"Kalau nggak mau pakai baju maid... maka aku akan menantang mu one on one di kasur." lanjut Akashi sambil memeluk erat Kuroko.
Kuroko cengo. Pikiran nya mencerna ucapan Akashi.
One on one di kasur? itu berarti...
"AKASHI/AKASHICCHI/AKA-CHIN TEME!"
Kiseki No Absurd!
Kuroko No Basuke (c) Tadotoshi Fujimaki
Pairing: nggak jelas karena beraneka ragam (?)
WARNING:OOC,nista,humor garing,absurd dll
Sebelumnya saya peringatkan FF ini humornya garing krenyes kriuk kriuk~ XD
Don't like don't read!
Masih di gym yang absurd. Saat ini Kise sedang menatap Aomine dengan pandangan 'Helep meh! kurokocchi dalem bahaya!' sedangkan yang ditatap langsung menatap Kise dengan pandangan 'Nggak bisa bro'. Kiseki No Sedai menatap pasangan Akakuro yang sedang berpelukan layaknya teletubis(?). Kuroko menatap Akashi. Manik Babyblue yang membulat horror begitu Akashi berkata 'One on One di kasur'.
"Nee, Tetsuya~ jadi apa pilihan mu?" tanya Akashi masih memeluk Kuroko.
Kuroko masih diam membisu. Ia masih berpikir tentang 2 pilihan Akashi itu. Antara menggunakan baju maid atau.. one on one di kasur.
Jujur saja pasti para readers pengen Kuroko milih 'one on one di kasur' kan?
Iya kan?
Iya kan?
Bener kan?
Oke stop. Balik ke cerita.
Kise, Aomine, Midorima dan Murasakibara diam mematung. Mereka bingung akan nasib makhluk yang paling imut itu. Kuroko sih masih betah dengan muka tembok nya walaupun dalem hati udah dag dig dug. Sementara itu, Kise yang gregetan pengen nendang kepala Akashi ke Empang itu pun menggigit tangan Aomine alhasil Aomine menendang Midorima. Oh ayolah Kuroko milik bersama! Akashi tidak boleh mengklaim Kuroko sebagai miliknya seorang! Kuroko harus dibagi 5!
Nggak. Author ngga bermaksud mengubah FF ini jadi genre gore kok.
"Oi Akashi! Jangan melakukan hal yang aneh-aneh! Tetsu masih polos! Oi Kise jangan gigit-gigit woi!" protes Aomine tidak terima.
"Benar ssu! Aku tak ingin Akashicchi membuat tanda yang aneh-aneh di tubuh Kurokocchi ssu! ngemeng-ngemeng maaf Aominecchi! Aku gregetan pengen... pengen nikahin Akashi sama WC!"
MBEEEE (?)
Seketika itu juga Kise dilempar kambing oleh Akashi.
"Akashi kau sadis. Kasihan kambingnya nanodayo." ujar Midorima sambil memegang lututnya yang ketendang Aomine.
Kise langsung merengek, "Kau cuman kasihan sama kambingnya?! bagaimana dengan aku ssu?! HIDOI!" ujar Kise tak terima.
Midorima sih cuek. Emang gue pikirin.
"Ano... Akashi-kun..."
Akashi yang mendengar ehempacarnyaehem berbicara langsung menatap nya, "Ya?"
"Boleh aku bertanya?" tanya Kuroko.
Akashi mengangguk.
"Ano.."
Kiseki no Sedai mematung. Mata mereka menatap Kuroko lebih dekat. Bersiap-siap mendengar pilihan Kuroko
"Ng...Aku.."
Mereka makin mendekat.
"Aku..."
Mereka makin mendekat.
"Eto.. gimana cara nya ya?"
Kise yang udah ngga tahan langsung mengigit kepala Midorima.
"Ng.."
"Tetsuya cepat. Kau sudah membuang waktu 1 jam 5,1 menit 14,3 detik."
Gile lu ndro Akashi.
Kuroko mengangguk, "Ano.. Bagaimana caranya one on one basket di kasur?"
.
.
.
Krik
.
.
.
.
Krik krik
.
.
.
.
.
.
.
THIS IS SPARTAAAAA!
Seketika itu juga Kise Aomine Midorima langsung sorak sorai bahagia. Mereka bersyukur otak Kuroko belum mengerti maksud one on one di kasur. Mereka pun langsung joget riang gembira di depan Akashi. Aomine pun langsung menangis bahagia karena bayangan nya belum tercemar sama otak nista Akashi. Sebelumnya, Kenapa Midorima dan Kise mengerti one on one di kasur? salahkan Aomine yang waktu itu mengajak mereka nonton film nista.
