Cre*Hanluxx1220 Ramadhan Ver.
Cast: EXO member(OT12)
WARN! Bahasa super alay!
DLDR! Jadi, yang gak suka jangan sampe salah lapak, ya.
-Luhan as Lulu
-Sehun as Thehun
-Baekhyun as Cabekyun
-Chanyeol as Chandobby
-Kyungsoo as Uco
-Kai as Temsek
-Lay as Iching
-Suho as Suhongong
-Tao asTaoji
-Kris as Gitong
-Xiumin as Paopao
-Chen as Chentong
Genre: Humor(gagal)
Rate: Aman
.
.
Thehun: "Akhirnya thelethai juga thahurnya."
Paopao: "Yang lain siap-siap. Kita sholat subuh di masjid An-Nur."
Chentong: "Yang di sebelah rumahnya pak haji Zamrudin ya?"
Paopao: "Bukan. Tapi yang di sebelah rumah kang Ucup."
Chentong: "Oh."
Lulu: "Hun, ntar sajadahnya berdua ya? Punya gue masih basah baru dicuci."
Thehun: "Pathti bun. Anything for you lah."
Gitong: "Iuww."
Cabekyun: "Tumben lo nggak minta bareng gue."
Lulu: "Emang lo pernah ngasih?"
Cabekyun: "Iya juga, ya."
.
.
.
.
.
Habis sholat, semua anak Ayan Genk pada mandi. Kamar mandi kan cuma 3 noh, si Sehun, Temsek, Gitong sama Chandobby pada berebut sampe cakar-cakaran.
Gitong: "Sat dah nih anak! Yang paling ganteng yang duluan mandi woy!"
Thehun: "Gue yang paling ganteng tong!"
Gitong: "Apaan? Yang paling banyak mantan yang paling ganteng!"
Temsek: "Oh... Gue laporin Taoji lo baru jinak ya.."
Gitong: "E-eh. Jangan lah tem!"
Chandobby: "Yang paling alim duluan! Minggir lo semua. Anak alim mau showeran."
Temsek: "Mantannya Miper, mantannya tante Ayu, mantannya mpok Nori minggir. Mantannya Krystal dan kekasih Uco mau mandi. Buruan!"
Brak!
Tau-tau Sehun nyelonong terus langsung masuk ke kamar mandi. Tiga orang diluar pada cengo.
Gitong: "Buset si cadel kulit mayat!"
Temsek: "A en je a ye!"
Chandobby: "Anak alim ikhlas. Ikhlas dikit."
Sementara kamar mandi sebelah ciwi-ciwi manis pada berebut juga sambil jambak-jambakan.
Cabekyun: "Aing yang duluan!"
Lulu: "Gue dulu! Cuma bentaran juga."
Taoji: "Gue mau ngilangin warna item di mata gue!"
Lulu: "Lo mau pake air kobokan mbah subur kek, pake air di seluruh ancol kek, ga bakal berubah juga tu mata lo ogeb!"
Iching: "Emangnya Lulu pernah pake kobokan mbah subur ya? Kok bisa tau gitu? Kalo bisa Iching mau ngilangin bekas di leher Iching juga dong."
Cabekyun: "Itu mah bekas cup-cupnya si Suhongong. Ternyata dia bener-bener doyan."
Lulu: "Gue ngukuk so hard."
Sementara yang lain pada rebutan, sisanya sih kalem aja. Uco, Paopao, Chentong pada nyuruh tuan rumah duluan yang mandi. Ntar mereka gantian. Kalem genk emang T.O.P bigbang.
.
.
.
.
Sekarang tuh mereka udah pada di sekolah. Yang lain naik becak, ada yang naik angkot, ada juga yang naik busway. Soalnya Suhongong gak mau nampung mereka gegara si Temsek rusakin pintu kamar mandi di apartnya. Satu salah, semua kena. Tentunya kecuali Iching dong... Sangat berfaedah.
Thehun: "Tem, thekarang jam berapa?"
Temsek: "Jambu biji."
Thehun: "Gue theriuthan ini."
Temsek: "Lo ga liat, kalo gue ga pake jam?"
Thehun: "Oh iya ya. Gue baru inget kalo lo ga pernah bermodal."
Temsek: "Syaland!"
Thehun: "Kok! Jam berapa thekarang?"
Jongkok: "Lo kata gue ayam?"
Thehun: "Nama lo Jongkok kan?"
Jongkok: "Iya sih... Sekarang jam 9.30."
Thehun: "Yuhuu... Bentar lagi ithtirahat. Mau ngapel ke kelath bunda Lulu ah."
Temsek: "Lo udah jadian ama si Lulu?"
Thehun: "Yah... Gitu deh. Thebathtian."
Jongkok: "Apaan artinya?"
Thehun: "Thebatath teman tanpa kepathtian."
Jongkok: "A en je a ye."
Temsek: "Lo masih sayang Miper?"
Thehun: "..."
Jongkok: "Jiah... Si Sehun Temani."
Thehun: "Temani?"
Jongkok: "Teringat Mantan Nih."
Temsek: "Gaje lo."
Kriiing! Kriiing!
Thehun: "Udah bel tuh."
Temsek: "Hun, gue minta cling-cling dong."
Thehun: "Apaan cling-cling?"
Temsek: "Biasa... Money."
Thehun: "Kagak ada. Bai!"
Temsek: "Kok,"
Jongkok: "Ogahan."
Temsek: "Ini kah yang namanya teman, ya Allah?"
Jongkok: "Lagian lo puasa kan? Kok minta cling-clingan?"
Temsek: "Mau beliin Uco bunga bro."
