Title : Destiny_Chapter 3
.
.
Main Cast :
Do Kyungsoo (yeoja 22 tahun)
Kim Jongin (namja 25 tahun)
Byun Baekhyun (yeoja 25 tahun)
Oh Sehun (namja 25 tahun)
Other cast : menyusul sesuai berjalannya cerita
Gendre : Romance, Drama, marry life but rate masih aman kok ^_^
Author : Lale Uti
NB :
Cerita murni dari pikiran author, cast minjem dari Om Sooman :D,, THIS IS KAISOO,,, IT IS GS !, typo bertebaran,,like and comment if you love this FF okay ^_^
.
.
^^HAPPY READING^^
.
.
.
Jongin terus menikmati ciuman sepihaknya, tanpa menyadari kyungsoo yang matanya sudah berkaca terus berusaha melepaskan diri,,
kyungsoo mendorong jongin dengan seluruh tenaganya sehingga ciuman itu pun berakhir,,
'PLAKK !'
Tamparan keras mendarat di pipi jongin, membuat jongin tersadar dari apa yang telah dilakukannya..
"KAU hikz hikz! NAMJA KURANG AJAR !"
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
Sehun menghentikan ciumannya dengan baekhyun,,,
"baekhyun-ah, dengarkan aku, aku sama sekali tak bermaksud untuk tak menepati janji, tapi saat aku kembali kerumah, keadaan sudah begini, kumohon kau mengerti" tutur sehun
"jadi kau berencana untuk meninggalkanku ? mencampakkanku ?" balas baekhyun dengan suara paraunya dan mata yang masih berkaca-kaca
"jongmal mianhe baekhyun-ah, aku tak punya pilihan lain, aku tak bisa menentang hukum adatku, mianhe" sehun tertunduk lesu
"persetan dengan hukum hukum adatmu !, kita saling mencintai lalu kenapa kau harus menikah dengan yeoja yang bahkan baru kau kenal kemarin !" teriak baekhyun, sehun hanya terdiam
"aku tak akan tinggal diam Oh Sehun, aku tak akan melepaskanmu !" lanjut baekhyun lagi..
"baek kau sama sekali tak mengerti" tutur sehun lagi..
"ne kau benar, aku memang tak mengerti dengan adat bodoh ini !, dan aku tak perduli itu"
ucapan baekhyun membuat sehun sedikit tersinggung...
"tolong jangan hina adat daerah kami" ujar sehun sedikit dingin
baekhyun membeku kini ia merasa sedikit salah bicara..
"sehunie.."
"tidurlah, ini sudah malam, besok pagi kembalilah ke Seoul" ujar sehun lalu melangkah keluar meninggalkan baekhyun sendiri
"hikz hikzz, ani ! aku akan tetap disini dan mengambilmu dari mereka hikz hikz" tutur baekhyun kembali saat sehun sudah tak nampak dari penglihatannya, baekhyun terus menangis..
"KAU hikz hikz! NAMJA KURANG AJAR !"
kyungsoo berlari meninggalkan kedai..
"aggasi tunggu aggasi !" seru Bomi mengejar sang majikan
Jongin terpaku di tempatnya seraya meraba pipi kanannya yang habis ditampar oleh yeoja yang bahkan ia tak tau siapa namun dengan lancang ia mencium yeoja itu,,
Seorang pemuda menghampiri jongin..
"astagaa kenapa kau melakukan itu padanya ?!, apa kau tak tahu siapa nona tadi ? kau pasti bukan warga Bukchon kan ?!" ucap namja itu
Jongin terdiam menyimak kata-kata namja tadi.. ia melihat sekitarnya dan banyak orang berbisik seperti tengah membicarakan dirinya, tatapan sinis dan membunuhpun banyak di dapatnya..
"kau tak tahu betapa pentingnya arti kesucian untuk seorang wanita di daerah kami ?" jongin menggeleng
"seorang wanita Bukchon terutama para bangsawan sangat menjaga kesuciannya sampai ia dipinang oleh seorang namja, maka seorang yang telah menjadi suaminya saja yang boleh melakukan apa pun padanya, jika seorang wanita berciuman dengan laki-laki yang bukan suaminya maka ia harus segera dinikahkan dengan laki-laki yang sudah menciumnya itu, kalau tidak maka keluarganya akan menanggung malu dan tak akan ada yang mau menikahinya"
#DEG
Aliran darah jongin terasa mengalir cepat, jantungnya bergemuruh, ia tak menyangka jika ciuman tadi berakibat sangat fatal, ia merutuki kebodohannya...
