AUTHOR:D'Kyungiesooie

TITLE : I Need Someone for My Life

Main Cast:

Do Kyungsoo(Yeoja)

Kim Jong In(Namja)

Other Cast:

Member exo

Rated: M(Kekerasan)

Genre:Hurt,action, School Life ,romance.

"it's just Fiction Story"

Mian banyak Typo dan Tidak sesuai dengan EYD. Semoga Bisa Menghibur

HAPPY READING

Preview

"aishh... gaejasikie jinjja? Geureom nan eocheoragu?"sergah Kyungsoo

"Mworagu? Gaejasikie? Arasseo, keinginan ku hanya satu yaitu menjajal kemampuan berkelahimu?"kata kai, ada nada meremehkan dalam perkataannya

"Arasseo... kita ke lapangan basket sekarang" balas kyungsoo dengan nada dingin setelah melirik sebentar jam tangan nya.

'ahh...masih ada waktu sebelum race dimulia, secepatnya aku akan bereskan pengacau ini'batin Kyungsoo

Chapter 3

Kyungsoo mulai berjalan menuju ruangan basket. Di susul Kai dan teman se gengnya. Kyungsoo segera melepas tas dan melemparkannya kesembarang arah sesampainya ia di ruang basket. Ia mulai mengambil ancang ancang untuk melawan Kai dan teman Se-geng nya.

"WOW... sabar Sinibseang. Kita pemanasan dulu. Serius sekali."sergah Kai

"Tidak ada basa-basi lagi. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni pecundang seperti kalian"balas Kyungsoo cepat.

"Yak! Kau benar-benar tidak bisa diajak basa-basi ya? Dasar!"geram Kai

"Sudahlah."ucap Kyungsoo malas.

Kyungsoo mengepalkan tangannya kuat dan meninju Kai. Namun sialnya Kai

mundur ke belakang dan menyuruh Baekhyun untuk maju lebih dulu.

"Sial... Mwo haneun goya?"geram Kyungsoo pada Kai

"Kalau kau mau melawan ku, langkahi dulu teman-temanku." Ucap Kai santai . Kyungsoo tidak menjawab melainkan ia menjawabnya dengan tinjuan yang langsung mengenai wajah Baekhyun.

"Aishh... sial!"desis Baekhyun. Baekhyun melayangkan tinjunya namun dengan sigap Kyungsoo menahannya dan membalik tubuh Baekhyun hingga terbentur lantai. Baekhyun bangkit dan melayangkan tendangannya ke depan tapi kyungsoo bergeser Sehinggah tendangan baekhyun tidak mengenainya.

"Sial!"geram Baekhyun. Kyungsoo menendang baekhyun sehinggah terjatuh menimpa Chanyeol. Dengan terpaksa Chanyeol maju ke depan dan melawan Kyungsoo. Chanyeol melayangkan kepalan tangannya dan tepat mengenai pipi Kyungsoo, sehingga menimbulkan lebam di muka sang lawan. Kyungsoo tidak tinggal dia, dia membalas pukulan Chanyeol sebanyak dua kali dan menendang Chanyeol. Kyungsoo menarik kerah baju Chanyeol kemudian menyundulkan kepalanya dengan kepala lawannya, sehingga Chanyeol kehilangan keseimbangannya. Kyungsoo kemudian melayangkan pukulan dengan punggung tangannya dengan keras. Chanyeol limbung sedikit kebelakang, namun ia masih bisa menahan keseimbangan tubuhnya. Chanyeol mulai mengumpulkan kembali tenaganya dan kembali menerjang lawannya. Kyungsoo sedikit menggeser kepalanya ke samping sehinggah pukulan Chanyeol tak mengenainya. Chanyeol tidak tinggal diam ia menendang Kyungsoo dengan keras sehingga badannya menabrak tembok.

.

Chanyeol melangkah cepat dan menarik kerah baju Kyungsoo dan bersiap melayangkan kepalan tanganya ke wajah gadis itu. Namun tiba-tiba kepalan tangannya berhenti sehingga menggantung di udara. Chanyeol terpaku dengan wajah manis Kyungsoo. Ia menelusuri lekuk wajah gadis itu, mulai dari mata, pipi, hidung, bibir dan semua yang ada di wajah Kyungsoo.

"~Manis~"pikir Chanyeol. Teman-temannya memandang Chanyeol aneh.

