THE YELLOW SUNSHINE
.
.
.
[Prefektur Iwate, 13:00 JST. Day 1]
#Finding The Yellow Sunshine
"Ino! Kamu masuk cover story lagi ya? Yaampun, ini sudah ketiga kalinya kau jadi cover majalah Go! Girl." tanya seorang gadis sambil memperlihatkan sebuah rubrik yang memuat foto gadis pirang itu.
"Loh, sudah terbit ya? Hohoho... Tentusaja! Siapapun pasti terpukau dengan kecantikanku!" Jawab Ino narsis.
Gadis itu memukul kepala Ino dengan majalah, "Ck, beruntunglah kau. Dasar!"
"Hehe... bercandaaa.. Ayolah jangan marah padaku Rena-chan."
"Hai..hai.. lihat saja, saat kau keluar kelas nanti, pasti semua orang langsung mengerubungimu." Tebak Rena yakin.
"Bukannya biasanya begitu?"
Mereka berdua tertawa.
"Ah, Rena. Aku dapat tanda tangannya. Nih." Ino menyerahkan sebuah sketch book pada temannya, Rena.
"Uso? Yaampun ini kan tanda tangan aslinya Furukawa Yuki! Kok bisa dapat?" Tanya Rena berbinar.
"Ternyata setelah sesi photoshootku selesai orang itu benar-benar muncul, karena aku teringat padamu makanya aku langsung minta." Ino menyunggingkan senyum bangganya.
"Astaga, ternyata berita di fan site itu benar! Untung aku sempat minta tolong padamu sebelumnya. Makasi banyak Ino-channnn. Aku benar-benar mencintaimu!" Rena langsung memeluk Ino dengan sangat erat. "Kyaaa..Kyaa..Kyaa. Aku tidak percaya ini!"
"Menjijikkan.." Ino tertawa, "Sudahlah, lepaskan aku. Bukannya kamu ada rapat perpisahan pengurus OSIS? Lagipula aku ada jadwal pemotreran 1 jam lagi." Ino melirik jam tangannya.
"Wah, iya." Rena melepaskan pelukannya dan langsung merapikan mejanya dengan terburu-buru. "Kali ini pemotretan dimana?"
"Hmm.. kalau tidak salah sih di Taman Iwayama. Ah, aku duluan ya! Bye Rena-chan!" Ino melambai pada temannya.
"Bye bye!"
Lalu sosok gadis berambut pirang itu menghilang di pintu kelas.
...
'Hehh.. Sampai juga. Untung aku tidak ketinggalan bus tadi.' Ino mengguman sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat berlari dari halte ke taman Iwayama. Untungnya gadis itu tiba 5 menit lebih awal.
Ino itu berjalan perlahan sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman, demi kami-sama! Ino selalu suka suasana taman ini, walaupun mungkin ia telah berkunjung kesini sebanyak puluhan kali.
Taman Iwayama memiliki perpaduan arsitektur yang sempurna dari zaman dulu dan modern. Taman ini berlokasi di sebelah timur kota dan menyediakan panorama indah dari seluruh Morioka dan gunung Iwate-san. Gunung Himekami dan pegunungan ou juga bisa dilihat dari taman ini. Saat musim panas taman ini banyak ditumbuhi bunga-bunga berwarna cerah yang menciptakan suasana menyenangkan khas musim panas. Ditengah taman terdapat sungai Kitakami gawa dan sungai Nakatsu gawa yang mengalir begitu jernih dan berkilau jika diterpa sinar matahari. Selain sungai, di kanan-kiri taman ini juga terdapat pusat perbelanjaan modis bernama Morioka yang terletak di antara Basin Kitakami bagian utara dan Iwate bagian tengah. Di Morioka ada satu peristiwa yang unik bernama even Chagu-chagu Umakko yang diadakan sebelum musim panas tiba.
"Yamanaka-san?" Seorang wanita berusia dua puluhan menepuk pundak si pirang itu.
"Oh, Ohayou." Ino ber-ojigi sopan pada wanita itu.
"Ayo siap-siap dulu, 15 menit lagi photoshoot sesi pertamanya dimulai." Wanita itu tersenyum, "Sini ikut aku ke tenda itu."
"Hai.." Ino berjalan mengekori wanita itu dengan santai.
Seluruh remaja di prefektur Iwate pasti mengenalnya. Yamanaka Ino. Model freelance paling populer di seantero Iwate, bahkan mungkin ia termasuk salah satu model freelance yang populer di Jepang? Tampang gadis pirang itu hampir selalu menghuni berbagai jenis majalah fashion remaja, selain itu banyak remaja putri yang mengikuti style fashionnya. Dan bukan hanya fans perempuan, Ino juga banyak memiliki fans laki-laki. Hal ini terbukti dengan adanya fan site khusus yang dibuat oleh para fanboys untuknya, sampai saat ini jumlah member disana telah menembus angka 10.000 member dan terus meningkat.
