I Want To Be A Part Of Them

CHAPTER 2

By jiyeoon

Genre : Brothership, Friendship

Cast :

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Lee Donghae as Park Donghae

Park Jungsoo as Park Jungsoo (Leeteuk)

Shim Changmin as Shim Changmin

Dll seiring bertambahnya chapter

.

Warning : Typo, OOT(Out of character). EYD berantakan. Cerita pasaran. Don't Like Don't Read. Don't Bash my fanfic. Just give me a comment on review box.

Disclaimer : Tokoh yang ada dalam story ini milik mereka sendiri dan Tuhan, saya hanya meminjam nama. Apabila ada kesamaan cerita, saya minta maaf. Tapi fanfic ini sepenuhnya berasal dari otak saya tanpa menjiplak karya siapapun.

Summary :

Bukankah aku juga bagian dari kalian? Aku ingin menjadi bagian dari kalian. Aku kesepian, aku sendirian.

.

.

CHAPTER 2

.

.

Sebelumnya..

"Mwo.. baju ku?" Tanya Kyuhyun bingung.

"Iya Kyuhyun sayang.. buka bajumu.." Changmin memutar bola matanya malas.

"Mwo…? K..Kau ma..mau apa ?"

Selanjutnya..

"Mwo…? K..Kau ma..mau apa ?" Kyuhyun mulai gugup dan sedikit waspada.

Changmin yang melihat ekspresi Kyuhyun seperti itu mulai menyeringai senang, sahabatnya ini benar-benar polos.. "Menurutmu, apa yang akan dilakukan dua orang pria di satu ruangan ? belum lagi pria yang satunya benar-benar berwajah manis, bertubuh kurus seperti yeoja?"ucap Changmin menyeringai.

"Andwae.. Changmin… jangan lakukan yang tidak-tidak, aku ini jelek Changmin.. masih banyak wanita cantik dan langsing diluar sana yang mau denganmu Changmin.. arraseo..?"

"Benarkah? Tapi aku mau dirimu Chagi.. kemarilah, buka bajumu sayang.." Changmin makin terkikik geli didalam hatinya ketika melihat Kyuhyun yang sudah turun dari ranjang dan bersiap-siap lari kabur darinya, belum sempat Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauh, Changmin sudah mengenggam pergelangan tangan Kyuhyun erat dan menariknya mendekat, membuat tubuh keduanya rapat dengan wajah yang hanya terpisah beberapa centimeter.

"Changmin kau mau apa ? kumohon jangan lakukan yang tidak-tidak.. ingat aku sahabatmu.. aku masih straight Changmin ! aku menyukai wanita.." Kyuhyun mulai panic dan berusaha melepaskan genggaman Changmin. Demi apapun ia tak mau berakhir seperti ini dengan sahabatnya sendiri, ia bersumpah masih menyukai wanita.

Changmin tidak perduli, ia berusaha keras menahan tawa dan tetap berekspresi datar. Satu tangannya masih mencengkaram kuat kedua pergelangan tangan Kyuhyun, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mulai membuka kancing seragam Kyuhyun. Bagaimana dengan Kyuhyun? Pemuda pucat itu tak bisa berkutik sedikitpun, badannya yang lebih kecil dari Changmin dan tangan kurusnya yang digenggam erat oleh sahabatnya itu membuatnya tak bisa bergerak kemana-mana. Akhirnya ia pasrah, dengan tubuhnya yang gemetaran ia mulai menutup erat matanya enggan melihat apa yang akan dilakukan sahabatnya itu terhadap tubuhnya.

"Changmin kenapa seperti ini? Kukira kau tulus bersahabat denganku selama sepuluh tahun, kenapa kau mau melakukan hal ini padaku?" Kyuhyun berucap terbata, liquid bening mulai terlihat keluar dari mata terpejam itu yang kemudian mengalir melewati pipi tirusnya lalu jatuh mengenai tangan sahabatanya yang mulai membuka kaos dalamnya.

Merasakan sesuatu menetes ditangannya, Changmin kaget, ia memandang sahabat didepannya yang menangis dengan mata terpejam. Changmin menghela nafasnya pelan, sedikit merasa bersalah mengerjai sahabatnya sendiri, dengan cepat ia melanjutkan membuka kaos dalam Kyuhyun dengan sedikit memaksa tangan sahabatnya agar terangkat, kini tubuh putih penuh memar sahabatnya itu telah terekspos didepannya.

