Sukitte Ii Na Yo

Author : Baekberry
Cast : Semua member EXO
Genre : Romance, Hurt / Comfort, Friendship, School Life
Rating :

Warning : OOC, Typo bertebaran, GS, bahasa amburadul

Pair : OFFICIAL COUPLE

.

.

Don't like, Don't Read

.

.

CHAPTER II

"lagu apa yang harus kita nyanyikan berikutnya ?"

"aku tidak tahu"

"apa yang kau makan ?"

"ini enak, kau mau ?

"kau makan terlalu banyak"

"apa ?!"

"apa kau lihat iklan kemarin malam ?"

"sangat lucu bukan ?"

"itu luar biasa"

"sudah kukatakan, kau makan terlalu banyak!"

"Baekhyun-ah, kau mau memilih lagu ?

Akhirnya yeoja yang sedari tadi diam memakan makanannya itu pun langsung menoleh saat teman disebelahnya mengajaknya bicara. Sedari tadi dia hanya makan dengan lahap tanpa memperdulikan sekitar. Bukannya lapar, hanya saja dia masih canggung di tempat yang ramai seperti ini.

"aku tidak bisa bernyanyi" jawabnya

"ah, aku mengerti. Ini kau mau memilih lagu chanyeol ?" tanya luhan

"baiklah. Baekhyun, kau tidak mau bernyanyi ?" Tanya chanyeol sambil melihat-melihat daftar lagu yang tertera /? . yang ditanya hanya menggeleng tanpa mau bertatapan langsung dengan chanyeol. Dia masih teringat kejadian semalam saat chanyeol menciumnya.

Saat dia sedang melamun, tiba-tiba saja chanyeol mendekatinya "hey, ayo menyanyi bersama" katanya. Refleks baekhyun langsung kembali ke alam sadarnya dan tidak sengaja memukul chanyeol yang sedang membawa mic. Ngiiiingg...

*say i love u*

Baekhyun POV

Aku berjalan pulang saat senja. "saranghae" kata-kata itu masih saja teringat dan kejadian semalam pun langsung melintas di otakku. Memikirkannya saja sudah membuat pipiku memerah.

Dia menciumku,ciuman pertamaku. Saat dia menjauhkan bibirnya dari bibirku, aku merasa ada yang hilang. "kenapa pipimu memerah ?" tanyanya. "kau tahu kenapa aku melakukannya bukan?"

"te..tentu saja aku tahu!" jawabku ragu

"jangan bilang kalau itu adalah pertama kalinya untukmu... maaf, aku .."

"ti..tidak apa-apa. Kau tidak perlu minta maaf"

"tapi- "

"sudah kubilang, tidak apa-apa" jawabku tegas sambil sedikit membentaknya. "sebenarnya, aku tidak mengira bahwa kau akan datang." Lanjutku sambil menundukkan kepalaku

"kenapa ? apa ada alas an untukku untuk tidak datang ? aku senang ketika kau menelepon ku. Aku senang aku bisa membantumu. Bukankah itu artinya kau membutuhkanku ?"

Blush. Semburat merah langsung tampak di pipiku, apa yang dia katakan, kenapa dia mengatakan hal seperti itu, pikirku. "uh-uhm, a-aku membutuhkanmu kali ini!" jawabku terbata-bata

Dia tertawa "kali ini, kau bilang ? lain kali bagaimana ? sebagai imbalan, bisakah aku memanggilmu lain kali ?" katanya sambil menunjukkan handphonenya. Aku menatapnya bingung. "riwayat panggilan, dengan ini aku bisa meneleponmu bukan ?" lanjutnya. Aku cuma bisa melotot dan menghela nafas pasrah, bodohnya aku

"ah, aku hamper lupa, ini" ucapnya sambil menyerahkan sebatang es krim untukku. Aku melihat takjub pada es krim itu, bukan karena ini gratis, tapi karena ini pertama kalinya ada yang memberiku es krim selain ibuku.

