Aku melangkahkan kakiku memasuki rumah yang sudah aku tinggali selama 23 tahun. Ini hari minggu. Dan biasanya akan sangat ramai dirumah jika hari libur seperti ini.

Kulihat ayah dan ibuku sedang berkumpul diruang tengah, ada suho oppa juga Lay eonnie-istrinya. Dan tentu saja disana ada Baekhyun dan Chanyeol juga.

"Immoooo!" Tiba-tiba kudengar suara anak kecil memanggil ku. Anak laki-laki berusia 5 tahun itu berlari kearahku lalu memeluk kakiku erat.

"Hey jagoan! Merindukan immo cantik, eoh?" Aku berjongkok mensejajarkan tinggiku dengan Anson keponakanku. Dia adalah putra dari Suho oppa dan Lay eonnie ngomong-ngomong.

Anson mengangguk semangat. Aku peluk tubuh mungilnya itu. "Immo juga rindu Anson tampannya immo kkk."

Anson memang sangat dekat denganku. Dan aku juga sangat menyukainya. Dia anak yang lucu dan menggemaskan mirip sekali dengan Lay eonnie. Rasa rasanya Anson sudah seperti replika Lay eonnie karna anak itu sama sekali tidak ada miripnya dengan Suho oppa hihi.

"Makanya cepat menikah biar kau bisa punya anak juga Soo." Itu suara menyebalkan milik Baekhyun. Aku mendelik tidak suka. Dia memang yang paling semangat untuk menyuruhku segera menikah, katanya sih khawatir aku jadi perawan tua. Yang benar saja.

Aku gendong Anson lalu berjalan keruang tengah dimana keluargaku sedang berkumpul. Tatapan mataku bertemu dengan nya. Dia menatapku penuh arti dan kubalas senyuman tipis. Sangat tipis sampai tidak ada yang menyadarinya kecuali dia.

Kualihkan pandanganku pada kedua orang tuaku. "Ayahhh .. Baekhyun mulai lagi." Aku mengadu kepada ayahku dengan nada sebal. Kududukan pantatku diantara ayah dan ibuku. Kudelikan mata bulatku menatap Baekhyun sebal.

"Yak! Panggil aku eonnie aku lebih tua darimu." Baekhyun berbicara nyaring. Tidak peduli dengan suaminya yang sepertinya agak terganggu dengan suara melengkingnya itu. Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan kami. Seolah sudah terbiasa dengan perdebatan tidak penting antara aku dan Baekhyun.

"Sudah-sudah kalian ini sudah dewasa masih saja suka berdebat." Ibu ku berusaha menegahi karna kalau tidak sudah pasti perdebatan ini akan terus berlanjut dan dengan segala ocehan Baekhyun yang seolah tidak pernah lelah. Bahkan kakakku yang satu itu tidak jarang berusaha menjodohkan aku dengan teman-temannya itu yang katanya sih tampan. Padahal Baekhyun tidak tau saja kalau dimataku Chanyeol lah yang paling tampan.

Aku melirik dia yang tersenyum kearahku. Posisinya duduk disamping Baekhyun dengan tangannya merangkul pundak sempit istrinya itu. Kulihat dia menyeringai kearahku. Mau membuatku cemburu eoh?

Aku mendengus sebal. Kualihkan pandanganku pada Anson. Aku ciumi pipi gembilnya itu gemas. Setidaknya untuk mengalihkan perhatian dari yang lainnya. Mereka asik berbincang tapi aku tidak pedulikan aku memilih menyibukkan diri dengan keponakanku.

"Kau sangat sibuk belakangan ini Soo, kau juga terlihat kelelahan apa pekerjaanmu sangat banyak jadi kau jarang pulang kerumah?" Suho oppa tiba-tiba bertanya kepadaku. Aku menghentikan kegiatanku mengganggu Anson lalu menatap oppaku.

"Hmm.. Belakangan memang banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan Oppa dan aku sangat lelah sekali. Hhh sepertinya aku harus meminta sedikit keringanan kepada kakak iparku." Ucapku dengan sedikit bercanda. Aku mengerlingkan mataku kepada Chanyeol. Kulihat dia tertawa kecil. Saat seperti ini kami memang sepakat untuk bersikap biasa saja layaknya kakak dan adik ipar pada umumnya agar tidak membuat orang rumah curiga.