"Ada apa dengan namja idiot itu?"begitulah pikiran mereka menurutnya.

Kyungsoo mengernyitkan dahinya melihat Chanyeol yang mematung di depan wajahnya. Jujur Kyungsoo tidak suka di pandang se intens itu. Karena tidak enak di pandang oleh namja yang ada didepannya itu, Kyungsoo menepis tangan Chanyeol yang menggantung di udara dan menyentak tangan namja itu yang masih ada dikerah bajunya. Chanyeol baru tersadar dari keterpakuannya setelah kyungsoo menyentak tangannya. Kyungsoo memandang dingin namja yang ada dihadapannya sekarang ini. Tidak ingin membuang waktu, Kyungsoo menghajar chanyeol dengan kepalan tanganya kemudian menendangnya dengan keras.

"Idiot!"umpat Kyungsoo. Bukannya marah, Chanyeol malah tersenyum lebar. Kyungsoo memandang aneh namja itu. Heran dengan sikapnya.

"Hei... Kyungsoo aku akan membebaskanmu, dengan satu syarat. Kalau kau mau jadi yeojachinguku maka aku akan menyuruh teman-temanku agar tidak mengganggumu lagi. Bagaimana? hem?"ungkap chanyeol sambil menaik-turunkan alisnya. Oh astaga Chanyeol, kau ambil kesempatan dalam kesempitan. Ckkkk

"MWO!"teriak teman-temannya kaget

"Yak.. CHANYEOL! NEO MICHEOSSO? MWOHANEUN GOYA? NEO JJUGULLE?"bentak Kai dengan nada tinggi

"Aniaya Kai. Nan Shimshimia."balas Chanyeol tanpa melihat kai.

"Eotte Kyungsoo?" lanjutnya lagi

"Cih, dalam mimpimu"decih Kyungsoo sadis.

"Oh ayolah Kyungiee!"ucap Chanyeol sambil memasang wajah memelas. Luhan sampai ingin muntah mellihatnya. Kai. ia benar-benar geram dengan Chanyeol.

"Yak! Nan jinjja sigani eopseogodeun. Aku harus segera pergi"ucap kyungsoo geram. Kris mulai muak dengan Chanyeol, ia memutuskan melangkah melawan Kyungsoo, tidak memperdulikan teriakan Chanyeol kepadanya. Kris melayangkan tinjunnya Dan dengan ahlinya Kyungsoo menghindar dan meninju balik perut Kris tiga kali. Namun bukan Kris namanya jika ia menyerah. Kris menangkis tinju Kyungsoo dan membalik tubuh Kyungsoo sehinggah terjatuh. Kris hendak melayangkan tendangan nya ke tubuh Kyungsoo namun dengan sigap yeoja itu berguling dan bangkit meninju Kris beberapa Kali. Kyungsoo menendang Kris dengan kuat sehinggah tubuh Kris terbentur tembok. Kris meringis memegang dadanya.

"Tak kusangka, kecil-kecil tapi tenaganya kuat"ucap Kris lirih.

Kris berjalan ke arah Kyungsoo dan menyerang nya dengan membabi buta. Sepertinya Kris terlalu semangat. Namun kyungsoo dengan lihainya menghindar dan menyerang balik Kris. Lama mereka bergulat, akhirnya kyungsoo bangkit sebagai pemenang setelah melayangkan beberapa tinju dan tendangannya kepada Kris. Jujur bagi Kyungsoo, Kris lawan yang cukup kuat. Kris sendiri tidak percaya dengan yeoja mungil yang ada dihadapannya ini. Kekuatannya benar-benar berbeda dengan porsi tubuhnya. Tendangan dan tinjunya benar-benar tenaga laki-laki.

. . .

Tao yang melihat teman-temannya yang lebam-lebam memutuskan melawan Kyungsoo. Dengan cepat ia menendang kyungsoo dari samping sehingga mundur. Tao melayangkan tinjunya dan berhasil mengenai wajah Kyungsoo dan bibirnya Sedikit mngeluarkan cairan merah. Tao tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia melepaskan tendangannya dan membuat tubuh Kyungsoo terbentur tembok.