"baekhyun!" suara itu membuatku sadar dan segera menoleh. Chanyeol. dia berlari mengejarku sambil tersenyum bodoh kearahku

"haaah, aku lelah" ucapnya sambil mengatur nafasnya, "ayo kita pulang bersama" lanjutnya

Huh ? apa yang dia katakan ? aku kaget dan langsung teringat sesuatu "a-aku akan membayar setengah untuk es krim kemarin" ucapku sambil mengaduk-aduk isi tasku mencari dompet. Mungkin saja kan ternyata es krim itu tidak gratis, pikirku

"kau tidak perlu membayarnya, aku sudah mendapat imbalannya bukan ?" aku kaget dan langsung menoleh kearahnya meminta penjelasan, apa maksudnya berkata seperti itu. Dia sepertinya mengerti arti tatapanku dan langsung tertawa bodoh-manis- lagi kearahku " ciuman pertamamu" ucapnya.

Aku cuma bisa menganga mendengarnya, dasar pervert. Tidak kusangka dia akan berkata seperti itu. Tanpa aku sadari pipiku langsung memerah. Akupun membuang muka dan berjalan menjauhinya. Dia pikir dia siapa, seenaknya bicara seperti itu. Dia hanya tersenyum dan mengejarku, "hey baek, tunggu aku"

'aku tidak bisa memahaminya, tapi aku pikir aku akan mempercayainya' – Baekhyun

*say i love u*

Baekhyun POV

pagi ini tidak seperti biasanya, stasiun kota cukup lenggang dan tidak banyak orang yang berlalu lalang. Disudut stasiun, terlihat seorang yeoja yang sedang asik membaca dan tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya. "baekhyun !" ucap seorang namja sambil berlari ke arah yeoja tersebut. "kau telat" jawab yeoja yang diketahui bernama baekhyun.

-di kereta- Tidak seperti di stasiun yang cukup lenggang, suasana dikereta malah sesak. Baekhyun dan chanyeol berhimpit-himpitan dengan penumpang lain.

"apa kau baik-baik saja ?" ucap chanyeol berbisik sambil melindungi baekhyun yang hampir terhimpit. Baekhyun menoleh dan langsung melihat senyum chanyeol yang membuatnya diam tanpa bisa berkata apa-apa.

Mimpi, itu hanya mimpi. Entah mimpi buruk atau malah mimpi indah. Aku terbangun dengan nafas tersengal. Kenapa aku harus bermimpi seperti itu ? kenapa harus chanyeol ? pikirku

'chanyeol adalah murid paling popular di sekolah. Dibandingkan dengannya, aku tidak punya teman dan bahkan aku bukan siapa-siapa di sekolah'

Author POV

-disekolah-

Baekhyun membuka lokernya tanpa semangat, dia seperti orang yang kehilangan jiwanya pagi itu. "pagi" sapa chanyeol, tapi baekhyun tidak meresponnya. Akhirnya chanyeol pun mendekat dan menepuk pundaknya.

Sadar ada yang menyentuhnya, baekhyunpun menoleh dan kaget melihat chanyeol yang ada di belakangnya. "a-apa ?!" ucapnya sambil merapatkan tubuhnya ke loker.

"apa kau tidak mendengar aku memanggilmu ?" jawab chanyeol santai. "selamat pagi" lanjutnya

"se-selamat pagi" jawab baekhyun sambil menunduk.

Tak berapa lama, terdengar sahabat chanyeol -Sehun- yang memanggilnya. Chanyeol pun pergi setelah mengucapkan selamat pagi pada baekhyun. Baekhyun hanya diam melihat kepergian chanyeol. chanyeol orang yang popular, banyak murid yang mengucapkan selamat pagi padanya, berbeda sekali dengan baekhyun. Lalu tiba-tiba "Baekhyun-ah~ selamat pagi" baekhyun menoleh dan dia melihat yeoja cantik dengan kuncir kuda berlari ke arahnya sambil melambaikan tangan. Dia luhan, yeoja cantik dan ceria yang sekelas dengannya.

"pagi luhan-ssi"

"panggil saja aku luhan, tidak usah seformal itu" katanya sambil tersenyum. "apa chanyeol sudah pergi ke kelas ?" lanjutnya

"iya"

"ahh, begitu. Padahal aku ingin mengucapkan selamat pagi padanya"

Baekhyun POV

"aku kaget saat tiba-tiba kau pulang cepat kemarin" kata luhan. Saat ini kami sudah ada di dalam kelas

"aku minta maaf"

"ayo kapan-kapan kita keluar lagi" katanya sambil tersenyum kearahku. "chanyeol akan senang jika kau juga datang". Aku menatap kaget kearahnya. Ternyata dia orang baik, pikirku

"ah, aku hampir lupa. Kemarin aku membeli barang yang lucu saat pulang" dia berkata seperti itu sambil menunjukkan 2 buah gantungan Hp bulat berbulu yang sangat manis, satunya berwarna biru dengan senyum jail dan satunya lagi berwarna pink dengan senyum manis. "aku membelikan satu untukmu" ucapnya.

