.
ANYEONG YEOROBEUN
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO FLAME | NO BASHING | PLEASE COMMENT
.
Title
WAR OF HORMONE 3
Length
N - CHAPTER
Rating
PG-15 (T to M)
Genre
SCHOOL LIFE, ROMANCE, FLUFFY, DRAMA, YAOI, BOYXBOY
(DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
Main Cast
ALL OTP BAP, EXO, BTS
Disclaimer
THIS FANFICTION IS MINE!
Warning
A lot of typo *ngaks*.
.
.
.
CHAPTER 2: It's Begin!
.
.
.
Sore hari yang cerah. Matahari masih enggan untuk tertidur. Angin sepoi yang berhembus dan daun-daun maple berwarna merah kekuningan jatuh mengotori tanah. Menandakan musim gugur telah tiba.
Terdengar suara peluit yang berulang kali menggema dilapangan sekolah. Ya, saat ini semua anak sedang melakukan ekstrakulikuler diluar jam sekolah, begitu pula halnya dengan team sepak bola. Tapi sepertinya anak-anak dari ekskul sepak bola terlihat tidak bersemangat.
"Yak, apa yang sedang kalian pikirkan huh?! Permainan hari ini sangat buruk. Apa kalian tidak mau memenangkan kembali trophy bergilir?" teriak seorang namja berwajah sangar, Bang Yongguk, selaku kapten team sepak bola. "Jin-ah, fokuslah pada teman satu teammu. Dan kau Hope-ah, mana Hope-ku yang hiperaktif dan penuh stamina?" omelnya.
Mereka semua pun menundukkan wajah mereka dengan lemas. Kalau Bang Yongguk sudah mulai memarahi mereka itu artinya mereka tidak punya harapan lagi untuk bisa melihat hari esok (?).
"Go, go, football team, go, go, fight!" terdengar teriakan dari bangku penonton dan semua anggota team pun menolehkan kepala meraka untuk melihat siapa yang sedang berteriak menyemangati mereka. Dan oh... betapa gembiranya mereka ketika para princess boys meneriaki nama mereka satu per satu dengan suara angelic mereka.
Bang Yongguk yang melihat anggota teamnya hanya bisa mengerutkan dahinya bingung. "Yang benar saja huh."
Anggota team sepak bola pun kembali bersemangat. Seperti seseorang yang tersadar dari komanya, mereka terlihat sangat menggebu-gebu.
"Ini tidak mungkin," gumam Yongguk. "Aku kalah dengan mereka. Dengan princess boys?" Dan Yongguk pun tertawa, membuat orang yang melihatnya berprasangka bahwa dia gila.
"Luhannie~ saranghaeyo~" teriak beberapa anggota team sepak bola yang juga fans berat Luhan. Dan Luhan pun melayangkan senyum malaikatnya, membuat para fansnya terkapar seperti ikan yang kehabisan air.
"Kyungsoo-ah, baby kyungsoo~ saranghaeyo" teriak fans kyungsoo dan kyungsoo hanya bisa membalas dengan senyum lebar dan tatapan doe eyes-nya, membuat mereka berteriak histeris.
"Kami membawakan kalian handuk dan minuman dingin," ujar taehyung dengan semangat.
"Kalian pasti lelah, tapi kalian harus tetap bersemangat. Fighting!" teriak Jungkook
Dan alhasil semua anggota team pun berebut handuk dan minuman yang dibawa oleh V dan Jungkook.
"Yak, yak, kembali ke lapangan. Ini belum waktunya untuk beristirahat!" teriak yongguk yang ternyata diabaikan oleh semua anggota team. Poor Yongguk.
"Tsk, siapa yang menyuruh mereka datang ke daerah kekuasaanku?" geram Yongguk.
"Aku yang membawa mereka."
Yongguk membalikkan badannya. Tubuhnya seketika itu juga membeku ketika matanya berhadapan langsung dengan mata hazel milik seorang namja bersurai hitam dan berbadan ramping. Namja itu berjalan dengan anggunnya, mendekati yongguk, angin sepoi menyibak poninnya yang lembut dan sinar matahari membiaskan kulitnya yang putih bak berlian itu.
"Himchan-ah," gumam Yongguk. Tatapannya tidak pernah lepas dari namja bernama himchan itu.
"Suho memohon padaku untuk mengurus princess boys dan juga team sepak bola. Huh, sangat merepotkan. Dia kira tugasku sebagai wakil ketua senat tidak banyak apa." gerutu himchan.
