Ini fic pertama saya. Jadi maaf banget kalo ini fic ancuur…
Boku wa Narukami Hiroki , yoroshiku…
Disclaimer :
Udah tau kan Vocaloid punya siapa? Yang jelas punya sa…#plak, maksudnya punya Crypton Future Media sama Yamaha Music International.
Warning :
Gaje, typo, OOC, OOT, abal, bahasa gak baku, humor garing serenyah T*ngo, Fail Romance, dan lain-lain.
Blonde Love Story
By :Narukami Hiroki
Gomen, minna chapter 2-nya banyak typo sama misstypo
Keesokan harinya…
GREEEK!
Pintu kelas XI-B dibuka paksa oleh bocah shota honeyblonde yang lagi makan pisang.
"Aah, ohayou Len!" Sapa Mikuo yang lagi baca novel ringan. Iya ringan, sampe-sampe satu lembar aja nggak nyampe! (Hiroki : Novel apaan tuh? | Mikuo : "Lu yang buat skripnya kan?" | Hiroki : *kicep*)
"Ohayou, Mikuo!" Kata Len membalas sapaan Mikuo.
"Ohayou, Rin…eh maksudnya Len" Kata Miku ngeledek Len.
Tiba-tba ada yang mendobrak pintu kelas XI-B lagi.
"Ohayou, Rin-chan!" Sapa Miku kepada Rin.
"Ohayou, Miku-chan,Mikuo,dan Len!" Sapa Rin kepada temen-temennya.
"Ohayou, Rin!" Sapa Mikuo.
"O-Ohayou, Kagami-san!" .Sapa Len sambil rada blushing.
"Panggil saja aku Rin" Kata Rin kepada Len.
"H-Ha'i" Kata Len nurut.
"Ciee…" Ledek Miku sambil makan Negi
"SHUT UP!"kata Len sambil ngambil Negi-nya Miku dan dilempar ke luar angkasa(?).
"No! My Negi" Teriak Miku lebay sambil terbang (?) ngejar Negi-nya ke luar angkasa.
"Mikuuuu!" Teriak Mikuo lebay.
"Tidak ada cara lain, Pelayan-ku kejar Miku ke luar angkasa!" Perintah Mikuo kepada Maid barunya, siapa lagi kalo bukan si Aku-No-Onna.
"Ha'i, Ouji-sama." Kata Luka sambil ngeluarin pesawat luar angkasa berbentuk tuna(?) dan menyusul Miku.
"Waaaw, Luka-sensei bener-bener jadi maid-nya Mikuo. Dan sejak kapan Luka-sensei ada di sini?" Tanya Rin. Len? Oh, dia tidak peduli lagi…
"Dia sudah gila ya? Ngejar negi yang udah tau nyampe luar angkasa. Nyampe Pluto (?) malah." Kata Len kelewat sotoy.
"Lu tau dari mana, Len? Tanya Mikuo.
"Nebak." kata Len dengan wajak innocent (Baca :shota.).Rin sama Mikuo cuma bisa ber-facepalm ria.
"Ouji-sama, ini makhluk(?) yang ngejar negi sampe keluar angkasa" Kata Luka sambil ngebawa balik Miku.
"Bagus, sekarang sebagai hadiah lu dapet satu negi!"Kata Mikuo.
"Siapa juga yang mau negi?" tanya Luka nolak plus nyolot.
"Kata siapa gua mau ngasih ini ke lu?Orang gua mau ngasih ni negi ke Miku!" Bales Mikuo.
"Emang kenapa dia yang dikasih hadiah?" Tanya Luka kesel.
"Karena udah nyusahin lu!" Jawab Mikuo sambil ngasih negi ke Miku. Luka menahan diri biar gak nonjok mukanya Mikuo sekarang juga.
"Gila ya lu…" Kata Rin sweatdrop ngeliat Luka yang mati-matian nahan diri untuk tidak membabat habis murid pecinta negi satu ini.
"Oh, iya! Ini hadiah buat lu!" Kata Mikuo sambil lempar kaleng sarden kosong ke kepalanya Luka.
BLETAK!
"Wah, mampus nih Mikuo. Senjata makan tuan." Kata Len.
"MI-KU-O…" Panggil Luka.
"Nani?" Tanya Mikuo.
"Perjanjiannya cuma jadi maid sama gak boleh marahin kan?" Tanya Luka mulai ngeluarin cambuknya.
"Te-terus?" Mikuo nanya balik sambil kicep di tempat.
"Nyiksa boleh kan?" Tanpa persetujuan dari bupati (?) setempat, Luka langsung menghajar bocah pecinta negi itu.
.
.
.
May we skip this bloody scene, please?
"Lho? Mikuo-nii mana, Luka-sensei?" Tanya Miku yang baru selesai makan negi.
"Gua lempar ke ambulans tadi!" Jawab Luka ketus.