Tao melayangkan tangannya menampar lawannya. Namun Kyungsoo menahan tangan Tao dan memelintir nya sera menendang tungkai kaki namja bermata panda itu dengan kekuatan penuh yang berhasil membuat Tao tersungkur. Tidak ingin menyianyiakan hal itu, Kyungsoo membungkuk dan melayangkan tinjunya beberapa kali kewajah Tao. Setelah itu kyungsoo melayangkan tendanganya mengenai dada Tao sehingga Tao meringis dan tidak bisa bergerak. Ia memegangi dadanya yeng terasa sangat sakit akibat tendangan itu. Kyungsoo melihat Tao meringis dan tidak bisa berdiri mengulurkan tanganya. Lama Tao memandang tangan itu akhirnya ia menerima uluran tersebut, dan tepat saat Tao berdiri meski tidak tegap Kyungsoo langsung berucap

"Aku tidak bisa melanjutkannya. Aku punya urusan."ucap Kyungsoo datar di depan wajah Tao dan dengan langkah cepat ia mengambil tasnya. Kai yang melihat Kyungsoo yang mengambil barang-barangnya segera melangkah mendekatinya dan memegang erat tangan Kyungsoo dan berhasil membuat Kyungsoo mendongak dan menatap tajam Kai

"Kau mau kemana? Ini belum selesai."geram Kai sambil mengeratkan cengkaraman tangannya.

"Aku tidak bias melanjutkan ini"ucap Kyungsoo datar dan menghentakkan tangan Kai dengan kuat.

"PECUNDANG! PENGECUT!"bentak Kai

"Terserah."balas Kyungsoo datar.

. . .

Sepeninggalnya Kyungsoo, Kai terus saja menggumpat, membentak dan berteriak tidak jelas. Sehun yang mulai jengah dengan sikap Kai,s egera menghentikan namja tan itu.

"Yak.. Kai geumanhae. Memang kau tidak kasian apa dengan kita semua? Telingaku bisa pecah mendengar semua umpatan yang tidak jelas itu."ucap Sehun dingin. Mendengar larangan Sehun, Kai makin jadi-jadi sikapnya. Entah menjambak rambutnya sendiri, menendang apa saja yang ada di dekatnya.

"Sudah lah Kai, mungkin dia punya urusan penting"ucap lay sambil melangkah mendekati Kai dan mengelus pundak namja itu. Yang benar saja, Kai langsung tenang.

"Lagian kalau dipikirkan lagi, kita semua sebenarnya pengecut"sambung Lay lagi. Teman-temannya mengernyitkan dahinya dan memandang tidak suka pada Lay. Lay yang merasakan aura mencekam di sekitarnya, segera menambahkan ucapannya.

"Sekarang kalian pikirkan kembali! Apa dengan bergantian menghajar seorang wanita adil menurut kalian? Jujur aku merasa pengecut, demi Tuhan ia seorang yeoja dan kita malah melawannya secara membabi buta? Oh ayolah jangan buat masalah lagi dengan yeoja. Kita hentikan semua ini yah, aedeul-ah?"sambung lay dengan penuh kesabaran.

"Hem…apa yang di bilang Lay benar, ini tidak benar, kita hentikan saja!"ucap xiumin menyetujui ucapan Lay. Semuanya mengangguk menyetujui ucapan Lay, kecuali Kai yang masih diam.

"Kai bagaimana denganmu?"tanya sehun kepada Kai

"Aku tidak bisa. Jika kalian ingin mundur, silahkan! Toh jika aku memang bisa dikalahkan olehnya itu berarti dia juga telah mengalahkan kalian semua. Ingat kekuatanku melebihi kalian. Jika ia berhasil, maka aku akan menjadikannya leader di Exo."ucap Kai panjang lebar

"Tapi Kai-"ucapan Chen terpotong karena Chanyeol langsung berucap

"Baiklah Kai. Aku setuju dengan ucapanmu. Bagaimana aedeul-ah?"tanya Chanyeol sambil memandang satu-satu chingunya

"aku sih setuju-setuju saja, karena semua ada ditangan Kai"ungkap Baekhyun bijaksana. Semuanya mengangguk menyetujuinya. Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan teriakan cempreng dari Chen yang dasyat.

"YAK CHANYEOL!"teriak chen

"YAK KAPJJAGI-ah"teriak semuanya bersamaan sambil-mengelus-elus dadanya.