"Te-Tetsuya nggak tahu maksud nya?" tanya Akashi terpatah-patah.
Kuroko menggeleng bingung, "Kalau main basket di kasur nanti kasur nya rusak."
Seketika itu juga mulut Akashi berbusa.
"HOREEE! SYUKURLAH KUROKOCCHI MASIH JADI ANAK BAIK SSU!" teriak Kise sambil menyambar Kuroko dari pelukan Akashi.
"Tetsu memang hebat! papa bangga sama kamu!"
Wut. 'Papa' ? did you mean papa mbaye shiki?
"Wah~ Kuro-chin polos banget ya~"
Midorima hanya tersenyum lega.
Akashi langsung menggembungkan pipinya kesal. Uh, uke nya terlalu polos. Ia tak suka uke yang polos! Ia lebih suka uke yang memiliki pengetahuan luas (?) tentang 'itu'.
Kalian membayangkan Akashi menggembungkan pipi nya? super sekali.
"Tetsuya hidoi." ujar Akashi ngambek (?).
"Sumimasen, aku benar-benar tidak mengerti Akashi-kun." ujar Kuroko datar.
Akashi langsung mendecih kesal begitu melihat para budak-budak nya bahagia karena Kuroko masih polos. Saat itu Murasakibara langsung mengangkat Kuroko tinggi-tinggi dan dihadiahi lemparan bunga kembang kaos kaki buatan Kise (?). Aomine dan Midorima langsung nyanyi pelangi pelangi lantaran bingung mau merayakan pake apaan. Akashi menatap Kuroko dengan suram. Jelas tersirat kesuraman di sana.
"Kurokocchi nanti mau ke mall ngga ssu?"
Kuroko menggeleng, "Aku tak suka tempat seperti itu, Kise-kun. Mana ada mall buka jam 7 pagi?"
"YAAAH! Ayolah kita ke mall Kurokocchi! Mall nya buka 24 jam! Onegai! Kita harus refreshing dari uji nyali setan bin iblis dari Akashi ssu! Mall nya deket kok!" Rengek Kise.
Akashi tetap suram di pojokan. Sepertinya ia tak mendengar ucapan Kise barusan.
Tak lama, Kesuraman itu hanya berlangsung singkat begitu Akashi mendekat ke arah Kuroko. Digendongnya Kuroko layaknya karung beras oleh Akashi. Kise yang melihat Akashi mengangkat Kuroko itu pun langsung menjerit ke arah Akashi.
"KYAAA! KUROKO DI JAMBRET SAMA AKASHICCHI SSU!" jerit Kise.
Teriakan Kise dihadiahi lemparan linggis oleh Akashi. Kemarin, Akashi lupa naro dimana gunting nya, makanya dia pake linggis sekarang.
"O-oi Akashi! Ngapain kau membawa Tetsu ke ruang ganti?!" protes Aomine.
Akashi menoleh, "Kalau Tetsuya tidak mengerti maksud one-on-one di kasur, maka aku akan mengajari nya~ HAHAHAHAHAHA!" ujar Akashi ketawa setan.
Akashi kau pedofile. Kau mau melakukan 'itu' dengan orang imut dan orang yang lebih ehempendekehem dari mu. Kenapa kau tak melakukan one on one dengan Murasakibara? dia kan lebih pendek dari mu, Akashi.
Tidak Akashi. Author ngga bermaksud menghina kok. AAAH! jangan lempari author dengan linggis!
Seketika itu juga Akashi langsung masuk ke ruang ganti bersama Kuroko tercinta nya~
"KUROKOCCHI!" jerit Kise sambil melempar Aomine. Aomine yang tak ingin sakit sendirian langsung menarik baju Midorima alhasil Midorima menjambak rambut Murasakibara dan Murasakibara reflek menendang Kise. Mereka pun langsung jatuh semua.
Itu kutukan dari maharaja setan merah dari goa hantu Akashi Seijuro.
"Mido-chin jangan jambret (?) rambutku... nanti botak. Aku nggak mau botak dan licin seperti Papa Mbaye Shiki.." protes Murasakibara.
Tunggu. Saat itu mereka belum mengenal papa mbaye kan?
.—.—.
"Akashi-kun aku malu."
"Santai saja, Tetsuya."
"Tapi seriusan aku malu banget."
"Kini Tetsuya sudah ada ekstrak nya."
"Akashi-kun jangan promosi."
"Ups, maaf."
"Aku malu dan aku tak mau, Akashi-kun! lepaskan aku!"
"Kau cuma mau menunjukkan nya padaku saja, Nee Tetsuya?"
