Chapter tiga update~! Sekedar memberitahukan kembali, ini adalah chapter terakhir dari fic ini.
Jadi sekian saja dariku, kemungkinan daku akan banyak bicara di bawah. Oke~ Selamat membaca!
Kalau sudah membaca jangan lupa kasih tanggapan tentang chapter terakhirnya ya. Oke! Sampai bertemu lagi di bawah~
Jaa~
::
Mashima Hiro-sensei
::
Hikaru-Ryuu Hitachiin
::
~ Happy Reading ~
::
::
::
"Aku tidak bercanda, aku serius. Aku telah mengingat semuanya~" apa katanya? Kenapa dia berbicara seperti itu? Kalau dia bicara seperti itu hanya untuk menghiburku, itu sudah kelewatan namanya. Kenapa?
"Aku tidak percaya, jangan berbohong padaku" aku memang tidak percaya, Natsu yang kukenal adalah seorang peri. Bukan manusia seperti dia. Mana mungkin, kan? Mana mungkin manusia seperti dia, adalah Natsu yang sebenarnya adalah seorang peri.
"Aku tidak berbohong. Aku Natsu, Natsu yang kamu kenal. Apakah wajahku menunjukkan kalau aku sedang berbohong?" kulihat wajahnya, walau aku yakin itu adalah wajah yang tidak menunjukkan kebohongan. Tapi sudah cukup kebohongan yang di buatnya, aku tidak mau mendengarnya lagi. Cukup sampai sini, jangan berbohong lebih dari itu.
"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kamu Natsu yang kukenal" memang~ Pasti dia bukan Natsu yang selama ini aku tunggu. Dia dengan Natsu, berdeda. Walau ada kesamaannya selama beberapa jam yang lalu. Tapi...
"Setahun tiga bulan yang lalu, aku mendapatkan tugas. 'Hiburlah, buatlah gadis itu tersenyum bagaimana pun caranya'. Aku tidak pernah berpikir bahwa orang yang kutemui sekarang adalah orang yang berbeda dari yang lainnya" Kenapa? Kenapa dia berbicara sama seperti yang Natsu katakan? Kenapa? Dari mana dia mengetahui kata-kata itu? Dari mana ia mendengar kata-kata itu? Dan mengapa dia menghapalkannya?
"Saat itu aku senang karena aku berhasil membuat gadis itu tersenyum dengan suaraku" Lagi-lagi, kenapa dia mengetahui kata-kata itu? Kenapa? Natsu yang kukenal adalah peri, bukan manusia. Kenapa? Kalau memang dia adalah Natsu yang selama ini kutunggu, ayolah~ Beri petunjuk kalau dia benar-benar, Natsu yang kutunggu selama ini.
"Kamu tahu, setelah aku pergi meninggalkan kamu. Aku meminta pada Ratu agar aku bisa menjadi manusia~ Ratu memang mengubahku menjadi manusia, tapi keinginan itu membuatku hilang ingatan" hilang ingatan? Apakah itu benar? Apa yang dikatakannya benar? Kalau ia berbohong, sangat pandai sekali ia berbohong sampai sejauh itu.
Bows~
Apa itu? Muncul seorang wanita dewasa di kamarku? Dari mana dia masuk? Tapi dari wujudnya, dia seperti peri. Memiliki sayap yang indah, terlihat cantik sekali. Peri itu terlihat berbeda, mungkinkah itu Ratu dari dunia peri?
"Ratu" Ratu? Diakah ratu yang dunia peri? Ternyata perkiraanku benar, tapi apa benar yang dikatakan Natsu tadi? Semua perkataannya, apakah cuma kebohongan belaka? Aku ingin mengetahui kebenarannya~ Tolong beri tahu aku.
"Yang di katakan Natsu benar. Dia memang berubah menjadi manusia sekarang, tapi dia kehilangan ingatan sebagai syaratnya. Aku tidak pernah menyangka kalau Natsu bisa mengingat masa lalunya dengan cepat, hanya memerlukan waktu setahun" cepat? Setahun itu waktu yang lama, kan? Kenapa dia bilang cepat? Aku menunggunya datang kembali begitu lama, bukan cepat seperti yang dikatakannya.
"Ingatannya bisa pulih seperti itu berkat kamu Lucy, berkat kamu ia jadi mengingat semuanya. Sebenarnya aku sudah menghapus ingatan semua orang yang mengenali Natsu, tapi aku tidak menyangka kalau masih ada orang yang mengingatnya" menghapus ingatan? Ingatan Natsu pulih kembali karena aku? Tapi kenapa aku masih bisa mengingatnya? Kenapa hanya aku? Kenapa orang lain tidak bisa mengingatnya?