"te-terima kasih" saat aku akan mengambil gantungan yang berwarna pink, tiba-tiba saja ada yang mengambilnya terlebih dahulu.

"apa ini ? apa ini bola baseball ?" kata namja yang kutahu bernama sehun sambil melihat dan memainkan gantungan tersebut. Luhan berusaha untuk mengambilnya, tapi tentu saja itu sia-sia, tinggi sehun diatas rata-rata dan luhan begitu mungil.

"kembalikan sehun" ucap luhan sambil terus berusaha merebutnya

"enak saja, kalau mau, ambil saja sendiri" jawab sehun sambil tersenyum jail dan mengangkat tinggi gantungan tersebut. Aku hanya melongo melihatnya dan tiidak tahu harus berbuat apa.

-di toilet-

'anak laki-laki memang menyebalkan' pikirku sambil membasuh tanganku.

"hey, apa kau menyukai chanyeol ?" Tanya luhan langsung kepadaku.

"apa ?"

"apa kalian sudah berciuman atau melakukan hal-hal lain ?"

"ehh.. ti-"

"berapa kali ?" tanyanya

"ki-kita hanya berciuman sekali saja" jawabku malu sambil melirik kesamping, tak berniat untuk melihat kearahnya

"ahh, tentu saja, kau kan imut baekhyun. Aku tahu kau pernah berciuman" . "aku juga pernah menciumnya" lanjutnya santai. Aku pun langsung melihatnya dengan tatapan tak percaya.

"aduh, kenapa harus ada gadis imut menyebalkan ini disini" kata yeoja yang baru saja masuk tersebut. Aku hanya diam menatapnya, hyuna –yeoja itu- melirik tidak suka pada luhan.

"haha, gadis imut yang bodoh" lanjut temannya –jiyeon- sambil tersenyum meremehkan. Aku melihat luhan yang hanya bisa menunduk tanpa ada niatan ingin membalas perkataan yeoja itu. Setelahnya, dia hanya tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa dan mengajakku keluar. Aku diam menatapnya dan mengikutinya.

.

.

Saat ini kami sedang bersantai di kafe dekat stasiun. Sepulang sekolah tadi, luhan langsung menyeretku dan mau tidak mau aku pun menurutinya. Toh, aku juga tidak ada acara hari ini, jadi apa salahnya kalau pergi keluar dengannya

"kau kuat luhan" ucapku

"ehh ? kuat bagaimana ?" jawabnya

"kau tidak menangis atau marah saat orang-orang mengejekmu"

"aku tidak menyukainya, sebenarnya aku jengkel. Tapi ada beberapa orang yang memahamiku dan berteman dekat denganku. Namja selalu saja hanya membicarakan wajahku sejak aku SMP, aku tidak mau pergi kesekolah karena hal itu. Ketika itu, teman-teman sekelasku mengejekku, mereka mengatakan kalau aku hanya cantik tapi bodoh. Kalau tidak karena aku cantik, pasti aku sudah terkucilkan. Tapi,, saat itu chanyeol datang dan menyelamatkanku. Dia berkata bahwa, dia menyukai gadis yang cantik wajahnya dan juga cantik hatinya. Dia mengatakan kalau harusnya mereka mengenalku lebih dulu sebelum mengatakan hal yang tidak benar. Dia selalu memikirkan orang lain dan mencoba untuk melindungi mereka. Bukankah dia hebat ? aku punya saat sulit untuk melindungi diriku sendiri." Ucapnya tersenyum sambil mengaduk-aduk minuman didepannya.

"luhan-ah apa kau menyukai chanyeol ?" kata-kata itu langsung meluncur tanpa di proses dulu di otakku. Aku takut-takut melihat ke arahnya

"ya, aku menyukainya. Dan ketika aku menyuruhnya untuk menciumku, dia benar-benar melakukannya. Tapi itu menyedihkan, karena dia hanya mencium yeoja yang tidak benar-benar disukainya" jawabnya sambil menatapku dan menunjukkan cengirannya. "aku ragu kalau dia akan berhenti melakukannya jika dia memiliki orang yang disukainya. Ada rumor bahwa dia pernah mencium setiap gadis manis disekolah, kecuali satu orang." Lanjutnya sambil berbisik kearahku. "gadis bernama Lay di kelas B. kabarnya mereka pernah berkencan saat SMP". Aku melebarkan mataku saat mendengarnya, jadi begitu ya...