"Iya. Itu lebih baik."
"Jangan dong Tetsuya sayang. Saat ini kau harus menuruti perintah ku jadi keluar lah sekarang juga."
"A-aku ngga—AAAH!"
"SUBARASHI HAHAHAHAHAHA!"
KRAK
"Midorimacchi kau kenapa ssu?! kaca mata mu retak ssu!" panik Kise.
Midorima menggeleng, "Ngga. Tadi ada badak terbang indah sekali. Aku jatuh cinta pada pandangan ke 5 nanodayo."
Kise cengo.
"Ngomong-ngomong tadi suara siapa ssu? Aku mendengar suara orang ketawa." tanya Kise bingung.
Midorima langsung beranjak dari bench, "Itu ketawa ku. Tadi nggak sengaja ketawa ku keluar sendiri dari mulutku."
Kise kembali cengo. Kalau pun tadi Midorima habis ketawa, kenapa dia ngga kaya habis ketawa?! ngemeng-ngemeng sejak kapan ketawa bisa keluar sendiri?!
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Kurokocchi ya ssu? Aku khawatir banget ssu! Bisa gawat kan kalau si setan merah itu menodai Kuro—"
Akashi-kun hentikan! Aku tak tahan—Aaah!"
Tidak mau. Kau harus menuruti perintah ku sekarang!
Ku-kumohon Akashi-kun!
Sekali tidak kukatakan tidak!
BRUK
"KISEEEE! JANGAN MATI DULU NANODAYO!" jerit Midorima panik. Midorima kau OOC sekarang. XD
Aomine yang mendengar jerit merdu Midorima pun menoleh, "Woi berisik— KISEEEE!? KAU MATI?! TIDAAAAAAAAK! JANGAN TINGGALKAN AKU SEORANG DIRI!" jerit Aomine juga.
"Kise-chin mau dikubur atau dibakar mayatnya?" tanya Murasakibara datar dan dihadiahi lemparan kembang kaos kaki (?) oleh Aomine.
"HUWEEEE! Midorimacchi, Murasakibaracchi, Aominecchi! HUWEEEE! Kurokocchi sudah ternodai oleh setan belang berwarna merah busuk dari goa hantu nan kampret itu!" jerit Kise sambil nangis. Kali ini bukan tangisan buaya melainkan tangisan badak.
Tiba-tiba sebuah linggis (?) terbang mengarah ke Kise. Aomine yang kaget tiba-tiba ada linggis melayang itupun langsung menggunakan Midorima sebagai tameng Aomine dan Kise. Midorima yang tidak terima dirinya mati karena linggis melayang itu pun langsung menjambak rambut Murasakibara lagi. Di saat itu Murasakibara protes kemudian menarik seorang pemuda bersurai babyblue yang kebetulan berada di sampingnya. Secara ajaib, sang linggis melayang itu pun langsung berhenti terbang (?) kearah mereka tetapi langsung jatuh.
"Kise kau tak apa-apa!?" tanya Aomine panik.
Disaat itu Kise langsung mengigit kepala Aomine saking takutnya. Aomine yang digigit kepalanya itupun langsung menendang Kise. Sepertinya ehempacarnyaehem jadi kanibal alias pemakan manusia.
"Baka nanodayo! Aku tak mau mati muda!"
"Mido-chin sudah kubilang jangan tarik rambutku! sakit.."
"Murasakibara-kun jangan menarik ku dengan kasar. Itu membuatku sakit." ujar sang pemuda bersurai babyblue.
Seketika itu juga Kiseki no Sedai minus Akashi langsung menatap sosok yang berada di depan nya.
"..."
"..."
"..."
"..."
#CROOOOT!
THIS IS UDIN SUPRIANTOOOOOOO! :v
Secara tak sengaja, Udin Suprianto yang merupakan petugas kebersihan Teiko numpang lewat. Kebetulan dia lagi nangkep semut yang menganggu gym (?).
"Kurokocchi kau manis banget ssu! KYAAAA!" jerit Kise sambil memeluk Kuroko.
"Tetsu menikah lah dengan ku." ajak Aomine sambil menghapus darah yang mengalir dari hidung nya.
"Kuroko kau terlalu imut! bukan berarti aku memuji mu nanodayo! A-aku masih cinta sama badak terbang kok!"
"Kuro-chin boleh kumakan?"
Yang ditatap langsung bingung sendiri. Oh ayolah dia lelaki!
"Sudah kuduga kalian tergoda dengan keimutan Tetsuya." ucap sebuah suara.
Yang lain langsung menoleh, "Akashi ini ulahmu?!"
Akashi mengangguk senang.
