menolak ketika Mark membantu nya untuk membersihkan sisa nasi yang menempel di wajah merah nya. Dia juga tidak menolak ketika Mark menggiringnya untuk meninggalkan area kantin. Karena sungguh Haechan sangat malu sekarang apalagi kantin menjadi ricuh setelah melihat adegan terjatuh nya.
.
.
.
"Hah..." Mark memijat pelipisnya ketika kini dirinya dan Haechan berada dalam ruangan kerjanya. Di situ, Haechan berdiri, menundukkan kepala, sesekali tangannya mengusap sisa-sisa sup yang mengotori kemeja dan jas nya.
"Aku...Kau sangat ceroboh, kau tau itu." Mark menggunakan meja kerja nya sebagai tumpuan duduk. Dirinya menatap penampilan 'rusuh' Haechan. "Kemarilah." Salah satu tangannya mengayun seolah memberi gesture perintah 'mendekat' kepada Haechan. Haechan sendiri tetap berdiam diri di tempat.
"Aku bilang kemari." Kali ini mark sedikit membentak. Nada nya lebih keras dan tegas dari sebelumnya. Itu sukses membuat Haechan menghampiri Mark lebih dekat hingga mereka hanya berjarak beberapa centi saja.
Dengan sayang, Mark membersihkan wajah Haechan dari sisa-sisa makanan menggunakan sapu tangan miliknya. Melihat Haechan yang diam saja, Mark sontak mengangkat dagu Haechan lembut. Oh my... ternyata alasan keterdiaman Haechan adalah menangis. Wajah bocah itu sudah berlinang air mata. "Hei... kenapa menangis?" Mark mengusap air mata yang mengalir di area pipi Haechan.
"Aku malu..." Oh sungguh Mark gemas sendiri rasanya saat mendengar jawaban dari Haechan. "Malu karena terjatuh di kantin tadi?" Kali ini Mark menatap mata sembab Haechan. Betapa cute nya ketika Haechan mengangguk dan kini tangisan nya semakin kencang.
Mark memeluk Haechan dengan hati-hati. Merasa tidak ada perlawanan dari Haechan, pria itu senang sekali. Beberapa menit mereka terdiam dalam posisi saling berpelukan -hanya diiringi dengan suara isak tangis Haechan.
Haechan adalah pihak pertama yang melepaskan pelukan itu, ia menatap Mark seraya berkata "Kenapa kau memecat Tuan Lucas?" Tangan nya memainkan ujung jas nya -terlalu gugup.
"Tentu saja karena dia hampir saja melecehkan mu! Apa kau tidak ingat?! Malam itu jika aku tidak datang untuk menjemputmu, mungkin kau sudah berakhir lemas di atas ranjangnya!" Haechan tersentak, dia masih ingat, ingat bagaimana kejadian malam itu saat berada di bar bersama Lucas. Tapi toh seharusnya itu bukan urusan Mark bukan? Jika memang ia akan berakhir di atas ranjang Lucas, apa pedulinya Mark?
"Memangnya apa pedulimu 'bos'?! Hanya karena hal sepele seperti itu kau memecat Tuan Lucas tanpa penghormatan? Oh God..." Ini yang tidak disukai Mark, sikap keras kepala Haechan dan sikap pembangkang nya. 'Sepele' katanya?
"Sepele katamu?" Mark mengepalkan tangan menahan amarah, giginya menggertak, apalagi sekarang Haechan sudah berbalik hendak meninggalkan ruangan.
Brak.
"Aw! Mark! Apa yang kau- mmmph..." Haechan membelalak, dia berusaha untuk meronta kala bos gila nya itu tiba-tiba mendorong kasar tubuhnya ke pintu ruangan lalu mencium nya seperti ini.
"Angh...Mmmph..." Memejamkan mata, dia berusaha tidak terlena dengan ciuman yang diberikan bos nya. Ini salah, tidak seharusnya seorang karyawan dan bos melakukan hal seperti ini. Haechan meronta sia-sia ,kalah tenaga pasti nya.