"Benar-benar mengerikkan Kyu, kenapa kau masih bertahan hem?" batin Changmin.

"Ck.. Cho Kyuhyun, buka matamu, kenapa kau menutup matamu erat-erat begitu.. bukalah.."

"Ti..tidak, aku akan hancur jika melihat sahabat ku sendiri melakukan 'itu' ketubuhku, akan lebih baik jika aku tak melihat kau melakukan 'itu' ketubuhku.." Kyuhyun makin terisak dengan matanya yang tertutup.

"Melakukan 'itu' apa Kyu..? Melakukan ini..?" Changmin mengambil salep di meja nakas, ia membalikkan tubuh Kyuhyun agar membelakanginya lalu mengoleskan salep ditangannya kepunggung Kyuhyun.

"Au..Changmin apa yang kau lakukan?" kaget Kyuhyun ketika merasakan punggungnya terasa perih. Ia membuka matanya dan membalikkan tubuhnya kearah Changmin.

"Mengobati punggungmu.. memangnya aku mau melakukan 'itu' apa kyu?" ucap Changmin terkikik geli dan memamerkan salep ditangannya.

"Yakk.. kau mengerjaiku?" teriak Kyuhyun.

"Menurutmu ? Hahaha.. aish Kyuhyun-ah, berpikirlah sedikit, untuk apa aku melakukan yang aneh-aneh ke sesama namja apalagi sahabatku sendiri, kau lupa kalau aku masih mengincar Qian noona Kyu ? kau ini benar-benar polos kyu..hahaha" Changmin tertawa senang.

"Aish, Changmin ini tidak lucu, kau membautku menangis untuk hal tidak penting.." Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal, dengan kasar dihapusnya cairan bening dipipinya.

"Arraseo.. mianhae chagi… eoh sekarang berbaliklah… aku mau mengobati punggungmu lagi." ucap Changmin melembut.

"Berhenti berkata menjijikan begitu! Eoh, Mengobati punggungku? Memangnya punggungku kenapa? Sudahlah, aku ingin kembali kekelas". Kyuhyun mengambil seragam beserta kaos yang tadi diletakkan Changmin di meja nakas.

Changmin merebut paksa baju Kyuhyun sebelum sang empunya mulai memakainya, dia memandang Kyuhyun dalam lalu menghembuskan nafasnya kasar. "Huft.. Kyuhyun-ah, berhenti berpura-pura, aku sudah melihat punggungmu sekarang, kau dicambuk ahjussi lagi hem?"

"Kalau sudah tau kenapa bertanya.." Kyuhyun mencibir.

"Sudah cepat berbalik, kalau tidak diberi salep nanti bekasnya akan mengerikkan" Pinta Changmin yang tidak dihiraukan Kyuhyun, pemuda berkulit pucat itu justru memandanginya dengan pandangan yang sulit diartikan. Malas menunggu lama, akhirnya Changmin membalikkan tubuh Kyuhyun dan mendorongnya kembali keranjang, dengan pelan di oleskannya kembali salep ditangannya.

"Tumben kau tidak teriak kesakitan"

"Ini benar-benar perih min"

"Kulitmu selalu sensitive Kyu.. sedikit pukulan saja sudah memar sekali, bagaimana dengan cambukkan, semua itu pasti terasa sakit kan?"

"Hemm.. tapi, salep dan obat-obatan itu justru menambah perih luka-lukaku" ucap Kyuhyun datar.

"Aku tau.. tapi kau tetap harus di obati"

"Walau kau beri salep sebanyak apapun, bekas luka-luka ku tak akan bisa hilang Changmin-ah.. karena luka-luka ditubuhku setiap harinya akan semakin bertambah dan makin mengerikkan." ucap Kyuhyun.

Changmin membalikkan badan Kyuhyun dan menatap matanya dalam. "Kyu.. kenapa kau masih bertahan hidup bersama Cho ahjussi, tinggallah bersamaku, kau akan mati secara perlahan jika bersamanya terus, 10 tahun sudah cukup lama Kyu kau diperlakukan seperti ini" ucap Changmin serius.