Himchan menatap yongguk yang sedari tadi hanya diam menatapnya. "Yak, kenapa kau menatapku seperti itu?"
Tidak ada jawaban dari Yongguk.
"Hah~ benar-benar merepotkan." gerutu himchan lagi. "Yak, Bang Yongguk-sii. Aku titip mereka padamu. Mereka akan bertugas menyemangati para anggota team sepak bola saat mereka latihan sampai turnamen diadakan."
Masih tidak ada jawaban dari seorang Bang Yongguk. Hey, ada apa dengan dirimu Yongguk-ah?
"Aku pergi dulu." ujar Himchan seraya pergi meninggalkan Yongguk yang masih betah berdiam diri.
"Hey, hey, sepertinya kapten menyukai wakil ketua senat." ujar Jongup, salah satu back yang dimiliki oleh team sepak bola
"Ne, terlihat jelas sekali dari sikapnya." timpal J-Hope
"Yak, yak, jangan suka menggosipkan orang lain." ujar Seokjin.
"Maaf, Sunbaenim, ini ini untukmu." Seokjin menolehkan kepalanya dan mendapati Jungkook mengulurkan sebuah handuk kecil untuknya.
"Ah, terima kasih." ujarnya seraya mengambil handuk yang diulurkan Jungkook, sedangkan Jungkook membalasnya dengan senyuman eyesmilenya.
"Maaf, apa aku boleh minta minum?" ujar Seokjin pada taehyung setelah menerima handuk dari Jungkook.
"Apa kau belum mendapat minumanmu sunbae?"
Seokjin menggelengkan kepalanya.
"Tapi minumannya sudah habis."
Sial. Seokjin merasa kerongkongannya kering, tapi dia tidak mendapatkan minumannya. Tunggu dulu. Seokjin menyipitkan matanya dan mendapati sebuah botol minuman tergantung manis ditangan taehyung.
"Itu milikmu?" ujar Seokjin seraya menunjuk botol minuman ditangan taehyun.
"Nde?" belum sempat taehyung mencerna pertanyaan dari Seokjin, Seokjin sudah merampas duluan botol minum milik taehyung dan meminumnya.
Tunggu dulu. Apakah itu ciuman secara tidak langsung?
BLUSH
Taehyung melebarkan matanya tidak percaya dengan pemandangan yang terjadi dihadapannya. Namja yang ia ketahui bernama Seokjin - dari nama yang tertera dipunggung kaos olah raga - itu menegak minuman dari botol miliknya dengan sangat errrr sexy. Lihat saja, Adam's apple yang bergerak naik turun dengan tetesan air mineral yang membasahi leher jenjang nan mulus itu membuat Taehyung sulit bernafas. Oh, sepertinya taehyung merasakan mual karena ribuan kupu-kupu yang menari didalam perutnya.
"Thanks," ujar Seokjin yang telah selesai menegak air mineralnya seraya menyodorkan botol minuman milik taehyung.
Lalu apa yang taehyung lakukan? Ia hanya bisa terdiam membeku dengan sorot mata kosong.
PUK
Sebuah tepukan mendarat dipundak Seokjin.
"Ayo kembali kelapangan," ujar J-hope seraya menarik lengan Seokjin.
Jungkook yang melihat adegan yang terjadi antara Seokjin dengan taehyung hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.
Sementara itu, terlihat dua namja yang sedang duduk di kursi penonton paling ujung. Yang satu terlihat sedang asik memainkan psp-nya dan yang satu lagi terlihat mengerucutkan bibirnya.
BIP BIP BIP BIP
"Yak, Youngjae-ah, sepertinya tidak ada fans kita disini. Aku bosan."
BIP BIP BIP BIP
Baekhyun menatap sebal kearah Youngjae yang tidak mendengarkan keluh kesahnya, tetapi memilih untuk fokus memenangkan permainan di psp-nya.
"Haishhhh, yakkk! Berhentilah memainkan benda sialan itu!" teriak baekhyun yang tidak diacuhkan oleh Youngjae.
"Ehem, maaf, apa aku boleh meminta sesuatu dari sunbae?" ujar seorang namja yang membuat baekhyun menolehkan kepalanya
"Kau ingin meminta tanda tanganku?" ujar baekhyun bersemangat
Namja itu menggelengkan kepalanya. "Maaf, tapi aku sedang berbicara dengannya." ujarnya seraya menunjuk youngjae.
