Dislaimer : Naruto milik Masashi Mishimoto
Pairing : SASUNARU, XXXNARU, DLL
Rated : M
Genre : Fantasi, Historical, Romance, dll
Warning : YAOI, BL. OOC, Typo
Note : Benar Cerita ini saya ambil dari manga yang judulnya Red River atau judul jepangnya saya kurang tahu. Maaf kalau bahasanya masih ngalor ngidul gak jelas. Dan masih banyak Typo yang berjibun. Jika masih mau berminat silahkan review atau apalah sekedar bilang lanjut saya sudah senang apalagi ditambah Koreksi typonya dimana biar saya perbaiki.
.
.
Uchiha Sasuke adalah Pangeran kedua dari Pasangan Raja Fugaku dengan Permaisyuri sebelumnya yaitu Ratu Mikoto. Sedangkan Ratu Mikoto sendiri meninggal pada saat usia Pangeran Sasuke yang ke 15. Untuk sekarang usia sasuke sudah mencapai 26 tahun. Siapa yang tidak kenal dengan Pangeran satu ini karena kecerdikan dan ketangkasannya dalam hal berperang dirinya bisa menakhlukkan kerajaan-kerajaan besar lainnya. Dengan adanya pangeran Sasuke Kerajaan Iwagakure semakin Besar karena masih belum ada yang bisa mengalahkan Pangeran Sasuke di medan tempur (Ceritanya sih sebenarnya diambil dari negara Yunani lha berhubung karakternya tidak mendukung karena Naruto sendiri blasteran inggris jadi saya ubah kebalikannya ). Tapi desas desus mengatakan bahwa Pangeran Satu ini memiliki sifat buruk yaitu seorang player, tiap malam ia selalu berganti pasangan dan keesokkan harinya langsung dicampakkannya. Sedangkan sampai sekarang tidak ada wanita yang protes setelah ditiduri oleh Pangeran Sasuke karena bagi mereka bisa memuaskan Pangeran dan bisa tidur dengan beliau adalah suatu kebanggaan apalagi Pangeran Sasuke seorang god seks terbaik yang mereka rasakan.
.
.
Raja Fugaku sudah capek mengurusi kelakuan pangeran Sasuke yang satu ini,dia sudah menyuruh untuk mengambil selir daripada bermain diluaran sana. Apalagi pangeran Sasuke selalu tidur dengan putri-putri Kerajaan sebelah . Untuk Sasuke sendiri ia juga punya standar wanita yang harus ditiduri karena wanita tersebut haruslah cantik, elegan dan seorang putri. Siapa sih yang bisa menolak pesonanya. Hanya bermodal senyum datar saja putri-putri tersebut sudah klepek-klepek dan meminta dirinya untuk ditiduri meskipun mereka hanya akan dijadikan mainan, dan dirinya masih belum mau untuk mengambil selir untuk saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
PRANGGGGG
Semua Orang terkejut karena tiba-tiba saja Kapak sang algojo terlempar entah kemana sedangkan dirinya terjungkal ke pecahan itu berasal dari gelas yang dilempar oleh Pangeran Sasuke dari Atas singgasananya ke arah Tangan sang Algojo padahal jaraknya jauh boh. Kenapa bisa begitu hanya karena gelas yang dilempar bisa membuat sang algojo terjatuh. Itu karena bukan hanya sang permaisyuri sang memiliki kekuatan magis tapi Sang Pangeran kedua ini juga memiliki kekuatan magis jadi tidak heran gelas yang dilempar tadi memiliki kekuatan yang super. Tapi tidak sembarang yang memiliki kekuatan magis tersebut karena dikerajaan ini hanya Permaisyuri Sara dan Pangeran Sasuke yang memilikinya. Contohnya saja jika Permaisyuri bisa mendatangkan seseorang dari masa depan maka Pangeran Sasuke bisa memulangkannya.
.
.
.