Jongkok: "Tem, gak berkah kalo ngapelin do'i pake clingan orang lain. Kalo kere jangan kebangetan dong. Gue permisi, bai!"
Temsek: "Pedez, syadizz!"
.
.
.
Thehun: "Eh ada Gitong. Bunda Lulu dimana?"
Gitong: "Tuh sono. Lagi sensi dia."
Thehun: "Thenthi kenapa? Lu apain?"
Gitong: "Kok gue? Masalah lo sama Lulu."
Thehun: "Au ah gelap. Gue ke thono dulu."
Ternyata bener. Mukanya Lulu asem banget. Walaupun masih kiyut manis kayak le mineral gitu.
Thehun: "Bunda kenapa?"
Lulu kaget pas Sehun nyubit pipinya.
Lulu: "Eh ayam! Lo bikin gue kaget aja. Ngapain sih?!"
Sehun akhirnya narik kursi buat duduk di sebelah Lulu.
Thehun: "Lagi pe em eth ya bun?"
Lulu: "Lo kata gue waria?"
Thehun: "Nggak thih. Jadi, kenapa?"
Lulu: "Nggak kenapa-kenapa."
Thehun: "Matha?"
Lulu: "Iya."
Miper: "SEHUN!"
Thehun: "Hah? Suaranya kayak kenal."
Lulu: "Si lumut pipa tetangga muncul lagi."
Miper: "Apa sih? Sewot aja."
Paopao: "Istighfar Lulu. Bulan puasa."
Lulu: "Nih orang muncul dari mana lagi?"
Thehun: "Mimi peri? Kok bisa disini?"
Miper: "Aku pindah kesini. Udah bosen di sekolah lama."
Lulu: "Bosen ato gatel?"
Miper: "Gue heran. Lo sewot muluk dari tadi."
Thehun: "Leh ugha. Bunda cemburu uhuy."(Dalem hati)
Thehun: "Themoga kamu betah ya..."
Miper: "Makacih Cehun."
Lulu: "Ih, geli."
Miper: "Hun, ntar jadi ngabuburit kan?"
Thehun: *lirik Lulu* "Hmm, gimana ya?"
Miper: "Plis..."
Thehun: "Aku ajak Lulu ya?"
Miper: "Siapa Lulu?"
Thehun: "Pacar aku."
Lulu: "Hah?!"
Miper: "Hah?!"
Lulu: "Kok gue?"
Thehun: "Bunda kan emang pacar Thehun." *senyum ganteng*
Lulu: "Syaland! Ganteng aned!"(dalem ati)
Lulu: "Apaan sih?"
Miper: "Jadi elo yang namanya Lulu? Kok bisa jadian sama Sehun? Pake pelet apaan lo?"
Lulu: "Buset nih dugong rebus! Kalo gue cakep, ya cakep aja. Ga usah pake pelet-peletan segala."
Thehun: "Ya ampun. Udah... Ga uthah berantem. Mimi peri, kita kan udah pututh dan itu udah lama. Thekarang aku cuma thuka thama Lulu. Aku udah ga ada perathaan apa-apa lagi thama kamu."
Miper: "Kok gitu sih?"
Lulu: "Rasain lo dugong rebus! Gue NGACENG euy!!"
Suhongong: "Si kijang jahad bener."
Paopao: "Sabar Lu, sabar."
Gitong: "Njir... Dugong rebus."
Miper: "Kamu jahat hun!" *nangis kejer*
Thehun: "Mimi peri, tunggu!"
Gitong: "Udah lah del, ga usah di kejar."
Thehun: *lirik Lulu lagi* "Bun, jadinya gimana?"
Lulu: "Gimana apanya?"
Thehun: "Hubungan kita lah bun."
Lulu: "Ya gitu aja."
Thehun: "Bunda ga peka ih. Makthud Thehun, bunda udah jadi cemewewnya Thehun dong?"
Lulu: "Ogah. Gue ga mau pacaran."
Thehun: "Bunda ngode langthung dinikahin? Thehun thiap bun."
Lulu: "Au ah. Gelap!"
.
.
.
.
.
Temsek: "Co, temenin aku dong."
Uco: "Kemana?"
Temsek: "Temenin nganu."
Uco: "Ga mau! Atas bawah masih suci!"
Temsek: "Lah? Iya gue tau. Tapi temenin gue."
Uco: "Ga mau!"
Temsek: "Cuma nyiram bunga entaran."
Uco: "E-eh? Nyiram bunga?"
Temsek: "Iya. Gue di suruh sama pak Jamal nyiram bunga di lapangan."
Uco: "Hayu. Gue kira ngapain."
Temsek: "Istighfar ay, belum beduk."
Uco: "Ay ay. Lo kira gue ayam?"
Temsek: "Ayank maskudnya."
Iching: "Maksudnya. Bukan maskudnya."
Temsek: "Tumben otak lo bener."
Iching: "Emang otak Iching biasanya kenapa?"
Temsek: "Otak lo pan biasanya lari ngilang entah kemana."
Iching: "Otak Iching ga ada kaki. Kalo beneran lari, ntar Iching kunci deh. Biar gak lari lagi."
Temsek: "Good."
Uco: "Yang ogeb disini tuh sebenarnya siapa?"
.
.
.
.
.
TBC
Next?
Review Juseyo...
Receh receh receh. Gue juga ga tau nulis apaan. Garing banget kayak kerupuk warteg mpok salma.
Pliss gue butuh review. Kasih tau kalo ff ini layak buat lanjut atau nggak. Yang review seuprit aned.
Sorry garing... Efek puasa pas lagi kurang fit. Flu gue nggak sembuh-sembuh a en je a ye. (Malah curhat)
Bye, siyu~
.
29 Mei 2017