"Aku tidak bisa meninggalkannya, aku yang membuatnya seperti ini" lirih Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun sudah berapa kali kubilang itu bukan salahmu ! ini takdir Kyu, kau tak bisa menentangnya" ucap Changmin emosi, ia mulai mengusap wajah kasar.

"Terlepas ini takdir atau bukan, tapi ini memang salahku.. aku pembunuh Changmin." Kyuhyun makin menatap Changmin dalam dan mulai menangis didepan sahabatnya itu.

"Kyu.."

"Aku pembunuh… bukan hanya satu tapi dua orang.. aku pembunuh.." Kyuhyun mulai menangis tak terkendali, ia terisak cukup keras.

"Aku membunuh dua orang yang menyayangiku.. aku pembunuh" racau Kyuhyun.

"Cukup Kyu, cukup!"

Changmin, sahabat yang selalu ada disamping Kyuhyun menatapnya iba, ia menangis dalam diamnya, matanya memang tak mengeluarkan air mata, tetapi hatinya sedari tadi menangis tak henti. Hidup anak didepannya benar-benar sulit, entah bagaimana seorang didepannya ini selalu bertahan.

Changmin tak tahan lagi, dengan cepat dipeluknya sahabatnya itu dengan hati-hati agar tak makin menambah rasa sakit disekujur tubuh Kyuhyun. Ia membenamkan kepala Kyuhyun dipelukannya, membiarkan sahabatnya itu menangis sepuasnya, tak perduli jika seragamnya nanti akan basah oleh air mata Kyuhyun. Kedua remaja itu menangis bersama, tangisan persahabatan yang didasari perasaan tulus satu sama lain.

.

.

Park Donghae, namja tampan berusia 19 tahun baru saja turun dari mobil merah yang baru didapatkannya tadi pagi, setelah memarkirkan mobil sederhanya di halaman parkir apartement, ia melangkahkan kakinya memasuki lift yang akan mengantarkannya ke lantai 13. Ia sudah sampai dilantai 13 kini, dengan tangan yang memegang sebuah kotak kue berukuran sedang, ia melangkahkan kakinya dengan pelan melewati koridor menuju pintu bernomor 1510. Tak perlu berjalan terlalu jauh karena kini ia telah berdiri didepan pintu apartemenya, dengan cepat ia memencet angka 1510 pada tombol yang terdapat disamping pintu itu, angka yang sama dengan nomor pintu, disengaja memang, hyungnya yang bernama Park Leeteuk lah yang memilih dan mengatur semua itu sesuai tanggal lahirnya, entah karena begitu sayang kepadanya atau ada alasan lain.

Dengan malas ia memasuki apartement mewah milik dirinya dan hyungnya itu. Sepi, itulah yang selalu dirasakannya tiap pulang, tak ada siapapun karena hyungnya yang sibuk bekerja tentu belum pulang di jam yang masih menunjukkan pukul 20.00 ini. Pembantu ? mereka hanya menyewa pembantu harian yang datang setiap pagi atau siang hari untuk sekedar membuat sarapan atau makan siang dan merapikan rumah, yaitu bibi Jung, dan tentunya bibi itu sudah pulang malam begini.

Dengan lemas Donghae menaruh kotak kue yang sedari tadi ditentengnya ke atas meja makan, ia membukanya, sebuah kue tart coklat berukuran sedang dengan angka 19 diatasnya ternyata isi kotak itu sebenarnya, kue yang baru dibelinya sewaktu perjalanan pulang tadi. Oh, ayolah.. haruskah ia memakan kue itu sendirian, mana hyungnya? Apakah hyungnya melupakan hari ulang tahunnya? ..

"Hyung, pulanglah.. kau lupa hari ini" ucap Donghae lirih.

Dengan ragu diraihnya ponsel disakunya dan mulai mengetik pesan kepada hyungnya untuk segera pulang.

Hyung cepat pulang, aku mengunggumu, kita rayakan ulang tahunku bersama

Belum sempat ia mengirimnya, ia menghapus pesannya lagi. "Kau harus mengingatnya hyung" batin Donghae sembari meletakkan ponselnya diatas meja. Dengan sabar Donghae duduk diam didepan kue ulang tahunnya menunggu hyungnya pulang untuk merayakan ulang tahun bersama.

