Annyeong...Jia is back... ^_^

Sblumnya Jia mau ngmong tiga hal nie.. so, please dont skip this okay?

1. Jeongmal gomawo buat semua yang udah read, ripiu, fav, follow epep ini... Mian.. Jia ga bisa sbutin atu – atu.. tapi Jia slalu inget koq nama2 kalian yg udh berbaik hati mau memberikan feedback u Jia.. _

2. Buat siapapun yg ngersa DeJavu dgn epep ini ... silahkan dibaca Warning nya ne.. supya ga ad slah pham.. semua tulisan yg Jia buat di sini adlah untuk dibaca..termasuk Warning.. Jika ad hal yg tdk berkenan, just leave my page okay? ^_^

.

.

No Bash!

.

.

No Flame!

.

.

Don't waste your time if u don't like YAOI or YUNJAE or ME...

.

.

Soo... just clik back...okay ^_^

.

.

BooJaejoongie is Mine Present

WHO YOU?

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, fans, management masing-masing. Jia hanya pinjam nama mereka dan juga sedikit eksistensi mereka di dunia FF.

Rated: M but for now T dulu laah... ( Sesuai alur )

Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Friendship, Complicated..gaje...etc

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong n others ( look it by your self )

Warning: Yaoi, Alur lambat (?) maybe, Absurd, Typo, OOC, EYD ngawur, Adaptation from other story w different cast - author L**n ... but i want to made in Yunjae ver... dengan sedikit perubahan juga penambahan alur dengan ide sendiri dalam cerita sesuai kebutuhan...Similiar in First but Different Ending... etc

.

.

SUMMARY:

"Don't fall in love with me... I'm too damaged for you" Ini bukanlah sebuah dongeng. Namja cantik yang selalu merasa terganggu saat orang-orang melihatnya seperti seorang putri. Masa lalunya mengubah dirinya sepenuhnya, dan sejak saat itu, dia sudah hidup di dunianya sendiri, mencoba untuk mengabaikan pendapat semua orang tentang bagaimana dia harus menjalani hidupnya. Beberapa orang yang benar-benar peduli padanya harus terbiasa dengan perilaku memberontak dan selalu membuat dirinya tampak berada dalam bahaya. Tapi kemudian seseorang memaksa datang dan masuk ke dalam hidupnya, dan mencoba untuk mencari tahu rahasia yang terdalam, hal-hal yang dia bahkan tidak berani mengakui pada dirinya sendiri. Ketika semua telah terungkap, dan dengan seluruh alasan untuk menjadi dirinya yang dulu, akankah dia dapat melupakan segalanya dan memberikan cintanya? Dan akankah namja tampan ini sanggup menangani masa lalu kelam sang namja cantik yang telah membuatnya jatuh cinta?

.

.

Happy Reading...

.

.

Kisah sebelumnya . . .

.

.

"Baiklah hyung, sepertinya kau harus menjelaskan apa tujuanmu sebenarnya. Jangan berbelit-belit.." Changmin tak suka melihat Yunho yang sepertinya tak benar-benar menjelaskan tujuannya.

Yunho tersenyum kecut. "Sejak pertama kali kau bilang dia adalah putra Menteri Perekonomian, aku sudah tertarik padanya untuk-"

Yunho menggantung kata-katanya dan menatap ke empat sahabatnya.

"Menghancurkannya." Lanjut Yunho.

"Alasan pertama. Karena aku ingin menghancurkan anak dari lawan politik ayahku yang tidak bisa dikalahkan oleh ayahku. Alasan kedua, sepertinya karena dia anak dari menteri tersohor, membuat sekolah kita yang selama ini menyama ratakan peraturan, menjadi tunduk pada ketua menteri itu. Aku benci melihat orang yang hanya bisa berlindung dibalik kekuasaan keluarganya. Jadi aku ingin menghancurkannya dengan tanganku sendiri. Apakah itu alasan yang egois?" Jelas Yunho dengan smirk mengerikannya.

"Baiklah, aku setuju." Hangeng mengawali.

"Heum~~~!" Yoochun berfikir sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Oke.. Kuserahkan dia padamu" Yoochun akhirnya menyetujui.

Yang kemudian dianggukan oleh Kyuhyun, minus Changmin yang masih meragukan niat Yunho.

"Oke. Langkah pertama adalah menyeretnya masuk ke asrama..."

.

.

CHAPTER 3

.

.

"Bagaimana - bagaimana?" Cerca Junsu pada Jaejoong yang baru saja duduk di bangkunya.

