Hallo! Ichira balik nih! Setelah hampir 1 tahun hiatus dan sibuk ujian semester sekarang!

Akhirnya Ichi kembali berkarya di !

Ichi datang dengan chapter baru dari fanfic "Who are you?"!

Silahkan dibaca dengan santai dan ceria ya!

Douzo minna!


Author : Tanaka Ichira

Rate : T

Genre : Tragedy and romance

Pairing : Aomine. D x Kise. R

Warning!

Typo(s), sho-ai, OOC, alur terlalu cepat, tanda baca tidak sesuai dengan EYD

Maaf kalau romancenya kurang terasa dan maaf kalau para readers tidak merasa kasihan pada Aomine atau tragedynya kurang terasa. Ichi sangat minta maaf!

Dan... ini request Mike-nii-chan semoga fanfic ini bisa mengobati rasa sedihya karena tidak ada fanbook AoKi ya!

.

.

Who are you?

Chapter 3

AoKi!

Dokter yang menangani Kise langsung mengecek hidung dan dada sang pasien, memastikan kalau pasien masih hidup lalu ia menghela nafas dan memandang tajam kearah Aomine yang ada dibelakangnya. "Ini salahku, dokter" Aomine menundukkan kepalanya "Seharusnya aku tidak memaksanya untuk mengingatku tapi.. aku tidak tahan melihatnya seperti itu" Aomine berusaha menahan emosinya saat ini tetapi emosi itu terlalu besar sampai dia memukul dinding putih disebelahnya. "Sial..aku tidak akan memaafkan orang yang berniat buruk pada Ryouta"

"Tenangkan dirimu dulu Aomine-san"

"Mana bisa aku menenangkan diri kalau seperti ini, dokter!" Tanpa sadar Aomine mendorong tubuh sang dokter sampai pundak rapuh dokter itu membentur dinding. Dokter itu meringis kesakitan karna Aomine membenturkan pundaknya terlalu keras. "sorotan mata Aomine-san saat ini seperti hewan buas yang siap memakan saya saat ini juga" dokter itu menepuk pundak Aomine untuk menenangkannya.

Aomine duduk dihadapan dokter yang berumur hampir 40 tahun itu, ia menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata sang dokter, terlalu merasa bersalah dengan dokter yang ada dihadapannya karena sudah membahayakan hidup sang dokter.

"Aomine-san, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Horinami Akishita desu"

"Saya dapat tugas untuk merawat pasien bernama Aomine Ryouta walaupun umur saya sudah hampir kepala empat tetapi tubuhku masih cukup kuat untuk berkerja"

"Seharusnya Horinami-sensei menikmati masa tua dirumah, saya sangat menyesal dengan apa yang telah saya lakukan, sensei"

"Hounto ni gomennasai" Aomine membungkukkan tubuhnya dihadapan Horinami.

Horinami menepuk pucuk kepala Aomine, seperti memberi code untuk tidak membungkuk seperti itu. Aomine langsung menegapkan tubuhnya kembali dan memandang tidak percaya kearah Horinami, yang ia lihat sekarang Horinami memandangnya dengan lembut seperti seorang kakek memandang sang cucu yang sudah besar, sangat lembut sampai Aomine ingin menangis dipelukan Horinami.

"Keadaan Aomine Ryouta-san saat ini stabil tetapi ada sedikit guncangan saat ia mengingat sesuatu, sebaiknya Aomine-san jangan memaksanya mengingat hal-hal karena kalau itu kau lakukan Aomine Ryouta-san bisa stress, apa kau mengerti? Aomine-san"

"Aku mengerti sensei"

Hironami pun pamit keluar ruangan tetapi sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangan itu ia sempat memanggil Aomine dan mengatakan hal yang bisa membuat Aomine kembali bersemangat menjalani hidup walaupun ia harus memulainya dari awal lagi. "Ha'i aku mengerti" setelah Hironami meninggalkan ruangan Aomine terus tersenyum sambil mengelus kepala Kise. "Semoga kau bisa cepat bisa keluar dari rumah sakit dan aku akan memperkenalkanmu dengan semua hal yang sudah kau lupakan, Ryouta"

#Skip

Pagi cerah, kicauan burung merdu, menyambut Kise yang sudah sadar dari tidurnya yang panjang. Ia memandang langit biru cerah yang sangat bersih dari awan hitam tetapi raut wajah Kise tidak menandakan kalau dia sedang bahagia tetapi ada kesedihan yang tampak diwajahnya.

Beberapa menit setelah Kise bangun, Aomine pun bangun dari tidurnya sambil mengucek matanya dan berusaha mengumpulkan kesadaran yang sempat hilang. Ia menerjapkan matanya berusaha membiaskan cahaya yang masuk kedalam kornea matanya. "Kau sudah bangun Aomine-kun dayo ne.." Kise tersenyum melihat Aomine yang sudah terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak.

"Ryouta.. kau sudah sadar?!" Aomine membolakan matanya lalu ia mencengkram kedua pundak Kise dengan kuat sampai Kise meringis kesakitan dan meminta untuk melepaskan cengkramannya. "Gomen Ryouta, aku terlalu senang sampai membuatmu kesakitan" Aomine mengusap tekuk belakangnya dengan senyuman dibibirnya.

Tanpa sadar rona merah menghiasi dua pipi Kise, ia berusaha menutupi rona merah itu.

"Apa aku jatuh cinta dengan Aomine-kun ssu..?" Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dibenaknya tanpa sadar.


#Obrolan Author dengan AoKi!

Author : Yosh! Sudah selesai! Senang rasanya bisa lanjutkan ini fanfic ya Aomine-kun, Kise-kun.

Kise : Huwwwweeeee! Aku kangen kamu, authorcchi ssu! *peluk erat*

Author : Lepaskan aku Kise-kun! Sesak!

Aomine : Lepaskan dia Kise!

Kise : Gomen gomen.

Author : Aku kira, aku akan mati.

Kise : Gomennnnnn ssssssuuuuu!

Author : Yosh! Ichi sangat menunggu ripiu dari kalian ya!

All : Matta ne!