23.05, itulah angka yang tertera di jam tangan digital yang bertengger ditangan kanannya. "Kau tak mengingatnya hyung, satu jam lagi sudah tanggal 16.. kau benar-benar tak mengingat ulang tahunku.." lirih Donghae. Akhirnya ia menyerah, dengan langkah gontai ia beranjak kekamarnya meninggalkan kue tart dimeja makan tanpa menyentuhnya sedikitpun. Donghae tertidur tanpa mengganti pakaian yang telah menempel ditubuhnya seharian. Ia terlalu lelah untuk melakukan itu, ia benar-benar lelah sekarang, bukan tubuhnya, tapi hatinya, ia kesepian, benar-benar kesepian, sosok Hyung yang diharapkan akan selalu disisinya setelah eomma dan adiknya pergi justru semakin sibuk, ia mengerti Leeteuk memang sengaja menyibukkan diri bahkan ketika masih duduk di sekolah menengah semenjak mereka hanya tinggal berdua.

Appa? Eoh ya tuhan.. Donghae bahkan tak pernah tau appanya ada di negeri mana sekarang, appanya tak pernah di Korea semenjak bercerai dengan eommanya, Tuan Park itu selalu menyibukkan diri diluar negeri meninggalkan dia dan Leeteuk yang benar-benar masih butuh perhatian.

"Eomma.. Appa.. Hyung.. Kyuhyun-ah.. nyanyikan selamat ulang tahun untukku hari ini, kumohon.." lirih Donghae yang sudah berbaring di kasur mewahnya, terlihat liquid bening mengalir dari mata indahnya. Ia lagi-lagi menangis malam itu, entah sudah keberapa kalinya ia menangis tengah malam ketika mengingat keluarganya. Terlalu lelah menangis akhirnya Donghae tertidur pulas dikasurnya.

Terlalu nyenyak ia tak menyadari bahwa satu jam kemudian kamarnya dibuka oleh seseorang yang ia panggil Hyung, Park Leeteuk.

Park Leeteuk, pria 26 tahun, seorang direktur muda dari Park Store Company, yang telah memiliki cabang di berbagai belahan dunia. Seseorang yang sudah sibuk dengan Perusahaan semenjak ia berusia 17 tahun, tuntutan hidup setelah ditinggal berdua dengan adiknya oleh seseorang yang ia panggil 'eomma' dan 'appa' membuatnya mau tak mau harus meneruskan cabang perusahaan sang ayah ketika baru lulus sekolah, menyebabkan ia harus bersusah payah kuliah sambil mengurus perusahaan.

Leeteuk bahkan masih berusia 14 tahun ketika kedua orang tuanya memutuskan bercerai, ketika ibunya meninggalkannya dengan membawa sang adik terakhir, dan ketika ayahnya frustasi dan memilih menetap diluar negeri mengurus perusahaan, meninggalkan dirinya dan sang adik 'Donghae'. Membuatnya dituntut harus belajar mengurus perusahaan diusia yang sangat muda, membuatnya tak menikmati masa remajanya, dan yang paling menyedihkan adalah membuatnya harus selalu mengabaikan Donghae yang butuh perhatiannya.

Bayangkan saja, ketika kau ditempa beban seperti itu, apakah suatu kesalahan jika kau ingin melupakan orang-orang yang telah meninggalkanmu? Sebuah kesalahan kah jika kau ingin melupakan mereka yang membuat hidupmu penuh dengan beban? Demi apapun, inilah keputusan yang seharusnya diambilnya.

.

Leeteuk melangkahkan kakinya memasuki apartementnya, dengan langkah pelan ia memasuki apartementya. Sedikit heran karena ruang tengah tampak sepi, biasanya adiknya itu akan menungginya sampai tengah malam hanya untuk mendegarnya mencupkan 'Selamat tidur Hae'. Tapi malam ini tak ada adiknya dengan mata mengantuk duduk didepan tv menungguinya.