Jaejoong menggeleng. Junsu merengut kecewa.

"Wae? Kenapa tidak boleh tinggal di asrama? Apa aku juga perlu memintakan izin pada eomma dan appamu untuk meyakinkan mereka aku akan menjagamu?" Junsu bersikeras berharap Jaejoong bisa tinggal di asrama.

"Tidak perlu. Aku janji aku akan terus meminta izin sampai mereka mengizinkanku. Hm?"

Jaejoong berusaha tersenyum untuk menghapus kekecewaan sahabatnya. Dia menyadari selama bersama dengan Junsu dia jadi sering tersenyum.

"Huft. Baiklah ~" Ucap Junsu lemas.

"Hmm,,, Joongie-ah, kemarin aku bertemu dengan Park Yoochun.."

Jaejoong menautkan alis tebalnya mendengar cerita Junsu. Lalu menatap wajah dan tubuh Junsu, mencari bekas pukulan yang mungkin dilakukan Yoochun.

"Eeyy~ jangan menatapku begitu. Dia tidak memukulku"

Junsu buru-buru menepis pikiran Jaejoong, lalu menceritakan kejadian di supermarket saat ia bertemu dengan Yoochun.

" Aku kebetulan bertemu dengannya saat akan membeli barang di supermarket..awalnya aku terkejut dan sangat was – was melihatnya.. tapi anehnya dia hanya menatapku dan tersenyum..kemudian berlalu begitu saja.."

"Benarkah?"

Junsu mengangguk.

Jaejoong akhirnya bernafas lega mendengar cerita Junsu.

"Aneh sekali. Jika mendengar ceritamu tentang mereka, tidak mungkin mereka melepaskan kita dengan mudah. Apa mereka sedang merencanakan sesuatu?" Ucap Jaejoong.

"Kau benar. Aku juga berfikir begitu. Jadi apa yang harus kita lakukan?"

"Tidak usah melakukan apa-apa. Jika mereka mulai mengganggu, maka kita lawan..."

.

WHO YOU?

.

"Sebaiknya kau memikirkan kembali jika ingin membully anak itu.'' kata Siwon pada Yunho.

Saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah karena ia sedang tidak ada mata kuliah. Terlihat tiga orang namja lain selain Siwon, Yunho, Yoochun dan Hangeng yang sepertinya juga sedang tidak ada jadwal atau mungkin membolos? Entahlah... Sedangkan Changmin dan Kyuhyun yang memang satu kelas, sepertinya sedang mengikuti pelajaran.

''Waeyo?'' tanya namja bermata musang itu sambil menghentikan gerakan menyeruput jus jeruknya dan menatap sang ketua kedisiplinan itu intens.

Yunho menatap heran temannya biasanya Siwon mengingatkannya agar memilih-milih siapa target yang akan dibullynya kecuali Kim Kibum, namja culun kutu buku – namja incaran Siwon.

''Aku tidak yakin, tapi yang kudengar dia itu gay!''

Semua yang ada disitu sontak menatap Siwon dengan tampang terkejut, khususnya Yoochun dan Hangeng, mereka tampak saling berpandangan dengan tatapan yang aneh, kecuali Yunho, namja tampan itu malah menyeringai aneh.

''Sepertinya sangat menarik.'' jawab Yunho misterius.

''Eoh?''

Siwon menatap Yunho dengan tatapan –'apa yang kau maksud?'

''Namja itu, sangat menarik...kurasa membully seorang gay akan beribu kali lipat lebih menarik daripada membully namja culun benama Kim Kibum itu, bukan begitu Han?''

Namja yang ditanya itu malah gelagapan, salah tingkah, entah kenapa.

''Terserah kau saja, yang pasti aku sudah mengingatkanmu agar berhati-hati''

Siwon pun beranjak dari tempat duduknya dan bersiap pergi, tapi lagi-lagi suara Yunho menginterupsi langkahnya.

''Ya! Choi Siwon!''

''APA LAGI?'' teriak Siwon kesal.

''Dimana sekarang namja gay jenius yang kaya itu?'' tanya Yunho dengan tampang keponya.

''Aku bukan ibunya. Jangan tanya aku'' jawab Siwon singkat.

Setelah menjawab, Siwon pun langsung berjalan pergi, tapi baru beberapa langkah dia kembali berhenti dan menoleh kearah teman-temannya, lebih tepatnya ke arah Yunho.