"Yak!Chen muka kotak! Bisa tidak kau berhenti berteriak di telinga ku. Aish! Telingaku…"ucap Chanyeol geram memandang tajam Chen yang cuman nyengir tidak jelas

"Chanyeol-ah, apa maksud mu tadi menawarkan hal semacam itu kepada anak baru itu, dan lagi kenapa kau memanggilnya dengan nama Kyungiee. Sok akrab!"ucap Chen sambil memutar bola matanya, diikuti anggukan antusias dari teman-temannya. Chanyeol memasang ekspresi menerawang sambil tersenyum tidak jelas. Ckkkkkkkkk. Dasar

"Aigoo... anak ini benar-benar sudah gila"Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya maklum.

"Yak.. CHANYEOL DAEDAPHAE?"teriak Chen lagi di telinga Chanyeol sehiingga si pemilik telinga mundur sedikit ke belakang sambil mengelus-elus telinganya.

"Kyungiee… benar-benar manis. Matanya yang bulat, hidung mancungnya, bibir tebal memerah berbentuk hati. Ahh rasanya tadi aku ingin mencicipinya. Aku jatuh cinta aedeul-ah"ucap Chanyeol dramatis disertai semburat merah dipipinya.

"Ckkk… anak ini bener-benar sudah gila!" Sahut Chen, sedangkan teman-temannya yang lain cengo dengar ucapan Chanyeol.

"Aish... sudahlah! Kita pulang sekarang!"ucap Tao menghentikan kecengoan teman-temannya.

"Ayo!"Timpal Kris. Mereka berjalan meninggalkan lapangan basket dan Chanyeol yang masih tersenyum tidak jelas. Kalau bukan karena Baekhyun yang bertepuk tangan di depan wajahnya, mungkin ia kan terus berdiri seperti orang idiot di dalam ruangan basket itu.

.

.

.

Ditengah perjalanan menuju tempat parkir,Sehun bertanya kepada Kai yang ada disampingnya

"Btw, Kai! Nanti malam jadikan kita ikutan race di arena?"tanya sehun

"Race?"ulang Luhan di belakang Kai

"Emm… iya Hyung, nanti malam akan ada race balapan di arena Gangwondo"balas Sehun. Luhan hanya menganguk dan memutuskan untuk ikut, di ikuti anggukan antusias dari yang lain

"bagaimana, Kai?"Tanya Sehun lagi

"Arasseo. Nanti aku tunggu kalian di race ya?"ucap kai final dan diangguki yang lain.

SKIP...

.

.

SIRKUIT BALAP DI GANGWONDO

Malam yang mencekam, ditambah dengan denguran-denguran motor yang terdengar memekakan telinga di arena track balap itu. Tepatnya di GANGWONDO. Bulan yang bersinar terang menambah kesan kekaguman para peminatnya. Seolah-olah ikut memeriakan arena itu.. Setiap akhir bulan memang sering diadakan track balapan di area itu. Dan banyak gengster maupun anak-anak sekolahan yang akan mengikuti acara itu. Bahkan dari luar kota. Tidak salah memang banyak yang menyukai acara itu diselenggarakan, selain karena hiburan mereka juga menyiapkan uang taruhan yang tidak bisa di bilang sedikit. Banyak yang ikut memeriakan arena itu. Tentu mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang,kan? Mereka tidak mungkin menyia-nyiakan hal itu. Salah satunya yaitu geng EXO yang mulai memasuki arena balap. Memang mereka selalu aktif di arena itu beberapa bulan ini.

.

.

Terlihat Kai sang pemimpin yang baru datang dengan motor kesayangannya yang begitu mewah dan gagah bersama Lay di boncengannya. Motor dengan merek SUZUKI HAYABUSA . Motor dengan warna merah menyala itu seketika menjadi puat perhatian. Bagaimana tidak? Itu adalah salah satu motor tercepat di dunia dengan harga yang tentu tidaklah murah. Di bagian tubuh motor di lingkupi dengan berbagai stiker mahal. Yang menarik perhatian adalah stiker dengan Tulisan EXO yang berwarna putih. Motor produksi tercepat di dunia dengan kcepatan tertinggi 188-194 mph(303-312 km/h). Motor ini mampu menghasilkan antara 151.5-162.6 bph tenaga kuda karena menggunakan 4 selinder, 4 tak, 16 katup, 1340cc, DOHC, cairan-cooled mesin. Tidak ada bedanya juga dengan Sehun yang datang bersama Luhan menunggangi motor birunya. KAWAZAKI NINJA GPZ900R dengan kecepatan tertinggi 151mph. Chanyeol di samping sehun juga datang bersama Baekhyun dengan motor merahnya dengan biru, Honda VF1000R. Dengan 98cc terlantar akibat mesin VF000R, pemberian kecepatan tertinggi 150 mph. Kris disamping Kai datang bersama Tao dengan motor kebanggaannya HONDA CBR1100XX SUPER BLACKBIRD dengan kecepatan tertinggi yang mencapai 178,5 mph. Chen yang baru datang bersama Xiumin dengan motor kuning . Motor sport MV AGUSTA MONZA. Chen Langsung berkoar-koar tidak jelas sampai Xiumin memukul helmnya dengan keras. Kai turun dari motornya diikuti dengan yang lain. Kai berjalan menghampiri Nickhun.

