"Anak-anak kalian hari ini kedatangan teman baru. Pindahan dari Valeska Konoha High School." Kalimat singkat dari Kurenai sensei selaku wali kelas dari kelas X11 IPA 1 tersebut, membuat anak-anak menghentikan sejenak kegiatan belajar mereka.

"Aku sakura Haruno." Ucap Sakura singkat, kemudian melangkah menuju bangku kosong, mengabaikan tatapan heran teman-teman barunya tersebut. Samar-samar dia mendengar beberapa anak berbisik kecil mengatakan dia cantik namun aneh. Sakura tidak menyadari ada seseorang di kelas itu yang menyeringai begitu mengetahui Sakura bergabung di kelas tersebut.

Selamat datang di dunia kejam ini Sakura

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Keilantra Almeta

Warning : AU/OOC, alur gaje

Happy reading!

"Sakura chan, apa kau masih mengingatku?" Sebuah suara dari arah kanan Sakura membuatnya menoleh untuk memastikan bahwa orang tersebut memanggil namanya.

"Aa, kau Hinata. Yang mengantarku tadi." Balas Sakura singkat.

"Ah, senang berkenalan denganmu." Ujar Hinata dengan senyum mengembang.

"Ya, senang juga berkenalan denganmu." Sakura kemudian mengeluarkan buku catatannya karena Kurenai sensei, yang mengajar pelajaran kimia hendak memulai pelajaran.

"Sakura, silahkan maju ke depan. Selesaikan soal nomor 3." Perintah Kurenai sesaat setelah menuliskan beberapa soal di papan tulis.

Sakura menegang saat mendengar perintah senseinya tersebut, badannya kaku seketika. "Aku sensei?" tanyanya sekali lagi untuk memastikan apa yang didengarnya barusan benar atau tidak. Jangan salahkan Sakura atas reaksinya tersebut, karena kimia merupakan pelajaran yang paling ia benci setelahmatematika dan fisika.

"Iya, aku menunjukmu Sakura." Jelas Kurenai.

Dengan berat hati, Sakurapun menuruti perintah senseinya tersebut. Viola, tepat seperti dugaannya, dia tidak mampu menyelesaikan soal itu dengan benar. "Gomen, sensei. Aku tidak begitu bisa dalam pelajaran kimia." Sakura menunduk sedih.

Kurenai tersenyum bijak menanggapi permintaan maaf Sakura. "Tidak apa-apa Sakura. Masih ada waktu untuk belajar sebelum ujian. Selama waktu itu, belajarlah untuk menguasai pelajaran ini."

Sakura terpaku mendengar tanggapan senseinya, tadinya dia berpikir akan mendapat cercaan karena kegagalannya. "Arigato sensei." Sakura kemudian melangkah kembali ke tempat duduknya.

"Jangan murung Sakura chan, aku bisa membantumu menguasainya jika kau tidak keberatan." Tawar Hinata.

"Ya, akan kupikirkan." Jawab Sakura singkat.

"Aku pikir dia adalah siswa yang pintae, namun ternyata dia sangat bodoh." Ujar Tayuya, salah satu teman sekelas Sakura. Jam istirahat telah tiba, Sakura sekarang bisa mendengar dengan jelas hinaan yang dilontarkan padanya.

"Ya, kau benar. Bukankah Valeska Konoha High School juga sama terkenalnya dengan sekolah kita. Mungkin dia bisa masuk ke sekolah itu karena uang semata." Tanggap Shion, dengan seringai mengejek di wajahnya. "Aku yakin, dia pasti membayar mahal untuk diterima disekolah ini."

"Iya, dan aku yakin dia hanya akan jadi sampah yang memalukan di kelas ini, dia hanya akan mempermalukan kita." Tayuya semakin gencar melancarkan hinaannya.

Sakura hanya menghela nafas sesaat mendengar hinaan menyakitkan yang dilontarkan untuknya. Menanggapi mereka sama saja membuang-buang energi, begitu menurutnya.

"Sakura chan, ayo ke kantin." Ajak Hinata yang juga tidak menanggapi hinaan yang dilontarkan Shion dan Tayuya.

"Baiklah." Sakura yang enggan mendengar ocehan kedua rubah betina itu akhirnya menyetujui ajakan Hinata.

"YO, SASUKE. KENAPA KAU LAMA SEKALI?"

Sakura dan Hinata yang sedang asyik makan di kantin, terinterupsi oleh teriakan seseorang di belakang mereka.

Sasuke yang notabene sahabat dari pemilik teriakan cempreng itu kemudian mengambil tempat di depan Naruto yang telah melanjutkan acara makan ramennya.

"Hn. Aku baru selesai latihan dobe."

Sasuke, sepertinya aku pernahmendengarnya. Batin Sakura disela-sela acara makannya.

"Ada apa Sakura chan?" tanya Hinata yang melihat Sakura melamun.

"Tidak apa-apa."