Kiseki No Sedai menatap Kuroko kembali. Ia menatap Kuroko dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penampilan Kuroko saat ini terbilang sangat MANIS, IMUT, MINTA DI GIGIT (?). Seperti uke yang siap untuk di rape oleh om om seme (?).
"Kenapa kalian mimisan?" tanya Kuroko yang merupakan objek yang ditatap.
"Aku mimisan karena melihat kain pel di gym ssu!" ujar Kise absurd. Jelas-jelas di depan nya bukan kain pel melainkan Akashi Seijuro.
Apa kalian penasaran dengan penampilan Kuroko Tetsuya?
Penampilan nya saat ini adalah, Kuroko Tetsuya dengan baju maid berwarna hitam dan bando kucing yang menempel di rambutnya. Rok yang berkibar-kibar dengan stocking putih itu sangat imut! Uh, dan jangan lupakan raut muka nya yang seperti habis menangis itu! Raut wajah itu menambah kesan imut pada sang pemuda. Mata sayu dan kedua pipi yang memerah! Benar-benar imut!
THIS IS UDIN SUPRI—
Stop. Udin-san kau dikeluarkan dari FF author.
"KUROKOCCHI KAU IMUT NGGA KETULUNGAN SSU! AKU BENAR-BENAR MENYUKAI MU KUROKOCCHI!" jerit Kise lagi sehingga telinga Kuroko pengang.
"Kau hideyoshi nanodayo. Ah, kau imut jadi tidak masalah kalau hideyoshi." ujar Midorima sambil membetulkan sang megane.
"Tetsu, tak disangka kau mau menuruti perintah Akashi." ujar Aomine ketawa garing.
Seketika itu juga Kise dan Midorima mematung. Sebenarnya tadi mereka mendengar suara-suara aneh di ruang ganti.
"Itu karena aku dipaksa Aka—Hmph!"
Tiba-tiba sebuah tangan membekap mulut Kuroko. Siapa lagi kalau bukan tangan Akashi Seijuro?
"Tetsuya jangan ngadu ke siapapun. Jangan nyari pertolongan ya? tak akan kubiarkan kau lolos dari ku." bisik Akashi. Suara nya juga memberat—terkesan menyeramkan.
TESS
Tiba-tiba bulir-bulir air mata turun dengan bebasnya dari mata babyblue itu. Ya, Kuroko menangis.
Wut.
Menangis?!
"HUWEEEEEEEE! AKASHI-KUN SERAAAAM! HUWEEEEEEEE! " tangis Kuroko.
Seketika itu juga Akashi langsung panik melihat uke nya menangis. Oh ayolah Akashi kau penyebab semua ini. Gara-gara kau, Kuroko jadi menangis. Wayolo Akashi elu harus tanggung jawab! sebagai seme yang baik berhati setan (?) kau harus tanggung jawab wab wab wab wab wab wab wab *gema*
"Akashicchi kau apakan Kurokocchi ssu?! kenapa dia menangis?!" panik Kise.
"Kuro-chin bisa menangis? Wow." ujar Murasakibara tenang.
"Tetsu jangan nangis! nanti kubelikan balon 5 warna deh!" ujar Aomine.
AHOMINE banget lu Aomine.
"Tetsuya jangan mena—"
"Akashi-kun tega! KAU SELINGKUH DENGAN KEKASIH SALAK MU (?) ITU! HUWEEEEEEEEE!" tangis Kuroko lagi dan kali ini tangisan nya lebih kencang.
Tunggu. Kekasih... salak? Hah? super sekali.
"Ekh?! kok Tetsuya tahu kalau di rumah aku sering makan salak!? HUWAAA! MAAFKAN AKANG SEI, TETSUYAAAAA! AKU SENGAJA MELAKUKANNYA! HABIS TETSUYA JARANG MEMBALAS SMS KU! MAAFKAN SEME MU INI!" ujar Akashi sambil menggengam tangan Kuroko.
WTF
Akashi kau OOC tingkat dewa.
"Sebagai ganti nya kubelikan vanilla milkshake, nee?" ujar Akashi tersenyum manis.
Manis banget dan bisa bikin fangirl klepek klepek. Termasuk author tentunya.
Kuroko langsung mengangguk dan secara ajaib tangisan nya berhenti.
"Bener nih? Akashi-kun tidak bohong kan?" tanya Kuroko dengan... mata sayu?
Kalau saja Aomine tidak menahan tangan Kise untuk memeluk Kuroko, pasti Kise akan tamat dengan linggis melayang Akashi.
Akashi mengangguk, "Sebagai ganti nya akan kuborgol tangan mu, Tetsuya."