"Hyung?"panggil Kai pada Nickhun

"Oh...Kai! Neo Wasseo."jawab nickhun seadanya

"Ne hyung..oh ya Hyung, siapa saja yang akan ikut race ini?"Tanya Kai

"Orangnya masih yang itu-itu saja Kai. Tapi ada satu tambahan anggota lagi. Ia seorang lagendaris di race ini."ungkap Nickhun. Kai mengernyitkan dahinya mendengar nya.

"maksud hyung? lagenda? apa ia pernah ikut race ini sebelumnya?"Tanya Kai lagi. Ia cukup penasaran dengan orang yang di maksud Hyungnya.

"oh? Ne, ia pernah ikut race ini sebelumnya tapi itu 1 tahun yang lalu. Setelahnya ia tak pernah ikut lagi, tapi hari ini entah apa sebabnya ia muncul kembali"ungkap Nickhun panjang

"Oh…. itu dia orangnya. oh?"tunjuk Nickhun tiba -tiba pada seorang pengendara motor, namun dengan cepat ia merubah ekspresinya heran.

"oh...geu sarami? geundae wae hyung, memandanginya seperti itu?"tanya Kai heran melihat ekspresi hyungnya yang tiba-tiba berubah.

"Ah... biasanya ia selalu bersama dengan pacarnya setiap ia mengikuti race ini, tapi entah kenapa ia tidak bersamanya malam ini."heran Nickhun

"Oh...tapi kenapa ia tidak membuka helmnya padahal aku penasaran dengan wajahnya" Rasa penasaran Kai semakin besar.

"Kai, kau akan terpesona melihat wajahnya, dia yeoja yang cantik"ucap Nickhun semangat

"Oh ? Dia yeoja, hyung? Maldo andwae." ucap Kai tidak percaya

"oh….emang dia yeoja. Jangan bilang kau mengira ia namja. Seolma?"balas Nickhun dengan dahi berkerut

"oh...majjayo hyung. aku kira ia tadi namja, ternyata ia yeoja."ucap Kai lagi masih memasang wajah tak percaya.

"hahaha...tapi ia benar yeoja Kai. oh ya siap-siap saja kau kalah dari dia Kai, dia yeoja yang hebat loh."sahut Nickhun dengan nada mengejek di buat-buat

"ahh...maldo andwae hyung. selama ini tidak ada yang bisa mengalahkanku dalam urusan apapun. geuronikka geotjjeongma hyung. naega halsuisseokoya"tegas Kai dengan bangga

"ok..Kai, aku sudah tidak sabar menantinya, Fighting!"ucap nickhun disertai kepalan tanganya menggantung di udara bertanda memberi semangat kepada Kai.

"arasseo hyung."balas Kai semangat

"oh ya hyung, aku kesana dulu!"jelas kai sambil menunjuk ke arah teman-temannya. Nickhun hanya mengangguk mengiyakan.

.

.

.

Kai berjalan menghampiri teman-temannya. Chanyeol yang menyadari kedatangan Kai langsung menyerang Kai dengan pertanyaan yang bertubit-tubit, hingga Kai geram dengan sikapnya langsung menjitak dengan keras dahi Chanyeol.

"Kai, geusarami yeogiseo neo ara? Kai apa dia akan ikut Race ini juga? tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya? Kai dia terlihat familiar? Kai sepertinya ia hebat juga, ya kan?.Yakk Kai daedaphae!"geram Chanyeol karena pertanyaan tidak di jawab oleh Kai malah sebaliknya ia di jitak dengan Tuhan Chanyeol Bagaimana Kai bisa jawab Kalau kau bertanya banyak sekali, ditambah dengan nadanya yang cepat.

