Tomato Tomato Love!
Story by Kuroi Sora18
NARUTO © Masashi Kishimoto
Rated : T
Pair : SasuNaru
Warning : Shounen-ai! BoysLove, cerita abal, alur maju mundur, penuh typo yang merusak mata.
Summary : Naruto Namikaze adalah remaja tanggung dengan jiwa yang masih labil. Bertemu dengan Uchiha Sasuke seorang ketua OSIS super sadis membuat kehidupannya dibayangi oleh masa lalu yang sudah lama ia lupakan." Kau !" Mata biru itu membulat penuh keterkejutan. / " Jauhi dia!" Kyuubi tidak yakin ia dapat bertahan untuk tidak memukul wajah datar itu. / " Atau lupakan dia."
…
Kuroi Sora18
….
.
.
Chapter 3
." Aku menang."
Sasuke membusungkan dada – berlagak sombong kearah Kyuubi yang tertunduk di lantai kantin dengan mata sebelah kirinya berwarna ungu kehitaman – bekas tonjokan Sasuke tadi.
" Cih, jangan kira hanya dengan begini aku akan menyerah, Ayam Bastard!" jawab Kyuubi memaki Sasuke yang masih berdiri di depannya walaupun agak sempoyongan.
Sasuke yang lubang hidungnya berdarah – bekas tonjokan Kyuubi hanya bias mendengus.
" Sudah kalah pun masih belum kapok juga." Ucapnya dengan nada meremehkan.
" Aku takkan ikhlas lahir batin jika sampai adikku yang polo situ mempunyai kekasih pervert sepertimu."
Sasuke terkekeh pelan mendengar kata-kata Kyuubi.
" Dan aku takkan menyerah untuk mendapatkan Naruto. Yak an Do-"
Sasuke menoleh kesamping kiri dan kanannya. Namun tanpa ia sadari kantin telah sepi beberapa puluh menit yang lalu. Hanya ada dua orang penjanga kantin yang sedang membereskan kekacauan yang disebabkan oleh Kyuubi dan juga Sasuke.
" Dimana Naruto?"
" Pergi bersama Keripu-"
Mendadak persepsi dua orang yang sedang saling bertatapan itu bertumpu pada satu titik.
Siapa lagi kalau bukan-
" Baka aniki !/ Keripuuuttt!"
Keduanya mengumpat bersamaan.
.
.
.
.
SLURUUUP~
Naruto sdengan sekuat tenaga menarik mie ramen yang ia makan kedalam mulutnya.
" Ah, aku kenyang sekali, dattebayou!" ujar Naruto sambil mengelusi perutnya yang agak membuncit. Wajar saja, ia menghabiskan 3 porsi ramen ukuran jumbo sekaligus.
Itachi yang di sampingnya hanya bias tersenyum tipis.
" Kau senang?"
" Un!"
Naruto mengangguk dipenuhi bunga-bunga saat ini. Oh, romansa di kedai ramen.
" Kalau begitu kutraktir lagi lain kali."
" Sungguh?"
" Hn."
" Kau memang baik hati, Itachi-nii!"
Naruto memekik senang seraya menghambur memeluk Itachi dengan erat.
" Apa kakakmu juga menyukai ramen?"
Alis kuning Naruto Nampak sedikit berkerut.
" Sepertinya iya."
Itachi hanya bergumam 'oh'. Namun berikutnya Naruto kembali menambahkan.
" Tapi Kyuu-nii lebih suka apel di bandingkan ramen. Yah, Kyuu-nii itu apel-freak, ttebayou!"
" Apel freak?" Itachi menahan senyumnya mendengar julukan Naruto kepada kakaknya sendiri.
" Benar. Kau memberinya rumput sekalipun asal ada apel sebagai topingnya di situ juga pasti dia makan. Bahkan dia punya kulkas pribadi untuk menyimpan buah-buahan itu."
Kini Itachi tidak dapat menahan senyumnya lagi.
" Sesukanyakah kakakmu terhadap apel?"
Naruto tidak menjawab karena dia sibuk memakan mie ramennya yang tinggal setengah.
" Bagaimana kriteria pacar idaman kakakmu?"
" UHUKK!"