''Kuharap kau benar-benar berpikir ulang jika ingin mengganggu anak itu, dan jangan sampai kudengar kau membully Kibumie lagi, kalau sampai itu terjadi aku tak akan segan meremukkan tulangmu!'' ancamnya.

Setelah itu Siwon pun benar-benar pergi dari tempat itu, mengabaikan tatapan pehuh tanda tanya dari teman-temannya.

''Yun, kenapa si pangeran itu mengancammu? Lagipula apa hubungannya dengan namja culun bernama Kibum itu?'' tanya Yoochun kepo.

Yang ditanya hanya mengedikkan bahunya cuek.

''Jadi apa rencanamu agar si anak konglomerat itu pergi dari sekolah kita?'' Yoochun lagi-lagi menatap Yunho dengan tampang keponya yang khas itu.

''Kita lihat saja nanti'' jawab Yunho misterius.

''Aishhhh...sudahlah, katakan saja padaku apa yang akan kita lakukan padanya? Mungkin menguncinya di kamar mandi? Menaruh ular ditasnya atau menyiramnya dengan air got?'' tawar Yoochun bersemangat.

''Aniya Chun-ah...kali ini aku tak akan menggunakan cara biasa padanya...''

''Lalu?'' tanya Yoochun heran, kentara sekali tak mengerti dengan ucapan temannya barusan.

''Bukankan dia itu gay? Kurasa aku akan menggunakan cara lembut padanya kali ini, kudengar pria gay memiliki hati yang sangat lembut'' jawab Yunho.

Yoochun dan Hangeng berusaha mencerna kata-kata temannya ini, tapi dia langsung menatap Yunho sambil menaikkan sebelah alisnya, merasa tak yakin dengan pikirannya sendiri.

''Jangan bilang kau mau menjeratnya dengan cinta palsumu?'' tanya Hangeng menyelidik.

''Bingo!'' jawab Yunho sambil menunjukkan smirk disudut bibirnya.

''Kau gila!'' umpat Yoochun agak keras.

''Aishhh...diamlah!'' jawab Yunho sambil menggoyangkan telinganya.

Hangeng mendesah pelan. ''Baiklah...terserah kau saja...lalu apa yang harus kami lakukan?'' tanya Hangeng kemudian.

''Tak ada, kau dan yang lain boleh diam dan tinggal menonton dia pergi dari sini, atau mungkin kau bisa menggunakan pacar-pacarmu untuk melacak kemana saja pergerakan si Jaejoong itu agar aku mudah menemukannya..." jawab Yunho sambil memandang Yoochun.

''Kau yakin?'' tanya Yoochun memastikan.

''Tentu saja! Kau tau sendiri aku belum pernah terkalahkan selama ini?'' kata Yunho yakin.

''Tapi bagaimana kalau ternyata segalanya tak berjalan sesuai dengan keinginanmu? Maksudku bisa saja si Jaejoong itu mennyuruh anak buah ayahnya untuk menghajarmu atau yang lebih parah adalah mungkin kau akan terpikat olehnya'' kata Hangeng.

''Nugu?Aku terpikat pada siapa?''tanya Yunho tak mengerti.

''Tentu saja pada si Kim Jaejoong itu bodoh!'' jawab Yoochun kesal.

''MWOOOO? Tentu saja itu tak akan terjadi! Aku ini masih normal babo!" jawab Yunho setengah berteriak.

''Terserah!'' kata Yoochun cuek, lalu menekan-nekan ponselnya dan menempelkannya di telinganya sendiri.

''Yeoboseo, chagiya...aku bosan, bisakah nanti sore kau datang ke apartemenku? blablabla... "

Yunho menatap temannya itu bosan, mengalihkan pandangannya dan tanpa mengatakan apapun segera berlalu dari sana...

.

WHO YOU?

.

- Jaejoong POV -

Kulangkahkan kakiku dengan malas dari ruang kelas ekstrakurikuler music menuju kelasku. Perasaan kecewa kembali kurasakan saat ini. Aku sudah satu minggu lebih berada di sekolah, dan sengaja aku mengikuti lima dari belasan ekstrakurikuler di sekolah ini hanya untuk menemukannya. Namun sosok yang selama ini kucari belum juga kutemukan.

Bagaimana aku mencarinya ditengah-tengah siswa sebanyak ini, ditambah sistem sekolah yang hanya membaurkan siswa namja dan yeoja saat Kelas ekstra saja, itu membuatku semakin sulit mencarinya.

Hah~.