"dan kau tahu siapa nona yang kau cium tadi ?, dia adalah anak tunggal Bangsawan Do, bangsawan yang sangat di segani di daerah sini, dan karena kau mungkin dia akan batal menikah dengan Oh Sehun"
#DEG
'apa yang dia katakan ?, batal menikah dengan Oh sehun ?, jangan bilang ?' gumam jongin dalam hati
"mak-maksud anda ?" akhirnya Jongin membuka suaranya
"kau tadi sudah mencium gadis yang akan segera di pinang, tapi aku rasa ia tidak akan jadi dipinang gara-gara kau" ujar namja itu lagi..
'astaga apa yang sudah kulakukan, kenapa aku begitu bodoh dan gegabah' rutuk jongin dalam hati..
Namja tadi lalu mulai melangkah pergi meninggalkan,,
"changkamman !, bisakah kau membantuku ?" tutur jongin menghentikan langkah namja itu
Kyungsoo berlari menuju rumahnya sambil menangis,,,
Ditengah jalan ia sempat berpapasan dengan sehun, namun ia tak menghiraukan sehun, ia terus saja berlari sambil menangis,,
"Bomi,, ada apa dengan kyungsoo ?" tanya sehun pada bomi yang berhasil ia hentikan lariannya..
"tolong tuan jangan tanyakan sekarang, permisi" bomi kembali berlari mengejar kyungsoo
.
.
Kyungsoo memasuki rumahnya dan langsung mengurung diri di dalam kamarnya, ia terus menangis dalam diam sambil menggulung tubuhnya di dalam selimut tidurnya..
"kyungie, kau kenapa sayang ?" tutur eomma kyungsoo dari luar pintu kamar anaknya,,
Bomi pun datang dengan suara nafas beradu, terlihat sekali bahwa ia habis berlari..
nyonya dan tuan Do langsung menatap bomi lekat,,
"maafkan saya tuan, nyonya, saya tidak menjaga aggasi dengan baik" tutur Bomi membuaka suaranya..
"apa maksudmu Bomi-ah" tanya nyonya Do..
"nyonya saya mohon maafkan saya" belum muali ia bercerita, Bomi sudah berlutut di hadapan nyonya dan tuan Do..
nyonya do langsung memegang bahu bomi dan membantunya berdiri..
"ada apa bomi-ah, ceritakanlah..." tutur nyonya Do lagi..
"aggasi,, hmm aggasi dicium seorang namja"
"mwo !?" kaget nyonya dan tuan Do..
Jongin melangkah keluar kedai bersama namja yang baru ia kenal tadi, namja itu ternyata bernama Park Chanyeol, ia salah seorang penduduk desa Bukchon yang bukan dari keturunan bangsawan..
"Chanyeol-ssi, tolong bantu aku memecahkan masalah ini, aku sungguh merasa bersalah dengan nona tadi" tutur jongin dengan wajah penuh penyesalan..
"hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah ini Jongin-ssi" sahut chanyeol
"apa itu ?" tanya jongin was was
"kau harus bertanggung jawab dengan menikahinya"
ucapan chanyeol membuat jongin seakan terjatuh dari ketinggian 2000 meter..
"tak ada kah pilihan lain ?, bagaimana kalau aku datang memohon maaf saja ?. lagi pula aku hanya menciumnya" ujar jongin lagi..
"berciuman di daerah kami bukanlah hal lumrah jongin-ssi, hanya sepasang suami istri saja yang boleh melakukannya, disini tidak seperti Seoul"
Jongin terdiam mendengar ucapan chanyeol..
"baiklah, kau pikirkan saja dulu matang-matang, sekarang mari ikut kerumahku untuk beristirahat, tidak mungkin kan kau pulang ke Seoul dalam keadaan seperti ini" ujar chanyeol yang di balas anggukan dari jongin..
"chanyeol-ssi.." panggil jongin disela-sela perjalanannya
"ne ?" sahut chanyeol
"kenapa kau mau membantuku ? bahkan kau berbaikhati menawarkanku tempat tinggal, padahal aku hanya orang asing" tutur jongin
Chanyeol tersenyum mendengar penuturan jongin..