Baekhyun pun berdecak sebal dan menyikut lengan youngjae. Youngjae yang menyadarinya pun hanya menolehkan kepalanya dan memandang namja dihadapannya dengan raut wajah bingung seraya memiringkan kepalanya.
"Kau ingin apa dariku?" tanya Youngjae.
"Aku ingin sunbae menerima hadiah ini dariku." ujarnya seraya mengulurkan sebuah nendroid Azuna.
Mata Youngjae pun berbinar. "Uwaaa...daebak!" teriaknya senang seperti anak kecil seraya memeluknya, sedangkan namja yang dipeluk Youngjae hanya terdiam membeku.
"Terima kasih. Siapa namamu?"
"Choi Junhong."
"Gumawo Junhong-sii," ujarnya seraya tersenyum lebar.
BANG~! Mati kau Junhong-ah!
.
.
.
"Hah~ mereka menyebalkan. Hufffttt," gerutu baekhyun seraya menendang bebatuan disamping lapangan sepak bola.
TUK!
"Awww"
Batu itu mendarat dengan mulus dikepala seseorang yang sedang berjalan tidak jauh dari tempat baekhyun. Oh gosh! Mati kau Byun Baekhyun! Baekhyun bergidik ngeri melihat namja yang tingga setinggi tiang listrik berjalan kearahnya. 'Dia pasti ingin memarahiku. Dia tinggi sekali. Damn! Aku pasti kalah dengannya.' batin Baekhyun
Namja tinggi itu menatap tajam baekhyun yang berdiri dihadapannya. "Apa kau yang melempar batu ini?"
Baekyun menelan kasar salivanya. "Ma-maaf. Aku tidak sengaja. Aku tidak tahu kalau batu itu mengenai dirimu. Ma-maafkan aku."
Namja itu hanya memasang wajah datarnya. "Kau harus bertanggung jawab atas tindakkanmu, walaupun kau tidak sengaja melakukannya."
Baekhyun kembali menelan kasar salivanya.
"Tunggu, kau anggota princess boys?" tanya namja itu, menatap pakaian yang dipakai oleh baekhyun.
Baekhyun menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba memasang kuda-kuda. "Jangan macam-macam denganku."
Namja tinggi itupun tertawa. "Yak, aku tidak akan macam-macam dengan namja semanis dirimu."
Wajah baekhyun pun memerah. Apa yang dikatakannya tadi? Aku manis?
Namja itu mendekatkan dirinya hingga ia bisa menatap baekhyun sangat dekat. Baekyun terkesiap. Tatapannya tertangkap oleh bola mata namja yang kini berdiri sangat dekat dihadapannya.
TUK!
"Awww" Baekhyun mengelus keningnya yang dijitak dengan tidak manusiawi oleh namja yang tidak dikenalnya.
Namja itu pun menyeringai, menampilkan deretan giginya yang putih mengkilap. "Satu sama. Kita impas." ujarnya seraya berlalu, meninggalkan baekhyun yang bersungut sebal.
Baekhyun membalikkan badannya, menatap punggung namja itu yang semakin lama semakin menghilang. Ia bisa membaca dengan jelas tulisan yang tertulis dibelakang seragam club basket yang dipakai namja itu.
"Park Chanyeol. Awas kau!" gerutunya seraya mengusap kembali keningnya yang terasa sakit.
.
.
.
"Hah~ aku lelah," gerutu taehyung seraya menghempaskan diri diatas sofa.
"Aku jugaaaa," timpal Jungkook
Para anggota princess boy terlihat kelelahan sesuai menyemangati beberapa club olah raga seperti sepak bola, tennis, hanggar, panahan dan juga bela diri.
"Tapi tugas kita belum selesai," ujar Youngjae seraya merebahkan diri diatas sofa empuk diseberang sofa milik taehyung dan jungkook.
"Ne, masih ada satu club lagi." ujar kyungsoo seraya merenggangkan otot-ototnya yg sudah kelelahan. Ia melirik kearah baekhyun yang sejak tadi diam. Tidak seperti biasanya dia menjadi pendiam seperti itu. Ini sangat fenomenal!
"Baekhyun-ah, kau kenapa?" tanya kyungsoo heran
"Aku tidak apa-apa." ujarnya dingin. Sepertinya baekhyun sedang dalam keadaan bad mood. Mungkin karena kejadian dilapangan tadi.
