Baby Proposal
Author : Exobabyyhun
Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, others.
Rated : T-M
-oOOo-
.
.
.
-oOo-
Chapter 2
"Iyaa mommy, iyaa. Aku baik-baik saja. mommy tenang saja. Hmmm yaa...sampai bertemu nanti. Hm, bye"
Klik. Sambungan terputus.
Sehun menengokan kepalanya pada Jongin yang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. "apa? Kenapa melihat ku begitu?" tanya Sehun heran.
"mommy dan daddy mu akan kemari?" tanya Jongin balik.
"hm, ada urusan disini katanya. Mommy juga mengatakan jika ia merasakan ada sesuatu padaku" mereka berdua hening sejenak. "Jongin, eh maksudku oppa hehe. Kau sudah siap kan menghadapi orang tua ku?"
"tentu saja!" Jongin berseru "belum..." kemudian melemah. "ahh nanti daddy mu bisa melemparku dari gedung karena menghamili anaknya" Jongin merengek.
"ewhhh menjijikan, berhenti!" Sehun gerah dengan sikap Jongin yang ini. "Jika kau tak ingin di lempar dari atap gedung makan jangan hamili aku bodoh" Sehun mendorong kepala Jongin dengan telunjuknya.
"hey itu salahmu! Sial kau, makanya jangan pakai pakaian sexy didepan ku" ucap Jongin tak mau kalah.
"breksek! Kau jauh lebih bodoh, kau yang mebelikannya dan memaksaku memakainya" Sehun melempar Jongin dengan bantal.
"k-kau" ucap Jongin terbata.
"apa? Masih mau menyalahkanku?" tantang Sehun.
"tidak...aku kalah "ucap Jongin lesu. "tapi aku benar-benar belum siap Sehun, tidak bisakah ditunda beberapa hari lagi?"
"katanya kau mencintaiku? Sepertinya kemarin ada yang bilang padaku jika ia akan menjadi ayah yang pemberani agar anaknya hanya mengidolakannya.."ucap Sehun sing a song.
"iya" Jongin tertunduk. "baiklah! Aku akan berani demi mumu"
"mumu?" Kening Sehun mengkerut. Siapa mumu?
"Ya. Mumu panggilan sayang ku pada baby sebelum lahir dan ku beri nama yang benar" Jongin terkekeh.
"namanya aneh sekali Jongin" Sehun merengek.
"hey, oppa...ayo katakan yang benar"
Sehun merengut, "uhh iyaa aku kan lupa. Oppaa. Oppa ganti nama baby, mumu itu aneh sekali"' Sehun menarik-narik baju Sehun.
"hmm baiklah~ kau ingin oppa memanggilnya apa?" ucap Jongin sembari menarik Sehun kedekapannya.
"apa ya? Yang pasti aku yakin jika anak ku ini akan manis, semanis ibunyaa. Iya kan?" Sehun tersenyum cerah sambil menatap Jongin.
"kau memang yang termanis" Jongin mengecup bibir Sehun. "bagaimana jika sugar?" ucap Jongin spontan.
"itu lebih baik" Sehun terkekeh, "uh tapi aku sangat berharap anak kita nanti akan seputih aku, boleh yaaa~"
"hey mana ku tahu ia akan terlahir dengan kulit yang dominian pada siapa. Memang jika lebih doniman pada ku kenapa?"
"ya tidak, aku hanya ingin oppaa~" Sehun menepuk-nepuk pipi Jongin. "kulitmu juga sexy, aku menyukainya"
Jongin tersenyum halus, ini yang membuatnya mencintai Sehun. Sehun akan mengatakan apa yang ingin dia katakan, Sehun akan memukulnya tanpa ragu, hingga ia tau jika ia memang salah. Tak seperti gadis –ahh dia sudah tidak gadis- lainnya yang akan berkata tidak apa-apa. Sehun akan selalu mengatakan yang sejujurnya. Dan Jongin menyukai itu semua. Selain tubuh molek Sehun serta buttnya yang awhh aduhai. Oke stop, Jongin kecil bisa bangkit nanti.