CTAR
Tiba-tiba Kuroko mencakar Aomine alhasil Aomine reflek menendang Kise kemudian Kise mengigit kepala Midorima dan Midorima menjambak Murasakibara lagi.
Abaikan Murasakibara yang melempar sepatu ke Midorima.
"Ryouta, sepertinya ajakan mu ke mall itu ada baiknya juga. Pasti kalian semua stress karena uji nyali tadi kan? baiklah, ayo kita ke mall." pinta Akashi.
Bukan stress tapi udah gila.
Kise mengangguk kaku. Sebenarnya Ia tak mau usulannya disetujui oleh setan merah busuk itu.
"Akashi-kun aku tak mau ke mall menggunakan baju ini." ujar Kuroko.
Akashi menoleh, "Kenapa? sudah kubilang pasti semua orang akan terpesona dengan keimutan mu, Tetsuya sayang. Termasuk aku tentunya." ujar Akashi ngaku.
"Ini memalukan buatku. Kumohon Akashi-kun aku tak tahan menggunakan baju ini. Apalagi telinga kucing ini.. Kumohon hentikan ya? KUMOHON SEIJURO SAYANG..." ujar Kuroko sedikit merendahkan nada bicaranya.
Seketika itu juga suhu gym menurun drastis. Saat ini... bisa dikatakan Kuroko sangat mengerikan. Dia tersenyum manis dengan aura hitam menguar di belakangnya.
Akashi menganguk mengerti, "Ya sudah pakai telinga kucing nya saja saat ke mall."
JDUK.
"Maaf Aomine-kun, aku tak sengaja menendang mu."
Aomine menganguk kaku. Dalem hati sih dia berkata 'kampret lu tetsu! masa gue jadi bahan pelampiasan.'
"Baiklah... sebagai ganti nya kau wajib membelikan ku 300 vanilla milkshake, Seijuro sayang..." ujar Kuroko sambil menatap Akashi agak melotot. Asli Kuroko melotot sambil tersenyum itu sangat mengerikan.
"Kalau begitu aku akan mem-borgol mu lebih kencang, Tetsuya sayang..." balas Akashi sambil menyeringai.
Gawat. Yandere Kuroko vs Akashi Seijuro.
Tak mau membuang waktu, Kiseki no Sedai langsung berkemas-kemas dan keluar dari gym. Mereka tak mau melihat adegan pertumpahan darah. Mereka tak ingin melihat pertarungan yandere Kuroko vs Akashi Seijuro. Akashi sadis dan Kuroko memiliki hawa keberadaan tipis. Kalau Akashi melempar gunting, pasti Kuroko bisa menghindarinya dengan mudah kan?
"Aominecchi nanti kita beli barang couple yuk!" ajak Kise. Sebenernya mereka pengen mengalihkan topik pembicaraan.
Aomine menoleh, "Barang apaan?"
"Apa ya? Aku juga bingung ssu.. terakhir kali kita beli barang couple itu 3 bulan yang lalu kan?"
Aomine mengangguk.
"Tong sampah kembaran bagus kali ya?" batin Aomine.
AHO. kau sangat AHO, Aomine.
.—.—.
Saat ini Kiseki no Sedai sedang jalan kaki menuju mall. Dalam perjalanan, Akashi selalu memeluk Kuroko karena tak tahan dengan keimutan nya. Kuroko sih cuek aja soalnya dia ngga masalah sama perbuatan seme nya. Saat Kiseki no Sedai melewati taman, Kise dan Aomine Murasakibara dan Midorima langsung lomba lari maraton. Apes nya saat lari maraton, Kise nemu sarang cacing (?) yang membuat dirinya loncat sampe tugu monas (?). Kise yang merasa geli itupun mengigit Aomine kemudian Aomine menendang Midorima dan lagi-lagi Midorima menjambak rambut Murasakibara. Murasakibara sih ngga protes lagi karena di kepalanya udah ada sorban.
Apa readers tau sorban? itu lho tudung keramas buat mandi. :v
"Sekarang aku udah punya senjata andalan Mido-chin~" ujar Murasakibara dengan bangga nya.
Midorima sih cuek.
"Tetsuya kau imut sekali~" ujar Akashi gelayutan (?) di lengan Kuroko.
Astaga. Akashi gelayutan? Hiiii! bayg*n mana bayg*n?!
Stop. Akashi bukan kecoak.
"Aominecchi sebutkan macam-macam buah dalam waktu 1 detik!" ujar Kise riang.
"Rujak." jawab Aomine datar.
"HIDOOOOI! kok tahu sih?!"
"Karena aku tahu."