"entahlah, aku merasa kau bukan orang jahat, dan aku tak tega melihatmu tidur diluar sepanjang malam" balas chanyeol
"terima kasih banyak karena mau membantuku chanyeol-ssi" tutur jongin seraya berjalan bersama chanyeol menuju kediamannya..
Sesampainya dikediaman chanyeol jongin tak mampu langsung menuju alam mimpinya, ia masih terbayang-bayang dengan apa yang dilakukannya pada yeoja cantik yang tak sengaja diciumnya itu,
Cerita chanyeol mengenai adat desa Bukchon yang begitu mengekang seorang gadis membuatnya semakin merasa bersalah,
"apa yang harus aku lakukan sekarang, jika ia tak jadi menikah karena aku bagaimana ?,, aaiiisssshhh kenapa aku tak mampu mengontrol diriku" ujar jongin bermonolog seraya mengacak rambutnya frustasi..
ia kembali mengingat ucapan chanyeol,
"Oh Sehun.." gumamnya
"jadi yeoja tadi calon istri Oh Sehun ?, jika benar bagaimana dengan baekhyunku ?, aiiss brengsek kau Oh Sehun !" rutuknya kembali..
"aiisss tapi aku sama berengseknya dengan dia, Oh Tuhan aku sungguh kalut dan bingung, apa yang akan terjadi setelah ini Tuhan"
Jongin terus saja bermonolog mengeluarkan segala kekesalan dan isi hatinya. sampai tanpa sadar ia pun terlelap..
Pagi pun tiba matahari terbit menampakkan keindahannya, namun cerahnya pagi itu tak secerah hati beberapa orang ini..
Angin pagi berhembus bagaikan menghembuskan berita duka bagi keluarga bangsawan Do, berita tentang anak gadis mereka yang sudah tak suci (agak lebay) sangat cepat menyebar ke penjuru desa, berita itu pun sudah terdengar oleh keluarga Oh, yang membuat tuan Oh marah besar..
Pagi-pagi sekali tuan Oh sekeluarga mendatangi kediaman keluarga Do
.
.
Kini dua keluaraga tersebut tengah berkumpul di kediaman keluarga Do, namun ada yang kurang, kyungsoo tak berada di sekitar mereka
"aku langsung saja Do Minjun, aku kesini ingin membicarakan mengenai isu yang tengah hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat Bukchon saat ini" ucap tuan Oh membuka pembicaraan
"baik, silahkan keluarkan pendapat anda Oh Sungyoon" balas tuan Do
"apa benar berita yang aku dengar mengenai putri anda itu ?"
tampak nyonya Do sedikit pucat, tuan Do yang duduk di sampingnya sedikit melirik sang istri, dan dengan tenangnya ia menjawab
"ne, itu benar, namun itu hanya kecelakaan, anakku bahkan tidak mengenal pria itu"
"apa pun alasannya tuan Do, anak anda sudah tidak pantas mendampingi anak kami", sehun langsung menatap ayahnya
"abojie..." ucap sehun lirih
"aku tau kau akan mengatakan ini, jadi mari kita batalkan saja pernikahan mereka" balas tuan Do dengan tenangnya
.
.
Keluarga Oh pun beranjak pamit dari kediaman bangsawan Do, namun sebelum melangkah keluar dari kediaman tersebut, sehun berbalik menghadap tuan dan nyonya Do
"Jusungeyo paman bibi, aku turut sedih mendengar berita kyungsoo, aku harap ia baik-baik saja, dan aku harap paman dan bibi sekeluarga memaafkan perkataan aboji tadi" tutur sehun lembut
"gwencana sehun-na, ini memang salah kami, masalah kyungsoo kami akan pastikan dia baik-baik saja" balas nyonya Do
"baiklah kalau begitu paman, bibi, aku permisi dulu, sampaikan salamku pada kyungsoo" sehun menunduk dan mulai melangkah pergi
"abeoji, tidakkah ini terlalu tergesa-gesa ? kasihan kyungsoo" ujar sehun memelas pada appanya, saat mereka tengah dalam perjalanan pulang..