Leeteuk mengalihkan pandangannya kedapur yang tepat berada didepan ruang tengah, ketika matanya menangkap sebuah kue tert dengan lilin berangka '19' terpampang di atas meja makan, barulah ia sadar hari apa ini. Oh ayolah Park Leeteuk, jam tangan digitalmu bahkan telah menunjukkan pukul '23.45', 15 menit lagi sudah tanggal 16.. demi apapun, Leeteuk lagi-lagi merasa bersalah kepada adiknya itu, ini sudah kesekian kalinya ia lupa bahwa Donghae berulang tahun. Dengan berat hati, diambilnya kue tart itu dan menaruhnya dilemari pendingin, berharap besok pagi ia bisa mengucapkan dan merayakan ulang tahun adiknya itu walaupun terlambat.

Dengan pelan ia memasuki kamar adiknya, Perlahan ia duduk disamping Donghae yang terlelap, mengelus rambut sang adik dengan lembut, menyeka air mata yang belum berhenti mengalir dari kedua mata indah sang adik walaupun sang empunya sudah tertidur lelap. Leeteuk benar-benar tersentak kaget ketika melihat bekas air mata dipipi Donghae. Bekas? Tidak, ternyata air mata itu bahkan masih menetes dari mata sendu adiknya yang sudah terpejam, Leeteuk yakin bahwa adiknya itu sudah tidur, dan ia semakin merasa bersalah melihat adiknya menangis bahkan ketika tertidur.

'Apakah kau begitu kesepian Hae? Mianhae.." batin Leeteuk.

"Saengil Chukkae Hae…" guamam Leeteuk pelan

"Mianhae, hyung melupakannya.. tapi bagaimana hae? Hanya dengan sibuk seperti ini, hyung bisa melupakan mereka, mereka yang meninggalkan kita sendirian.."

Leeteuk segera beranjak dari kamar Donghae, meninggalkan adiknya yang kini membuka mata dan meneteskan liquid bening yang sedari tadi ditahannya, Donghae sudah terbangun sejak ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka, namun ia enggan untuk membuka matanya, ia ingin membiarkan hyungnya mengelus kepalanya, menyeka air matanya, sebuah sentuhan yang lama sekali tak Donghae rasakan lagi.

"Kenapa Hyung? Kenapa harus dilupakan? Mereka tetap bagian dari kita" batin Donghae yang kembali meneteskan air matanya, terlalu lelah menangis dalam diam, ia akhirnya kembali tertidur.

.

.

Sementara dilain tempat, di distrik Daegu, salah satu orang yang benar-benar ingin Leeteuk lupakan tampak tengah berjalan di trotoar tengah malam begini. Cho Kyuhyun baru saja keluar dari kafe tempatnya bekerja pukul 12 malam, ia lagi-lagi memilih lembur hari itu agar bisa mendapatkan gaji lebih bulan ini, dengan gaji yang biasa ia dapat, itu hanya akan cukup untuk membayar sewa rumah dan makan ahjussinya. Bukankah ia juga perlu makan? Perlu biaya sekolah? Mesikipun, Cho Kyuhyun mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolahnya, tapi ia tetap punya kebutuhan yang harus dipenuhi bukan?. Ia bekerja sebagai pelayan kafe sepulang sekolah sampai malam hari, di hari weekend ia menggunakan waktu siangnya sebagai badut di taman bermain, apapun Cho Kyuhyun lakukan untuk mendapatkan uang, untuk menghidupi ahjussinya.

"Ah lelah sekali, aish badanku serasa mau remuk semua…." Kyuhyun menggerutu dalam perjalanannya, ia sedikit mempercepat langkahnya agar cepat sampai rumah dan segera tidur, demi apapun ia benar-benar lelah hari ini, pengunjung kafe benar-benar ramai membuatnya tak biasa beristirahat sejenak walapun semenit.

"Kenapa café selalu ramai?.. ah aku bisa mati kalau setiap hari begini.." Kyuhyun semakin menggurutu tak jelas sendirian.

"Aish Cho Kyuhyun, kau bicara apa?" Kyuhyun segera merutuki ucapan bodohnya.

"Kalau tau begini, kubiarkan saja Changmin menjemputku.." Kyuhyun lagi-lagi merutuki kebodohannya karena menolak tawaran Changmin untuk menjemputnya, tapi biar bagaimana pun ia tak mau membuat sahabatnya itu repot lagi, sudahlah cukup Changmin dan orang tuanya membantu membiayainya ketika sekolah dasar dulu.