"Yak, sebentar lagi jam makan malam. Ayo kita selesaikan tugas kita. Kalian tidak mau kehabisan jatah makan malam kan?" ujar Luhan dan semua member pun menghela nafas panjang.
Ternyata menjadi anggota 'Princess boys' itu tidak semudah yang mereka pikirkan.
"Yosh! Baiklah. Club mana yang belum kita kunjungi?" ujar taehyung bersemangat. Anak ini benar-benar seorang mood booster.
"Club Basket." ujar Luhan.
Tunggu dulu. Club basket? Baekhyun kembali teringat pada namja setinggi tiang listrik yang sudah berani menyentuh jidatnya yang sangat berharga. "Fufufufu...lihat saja kalau aku bertemu denganmu, Park Chanyeol." ujar baekhyun seraya menyeringai.
.
.
.
PLEK!
"AWWWWW,,YAK,,TIDAK BISAKAH KAU LEMBUT SEDIKIT,,AWWWW,,AWWWW,," teriak chanyeol saat Daehyun mengompres jidatnya dengan es batu.
"Jangan berisik atau ku patahkan sekalian lehermu, dasar cengeng." ujar daehyun sarkastik.
Chanyeol mengerucutkan bibirnya. "Tsk, kau kejam sekali padaku."
Daehyun memutar malas bola matanya, kembali menekan kening chanyeol dengan es batu. "Makanya kalau jalan lihat-lihat. Masa iya tiang listrik kejedot tiang listrik."
"Aawww," ringis chanyeol.
Yah, inilah chanyeol. Terkadang ia tidak memberitahukan kejadian yang sebenarnya terjadi. Dia berbohong pada teman-temannya bahwa dia tidak sengaja menabrak tiang listrik hingga jidatnya benjol dan lebam saat ia sedang berjalan menuju ruang club basket. Bodoh sekali kau Park Chanyeol.
"Sepertinya sudah kempes," ujar daehyun seraya menyerahkan kantong berisi es batu pada chanyeol. "Pegang ini. Aku mau kembali kelapangan untuk melanjutkan latihanku." Dan daehyun pun kembali bergabung dengan teman-temannya dilapangan, meninggalkan chanyeol yang masih meringis memeganggi jidatnya.
DANG DANG DANG!
Terdengar debuman bola basket yang menggema didalam lapangan. Team basket terlihat berlatih keras untuk turnamen yang akan segera dilaksanakan sebulan lagi. Mereka sangat bersemangat untuk bisa meraih kembali piala bergilir.
"Sehun-ah, berikan bolanya padaku!" teriak kai yang berdiri didekat garis ring lawan.
HUP!
Sehun meloncat dan melempar bola dengan keras kearah kai. Kai pun segera menangkap bola tersebut. Sudut matanya memicing ketika ia melihat daehyun, teman satu teamnya berada didekat ring. Daehyun yang melambai-lambaikan tangannya siap untuk menerima lemparan bola dari kai. Tapi sepertinya kai melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kai membawa bola tersebut dan bergeser kearah samping ring yang tidak dijaga oleh team lawan
SLAM!
Bola tersebut mengenai pinggiran ring dan...
DUNK!
Bola tersebut memantul jauh kearah belakang.
BRAK!
Kai membalikan badannya kebelakang dan melebarkan matanya melihat pemandangan yang terjadi.
.
.
.
"Yak, taehyung-ah, bantu aku membawa ini," rengek Jungkook dengan tangan memeluk erat kotak berisi botol minuman.
"Kemarikan," ujar Taehyung seraya mengambil alih kotak dari tangan Jungkook.
BIP BIP BIP
"Yak, Youngjae-ah, berhentilah berpacaran dengan ipad-mu itu." ujar Baekhyun yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Youngjae.
BIP BIP BIP
Baekhyun memutar bola mata dengan malas dan menghela nafas. Sepertinya dia sudah menyerah untuk berceramah setiap hari dihadapan bocah tuli itu.
"Biarkan saja dia. Ayo cepat, kita sudah terlambat." ujar kyungsoo.
DANG DANG DANG!
Terdengar suara bola yang bersentuhan dengan lantai. Kyungsoo dan Baekhyun memasukki lapangan bola basket, diikuti oleh luhan dan yang lainnya. Kini mereka berdiri dipinggir lapangan melihat anak-anak club bola basket melakukan latihan.
