Love Game
Chapter 3 : Ending of The Game


Previous Chapter :

Chaenyeol hanya diam menatap mata Kyungsoo dalam. Tiba-tiba Chaenyeol memegang kedua pipi Kyungsoo dan mencium bibirnya. Awalnya Kyungsoo kaget, tapi akhirnya Kyungsoo memejamkan matanya dan membalas ciuman Chaenyeol.


30 Desember 2016, Hari terakhir dari permainan telah tiba, saat ini Kyungsoo dan Chaenyeol duduk di taman tempat mereka memulai permainan ini. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka, sehingga suasana malam itu menjadi sangat hening. Mereka bingung bagaimana cara untuk mengakhiri permainan ini, karena perasaan mereka kini sangatlah berbeda.

"Kyungsoo", ucap Chaenyeol memulai pembicaraan.

"Ya?"

"Apa aku terlihat tampan?"

"Kau memang selalu tampan Chaenyeol"

"Terima Kasih, kau juga-soo"

Kyungsoo hanya membalasnya dengan senyuman.

"Aku akan pergi"

"Apa? Pergi kemana? Kau ingin meninggalkanku?", tanya Kyungsoo kaget sekaligus khawatir.

"Hey.. kenapa kau begitu panik? Aku hanya ingin pergi membeli minuman, aku sangat haus"

"Ohh.. maaf.. aku hany…"

"Kau ingin sesuatu?"

"Emmm.. aku ingin.. oh aku ingin orange juice, ya itu, itu saja", jawab Kyungsoo gugup.

"Baiklah"

Chaenyeol tersenyum begitu manis pada Kyungsoo lalu pergi membeli minuman. Entah apa yang dirasakan Kyungsoo sekarang, perasaannya sangat tidak karuan.

"Ya tuhaann,, kenapa ini? Kenapa perasaanku jadi gugup seperti ini? Apa ini berarti aku.. tidak tidak, ini cuma permainan, dan hari ini adalah hari terakhir seharusnya perasaan ini juga hilang bersama permainan ini, tapi kenapa perasaanku jadi seperti ini, aku merasa nyaman bersamanya, aku bahkan tidak bisa menahan perasaanku saat bersamanya, dan jantungku selalu berdetak kencang setiap bersamanya. Apakah, aku jatuh cinta padanya?, astaga tuhaannn, bagaimana aku mengakhiri semua ini?", ucap Kyungsoo sambal mondar mandir.

Tiba-tiba Kyungsoo teringat dengan ucapan Suho.


Flashback

"Suatu saat nanti kau pasti membutuhkan seorang pendamping hidup yang akan selalu menjaga dan menemanimu sampai akhir nanti."

"Perasaan kalian setelah 30 hari menjalin hubungan seperti apa?. Apa kau merasa nyaman atau tidak. Jika ya kau bisa lanjutkan, tapi jika tidak, kau bisa mengakhirinya"

Flashback End


"Ya Suho, kau benar, aku membutuhkan seorang pendamping hidup dan sekarang aku sudah menemukan orang yang yang ingin aku jadikan sebagai pendamping hidupku. Chaenyeol, dia orangnya, aku mencintainya. Aku tidak akan mengakhiri permainan ini, aku ingin selalu bersamanya, selamanya.. AKU MENCINTAIMU CHAENYEOL!", teriak Kyungsoo.

Tiba-tiba, seseorang datang berlari menghampiri Kyungsoo.

"Permisi"

"Ada apa ya pak?"

"Apa pria tinggi putih yang tadi turun ke jalan itu adalah temanmu?"

"Oh iya, ada apa ya pak? Apa terjadi sesuatu?", Kyungsoo mulai panik.

"Kurang lebih 15 menit yang lalu, temanmu itu tiba-tiba tergeletak pinsan di jalan, orang-orang sudah membawa temanmu ke rumah sakit"

"APA?!"