Kyuhyun telah berada beberapa meter didepan rumahnya, ia makin mempercepat langkahnya agar cepat sampai dirumah kontrakannya itu. Tinggal beberapa langkah lagi untuk sampai di pintu rumahnya ia berhenti, ia berhenti karena melihat lampu rumahnya masih menyala di jam segini. Ia takut sekarang, jika lampu masih menyala seperti itu, pasti ahjussinya masih belum tidur jam segini, entah apa yang ingin dilakukan pria itu kepadanya lagi malam ini. Mau tak mau Kyuhyun harus tetap memasuki rumahnya, dengan langkah pelan ia membuka pintu dan masuk kerumah kecil itu.

"Kau sudah pulang bocah ?" Suara ahjussinya telah mengitrupsinya yang baru melangkahkan selangkah kakinya dipintu rumah.

"Nde Ahjussi. Kau belum tidur? Tidurlah ini sudah malam.. Oh ya, Apakah kau belum makan? Mau kubuatkan makan malam yang baru?" Tanya Kyuhyun tulus.

"Tidak.. aku sudah makan, bukankah kau membuatkanku 'makanan tak layak makan' tadi siang" Ahjussi Cho bertanya dengan ketus.

"Mi..mianhae ahjussi, aku memang tak pandai masak" ucap Kyuhyun menyesal.

"Aku tak perduli.. eoh, berikan aku uang, aku mau minum malam ini" Ahjussi itu menatap Kyuhyun tajam.

"Ahjussi, berhentilah minum.. itu tak baik untuk kesehatanmu, aku mohon" pinta Kyuhyun.

"Apa perduliku eoh? Kau yang membuatku begini bocah sial.!" Suara Ahjussi Cho mulai meninggi

"Mianhae.." Sesal Kyuhyun.

"Dasar pembunuh, cepat berikan aku uangmu..!"

.

.

TBC

.

.

Gimana, udah lebih panjang kan? Hehe.. (reader: gak juga jiyeoon). Udah banyak yang terbuka kan ceritanya di chap ini? Semoga deeh. Oh Oh ya, Cerita ini bakalan masiih panjaang teman-teman.

Waw.. enggak di ff ME ataupun ff ini, banyak sekali pembaca gelap..bwahaha.. saya cukup kecewa akan itu, tapi tidak apa, saya yakin kalau mengerti cara menghargai pasti akan meninggalkan jejak kan? Atau mungkin bingung mau review apa kali ya..

Oke Sip, ditunggu review chapter ini, chapter 3 masih dalam proses jadi mungkin lama, dan FF ME ch 9 belum sama sekali saya sentuh, jadi akan lebih lama sepertinya, maaf.. tapi saya gak pernah gak update selama berminggu-minggu kan? Jadi tenang aja, 'lama' disini bukan lama-lama banget kok.

To my beloved reader, thanks banget yang sudah mengikuti ff saya. Membaca, mereview, memfavorite dan momfollow ff yang masih banyak kekurangannya ini. Terimakasih reveiwnya buat saya semangat, jangan bosan-bosan sama ff ini dan jangan bosan-bosan review ya..

Last, Ditunggu Riview Chapter ini ya…

Balasan Review :

.Rini11888 : kyu ketemu hyungnya ditunggu ya, masih sekitar satu atau dua chapter lagi lah.. oke, thanks sudah ditunggu eonni..

.Awaelfkyu13 : terimakasih mau menunggu, sudah ku update ni…

.sfsclouds : tentang ahjussi kyu, chap depan deh ya.. tapi mungkin bisa nebak? Hehe terimakasih ya semangatnya.

.kyuli 99 : amin semoga benar seru dan menarik. Iya beda daerah chingu kyu sama teukhae, banyak yang minta kyu gak terlalu menderita, chingu malah mau dia menderita, hihi..

.chairun : kyu tinggal sama siapa? Ditunggu ya chap selanjutnya bakal diungkapkan. Thanks sudah menunggu.

.gyu1315 : ahjussinya siapa? Ditunggu kelanjutannya aja ya..kkk

. : kapan? Gak lama lagi kok mereka ketemu..hehe

. 2 : ya begitulah, entah kenapa saya itu susah buat yang panjang2. Hehe, mian

.kim min soo :hehe ya, ME ditunggu ya….