Mark menyalurkan segala emosi, cemburu dan rasa sayang membuncah yang selama ini disimpan dalam diam untuk Haechan. Hati nya sakit ketika mengetahui Haechan berusaha menolak ciumannya dengan cara meronta. Tidak menyerah, Mark menggigit kecil bibir atas dan bawah sang submissive secara bergantian. Lidah nya juga turut ambil peran dalam menjilati bibir Haechan.
"Ah..." Tidak bisa ditolak, ini sangat nikmat. Mark adalah seorang pencium handal. Haechan tidak bisa mengontrol desahan nya. Lama-kelamaan bocah itu terbuai dan mulai membalas ciuman dari si bos dengan seadanya. Hanya bisa memberi kecupan-kecupan ringan yang berantakan sebagai bentuk balasan.
"Hah...hah...tatap mataku Haechan." Seuntai air liur seolah menjadi jembatan antara kedua bibir itu ketika Mark melepas ciumannya. "Di mana saja pria itu sudah menyentuhmu?"
Haechan tau ke mana arah pembicaraan ini, pasti tentang Lucas. Tangan nya menunjuk bagian pinggang dan area pantat. Hanya dalam hitungan detik, ia bisa melihat wajah murka Mark yang sangat menakutkan. "ANGH! Ah...Ah..." Tanpa basa-basi, Mark meremas kasar pinggang milik Haechan hingga menimbulkan pekikan kaget dan suara desahan merdu yang sangat mengundang. Haechan menatap Mark dengan pandangan sayu sesekali memejamkan mata menikmati remasan kasar yang kini merambat ke bagian pantat. Tangannya mencengkeram kuat pundak Mark. "Ah...Aw -pelanh...hah...Mark!" Ngilu, semakin lama Mark semakin kasar, dan itu terasa menyakitkan. Haechan paham jika pria itu emosi.
"Dengarkan aku Haechan. Kau adalah milikku. Milik seorang Mark Lee. Kau mengerti?"
Yang Haechan lakukan adalah mengangguk pasrah, melupakan fakta jika beberapa hari lalu Mark berkata jika dirinya bukanlah 'gay'. Tapi apa ini? Masa bodoh, Haechan tidak peduli.
Sesaat setelah mengatakan itu, Mark kembali mencumbu Haechan, mereka berciuman cukup lama tetap dengan posisi tangan Mark yang setia meremas kasar area pinggang dan pantat milik Haechan -berusaha menghapus bekas sentuhan Lucas. Tubuh mereka semakin menempel, bibir milik si bos merambat ke area telinga, menjilat, menggigit dan menyesap.
"Ouhch!... Astagah...akh" Haechan memekik heboh ketika dirasa lidah panas milik Mark masuk ke dalam lubang telinga nya.
"Ah...Ah...Markh!" Pria itu menggendong tubuh montok Haechan menuju ke meja kerja miliknya lalu mendudukkan Haechan di atas meja tersebut.
"Sejak kapan kau terlihat semakin manis sayang?" Menghentikan sejenak aktifitas nya, memberi Haechan kesempatan untuk menarik nafas. "Mmmngh...Oooh..." Niat awal ingin menahan desahan tapi justru kelepasan seperti ini ketika lehernya dihisap kuat oleh Mark. Ia yakin jika itu akan menimbulkan noda kemerahan untuk beberapa hari kedepan.
"S-ssudah! Henti- AHK!" Haechan kini sepenuhnya paham jika Mark adalah tipe laki-laki yang 'kasar' untuk urusan ranjang. Jas nya ditarik paksa begitu juga dengan kemeja miliknya yang dilucuti dengan kasar hingga beberapa kancing terlepas dan hilang entah kemana.
"Aohh... Mark! Mark!" Haechan meremat surai milik Mark hingga terlihat sangat berantakan. Tubuhnya semakin melengkung bak busur ketika Mark menyesap dalam puting kanan nya.
Ia tidak pernah membayangkan jika akan melakukan hal panas seperti ini dengan bos nya sendiri.
TBC
»»»»»»»»»»
asdfghjkl.
Mianhae, ga hot :(
bahagia lihat jumlah follow fav story buat penulis ffn amatir seperti aku.
luv u guys/kiss.