"Naruto kun, Sasuke kun, lama tidak berjumpa." Sapa Hinata yang kemudian membuat Sasuke dan Naruto mengalihkan perhatiannya pada mereka. Namun yang sekarang menjadi objek perhatian mereka berdua adalah cewek yang berada di samping Hinata.

Hinata yang merasa mereka berdua memperhatikan orang di sampingnya kemudian mengambil inisiatif untuk memperkenalkannya pada Naruto dan Sasuke. "Ah, perkenalkan ini Sakura Haruno, dia siswa baru di kelasku."

Sasuke menatap tajam pemilik rambut warna pink itu. Otak jeniusnya langsung bisa mengenali cewek itu, seringai mengerikan tersungging di bibirnya. Membuat Naruto yang duduk di sampingnya bergidik. Sepertinya akan terjadi hal menarik sebentar lagi.

"Sakura, mereka adalah Uchiha Sasuke dan Naruto Uzumaki."

Sakura kemudian menatap mereka sesaat. "Salam kenal Uchiha san, Uzumaki san" ujar Sakura pelan.

"Jadi kau tidak mengenalku?" Tanya Sasuke yang kemudian menyunggingkan senyum sinis. Terlihat tidak suka karena cewek di hadapannya itu berani melupakannya.

"Eh, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Sakura yang menampakkan raut bingung di wajahnya.

"Apa kau juga melupakanku?" Naruto yang sejak tadi diam akhirnya ikut bertanya juga, sepertinya menarik untuk ikut serta dalam permainan ini. Sudah dia putuskan, jika Sasuke memulai permainan, maka diapun akan ikut serta dalam permainan tersebut. Naruto tidak pernah menyadari, bahwa keputusannya kelak akan menarik mereka dalam pusaran yang tak berujung.

"Wah, wah, kau keterlaluan Sakura chan, kami saja masih mengingat dengan jelas wajah cantikmu." Naruto yang menyadari Sasuke sedang menahan amarah di sampingnya mengabaikan tatapa peringatan dari Sasuke yang memerintahnya untuk tidak ikut campur, dan Naruto yang sudah kebal hanya membalas dengan tatapan menantang seolah memberi tau sasuke dia menolak, dan Sasuke ingin berbuat apa.

"Ah, kau juga. Maaf, aku sama sekali tidak ingat." Sakura menunduk pelan.

"Akan kuberi kau beberapa petunjuk, apa kau mengingat benda ini?" tunjuk Sasuke pada smartphone putih yang ada di tangannya. "Pesta ulang tahun dan kolsm renang." Viola, Sasuke tersenyum puas saat melihat wajah gadis di hadapannya itu terlihat pucat.

Tanpa berniat membalas ucapan Sasuke, Sakura kemudian menggeser kursinya pelan. kabur, dan menjauh sejauh mungkin dari cowok di hadapannya tersebut. Namun, Sakura lagi-lagi harus merutuki nasib sialnya saat dia tersandung dan menyebabkan dia jadi objek perhatian semua orang yang ada di kantin. Lututnya terasa sedikit perih karena terbentur cukup keras ke lantai.

"Dasar bodoh." Sakura mendongakkan kepalanya begitu menyadari pemilik suara tersebut.

Sasuke kemudian berjongkok pelan, dan mengangkat dagu Sakura menggunakan telunjuknya, memaksa cewek itu menatapnya. "Ini adalah awal mimpi burukmu karena berani melupakanku. Ah,aku akan membuatmu menyesal pernah mengenal seorang Uchiha Sasuke."

Sasuke kemudian meninggalkan Sakura yang tertunduk dengan wajahnya yang tertutup poni. "Aku juga akan membuatmu menyesal pernah mengenalku Uchiha." Tantang Sakura dengan matanya yang balik menatap tajam ia terlihat berbeda dari orang yang tadi diancam oleh Sasuke. Dia terlihat seperti Sakura dengan kepribadian lain. Sakura merasa harus mempertahankan diri, walaupun nantinya dia akan semakin terjerat atau mungkin terjebak dalam permainan Sasuke. Ah, atau mungkin lebih tepat jika disebut aksi pembalasan dari Sasuke, dengan alasan yang menurut Sakura sangat konyol. Sebuah handphone.

Tanpa ada yang menyadari, segelas jus jeruk telah tersiram di kepala Sakura. "Itu balasan karena kau sudah berani menantang Sasuke." Shion yang merupakan pelaku dari penyiraman itu.

Sakura hanya tertawa sinis menanggapi ucapan Shion. Dia kemudian berdiri, dan meraih botol berisi sambal yang ada di sebuah meja di samping kanannya. Dia kemudian menarik kerah baju Shion dan menumpahkan sambal itu di kepala Shion. "Kau bertingkah seolah mengenalku dengan baik nona." Bisik Sakura di telinga kanan Shion.

Shion berusaha melepaskan diri dari cengkraman Sakura, namun cengkraman Sakura sulit untuk ia lepaskan."Lepaskan aku."

"Baiklah sampah." Sakura kemudian mndorong Shion hingga Shion jatuh berlutut di depan Sasuke.