.

.

*say i love u*

.

.

AUTHOR POV

Baekhyun duduk melamun dikamarnya, berkali-kali dia menghembuskan nafas berat dan mempoutkan bibirnya. "kelas B... Kelas B" kata-kata luhan tadi masih saja teringat dipikirannya. Tiba-tiba saja hpnya berdering, dengan malas dia mengangkatnya dan melihat siapa yang menelepon. Ternyata chanyeol

"apa kau sudah tidur ?"

"hmm, aku sudah tidur" jawab baekhyun malas

"kalau begitu maaf sudah membangunkanmu. Besok mau pergi karaoke ?"

"lagi ?" jawab baekhyun acuh

"aku akan mengajak beberapa teman dari kelas B" jawab chanyeol santai

"uhmm, itu... apa Lay juga datang ?" Tanya baekhyun ragu-ragu

"tentu"

"aku dengar kalau dia adalah cinta pertamamu"

"iya, itu benar" jawab chanyeol bingung

"err,, rumor bahwa kau pernah mencium seluruh yeoja di sekolah, apa itu benar ? kau terlihat seperti kau bisa mencium yeoja manapun yang kau inginkan, tapi kau bahkan tidak mau menciumnya. Aku bertanya-tanya apakah kau akan lebih jujur pada yeoja yang serius dan tidak bermain-main."

"huh, mereka selalu mengatakan apapun yang mereka ingin katakan tentangku. Itu hanya ciuman, tidak lebih" terdengar chanyeol membuang nafas diseberang. "jadi, bagaimana besok ?" lanjutnya

"aku tidak mau datang"

"ehh ? hey baek !" belum sempat chanyeol melanjutkan perkataannya, baekhyun sudah menutup teleponnya dan mematikannya agar chanyeol tidak mengganggunya lagi

.

.

-keesokan harinya-

Baekhyun sibuk memandangi lay dari kejauhan, lay sendiri sedang mengobrol dengan teman-temannya dan sesekali tertawa. 'jadi dia yang bernama lay,, dia terlihat seperti boneka. Aku dan dia benar-benar berbeda' pikir baekhyun. Lay yang sedari tadi baekhyun pandangi pun akhirnya menoleh. Baekhyun yang melihatnya hanya bisa tersenyum canggung kearahnya dan berjalan dengan santai kebalik tembok untuk mengintip lay. Tak lama lay pun pergi ke kelas, tetapi sebelumnya dia sempat berbincang dengan chanyeol. 'sepertinya chanyeol masih menyukainya... Aku tidak menyukainya. Meskipun dia punya alas an menciumku, tapi dia melakukannya tanpa persetujuanku, dia bahkan tak mencium yeoja itu.. yeoja itu pasti berharga untuknya. Dia kelihatannya serius dengan orang yang ,, semua orang kecuali yeoja itu bukan siapa-siapa menurut chanyeol ' pikir baekhyun sedih.

"apa ini ? sangat lucu bukan ? seorang baekhyun sedang mengintip, hahaha" ujar 2 orang siswa yang kebetulan melewati baekhyun. Baekhyun sendiri hanya bisa menahan marah sambil menunduk lesu.

.

-di toilet-

"lalu kenapa jika aku melakukannya ? aku kan juga ingin tau" runtuk baekhyun saat dia ke toilet untuk membasuh tangannya. Dia sedang kesal karena dua orang pengganggu tadi. Kemudian baekhyun samar-samar mendengar langkah kaki yang memasuki toilet

"si luhan benar-benar menggangu. Aku melihatnya menggoda chanyeol pagi ini" ucap hyuna pada jiyeon yang baru saja masuk. 'mereka lag' pikir baekhyun

"luhan benar-benar membuatku muak, dia tidak begitu manis kan, dan lagi banyak yeoja manis di sekolah ini" timpal jiyeon

"haha, kau benar. Hanya karena dia 'agak' manis, dia melakukan seenaknya"

"dia juga bodoh kan, sepertinya anak-anak mengerjainya tadi" tambahnya dan setelahnya mereka tertawa puas. Tiba-tiba saja baekhyun tertawa mengejek

"apa yang lucu ?" ucap jiyeon pada baekhyun

"semua hal yang kau bicarakan tadi" jawab baekhyun sarkastis tanpa menoleh

.