.Evikyu Vee : anyeong, udah miris ya? Hihi kyu memang cocok jadi sasaran penyiksaan #eh?... Oke sudah lanjut ni.. tapi gak bisa asap karena gak punya asap.. hehe

.hyunchiki : ya ni, jangankan reader saya aja kalo nulis ME kadang nyesek..#curcol.. tentang ahjussi itu bakal kejawab dichap selanjutnya.. ditunggu ya..

.meimeimayra : iya itu chang memang mau ngobatin kyu.. kyu memang harus merana dong..

.TeukHaeKyu : iya sama-sama, btw thanks juga ya udah rajin review kedua ff saya..hihi. leeteuk benci kyu? Emm, bisa iya bisa tidak. Ya sama-sama, maka dari itu ayo budidayakan(?) teukhaekyu fanfic..hehe.

.Desviana407 : iya taka pa chingu, ditunggu review chap ini oke? Iya dong kyu kan 'raja' nya ff.

.lianpangestu : iya emang ff ini gak bakal se angst ff ME chingu, jadi tidak terlalu nguras air amta lah… ff ini lebih ke friendship dan brothership

.hee seol : iya emang kyu terlalu polos di ff ini jadi suka mikir yang aneh-aneh. Oya tidak apa, saya suka baca review yang panjang-panjang kok chingu..

.ShinJoo24 : kyunie ketemu hyungnya gak lama lagi kok.. ditnggu ya.

.kyline : sudah dilanjut, ditunggu review nya ya…

.Cho kyuri : terimakasih, oke saya lanjutkan.

.Rahma94 : ya begitulah.. leeteuk disini juga posisinya gak bisa disalahin chingu, wajarlah dia dingin. Ahjussi itu punya alasan kenapa jadi begitu ke kyuhyun. Ditunggu chap2 selanjutnya ya…

.Guest : ahjussi yang nyiksa kyu ditunggu chap depan ya… appa teukhaekyu kemana, udah kejawab dichap ini kan? Sudah kulanjut ni..

.GaemGyulah : anyeong new reader… oke kalau suka harus ikutin terus ya #maksa.. hehe jangan lupa reviewnya ya..kkk

.FiWonKyu0201 : ya begitulah.. oke selamat membaca. Tentang ahjussi itu liat chapter depan ya…

.chocosnow : iya dong, kyu memang selalu menjadi favorite untuk ff beginian kan? Hehe.. penasaran? Ditunggu chap2 selanjutnya ya..

.sena : oke diusahakan dipanjangin deh.. thanks reveiwnya.. oke saya gak hiatus selama masih banyak yang tertarik dengan ff sj disini kok.

.Guest : oke diusahakan…gak banyak typo, syukurlah, padahal ngetiknya selalu cepet..

.tatta : memang kok.. dia akan menjadi pihak yang tersiksa.. kyu yang bisa sama ahjussi tiu ditunggu chap2 selanjutnya ya.. thanks loh reviewnya.

.Dewiangel : tanyain aja, bakal dijawab selagi bisa.. oke ditunggu ya chap2 selanjutnya oke?

.erka : ya kyu mikirnya udah macem2.. ahjussi itu siapanya kyu, bakal kejawab dichap selanjtnya..

.rintintin : kyu punya alasan kenapa tetap sama ahjussinya chingu… btw thanks reviewnya ya, reader baru ya? Haii.

.Dianti Lestari : oke rasa penasarannya bakal kejawab dichap2 selanjutnya chingu.. hehehe, iya pasti ketemu mereka kok.

.ri jewels : iya dong minkyu friendship.. hehe

.Miyuki : iya sama-sama chingu… ya mereka tidak tahu, tentang appa mereka udah kejawab dichap ini kan? Oke ditunggu chap2 selanjutnya ya.

.kyu27 : ya baru tau nih, ketinggalan.. hehehe. Memang kyu disini karakternya agak2 polos gimana gitu..hehe, oke selamat membaca chapter ini.

.nonixxie : oke sudah next, ditunggu juga review nya ya.

Apabila ada yang belum dibalas, mungkin reviewnya gak masuk atau belum masuk, atau namanya kepotong waktu chapter ini diupload, saya juga tidak tau kenapa bisa begitu kalau diffn.. Ditunggu review chapter ini ya…

JIYEOON