Annyeong, MiNa balik lagi dan mau minta maaf kalo kemarin nempatin ff ini di rate T padahal harusnya di rate M. Gaya penulisan MiNa juga berantakan ya? Ini MiNa udah coba perbaiki. hehehe... kalo masih ada yg salah tolong ingetin MiNa lagi^^

Chapter 3

Author Pov

Setelah menyelesaikan moment yang tak terlupakan itu, Kyuhyun kembali pulang ke rumahnya. Di perjalanan ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi untuk mengendarai mobilnya. Kejadian barusan benar-benar membuat Kyuhyun gila. Bagaimana mungkin ia bisa menyentuh seorang namja yang sekaligus adalah hyung angkatnya itu. Meskipun Sungmin mencintainya, tapi Kyuhyun sama sekali tidak pernah berpikir untuk membalas cintanya. Tapi kejadian itu, apakah itu tandanya bahwa Kyuhyun sudah mulai membuka hatinya untuk Sungmin.

Lalu bagaimana dengan Victoria. Yeoja cantik selama tiga tahun ini menjadi kekasihnya. Ia tidak mungkin meninggalkannya begitu saja. Sejak awal mereka sudah menjalin komitmen yang serius. Jika Kyuhyun memutuskannya, bagaimana dengan perasaannya nanti. Tapi bagaimana pula dengan Sungmin. Jika Kyuhyun menikahi Victoria, apakah hati Sungmin tidak lebih sakit dari yeoja itu. Kyuhyun sudah merenggut kesuciannya. Tapi kemudian ditinggalkan begitu saja. Meskipun Sungmin selalu tersenyum, tapi di hatinya tentu ia menyimpan berjuta-juta rasa sedih, kecewa, dan sakit hati yang sangat dalam.

Meski pikirannya melayang-layang di udara, syukurnya Kyuhyun bisa mengendarai mobilnya hingga selamat sampai di rumah. Ketika tiba, ia langsung saja menuju ke kamarnya. Ia tidak peduli lagi dengan ummanya yang masih marah karena Kyuhyun memutuskan memilih Victoria. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Kejadian itu masih terus membayang-bayang di pikirannya. Sangat jelas bagaimana Kyuhyun sangat ketagihan dengan bibir ranum Sungmin. Tubuh indah Sungmin yang membuatnya tidak bisa mengendalikan hasratnya. Sejenak ia berpikir, apakah Victoria memiliki tubuh yang lebih indah dari Sungmin. Selama ini ia sama sekali belum pernah melihat dan merasakannya. Ia sama sekali tidak pernah berpikir untuk melakukannya dengan Victoria. Tapi Victoria dan Sungmin memang berbeda. Berulang kali ia merasakan bibir Vic yang manis itu. Tapi rasanya berbeda. Bibir Sungmin lebih manis dari gadis itu. Bahkan hanya dengan membayangkannya saja, rasanya Kyuhyun ingin merasakan bibir plump itu lagi.

Kyuhyun semakin bimbang dengan pilihannya sekarang. Victoria atau Sungmin. Tapi ia sudah terlanjur berjanji pada gadis itu untuk menikahinya. Bagaimana pun Kyuhyun hanya menganggap Sungmin sebagai hyungnya saja. Kyuhyun sedikit menarik nafasnya dan matanya dipejamkan sekali. Hatinya kini sudah memutuskan bahwa pilihannya jatuh pada Victoria.

"Aku akan tetap menikahi Victoria meskipun umma tidak setuju. Setidaknya appa sudah membebaskanku untuk memilih." Kyuhyun berkata di hadapan umma dan appanya.

"Yaa, Cho Kyuhyun! Umma bersumpah bahwa ia tidak akan memberikan kebahagiaan untukmu!" Lagi-lagi umma Kyu berteriak karena kesal dengan perkataan anaknya itu.

"Tidak Umma, aku bahagia bersama Vic sekarang. Apalagi jika aku bisa menikah dengannya." Jawab Kyuhyun mencoba meyakinkan ummanya.