Midorima membetulkan kacamatanya, "Rujak buah nya cuman dikit nanodayo! Sop buah lebih banyak!"
"Ah iya tuh ssu! Sop buah yang pake susu pasti enak!" sahut Kise.
"Rujak enak pedes-pedes." ujar Aomine.
Seketika itu juga Murasakibara ngiler (?).
Sumimasen yang puasa. Author nggak bermaksud— hyaaa! jangan lempari saya dengan sendal!
Oke abaikan ucapan nista author.
.—.—.
Tak mereka sadari, mereka sudah sampai pada mall yang dimaksud. Kiseki no Sedai pun langsung lari-lari kaya orang tawuran di dalem mall itu (?). Iya, soalnya mereka udah kaya kebo kepanasan. Dalam perjalanan, Kise dikepung beribu-ribu fangirl di situ.
KYAAAA KYAAAA! Itu Kise Ryouta kan?! KYAAAA! nikahi aku! pacari aku! aku suka kamu! bla bla bla
Dan jangan lupakan teriakan fangirl Kise.
"Para fangirl berisik itu akan musnah bila kugunting dengan linggis (?)." ujar Akashi.
Kuroko menoleh, "Hu-um. Bunuh saja."
'Kuroko kenapa kau jadi sadis?!' batin Aomine.
'Akakuro mode yandere nanodayo!' batin Midorima.
'Fangirl nya bawa makanan ngga ya~?' batin Murasakibara.
Abaikan kebatin nan (?) Murasakibara.
Saat itu ada 1 orang fangirl Kise yang tak sengaja melihat penampilan Kuroko. Para fangirl itu langsung klepek klepek karena Kuroko menggunakan telinga kucing warna hitam. Astaga! Kuroko yang biasa saja sudah sangat imut, bagaimana kalau ditambah telinga kucing?! KYAAAAA!
"Hei! Cowok berambut biru muda di sana imut sekali!" tunjuk fangirl itu kearah Kuroko—Otomatis semua melihat ke arah Kuroko.
Kuroko yang dipandang beribu-ribu orang itu pun langsung berkata, "? domo."
.
.
.
.
.
"KYAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak para fangirl Kise. Kali ini gantian Kuroko yang dikepung beribu-ribu fans Kise.
"Kamu Imut banget siih!"
"Anak mana? Imut banget!"
"Jadi pacarku mau nggak?"
"Kyaaaa! Nikahi aku!"
"THE POWER OF SHOOTAAAA!"
dan bla bla bla. Semua orang di sana pedofile.
Disaat itu Kise pundung di pojokan. Itu fangirl Kise tapi kenapa yang dikepung malah Kuroko?! Di saat itu Kise menyantet (?) Kuroko. Aomine menghibur Kise dengan memberi boneka santet Kuroko.
Hei kalian berdua mau mengutuk Kuroko!?
"A-Aka-Shi-kun A-ku takut! lontong aku Sei-kun! Eh maksud ku tolong aku Sei-kun!" ujar Kuroko terputus-putus. Dia ngomong terputus-putus karena ia merasa sesak dalam kerubunan fangirl itu. Abaikan ucapan typo Kuroko.
'AAAH! Tetsuya ku dalem bahaya! Tunggu Akang Sei ya! Dengan kekuatan mars (?) aku akan melindungi Tetsuya!' batin Akashi. Oh Akashi kau OOC sekali.
Ckris
Semua orang langsung diam membisu. Mereka menatap sang penghasil suara itu(?).
Ckris Ckris
"Tetsuya, mau kau apakan mereka semua?" tanya Akashi dengan seringai nya.
Kuroko menatap Akashi sambil tersenyum, "Asyik juga kalau dipotong jadi 12. Potong telinga nya juga, Akashi-kun. Oh ya, bola mata mereka sangat indah jadi kurasa congkel juga bola matanya. Terus kaki mereka diserut aja kaya sop buah lalu—"
Para fangirl langsung kabur kembali ke Kise.
"KYAAAA! DIA SHOOTA TAPI SEREM!"
"HIII!"
"TIDAAAAAK!"
Jerit para fangirl tidak elit nya.
"Hei kalian para fangirl Ryouta... Kaburlah sebelum aku mewujudkan keinginan Tetsuya-ku..." ujar Akashi dengan mode serem nya. Linggis merah nya (?) pun juga udah ditunjukan.
Dan bubarlah acara itu. Oke tamatlah FF ini.
EEEH!? NGGAK! belum tamat kok. tadi cuman bercanda haha. KYAA! jangan lempari author dengan kulit manggis! (?)