Mereka akhirnya menghabiskan hari dengan saling berpelukan dan berbincang-bincang dengan rencana mereka dengan sang calon baby. Jongin juga sudah merencanakan akan membeli rumah yang dekat dengan kantornya, ia akan membuatkan kamar untuk anaknya. Serta Sehun yang sudah tak tahan membeli pakaian baby berbentuk animal. Uhh tema beruang akan menjadi buruan pertamanya. Membayangkan babynya menggunakan jaket dengan penutup kepala beruang yang lucu saja sudah membuatnya amat bahagia.
.
.
.
"hunhun-ah" panggil Jongin.
"hmm yaa" balas Sehun seadanya.
"aku gugup sekali" ucap Jongin menggenggam tangan Sehun erat.
"kau fikir aku tidak? ini gila, setauku ruangan daddy masih dilantai 2, tapi kenapa kita harus menemuinya dilantai 30. Aku benar-benar takut di lempar,bodoh" ucap Sehun kesal.
"daddy mu tak akan melemparmu, dia akan melempar ku"
Saat ini Jongin dan Sehun sedang berada di dalam lift yang membawanya ke lantai 30 tempat daddynya berada sekarang. Jongin menggenggam erat tangan Sehun sambil terus melafalkan doa dalam hati. Ini pertama kalinya Jongin segugup ini, ini bukan Jongin sekali. Jongin itu preman disekolahnya dahulu. Jongin juga atasan yang galak bagi karyawannya.
Ting
Pintu lift terbuka. Mereka sudah sampai dilantai 30. Tangan Jongin semakin dingin dibuatnya. Sehun mengetuk pintu ruangan yang betuliskan 'DIREKTUR' setelah mendapat jawaban yang Sehun yakini adalah suara mamanya iasegera membuka pintu dan segera menarik Jongin masuk.
"Momm~ Sehun rindu mommy~" teriak Sehun berlari memeluk mommynya.
"mommy juga sangat merindukan Hunnie, Hunnie hidup dengan baik yah, Hunnie kelihatannya semakin gemuk saja" ucah Suho -mommy Sehun- sambil mencubit pipi anaknya.
"ekh sepertinya ada yang tidak merindukan daddy"
Sehun terkekeh kemudian berjalan kearah daddynya, "tentu saja Sehun merindukan daddy. Pelukk~"
Daddy Sehun –Kris- memeluk anaknya kesayangannya erat. Sehun adalah anak satu-satunya , pantaslah jika Sehun menjadi anak tersayangnya.
"ayah?"
Bukan Sehun yang memanggil daddynya ayah, melainkan Jongin yang tengah merusak suasana sebuah keluarga yang sedang melepas rindu karena melihat ayahnya –Kim Jongdae- sedang duduk manis di sofa tamu sambil melambaikan tangan padanya dengan senyum lebarnya.
"kenapa ayah ada disini?" Jongin sedera menghapiri ayahnya. Ia bahkan melupakan sopan santunnya pada orang tua Sehun saking terkejutnya saat melihat ayahnya berada dalam satu ruangan yang sama dengannya.
"kau akan tahu nanti, duduklah" ayahnya menepuk sofa sebelahnya.
Jongin membungkukan badan menghadap daddy dan mommy Sehun, "maafkan atas ketidak sopananku ini"
"tak apa nak, kami mengerti kau pasti terkejut" ucap Suho mommy Sehun dengan lebut.
"baiklah sepertinya sudah datang Semua, mari kita mulai pembicaraan ini" ucap Kris daddy Sehun serius.
"maksud daddy?" tanya Sehun.
"sudah duduk saja dulu, akan daddy jelaskan."
Kris dan Suho duduk berdampingan Sehun inginnya duduk di sebelah Jongin, namun Jongin justru duduk di sebelah ayahnya, dasar.