"Yah~ Karena ini semua sudah terjadi, jadi aku akan menghapus ingatannya kembali. Ingatan bahwa Natsu adalah seorang peri, ingatan bahwa Natsu yang telah merubah hidupnya, dan ingatan kalau kamu tersenyum karena suara Natsu saat setahun yang lalu. Tapi kubiarkan kalian bersenang-senang terlebih dulu. Selama seminggu, aku akan membuat ingatan kalian masih ada. Tapi setelah itu, ingatan kalian tentang hari ini dan yang lainnya akan menghilang" begitukah? Kenangan Natsu yang telah merubah hidupku akan dihapus? Kenangan suara itu akan dihapus juga?
Selama seminggu bersenang-senang dengan Natsu, setelah itu aku akan melupakan kenanganku tentang Natsu yang merubah hidupku? Apa aku sanggup melupakan itu?
"Tenang saja, ingatan kalian selama seminggu itu tidak akan kuhapus. Jadi, buatlah sebuah kenangan yang berarti"
Fate
Ch. 3
"Selama seminggu mau ngapain?" tanya Lucy pada Natsu yang sedang menonton TV di rumahnya sambil memakan makanan ringan.
"Aku minta izin sama managerku, aku tidak akan kembali ke sana selama seminggu untuk bersenang-senang denganmu" jawabnya, ia menatap Lucy dan tersenyum.
Senyuman itu membuat hati Lucy berdetak. 'Oh~ Kenapa aku baru menyadari kalau sebenarnya Natsu itu keren' batin Lucy, ia mendekati Natsu dan duduk di sebelahnya. Ia mengambil makanan itu dan dimakannya juga.
"Apa reaksi dia?" tanya Lucy, ia kembali mengambil makanan itu dan menatap TV yang ada di depannya.
"Seperti anak kecil" jawab Natsu, setelah itu ia tertawa karena mengingat jawaban managernya. Bilang 'jangan' sambil merengek-rengek bagaikan anak kecil yang tidak dikasih permen.
"Pasti managermu orangnya seru ya" balas Lucy, ia masih tetap saja duduk di sebelah Natsu. Padahal ada pekerjaan yang harus dilakukannya pagi itu-membuat sarapan pagi.
"Lumayan~ tapi aku tidak pernah menyangka kalau dulu aku adalah peri, tapi aku mengingat alasan aku mau menjadi manusia. Akan kuberitahu alasanku saat hari terakhir, di malam hari" alasan menjadi manusia? Pasti Lucy sangat ingin mengetahuinya~
"Tidak bisakah memberitahunya lebih cepat?" tanya Lucy, ia menatap Natsu. Natsu menggeleng, dan itu membuat Lucy kecewa dan menghela napasnya.
"Baiklah~ Aku akan membuat sarapan" Lucy berdiri dari tempat duduknya, ia berjalan tapi kakinya malah tergelincir oleh karpet. Ia pun jatuh menimpa Natsu, wajah mereka sangat dekat saat itu. Hanya sisa beberapa senti lagi pasti bibir mereka sudah bersatu, tapi untungnya tidak. Wajah Lucy merah saat itu, sempat kaku beberapa detik. Tapi Lucy sadar kembali dan berdiri ke posisi yang baik. Setelah itu ia meminta maaf dan berlari ke arah dapur.
'Haha~ Itulah alasanku'
Makanan telah jadi, sekarang waktunya mereka makan. Natsu sangat lahap saat memakan masakan Lucy, sangat enak di mata Natsu masakan itu. Akhirnya selesai sudah mereka makan~
"Makanan buatanmu memang enak" untuk yang kedua kalinya Natsu memuji masakan Lucy, dan itu membuat dirinya senang. Disela-sela malunya, Lucy mengucapkan terima kasih.
'Kenapa aku jadi aneh seperti ini sih? Tapi, aku masih bingung. Apa alasan aku menunggu Natsu selama itu?'
"Oh ya, hari ini sekolahmu libur kan? Hari minggu soalnya~ Bagaimana kalau kita ke suatu tempat?" tanya Natsu, sebenarnya Lucy mau saja jalan-jalan dengan Natsu. Tapi ada yang mau dipastikannya terlebih dahulu.