Setelah tragedi itu kandas, kini Kiseki no Sedai berjalan menuju toko yang menjual peralatan rumah tangga. Begitu masuk, Kiseki no Sedai terkagum-kagum dengan pemandangan toko itu. Bagaimana ngga kagum kalau toko itu terkesan mewah? uh, pasti harganya mahal.
"Aku ngga bawa duit banyak, Kise-kun." ujar Kuroko dengan polos nya. Dan jangan lupakan telinga kucing nya yang imut itu.
Seketika itu juga Kise mengigit kepala Akashi karena tak tahan dengan keimutan Kuroko. Kalau saja Aomine ngga menahan linggis melayang Akashi (?) pasti Kise udah RIP.
Kise kau kanibal.
"Selamat datang~ ada yang bisa kubantu?" ujar salah satu gadis pemilik toko tersebut.
Seketika itu juga Kiseki no Sedai menatap sang gadis dengan cengo, "Momoi/Satsuki/Momoicchi/Momo-chin/Momoi-san?!"
Duh panggilannya banyak bener.
"Eh?! Kenapa kalian ada di sini?!" ujar Momoi.
Midorima membetulkan kacamata nya, "Justru harus nya kami yang nanya nanodayo!"
"Momoicchi ngapain di sini ssu?"
Momoi mengehela nafas, "Mou, Aku kerja sambilan di sini!"
Semuanya mengangguk ria.
"Eto.. Tetsu-kun dimana?"
"Aku di samping mu, Momoi-san." ucap sebuah suara.
Momoi langsung tersentak kaget namun manik peach nya langsung terbelalak, "Tetsu-kun?! KYAAAA! KAU IMUT SEKALI DENGAN TELINGA KUCING ITU!" jerit Momoi sambil memeluk Kuroko hingga Kuroko terjatuh.
Kuroko menatap datar, "Akashi-kun yang menyuruh ku memakainya."
"Honto!? Akashi-kun pedofile!" ejek Momoi.
Linggis melayang: ON
SYUUUUT
"KYAAA! DAI-CHAN LINDUNGI AKU!"
RIP Aomine.
"Wah Mine-chin yang mati~ mau dikubur atau dibakar mayatnya?"
Stop. Cerita ini OOT sekali. benar-benar absurd.
Linggis melayang: OFF
Tunggu. Sejak kapan ada tombol on dan off pada linggis?!
Akashi menghela nafas, "Baiklah, aku menyuruh kalian membeli barang-barang di sini. Terserah apa aja yang penting buat kebutuhan kalian." pinta Akashi.
Tanpa ba bi bu lagi, Kiseki no Sedai langsung mencari barang keperluan mereka. Kise dan Aomine berniat mencari barang couple lagi. Murasakibara sih nyari peralatan makan. Midorima? nyari lucky item besok—Kebetulan besok lucky item nya adalah tong sampah. Kuroko? sepertinya ia hanya menatap ngeri tiap label harga yang tertera di barang-barang tersebut.
"Satsuki."
Momoi menoleh, " Ya, Akashi-kun?"
"Beri harga diskon dong." ujar Akashi.
"EEEEEH!?"
.
.
.
"Aominecchi kembaran sapu yuk!"
"Iyaaaa."
"Aominecchi kembaran kain pel yuk!"
"Okeee"
"Aominecchi kembaran toilet yuuk!"
"Kise duit gue..."
"Mido-chin beli tong sampah warna pink?"
"Lucky item besok."
"Akashi-kun tolong aku. Aku ditatap terus sama om om itu. Sei-kun aku takut..."
"Pasti karena om om itu pedofile. Tetsuya mendekatlah. Aku akan melindungi mu."
Linggis melayang: ON
BRAK BRUK DRAK BRUK BRAK PRAAAANG (?)
"YAAAK! JANGAN NGANCURIN TOKO NYA DONG!" protes Momoi tak rela. Bisa-bisa gaji nya dipotong kan?