Cukup mencengangkan? Tapi satu hal yang kalian harus tahu, sebenarnya Ino adalah gadis yang sangat bersemangat, bahkan terkadang terlalu bersemangat.
...
CHANGE!
Seorang gadis bersurai pirang mengikuti arahan fotografer untuk mengganti gaya. Kemudian Ino berjalan pelan menyusuri taman itu dengan santai. Tema photoshootnya hari ini adalah natural, jadi gadis itu hanya perlu berekspresi se-biasa mungkin di depan kamera dan memunculkan image seorang pelajar yang menikmati suasana taman sepulang dari sekolah.
LAST!
'Akhirnya last shoot.'
Ckrek..ckrek...ckrek...
CUT!
"Baiklah cukup untuk hari ini." Teriak sang director kepada semua staff.
"Terima kasih atas kerja kerasnya!" Ino membungkuk hormat pada seluruh staff.
Seorang staff wanita menghampiri Ino dan menyerahlan sebuah amplop coklat, "Kerja bagus Ino-chan! Photo sesionmu selalu memuaskan!" Pujinya.
Ino menerima amplop itu dengan gembira, "Ah, Arigato.. Kalau begitu aku permisi dulu." Pamit si pirang itu.
"Hn, Oiya.. berhati-hatilah, sekarang banyak penguntit yang mulai berkeliaran di sekitar sini."
"Tentu saja, terimakasih banyak." Ino membungkuk hormat pada staff wanita itu lalu melangkah pergi meninggalkan lokasi photoshoot.
...
Seorang gadis berambut pirang berjalan santai ditengah hiruk-pikuk kota Morioka pada siang itu.
'Eh, majalah Go! Girl?' Ino melihat sebuah majalah yang serupa dengan milik Rena. Apalagi di dalam majalah itu kan ada interview tentang dirinya, Ino harus membeli majalah itu kekeke..
Tanpa pikir panjang, Ino segera masuk ke toko buku itu dan menuju section majalah.
'Oh my...' dan tebak, gadis itu menemukan majalah yang memuat model idolanya. Yumi Laura Lambert, gadis keturunan jepang-belgia yang sukses menghiasi di berbagai pagelaran fashion dunia. No other words, untuk seorang Ino, gadis ini benar-benar super perfect! Tinggi, gorgeous, blasteran, dan yang paling penting Yumi tidak memerlukan diet ketat karena ia memang sudah kurus dari sananya.
Ah, benar-benar idaman... Sementara Ino sibuk melihat-lihat isi majalah itu sambil menghayal tentang bagaimana jika suatu hari ia berhasil debut di runway New York, seorang pria mencurigakan terus mengamati gerak-gerik gadis pirang itu dari rak buku yang berjarak 2 leret dari section majalah.
Ino sadar akan keberadaan pria itu saat pandangan mereka tak sengaja bertemu di kaca yang menggantung di pojok toko.
Gadis itu sedang dikuntit!
'Duh, dikuntit lagi?' Gadis itu memilih untuk pura-pura tidak menyadari keberadaan pria itu lalu berjalan dengan santai ke kasir untuk membayar belanjaannya.
...
Ino berjalan dengan waspada, lelaki di toko buku itu masih mengekor beberapa meter di belakangnya. Iris aquamarinenya tampak awas sembari berusaha mencuri pandang pada sosok pria itu. Dari pengamatannya, sepertinya pria itu berusia sekitar 30 tahunan.
'Duh...'
Gadis itu berbelok ke arah gang sempit sambil berharap jika pria itu akan kehilangan jejaknya. Namun sial, Ino masih saja dibuntuti.
Oke, gadis itu mulai tegang dan takut sekarang. Ino berlari dengan panik berusaha menghindari laki-laki itu. Ia memasuki sembarang gang, yang penting pria itu berhenti mengikutinya saja sudah cukup. Masalah kesasar bisa diurus belakangan.
'Sial! gang buntu!'
Gadis pirang itu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, penguntit itu berhasil menemukannya. Ia berpakaian serba hitam lengkap dengan tudung hoodie yang menutupi kepala bagian atas sampai hidung. Ino hanya bisa melihat pergerakan mulutnya saat ia berbicara.
"Yamanaka Ino, kau harus ikut denganku!" Penguntit itu mulai berjalan mendekat pada Ino.