"Sudah ayah bilang untuk berhenti saja. Ayah masih sanggup untuk menghidupimu walaupun kau seorang pengangguran." Aku merengut mendengar perkataan ayahku.

"Yayaya dan aku akan di cap si manja yang hanya mengandalkan uang orangtuanya oleh orang lain." Ucapku sebal. Aku mempoutkan bibirku. Sementara ayah dan yang lain hanya tertawa.

"Makanya cepat menikah biar kau tidak perlu bekerja dan kau cukup menjadi istri yang baik menunggu suaminya pulang dari kantor." Nah Baekhyun mulai lagi. Aku menatap kakak perempuanku dengan sebal.

"Berisik!" Aky melempar bantal sofa kearahnya. Dia berteriak kesal dan aku tertawa senang karna berhasil membuatnya kesal.

"Ahh.. Aku mau istirahat dulu aku lelah sekali." Aku menguap pelan. Aku memang lelah. Lelah dengan pekerjaanku yang seakan tidak ada habisnya juga lelah karna beberapa hari ini Chanyeol selalu mengerjaiku dengan penuh semangat. Seolah tidak kenal lelah.

"Jagoan immo mau istirahat dulu nanti kita bermain lagi arraseo?" Aku usap kepalanya sayang. Anak itu mencium pipi kanan dan kiriku. Lalu dia turun dari pangkuanku.

"Selamat istirahat immo. Jangan sampai sakit." Dia berucap dengan lucunya. Gemas sekali.

"Ahh aku cemburu sekali karna sepertinya Anson lebih menyayangi immonya." Itu Lay eonnie. Aku tertawa kecil menanggapinya. Aku tau Lay eonnie hanya bercanda.

Aku beranjak dari sana menuju kamarku dilantai dua. Aku sudah rindu sekali dengan kasurku. Aku memang jarang pulang ke rumah dan lebih sering untuk pulang ke apartemen jika pekerjaanku sangat banyak. Aku memang memiliki apartemen yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor. Orangtuaku melarang pada awalnya tapi aku 'sedikit memaksa' hingga akhirnya aku dizinkan punya apartemen.

Sebenarnya itu apartemen milik Chanyeol, hanya saja memang atas namaku. Yang tentu saja orang tuaku tidak tau akan hal itu.

Terkadang Chanyeol akan menginap. Tapi tidak terlalu sering juga karna aku tidak mau membuat yang lain curiga terutama Baekhyun. Jadi Chanyeol hanya akan mengunjungiku beberapa jam dan pulang larut malam.

Karna saat dirumah aku dan Chanyeol tidak bisa leluasa tapi ketika diapartemen tentu saja kami bisa melakukan apapun yang kami mau.

Aku menjatuhkan badanku keatas kasur milikku.

"Hhhh... Memang tidak ada yang lebih nyaman dari rumah sendiri." Aku peluk boneka pinguin pemberian dari Chanyeol.

"Hey aku rindu ayahmu." Aku elus wajah boneka itu. Aku mempoutkan bibirku. "Padahal baru tadi malam kami menhabiskan malam panas yang panjang tapi aku sudah rindu."

Kupeluk erat boneka itu. Aku pejamkan kedua mataku ingin segera menuju kealam mimpi. Menhabiskan malam dengan Chanyeol itu sangat melelahkan. Tapi aku tetap suka.

Rasa kantuk mulai menghinggapiku. Dan akupun mulai terlelap.

.

.

.

.

Aku mengernyitkan kedua alisku saat aku merasakan sesuatu yang basah dan hangat dibibirku. Aku masih enggan membuka kedua mataku tapi benda lunak dan basah itu terasa mengganggu tidurku.

Dengan malas kubuka kedua mataku dan langsung bertatapan dengan mata tajam milik pria yang sudah mengisi hatiku beberapa tahun ini.