"Wah... wah... apa permaisuri Sara tidak lihat bahwa anak itu sudah tidak suci lagi, jika masih tetap dilanjutkan maka acara ini akan sia-sia bukannya korbannya harus masih suci"
"Apa maksudmu Pangeran Sasuke? Darimana kau dapat menyimpulkan demikian?" Raja Fugaku yang daritadi diam langsung angkat bicara kemudian dengan bantuan tongkat ia mencoba berdiri kemudian menatap bingung pada Pangeran Sasuke.
Permaisuri yang tadi sudah geram ingin mengumpat kelakuan Pangeran Sasuke, lantas tersenyum culas setelah mendengar ucapan yang mulia.
"Benar apa yang dikatakan Yang Mulia bahwa Anda tahu darimana kalau anak itu sudah tidak suci" tambah permaisyuri menyeringai.
'Dasar nenek sihir kau kira aku tidak tahu rencana busukmu'
"Maaf Yang Mulia Raja dan Yang Mulai Permaisyuri karena hamba sendiri yang telah merengut kesucian anak itu kemarin" diam-diam sasuke menyeringai melihat gelagat permaisyuri yang geram atas penuturannya barusan.
"Itu tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin Yang Mulia Permaisuri" Tuntutnya. Kemudian ia turun dari singgasananya dan menuju ke tempat naruto tanpa aba-aba ia langsung menarik tangan Naruto membuat dirinya ketarik kearahnya tanpa babibu ia langsung mencium Naruto dan melumatnya sebentar kemudian melepaskannya. Membuat Naruto ingin memaki dan memberontak tapi diurungkannya setelah mendengar bisikan dari Pangeran Sasuke.
"Jika kau ingin selamat maka turutilah perintahku" bisik Sasuke ditelinga kiri Naruto membuat Naruto menelan ludahnya dan menggangguk pelan untuk saat ini dirinya harus diam jika ingin selamat.
"Dan oleh karena itulah anak ini akan aku jadikan salah satu selirku" tambahnya senang sangking senangnya ia tersemyum lebar membuat dirinya OOC.
Para rakyat yang daritadi menonton pertunjukkan tersebut langsung heboh karena tidak biasanya Sang Pangeran Sasuke akan mengambil seseorang untuk dijadikan Selir, dan ini adalah kejadian langkah. Siapa sebenarnya anak itu sepertinya dia bukan anak biasa karena bisa mematahkan prinsip seorang Pangeran Sasuke yang tidak ingin mengambil selir satu pun.
Naruto yang mendengar penuturan tersebut ingin protes bagaimanapun dirinya itu seorang pemuda sedangkan selir itu untuk wanita dan hell ia tidak mau menjadi selir untuk Pangeran mesum ini. Apa otak Pangeran satu ini sudah gila tapi demi keselamatan ia harus diam dan diam-diam ia harus memikirkan bagaimana caranya agar dirinya bisa kembali kemasanya.
"Apa maksudmu Pangeran, kau tidak bisa mengangkat anak itu menjadi salah satu selir" geram sang Permaisyuri karena ia tahu bahwa sang pangeran berbohong tentang menidurinya karena anak tersebut baru datang kemarin sedangkan pangeran sendiri tadi malam tidur dengan salah satu putri kerajaan sebelah, tapi jika anak tersebut diangkat jadi selir maka dirinya akan sulit untuk membunuh anak tersebut karena pangeran Sasuke akan melindunginya, cih sial dia harus mengagalkan rencana pangeran.
"Sudahlah permaisuri biarkan Pangeran Sasuke mengambil anak itu bukankah kita bisa mencari tumbal lain" kali ini Fugaku yang berbicara ia tidak mempermasalahkannya jika pangeran Sasuke ingin mengambil selir justru ia senang.
Pangeran Sasuke yang mendengar ucapan sang Ayah handa senang bukan kepalang.
"Tapi yang Mulia dia seorang pe...mu...da" kekeuh sang permaisuri tidak mau kalah.
"Iya pemuda cantik bagiku tidak masalah asal dia bisa memuaskanku"sambung Sasuke tidak mau kalah ia pun menoleh kearah Naruto dan mengedipkan salah satu matanya membuat Naruto mendelik.
"Siapa namamu nak" tanya Fugaku.