.

Chanyeol POV

Byun Baekhyun, yeoja yang beberapa hari ini selalu mengganggu pikiranku. Sekarang dia ada dihadapanku dengan pipi memar sambil menunduk

"apa yang terjadi padamu ?" ucapku sambil memperhatikan wajahnya.

"aku terjatuh" jawabnya acuh

"huh ? dimana ? apa kau baik-baik saja ?" ucapku sambil mencoba untuk memegang lukanya

"ini-" katanya sambil menepis tanganku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap ingin menyentuhnya

"siapa yang melakukan ini ?" tanyaku langsung

"aku hanya jatuh" ucapnya agak berteriak

"baiklah. Sekarang aku mengerti kenapa kau selalu membawa plester luka. Berhati-hatilah, orang-orang akan khawatir jika mereka melihatmu terluka seperti itu" kataku sambil mengambil plester luka di sakuku dan menempelkannya di wajahnya.

Dia melihatku dengan mata sipitnya sambil bergumam 'khawatir..?' . aku langsung memotong kata-katanya "aku khawatir" lanjutku sambil menatapnya serius. Kulihat rona merah dikedua pipinya dan dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan mengalihkan pandangannya.

Tiba-tiba saja luhan berteriak dan menghampiri kami "ahh, kau disana rupanya. Ayo cepat, pelajaran akan segera dimulai-" tapi kemudian dia membulatkan matanya "apa yang terjadi padamu ? kenapa pipimu merah eh ?" tanyanya panic

"dia hanya terjatuh" jawabku sambil tersenyum

"apa kau baik-baik saja baekhyun ?" ucapnya sambil memperhatikan wajah baekhyun khawatir. Baekhyun sendiri hanya tersenyum simpul sambil mengangguk.

.

.

Author POV

Dilapangan, sehun benar-benar tidak bisa berkonsentrasi. Dia mengawasi murid-murid yeoja, 'sepertinya ada yang kurang' ucapnya. Kemudian dia teringat sesuatu, luhan tidak ada disana, tetapi belum sempat dia sadar dari lamunannya, kepalanya dengan sukses menjadi sasaran empuk bola yang tiba-tiba saja menuju kearahnya.

.

Di ruang kesehatan, baekhyun dan luhan membolos pelajaran olahraga. Luhan bersikeras ingin membawa baekhyun ke UKS untuk mengobati lukanya.

"maaf aku jadi membuatmu menemaniku disini" ucap baekhyun sambil mengompres lukanya

"tidak apa-apa, aku sudah bilang pada mereka bahwa aku akan bolos" jawab luhan sambil tersenyum kecil

Saat, luhan sibuk dengan ponselnya, baekhyun mengambil ponselnya dan menunjukkannya pada luhan. "jadi kau memasangnya ? cocok sekali" kata luhan berbinar-binar. Baekhyun sendiri hanya tersenyum kecil.

"ehh, apa kau tidak menyukainya ?"

"ti..tidak, aku sangat menyukainya. Te..terima kasih" jawabnya tulus dan tersenyum semakin lebar. Saat mereka sedang asik berbincang, tiba-tiba saja ada yang mengganggu mereka

"rasanya aku ingin muntah"

"untung saja, songsaengnim membolehkan kita beristirahat"

"lihat, siapa yang ada disini. Si penyendiri dan si bodoh" kata hyuna meremehkan saat dia melihat baekhyun dan juga luhan di ruang kesehatan.

.

Sehun berjalan di koridor sambil menggosok kepalanya yang tadi terkena lemparan bola tadi, tiba-tiba dia mendengar suara seseorang berisik dari ruang kesehatan. Dia pun akhirnya mengintip, dan terlihatlah baekhyun, luhan, hyuna serta jiyeon disana

.

"bukankah seharusnya kau khawatir tentang dirimu sendiri sebelum kau mengkhawatirkan si bodoh heh ?" kata hyuna

"dia bahkan tidak tau, haha. Lihat orang-orang yang konyol ini" tambah jiyeon, dan mereka pun tertawa

"apa kau tau apa sebutanmu diantara namja ? keledai kecil yang bodoh".