"Si..siapa kau? Menjauhlah!"
"Aku ingin melihat kekuatan kristal kuning itu. Ayo tunjukkan." Penguntit itu menyeringai.
"Kristal apa? Kekuatan? Kau kira ini film?" Teriak Ino ketakutan, "Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku berteriak dan memanggil polisi." Ino merogoh saku roknya dengan gemetar. Gadis itu sudah bersiap untuk memanggil bantuan melalui ponsel.
"Ck, warna iris matamu sudah mulai berubah menjadi kuning berkilat begitu, masih bisa berbohong? Sekarang ikut aku!" Penguntit itu mulai memaksa Ino.
"APASIH YANG KAU BICARAKAN? KALAU KUBILANG TIDAK MAU, YA TIDAK MAU!"
"Kalau kau terus menolak aku akan menggunakan cara kekerasan.
Penguntit itu mulai nekat, ia menarik pergelangan tangan Ino dan memaksa gadis itu untuk ikut dengannya, Ino berusaha melepaskan pergelangan tangannya. Namun entah kenapa, tiba-tiba bulu roma gadis itu meremang. Ia merasakan luapan emosi yang sangat dasyat mengalir dari dalam dirinya.
Gadis itu memejamkan mata sebentar, saat ia membuka matanya, tampaklah iris itu, iris berwarna kuning mengkilat.
Seolah tersihir, Ino mulai mendapatkan kekuatan aneh, sulur-sulur tanaman yang melilit pagar besi di belakangnya terlihat hidup. Sulur-sulur itu mulai bergerak dan melilit tubuh si penguntit, sehingga ia tak bisa bergerak. Beberapa sulur lain membantu Ino untuk melepaskan pergelangan tangannya yang dicengkram si penguntit, kemudian tubuh gadis itu tertarik dan ambruk ke belakang.
Tenggorokan gadis itu tercekat sehingga ia tidak bisa berkata-kata. Di depannya, sang penguntit tampak tersiksa sambil berusaha melepaskan diri dari sulur-sulir tanaman liar yang masih terus aktif membungkus tubuh pria itu.
"Aa..ap..pa ini pe..perbuatanku?" Ino shock luar biasa, beberapa menit yang lalu semua masih tampak normal, namun sekarang semuanya mulai tampak seperti film bergenre fantasy. Apalagi gadis itu mendapati sebuah cincin perak dengan kristal kuning berbentuk hexagonal yang tiba-tiba nangkring di jari manis kirinya. Seingatnya, ia samasekali tidak menggunakan aksesoris sejak tadi pagi.
"Gak bisa dilepas? Cincinnya bagus, tapi kenapa aku tidak ingat kapan pakainya ya?"
Seorang wanita berambut ungu bertepuk tangan pada Ino, "Wah, akhirnya ketemu juga si pengendali tumbuhan pemilik cincin berkristal kuning. Halo! Aku Anko, utusan dari Konoha Academy, salam kenal! Anko menjulurkan tangannya.
Ino menjabat tangan wanita itu dengan ragu, "Untuk apa ibu datang menemui saya?" Tanyanya canggung.
"Jangan panggil aku ibu, cukup panggil nama saja." Jawab wanita itu dengan aura menyeramkan.
Ingat, jangan pernah memanggil Anko dengan sebutan 'ibu atau bu' karena akan berdampak buruk pada keselamatan jiwamu, ini serius.
"Ah, gomenasai." Sesal Ino, "Lalu apa cincin ini yang membuatku bisa mengendalikan tumbuhan?"
"Bingo! Itu adalah cincin keramat yang sangat hebat sekaligus berbahaya. Nah, karena cincin itu memilihmu. Maka, pemerintah Jepang bekerjasama dengan Konoha Academy akan melakukan pembinaan pada orang-orang yang mendapatkan cincin itu, temasuk kau Ino." Jelasnya, "Ikutlah denganku, kau akan mendapatkan pendidikan gratis di Konoha Academy, tempat tinggal selama di Tokyo serta bayaran yang menjanjikan dari melakukan sebuah misi yang berhubungan dengan cincin itu. Ini undangan resminya." Anko memberikan sebuah undangan pada gadis itu. "Sebelumnya, lebih baik kau normalkan dulu iris matamu, pertama pejamkan kedua matamu, fokus sambil mengingat warna iris matamu saat dalam keaadan normal lalu buka matamu secara perlahan."
Ino menuruti perintah wanita itu, kemudian irisnya kembali seperti semula, iris bening berwarna aquamarine.
'Ini undangan resmi dari pemerintah Jepang?'
