Dinasti Han yang Agung sebentar lagi akan runtuh, itulah yang selalu menjadi pembicaraan orang-orang kemanapun aku pergi. Aku tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud oleh mereka, tetapi, melihat wajah fuqin yang tampak sedih, aku tahu bahwa itu adalah sesuatu yang buruk.

Hanya sejauh itulah yang kumengerti, dan aku berharap hal apapun yang selalu membuat fuqin sedih takkan pernah terjadi.

"Meimei! Awas!"

Ah, aku hampir saja menabrak pohon… Untung saja dajie segera meneriakiku.

"Hahaha, Yinyue, kau melamun terus. Apa yang kau pikirkan? Kau ingin sachima?"

Aku melihat fuqin, langsung meng-iya-kan. Muqin ikut tertawa.

Kami sedang berjalan di pinggir kota, mendaki bukit kecil. Banyak pohon yang tumbuh di kiri dan kanan, angin pagi terasa sejuk. Burung berkicau, menandakan mereka sedang sama senangnya dengan kami. Adik kecilku, Ruicheng, berlari-lari memutari kami, tertawa-tawa. Akupun mulai mengejarnya, meninggalkan kedua orangtuaku dan dajie di belakang. Kami terlalu seru bermain kejar-kejaran sampai tak menyadari apa yang ada di balik semak-semak tinggi.

Sekelompok orang berpakaian kotor dan berlubang-lubang sedang berkumpul, dari tingkahnya, sepertinya mereka bukan orang baik. Aku segera menarik didi (adik laki-laki), ingin berlari kembali ke kedua orangtua kami ketika mereka melihat kami berdua.

Senyum lebar di wajah mereka, senyum itu tidak membawa maksud baik. Mereka mulai berjalan mendekat, dan kami mulai berlari untuk mencari fuqin. Tak ada dari kami yang menengok ke belakang, kami sudah tahu bahwa kami sedang dikejar oleh mereka.

Fuqin…! Muqin…! Dajie…! Tolong kami!

Beruntung, kami bertemu dengan mereka bertiga, dan langsung berteriak-teriak untuk cepat pergi. Sayang, semuanya sudah terlambat karena orang-orang itu sudah sampai. Fuqin langsung berdiri di depan kami semua, muqin pelan-pelan mundur bersama kami.

Ketika Fuqin berlari ke arah para orang jahat, muqin membawa kami pergi, meninggalkan fuqin. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi aku merasa takut. Sangat takut.

Suara teriakan fuqin terdengar, tetapi aku tidak bisa berhenti, begitupula dengan yang lainnya. Dan orang-orang itu berhasil mendekati kami, menangkap muqin. Dajie berbalik untuk menolong muqin setelah menyuruh kami untuk pergi. Kami tidak ingin pergi, kami juga ingin menolong tetapi, melihat wajah merah dajie, kami akhirnya menurut, pergi meninggalkan mereka. Muqin dan dajie berteriak keras, membuat kami lagi-lagi berhenti. Didi yang tidak bisa pergi tanpa muqin berlari kembali ke sana, akupun sebagai kakaknya harus terus mengikutinya.

"Ruicheng! Kembali! Kita harus ke kota dan-!"

Belum selesai aku berteriak, seorang pria telah terlebih dahulu menangkapku, menutup mulutku dengan kain. Seorang temannya berjalan mendekat, membawa Ruicheng. Aku menyadari luka di dahinya, ia pasti dipukul oleh orang-orang itu. Aku berusaha untuk lepas, tetapi, aku tidak bisa melawan orang dewasa.

"Hehehe… Tidak buruk. Kita mendapatkan dua bocah ingusan yang bisa dijadikan budak!"

"Yang perempuan lumayan cantik, kita bisa menjualnya dengan harga tinggi."

"Ah, sayang tadi kita terpaksa membunuh kedua wanita tadi. Seandainya kita membiarkan si kakak tertua hidup, kita bisa langsung menjualnya."

Me-membunuh? Itu berarti… fuqin, muqin dan dajie sudah… Ti-tidak mungkin…

Leherku dipukul keras oleh orang yang menangkapku, aku berteriak sakit. Kepalaku terasa pusing dan berat, mataku pelan-pelan mulai tertutup. Aku tak lagi tahu apa yang mereka perbuat padaku juga Ruicheng, dan tidak tahu ke mana kami akan dibawa oleh mereka.

FuqinMuqinDajie… Ruicheng… maafkan aku…

...

"-ei! …Hei!"

Aku mendengar suara seseorang, terdengarnya seperti suara seorang laki-laki. Sekali lagi suara itu terdengar, dan badanku digoyangkan oleh laki-laki itu. Perlahan aku terbangun, mataku mulai membuka.

Yang pertama kulihat adalah langit biru di atas, yang pertama hidungku cium adalah wangi rumput, dan yang pertama ditangkap oleh telingaku adalah suara milik laki-laki yang tidak jauh lebih tua dariku, mungkin hanya tiga tahun saja.


[Sample of Chapter 1 Ends here. Silahkan beli fannovel lengkapnya untuk cerita lebih lanjut!]