Luhan hanya bisa membulatkan matanya dan menunduk sedih. Kristal bening yang ada dimatanya siap meluncur kapan saja sekarang, tapi tiba-tiba sehun muncul dan membelanya.

"hey, jangan mengejeknya hanya karena kau sedikit lebih pintar daripada dia!" kata sehun sambil menunjuk hyuna. "punya wajah yang imut lebih baik daripada punya wajah sexy sepertimu. Orang-orang tentu saja akan memilih luhan yang imut daripada kau, bukankah penampilan itu nomor satu. Tentu saja aku menyukai orang yang imut, tidak peduli dia bodoh atau tidak" ucap sehun dengan berapi-api

Luhan sendiri hanya semakin menunduk dan menyembunyikan kepalanya dibelakang baekhyun. Dia tidak ingin mendengar semua ucapan sehun.

Hyuna tertawa meremehkan "bukankah itu manis ? ada orang yang mau denganmu hanya karena wajahmu saja". Luhan tidak bisa menahan air matanya lagi, wajahnya sudah memerah, dia menahan sekuat tenaga agar tidak menangis, tapi tetap saja air mata itu keluar. Dia pun menggosok matanya kasar dan berlari keluar tanpa memperdulikan baekhyun yang memangggilnya

Sehun sendiri hanya melongo melihat luhan yang menangis "bukan begitu maksudku luhannie! " teriak sehun

.

.

Baekhyun mencoba mengejar luhan, tapi dia tidak bisa menyusulnya. Sehun datang setelahnya "aku membuatnya menangis. Ini buruk" katanya dengan nafas terengah-engah.

"aku pasti sudah mengatakan hal yang buruk padanya. Padahal aku hanya ingin membantunya" tambahnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan terdengar nada khawatir disana. "tapi,, aku benar-benar menyukainya. Aku tidak bermaksud untuk melukai perasaannya". Baekhyun menatap sedih sehun

"seseorang tidak suka orang lain membicarakan rumor tentang mereka"

"kenapa ? bukankah dia memang imut ?" jawab sehun tidak mengerti

"hanya kau yang berpikir begitu. Kau hanya melihatnya dari sudut pandangmu yang akhirnya malah menyakitinya. Dia tidak pernah marah ataupun sedih, tapi kali ini dia menunjukkan perasaannya. Mungkin, kau adalah orang yang dia perhatikan." Kata baekhyun ragu sambil menatap sehun

Sehun hanya menatap kaget baekhyun dan membulatkan matanya 'dia... memperhatikanku ?' pikir sehun

.

.

SEHUN POV

'baekhyun, apa yang harus kulakukan ?'

'mungkin, kau harus jujur padanya' percakapannya dengan baekhyun tadi terlintas dipikiranku. Aku terus berlalri menuju kelas dimana luhan berada. aku harus jujur, dan ya aku akan melakukan semuanya sekarang. aku tidak ingin membuatnya bersedih lagi dan aku ingin tetap melihat tawanya

Luhan sedang berada dikelas saat itu, kelas sudah sepi karena hari mulai sore. Dia duduk sendirian sambiil melamun.

"Luhannie!" kataku sambil membuka pintu ruang kelas kasar. Dia –luhan- yang sedang melamunpun kaget dan sontak langsung melihat ke arahku

Aku berjalan tenang sambil terus memperhatikannya, selangkah demi selangkah, tetapi saat aku sudah hampir sampai didepannya, dia malah berdiri dan menjauhiku.

"tunggu, aku perlu bicara denganmu" kataku meraih lengannya. Dia diam dan membelakangiku

"maaf tentang yang tadi. Aku membuatmu malu. Bahkan Baekhyun juga marah padaku. Aku mungkin tidak sekeran chanyeol. tapi, aku memikirkanmu lebih daripada orang lain" ucapku lemah. Luhan yang mendengarnya mau tidak mau berbalik dan menatapku. Menatapku dengan mata coklat hazelnya yang membuatku terpesona.

"Saranghae" kata-kata itu tiba-tiba saja meluncur dari mulutku, entah apa yang kupirkan, tetapi sekarang aku ingin mengungkapkan semuanya padanya. "yeah, aku memang menyukai wajah imutmu, tapi bukan hanya itu alasannya. aku suka caramu tersenyum, betapa kau bersinar ketika kau bahagia. Tingkah lakumu, suaramu yang seperti anak kecil... aku merasa senang setiap kali aku melihatmu. Aku suka semua tentangmu lebih daripada orang lain." Akhirnya aku mengatakannya, perasaan yang selama ini kupendam padanya. Perasaan yang tidak bisa kutunjukkan padanya dengan benar, yang kadang-kadang malah membuatnya marah padaku. Aku menatap luhan dan saat itu aku terperangah melihatnya.