"Sehun-ah, berikan bolanya padaku!" teriakkan kai menggema dilapangan indoor sekolah mereka.
Sehun meloncat dan melempar bola dengan keras kearah kai. Kai pun segera menangkap bola tersebut. Sudut matanya memicing ketika ia melihat daehyun, teman satu teamnya berada didekat ring. Daehyun yang melambai-lambaikan tangannya siap untuk menerima lemparan bola dari kai. Tapi sepertinya kai melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kai membawa bola tersebut dan bergeser kearah samping ring yang tidak dijaga oleh team lawan, lalu melempar bola kearah ring basket.
SLAM! DUNK!
Bola tersebut memantul kearah belakang dan...
BRAK!
Bola tersebut mengenai tangan Youngjae yang berdiri disamping Baekhyun, membuatnya menjatuhkan ipad kesayangannya yang ia genggam sejak tadi. Mata Youngjae pun melebar melihat ipadnya jatuh berserakan tak berbentuk diatas lantai.
Baekhyun dan kyungsoo yang melihat kejadian tersebut ikut melebarkan bola mata mereka, mereka saling melempar pandangan mengerikan. Gawat! Bagaimana ini? Rubah berekor sembilan (?) bisa saja bangun dari tidurnya dan mengamuk!
Youngjae menundukkan kepalanya, menekuk wajahnya dan menggepalkan tangannya, hendak berteriak mengeluarkan seluruh amarahnya. Kai yang saat itu melihat aura hitam yang berkoar-koar disekitar Youngjae pun bergidik ngeri. Mampus kau Kim Jongin!
Kai yang merasa sangat bersalah atas kejadian yang dilakukan olehnya itu pun mencoba mengumpulkan pecahan (?) ipad milik Youngjae.
"Jangan sentuh barang milikku," geram Youngjae, membuat semua yang ada disana bergidik ngeri dengan bayangan hitam yang muncul dibelakang Youngjae. Aku akan menghabisi orang yang berani merusak mainanku. Lihat saja.
SRET
Youngjae menatap sebuah tangan yang terulur dihadapannya dengan ipad miliknya yang sudah kembali utuh. Ia kembali melebarkan matanya tidak percaya, mendongakkan wajahnya menatap namja yang berdiri dihadapannya dengan senyum simpulnya yang Oh... sungguh menawan, membuat Youngjae terdiam membeku.
"Ini milikmu kan? Maaf, temanku tidak sengaja menjatuhkannya." namja itu pun mengotak-atik ipad milik Youngjae dan TADAH~! Ipad itu kembali menyala. "Tidak ada yang rusak," ujarnya seraya kembali tersenyum dan menyerahkannya pada Youngjae.
Youngjae masih saja terdiam membeku saat namja itu berbalik membawa bola basket dan kembali kelapangan.
"Daehyun-ah, kemarikan bolanya!" teriak salah seorang anak bernama Suga dan daehyun pun melemparkan bola basket kearahnya. Latihan pun kembali berlanjut, daehyun berlari ke tengah lapangan dan memposisikan dirinya sebagai forward. Ia sedikit melirikan matanya kearah pinggir lapangan, menatap Youngjae yang berdiri dibelakang garis lapangan dan kembali tersenyum untuk yang kesekian kalinya. Youngjae bisa merasakan hawa panas disekujur tubuhnya, membuatnya sedikit kesulitan untuk bernafas. Ada apa dengan diriku?
"Youngjae~aaahhh,"
Youngjae merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menolehkan kepalanya dan mendapati wajah Baekhyun sangat dekat dengannya. "Hats~ kau mengagetkanku saja." Baekhyun hanya bisa memasang wajah datarnya.
"Kau kenapa? Kau baik-baik saja?"
Youngjae teringat kembali dengan ipad miliknya yang tadinya hancur berantakan. Ia pun segera membolak-balik dan mengutak-atik ipad miliknya dan ternyata ipad miliknya baik-baik saja. Tidak ada yang rusak. Padahal tadi dia melihat sendiri ipad miliknya hancur lebur. Ajaib.
Baekhyun kembali memasang wajah datarnya melihat tingkah laku temannya yang satu ini. Ia pun menyodorkan minuman dingin dan menempelkannya ke pipi chubby Youngjae.
"Hats~ dingin..." pekik Youngjae yang langsung memberikan deathglare pada baekhyun.