Kulihat handphoneku, inboxku dipenuhi oleh pesan Junsu, dia terus meracau karena aku belum juga sampai kekelas. Junsu yang juga mengambil kelas musik, hari ini tidak hadir karena dimintai tolong oleh ketua dari kelas ekstra Hapkido.

Saat hampir mendekati kelasku, samar-samar kulihat sosok namja berdiri menyandarkan tubuh jangkungnya ke dinding di samping pintu kelasku dengan bersedekap, menatap intens padaku yang berjalan ke arahnya, lebih tepatnya aku berjalan ke arah kelasku.

Tentu saja aku tidak mengenal orang itu. Namun jika mengingat kembali cerita Junsu, namja tan ini yang bernama Jung Yunho. Apa dia ingin menantangku berkelahi?

* Jaejoong POV END

.

WHO YOU?

.

- Normal POV -

Yunho melihat namja cantik itu semakin mendekat ke arahnya dengan wajah datarnya yang sepertinya tidak pernah lepas dari wajahnya.

'Apa dia belum tahu siapa aku hingga dia tidak merasa takut sedikitpun saat melihatku?' batin Yunho.

Yunho berjalan ke arah Jaejoong lalu menghadang jalannya dengan tubuhnya. Jaejoong berhenti tepat di hadapan Yunho lalu menatap Yunho datar. Seperti halnya saat di kantin, tidak ada rasa takut sedikitpun.

"Kim Jaejoong.".

Yunho metatap mata Jaejoong yang masih menatap datar padanya. Bahkan saat Yunho menyebutkan namanya, ekspresi namja cantik itu tak berubah.

Untuk beberapa detik mereka masih saling melayangkan tatapan datar. Hingga kemudian Jaejoong melepaskan tatapannya dan berjalan melewati Yunho seolah tidak melihat namja tampan itu.

Yunho terkekeh kecil lalu dengan sigap dibalikannya tubuh mungil itu mengikuti langkahnya, kemudian Yunho menarik kasar tangan Jaejoong dan mendorong tubuh kecilnya ke dinding koridor. Ternyata tubuh Jaejoong sangat ringan, tidak terlihat sama sekali dia adalah namja yang bisa merobohkan tubuh besar Yoochun.

Yunho mengangkat kedua tangan Jaejoong yang digenggam erat sejajar dengan kepalanya, lalu menekannya ke tembok, mengurung tubuh kecil Jaejoong diantara tubuhnya yang jauh lebih tinggi darinya.

Sepertinya Jaejoong tidak merasakan sakit sama sekali, bahkan saat tangan Yunho menggenggam erat pergelangan tangannya yang terlihat sudah memucat. Semua siswa memperhatikan mereka dan berbisik-bisik.

"Joongie~!" Teriak seorang namja.

Tanpa menoleh ke belakangpun Yunho tahu yang memanggil Jaejoong adalah temannya yang bernama Junsu.

"Ya! Lepaskan aku!" Teriak teman Jaejoong.

Yunho tersenyum menatap namja mungil di hadapannya yang sekarang menatapnya dengan tajam saat melihat temannya berteriak meronta-ronta. Yunho tahu teman namja cantik itu juga tidak akan tinggal diam jika dirinya mendekati Jaejoong. Namun itu sudah diperkirakannya, karena itu sekarang dia sudah ditangkap oleh Yoochun dan digendong paksa menjauh dari mereka.

"Lepaskan dia"

Akhirnya namja mungil itu bersuara. Suaranya sangat lembut namun terkesan sangat dingin. Yunho terkekeh. Kemudian menatapnya.

"Tenang saja, temanmu aman. Yoochun tidak akan melukainya".

Jaejoong menunduk menghela nafas malas, lalu menatap Yunho dengan tatapan datar lagi. Yunho melemparkan Smirk-nya membalas tatapannya. Jaejoong membuka cherry lipsnya, kembali berbicara.

"Apa maumu?"

"Kau."

Jaejoong juga ber-smirk kecil mendengar jawaban Yunho. Yunho tertegun, kenapa saat menunjukkan smirk-nya dia tidak terkesan menakutkan, melainkan cute.

"Kau ingin membalasku karena aku sudah mempermalukan teman-temanmu?" Tanyanya dingin.

Yunho tersenyum kecut. Menyadari bahwa ternyata Jaejoong sudah tahu siapa dirinya dan dengan siapa dia berhadapan sekarang.

"Sepertinya kau sudah tau siapa aku. Baguslah, aku tidak perlu mengenalkan diriku lagi".

''Kudengar kau seorang gay,benarkah?'' namja tampan itu kembali bersuara.