"Baiklah, aku akan ikut denganmu. Tapi sebelum itu, aku ingin mendengar penjelasan lebih detail tentang hal ini."
Anko mengangguk samar, "Tentu saja, tapi sebelum itu aku harus membereskan... Loh, kok dia hilang?" Penguntit yang tadi terlilit sulur-sulur itu tiba-tiba hilang. Bahkan mereka berdua tidak menyadari kepergian pria itu.
"Bagaimana bisa...?" Ino heran sekali. Banyak hal aneh terjadi padanya hari ini.
"Heuh... Dia pasti utusan Kurohashi. Untung saja kau tidak mau ikut dengannya Yamanaka-san."
"Maksudnya?"
Anko menghela nafas, sepertinya ia harus bercerita banyak pada gadis berambut pirang itu, "Ikut aku, kita akan berdiskusi tentang semua hal yang ingin kau tau tentang cincin itu. Ayo!"
Ino hanya mengangguk patuh dan berjalan mengikuti Anko dengan pikiran bercabang kemana-mana sambil meraba-raba cincin berkristal kuning yang ada di jari manis tangan kirinya.
.
.
.
Next Chapter'll be : #Finding The Pink Melody
.
.
.
[BACOT AUTHOR]
Nah, bocoran dikit ya, cincinnya bakalan ada 10 warna dengan 10 Kemampuan super.
1. Merah : Visual
2. Kuning : Mengendalikan tumbuhan
3. Pink : ...
4. ... : Intelegensi
5. ... : Kemampuan berinteraksi dengan hewan.
6. Violet : Kekuatan super
7. Sky Blue : ...
8. ... : Teleportasi
9. ... : Trackfinder (yang udah baca Touche! Pasti tau wkwkwk)
10. ...?
Sisanya rahasiaaaa wkwkwk *digaplok* gak seru kalo diungkap semua kkk... nanti bakalan Hun ungkap satu-satu kok, ditunggu aja yaa..
Makin kepo kan? Ayoo coba tebak siapa yang muncul di chap selanjutnya :p
Kalo bocor semua kan gak seru, muehehehe oiya, untuk pairing, momennya bakal Hun bagi seadil-adilnya ya, jadi jangan khawatir. Kekurangan+saran ttg chap ini bisa disampaikan lewat review!
#OOT ((Numpang promote ig X) igku, sherleenten mention for follback yaa.. oiya jangan lupa bilang username kalian di ffn pas minta follback ya, biar bisa chit-chat juga :*))
.
.
.
[BALASAN REVIEW]
Nurulita as Lita-san : Hello makasi udah leave review lagi Lita chan! Bingo! Tebakanmu bener:* Oiya dong, kan emang tujuan hun bikin kalian penasaran :p chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Uchih Nuari : Hello makasi udah leave review lagi Nuari chan! Bisa dong, hasil bertapa selama 2 hari nih :v ciee suruh dong adikmu baca wkwkwk chp. itu acc hunyeobo beneran gabisa dibuka, soalnya aku log in pake twtiter huhuhu.. sedih T_T selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Lydiasyafira : Hello makasi udah leave review Lydia chan! Iii tebakanya bener!:* makasi loh semangatnya, chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Ayako Meissa : Hello makasi udah leave review Mei chan! Salken yaa :D btw Neji masih lama loh hmm.. yang sabar ya,nanti aku kasi spesial buat si abang #lopelope chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Pandaman23 : Hello makasi udah leave review lagi Panda san! Waiya kan tujuan saya itu kan sengaja bikin kalian semua penasaran.. *digaplok* '3')/ cincinnya masih banyakkk kan ada 10 orang. Tenten addict? Sama dong! *toss* btw tenten masih lama munculnya wkwkwk '_'v chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Alifia Tiasrizqi : Hello makasi udah leave review Alfia chan! SasuSaku lagi dalam proses... Bingo! Tebakanmu bener! :* chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
AngelDewi : Hello makasi udah leave review lagi Angel chan! Panjangin? Chapy ini udh lebih panjang dari chp kemarin loh, tapi maaf ya gabisa lebih panjang lagi, soalnya... ya gitu deh XD udah konsepnya begini, maapkeun.. ooh, disini gaada pairing utama, semua pairing dapet porsi yang sama kok :) tapi kalo dari tokoh hun bakalan lebih banyak ngebahas tenten soalnya dia dapet peran sentral disini trus hun juga tenten addict :3 *peace* chp selanjutnya udh update loh, semoga suka yaa ^^
Thankyou to : Evy Bestari Putri, Khoniko18, Muhammaducuf, , rin1003, namikaze's dark for fav+follow(ing)!
Sincirely,
Sherleenten
