You Are Never Be My Namjachingu
By : KeiLee
Main Cast : Haehyuk (Lee Donghae x Lee Hyukjae)
Disclaimer : Mereka berdua saling memiliki. Ngga ada bantahan
Genre : Romance, dan suka-suka
Rate : T as always
Warning : YAOI. DLDR. Typo (s). Kritik dan saran sangat dibutuhkan dnegan bahasa yang halus dan sopan. Tidak terima bash..
Start Story
Author PoV
"Ya! Lee Hyukjae! Sampai kapan kau mau membolos latihan, eoh?" namja manis yang tengah mendudukkan dirinya di bawah pohon maple di belakang sekolah sambil mendengarkan musik itu hanya menoleh dan memasang wajah datar tidak peduli dengan guru olahraganya yang menatapnya kesal.
"Wae?" jawabnya datar.
"Wae, kau bilang? Sudah berapa kali kau membolos latihan sepak bola? Sebentar lagi ada tournamen, kau tidak bisa terus-terusan bersikap seperti ini." Guru olahraga berwajah kekanakan dan bermata sendu itu masih berusaha untuk memberi pengertian pada muridnya yang susah diatur itu.
"Untuk apa aku harus berlatih? Bukankah aku memang memiliki bakat untuk menjadi pesepak bola? Jadi tanpa berlatih pun, aku masih bisa bermain sepak bola dengan baik." Jawab Hyukjae sembari memejamkan matanya.
"Tapi tetap saja. Bakatmu akan menumpul jika kau tidak giat berlatih." Saran guru olahraga itu lagi.
Hyukjae yang mulai jengah dengan segala ocehan guru olahraganya itu akhirnya membalikkan badannya menghadap gurunya itu. Matanya memicing tajam tapi tetap tidak bisa menyembunyikan wajah manis dan imut menggemaskan miliknya.
"Dengar, Lee Donghae Songsaenim. Bukankah kau sendiri yang memintaku masuk dalam tim sepak bola sekolah? Bukankah dengan begitu kau tahu bagaimana kemampuanku? Kau pasti tahu kalau bakatku tidak akan menumpul secepat itu hanya karena aku membolos latihan dua tiga kali."
"Aku tahu. Aku sangat tahu kemampuanmu. Kau memang hebat melebihi siapapun disini bahkan aku sekalipun, kuakui itu. Tapi masih ada yang harus diperbaiki. Kau masih harus menambah skillmu. Kau masih sangat perlu untuk mengembangkannya, Lee Hyukjae ssi." Guru olahraga yang diketahui bernama Lee Donghae itu masih tidak berhenti berusaha untuk membuat murid nakal -tapi berbakat- itu untuk mengikuti latihan yang dipimpin olehnya.
"Aku tidak butuh menambah skillku. Aku merasa cukup dengan ini semua. Aku bahkan bisa mengalahkan lawan dengan skill yang kupunya saat ini. Ditambah lagi tim sekolah kita memiliki pemain yang juga tidak kalah bagus dariku." Hyukjae masih berusaha untuk menolak permintaan guru cerewet –tapi tampan- nya itu.
Donghae menghela nafas lelah. Dia sebenarnya bisa saja menyerah menghadapi namja manis ini, tapi dia tidak bisa melakukannya karena satu alasan yang tidak bisa dikatakannya pada siapapun.
"Kau tidak bisa seperti itu. Setidaknya meskipun kau tidak mau ikut latihan, kau harus datang kesana sekedar membuktikan kalau kau adalah anggota klub. Banyak hoobaemu yang tidak tahu kalau kau adalah bagian dari klub. Mereka semua bertanya siapa striker utama tim kita." Donghae masih tetap berusaha membuat anak emas di klubnya itu untuk bergabung dalam latihan kali ini.
Lagi, Hyukjae menghadap gurunya yang makin cerewet dari hari ke hari itu, "Kenapa kau senang sekali mengurusi urusanku, Ssaem? Bukankan banyak anak lain yang bisa kau urusi?" setelah mengatakan itu, Hyukjae segera beranjak meninggalkan Donghae yang hanya bisa menghela nafas menyadari usahanya selama ini tidak membuahkan hasil yang dia harapkan. Lee Hyukjae tidak akan datang latihan selama dia yang menjadi pelatihnya.
Donghae memasuki ruang latihan dan menemukan Lee Hyukjae ada disana sedang bercanda dan tertawa menunjukkan gummy smile miliknya bersama Nickhun, Chansung dan anggota tim sepak bola yang lain. Bahkan hoobae yang sebelumnya tidak mengenal Hyukjae duduk melingkar dan sesekali tertawa mendengar lelucon yang dilontarkan sunbae mereka sesekali mereka juga menanggapi lelucon mereka dan membuat tawa makin menggema di ruang lapangan sepak bola indoor itu.
Priiiiiittttt...