"Na...Naruto Yang Mulia Raja"
"Baiklah mulai sekarang kau resmi menjadi selir pangeran Sasuke" jawabnya mutlak membuat Naruto pasrah karena tidak ada pilihan lain sedangkan permaisuri mengepalkan kedua tangannya kesal, ia pun berbalik pergi untuk masuk kedalam istana, untuk saat ini dirinya harus mengalah tapi jangan lupakan kalau dirinya punya seribu cara untuk membunuh Naruto selama anak tersebut masih suci ia tidak akan menyerah. Kkkkk batinnya sadis
"Selamat Pangeran Sasuke dan Nona Naruto semoga kalian diberkati" teriak para rakyat. Membuat Sasuke senang dan membuat Naruto meringis. Kemudian Sasuke pun memeluk pinggang ramping Naruto dan membawanya kedalam istana.
.
.
.
Setelah didalam istana Sasuke memanggil pelayan tak lama kemudian datanglah seorang anak laki-laki yang masih muda sekitar umur 14 tahunan berlari kecil-kecil menuju sang Pangeran.
"Menma kenalkan ini Nona Naruto dan mulai sekarang kau jadi pelayan pribadinya, tugasmu menyiapkan semua keperluan Nona Naruto dan kau juga bisa menjadi temannya karena umurnya tidak jauh berbeda denganmu" terang Sasuke panjang lebar sedangkan yang diperintah demikian hanya menggangguk.
"Baik pangeran saya akan laksanakan perintah Anda" jawab Menma kemudian dirinya mengalihan pemandangan kearah Naruto dan ia pun tersenyum ramah tak lupa ia memberi hormat.
Jangan tanya tentang wajah Naruto untuk saat ini karena sekarang wajahnya benar-benar terkejut sangking terkejutnya ia sampai menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Men...ma...hiks kaukah itu" tanya Naruto ia pun langsung menerjang Menma membuat menma terjungkang ke belakang karena tidak seimbang membuat ia jatuh kebawah dengan Naruto diatas dadanya tak lupa dengan tangannya yang memeluk erat sedangkan Sasuke jangan ditanya well dirinya memang mengijinkan Menma berteman dengan Naruto tapi tidak dengan berpelukan. Membuat ia ingin menarik jauh Naruto dari Menma sebelum itu terjadi ia mendengar percakapan mereka.
" errr iya nona itu nama saya"
"Kau Menma adikku kan" tanya Naruto dengan wajah sembab sedangkan Sasuke mengerutkan dahinya tidak paham.
"Ano maaf nona saya bukan adik Anda tapi saya pelayan baru Anda"ucap menma menjelaskan ia tidak tahan ditatap oleh wajah menggemaskan Naruto. Sasuke pun langsung menarik Naruto agar berdiri.
"Dia bukan adikmu Naru, sejak lahir dia sudah ada disini namanya Uzumaki Menma"
"Tapi dia mirip sekali dengan adikku pangeran apalagi namanya juga sama cuma beda marga namikaze menma"
"Tapi dia bukan adikmu"kekeuh Sasuke. Membuat Naruto mengembungkan pipinya.
"Anda bisa menganggap saya adik Anda Nona jika anda tidak keberatan" potong Menma akhirnya.
"Tentu saja tidak tebbayou bolehkah aku memelukmu lagi" Sela Naruto cepat tak lupa dengan cengiran khas pun menggaruk tengkuknya tidak gatal, ia melirik pangeran sekilas setelah mendapat persetujuan Pangeran akhirnya ia menggangguk pelan membuat Naruto senang bukan kepalang.
Setelah perdebatan itu Naruto dan Menma langsung terlihat akrab kemudian menma pun mengantarkan Naruto ke kamarnya.
"Ini kamar nona, ini adalah paviliun para selir karena nona satu-satunya mungkin hanya anda yang akan tinggal disini"jelas menma sambil meletakkan beberapa pakaian Naruto kedalam lemari, Naruto takjub melihat desain kamarnya sungguh indah dan unik karena ini seperti kamar-kamar kerajaan yang ia tonton didrama tv. Ah benar ia sekarang kan memang terlempar kemasa lalu untung saja ia tidak jadi budak atau hal yang mengerikan lainnya.