"Aku mau tanya, selama ini kamu bernyanyi dimana?" tanya Lucy, ya~ Selama ini Lucy tidak bisa menemukan tempat dimana Natsu bernyanyi. Karena selalu mendengar suara cekikikan yang tidak jelas munculnya dari mana. Jadi mungkin ini kesempatan Lucy untuk mengetahui yang sebenarnya.
"Kamu belum tahu? Kalau gitu ikut aku~" Natsu berdiri dari tempat yang di dudukinya, lalu berjalan ke luar rumah Lucy. Lucy pun mengikuti Natsu dari belakang, Natsu berjalan diikuti oleh Lucy. Lalu sampailah mereka di sebuah pohon yang cukup rindang yang terletak di sebelah rumah Lucy.
"Selama ini aku bernyanyi dan duduk di pohon ini. Di dahan yang itu, aku bernyanyi sambil menatap langit malam" ternyata begitu. Selama ini Natsu bernyanyi di pohon itu dan di dahan sebelah sana. Pantas Lucy tidak bisa melihat dari jendela, karena tertutup oleh pohon.
Tapi masih ada yang membuat Lucy penasaran, suara cekikikan itu.
"Lalu, selama bernyanyi apakah kamu mendengar suara cekikikan?" tanya Lucy waspada, kemungkinan Natsu tidak mengetahui kalau ada suara itu. Karena ia sibuk dengan nyanyiannya.
"Suara cekikikan?" tanya Natsu tidak mengerti, selama ini ia tidak pernah mendengar cekikikan sama sekali.
"Iya" Lucy mengangguk, itu malah membuat Natsu tertawa. Mungkin asal suara itu berasal dari sana~
"Mungkin suara itu dari patnerku, namanya Happy~ Dia peri dengan wujud kucing" penjelasan Natsu membuat Lucy mengangguk. Pantesan selama ini Lucy tidak pernah berhasil melihat sosok Natsu.
"Pantesan aku selalu gagal untuk melihat pemilik suara itu" kata Lucy dan duduk di bangku. Sebenarnya di sebelah rumah Lucy ada halamannya Banyak tanaman dan pohon buah-buahan disana~
"Gagal? Jadi kamu selalu mau mengetahui siapa aku sebenarnya?" tanya Natsu, karena selama ini Natsu tidak pernah mengetahui bahwa Lucy sangat ingin mengetahui wujudnya seperti apa.
"Iya" Lucy menangguk, Natsu menafsirkan sesuatu. Apakah mungkin gagal karena itu?
"Tapi gagal terus karena suara cekikikan itu?" tanya Natsu kembali, ia melihat gadis yang ditanyanya mengangguk kembali.
"Iya"
"Hahaha~ Kamu lucu Lucy" tawa Natsu, tawaan itu kembali membuat hati Lucy berdetak.
'My God~ Kenapa dirimu menunjukkan orang sekeren ini di depanku? Bahaya kalau aku menyukai orang seperti dia~' Lucy memalingkan wajahnya, agar Natsu tidak melihat wajah Lucy yang memerah.
"Nee, Lucy. Apa yang mau kita lakukan di hari pertama?" tanya Natsu, kini ia duduk di sebelah Lucy dan menatap Lucy yang masih memalingkan wajahnya.
"Aku tidak tahu" jawab Lucy singkat, masih saja tetap tidak menatap orang yang sedang berbicara dengannya.
"Kalau lagi bicara sebaiknya kamu melihat orangnya" Lucy yang menyadari ketidaksopanannya itu langsung menengok kembali ke arah Natsu.
"Maafkan aku" kini ia menghadap ke arah Natsu, tapi masih saja tidak menatap Natsu karena dari memalingkan wajah sekarang jadi menundukkan kepala.
"Ya sudahlah~" kata Natsu di sela-sela waktunya. Ia menatap langit~ Hari pertama mungkin bingung apa yang akan mereka lakukan.
Karena bingung mau melakukan apa, akhirnya hari pertama terlewati tanpa ada kenangan yang berarti. Sayang sekali~ Satu hari dilewatkan tanpa melakukan kesenangan apa pun.
"Jadi, hari kedua ini mau ngapain?" tanya Natsu lagi, ia melihat Lucy yang kini sudah memakan seragam sekolahnya dengan rapi. Apakah tidak ada kenangan yang berarti lagi selama lima hari? Karena Lucy akan sekolah, jadi tidak bisa melakukan apa-apa.
"Sekolah~ Kamu tunggu saja di rumah. Kalau lapar di kulkas ada makanan" setelah mengucapkan itu, Lucy langsung berlalu dari rumahnya.