"Terserah padamu saja! Jangan pernah menyesal dengan keputusanmu! Umma tak akan pernah peduli dengan keluargamu nantinya."

"aku mengertiUmma. Biar aku yang menjaga keluargaku. Umma dan appa tidak perlu mengkhawatirkan kami." Jawab Kyuhyun sedikit lega karena ummanya sudah mulai mengalah. Setidaknya ini adalah awal yang baik.

"Oppa, aku akan segera menikah dengan Kyuhyun!" Seorang yeoja berbicara dengan seorang namja di sebuah apartemen sederhana milik namja tersubut.

"Apa kau akan meninggalkanku begitu saja? Dan memilih laki-laki itu untuk bersamamu?"

"Mianhae oppa, aku sangat mencintaimu. Tapi aku juga tidak bisa menolak kesempatan ini. Kyuhyun dari keluarga terpandang, ini akan mengubah derajatku."

"Kau tenang saja, Oppa. Kita masih bisa bertemu kapanpun kau mau." Lanjut Vic lagi.

"Arasseo. Aku percaya padamu." Namja yang sedang bersama dengan Vic itu adalah Choi Siwon. Kekasihnya lima tahun ini. Dan itu berarti hubungan Vic dengan Siwon lebih lama dibandingkan hubungannya dengan Kyu. Siwon memang mengetahui kalau kekasihnya itu memiliki laki-laki lain, tapi ia tidak pernah keberatan karena ia tahu Vic hanya memanfaatkan orang itu.

.

.

Besok adalah hari pernikahan Kyuhyun dengan Victoria. Segala macam prosesi sudah dilakukan mereka berdua. Mulai dari memesan tempat untuk resepsi, menentukan gereja dimana mereka akan meresmikan hubungan mereka, mencocokkan gaun pengantin, dan membeli cincin yang wajib dalam setiap pernikahan. Semua itu mereka hanya melakukannya berdua. Tanpa ada campur tangan dari kedua orangtua Kyuhyun. Apa lagi kalau bukan ketidakpedulian umma Kyu yang berharap pernikahan itu tidak pernah terjadi. Selain itu appa Kyu juga terlalu sibuk mengurusi kegiatan kantornya. Sedangkan kedua orangtua Vic memang sudah meninggal sejak dulu.

Akhirnya hari ini terjadi juga. Kyuhyun berdiri dengan gagahnya di depan sebuah altar. Ia menanti pengantin wanita yang begitu dicintainya dengan wajah berseri-seri. Sedetik kemudian pengantin wanita pun datang diiringi oleh kedua temannya. Cantik. Ya, Vic memang cantik. Itulah yang membuat Kyuhyun memilihnya daripada Sungmin. Meskipun Sungmin tidak kalah cantik, tapi biar bagaimanapun ia adalah seorang namja.

Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menyambut kekasihnya itu. Kini mereka berdua sudah menghadap ke arah pendeta. Pendeta itu kemudian segela memulai upacara peresmian mereka berdua menjadi suami istri. Tampak sosok Mrs. Cho yang hanya mematung ditempatnya karena tidak suka dengan pemandangan yang ada di hadapannya.

Skip Time

Akhirnya mereka sah menjadi sepasang suami istri. Upacara pernikahan pun dilanjutkan menjadi resepsi. Kyuhyun dan Victoria berkeliling menjamu semua undangan. Hingga tiba pada sosok lelaki tampan dan gagah, Choi Siwon. Kyuhyun memang tidak mengenalnya, tapi Vic bilang kalau ia adalah teman baiknya sejak SMA. Kyuhyun percaya saja dan tersenyum pada laki-laki itu.

Kyuhyun terus mengedarkan pandangannya ke semua penjuru ruangan resepsi. Ia seperti mencari-cari sesuatu.

"Kyu, kau mencari apa?" tanya Vic pada Kyu.