"Daripada melamun lebih baik kau berikan minuman ini padanya," ujar baekhyun seraya menunjuk daehyun yang terlihat terkapar (?) ditengah lapangan.
"Kenapa harus aku?"
Baekhyun memutar malas kedua bola matanya. "Yah, ini bagian dari tugas kita. Kau juga bisa sekalian mengucapkan terima kasih padanya karena sudah memperbaiki ipad-mu yang hancur lebur."
Karena tak ada respon sama sekali dari Youngjae, baekhyun pun menarik tangan Youngjae dan meletakkan botol minuman dingin ditangan Youngjae secara paksa, lalu pergi meninggalkannya untuk bergabung dengan yang lainnya.
Youngjae menatap ragu kearah botol minuman yang diberikan baekhyun padanya. Ia melirikan matanya kearah daehyun yang sedang beristirahat ditengah lapangan, menggigit bibir bawahnya, berusaha menghilangkan kegugupannya. Well, ini hanyalah bagian dari tugas yang harus ku lakukan. Kau pasti bisa Yoo Youngjae!
Youngjae pun melangkahkan kakinya dengan sedikit ragu menuju ketengah lapangan, dimana daehyun sedang merebahkan dirinya diatas lantai lapangan yang cukup dingin. Sesaat ketika ia telah berada didekat daehyun, Youngjae menghentikan langkahnya, menatap wajah namja yang sedang memejamkan matanya. Youngjae berpikir sejenak, ragu untuk mengganggu jam istirahatnya, tapi ini adalah tugasnya sebagai princess boy, dan akhirnya ia mengarahkan botol minuman diatas kening daehyun, membuat sensasi dingin mengalir ketubuh daehyun yang terlalu panas akibat latihannya.
Daehyun pun membuka matanya perlahan. Ia bisa melihat siluet dirinya tertangkap oleh sepasang bola mata hitam yang begitu teduh. Ingin rasanya ia meraih orang yang berada dihadapannya itu lalu memeluknya, tetapi ia sadar bahwa hal itu malah akan membuat namja yang ada dihahapannya itu kebingungan karena tingkah lakunya. Ia pun hanya bisa tersenyum membalas tatapan obsidian hitam itu.
"Gumawo," ujar Youngjae dengan suara pelan.
"Nde? Kau bicara apa? Aku tidak bisa mendengarnya."
Sialan. Dia ingin bermain-main denganku.
"Yak, aku bilang-" Youngjae memotong ucapannya dan memelankan suaranya yang cukup keras. "Hmm...itu...untuk yang tadi. Terima kasih," lirihnya
Daehyun menyunggingkan senyumannya, membuat dirinya terlihat tampan walaupun dengan wajah penuh peluh dan rambut yang berantakan. Oh tidak, jantung Youngjae serasa terhenti saat itu juga.
Daehyun kini menatap bingung kearah Youngjae. Pasalnya semenjak tadi Youngjae hanya diam menatapnya tanpa menyodorkan botol minuman padanya. "Ini untukku?" tanya daehyun seraya menyambar botol minuman dari tangan Youngjae. "Terima kasih," lanjutnya.
Youngjae sepertinya tidak tahan berlama-lama berada didekat daehyun. Perutnya terasa mual dan bibirnya kelu. Belum lagi jantung yang memompa darah cukup kencang membuatnya kesulitan untuk bernafas. Okay, apakah ini bisa dianggap sebuah syndrome? Entahlah, yang pasti Youngjae ingin segera menjauh darinya.
Youngjae pun berjalan mundur menjauhi daehyun yang sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari Youngjae. Terlihat sunggingan senyuman disudut bibir daehyun tatkala melihat Youngjae yang sesaat berbalik melihatnya sekilas.
"Menarik," gumam daehyun.
.
.
.
TBC
.
.
.
Yohooo~
Akhirnya update lagi hihihi maaf ya lama updatenya. Jangan bunuh saya karena lama update *siap2 pasang perisai* Sebenernya author bingung gimana caranya supaya semua couple bisa mendapat jatah mejeng (?) di FF author dan author sudah berusaha supaya semua cast bisa muncul. Tapi sepertinya tidak bisa semua terpenuhi. Dan untuk couple yang belum muncul, akan author munculkan di chapter selanjutnya. So, stay tune terus and keep giving me your review. Thanks. *BOW*