"aigoo Chanyeol… Bisa tidak sih kau bertanyanya tidak beruntun seperti itu? Bagaimana Kai bisa jawab kalau kau malah nyerocos tanpa rem. ckk"kesal Baekhyun yang dibalas senyum lima jari dari sang lawan.

"Kai jawab pertanyaan Chanyeol. aku juga penasaran dengannya."Timpal Sehun pada Kai

"ah...nan mullaseo, geundae Nickhunie Hyung malhaeseo, Kalau orang itu akan ikut race ini juga. Ia juga seorang lagenda. Tapi Nickhunie hyung bilang bahwa sudah setahun yang lalu orang itu tidak pernah muncul lagi entah apa sebabnya, Dan menurut Yang aku dengar dari Nickhun Hyung ia orang yang cukup tangguh, karena belum ada yang bisa mengalahkannya sampai saat ini"jelas Kai panjang lebar

"wah...daebak! Geundae kenapa ia tidak membuka helmnya?.aku penasaran dengan muka namja itu?"tanya Luhan hyung

"Mwo? Namja? Geusarami namja aniyo, yeojaiyo"jelas Kai datar

"MWO?"teriak mereka bersamaan kecuali Kai tentunya

"OH... dia yeoja"ucap Kai tanpa peduli dengan ekspresi chingunya yang lain

"Maldo andwae."ucap Kris tak percaya

"tapi sayangnya itu lah kenyataannya gege"ucap Tao pada Kris

"OMO! dia membuka helmnya, geundae chakkaman. Sepertinya aku tahu orang itu, tapi siapa ya?"Ujar Sehun yang selalu memperhatikan yeoja yang sedari tadi menarik perhatianya.

"Oh..majja. Muka nya familiar sekali."Lay ikut bersuara

"ahhh...mattda. Kyungsoo ania?"tebak Chanyeol tiba-tiba

"Chanyeol-ah . Neo Jinjja Kyungsooiega? Maldo andwae."ejek Xiumin pada Chanyeol yang di hadiahi tatapan tajam dari sang korban

"Majja... dia benar Kyungsoo."sahut Chen tiba-tiba. Semua memandang Chen heran kecuali Chanyeol tentunya

"Yakk Chen! Neo Eotteokhe ara? Hoksi Nodo Kyungsoo johaeyo?"tatapan xiumin menyipit kepada Chen tidak lupa juga dengan tatapan tajam dari chingunya yang lain terlebih Chanyeol

"a-ania. Nan ara karena aku ingat aku pernah berada dekat di wajah nya."jelas Chen takut takut. Namun ia segera menambahkan lagi ketika tatapan tajam itu makin tajam

"Ma..maksudku aku kan pernah mengerjai wajahnya waktu itu"jawab Chen. akhirnya Chen bisa bernapas lega setelah chingunya tidak menatapnya tajam lagi.

Chanyeol tak memperhatikan itu, ia malah berjalan dengan cool menghampiri Kyungsoo. Semua yeoja yang ada di track itu berteriak histeris, Karena teriakan itulah membuat Kyungsoo mengalihkan tatapannya. Tatapan terkejut ia munculkan beberapa detiks ebelum kembali mengacuhkan namja yang mendekat ke arahnya

"Chagiya...neo wae yeogisseo? apa jangan-jangan kau ingin melihatku tanding ya? Baiklah kalau begitu, aku akan memenangkan race ini."ucap Chanyeol percaya diri.

KYUNGSOO POV...

"Chagiya...neo wae yeogisseo? apa jangan-jangan kau ingin melihatku tanding ya? Baiklah kalau begitu, aku akan memenangkan race ini. "ucap namja disampingku ini. aku hanya memutar bola mataku malas. Dan apaan itu panggilannya, benar-benar bikin aku muak. *pikir ku kesal

aku tak menghiraukan ocehannya. aku hanya memandang lurus kedepan tanpa ada niat membalas ucapannya. sejujurnya telinga ku panas mendengarnya. oh Tuhan kirimkan kanlah seseorang untukku*doaku dalam hati. Tiba-tiba datanglah seorang namja yang aku kenal yang berhasil membuatnya bungkam seketika. Namja itu mengajak ku tos dengan ala hipop.