Donghae meniup peluitnya tanda latihan akan segera dimulai. "Semua bersiap di posisi masing-masing. Hari ini kita akan melakukan evaluasi. Tim inti akan bertandng dengan tim baru." Perintah Donghae yang langsung dilakukan oleh anak didiknya. Kakinya melangkah mendekat kearah Eunhyuk yang sudah berganti pakaian dan sedang memakai sepatu sepak bolanya.
` Eunhyuk mendongak begitu melihat kaki dengan sepatu merah berhenti di depannya. Retinanya menemukan sang pelatih tampan sedang mengamatinya intens membuatnya sedikit risih.
"Wae, Ssaem? Kenapa Ssaem melihatku seperti itu? apa ada yang salah denganku?" tanya Hyukjae dengan ekspresi datar membuat Donghae menghela nafas keras.
"Sejak kapan kau ada disini? Bukankah tadi kau menolak ajakanku?" interogasi Donghae.
Eunhyuk mendengus keras, "Bukankah anda yang menginginkan saya berada disini? Kenapa sekarang anda bingung dengan keberadaan saya?"
Donghae tidak menjawab. Dia hanya diam dengan mata yang menatap tajam kearah namja manis yang kembali melanjutkan kegiatannya yang tadi. Sedangkan Eunhyuk yang ditatap hanya diam tanpa peduli dengan apa yang dilakukan oleh pelatih tampannya itu. Merasa diacuhkan oleh siswa manisnya itu, Donghae memutuskan untuk segera memulai latihan sebelum emosinya benar-benar mengambil alih semua.
Skip Time
Turnamen sepak bola antar sekolah sudah berakhir dengan skor 2 : 1 menghasilkan kemenangan pada tim sekolah Eunhyuk. Sapphire Blue High School. Dengan begini, sekolah Eunhyuk berhasil menjadi juara selama dua kali berturut-turut. Kemenangan ini berkat tendangan Eunhyuk yang bekerja sama dengan Chansung di detik-detik terakhir.
"Woahhh... kau memang sangat berbakat, Hyukie! Aku sangat bangga padamu!" Nickhun memeluk Eunhyuk erat dengan wajah gembira yang sangat kentara. Eunhyuk yang dipeluk hanya tertawa menunjukkan gummy smilenya yang selalu berhasil memikat siapapun yang melihatnya.
"Ne, gomawo, Khunnie. Tapi bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku tidak bisa bernapas." Mendengar permintaan Eunhyuk, Nickhun makin mengeratkan pelukannya membuat Eunhyuk berteriak padanya.
"Aish.." umpatnya dengan bibir mengerucut membuat Nickhun tertawa melihatnya.
"Minumlah. Aku tahu kau haus." Eunhyuk menolehkan kepalanya kesamping dan menemukan Chansung yang menyodorkan minuman kearahnya. Dengan senang hati, Eunhyuk menerima uluran minuman itu dan meminumnya sekali teguk.
"Gomawo, Chansungie. Kau memang paling mengerti aku." Ucapnya yang membuat Chansung tertawa dan memeluknya erat.
"Kau menggemaskan sekali, Hyukie. Aku jadi ingin memakanmu." Bisiknya membuat Eunhyuk tertawa keras-keras sambil memukul punggung Chansung lumayan keras.
"Kau ada-ada saja." Balasnya membuat mereka berdua tertawa bersama
Hari mulai beranjak sore. Segala keceriaan karena kemenangan tadi berangsur-angsur menghilang. Eunhyuk berjalan sendirian melewati koridor dekat dengan ruang guru. Baru saja dia melewati ruangan guru olahraga, tangannya ditarik masuk oleh namja yang amat sangat dikenalnya.
"Ssaem? Kenapa anda menarik saya kesini? Saya rasa tidak ada lagi yang perlua dibicarakan diantara kita. Saya dan rekan saya yang lan sudah memenangkan turnamen seperti yang anda inginkan."
"Panggil aku Hae seperti biasa kau memanggilku." Perintah Donghae membuat Eunhyuk menatapnya kaget sebelum tersenyum meremehkan.
"Apa maksud anda? Bukankah ini masih disekolah? Saya tidak ingin dicap sebagai murid tidak sopan dan anda pun pasti tidak ingin dikeluarkan dari sekolah, kan?"
"Panggil aku dengan panggilan yang sama seperti kau memanggil namja-namja itu tadi." Perintah Donghae dengan nada yang sama seperti tadi. Geram dan datar.
"Mianhamnida, Ssaem. Saya tidak bisa." mendengar jawaban Eunhyuk, Donghae mendengus keras dan menggebrak meja disampingnya.
"Kenapa tidak bisa? kau bisa memanggil mereka dengan panggilan mesra seperti itu tapi kenapa tidak denganku?!"
"Aku juga ingin menanyakan hal yang sama denganmu, Ssaem. Kenapa kau bisa memperlakukan yeoja-yeoja yang selalu menggodamu itu dengan baik tapi tidak kepadaku? Kekasihmu sendiri?!" Donghae diam dan itu berhasil membuat Eunhyuk geram.