"Err bisahkah kau tidak memanggilku nona karena membuatku risih kau bisa memanggilku kakak atau naru saja"
"Maaf saya tidak bisa Nona karena itu sangat tidak sopan bagaimanapun anda adalah selir pangeran" membuat naruto mendengus.
"Ah ya...ya... baiklah terserah ehmm apa aku boleh bertanya"
"Bertanya apa Nona jika saya bisa menjawab saya akan menjawabnya"
"Apa kau tahu bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke Jepang maksudku ke masa dimana aku berada kau tahu kan kalau aku bukan berasal dari sini "ucap Naruto hati-hati, Menma pun mengangguk-ganggukan kepalanya mengerti.
"Maaf nona saya tidak tahu, tapi mungkin Pangeran Sasuke tahu, anda bisa tanya kepada beliau"jelasnya.
"Pangeran mesum itu apa gak ada yang lain?" tanya Naruto lagi
"Tidak ada nona"
"Ya sudahlah kau boleh pergi"
.
.
.
.
○Malam hari○
"Emm bisakah Pangeran keluar dari kamarku" ucap Naruto sopan, sedangkan Sasuke yang sekarang bersandar di tempat tidur dengan kaki kanan ditekuk sedangkan kaki kiri lurus seperti posisi pangeran angkuh ah bisa bayangin sendiri lah. Dengan Naruto yang duduk bersimpuh dihadapannya ditempat tidur yang sama.
"Panggil aku Sasuke saja Naruto"
"Iya pang..e...maksudku sasuke, biasakah Anda keluar" ulang Naruto masih dengan sikap sopan.
"Achkk"
Sedangkan yang ditanya malah menarik tangan Naruto membuat tubuhnya mendekat kearahnya, tak lama kemudian ia mengangkat tubuh naruto sedikit membuat Naruto sekarang duduk dipangkuannya.
Kedua tangannya ia letakkan dipinggang Naruto membuat Naruto terperangkap.
"Kenapa aku harus keluar , bagaimanapun ini juga kamarku bukankah kau selirku aku mau berbuat apapun juga tidak masalah lebih baik kita nikmati malam pertama kita"seringainya.
Tanpa menunggu jawaban dari Naruto, Sasuke langsung mencium Bibir Naruto yang membuat dirinya kecanduan di awal pertama dirinya mencicipi.
Awalnya ciuman itu lembut tapi semakin lama ia semakin menuntut.
'Engh'
Ah desahannya merdu sekali membuat dirinya panas hanya sebuah ciuman ia semakin memeluk erat dan menahan tengkuk Naruto untuk memperdalam ciuman mereka.
"SA...KU...RA"
Mata Sasuke langsung melebar saat mendengar Naruto mengucapkan nama Wanita lain, siapa itu Sakura apa dia kekasih Narutonya bisa-bisanya saat mereka berciuman Narutonya memikirkan orang lain. Kemudian ia pun melepaskan pagutannya dari Naruto.
" Aku tidak ingin kau menyebut nama orang lain walaupun itu laki-laki atau perempuan saat kita bersama" kesal sasuke tanpa sadar ia membentak naruto.
" YAK KAU KIRA SIAPA KAU... ASAL KAU TAHU SAJA PANGERAN TERHOMAT SAKURA ITU KEKASIHKU. " teriak Naruto tidak mau kalah.
"Aku tidak peduli karena sekarang kau milikku"
"Aku bukan milikmu, sekarang Anda keluar dari sini"
"Beraninya kau mengusirku, aku tak akan keluar karena malam ini aku akan menginap disini"
"Apa Anda selalu memaksa"
"Tidak justru mereka yang bahkan menggodaku." Goda sasuke. Membuat Naruto mendengus. Memang dirinya wanita harus senang, seandainya dirinya jadi wanita ia tidak akan tertarik pada pangeran mesum ini.
"Hah baiklah hentikan pertengkaran ini sekarang kau tidurlah sudah malam" Sasuke pun menarik Naruto kedalam dekapannya, membaringkannya dan memelukknya dari belakang. Ah Narutonya sangat mungil dan nyaman untuk dipeluk membuat dirinya mengantuk dan kapanpun bisa membuat ia lengah.
