Title : Bubble Brat
Genre : romance, fantasy, shool life
Pairing(s) : masih dirahasiakan~

a/n : cerita dan plot semua milik saya. Mohon jangan ada yang plagiat.

ENJOY!

©SME

Chapter three
Hide and Seek!

Tengah malam sudah datang dan Jongin mulai menyesal kalau dia mau-maunya di tarik sama peri bunga seperti Luhan. Kedua peri sedang sembunyi di balik sebuah pohon. Mereka tidak bisa sampai ketahuan sama petugas malam. Matiaku, Jongin pikir. "Hyung... kayaknya lebih baik kita batalin aja semua ini..."

"Mwo? Batalin? Ayolah Jongin, kita dikit lagi udah sampai gerbang. Dunia manusia tinggal sedikit lagi!" Luhan berkata. Jongin hanya bisa menghela nafasnya. Ketika petugas malam tersebut sudah selesai memeriksa area, Luhan buru-buru menarik tangan Jongin. "Ayo, ayo, ayo!" serunya. Mereka berdua terbang diam-diam, dengan Luhan menarik Jongin, mereka berdua berhasil melewati gerbang keluar Fairytopia. Mereka tidak berhenti terbang sampai mereka sudah minimal beberapa meter jauh dari gerbang. Wajah Luhan sedari tadi berseri-seri dan ketika mereka berhenti terbang, ia langsung bersorak, menarik Jongin kepelukkannya. "Kita berhasil Jongin-ah!"

Jongin membeku sesaat. Perlahan, sebuah senyuman terbentuk di bibirnya dan Jongin membalas pelukan hyungnya. Jantung kedua peri itu berdetak kencang, dan Jongin yakin itu bukan karena rasa adrenalinnya.

"Ya, kita berhasil." Jongin bergumam. Luhan melepas pelukan mereka, tiba-tiba sadar apa yang telah ia lakukan. Kulitnya berubah sinar menjadi warna pink dan Luhan mengutuk siapa pun yang memberi peri kemampuan tersebut.

"Uhm, hyung?" suara Jongin berhasil membawa Luhan dari pikirannya. "Huh? Uh, iya?" Sinar Luhan perlahan kembali ke warna semula tapi bukan berarti jantungnya berhenti berdetak kencang. "Sekarang kita ngapain?"

Luhan berkedip. "Eh?" perlahan, sebuah cengiran terbentuk di bibirknya dan seketika Jongin sudah tahu jawabannya. Jongin mengerang. "Kau mesti bercanda."

-xx-

Akhirnya mereka bermain petak umpet –ide Luhan, bukan Jongin. Dan sekarang gantian Luhan yang menjaga sedangkan Jongin yang sembunyi. Jongin menghelakan nafas, entah keberapa kalinya malem itu sambil terbang entah kemana arahnya. "The things you do for your love ones..."

Sanking terjerumusnya Jongin di pikarannya, dia tidak sadar sebuah gelembung terbang mendekatinya. "Wha –" masuklah Jongin ke dalam gelembung tersebut dan di situ lah ia sadar dimana ia sekarang. Seorang manusia sedang tiduran di rumput-rumput, sebuah bangunan besar yang mungkin adalah rumah sang manusia tersebut. Ini pertama kalinya Jongin melihat manusia asli, dan wajar kalau Jongin merasa sedikit ketakutan. Si manusia tersebut sepertinya bersenang-senang telah membuat gelembung-gelembung tersebut dan entah kenapa, Jongin merasa kesal. Marah. Kenapa?

Tanpa berpikir panajng Jongin terbang ke arah si manusia itu, gelembungnya ikut terbawa olehnya dan Jongin merasa lebih kesal karena gelembungnya tidak mau pecah. Ia mendarat di temapt yang mungkin adalah dahi si manusia. Besar sekali, Jongin sempat berpikir.

Mata si manusia perlahan membuka, mata nya mebesar kaget. "Wha –"

The rest is history.

-xx-

Sehun akhirnya bisa bernafas lega ketika ayahnya melepasnya ke kamarnya. Setidaknya ia gak bertanya kenapa ia diluar dan membawa sebuah botol gelembung sabun di sakunya. Ngomong-ngomong saku...

Sehun mengecek sakunya, si pria mini itu sedang memeluk botol gelembung miliknya. Pemandangan yang sangat lucu, mungkin Sehun akan berpikir jika ia tidak merasa sedikit aneh dengan makhluk tersebut. "Kau bisa keluar sekarang." Sehun berbisik, takut ayahnya mendengar anaknya berbicara sendiri. Si peri menoleh ke atas, melepas botol tersebut dan buru-buru terbang keluar.

Sehun memerhatikan si peri itu terbang ke arah jendelanya yang tertutup. Peri itu sepertinya ingin keluar, membanting-banting badannya ke kaca tersebut. Sehun cemberut. Sebuah sinar yang sama mendekati jendelanya dari luar. Ada lagi? Dia berpikir.

Sehun mendekati dua sinar tersebut. Suara-suara kecil dibuat oleh si peri yang di dalam kamarnya bersamanya. Sepertinya mereka lagi berbicara, Sehun berpikir. Dan ketika itu si peri itu mendongakkan kepalanya ke Sehun, mata kecilnya terlihat memintanya untuk.. sesuatu. Entah.

"Oh," baru sadar apa yang si peri mau, Sehun membukakan jendelanya. Seketika dua peri itu berpelukan. Peri satunya lagi memeliki badan lebih kecil sepertinya. Yang Sehun temu di halaman belakangnya memakai baju hijau sedangkan yang temannya itu pink. Si peri pink menangis terlihatnya, sepertinya dia khawatir oleh teman perinya. Sehun tersenyum kecil melihat mereka.

Kedua peri itu berbincang, suara-suara bel kecil memenuhi ruangan. Sehun hanya bisa berharap ayahnya sudah kembali tidur. Tiba-tiba kedua peri itu menatap Sehun. Sehun berkedip. "Apa?"

Peri pink mulai berbicara kepadanya tapi peri hijau menghentikannya. "Uhm, aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan..."

Kedua peri hanya menghelakan nafas.

a/n : Hai again~ maap ini pendek (lagi) sepertinya aku g bisa nulis chapter yang melebihi 1k kata (gak kyk nabol T^T) Comments?