Naruto menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Itachi membantu membawakan air minum untuk Naruto dan langsung ditengguk habis oleh yang bersangkutan. Ia nyaris mati tadi. Berikutnya ia menatap penuh tanda Tanya kearah Itachi yang menatapnya khawatir.
" Pa-pacar idaman?"
Itachi hanya mengangguk meng-iyakan maksud Naruto.
" Err~" Naruto tiba-tiba salah tingkah, ia menggaruk-garuk belakan kepalanya.
" Aku tidak tahu. Tapi yang jelas , ia harus memiliki kekasih yang sabar karena mempunyai kekasih garang macam Kyuubi-nii itu sangat sulit. "
" Lalu bagaimana denganmu?"
" –uhuk."
Naruto untuk kedua kalinya terbatuk karena tersedak. Tersedak ludahnya sendiri.
" A-aku?" jari telunjuknya mengarah pada dirinya sendiri.
" Ya."
Rona merah muda tiba-tiba saja menjalar di kedua pipi Naruto. Ia malu membahas ini dengan Itachi.
" Aku tidak punya kriteria tertentu. Dia cukup menjadi orang yang jujur."
Alis Itachi menukik beberapa cm mendengar jawaban ambigu Naruto.
" Jujur?" beo Itachi tidak mengerti.
" Ya. Orang itu harus jujur pada dirinya sendiri, perasaannya sendiri, sebelum jujur kepada orang lain."
Naruto menompangkan dagunya di kedua tangannya lalu menghela nafas.
" –ahh, entah kenapa aku memberikan jawaban aneh seperti itu."
" Aku sependapat denganmu."
" Eh?"
Itachi hanya tersenyum lalu beralih melihat jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
" Sudah jam 12 siang. Waktunya jam pelajaran berikutnya dimulai. Ayo kita kembali."
" Kau benar." Naruto ikut-ikutan melihat jam tangan miliknya.
" Ayo." Itachi mengulurkan tangannya kearah Naruto.
" Umm."
Naruto menyambut uluran tangan itu.
.
.
.
" Ck."
Sasuke berdecak kesal . Sudah ia babak belur dihajar calon –uhum- kakak ipar super galak, kini ia malah disuguhi pemandangan yang –ohh sungguh melukai jiwa dan raganya. Hell! Siapa yang tidak emosi melihat dobe-koi tercintanya sedang bermesraan dan berdua-duaan di kedai ramen bobrok yang Naruto sebut 'Kedai Ramen Ichiraku.'
" Awas saja kau, baka aniki!"
Kyuubi pun tak jau beda. Dengan mata sebelah kirinya yang menghitam, ia melihat bagaimana setan keriput –Itachi- menggandeng tangan chibi kitsune kesayangannya. Berani-beraninya Itachi membawa kabur adiknya keluar sekolah hanya untuk makan ramen.
" Setelah ini , aku pasti akan meninju wajah penuh keriputmu , Itachi!"
Lalu Kyuubi pun kembali ke kelasnya sendiri atau ia akan bersembunyi saja di atap sampai pelajaran usai. Mau di kemanakan harga dirinya yang tak ternilai jika ia kembali ke kelas dengan mata siluman panda yang tercetak apik di wajah super tampannya.
.
.
.
Naruto menatap datar remaja berambut pantat ayam yang tiba-tiba menghampiri tempat duduknya ketika pantatnya baru saja menempel di kursi kayu.
" Naruto…"
Mata biru itu menyipit- curiga.
" Apa?" jawabnya ketus.
Sasuke Nampak menarik nafas dalam-dalam atau itu bisa juga diartikan sebagai tindakan antisipasi agar darahnya tidak kembali mengalir dari hidung mancungnya yang kini Sasuke yakin 1-2 cm hidungnya telah menjorok kedalam gara-gara tonjokan Kyuubi. Sasuke mengumpat dalam hati ketika ia menarik nafas, hidungnya malah berdenyut nyeri. Ia mengutuk bagaimana kerasnya tonjokan Kyuubi yang seperti gorilla mengamuk.
" Ada yang ingin aku tanyakan."
Meski enggan , Naruto diam saja tidak menyela ataupun menolak.
" Apa kau-"
Ah, naruto memutar bola matanya . Sasuke terlalu bertele-tele. Ia jadi meragukan kadar darah Uchiha yang mengalir dalam tubuh Sasuke.
