[Hari ke-2 liburan musim panas] 08:00

Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi Hinata, dia mengecek penampilannya sekali lagi, walaupun Hinata sudah cantik dia tetap ragu akan pakaiannya.

'um... apakah Naruto-kun suka dengan penampilan seperti ini? Apa ini terlalu berlebihan?' kemeja berwarna putih dan rok selutut berwarna ungu pastel dan jangan lupa jaket yang berwarna senada dengan roknya.

TOK TOK TOK

"Hinata ini Neji"

"masuk saja Neji-nii"

CEKLEK

"oh, kau sudah meminum pilnya, baguslah lalu ambil ini" Neji mengeluarkan sebuah jam yang seperti hm... seperti biasa? Tunggu dulu itu hanya jam biasa.

"ini hanya jam biasa Neji-nii"

"Jam itu khusus untuk situasimu sekarang dan itu bukan jam, itu stopwatch tangan yang hanya bisa di setting 5 jam saja"

"oh..."

"lalu ja-stopwatch itu akan bergetar 10 menit sebelum kau berubah menjadi laki-laki"

"terima kasih Neji-nii, ittekimasu" mengambil tas selempangnya lalu beranjak keluar dari kamar, Neji yang memandang Hinata pergi hanya tersenyum "sebaiknya aku membuat pil supaya dia kembali seperti semula, yosh! Hari aku akan lembur, kerja lembur bagai kuda~"

[Taman Konoha , 08:45]

Hinata berlari dengan tergesa-gesa, takut dirinya terlambat, 'semoga Naruto-kun tidak marah, tapi aku terlambat 15 menit!' akhirnya Naruto terlihat di mata Hinata.

Naruto berdiri dengan bersandar di pohon, kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya menambah ketampanannya 'astaga Naruto-kun sangat keren! Kyaaaa!' batin Hinata, saking senangnya sampai dia tidak tahu bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Naruto.

'hm? Dia ngapain berdiri disana terus dan membelakangiku? sepertinya aku harus menghampirinya' Naruto berjalan dengan pelan berniat untuk membuat Hinata kaget "Hinata-chan!"

"kya! Na-Naruto-kun maaf menunggu lama"

"tak apa Hinata-chan, hanya 15 menit doang, santai saja hahaha"

'JUSTRU 15 MENIT ITU SANGAT BERHARGA BAGIKU!' batin Hinata.

"ayo Hinata-chan kita mulai berkeliling di taman ini" ajak Naruto dengan tersenyum lembut.

"ha-hai, Naruto-kun" kemudian mereka mulai berjalan dan memulai kencan mereka.

My Summer Holiday as a Boy!?

Chapter 3: Date

Pairing: Naruhina

Karakter Naruto milik masashi kishimoto

Genre:gender bender, romance, comedy

Rating: T

Warning!

Fanfic ini mengandung OOC dan AU

selamat membaca

[Lab Neji, 09:00]

Bau obat-obatan dan ruangan yang berwarna putih dan pintu yang terbuat dari kaca itulah ruangannya, Neji memakai kacamata dan jas labnya menambah kesan seriusnya yang sedang menulis sebuah resep obat untuk Hinata.

BRAK

Neji memukul meja kerjanya dengan tiba-tiba, apakah segitu susah menjadi orang yang menciptakan obat yang aneh? "sial! Formula ini susah kenapa aku yang pintar ini tidak bisa memecahkan teka-teki sudoku ini!?"

Oh ternyata dia melakukan hal yang tidak penting.

"tunggu dulu apa yang ku lakukan? Harusnya aku membuat obat untuk Hinata, bukan memecahkan teka-teki sudoku!" Neji berdiri dari meja kerjanya dan segera mengambil buku resep obat-obatan yang dia buat.

Setelah duduk di tempat dia mulai membalikkan halaman buku tersebut, lembar demi lembaran dia buka berusaha mencari yang dia inginkan, banyak sekali obat yang dia buat dan kebanyakan penguji cobanya adalah Hinata.

Obat menjadi kucing, obat menjadi bocah 5 tahun, obat menjadi anjing, obat menjadi laki-laki, obat untuk tumbuhan juga ada contohnya ada obat yang membuat tanaman layu menjadi segar kembali dalam hitungan detik.

Tapi tiba-tiba tangannya berhenti pada satu halaman dan mulai berpikir 'kalau aku membuat pil itu bukannya aku tinggal membuat pil yang sama lagi tapi resepnya berlawanan dengan pil biru yang aku berikan pada Hinata, hehe Neji kau sangat jenius'

Dia membuka halaman obat menjadi laki-laki dan melihat kembali bahan-bahan yang dibutuhkannya, dia meneguk kopinya sambil membaca buku tersebut, raut wajahnya berubah menjadi terkejut.