"Sungmin hyung. Aku mengundangnya menghadiri pernikahan kita." Kyuhyun sudah menceritakan semuanya mengenai Sungmin, termasuk dalam hal perjodohan mereka.

"Kyuhyun-ah, kau itu bodoh sekali. Sungmin itu kan mencintaimu, mana mungkin ia datang." Jawab Vic dengan entengnya. Sebagai seorang istri, sudah berani rupanya ia menyebut Kyu bodoh. Dan mungkin Kyu memang bodoh, karen aia lebih memilih Vic daripada Sungmin.

"Sudahlah, ayo kita jamu tamu lainnya." Terlihat raut kecewa dari wajah Kyuhyun.

"Yak... Victoria! Mengapa kau selalu bepergian, sedangkan suamimu sibuk bekerja di kantornya. Tidak bisakah kau menunggunya di rumah?" Tukas Nyonya Cho yang tak lain adalah mertuanya sendiri.

"Aku bosan di rumah, Umma. Aku tidak suka jika harus mengurung diri terus di dalam rumah." Jawab Vic berusaha selembut mungkin.

"Seorang istri itu memang seharusnya di rumah! Kau bisa mengerjakan pekerjaan rumah jika kau bosan. Istri macam apa yang kerjanya tiap hari hanya bepergian!" Nyonya Cho semakin marah, tapi Vic sepertinya tidak menghiraukan. Ia tetap saja pergi untuk menemui kekasih tercintanya Choi Siwon. Toh apapun yang dibicarakan ibu mertuanya, Kyuhyun tak akan percaya. Ia tahu ummanya tidak menyukai Vic, jadi bisa saja ummanya hanya mengada-ada tentang Vic.

Kyuhyun memang memutuskan untuk tetap tinggal bersama kedua orangtuanya setelah menikah. Ia ingin membuktikan pada umma dan appanya kalau Vic adalah orang yang tepat untuknya. Awalnya Vic menolak, tapi Kyuhyun berhasil meyakinkannya. Kyu hanya berpesan pada istrinya untuk menjaga sikap di depan umma dan appanya.

Dua bulan sudah mereka melalui pernikahan ini. Kyuhyun merasa tidak ada yang spesial dari status barunya sebagai suami. Bahkan bisa dibilang, ia merindukan masa-masa lajangnya yang tiap hari bisa menghabiskan waktunya bersama-sama dengan Sungmin. Baik di rumah maupun di kantornya. Sedangkan bertemu Vic hanya Kyuhyun lakukan di akhir pekan. Gaya berpacaran yang aneh memang. Entah kenapa mereka bisa bertahan selama 3 tahun.

Selama dua bulan pernikahan, Kyuhyun hanya sekali saja menyentuh istrinya. Karena setiap Kyu ingin melakukannya, pikirannya selalu teringat akan Sungmin yang sudah ia nodai sebelum ia menikahi Vic. Kyuhyun ingat dengan jelas bagaimana lekuk tubuh namja aegyo itu, kulitnya, sentuhannya yang sangat lembut, bibir mungilnya yang menggairahkan, semuanya menjadi terngiang-ngiang di otak Kyuhyun. Sehingga setiap akan beranjak ke tahap selanjutnya, Kyu pasti mengakhirinya. Hal itu sama sekali tidakmembuat Vic kecewa. Toh, ia masih bisa mendapatkan kenikmatan tersebut dari kekasihnya Choi Siwon.

.

.

Kyuhyun sudah pulang dari kantornya. Ia masuk ke kamar yang pastinya selalu ada Victoria di dalamnya. Kyu membuka jasnya dan menggantungnya di dalam lemari.

"kenapa kau selalu ada di kamar jika aku pulang kantor?" tanya Kyu pada Vic.

"Memang aku harus berada di mana?"

"Setidaknya pergilah ke dapur, bantu umma memasak. Kalau begini pandangan umma terhadapmu tidak akan berubah."

"Tapi aku tidak bisa memasak. Kau sendiri kan tahu, Kyu."