"Kenapa diam? Kau tidak bisa membalas?" Diam. Donghae kembali mengacuhkan pertanyaan Eunhyuk. "Kurasa hubungan kita harus berakhir."
Donghae diam menatap intens Eunhyuk yang menolak bertatapan dengannya, "Kau benar. Kurasa kita harus mengakhiri semua ini. Kau tidak akan pernah pantas menjadi namjachingumu." Jawaban Donghae berhasil membuat Eunhyuk tersentak. Demi Tuhan, dia hanya menggertak tadi. Dia tidak bersungguh-sungguh mengatakan itu. dia lebih tidak menyangka Donghae akan mengatakan hal itu setelah mereka menjadi sepasang kekasih selama 3 tahun.
"Arasseo. Kuharap kau bisa menemukan yang terbaik." Ucapnya bergetar sebelum mberbalik dan melangkah pergi meninggalkan Donghae.
"Aku sudah menemukannya, Hyukie. Mianhae." Ucapan Donghae berhasil membuat air mata yang tadi ditahan Hyukjae keluar dengan deras tanpa halangan.
Hyukjae berlari dengan air mata yang terus mengalir mengacuhkan pandangan heran dari siswa yang masih ada di sekolah. Mereka mungkin berpikir kenapa Eunhyuk harus menangis disaat sekolahnya menjadi pemenang turnamen? Menangis terharu pun percuma karena itu sudah terlalu terlambat untuk melakukan itu. Eunhyuk terus berlari sampai di tengah lapangan dia berhenti karena namanya dipanggil melalui siaran oleh suara yang sangat dikenalnya.
"Lee Hyukjae. Aku tidak akan mengatakannya dua kali, jadi dengarkan baik-baik." Eunhyuk memfokuskan perhatiannya pada suara Donghae.
"Kau tidak akan pernah pantas menjadi namjachinguku." Air mata Eunhyuk yang tadi sempat terhenti kembali mengalir. Dia tidak menyangka Dongha akan mengucapkan kaliamt menyakitkan itu lagi. Ditambah saat ini banyak tatapan siswa yang manatapnya kasihan sekaligus mengejek. Eunhyuk kembali akan melanjutkan langkahnya namun suara Donghae kembali menahannya.
"Jangan pergi. Setidaknya dengarkan aku sampai aku selesai. Dan jangan menangis." Eunhyuk menundukkan kepalanya menahan laju air matanya, "Aku tidak bisa menjadikanmu namjachinguku lagi karena aku sudah menemukan pasangan hidupku. Tidak, jangan menangis dan jangan pergi! Kau berjanji akan mendengarkanku sampai selesai."
"Appo. Appoo..." lirih Eunhyuk sambil memukul dada kirinya pelan.
"Aku menemukan belahan jiwaku, Hyukie. Aku sudah menemukannya. Dia namja manis yang selalu berhasil membuatku jatuh cinta setiap harinya. Tingkah konyol dan sok coolnya kadang membuatku kesal, tapi itulah yang kusukai darinya. Dia memiliki kemampuan untuk membuat orang disekitarnya jatuh cinta. Itu membuatku harus menahan cemburu setiap harinya. Kau tahu siapa dia? Dia adalah namja manis pemilik gummy smile yang sekarang berdiri di tengah lapangan dengan air mata yang mengalir dari pelupuk mata indahnya. Kuharap setelah ini tidak ada lagi air mata yang keluar. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu dengan segala apa yang ada pada dirimu."
Donghae menjeda ucapannya membuat Eunhyuk juga ikut menahan nafas penasaran dengan kelanjutan ucapan Donghae, "Kau tidak akan pernah menjadi namjachinguku karena kau bukan sekedar itu. Kau adalah belahan jiwaku. Namja yang nantinya akan menjadi pasanganku. Namja yang deminya aku rela jika harus melepas pekerjaan yang kuimpikan sejak dulu. Namja yang deminya aku rela melakukan apapun. Saranghaeyo, Lee Hyukjae." Eunhyuk menangis tergugu mendengar kalimat terakhir Donghae. Tapi ini air mata bahagia berbeda dengan tadi.
Prok.. prokk... prokk..
Tepuk tangan terdengar seiring dengan langkah Donghae yang berjalan menghampiri namja manisnya dan memeluknya dari belakang. "Sudah puas kau menangis, Nae Princess?" bisik Donghae membuat Eunhyuk tersenyum ditengah tangisnya.
"Sarang... hiks, saranghae, Lee Donghae. Jeongmal saranghae." Bisiknya lirih tapi tetap bisa di dengar oleh namja tampan dibelakangnya.
"Aku jauh lebih mencintaimu. Lebih daripada yang kau tahu." Bisik Donghae sebelum membalik badan Hyukjae dan mendaratkan bibir tipisnya di belahan bibir plum Hyukjae disaksikan oleh siswa Sapphire Blue High School yang bersiul-siul menggoda.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
Eotte? Bagus kah?
Mind to RnR?
Gamsahamnida buat yang baca, review, nge-Fav sama nge-Follow..
Annyeong.