Aku melebarkan kedua mataku. Sekalipun aku suka tapi tetap saja saat ini kami sedang berada dirumah. Mataku yang tadinya enggan terbuka saat ini sudah melebar sempurna. Aku mendorong bahunya pelan. Chanyeol melumat bibir bawahku sekilas lalu melepaskan ciumannya.

"Sudah bangun?" dia membantuku untuk duduk.

"Kau gila huh?" desisku. Takut-takut ada yang mendengar jika aku berbicara terlalu keras.

Kulihat Chanyeol tersenyum kearahku. Hhh.. Aku heran bagaimana dia bisa tersenyum dengan santainya disaat begini? Dan? Dan dia berani masuk kekamarku?

"Matamu bisa keluar kalau kau terus melotor seperti itu baby." Chanyeol mengusap kedua mataku dengan tangan besarnya.

"Tenanglah dirumah tidak ada siapa siapa."

"Mwo? Bagaimana bisa tidak ada siapa siapa?" kataku. "Jangan gegabah Chan aku tidak mau ada yang tau soal hubungan kita." aku berucap dengan nada khawatir. Aku tidak berbohong. Aku memang takut. Aku takut membuat keluargaku kecewa.

Chanyeol menangkup kedua pipiku. "Dirumah memang tidak ada orang. Ayah dan ibu pergi keluar bersama Baekhyun. Katanya urusan pekerjaan. Dan Suho Hyung dan Lay noona pergi kerumah Lay noona." jelasnya. "Jangan marah baby." dia kecup bibir ku kilas. Tapi aku masih menampakkan wajah merengutku.

"Aigoo~ kekasihku lucu sekali kalau merajuk." dia menggesekkan hidungnya ke hidungku dengan gemas.

"Kalau begitu buat aku tidak marah lagi." aku berucap setengah merengek kepadanya. Ku kembungkan kedua pipiku sebal.

Dia menatapku gemas. "Aku harus bagaimana agar kekadihku yang cantik ini tidak marah hm?" dia memberi kecupan kecupan ringan dibibirku. Dan aku suka perlakuannya itu. Sederhana tapi terasa menyenangkan. Aku tidak bisa menggambarkan betapa senangnya aku.

"Kenapa bibir ini selalu membuatku candu mmm?" kecupannya yang tadi ringan kini terasa sedikit berbeda karna dia memberi lumatan dibibirku.

Aku mengalungkan tanganku dilehernya. Aku menatapnya dengan pandangan menggoda. "Karna aku Do Kyungsoo." ku gigit bibir bawahku sensual. Kulihat tatapan matanya, ada kilatan nafsu disana. Dan aku suka, karna hanya aku yang bisa melakukannya.

"Jangan menggodaku baby! Jika kau lakukan kau tau akibatnya kan?" Chanyeol membawa tangannya kepinggang ku. Meremasnya pelan.

Aku tertawa pelan. Menggoga Chanyeol itu menyenangkan sekali. Aku menarik tubuhnya untuk lebih dekat denganku. "Kau yang menggodaku duluan dobi, kau mengganggu tidur siangku yang tidak bisa aku dapatkan dihari kerja." aku berbisik ditelinganya. Kutiup daun telinga miliknya, menggoda sang empu.

"Sshhh.. Kau nakal sekali. Tapi aku suka." ucapnya seraya meremas kedua bokongku. Kutatap lagi matanya yang juga menatapku. Aku memagut bibirnya mesra. Memainjan lidahku dibibir tebalnya dibalas dengan lumatan tidak sabar olehnya.

"Mmhhh..." aku melenguh pelan saat tangan besarnya meremas dadaku. Dia Memainkan putingnya dari luar bajuku.

"Sshhh... Chan hhhh.." aku melepaskan tautan bibir kami saat kurasakan tangan nya masuk kedalam bajuku. Mengelus perut ku yang rata itu dengan gerakan sensual. Kulihat dia menyeringai, dan aku tidak bisa berbohong dia terlihat sangat sexy.

"Kau sangat cantik baby." dia angkat kaos yang aku kenakan lalu melepasnya. Kini terpampanglah dadaku yang hanya tertutupi oleh bra saja. Dia jilat bibir bawahnya melihat pemandangan didepannya.