Sasuke memandang dingin Shion. Dia memandang Sakura dengan tatapan meremehkan. "Jadi kau ingin menantangku?"

"Anggap saja begitu Uchiha." Sakura kemudian membalikkan badannya.

"Sakura, tunggu!" Cegah Naruto begitu melihat Sakura hendak pergi.

Sakura kemudian berhenti sejenak, menatap Naruto dengan tatapan tanya. Sakura terkesiap saat Naruto memakaikan switerya pada tubuh Sakura. "Setidaknya ini bisa mencegah tatapan liar mereka padamu." Ujar Naruto kemudian mendelik menatap cowok-cowok di kantin itu yang menatap Sakura peuh minat.

"Terima kasih." Sakura kemudian kembali melanjutkan langkahya untuk keluar dari kantin.

"Hentikan ini Naruto!" Sasuke menatap Naruto dengan dingin.

Naruto menyeringai pada sahabat baiknya itu. "Nikmati saja permainan ini teme, seperti biasa aku yang menjadi malaikat dan kau iblisnya. Permainan kali ini sepertinya akan menarik."

"Tenang saja, permainan sebenarnya akan dimulai besok." Sasuke menyunggingkan senyum licik di wajahnya, berbagai kejutan menarik untuk Sakura sudah mengisi otaknya. Diapun tidak sabar untuk segera mengerjai Sakura.

"Sakura." Ujar Ino dengan wajah sumringah, ketika masuk ke kamar Sakura. "Aku punya kabar bagus untukmu."

Namun Sakura yang sedang bermain game, tetap tidak mengubris kehadiran Ino.

"Hei, kau mengacuhkanku Sakura."

"Berisik pig."

Ino seketika menegang, sudah lama dia tidak mendengar Sakura memanggilnya seperti itu. Dia yakin mendengar Sakura memanggilnya seperti itu 1 tahun lalu.

"Che..Chery, kau kah itu?"

Sakura kemudian membalikkan tubuhnya dan tersenyum manis pada Ino. "Lama tidak bertemu pig, apa kau merindukanku?"

"Bagaimana bisa kau disini?" mengacuhkan pertanyaan sahabat baikya itu, Ino malah balik bertanya.

"Aku menggantikannya, karena kelemahannya aku sekarang berada di hadapanmu." Sakura atau lebih tepatnya Chery alter Sakura yang memiliki kepribadian yang sama sekali berbeda dengan Sakura. "Tenang saja, dia tidak tertidur sepenuhnya, tapi sayangnya dia tidak cukup kuat untuk mengambil alih tubuh ini." Jelas Chery lagi yang membuat Ino menghela nafas panjang. Tak disangkanya kepindahan Sakura malah menyebabkan Chery alter Sakura terbangun dari tidur panjangnya selama satu tahun.

"Jadi, kau pindah sekolah mengikutiku eh?" Chery terlihat senang saat membuka amplop yag tadi dibawa oleh Ino.

"Iya, aku muak dengan kepala sekolah yang mengeluarkanmu forehead." Ino bukannya memiliki kepribadian ganda seperti Sakura, namun dia memang telah terbiasa memanggil alter Sakura dengan sebutan forehead. Berbeda dengan Sakura yang cengeng, Chery adalah pribadi yang kuat. Dia bertindak seperti seorang kakak saat bersama Sakura, namun saat bersama Chery mereka adalah sahabat yang kompak.

Keesokan harinya Ino dan sakura bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ino memang segaja menginap untuk berangkat bersama. "Kau memang tidak berubah Chery. Kau lebih bisa berdandan dibanding Sakura." Komentar Ino saat melihat penampilan Sakura.

"Tenang saja pig, kau tidak akan menyesal ikut dalam permainanku kali ini. Dan kau harus memanggilku Sakura, bukan Chery saat di sekolah." Ino hanya mengangguk setuju mendengar permintaan Chery tersebut.

"Memangnya siapa yang ingin kita taklukkan kali ini?" tanya Ino penasaran.

"Ini seperti permaian catur Ino." Sakura memoleskan lipgloss ke bibirnya dan menatap Ino dengan senyum licik. "Bukankah kita butuh pion-pion sebelum melawan raja." Jawab Sakura dengan senyum misterius.

Ya, tanpa pion bukankah permainannya tidak akan seru.

Tbc

sakura disini itu mempunya 2 ego yang berbeda (alter ego), di mana masing2 ego mempunyai perasaan, kelakuan, kepribadian yang exist secara berbeda. Ini disebut penyakit dissociative identity disorder (DID)

Gomen, kalo lanjutanya makin gaje, typo bertebaran. Review please! Biar aku semangat ngelanjutinnya.

Special thanks to :

Ntika blossom, desy paramitha26, Huthagaway, Mina Jasmine dan lee.

Makasih udah nyempetin baca and review. Chap sebelumya emang banyak kesalahan, karena itu file lama yang aku edit dengan ganti nama tokohnya. Chap ini baru ak tulis, jadi gak akan ada lagi salah penulisan nama tokoh. ^_^