Dia tersenyum cantik sekali dengan latar matahari terbenam yang indah. Cahaya jingga matahari menyinari wajahnya. Wajahnya, senyumnya, dan suasana saat ini tidak akan pernah aku lupakan.

.

.

Author POV

"dimana sehun ?" Tanya chanyeol pada kyuhyun

"mana kutahu, mungkin dia sudah pulang" katanya sambil melihat sekeliling

"haah, berarti dia tidak bisa pergi karaoke dengan kita, lalu bagaimana dengan baekhyun ?" tambah chanyeol

"baekhyun ?"

"byun baekhyun, teman sekelas kita"

Lay yang merasa risih pun langsung menyela "ayo pergi chanyeol-ah" katanya sambil menggandeng chanyeol. chanyeol membiarkannya dan sibuk memikirkan sesuatu

.

.

Baekhyun sedang memasak saat ini hari ini tidak ada jadwal kerja part time, jadi dia yang harus memasak dirumah. Baekhyun sibuk memperhatikan jam dinding saat tiba-tiba ibunya memanggilnya dan mendekat kearahnya.

"ya ampun, aku akan melanjutkan sisanya" katanya memperhatikan masakan baekhyun yang hampir gosong.

Baekhyun mengangguk dan berjalan kekamarnya

.

Baekhyun melepas kasar plester luka yang ada dipipinya, namun kegiatannya terusik saat ada sms yang masuk ke nomornya. Dia dengan cepat membukanya. Senyumpun terkembang dibibir mungilnya. Luhan memberitahunya bahwa dia sekarang berpacaran dengan sehun, dan dia bilang bahwa sehun berterima kasih padanya. Baekhyun ikut senang mendengarnya, mungkin dia harus berkata jujur pada perasaannya, mungkin dia akan mencobanya.

.

.

Sementara itu chanyeol yang sedang berada di tempat karaoke terlihat tidak bersemangat dan hanya diam sambil makan apapun yang ada disana.

"kau jadi semakin popular disekolah, tidakkah kau tau itu chanyeolie ? aku sudah mendengar rumor buruk tentangmu, seperti saat kau hanya mempermainkan setiap yeoja di sekolah." Kata lay sambil menatap sengit chanyeol

Chanyeol sendiri hanya tertawa kecil "itu keterlaluan" katanya acuh

"bagaimana mungkin kau tidak mencoba melakukan sesuatu padaku ?. aku pikir kau menyukaiku. Kau mempunyai perasaan padaku sejak SMP bukan ?" tambah lay percaya diri

.

Sementara itu Baekhyun berlari menghampiri chanyeol, entah apa yang dia pikirkan, dia hanya ingin bertemu chanyeol saat ini. Dengan sweater tipis yang membalut tubuhnya serta topi rajut yang nyaman dan hangat dia berlari menembus keramaian seoul malam itu, dengan keinginan ingin bertemu chanyeol

.

"kau juga jadi bertambah tinggi sejak saat itu. Aku pikir, aku tidak keberatan jika kau menciumku. Kau bahkan pernah mencium Byun Baekhyun bukan ?. rasanya aneh, kau sudah pernah menciumnya, tapi belum menciumku." Kaya lay manja pada chanyeol

"Baekhyun itu manis" jawab chanyeol sambil tersenyum mengingat baekhyun

"kau benar-benar orang baik chanyeolie" kata lay sambil tertawa. "jadi, apa kau ingin keluar dari sini bersamaku ?" tambahnya sambil meraih lengan chanyeol. chanyeol diam dan membiarkannya

.

.

Chanyeol terlihat keluar sendirian dari ruang karaoke sambil menunduk memikirkan sesuatu. Dia menghela nafas dan tanpa sengaja melihat baekhyun yang bersembunyi dibalik tembok sambil mengintipnya. Chanyeol tersenyum dan berjalan menghampiri baekhyun

"dasar stalker" kata chanyeol saat dia berdiri tepat didepan baekhyun

"aku bukan stalker!. Aku hanya sedang berjalan-jalan" jawab baekhyun sambil menggelengkan kepalanya. Tapi tentu saja chanyeol tidak percaya. Lihat saja pakaiannya, juga kacamata hitam yang membingkai mata sipitnya, siapapun juga pasti mengira bahwa baekhyun seorang stalker.