"uhuk, bahan yang kubutuhkan ini!?"

~~~000~~~

[Taman Konoha, 09:45]

"Wah! Ini enak sekali Naruto-kun, aku tidak tahu ada toko roti di taman ini, walaupun kecil tapi suasanya sangat menenangkan" Hinata melahap lagi cinnamon rollnya.

Naruto yang melihat hal tersebut hanya menatap sendu dan tersenyum manis, lalu dia menyadari mulut Hinata ada sisa remah-remah cinnamon roll, Naruto memajukan badannya supaya bisa membersihkan mulut Hinata dengan ibu jarinya.

"Na-naruto-kun" Hinata langsung kaget dan hanya terdiam menerima perlakuan Naruto padanya, rona Hinata semakin terlihat, ibu jari Naruto menyentuh mulutnya, Hinata menutup matanya supaya dia tidak pingsan melihat wajah Naruto yang sangat dekat dengannya 'KYAAAAA! Na-naruto-kun menyentuhku, mulutku pasti belepotan sekali karna cinnamon roll yang kumakan, hah~'

"Hinata kau boleh membuka matamu sekarang"

Hinata mulai membuka mata dan hal yang pertama dia lihat adalah Naruto yang sedang menjilati ibu jarinya seperti sedang menikmatinya "cinnamon roll ternyata enak juga" lalu dia tersenyum kepada Hinata.

'a-a-apakah ini ya-yang dinamakan, CIUMAN TIDAK LANGSUNG!?'

BRUK

"Hinata!"

~~~000~~~

"eng..." Hinata mengerjapkan matanya beberapa kali dan menunjukkan ekspresi bertanya-tanya "ini dimana?"

"Hinata! Akhirnya kau sudah sadar! Apa kau baik-baik saja? Kalau kamu sakit harusnya bilang dari awal, hah~" Naruto mulai lagi tapi raut wajahnya khawatir, Hinata yang melihat hal tersebut menyadarinya.

"ma-maafkan aku, Naruto-kun, kerena aku merepotkanmu dan ini pe-pertama kalinya bagiku, aku hanyalah gadis pemalu, mudah pingsan dan ceroboh..." Hinata menunduk dan meminta maaf 'kalau begini terus aku akan merepotkan Naruto, aku tidak mau itu! Lalu tunggu sebentar!'

"Naruto-kun aku mau tanya, sekarang jam berapa?"

"hm, oh, sekarang sih jam 11 lewat 45 menit"

'OH TIDAK! Bagaimana ini aku harus pulang secepatnya!' Hinata bangkit dari bangku taman untuk segera pergi dari tempat, tapi sebelum itu dia berpamitan dengan Naruto terlebih dahulu.

"Naruto-kun aku harus pulang sekarang, karena waktunya sudah habis"

"eh? Bukannya masih lama waktunya, kenapa harus sekarang? Aku mau bersamamu lebih lama lagi" Naruto menggenggam erat tangan Hinata.

"Naruto-kun..." Hinata terdiam mendengar ucapan Naruto langsung merona "ta-tapi a-"

BIP BIP BIP

"bunyi apa itu?" tanya Naruto.

"aku minta maaf, aku harus pulang sekarang, Hinato akan marah padaku jika tidak tepat waktu dan juga terima kasih untuk hari ini" bohong Hinata.

"aku akan mengantarmu" Naruto ikut berdiri dari bangku taman.

"Neji-nii akan menjemputku dan dia sudah ada di gerbang taman" Hinata mulai melepaskan tangan Naruto yang menggenggam tangannya.

"hati-hati, Hinata-chan"

Hinata hanya mengangguk lalu segera mulai berlari dan meninggalkan Naruto yang masih menatap kepergiannya.

'maafkan aku Naruto, sebenarnya aku tidak dijemput oleh Neji-nii dan sekarang aku harus berlari secepatnya sampai ke rumah' Hinata berlari sekuat tenaga dan menghiraukan orang-orang yang melihatnya.

"Hinata, ntah kenapa matanya mengingatkanku pada bocah 5 tahun yang tersesat, lalu..." dia memandangi ibu jari yang dia pakai untuk membersihkan mulut Hinata "sial mulutnya lembut sekali, aku benar-benar..."

DEG DEG DEG

Saat mengingat wajah Hinata dan mulut Hinata yang lembut, dadanya menjadi sesak dan jantungnya berdetak dengan cepat.

"sebaiknya aku juga pulang ke rumah"

[Rumah Hinata, 12:00]

Hinata sampai dengan tepat waktu di rumahnya dan tentu saja dia sudah berubah menjadi laki-laki lagi 'hm, Neji-nii dimana ya?' Hinata mengecek kamar Neji dan hasilnya tidak ada orang, tak lama kemudian Hinata mendengar suara ledakan dari bawah tanah.