"tidakk !, ini sudah keputusan akhirku, aku tak ingin anakku menikah dengan yeoja yang sudah disentuh laki-laki lain"
nyonya Oh hanya terdiam, ia sangat bingung saat ini, di satu sisi ia sangat menginginkan kyungsoo menjadi menantunya, namun disisi lain ia tak mungkin menentang keputusan suaminya, terlebih lagi skandal yang terjadi pada kyungsoo pasti akan membekas membawa nama buruk di keluarga mereka jika Sehun jadi meminang Kyungsoo..
Sedangkan sehun, ia juga sama bingungnya dengan sang eomma, di satu sisi ia sedikit lega karena pernikahannya di batalkan jadi ia masih memiliki kesempatan untuk bersatu dengan baekhyun namun di sisi lain ia sangat mengkhawatirkan keadaan kyungsoo sekarang, ia sangat mengerti perasaan gadis lembut seperti kyungsoo, kyungsoo tak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya pasti ia sangat terpukul, rasanya sehun ingin sekali menghajar namja yang telah menodai mantan calon istrinya itu..
"Jongin-ssi ayo cepatlah bangun !" ujar chanyeol membangungkan kawan barunya yang sampai pukul 8 pagi masih tertidur, mungkin ini efek dari jongin yang semalam sedikit mabuk dan tidur agak telat karena fikirannya yang kalut..
"hmm sebentar lagi, mataku benar-benar tak sanggup terbuka" sahut jongin masih menutup matanya..
"aniyo jongin-ssi kau harus segera bersiap sekarang, cepat selesaikan masalah ini sebelum menjadi semakin besar, kudengar dari eommaku sekarang seluruh desa tengah membicarakan kau dan nona kyungsoo"
ucapan chanyeol mampu membuat jongin tersadar, saking kagetnya ia langsung terduduk dari posisi awalnya yang masih berbaring.
"jongmalyo ?, astaga bagaimana ini ?!" ujar jongin sambil menarik rambutnya kasar, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi..
Dengan segera jongin mengangkat teleponnya..
"ne yeoboseo pak han ?, aku benar-benar sibuk sekarang, kau urus dulu semuanya, baiklah"
jongin menutup sambungan telepon diseberang sana..
"ayo segeralah mandi, lalu bersiap-siap kerumah nona kyungsoo" ucap chanyeol lalu melangkah pergi lebih dulu meninggalkan jongin
Jongin beranjak untuk bersiap..
~Other side
"Sehunie~~"
Sosok baekhyun tiba-tiba muncul di tengah perjalanan tuan Oh dan keluarganya sehabis dari rumah kyungsoo, nyonya Oh langsung menatap sinis ke arah baekhyun..
"siapa dia ?" tanya tuan Oh...
"aahh eomoni abeoji, kenalkan ini teman kulaihku saat di London"
baekhyun menatap sehun sebal karena sehun mengatakan pada orang tuanya bahwa ia hanya 'teman' dari sehun, namun ia berfikir kembali 'pelan-pelan saja' ..
"annyeonghaseo ahjuma ahjussi, Byun Baekhyun imnida" tutur baehyun lalu membungkuk hormat
nyonya Oh terlihat tidak begitu memperdulikan, ia langsung saja meneruskan jalannya,,
"kami duluan, ajak temanmu main kerumah" ucap tuan Oh sebelum ikut melangkah pergi mengikuti istrinya..
"ibumu jutek sekali" tutur baekhyun setelah orang tua sehun sudah tak nampak lagi..
"kenapa belum pulang ?" tanya sehun pada baekhyun..
"aku kan sudah bilang, aku tak akan pulang sebelum membawamu bersamaku" ucap baekhyun ceplas ceplos..
"baekki dengarkan aku, aku tak jadi menikah"
saat mendengar penuturan sehun seketika wajah baekhyun berseri..
"tapi situasi saat ini masih sangat buruk, jadi pulanglah, aku akan bicarakan masalah kita kepada orang tuaku pelan-pelan" tambah sehun lagi..
"ani !, aku tak mau, aku akan tetap disini, jika aku pergi kau pasti akan kabur, kau kemarin sudah membohongiku. aku tak mau tertipu untuk yang kedua kalinya"
sehun memijat keningnya mendengar penuturan baekhyun
'astagaa kenapa kekasihku seperti ini' rutuknya dalam hati..
~Other side
Di dalam kediaman bangsawan Do
"aggasi,, kumohon buka pintunya, anda belum makan sejak kemarin aggasi" tutur Bomi dari balik pintu kamar kyungsoo..