Dan hancurlah toko tersebut dengan linggis melayang Akashi. Keesokan harinya linggis Akashi disita oleh Momoi.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Halo~ maaf kan rikka karena rikka terlambat update atau kelamaan.. soalnya saya lagi sakit :"( selera humor rikka pun juga berkurang... jujur klo rikka sakit, rikka susah dapet ide.. ngemeng-ngemeng di sini ada ambigu nya XD wakakakka /ketawanista
btw Rikka sangat berterima kasih kalau FF ini bisa menghibur para readers :D ada OMAKE nya~ dibaca ya~
Saa, Review minna onegai? :3
Balasan review:
1. Yamashita Hanami-chan : syukurlah bisa membuat mu ngakak guling-guling~ saya senang sekali~ *tebar bunga* XD terima kasih sdh membaca
2. The Red Bloody Scissors : hehehe terima kasih sudah membaca ya~ XD hehe terima kasih kembang kaos kaki nya (?) XDD
3. Ra Chan243 : Syukurlah bisa membuat mu ketawa~! terima kasih ya~
4. Nura Lau : wah nungguin one on one di kasur nya? sayang sekali Kuroko Senpai tidak mengerti maksud nya XD wakkakaka *dilempar* terima kasih sdh baca~ XD
5. Clover 4 Leaves : iya hantu nya JONES! wakakakak *ditampar* terima kasih atas dukungan mu~! XDD
6. Fujiwara Kumiko024 : semua chara di sini selalu kubikin OOC hehe~ terima kasih sdh baca~! XD
7. AkabaneKazama : iya tewas 2 kali... kasihan ya :"( /plak/ terima kasih sdh membaca~ XD
8. ShizukiArista : Wah nanti Kuroko terkesan dibully dong... bagaimana klo Akashi saja yang stripping? WahAHAH *plak* terima ksh sdh baca~ XD
9. spring field sakura : makanya namanya Kiseki no Absurd hehehe XD terima kasih sudah membaca~
10. Thalia Tetsuna : nah klo di chapter ini banyak ambigu Akakuro :v terima kasih sdh membaca~ XD
11. Myadorabletetsuya : terima kasih sudah membaca~ iya Akashi mah klo mau nyium ngga peduli tempat nya dimana XD /dirajamgunting
12. cpavita13 : wah bagus juga saran mu~ ditunggu ya~ terima kasih sudah baca :D
13. sakazuki123 : waaah! ngga kebayang gimana klo Kise pacaran sama banci taman lawang :v wakakak terima ksh sudah membaca~ XD
14. yaoiHunhan : Terima kasih sdh membaca~! btw suka EXO ya? saya juga lumayan suka EXO dan saya juga lumayan suka dengan HunHan XD
15. AoiFuu : wah bagus juga saran mu~ ditunggu ya~! terima kasih sudah membaca :D
16. Tara Hoshiko : baca nya di lapangan dong~ biar bisa ketawa nista HAHAHAH *ditampar* XD wakakaka terima kasih sudah membaca~
17. Izaya : Iya Aokise memang absurd~ XD terima kasih sudah membaca~! XD
18. AkumaYuri : hehe maklum Rikka ngga begitu punya selera humor.. btw terima kasih sdh membaca ya~! XD
19. shinjishinyuki : waaah! syukurlah bisa bikin kamu ketawaaaaaa~! HAHAHAHA /woi XD btw terima kasih sdh membaca~!
OMAKE:
Karena toko kerja sambilan Momoi hancur berantakan, maka Kiseki no Sedai diusir (?) dari toko tersebut. Uh, poor Kiseki no Sedai. Sementara itu, Aomine Midorima memarahi Akashi. Murasakibara? dia tidak peduli karena kebetulan dia udah beli peralatan makan sebelum toko itu hancur. Akashi sih cuek saat diceramah dan dimarahi oleh Aomine dan Midorima. Bodo amat toko Momoi hancur, yang penting Tetsuya nya selamat dari om om mesum itu.
"Kurokocchi!" bisik Kise.
Kuroko menoleh sambil meminum vanilla milkshake nya, "Ng? Apa ?"
"Aku boleh bertanya nggak ssu?"
Kuroko mengangguk.
"Ano... Apa Kurokocchi benar-benar dijelaskan tentang one on one di kasur oleh Akashicchi?"
Seketika itu juga Kuroko tersedak minumannya.
"Ku-kurokocchi daijobu?!" panik Kise.
"A-aku tak apa-apa. Tadi cuma tersedak."
Kise melanjutkan, "Ano.. Terus kenapa ada suara-suara aneh di ruang ganti tadi pagi?!"
Kuroko menatap datar, "Aku dipaksa Akashi-kun menggunakan baju maid sialan itu. Saat aku menolak, Akashi-kun malah menunjukan foto hantu vanilla milkshake yang membuat ku berteriak ketakutan." jelas Kuroko sambil menyeruput vanilla milkshake nya lagi.
Kise menghela nafas lega, syukurlah Kuroko tidak ternodai oleh pikiran nista Akashi.
"Lalu soal one on one di kasur, Akashi-kun tidak memberitahu ku." lanjut Kuroko.
Kise menghela nafas lega lagi, "Syukurlah ssu!"
"Tapi dia bilang malam ini dia akan memberitahu ku."
HEH?
Seketika itu juga Kise cengo.
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!?" teriak Kise menggelegar.