" Memangnya aku kenapa?"
Tarik nafas ~
Buang ~
Tariiiik ~
Buang ~
" Apakah kau… apa kau seorang.."
" ya aku seorang apa?" Naruto menguap lebar. Ia tidak peduli jika ia di cap tidak sopan karena menguap di depan ' keturunan kekaisaran jepang' ke XXXIX. Meski mengantuk, ia memelototkan matanya ketika dia merasa Sasuke hanya mempermainkannya. Tinggal langsung ke intinya. Apa susahnya? Lama –lama ia jadi ingin memoles wajah stoic Uchiha bungsu dengan sepatunya.
" Sebenarnya apa yang-"
" Apa kau seorang gay?"
" Ya! Aku seorang g-ga.. APA?!"
Mata bNaruto yang tadinya menyipit karena kantuk tiba-tiba membulat horror mendengar pertanyaan Sasuke.
" Apa apaan maksud dari pertanyaan absurdmu itu Teme?!"
Jika di ibaratkan gunung, pasti kepala Naruto sudah meletus dengan awan panas mengepul dari puncak kepalanya.
" Ya aku hanya memastikan saja."
Jawab Sasuke sekenanya. Nada- nada menyebalkan bisa dengan jelas Naruto dengar.
" Apa pedulimu?" Naruto berdiri dan berteriak di depan Sasuke. Ia bahkan tidak peduli dengan suasana hening di kelasnya.
" Karena aku menyukaimu." Sasuke berkata lirih. Namun naruto masih bisa mendengar dengan jelas apa yang Sasuke katakana kepadanya.
" Cih." Naruto memalingkan pandangnnya. Ia tidak mau bertatapan langsung dengan manik onyx yang menyorotnya tajam. Lalu kembali lagi menatap mata sehitam malam itu.
" Terima kasih, tapi aku membencimu, Uchiha Sasuke."
Mata Sasuke kian menajam, menatap remaja pirang yang 20 cm lebih pendek darinya.
" Lebih baik kau hi-"
Mata naruto terbelalak lebar. Lalu terdengarlah suara teriakan –teriakan histeris dari kelas yang berlabel 10-1 itu.
.
.
.
.
.Jika saja tatapan bisa membunuh orang, Kyuubi pasti akan menggunakan tatapan supernya untuk membunuh setan keriput yang sedang duduk anteng di bangkunya sambil membaca buku. Mata ruby nya tidak henti-hentinya menatap kearah depan. Di bangku nomor dua. Deret paling kiri dekat dengan jendela. Bangku Itachi.
" Sepulang sekolah nanti akan kubuat perhitungan denganmu, Keriput! Kupastikan kau akan menangis berdarah- darah di bawah telapak kakiku. Khukhukhu~"
Kyuubi tertawa sadis membayangkan dirinya menyiksa Itachi dengan kejam sedangkan Itachi menagis sambil bersujud di hadapannya.
' Ah, pasti menyenagkan.' Batinnya sinting.
Tapi khayalannya hancur begitu saja ketika suara super memekakan telinga khas fansgirl gila yang berteriak "Kyaaa… Kyaaa" dari gedung sebelah. Tempat kelas adiknya berada. Segera saja ia melongok keluar jendela dan melihat pemandangan indah ( menurut Kyuubi) yaitu adiknya- naruto sedang mencekik Sasuke.
Dalam hati, inner Kyuubi sudah bersorak- sorak sambil mengibarkan bendera berwarna merah dengan bertuliskan ' BUNUH UCHIHA' dan berharap Uchiha yang beberapa saat lalu berkelahi dengannya mati ditangan adiknya. Dengan begitu dendam mata cantiknya bisa terbalaskan
.
.
.
.
Suasana semakin riuh ketika Sasuke dengan santainya menggenggam tangan Naruto di lehernya dan menarik tangan itu sehingga badan yang bersangkutan tertarik dan menubruk dada bidang Sasuke.
" Kyaa… Yaoi!"
Segerombolan fujoshi Nampak mengabadikan moment langka itu dengan kamera ponsel mereka sambil berteriak histeris.
" Le-lepaskan aku Teme!"
Naruto berusaha memberontak dan melepaskan diri dari rengkuhan Sasuke. Namun yang terjadi malah Sasuke semakin mengeratkan pelukannya.