'Mungkin ini kesempatanku untuk bertanya' batin Naruto
"Sasuke apa kau tahu bagaimana caranya agar aku bisa kembali ketempat asalku"tanya Naruto tiba-tiba.
"Hn tahu" jawab sasuke malas tapi masih memejamkan matanya,ia semakin mengeratkan pelukannya mengendus bau Naruto yang membuat ia semakin nyaman saja.
" Benarkah bagaimana caranya"tanya Naruto antusias bahkan sampai antusiasnya ia tidak sadar kalau sasuke bahkan mengendus lehernya.
"jika kau ingin kembali kau harus membawa pakaian dari masamu itu"
"kalau begitu aku harus mengambil pakaianku dari permaisuri" sasuke yang mendengarnya langsung membuka matanya dan beranjak bangun ia menatap Naruto tajam.
"kenapa?"tanya naruto bingung melihat tatapan Sasuke yang menyiratkan ketidaksetujuan.
"Apa kau bodoh,bahwa yang membawamu kesini itu permaisuri, tentu saja dia tidak akan memberikan pakaianmu begitu saja, mungkin saja sekarang ia masih mengincar nyawamu"
"Aku tidak peduli yang kubutuhkan sekarang adalah pakaianku"kekeuh Naruto ia mau beranjak bangun tapi ditahan oleh Sasuke. Sepertinya Naruto harus mengalah karena Sasuke tidak akan mengijinkannya tapi setelah Pangeran Sasuke lengah ia akan menyelinap keluar untuk mengambil Pakaiannya.
"Baiklah...baiklah aku akan tidur" Naruto pun langsung memunggungi Sasuke dan pura-pura memejamkan matanya membuat Sasuke diam-diam tersenyum tak lama ia membaringkan tubuhnya dan memeluk Narutonya.
#######
PAVILIUM HITTAE adalah pavilium pribadi milik sang Permaisuri Sara. Tidak ada seseorang yang berani kesini karena hanya Sang Permaisyuri Sara dan orang yang diijikan Permaisuri yang bisa masuk kesini. Tempat ini sangat gelap siapapun yang masuk kesini tanpa ijin ia akan mati mengenaskan.
"Sial aku tidak bisa menemukan keberadaan anak itu,mungkin sekarang ia bersama dengan pangeran" Ucap Sara karena sekarang ia berada diruangan pribadinya tepatnya didalam Pavilium Hittae dirinya sedang melakukan pengintaian dengan menggunakan gentong air yang didalamnya ada gambaran orang-orang diistana atau yang ia inginkan (kayak dukun) hanya saja jika orang tersebut bersama pangeran sasuke maka ia tidak akan bisa menemukannya.
"khu...khu...khu...pancing saja dia keluar permaisuri " ucap Shirobe yang daritadi ada dibelakang Permaisuri dan mengamati Tuannya. Shirobe adalah bawahan Permaisuri, Tubuhnya yang besar,kulitnya yang kasar dan hitam, rambut yang agak panjang berantakan,wajah yang penuh luka dan mengerikan ditambah ia selalu meneteskan air liur. selain itu dirinya hanya memakai celana kain yang penuh robek sehingga tubuh atasnya toples memperlihatkan bulu-bulu kasar dan lebat didadanya. Tak lupa ia selalu membawa kapak yang besar yang siap menguliti siapa saja. membuat ia benar-benar seperti monster.
"Ah kau benar juga Shirobe kenapa aku tidak memancingnya saja agar dia kesini bukankah dirinya akan mencari pakaiannya...khu...khu..." seringainya sadis.
"Sepertinya menggunakan pelayan bodoh itu ide yang bagus"
.
.
.
Naruto yang daritadi pura-pura tidur perlahan-lahan melepaskan tangan sasuke yang berada dipinggangnya dan berhasil sepertinya Sasuke tidur nyenyak sehingga tidak menyadarinya.
Kemudian dia beranjak turun dan mengendap-ngendap keluar, istana ini sangat sepi jika pada malam hari memudahkan dirinya untuk menyelinap dan mencari Pavilium permaisuri.
