Disclaimer liat chapter satu.

When I meet Her

Bagian Ketiga

.

.

Haruno Sakura menjambak rambut pinknya frustasi. Ia berguling-guling di atas kasurnya sendiri. Sakura pengen banget mendaratkan tonjokan super sadis ke hidung bangir si Uchiha sialan. Lalu tertawa pongah di hadapan muka cowok yang sok kegantengan itu. Oh, andai saja dunia berlaku sesuai isi otaknya. Gadis itu tidak perlu repot-repot ngejedotin dahi ke tembok ataupun ngejambak rambutnya kayak gini. Andai saja, tapi malangnya si Uchiha itu selalu punya seribu satu cara buat ngegagalin rencana-rencana anarkisnya yang udah kesusun rapi jali.

Bahkan si Uzumaki Karin, biang kerok semua kejadian memalukan ini tidak mau dituntut pertanggungjawaban. Si Karin malah ngomong gini, "Yah, aku pengen-pengen aja sih. Tapi sayangnya, aku belum belajar cara ngilangin hipnotisnya. Maaf ya." Sakura sudah berniat menyiram minyak kelapa tepat di wajah Karin yang ketawa garing waktu itu. Sayangnya, Sasuke tiba-tiba masuk kelas dan berteriak-teriak heboh saat melihat gadis pink freak itu berada di dalam kelasnya. Oh-mySakura langsung lari tunggang langgang demi kelangsungan hidupnya.

"Kamu kenapa, Ra?" Tegur Mama yang bingung ngeliat tingkah anak gadisnya seperti orang kesetanan begitu.

Sakura tak menyahut, ia masih sibuk menjabak rambutnya sampai helaian-helaian rambutnya tercabut dari kulitnya. Mama mendekatinya dan terbengong-bengong saat melihat kamar Sakura seperti habis diterjang badai. "Ya ampun, kamu apain jadi sampai kayak gini, hah!" Mama berteriak jengkel sambil menarik kencang selimut yang ngebungkus badan anak gadisnya itu.

"Biarin aja!" Sahut Sakura kembali mewek. Mama geleng-geleng kepala.

"Sakura, kalau kamu enggak mulai rapiin kamar kamu dalam hitungan ketiga. Jangan salahin Mama kalau semua action figure dan kaset psp kamu Mama loakin!" Ancam Mama berkacak pinggang, Sakura tak bergeming jua.

"Satu.." Mama mulai berjalan ke lemari pajangan Sakura, "Dua.." lanjut Mama sambil mulai mungutin beberapa action figure, "Ti"

"Iya Ma.. Iya Maa. Sakura beresin!" Potong Sakura cepat lalu lari pontang-panting nyelamatin harta bendanya dari tangan Mama.

Setelah beberapa jam berkutat dengan seluruh isi kamar yang berantakan dan omelan-omelan Mama yang menusuk telinga akhirnya Sakura bisa bernafas lega juga. Keringat sebiji jagung mengalir di pelipisnya. Dan dengan sekali dentuman keras Sakura menghempaskan tubuhnya di ranjang.

Baru saja ia akan tertidur, smartphonenya bergetar heboh.

Orang Stress

Calling…

Dengan tenaga turbo nona Haruno satu ini mereject panggilan dari you-know-who itu. Terang saja ia masih kesal, tidak tahu malu sekali tuh cowok. Sudah berani nyolong first kissnya dan dengan leluasa nurunin kesialan-kesialan bertubi-tubi padanya akhir-akhir ini bahkan berani ngaku-ngaku dengan pedenya ke Mama Papanya lagi, WHAT THE!

Sakura benar-benar terjungkang dan pengen banget nyari sekop buat ngubur diri waktu itu.

Smartphonenya kembali bergetar. Sakura yang keselnya udah ke ubun-ubun sontak langsung nyalain radio kenceng-kenceng. Musik bernada hardrock metal mengisi seluruh kamarnya.

"Sakura! Matiin! Nggak tahu apa ini udah malam! Ganggu tidur orang tahu!" Omel Mama dari balik pintu. Ngeliat anak gadisnya yang nggak ngerespon, Mama berinisiatif mendatangi si radio dan mencabut sakelarnya.

"Mama!"

"Apa! Marah?! Kamu tuh, ini udah malam. Pake nyetel music rock kenceng-kenceng lagi!" Sahut Mama dengan muka sangar.

Smartphone Sakura masih bergetar heboh. Sial

.

.

"Sakura! Ada Neji nyariin!" Seru Mama dari bawah, Sakura masih asik main ps.

"Iya, suruh masuk aja Ma!" Gadis itu menyahut, ia memasukan lagi sebatang lollipop yang sempat diisapnya tadi.

Langkah-langkah kaki besar terdengar, tak lama cowok cantik itu muncul dari balik pintu kamar Sakura. Wajahnya ditekuk dan ia bersidekap di samping Sakura.

"Kenapa?" Tanya Sakura tanpa mengalihkan pandangan dari layar tevenya.

"Ada Hanabi," balas Neji datar.

Sakura langsung terbahak. Iya sudah menebak alasan Neji ngacir dari rumahnya dan bersemayam di kamarnya kini. Hanabi, sepupu Neji yang kelewat suka sekali bermain barbie-barbiean dan malangnya ia sangat keranjingan mendandani Neji dengan barang-barang girly ala barbie. Katanya wajah Neji kayak barbie, bahkan gadis cilik itu memanggil Neji dengan embel-embel –nee bukan –nii.