BOOM

"jangan-jangan!"

Hinata dengan cepatnya menuju ke ruang bawah tanah, tapi sayangnya ada asap mengepul dari lab Neji, Hinata dengan terpaksa mau tak mau masuk ke dalam lab untuk melihat keadaan Neji, wajah Hinata khawatir berubah menjadi kesal?

"astaga demi hokage, sudah aku bilang jangan meledakkan lab hanya untuk merebus ramen!"

"oh ternyata kau Hinato, bukan ramen aku sedang membuat obat untukmu!"

'ternyata Neji-nii sedang membuat obat untukku, ada apa denganku? Aku hanya salah paham ternyata' Hinata mulai bersalah dan merasa terharu pada kakaknya yang rela terkena ledakan hanya untuk obat.

"bukan ramen sih, tapi aku sedang membuat sup lebih tepatnya"

'kok kesel ya?' Hinata mengeraskan kepalannya dan...

BUGH

Neji mendapat pukulan dari Hinata dan jangan lupa sekarang dia laki-laki kekuatannya lebih kuat daripada perempuan, karena pukulan itu Neji menjadi pingsan.

~~~000~~~

Karena tak ada bahan untuk membuat makan malam, Hinata harus pergi ke supermarket untuk membelinya dan tentu saja dalam wujud laki-laki, karena dia tak mau menggunakan pil menjadi perempuan hanya untuk berbelanja, menurutnya itu sama saja buang-buang pil tersebut.

"selamat datang"

Hinata mengambil keranjang belanja dan setelah itu mulai mencari bahan-bahannya "um, makan malamnya ayam goreng saja, lalu sayurnya..."

BRUK

"maaf saya menabrak anda"

"tak apa, loh Hinato!"

'suara ini Naruto-kun!'

Di depannya saat ini ada Naruto, Hinata yang masih terdiam tidak tahu harus berbuat apa, tunggu dulu sekarang dia adalah laki-laki, iya walaupun secara fisik tapi otaknya masih perempuan.

"y-yo, Naruto-kun, eh! Maksud saya Naruto-san, apa yang kau lakukan?" gugup Hinata.

"aku ingin menyetok cup ramen" sembari berucap dia juga menunjukkan keranjang belanjanya yang sudah di penuhi oleh berbagai rasa ramen.

Hinata yang melihat hal tersebut langsung merasa prihatin dengan keadaan Naruto "kenapa Naruto-kun tidak liburan bersama keluarga? Itu pasti menyenangkan, iya kan?"

"nggak, ntah kenapa aku tidak senang untuk liburan musim panas tahun ini"

"kenapa? Jangan-jangan kau tidak senang denganku?"

"hah? apa?"

'sial! Salah ngomong!!' Hinata dengan cepatnya membalas "ma-maksudku apa kau tidak senang dengan Hinata?"

"hah!? Bukan itu maksudku! Tolong jangan bilang ini ke saudara perempuanmu"

'aku tidak akan bilang, karena yang ada di depanmu adalah Hinata, yang berubah menjadi laki-laki!' batin Hinata.

"yang ku maksud aku sudah bosan liburan dengan keluarga tapi, aku senang liburan musim panas diisi dengan mengenal Hinata lebih dalam lagi, karena sejak aku menyelamatkannya dari pohon, aku mehmmmp!" Hinata membuat Naruto berhenti bicara dengan menaruh telunjuknya di bibir Naruto.

"sebaiknya kau katakan itu di depan Hinata, bukan di depanku iya kan?" lalu Hinata tersenyum lembut, Naruto yang melihat senyuman tersebut langsung merona.

'hah! Sadar Naruto! Dia Hinato! Bukan Hinata! tapi dia mirip sekali, tenangkan dirimu Naruto ini karena Hinata dan Hinato adalah saudara kembar!' bukan Naruto itu karena ulah kakaknya Hinata, Hyuga Neji.

"Naruto-san saya duluan ya, saya masih mencari bahan untuk makan malam, kalau begitu sampai bertemu"

"ah, iya..."

Hinata pun kembali lagi mencari bahan makan malam, walaupun raut wajahnya sangat tenang tapi sebenarnya 'A-A-A-APA YANG KULAKUKAN!? Aku sangat berani sekali menempelkan telunjukku pada Na-Naruto-kun!?' kemudian dia menghela nafas dan bergumam dengan suara kecil "ternyata menjadi laki-laki, aku jadi berani..."

To be continued...

Hahahaha sudah lama kita tak berjumpa, saya bahkan tak tahu udah hiatus berapa lama, mungkin lebih setahun, bahkan saya gak tahu masih ada gak yang baca di fanfic...

Kita langsung to the point aja, apakah saya pindah ke wattpad aja atau tetap di fanfic atau dua-duanya?