" ? eotteokhae jinaseyo?"sapa namja itu

aku tersenyum tipis melihatnya sebelum membalas ucapannya

"oh..nan ?"balas ku

"nado noona."balasnya

"Noona, kenapa noona tidak pernah datang lagi ke rumah? uri eomma-appa neomu beogoshippoyo." ucap nya lagi sambil memandangku sendu

"noona, bappaseo Hanbin-ah"ucapku pada Hanbin. Ya ia Kim Hanbin teman sekaligus sudah kuanggap deongsaeng. ia memang sejak kejadian itu tidak pernah lagi ke rumahnya. entah kenapa aku merasa sulit mengunjungi rumah itu. terlalu banyak kenangan tentangnya. ahh kenapa jadi melakonlis begini.

"kapan-kapan noona datang ya.?"suaranya membuyarkan lamunanku

aku tersenyum tipis kemudian menjawab

"arasseo, saengi. OH ya bagaimana sekolahmu di LA?"tanya ku mencairkan suasana.

"Baik noona."balasnya singkat. aku hanya tersenyum dan mengangguk

"EKKHEM"tiba tiba saja terdengar suara deheman keras dari arah sampingku. oh astaga aku sampai lupa sama orang yang ada di sampingku ini. aku memutar bola mataku malas saat ia menatapku tajam seolah menanyakan"siapa dia?".

"Noona geunamjai Nuguya?"tanya Hanbin padaku sambil memandang bergantian kami bergantian. Aku ingin menjawab tapi keduluan dengan namja idiot ini.

"Cheoneun Park Chanyeol imnida. Naneun Kyungsoo Namjachinguieyo."

"MWO?.Noona matjjaya?"tanya Hanbin padaku dengan mata melotot

"Aniaya Hanbin-ah. noona geusarami mullaso"tegas ku pada Hanbin sambil memandang tajam Namja idiot yang ada disampingku. Bukannya takut, malah ia tersenyum lebar memangnya ada yang lucu apa? oh ya Tuhan singkirkan orang ini dari hadapanku.

"oh...cheoneun Kim Hanbin imnida hyung."ucap Hanbin pada Chanyeol sambil membungkuk sedikit.

"oh bangapta Hanbin-ah"balasnya sok akrab

"ne hyung, nado bangapta."Hanbin tersenyum tipis.

"Noona ingin ikut juga dalam race ini?"tanya Hanbin padaku

"ne Hanbin-ah.."ucapaku singkat.

"Baiklah Noona aku ke teman-teman aku dulu ya? Dan ingat mampirlah ke rumah jika noona tidak sibuk. Noona gidarikhae. ~Pay Pay noona~"ucap Hanbin sambil melangkah menjahuiku. aku tersenyum tipis melihatnya ia sama sekali belum berubah. Ahh...aku jadi ingat waktu ia merengek minta di belikan motor. ekspresinya benar benar menggemaskan

"~Kyungie~Geunamjai Nuguya? Chagi Deongsaeng?" oh aku terkejut dengan suara basnya itu. ah aku kira namja ini udah pergi... kenapa sih dia masih ada disini? Oh tidak-tidak kenapa semua teman-temannya berjalan menuju ke arahku. Ah..pasti karena namja idiot ini. Pasti Jadi panjang nih ceritanya..

"Yakkk...Chanyeol. Neo Yeogiseo Mwo Hae?"Pekik namja mungil dan bereyeliner tebal itu. Auwchh...suaranya..

"Nan? Nan Yeojachingu Mannasseo"ucap namja listrik ini

'MWO...Yeojachingu. Kapan aku jadi yeojachingu si telinga lebar ini. aku ingin cepat-cepat pergi dari sini"batinku

"Baekhyun-ah apa kau lupa membawa obat namja idiot ini?"cibir namja kotak di sampingnya.

"yakk...Chen Muka kotak, aku tidak sakit."desis telinga lebar

Aku tak menanggapi pertengkaran mereka. Aku lebih memilih memalingkan mukaku ke arah lain. Sebenarnya agak risih sih, so dari tadi namja tan yang ada di samping ku ini memandangiku dengan tatapan yak tidak bisa aku artikan.

'Aisshh...Kapan sih race ini mulai.'kesalku dalam hati

Dorrrr...Dorrrr...Dorrrr

itu suara tembakan...

TBC