"Justru itu, kau bisa minta umma mengajarimu. Aku juga ingin merasakan masakan buatan istriku."

"Aku akan memasak untukmu, tapi jika kita tinggal di tempat lain."

"Apa maksudmu?"

"Aku tidak bisa tinggal di sini terus, Kyu. Umma selalu memarahiku. Aku lelah." Vic memandang Kyuhyun dengan tatapan memohon.

Kyuhyun sejenak berpikir. Mungkin benar juga apa kata Vic. Entah kenapa Vic menjadi orang yang tidak peduli pada Kyu sejak mereka menikah. Sama sekali tak ada kehangatan dari wanita itu seperti saat ia berpacaran dulu. Mungkin karena ia tertekan dengan ummanya.

"Baiklah. Akan aku pikirkan." Jawab Kyu yang mendapat senyuman dari Vic. Tentu saja senyuman itu punya maksud lain.

.

.

Sementara itu di kediaman nenek Lee, Sungmin hanya bisa berbaring saja di tempat tidurnya. Akhir-akhir ini kesehatannya seperti memburuk. Ia begitu cepat lelah jika membantu nenek di kebunnya. Padahal biasanya ia tidak pernah seperti itu. Ribuan bahkan jutaan pohon sawi di kebun nenek selalu dirawat oleh Sungmin dua bulan terakhir ini, tentunya bersama-sama dengan pekerja lainnya.

Nenek Lee memang tinggal seorang diri. Suaminya sudah meninggal sejak cucu terakhirnya lahir ke dunia, yaitu Lee Sungmin. Kakek tidak pergi begitu saja, ia meninggalkan puluhan hektar usaha perkebunannya. Sehingga sekarang nenek harus melanjutkan usaha tersebut. Perkebunan sawi itu terletak di dekat kediamannya sendiri. Sehingga daripada menganggur, Sungmin selalu membantu pekerja-pekerja nenek merawat kebunnya. Sampai-sampai jika hari panen tiba, tak jarang Sungmin ikut terlibat memanen hasilnya bahkan hingga ikut memasarkannya juga.

"Sungmin-ah, kau istirahat saja. Tidak usah bekerja di kebun lagi. Pekerja-pekerja nenek masih bisa mengatasinya." Begitu kata nenek Lee setiap hari. Tapi Sungmin bersikeras untuk ikut membantu. Tapi sekarang sepertinya ia menurut apa kata neneknya, kondisinya yang kurang baik menuntutnya untuk terus beristirahat.

"Min, ayo bangun. Bersiaplah, kau harus ikut dengan nenek." Nenek Lee membangunkan cucu kesayangannya itu di kamarnya. Sungmin yang merasa terusik akhirnya membuka matanya.

"Kita mau kemana, Nek?" tanya Sungmin masih sambil berbaring.

"Kita pergi ke rumah sakit. Nenek khawatir dengan keadaanmu belakangan ini. Ayo segeralah bersiap." Ucap nenek Lee dengan sangat lembut. Sungmin hanya menurut dan bangkit dari tempat tidurnya untuk segera bersiap.

Setibanya di rumah sakit mereka langsung menemui seorang dokter. Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan, kini mereka berdua berada di depan meja dokter yang diketahui bernama dr. Park.

"Awalnya kami juga kurang yakin. Tapi setelah melalui tes berulang kali, kami menyimpulkan kalau Sungmin-shi sedang mengandung dua bulan." Jelas dr. Park.

"Anda jangan bercanda dokter. Cucu saya seorang namja, lagipula ia tidak pernah berhubungan dengan siapapun." Nenek Lee tidak percaya begitu saja pada dokter tersebut. Sedangkan Sungmin hanya menunduk dan menahan air matanya agar tidak keluar. Ini di luar yang ia pikirkan.

"Kami tidak bercanda, Nyonya. Cucu anda memiliki sebuah rahim yang siap untuk perkembangan seorang janin. Tubuhnya yang mampu memproduksi sel telur mendukung untuk terjadinya kehamilan."