"Nggak lucu tau!" Tukas Neji sebal, ia masih bersidekap. Sakura terpingkal dan melupakan gamenya. Sampai tulisan 'your lose' terpampang super besar di layar tevenya barulah tawanya mereda. Gantian Neji yang tersenyum pongah menertawakan nasib Sakura yang berteriak-teriak kesal gara-gara kalah.

"Syukurin tuh!" Umpat Neji.

Sakura buru-buru menendang jauh-jauh cowok Hyuuga itu dari kamarnya. "Neji no baka!" Teriak Sakura kesal. "Awas aja, aku aduin sama Tenten kamu, Ji!" Lantas ia tertawa terbahak-bahak sampai tenggorokannya sakit.

Betapa malangnya..

Dan setelah itu, Mama Sakura, Mebuki Haruno dengan serta merta menyuruh anak gadisnya itu membeli pasta gigi dan minyak goreng ke minimarket terdekat.

Double malangnya..

Sakura menyeret langkahnya untuk pulang ke rumah dengan menenteng belanjaan pesanan Mama. Waktu itu udah jam 9 malam, dan Sakura ngerasa angin-angin dingin udah ngebelai-belai tengkuknya. Maklum, rambut merah jambunya ia ikat tinggi-tinggi. Harusnya tadi digerai saja, sesalnya.

Tiba-tiba saja di perempatan ada om-om yang tergeletak tak berdaya. Agak takut juga sih, tapi Sakura mau tak mau harus melewati tuh om-om. Habis kalo memutar, bakalan lebih lama lagi sampai rumahnya. Uh, dari jauh saja bau alkohol udah kecium, pasti deh ni om-om korban mabuk.

"Hyaaa!" Sakura berteriak kaget saat menyadari pergelangan kakinya ditangkap oleh om-om tak dikenal itu. Si om mengangkat wajahnya yang dipenuhi brewok sambil cengengesan ngeliat celana dalam Sakura yang kebetulansialnya lagi pake rok lipit.

"Halo, Pak polisi. Di jalan Kazaki sekitar perempatan blok 3 ada orangtua mesum yang lagi menggoda seorang gadis. Tolong segera kemari!"

Si om sontak pucat pasi dan kabur sambil berjalan terhuyung-huyung. Sakura menarik nafas lega.

"Makanya, kamu kalau mau jalan malam ajak-ajak aku dong, Sakura-kyun!"

Triple malangnya..

"Kamu kok bisa ada di sini!? Nguntit ya?" Tanya Sakura penuh selidik, Sasuke terkekeh geli.

"Apasih yang enggak buat kamu!" Ucapnya sambil menoel dagu Sakura. Sakura refleks berteriak. Ini sih sama aja keluar dari mulut harimau masuk ke kandang singa!

"Haha, becanda doang kok. Tadi aku habis rapat osis makanya kemaleman gini!" Lanjut Sasuke kemudian. Sepertinya kali ini ia bicara jujur, Sakura mengamatinya yang masih memakai seragam sekolah. Masih rapih dan kinclong, wow.

"Kenapa? Aku ganteng ya?" Sasuke berujar pede. Sakura pengen banget ngelempar kayu galam ke wajahnya si Uchiha sok ini.

"Najis deh!" Sahut Sakura empet, ia berjalan cepat ke rumahnya.

"Sini, sini, biar aku yang bawaain!" Sasuke merebut kantong belanjaannya. Awalnya Sakura tak mau, tapi akhirnya si Uchiha bungsu itu berhasil menang. Sakura berjalan di samping Sasuke dengan wajah merengut.

Sampai di depan rumah, ia malah dihadiahin tatapan Mama yang menusuk. Mama berkacak pinggang, dengan masker di wajahnya beliau tampak tiga kali lipat lebih nyeremin.

"Malam Tante!" Sapa Sasuke sok manis.

"Eh, ada nak Sasuke. Masuk dulu yuk! Sakura ajak masuk, gih!" Sahut Mama yang tiba-tiba berubah baik. Oh my jangan bilang Mama udah tertipu dengan wajah sok ganteng dan sok keren si Sasuke ini.

"Makasih Tante, tapi saya pulang aja. Enggak enak sama orang rumah, kemalaman. Kalau gitu saya permisi dulu, Tante, Sakura-kyun, sampai ketemu di sekolah besok pagi!" Ucap Sasuke.

Kemudian sosok berambut emo itu menghilang di perempatan.

.

.

To Be Continue

.

.

Special Thanks's

linda yukarindha-san, YePeh-san, Magician cherry-san, haruno yuwi-san, Huisan-san, Me-san, Junloveneji-san, Ajisai Rie-san, Hime Hime Chan-san, Just Ana-san, Andromeda no Rei-san, karimahbgz, Nagi Sa Mikazuki Ananda-san, Hikari Akira-Lynn-san, -san, Lottalone-san, FuRaHeart-san dan kamu yang udah baca page ini ^^

Sekali lagi dan tak hentinya saya menghanturkan kata maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatannya *ojigi*

Bagi yang nanya Sasuke beneran kena hipnotis, jawabannya adalah iya ^^. Yang minta lanjut di chap sebelumnya, ini udah saya lanjut. Yang minta update kilat atau cepet lanjut maaf banget ya baru sekarang bisa updatenya :3

Oke, sampai ketemu di chapter selanjutnya ^^