"Hmm~ Kalau seperti ini terus, apakah akan ada yang berarti selama seminggu ini?"
::
::
::
Benar-benar tidak ada yang berarti, selama lima hari Lucy selalu sekolah dan tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Natsu bosan hanya melakukan kegiatan yang sama saja selama lima hari itu. Apalagi di hari pertama mereka juga tidak melakukan kegiatan yang berarti, tidak ada kenangan yang berarti selama enam hari. Hanya tersisa satu hari satu hari saja. Hari ini, hari sabtu.
"Selama enam hari ini tidak ada kenangan yang berarti" Natsu mengangkat pembicaraan, karena dari tadi hanya keheningan saja yang terjadi antara mereka berdua.
"Iya" Lucy menjawab, ia menatap depan. Padahal tidak ada apa-apa di depan mereka, hanya tembok yang berwarna sama.
"Bagaimana kalau jalan-jalan?" tanya Natsu, ia menatap Lucy yang sepertinya setuju dengan keputusan Natsu.
"Iya~" jawab Lucy bersemangat, ia setuju karena sudah lama sekali ia tidak jalan-jalan. Apa lagi kali ini ia jalan-jalan dengan Natsu~ Pasti akan sangat menyenangkan sekali.
"Aku ganti baju dulu ya" Lucy berlari ke arah kamarnya dengan semangat, Natsu yang melihat itu tersenyum.
'Sudah lama aku tidak melihatnya seperti itu' batinnya, padahal baru beberapa hari Lucy tidak seperti itu. Tapi malah disebut lama?
"Sudah siap?" tanya Natsu yang melihat Lucy yang sudah rapi. Wajah Natsu bersemu merah melihat Lucy yang begitu menawan~
"Kau manis hari ini" kata Natsu memuji, Lucy mendengar pujian itu tertawa dan bilang sudah dari dulu ia seperti itu.
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang" Natsu membuka pintu, disusul oleh Lucy yang mengikutinya dari belakang. Setelah semua orang keluar, Lucy mengunci pintu rumahnya. Lalu mereka jalan-jalan mengelilingi kota~
Sekarang keberadaan mereka di taman, setelah mengelilingi kota cukup lama. Waktu juga sudah menunjukkan pukul lima sore, hari ini sudah cukup untuk memberikan kenangan yang berarti. Banyak kejadian yang menyenangkan saat mengelilingi kota. Banyak canda tawa yang membuat Lucy tersenyum dan tertawa.
"Tamannya indah ya" kata Lucy memecahkan keheningan. Ia sangat tidak suka ada keheningan diantara dirinya dengan Natsu. Ia juga heran kenapa Natsu yang biasanya ribut seperti itu kini tenang bagaikan hutan itu?
"Iya~" jawab Natsu membalas perkataan Lucy, yang kali ini singkat jawabannya. Benar-benar bukan Natsu saja~
"Aku beli minuman dulu ya" Natsu berdiri dari tempat duduknya, ia jalan menuju mesin penjual otomatis. Lalu dimasukkannya uang dan memencet minuman kaleng yang mau diminumnya. Setelah itu ia kembali ke tempat dimana Lucy berada dan memberikan satu minuman kaleng itu pada Lucy.
'Aku penasaran, alasan Natsu jadi manusia apa ya? Hari ini aku akan mendapatkan jawaban yang selama enam hari kutunggu' batin Lucy dan membuka minunam kaleng itu, lalu diminum cola tersebut.
'Hanya satu hari yang tersisa, setelah itu kenangan Natsu kalau dulu dirinya adalah peri akan dihapus kembali. Begitu juga kenanganku tentang Natsu' Lucy bingung, walaupun hari ini sudah cukup berari, tapi sepertinya masih ada yang kurang. Ia juga belum tahu alasan Natsu mau menjadi manusia. Ia menunggu Natsu selama itu pun, ia tidak tahu alasannya.
Taman terlihat sepi karena waktu menunjukkan pukul enam malam. Tanpa ada kenangan yang lebih dari tertawa dan bercanda ria. Walaupun tidak ada kenangan yang lumayan berarti, tapi alasan Natsu jadi manusia pasti berarti di mata lucy.
"Lucy, apa kamu mau tahu alasanku menjadi manusia apa?" Natsu akan memberitahukannya, akan memberitahukan apa yang membuat Lucy penasaran selama enam hari itu.