Kyungsoo sangat terkejut mendengar ucapan dari bapak itu, karena rasa khawatirnya pada Chaenyeol ia langsung bergegas pergi menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit ia langsung berlari menuju UGD, namun tiba-tiba, langkahnya terhenti saat ia melihat seseorang duduk di kursi tunggu depan ruang UGD. Ternyata itu Suho, ia langsung menghapirinya.

"Suho!, Chaenyeol apa yang terjadi padanya?", tangis Kyungsoo pecah memeluk Suho.

"Waktunya sudah tiba"

"A… a..apa maksudmu?"

Tiba-tiba dokter keluar dari ruang UGD lalu meminta Suho masuk ke ruang dokter. Kyungsoo memaksa untuk ikut, akan tetapi, Suho tidak memperbolehkannya. Kyungsoo hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, ia setia berdiri di depan pintu UGD sambil berdoa berharap orang yang dicintainya itu akan baik-baik saja. Sekitar 1 jam ia menunggu, akhirnya Suho datang sambil menenteng sebotol orange juice dan selembar kertas yang dilipat.

"Suho, apa kata dokter? Bagaimana keadaan Chaenyeol? Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Chaenyeol terkena kanker lambung"

"Apa? Sejak kapan?! Kenapa kau tidak memberitahuku?! Tidak tidak, kau pasti bohong Katakan pada ku bahwa Chaenyeol baik-baik saja. Aku mohon Suho, aku mohon", tangis Kyungsoo.

"Chaenyeol sedang kritis sekarang. Mungkin ini sudah saatnya kau untuk tahu semuanya.. saat itu 14 November, setelah kau dan aku bertemu di café, aku melihat Chaenyeol sedang duduk di sebuah taman….


Flashback

14 November 2016

"Chaenyeol? Kau sedang apa disini?"

"Aku hanya sedang duduk meratapi nasib"

"Ha? Maksudmu?"

"Aku akan pergi Suho"

"Apa maksudnya Chaenyeol, kau benar-benar membuatku bingung, kau akan pergi kemana?"

"Bertemu orang tuaku di surga sana, sebentar lagi"

"Apa yang kau katakan Chaenyeol, kau jangan berkata seperti itu. Apa yang terjadi?"

"Kanker. Aku menderita kanker lambung, dokter memprediksi bahwa usiaku tidak akan melewati akhir tahun ini. Selama kurang lebih satu minggu ini, aku akan menjalankan terapi di Rumah Sakit"

"Apa? Kenapa kau baru memberitahu ini semua?"

"Aku tidak ingin membuat kebahagiaan sahabatku hilang, di tahun ini, dua sahabatku sudah menikah dan berbahagia, aku tidak ingin kebahagiaan rusak karenaku"

"Apa Kyungsoo tahu tentang ini?"

"Tidak, tidak ada yang mengetahui ini semua"

"Kalau begitu, aku harus memberitahukan ini pada Kyungsoo"

"Jangan!"

"Kenapa?"

Flashback End


"…. Chaenyeol bilang kalau dia suka padamu, dia tidak berani mengungkapkannya secara langsung, dan dia juga tidak ingin aku memberitahukan penyakitnya padamu, karena dia bilang, dia ingin membuat moment indah bersamamu-soo, bukan sebagai seorang sahabat, melainkan sebagai seorang kekasih. Dia ingin kau menjadi kekasihnya walaupun hanya sebentar. Untuk itulah dia memintamu bermain dalam permainan ini"

Kyungsoo menangis mendengar semua yang disampaikan Suho, dia merasa sangat sedih, dia tidak bisa menahan air matanya. Ia benar-benar merasa begitu bodoh, sampai dia tidak bisa memahami maksud dari permainan ini. Kemudian Suho memberikan sebotol orange juice dan selembar kertas yang dibawanya pada Kyungsoo.

"Ini adalah barang yang ditemukan warga saat Chaenyeol dilarikan ke rumah sakit, aku rasa, ini untukmu", ucap Suho lalu pergi meninggalkan Kyungsoo. Kyungsoo membuka kertas itu.


-to be continued-


jangan lupa follow :)))