"hm Sehun, ini Kim Jongdae. Teman daddy dan mommy saat sekolah dulu. Kami sudah membicarakan ini sejak lama sebenarnya. Kami merencanakan akan menjodohkan anak kami suatu hari kelak" ucap Kris.
"daddy tahu Jongin anak dari paman Jongdae?" tanya Sehun dan diangguki Kris. " apa itu sebabnya daddy tidak melarang hubungan kami?" tanya Sehun lagi.
Kris mengangguk "maafkan daddy yang tidak memberitahumu tentang hal ini sebelumnya"
"iyaa aku pun tak apa daddy" ucap Sehun tersenyum.
Jongin dalam hati merasa ada sebuah kelegaan. Mungkin ini saat yang tepat, batin Jongin. " ayah, Tuan wu dan Nyonya Wu, sebenarnya aku dan Sehun datang kemari juga ingin memberi tahukan sesuatu" Jantung Jongin berdetak kencang saat mengucapkan ini " saya akan menikahi Sehun dalam waktu dekat, semoga kalian dapat merestu kami" Jongin bangkit dari duduknya dan membungkuk hormat kemudian duduk kembali.
"kalian bisa menikah setelah Sehun lulus kuliah nanti" ucap daddy Sehun.
"tapi kita harus menikah secepatnya dad," ucap Sehun
"kenapa?" tanya ayah Jongin –Jongdae- membuka suara.
"Sehun sedang mengandung anak kami yah, aku harus menikahinya" ucap Jongin dengan tegas dan lantang sambil menatap ayah, daddy Sehun dan mommy Sehun bergantian dengan tatapan meyakinkan.
"APA?" teriak semua orang yang ada disana, minus Sehun dan Jongin.
Mommy Sehun menutup mulutnya kaget dengan pengakuan Jongin. ia segera menatap anaknya "Sehunie...benarkah?" yang ditanya hanya bisa menganggukan kepala lalu menunduk sambil menggumamkan kata maaf.
"KIM JONGIN!" teriak Jongdae dan Kris bersamaan. Jongin tau apa yang akan terjadi selanjutnya jadi ia menutup matanya. Beberapa detik menutup mata, akhirnya ia memberanikan membuka matanya. Yang ia dapati adalah ayahnya dan daddy Sehun sudah berdiri menatapnya tajam membunuh.
"Nikahi Sehun sekarang juga anak bodoh!" Jongdae memukul kepala anaknya.
"i-iya yah aku memang akan menikahi Sehun" ucap Jongin sambil melindungi kepalanya.
"kita berangkat sekarang" Kris bergegas mengambil kunci mobilnya. "Jongdae, kau tau kantor cacatan sipil kan? Tunjukan jalannya! Benar-benar anak mu itu. Dia harus bertanggung jawab!"
"maafkan anakku Kris" Jongdae membungkuk berkali-kali.
Dikala ayahnya meminta maaf pada daddy Sehun, Jongin justru menghampiri Sehun, berlutut di depannya kemudian menggenggam tangannya. "Sehun, kita akan menikah. Aku mencintaimu. Aku akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk sugar" Sehun tersenyum manis, Jongin menarik tengkuk Sehun dan mulai menciumnya.
"KIM JONGIN! /WU SEHUN!" teriak ketiga orang tua itu melihat apa yang dilakukan dua calon pengantin dadakan itu.
.
.
.
TBC
Hayyy aada yang kangen gak sama fanfic ini? Ada yang nunggu kahhh?
Engga ada ada ya? : "
Terima kasih buat reviewnya di chapter sebelumnya kalian luar biasa~ maaf chapter ini aga absurd :" tapi emang ff ini absurd sih :"
Menurut kalian ini ganti rating ga? Mau M atau T nihhhh?
Teruss mau lanjut ga nihhhh?
Type your revieww~
Btw, pasti banya yang tanya-tanya kenapa kurang panjang ffnya kan? Karena nulis dengan word 1k itu sudah cukup menuras otak bro :"
Okeee sekiann
REVIEW