• Lucy P.O.V. •
"Iya~" jawabku, aku sangat ingin mengetahui apa alasannya. Mau menjadi manusia tapi kehilangan ingatan, apa alasannya begitu berarti? Sehingga Natsu mau memenuhi syarat tesebut.
"Aku juga kurang mengerti, tapi alasannya mungkin karena kamu" aku kaget, bagaimana tidak kaget? Mau melakukan hal itu hanya karena aku?
"Karena aku?" Aku tidak mengerti apa yang ada dipikirannya saat itu. Kalau aku menjadi dia, mana mau aku melakukan hal tersebut. Walau pun tanpa syarat pun, aku juga tidak akan pernah mau melakukannya.
"Yah~ Aku tahu kalau peri dan manusia itu tidak akan pernah bisa bersama. Makanya aku mau menjadi manusia dan kehilangan ingatanku. Sebelum melakukan itu, aku sudah berpikir terlebih dahulu. Aku yakin, walau pun ingatanku hilang, pasti aku bisa bertemu dengamu lagi. Bagaimana pun caranya, dan akhirnya aku benar-benar sudah bertemu denganmu" itukah alasannya? Hanya seperti itu? Hanya untuk bersama denganku, dia sampai kehilangan ingatannya dan merubah rasnya? Ia berharap dengan itu bisa bertemu dan bersama denganku? Tapi bagaimana kalau itu tidak pernah terjadi? Buktinya selama setahun kami tidak pernah bertemu.
"Aku menyukaimu, itulah alasanku" apa katanya? Suka sama aku? Tapi kenapa aku menangis? Mungkinkah ini alasan aku menunggu Natsu selama setahun lebih? Apakah aku juga menyukainya?
"Jangan menangis" kurasakan dekatan Natsu memelukku, hangat, dapat menenangkan hatiku. Sepertinya aku benar-benar menyukainya, itulah alasan aku menunggunya. Aku mengerti sekarang~
"Iya~" tangisanku berhenti berubah menjadi senyuman, senyuman yang kuukirkan di wajahku sama seperti pertama kali saat aku mendengar suara itu.
Bows~
Lagi-lagi, Ratu muncul di hadapan kami. Apakah sekarang sudah waktunya untuk menghapus ingatan? Walau enam hari tidak ada yang berarti, tapi di hari terakhir sangat berarti bagiku.
"Sudah waktunya~"
Hilang sudah, ingatan pun hilang dari dunia ini. Tapi, kenangan selama seminggu itu, tidak akan pernah dilupakan~
::
::
::
Aku datang ke konser Natsu, aku tersenyum melihat Natsu yang disoraki oleh penggemarnya. Ia menjadi lebih terkenal dari sebelum-sebelumnya, Natsu memang hebat. Aku tidak pernah menyangka aku bisa menjadi pacar dari penyanyi terkenal itu. Tapi saat kejadian itu, aku sangat senang. Aku tidak dapat mengingatnya, sepertinya ada sesuatu yang memberikan waktu selama seminggu untuk bersenang-senang dan membuat kenangan yang berarti.
Walau pun tidak ingat, tapi aku yakin kalau Natsu yang telah mengubah hidupku. Natsu yang membuat duniaku berubah, dengan suaranya~
"Sudah siap?" Natsu, ya. Dia pacarku, kami sekarang akan bersenang-senang kembali. Kami akan membuat kenangan yang berarti lebih banyak lagi~
"Iya~"
Inilah takdir~
The End
Yahaaa~ Tamat juga fic ini. Maaf kalau sangat aneh ya~ Setelah ini mungkin aku akan hiatus lagi, karena belum menemukan inspirasi baru. Walau sudah ada idenya, tapi belum kepikiran untuk diisi di cerita itu.
Yah~ Terima kasih bagi kalian yang sudah mau membaca fic daku yang aneh ini. Kalau begitu sekian saja dariku, bertemu di lain waktu.
Thanks for your review:
- Chiaki Heartfilia
- RyuuKazekawa
- Tsania El Untsa
- Apodolan dragneel
- Kaoru-Kagami Yoshida
- Himiki-chan
- huddexxx69
- wendy love 26
- Hanara VgRyuu
- Guest
- otaku150401
- Kazuka Kujyou Tsania-Chan
Thanks for your favorite:
- Apodolan dragneel
- Chiaki Heartfilia
- Kaoru-Kagami Yoshida
- huddexxx69
- Himiki-chan
- Kazuka Kujyou Tsania-Chan
Thanks for your follow:
- Apodolan dragneel
- Chiaki Heartfilia
- huddexxx69
- Himiki-chan
Jaa~