"Ini tidak mungkin Dokter." Nenek Lee masih saja tidak percaya.

"Sebaiknya anda bicarakan dengan cucu anda baik-baik. Pesan saya tolong dijaga baik-baik kandungannya. Jangan biarkan ia lelah. Mungkin tubuhnya akan sedikit rewel karena ia seorang namja. Anda bisa menghubungi saya lagi jika terjadi sesuatu."

"Baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu. Terima kasih dokter." Nenek Lee berpamitan dan mengajak Sungmin keluar juga.

Mereka berdua tiba di rumah. Nenek Lee sengaja tidak bertanya-tanya selama di perjalanan karena ia menginginkan suasana yang memungkinkan yang akan membuatkanya berkepala dingin. Nenek menyuruh Sungmin untuk duduk di sofa dan ia mulai menyiapkan kata-kata terbaik untuk bertanya pada cucunya.

"Katakan pada nenek, Min. Dengan siapa kau melakukan hubungan terlarang itu?" Nenek berkata dengan selembut mungkin. Ia tidak mau menyakiti perasaan cucunya. Sedangkan Sungmin justru semakin merasa bersalah dengan sikap neneknya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan menangis dengan tersedu-sedu.

"Mianhae..." kata Sungmin lirih.

"Jawab pertanyaan nenek, Min. Siapa appa dari bayimu?" tanya nenek lagi semakin tak sabaran.

"Dia... Dia Cho Kyuhyun." Sungmin semankin menangis di hadapan neneknya. Ia tidak peduli lagi dengan imagenya sebagai namja. Ia hanya ingin mengurangi bebannya dengan menangis.

"Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Mianhae..." ucap Sungmin lagi masih tetap menagis.

"Putra keluarga Cho?" tanya nenek mengeraskan suaranya.

"Ne..." Sungmin masih menunduk.

"Bagaimana bisa, Min. Bukankah ia sudah menikah?"

Sungmin akhirnya menjelaskan semua kejadian yang dialaminya bersama Cho Kyuhyun. Termasuk alasan ia pergi dari rumah Kyuhyun dan memilih tinggal bersama nenek.

"Tolong jangan katakan apapun pada Kyuhyun. Aku tidak ingin merusak rumah tangganya." Mohon Sungmin. Nenek pun hanya bisa menuruti permintaan cucu kesayangannya.

"Nenek mengerti posisimu. Kau jangan khawatir lagi. Nenek akan membantu menjaga kandunganmu."

"Gomawo. Jongmal gomawo." Sungmin sangat bersyukur memiliki nenek yang perhatian. Ia berjanji akan menuruti semua keinginan nenek terhadapnya.

Kyuhyun dan Victoria kini sudah tinggal di rumah sendiri. Mereka tidak lagi tinggal di rumah umma dan appa Kyuhyun. Hal ini tentu saja membuat Victoria sangat senang karena Kyuhyun mengabulkan permintaannya. Ia semakin merasa bebas karena tidak ada yang mengawasi jika Kyuhyun bekerja. Hampir setiap hari Vic pergi menemui Siwon kekasih gelapnya.

Hingga tiba pada suatu hari Kyuhyun mulai curiga dengan istrinya itu. Bagaimana mungkin setiap ia pulang kerja, Vic selalu tidak pernah ada di rumah. Jadwal pulangnya selalu lebih dulu dari Vic. Setiap kali ditanya akan hal itu, Vic akan selalu menjawab kalau ia pergi bersama teman-temannya karena ia bosan berada di rumah. Jawaban yang klise memang, tapi Kyuhyun akan tetap percaya padanya.

"Sebenarnya apa saja yang kau lakukan bersama teman-temanmu itu? Hingga kau pulanglebih lama dariku?"

"Mianhae, Kyu. Aku... Aku pergi menemui Siwon oppa. Kau tahu kan dia yang aku kenalkan saat pernikahan kita."