" Bisakah? Bisakah kau menyukaiku?"
Sasuke menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Naruto. Dan Naruto sendiri sudah kelelahan karena berusaha melepaskan diri dari Sasuke. Perbedaan fisik yang begitu ketara membuat dirinya tidak bisa melawan lagi. Kepalanya sedikit berdenyut sakit.
" Aku menyukaimu."
Naruto dapat merasakan tangan Sasuke meremas bagian belakang kemeja sekolahnnya.
"- bisakah sedikit saja melihatku. Bukan Itachi atau siapapun."
Mendengar kata Itachi disebut, Naruto jadi tahu sekarang. Sasuke, dia sedang cemburu kah?
.
.
.
Langit yang tadinya berwarna biru, kini telah berganti warna menjadi warja jingga dengan semburat awan cyrus yang menghiasinya.
" Kyuu-nii?"
Naruto memanggil kakanya yang berjalan anteng didepannya.
" Apa?"
Kyuubi menoleh. Di wajahnya telah bertengger kaca mata hitam berframe orange yang ia pinjam –coret- curi dari sahabatnya Yahiko untuk menutupi matanya yang menghitam akibat aksi gulatnya bersama Sasuke.
" Soal Sasuke- "
" Jangan bahas soal siluman ayam laknat itu!" Kyuubi berkata judes. Ia tadi sempat berniat memecahkan kaca jendela kelasnya gara-gara melihat adiknya dipeluk-peluk seenak jidat oleh Sasuke.
" Aku tidak berniat membahasnya. Hanya saja ada yang ingin aku tanyakan padamu Nii-san."
Langkah Kyuubi terhenti di sebuah halte bus.
" Soal apa?"
" Apa dulu aku pernah mengenal Sasuke sebelumnya?"
DEG!
" Sebelum kita tinggal di Suna, apa dulu aku pernah mengenal Uchiha?"
" Tentu saja tidak." Kyuubi cepat-cepat memotong. Tangannya yang berbalut plaster mengepal erat.
" Sungguh?"
Kyuubi menatap tajam naruto yang berdiri di depannya.
" Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" kedua tangan Kyuubi dimasukan kedalam saku celannya. Melihat kakaknya menatapnya begitu tajam membuat nyali Naruto untuk bertanya ini itu perihal Sasuke jadi menguap entah kemana.
" Aku hanya merasa mereka tidak asing bagiku."
" Itu hanya perasaanmu saja!"
Kyuubi berbalik dan mulai berjalan pulang.
" Tapi Kyuu-nii. Sasuke pernah bilang kalau- "
" Sudah kubilang , keluarga kita tidak pernah mengenal mereka! Kau dengar itu!"
Keduanya berhenti di trotoar.
Hening.
Dan Kyuubi mengumpat menyadari kesalahan yang ia perbuat.
" Aku benci padamu!"
Dan Naruto pergi meninggalkan Kyuubi sendiri. Kyuubi pun berusaha mengejar adiknya. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa ketika ia melihat adiknya telah pergi dengan menaiki sebuat taksi.
" Maafkan aku, Naruto…"
.
.
.
.
.
TBC
Hahaha… selesai juga chapter 3 ini. Hoho. Mumpung ada waktu luang author iseng mempublish chapter 3 ini. Yah, awalnya author berniat mempublisnya tahun depan #kelamaan woy!
Hehe, tapi author gak jadi. #tampoled. Yah terima kasih untuk semuanya yang bersedia meluangkan waktunya mampir di kotak review author dan member saran yang oh, saya berterima kasih sekali bagi kalian yang member kritik maupun saran untuk saya. Hehe walaupun saya akui , saya adalah orang bandel dan ndableg kata orang jawa bilang, karena saya pasti ada saja kesalahan kesalahan yang author perbuat. Sekali lagi terima kasih banyaak. *Bungkuk-bungkuk*
SPECIAL THANKS FOR :
Guest/ SNlop/ Aiko Michishige / viraoctvn / nasusay / 85 / Yuzuru Nao /
hanazawa kay / Uzumaki Prince Dobe-Nii / mifta cinya / Ryuusuke583 /
himekaruLI / Hikari No OniHime /
Bye… Daaah ^_^v