"Nona sedang apa?" tanya sebuah suara dibelakangnya membuat Naruto terlonjak kaget.
"Oh Kau Menma aku kira siapa,syukurlah bisakah kau membantuku" jawab Naruto pelan.
"Apa yang bisa saya bantu Nona"
"Apa kau tahu dimana Pavilium Permaisuri" tanya naruto lagi tapi ada yang aneh dengan sikap Menma kali ini karena dia agak diam dan matanya kelihatan kosong padahal Menma yang kutahu dia anak yang ceria.
"Hum.. ikut aku Nona" tanpa kata Naruto langsung mengikuti Menma, didepannya tanpa sepengetahuan Naruto, Menma sedang menyeringai.
Diperjalanan ia berpapasan dengan seorang pengawal yang menghadangnya membuat naruto gugup kemudian Menma maju kehadapan pengawal itu ia berbicara yang tidak Naruto tahu dan tak lama pengawal itu mempersilahkan mereka untuk melanjutkan.
Tak lama Naruto dan Menma sudah berada didepan Pavilium Permaisuri. Tiba-tiba saja Gerbang besar dan mengerikan itu terbuka sendiri, membuat Naruto mengerutkan keningnya. Ia mengedarkan pemandangan dan melihat kalau Menma sudah masuk ia pun segera mengikutinya.
"Tunggu Menma apa benar ini tempatnya"tanya Naruto curiga tapi tidak ada tanggapan dari Menma. Membuat Naruto bingung kemudian ia menepuk pundak Menma tapi Menma tetep diam.
Tiba-tiba saja ada air yang mengalir menuju kaki naruto.
"HUWAHHH" tiba-tiba Naruto menjerit karena kakinya tertarik kedalam genangan air yang muncul entah darimana.
"MENMA TOLONG AKU" ajaibnya setelah mendengar teriakkan Naruto, Menma langsung sadar dari pengaruh sihir Permaisyuri.. Ohw...owh ternyata ia tadi dikendalikan oleh permaisuri.
"Nona,apa yang terjadi" Menma pun segera menarik kaki Naruto dan berhasil.
"Nona kenapa kita disini,ini dimana" tanya Menma yang sudah sadar.
"Apa? bukankah kau menuntunku kesini kau bilang kau mau menunjukkan dimana pavilum permaisuri berada" tanya naruto balik.
"Gawat kalau begitu pasti tadi aku tidak sadar,apa Nona tidak tahu kalau Pavilium permaisuri adalah tempat terlarang, tempat yang tidak boleh dimasukin sembarang orang kalau tidak ingin mati mengenaskan" panick Menma kemudian ia segera menarik tangan Naruto untuk segera keluar.
"WUHAHAHHAHA, KALIAN TERLAMBAT MENYADARINYA" muncul suara yang tidak diketahui siapa pemiliknya kemudian genangan air tadi berputar cepat memunculkan sosok mengerikan Shirobe tak lupa dengan kapaknya.
"Shi...Shirobe... gawat nona dia adalah pemakan manusia nona,dia suka menguliti para korbannya lebih baik kita segera lari"
"TIDAK SEMUDAH ITU KALIAN BISA KELUAR" Shirobe pun menerjang keduanya. Naruto dan Menma segera menghindar dari amukan Shirobe membuat mereka berpisah.
"NONA CEPAT LARI SAYA AKAN MENAHANNYA" teriak Menma dari seberang sisi.
"Tidak menma kita harus lari bersama" Naruto terus menghindar dari kapak shirobe tapi ia tidak tahu kalau dibelakangnya ada es padat yang berbentuk runcing yang melaju cepat kearah naruto.
"AWAS NONA"teriak Menma tapi terlambat es itu sudah menancap dipunggung Naruto membuat punggungnya terluka sampai darahnya menetes kelantai sangking banyaknya dan Naruto langsung ambruk seketika.
"DASAR MONSTER BERANINYA KAU MELUKAI NONAKU" Kalap Menma ia pun segera mengambil tombak yang ia temukan dan menyerang Shirobe tapi sia-sia tombak tersebut malah patah.