'Gini nih kalo berani macem-macem sama aku-no-onna.' Batin Len dan Rin sweatdrop.
"Awww…" Mikuo ngerintih kesakitan. Badannya diperban kayak mumi nyasar. #plak
"Lagi keterlaluan sih!" Kata Rin negor Mikuo.
"Ya abwis gwimwawa? Owan wuda pejaian!" Kata Mikuo yang omongannya gak jelas gara-gara mulutnya diperban.
"Lu ngomong apa?" Tanya Rin karena omongan Mikuo gak jelas.
"Ya abwis gwimwawa? Owan wuda pejaian!" Kata Mikuo masih gak jelas.
"Lu ngomong apaan si?" Tanya Rin lagi.
"Ya abis gimana? Orang udah perjanjian!" Kata Len yang tiba-tiba bisa bahasa Mumi.
"Lu ngerti? Tanya Rin.
"Iya dong"(Hiroki :"Iya dong, Orang buat calon pacar,iya gak Len?" | Len: Diem lu THOR!). Kata Len sok jaga bahasa Mo-#plak, makudnya kata Len sok jago bahasa Mumi(?).
"Tau dari mana?" Tanya Rin kepo.
"Tau dari kakak gua. Dia kan suka ngomong sambil makan Pisang!" Kata Len.
"Ohh… nama kakak lu siapa? Tanya Rin(Hiroki : "Nih Orang banyak nanya banget").
"Kagamine Lenka Kelas XII A" Jelas Len.
"Ohh, kakak gua juga di kelas XII A namanya Kagami Rinto" Jelas Rin(Hiroki :"Gak nanya kakak lu, Rin")
"Lu gak tau?" Tanya Rin.
"Gak tau apa?" Len bales nanya.
"Kan, kakak kita pacaran." Jawab Rin santai.
"Nanii?" Teriak Len lebay kaya topeng monyet.
"Gua tau lu kaget tapi, gak usah teriak di kuping gua dong!" Protes Rin.
"Go-Gomen, Rin" Kata Len sambil bongkok-bongkok(Hiroki : "Kaya kakek-kakek aja
bongkok-bongkok.")
TING-TANG-TENG-TONG(?)
Bel pulang berbunyi(Hiroki : "Kayanya bel masuk juga belum.").
"Kita gak belajar lagi kaya kemaren?" Tanya Len.
"Yaa…begitulah kalo wali kelas Luka-sensei emang jarang belajar." Jelas Rin.
"Ohh, Jadi gitu." Len manggut-manggut disko(?).
"Lu mau gak pulang bareng gua sama yang lain?" Ajak Rin.
"M-Mau." Kata Len menerima ajakan Rin.
SKIP TIME
"Wumah wa ma Mwiku kwe awah swana jwadi, kiwa bewpiwah dwini wa? Kata Mikuo yang masih diperban mulutnya.
"Jaa nee!" Kata Miku sambil Jalan ke arah rumahnya.
"Jaa nee!" Teriak Rin pake Toa.
"Rumah gua ke arah sana lu ke arah mana?" Tanya Rin.
"Rumah gua ke arah sini." Kata Len sambil nunjuk arah yang berbeda.
"Kalo begitu, Jaa nee!" Kata Rin sambil berjalan ke arah rumah nya.
"Jaa nee" Teriak Len.
SKIP TIME
"Tadaima!" Teriak Len sambil ngebuka sepatunya.
"Okaerinasai!" Kata kakaknya menyambut Len.
"Ayo masuk nee-chan sudah buat makan malam untuk kita!" Kata Lenka sambil mengajak Len untuk makan.
SKIP TIME
"Oiya…nee-chan udah punya pacar ya? Kok gk bilang-bilang?" Tanya Len.
"Ngapain harus bilang ke lu?" Lenka sewot.
"Namanya siapa nee-chan?" Tanya Len kepo. (Kengo : "Pisang kepok?" |Hiroki : "Gah, nii-san ngapain di sini?" | Kengo : *ngeloyor pergi*)
"Ka-Kagami Rin~" Kata-kata Lenka terputus karena tersedak pisang.
"HAAAAAAAH!? nee-chan pacaran sama Rin!?" Kata Len gak liat situasi.
"Bu-bukan nee-chan mu masih normal… Maksudnya Kagami Rinto" Jelas Lenka sambil sedikit blushing.
"Ohh… kirain nee-chan udah gak normal." Kata Len dengan nada ngeledek.
"Karena lu mikir yang aneh-aneh pisang lu nee-chan ambil satu!" Kata Lenka sambil ngambil pisang dari Ruangan penyimpanan Pisang.
"No! My pisang!" Teiak Len Lebay.
"Yaelah…cuma satu doing pelit amat! Udah sana cepet tidur besok masih sekolah." Kata Lenka
T-B-C