"Dadamu semakin besar Soo." Chanyeol menenggelamkan wajahnya dibelahan dadaku. Aku elus surainya pelan.

"Semua juga gara-gara kau yang selalu tidak pernah puas." ucapku sebal membuat Chanyeol terkekeh pelan.

"Salahkan saja kau yang terlalu sexy jadi aku tidak bisa tidak menyentuh kekasihku ini." dia keluarkan salah satu payudaraku lalu diremasnya pelan.

"Eumhhh.. Dasar kau saja yangㅡ ahhh mesum." aku tidak bisa menahan desahanku saat kurasakan lidah basahnya menyelimutu putingku. Dia memainkan lidahnya disana. Rasanya geli tapi nikmat. Chanyeol selalu tau kelemahanku dan aku selalu terbuai olehnya. Dia selalu bisa memberiku nikmat yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

"Nghhh.. Mmm." aku jambak rambutnya pelan saat dia menghisap kuat putingku. Rasanya luar biasa. Aku tidak bisa mendeskripsikan rasanya. Bra yang aku kenakan sudah terlepas dan entah kemana Chanyeol melemparnya.

Saat asik memainkan dadaku, tiba-tiba handphone milik Chanyeol berdering membuatnya mengumpat dan aku terkikik dibuatnya. Dengan terpaksa dia melepaskan kulumannya dari putingku tapi tangannya masih enggan melepaskan mainannya. Satu tangannya mengambil handphonenya dari saku celananya. Kulihat nama 'Baekhyun' tertera disana.

Dia melirikku sekilas sebelum tersenyum penuh arti. "Jangan buat suara sayang." ucapnya sebelum mengangkat telponnya.

"Mwo-hmphht.."

Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku saat dia meremas dadaku kuat. 'Apa dia gila?' umpatku dalam hati. Sementara dia menyeringai kearahku. Dia masih berbicara dengan Baekhyun tapi tangannya tidak mau berhenti menggodaku. Aku tidak pedulikan apa yang mereka bicarakan karna tangan nakalnya itu berhasil membuatku kewalahan.

Dia cubit, dia remas dadaku bergantian membuat aku menggigit bibir bawahku untuk menahan desahanku. Aku menumpukan kepalaku dipundaknya. Nafasku memberat. Nafsuku sudah diubun-ubun. Chanyeol selalu tau caranya menggodaku.

"Jebal.." aku berbisik lirih ditelinganya. Chanyeol masih belum selesai bicara dengan istrinya itu. Aku sengaja menjilat daun telinganya, karna dia lama sekali menyelesaikan telponnya sedangkan dia terus menggoda aku.

Sayup-sayup kudengar Baekhyun mengatakan 'Anyeong' dengan nada riang diujung telpon sana sebelum mematikan sambungannya. Chanyeol melempar handphonenya ke ujung kasur dengan asal. Seringainya semakin lebar. Dia dorong tubuhku telentang dikasur milikku. Chanyeol menciumku dengan tidak sabaran. Tubuhnya menindih tubuhku.

Chanyeol melepaskan tautannya. "Baekhyun akan pulang larut jadi kita bebas melakukan apapun sekarang sayang." ucapnya sebelum kembali memagut bibirku.

.

.

.

.

.

TBC

Hi untuk chap depan mungkin bakal full sex scenenya Chansoo. Buat beberapa chap aku bakal tetep bikin mereka menikmati dulu kebahagiaan mereka :'v

Maaf kalo alurnya aneh dan gaje. Gk sesuai ekspetasi kalian. Dan maaf karakter kyungsoo disini rada hm ya. Karna kayaknya udah terlalu bnyak kyungsoo dengat karakter 'kiyowo' :"v

Btw aku punya wattpad dan lebih sering aktif disana. Buat yg mau boleh follow akun wp ku 'Jongsbaee'

Tp tenang aja ff yg di ffn tetep bakal kulanjut kok^^

Terimakasih buat kalian yg uda review, fav dan follow.

Bye~~

.

.

170903Mochi1127.