"biar aku saja bomi" tiba-tiba nyonya do mengambil alih nampan yang di pegang bomi lalu mulai bersuara..
"sayang, ini eomma nak, ayo buka pintunya sayang..." nyonya do memanggil anaknya...
Sementara itu di depan rumah keluarga Do kini terdapat dua sosok namja berdiri dengan tampang khawair...
"chanyeol-ssi, kenapa aku menjadi merasa takut hmm ? kau akan menemaniku bukan ?" ujar jongin dengan wajah pucatnya...
"tenanglah, aku akan menemanimu" balas chanyeol seraya menepuk bahu jongin..
*toktoktok
"Permisiii !" seru chanyeol..
#sreekkk
pintu terbuka dan menampakkan sosok Bomi,,,
"Kau !"
bomi menatap kaget pada sosok di depannya saat ini...
"kami datang kesini untuk menyelesaikan segala masalahnya" ucap chanyeol menjelaskan..
Bomi pun akhirnya mempersilahkan kedua namja itu untuk masuk,,
"tunggulah disini" tutur Bomi lalu ia segera memanggil tuan Do diruangannya..
.
.
Tuan Do keluar dari ruangannya, dari keadaan yang tampak sepertinya Bomi belum menjelaskan kepada tuan Do bahwa yang datang adalah namja yang mencium putrinya sehingga tuan Do masih menampakkan ekspresi biasa-biasa saja..
Jantung jonginn berdegup kencang saat melihat tuan Do keluar dari ruangannya, ia menatap nanar ke arah tuan Do yang kini duduk di depannya..
"maaf sebelumnya, kalian perlu apa mencariku ?" tanya tuan Do..
Chanyeol langsung menyenggol lengan jongin, meminta jongin untuk menjelaskan apa maksud kedatangannya
"se-sebenarnya, saya datang kesini, ingin minta maaf" tutur jongin dengan nada gugupnya
Tuan Do mengerutka keningnya berfikir maksud kata-kata namja di depannya saat ini..
"saya adalah namja yang mencium anak anda tuan"
#DEG
ucapan jongin tiba-tiba membuat luapan api kemaraha memuncak di ubun-ubun tuan Do..
#Brakkkk
seketika tuan Do memukul meja dan berdiri dari duduknya
"JADI KAU YANG TENGAH DENGAN LANCANGNYA MENCIUM ANAKKU !, KAU TAU PERBUATANMU ITU SUDAH MENGHANCURKAN HIDUP ANAKKU !"
bentakan tuan Do membuat Jongin tak mampu berkutik..
"maafkan saya, saya benar-benar minta maaf, saya berjanji akan melakukan apa pun untuk menebusnya" tutur jongin kemudian
perkataan jongin membuat tuan Do sedikit tenang dan ia pun mulai duduk kembali
"Siapa namamu ?, dari mana asalmu ? apa pekerjaanmu ?" tanya tuan Do panjang dengan nada yang sudah mulai sedikit normal..
Jongin nampak khawatir namun ia mulai menjawab pertanyaan tuan Do "nama saya Kim Jongin, saya berasal dari Seoul, dan saya bekerja di perusahaan Kim Corp tuan" balas jongin masih dengan nada sedikit takut..
"apa kau benar-benar menyesali perbuatan bodohmu itu !" tanya tuan Do lagi..
"ne.. saya sungguh menyesal" balas jongin mantap..
"jika kau mau menebus kesalahanmu maka sesuai adat disini hanya ada satu cara"
tuan Do menjeda ucapannya, sedangkan Jongin dan Chanyeol terlihat harap-harap cemas
"Nikahilah anakku"...
"mwo ?" kanget jongin
tiba-tiba bomi datang kembali menghampiri tiga namja yang tengah berdiskusi itu..
"permisi tuan, para tetua desa datang,,"
seketika tuan Do langsung memijat keningnya..
.
.
.
TBC
Chap 3 is coming~~
Makasih buat reviewnya reders, terima kasih atas sarannya ya author akan berusaha memperbaiki sedikit demi sedikit, chap ini mungkin agak ngebosenin, tapi author tetep berharap semoga chap ini gak mengecewakan kalian semua, untuk Chap 4 nya akan author update besok, ini sebegai permintaan maaf karena chap 3 yang lama ditunggu kayaknya gak begitu seru, jusungeyo~~ #bow, ditunggu ya review nya