"UGhhh" Naruto yang masih sadar segera berdiri, Menma yang melihatnya langsung berlari kearah nonanya. Ia memapah Naruto untuk segera berlari. Tapi Shirobe tidak akan membiarkannya.
Menma dan Naruto terus berlari dan terlihatlah pintu gerbang tadi, awal mereka masuk,sedikit lagi mereka akan keluar.
.
.
.
.
Ditempat lain
"Ck sial aku ketiduran, hah dimana Naruto gara-gara dirinya aku tidur terlelap,selama ini aku tidak pernah tidur nyaman seperti ini,mungkin tadi aku mendekap tubuhnya membuatku merasa rileks,aku harus segera mencari naruto" Sasuke pun beranjak bangun ia mencari jubah putih yang dibelakangnya ada lambang kipas dan segera keluar dari kamar.
" Pengawal apa kau melihat Naruto" tanya Sasuke saat ia melihat pengawal yangs edang berjaga.
"oh itu Pangeran tadi aku bertemu dengan Nona Naruto bersama Menma, sepertinya mereka menuju kearah barat" jawab pengawal itu yang ternyata adalah pengawal sama yang tadi menghadang naruto dan Menma.
"Sial jika mereka Kearah barat,pasti mereka menuju ke arah pavilium permaisyuri, aku harus segera kesana sebelum terjadi apa-apa dengan Naruto" panik Sasuke, pengawal tersebut juga panik mendengarnya karena betapa mengerikan pavilium permaisyuri itu.
"kalau begitu aku ikut pangeran" ucap pengawal akhirnya. Sasuke pun hanya segera berlari menuju kerah barat.
Setibanya disana mereka dikejutkan dengan kondisi naruto yang terluka parah. Naruto yang sedang berusaha menarik Menma keluar karena pintu gerbang itu menutup hanya menyisakan tubuh menma yang terjepit karena dibelakang sana sudah ada shirobe yang menarik Menma agar masuk,dan terjadilah asih tarik-menarik.
"NONA LEPASKAN TANGANKU,AKU TIDAK APA-APA" ucap Menma.
"TIDAK MENMA KAU HARUS KELUAR AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MASUK KEDALAM SANA...HIKS" jawab Naruto dengan histeris ia tidak akan membiarkan Menma dikuliti oleh Shirobe.
Shirobe yang ada dibelakang Menma hanya tertawa mengerikan. Sudah cukup nonanya berkorban ini memang salah menma karena dirinya yang membawa nonanya kesini, ia pun tersenyum kepada nonanya, pelan-pelan ia melepaskan genggaman Nonanya, Naruto menggeleng dan ia sudah terisak hebat.
"TI...TI...DAK... MEN...MA... JANGAN LAKUKAN ITU"
"Nona bolehkah aku memanggilmu kakak, aku bahagia mempunyai kakak seperti kak Naruto, aku sangat menyanyangi kak Naru, meskipun kita belum lama bertemu,meskipun aku mati tapi aku tidak menyesal"
"Ti...dak Menma Jangan Katakan itu,aku akan berusaha menolongmu" Menma hanya menggeleng pasrah,kemudian ia melepaskan tangan Naruto, tak lama gerbang pun tertutup rapat.
BLAMMMM
"MENMA" Dok...dok...
"BUKA PINTUNYA KU MOHON " dok...dok...
"MEN...MA"
Naruto jatuh terduduk dan menangis, tak lama sasuke sudah ada dihadapan Naruto dan memeluknya. Ck sial ia terlambat ia sangat marah karena Narutonya terluka.
"Naruto, apa yang terjadi"bisik sasuke. Naruto mendongak ketika suara Sasuke menyapa gendang telinganya.
"hiks...ku...mohon to...long Men...ma Sa.. su...ke" lirih Naruto sebelum kesadarannya hilang.
.
.
.
.
Keesokkan harinya warga penduduk dihebohkan dengan penemuan mayat yang tidak diketahui rupanya karena tubuh mayat tersebut sangat mengerikan, kulit-kulitnya sudah terkelupas.
TBC