Baekhyun melirik ke kanan dan kekiri, setelah dirasa sepi, dia berbisik ke arah chanyeol "apa kau sendirian ?" katanya

"iya-"

"begitu, aku kira kau bersama dengannya"

"bagaimana kalau aku benar bersama dengannya ?" chanyeol menyeringai sambil mendekat ke baekhyun

"bukan apa-apa" jawab baekhyun terbata-bata sambil mencoba menyembunyikan wajahnya. "a-aku harus pulang sekarang" tambah baekhyun sambil memalingkan wajahnya

Chanyeol menahan lengannya "kenapa terburu-buru" katanya sambil menarik tangan baekhyun agar menghadap kearahnya. Baekhyun pun memberontak, tapi tenaga chanyeol lebih besar sehingga baekhyun terhuyung dan chanyeol langsung menarik dan menciumnya.

Mata sipit baekhyun membulat, dengan segera ia mendorog chanyeol menggunakan seluruh tenaganya. "biarkan aku pergi! Kenapa kau menciumku ? katakan yang sebenarnya!" bentar baekhyun sambil menahan tangis

Chanyeol menatap nanar baekhyun, sedetik kemudian, dia merubah raut wajahnya dan tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya "aku hanya merasa ingin menciummu saja".

Baekhyun menatap chanyeol lama dan akhirnya pun tangisnya pecah "jadi kau hanya mencium siapapun tanpa sebab ? ada yeoja yang akan terluka karenanya. Sebuah ciuman tanpa perasaan tidak membuatku bahagia" baekhyun mengusap kedua matanya, berharap air matanya berhenti mengalir, tapi percuma saja, air matanya malah semakin deras

Chanyeol diam menatapnya "dasar chanyeol bodoh" lanjut baekhyun berteriak kearahnya

Sekali lagi chanyeol mencium paksa baekhyun. Baekhyun pun memberontak "tidak, lepaskan aku!"

Chanyeol mengacuhkannya dan mendekat kembali ke baekhyun. "ini ciuman perkenalan" katanya sambil mencium baekhyun lembut

"yang ini karena kau manis" katanya lagi, baekhyun menyela, tetapi chanyeol sudah kembali mendekatkan bibirnya ke bibir baekhyun

"yang ini karena aku peduli padamu" bibir merekapun kembali bertemu, baekhyun tidak memberontak dan membiarkan chanyeol menciumnya

"dan ini, ciuman hanya untukmu. Bisakah kau merasakan perbedaannya ?. baekhyun, apa kau mencintaiku ?" ucap chanyeol sambil menatap intens mata hazel baekhyun

'Kenapa dia bertanya padaku seperti itu secara tiba-tiba ' pikir baekhyun sambil menatap chanyeol dengan berkaca-kaca

"jika kau tidak menjawabnya, aku akan menciummu" sekarang hidung mereka berdua bersentuhan dan baekhyun bisa merasakan hembusan nafas chanyeol pada wajahnya.

"aku sangat senang ketika kau memperhatikanku dan mulai berbicara denganku. Hatiku terasa sakit ketika aku memikirkanmu. " kata baekhyun sambil memejamkan matanya dan meremas ujung bajunya. Chanyeol sendiri hanya tersenyum sambil memeperhatikan wajah baekhyun lekat-lekat

"bukankah itu berarti bahwa kau mencintaiku ?" ucapnya yakin, baekhyun yang mendengarnya langsung membuka matanya. Chanyeol mendekatkan bibirnya sekali lagi ke bibir baekhyun dan menciumnya dengan lembut.

.

.

'aku tidak peduli lagi, entah apa yang kurasakan padanya. Tapi kurasa benar kata chanyeol. bahwa aku menyukainya, tidak, mungkin lebih tepatnya aku mulai mencintainya' – Baekhyun

~~~ TBC ~~~

Author's corner xDD

Akhirnya selesai juga chapter 2, semoga kalian suka ya :D

EXO comeback, baekhyunku combek xD seneng pakai banget, makanya update ini FF *kekeke*

makasih yang udah review ya :3 ditunggu reviewnya sekali lagi dan selamat membaca~

-terbang bareng baek- xDD