Jaejoong menatapnya dengan malas tanpa menjawab apapun..

''Mau berkencan denganku?'' tanyanya lagi.

Wajah mereka sangat dekat, bahkan ujung hidung mereka sudah bersentuhan. Jaejoong dapat merasakan nafas pemuda itu dikulitnya.

''Maaf, tapi aku tak tertarik, jadi bisakah kau menyingkir? Kau menghalangi jalanku!''

''Kau harus mau atau kau harus keluar dari sekolah ini''

Jaejoong menatap Yunho tajam.

''Jadi apa jawabanmu Kim Jaejoong?''

" Tidak! Dan terserah apapun yang mau kau lakukan, aku tidak perduli."

Saat itu juga Yunho menyadari bahwa kaki kanan Jaejoong bergerak dengan halus kearah kakinya, Jaejoong bermaksud mengunci kaki Yunho dan menjatuhkannya. 'Apakah dia juga belajar wrestling? ' Batin Yunho.

"Ckk!" Decih Yunho kesal.

Dengan cepat Yunho menahan kaki kanan Jaejoong dan menekannya ke dinding dengan kaki kanannya. Sedikit saja terlambat Yunho pasti sudah terbaring di lantai seperti yang Jaejoong lakukan pada Yoochun. Yunho kagum, Jaejoong sangat gesit dan begitu tenang bahkan saat Yunho sudah menahan kakinya.

"Hahaaa!"

Tawa Yunho menggema di koridor. Yunho sangat senang, namja tampan itu mendapatkan lawan yang tidak mudah ditaklukkan.

"Kau ingin menjatuhkanku? Apa kau lupa mencari informasi siapa yang terkuat diantara kami?"

"Apa aku harus perduli?"

"Well, seharusnya kau perduli mengingat posisi-mu sekarang"

Yunho mengerutkan alisnya melihat Jaejoong menyunggingkan smirk-nya lagi. Apa kata - katanya lucu?

Kemudian Yunho merasa ada sesuatu yang tidak beres. Yunho menunduk melihat ke bawah tepat pada tengah-tengah jarak antara tubuh mereka. Matanya membelalak saat melihat kaki kiri Jaejoong yang ditekuk dengan lutut yang sudah sejajar dengan perutnya.

BUUKKK!

-Sial! - Rutuk Yunho.

Yunho terlambat menyadari gerakan kecil Jaejoong, hingga lutut namja cantik itu menghantam perut Yunho yang otomatis membuatnya melepaskan genggaman tangannya pada kedua tangan Jaejoong.

"Posisi mana yang kau maksud, heum?" Jaejoong memandang remeh menatap Yunho.

Yunho tidak terlalu merasakan sakit karena Yunho tahu Jaejoong mengurangi tenaga pukulannya, namun itu cukup bisa membuatnya secara refleks membungkuk memegang perutnya.

'Kenapa Jaejoong mengurangi tenaganya? Apa karena ini di sekolah? Cih~!' rutuk Yunho dalam hati.

Yunho terkekeh lalu menegakkan tubuhnya menatap Jaejoong di hadapannya yang kembali menatap datar padanya. Para siswa menatap takjub pada Jaejoong. Sebagian mensyukuri keadaan Yunho.

"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu" Ucap Yunho dengan Smirknya.

Jaejoong memandang malas pada Yunho, lalu beranjak meninggalkannya. Namun tentu saja Yunho tak akan membiarkan itu berlalu begitu saja.

Lagi-lagi dengan kasar Yunho menarik tangan Jaejoong hingga tubuh kecil itu juga tertarik dan membentur tubuh besar Yunho, kemudian ia menarik tengkuk namja mungil itu.

Doe eyes Jaejoong semakin melotot lebar ketika dirasakannya sesuatu yang sangat lembut dan basah mengecup dalam bibirnya. Ia terlalu sibuk mencerna kejadian yang begitu cepat itu hingga tak sempat memberi perlawanan. Sampai ia merasakan bibir Yunho melumat kasar bibirnya yang membuatnya sedikit-demi-sedikit merasakan kesadarannya kembali. Dengan kasar Jaejoong mendorong Yunho hingga ciuman mereka lepas. Jaejoong mengepalkan tangannya, matanya memerah karena amarah.

"Brengsek!" Umpatnya.