"Ada urusan apa kau dengannya?"

"Siwon oppa kehilangan pekerjaannya. Ia sekarang tidak punya tempat tinggal lagi karena tidak mampu membayar uang sewa apartemen. Jadi aku membantu mencarikannya tempat tinggal. Siwon oppa sudah seperti kakak kandungku sendiri. Aku tidak mungkin tidak peduli dengannya." Jawab Vic panjang lebar berusaha meyakinkan Kyuhyun. Wajahnya benar-benar seperti rubah berkepala dua.

"Kenapa kau tidak bilang saja padaku? Mungkin aku bisa membantunya."

"Jinjja Kyu? Ah, aku beruntung sekali memiliki suami sepertimu."

"Besok kita bersama-sama membeli apartemen untuknya. Ajaklah ia sekalian, aku juga ingin mengenalnya lebih dekat."

"Eum, gomawo Kyu." Vic mengangguk dan mencium bibir Kyu sekilas.

Vic memilihkan appartemen yang sangat mewah untuk Siwon. Ia benar-benar memanfaatkan kebaikan Kyuhyun yang menurutnya itu sangat bodoh.

"Apakah ini tidak terlalu mewah untuk ditinggali sendiri?" tanya Kyuhyun pada Vic. Di sebelah mereka masih ada Siwon.

"Kyuhyun benar Vic. Ini terlalu mewah untukku." Ucap Siwon pura-pura keberatan.

"Anni Kyu. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Siwon oppa. Boleh kan?" Vic bergelayut manja di lengan Kyu.

"Aish, yasudah. Terserahmu saja." Kyuhyun akhirnya mengalah pada istrinya itu.

.

.

"Hoeks.. hoekss.."

Vic muntah-muntah di kamar mandi. Kyuhyun yang sedang bersiap untuk pergi ke kantornya mendengar suara itu. Ia masuk ke dalam kamar mandi dan menghampiri Vic.

"Kau kenapa Vic? Apa yang terjadi?"

"Molla Kyu. Perutku mual sekali. Tubuhku juga sangat lemas."

"Kalau begitu sebelum ke kantor, kita ke rumah sakit dulu." Victoria menggangguk. Ia menurut saja.

Victoria kini sedang diperiksa oleh seorang dokter. Setelah selesai, ia menunggu di ruangan dokter tersebut bersama Kyuhyun. Hingga akhirnya dokter yang ditunggu-tunggu pun datang juga.

"Selamat Tuan Cho, istri anda sedang mengandung tiga bulan." Ucap dokter tersebut pada Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar itu pun langsung tersenyum sumringah. Ia akan menjadi seorang appa dalam waktu dekat ini.

Sementara di sisi lain, Vic justru berwajah kebingungan. Bagaimana mungkin ia hamil tiga bulan, sedangkan usia pernikahannya baru dua bulan. Pantas saja, selama ini Vic selalu merasa badannya tidak enak, nafsu makannya berkurang dan tubuhnya selalu gambang lelah. Ternyata tiga bulan ini ia tidak menyadari gejala kehamilannya. Ia berpikir bagaimana membicarakannya pada Kyu. Ah, tapi selama Kyu tidak menyadarinya itu akan baik-baik saja.

.

.

TBC

Mianhae MiNa gak bisa bales review satu-satu. MiNa cuma bisa ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya untuk reader yang udah rela meluangkan waktunya untuk review ff MiNa...

Big thanks to:

KyuJummaHatters, , putryboO, kyuminhyuksj, park soohee, nuna, Rima Kyumin Elf, RaVhyd Peter, kyuminlinz92, viadanbo, Chikyumin, Pichachan, yolyol, Ryu, Clein cassie, emyKMS, diitactorlove, aniya1004, Megakyu, kyukyumin, Mia Azuki, biya-kyuke, winter boy, Kim Min Hyun, Pipin, Chikyumin, n kyokorae...

review lagi ya, biar MiNa tambah semangat^^

Gomawoyo