Kemudian ia melangkah kearah Yunho hendak melepaskan bogemnya pada wajah tampan itu, namun dengan gesit Yunho menangkap tangan Jaejoong lalu menarik tubuh Jaejoong ke tubuhnya untuk kedua kalinya, hingga tubuh mungil itu membentur tubuh Yunho dan wajahnya tenggelam di dada lebar namja berkulit cokelat itu. Kemudian Yunho menarik kedua tangan Jaejoong ke belakang tubuh kecilnya dan menahannya disana menggunakan kedua tangan Yunho sendiri, sehingga terlihat seperti Yunho sedang memeluknya.

Jaejoong berusaha berontak tapi Yunho semakin mengencangkan genggamannya. Jaejoong juga sudah merasa kehabisan tenaga karena amarah yang begitu besar yang berusaha dia kendalikan. Yunho menunduk lalu berbisik pada telinga Jaejoong.

"Wajah manis sepertimu tidak cocok mengepalkan tangan seperti itu." Yunho terkekeh ditelinga Jaejoong lalu kembali berbisik. "Kau tidak akan bisa lepas dariku. Dan kau akan menanggung akibat dari perbuatanmu telah melawan kami.." Ucap Yunho seduktif.

"Cih!. Apa ini yang kau maksud membalasku? Apa tidak ada cara yang lebih keren yang bisa kau lakukan untuk membalasku? Kau namja menjijikkan!" Ucap Jaejoong geram,

"Well..., Bukankah cara menjijikkanku ini membuatmu kesal? Kau tidak hanya akan merasakan kesal tapi kau akan merasakan sakit dengan apa yang akan kulakukan..".

"Dan kau akan melihat seberapa besar aku akan membalasmu dengan apa yang kau lakukan padaku!" Balas Jaejoong.

Yunho kembali terkekeh di telinga Jaejoong mendengar ancaman namja cantik itu. Kemudian Yunho mencium leher Jaejoong sekilas sebelum melepaskan genggaman tangannya. Yang membuat amarah Jaejoong semakin menjadi jadi. Jaejoong menatap tajam penuh kebencian pada Yunho. Matanya merah dan rahangnya terkatup rapat menahan amarah. Sedang yang ditatap hanya tersenyum kecil.

"Kau sangat menggemaskan jika sedang marah, rich gay " Ucap Yunho santai.

Kemudian berlalu meninggalkan Jaejoong yang masih menatapnya dengan tajam. Jika saat ini dia tidak di sekolah, Jika dia bukan murid baru dan jika dia bukan putera seorang Menteri, dia sudah meremukkan tulang namja bermata musang yang dianggapnya namja brengsek itu. Namun sekuat tenaga ia menahan amarah yang membuat sekujur tubuhnya panas.

Apa maksudnya namja sialan ini menuduhnya seorang gay, padahal mereka baru saja bertemu. Dan demi apa.. he's not a gay! Jaejoong berfikir keras harus melakukan apa.

''hufftt...'' Jaejoong mendesah pelan.

~baiklah jika kau ingin aku menjadi gay, akan kukabulkan Jung!~

Jaejoong pun berjalan ke arah Yunho dengan langkah cepat sebelum namja tampan itu benar-benar menghilang dari pandangannya. Setelah sampai dia menarik lengan Yunho hingga namja itu berbalik dan sedikit terkejut lalu berbisik di telinganya...

''Jadi kau sangat penasaran apa aku gay atau bukan? Mari kita buktikan, akan kutunjukkan padamu bagaimana seorang gay jika sedang kesal''

Kemudian dengan satu gerakan Jaejoong menarik tengkuk Yunho dan mengecup bibir namja itu, melumatnya pelan dan melepasnya secepat dia memulainya. Hal tak terduga itu tentu saja membuat mata Yunho terbelalak.

"Kuturuti ajakan kencanmu, segera hubungi aku saat kau ingin" lalu Jaejoong pun melangkah kembali menuju kelasnya seperti tak ada kejadian apapun. Sementara Yunho terdiam mematung seperti kehilangan nyawa sedangkan siswa lain yang kebetulan ada disana juga sama shocknya.

"Ckk, sudah kuperingatkan agar berhati-hati
dengannya!" gumam seorang namja jangkung dan jenius itu lalu dengan cuek berlalu dari sana...

.

.

To Be Continue ... ^_^

.

.

Akankah semua rencana Yunho berjalan lancar?

Ditunggu Ripiunya ne readers yang baik hati... cup cup... ^_^

karena ripiu dari kalian semua sangat mebantu saya berkarya dan update cepet... tapi kalo ga...yaaa... -_-

Deep Bow... ^_^

.

.

Xx Hug & KisS xX