Disclaimer: Persona 2/3 © ATLUS

Note1: Maaf akan keterlambatan updatenya. Sekolah sangat amat… huhh…

.: It's My Life :.

.

"Maya Amano." Ucapnya sambil tersenyum. Lalu dia berdiri dan mengarah ke pintu. "Hei, kau tak apa-apa pulang sendiri? Tidak baik seorang perempuan jalan sendiri malam-malam." Ujarku seraya mengikutinya dari belakang. Dia hanya tertawa kecil menanggapi perkataanku ini.

"Tidak apa-apa. Aku tidak mau merepotkanmu." Jawabnya. Aku tersenyum tipis, "Aku memang tidak direpotkan. Kan' aku sendiri yang meminta untuk menemanimu."

Dia terdiam. Kami tidak bicara kepada satu sama lain sampai kita tiba di gerbang depan. "... Hei, kau pulang kearah mana? Ke " Tanyanya tanpa menatap wajahku sekali pun.

"Naik Shinkansen ke Iwatodai."

"Oh... Aku tinggal di salah satu asrama di situ. Kita bisa bareng."

"Baiklah..." Kami berjalan menuju Port Island Station tanpa perbincangan sekali pun. Hanya langkah kaki yang menghiasi sore kami. Terkadang aku mendengar Maya bernyanyi dengan suara kecil, tapi ketika aku menengok ke arahnya, dia terdiam. Ketika kami tiba di Port Island Station, kami menghambil tempat duduk untuk menunggu kedatangan shinkansen berikutnya. Karena tidak betah dengan suasana sepi ini, aku memulai pembicaraan. "Hei, kau mau minum?" Tanyaku ramah sambil tersenyum.

"Uh... Um, boleh. Aku mau Dr. Salt Neo saja."

"Dr. Salt Neo? Ok..." Aku pergi sebentar untuk pergi mengambil minum, dan secepatnya kembali dengan Dr. Salt Neo di tangan kananku, dan Madbull di tangan kiriku—untukku,. Aku kembali duduk disamping Maya, dan menyerahkan minumannya. Selang beberapa menit, dia mulai membuka mulut.

"Kau hebat, ya. Baru sehari masuk sekolah, sudah dapat banyak teman…" Ujarnya pelan seraya menatap lurus ke kaleng minuman yang sudah dibukanya.

"Ya, itu juga kebetulan." Jawabku datar. Dia menoleh kearahku "… Kebetulan?"

"Perhatian para penumpang, sebentar lagi shinkansen arah tujuan Port Island-Iwatodai akan segera tiba."

"Ah, sudah datang tuh. Ayo!" Maya hanya mengangguk pelan kearahku.

.

.

Selamat datang di kediaman Suou.

"Aku pulang!" Teriakku ketika menutup pintu masuk. Tapi disayangkan, tidak ada yang menjawab salamku itu.

Aku berjalan menuju ruang tamu. Kosong. Sepertinya kakak belum pulang. Pasti tugas lagi. Memang sih aku pindah ke daerah sini karena pekerjaan kakak. 'Ya, menjadi detektif memang kelihatan sulit', pikirku seraya memejamkan mata di atas sofa.

.

.

"Pagi, Tatsu!" Eikichi menghampiri mejaku dengan senyum yang menghiasi wajahnya. "Um… Apa kau sakit, Eikichi?" Ucap Lisa disampingku seraya mengangkat sebelah alisnya. "Ckckck… Kau salah, Lisa-chan—" Lisa memasang wajah mual mendengar ucapan Eikichi, "—Gitarku sudah betul kembali~"

"Oh, baguslah." Jawab Lisa datar lalu berdiri keluar kelas. "Kau mau kemana huh, Lisa?" Tanya Eikichi.

Lisa menengok dari balik pintu, "Ah, mau ke kamar mandi. Mau muntah dulu denger ucapan lo yang tadi." Lisa pergi, menunggalkan Eikichi yang skakmat di depanku. Aku hanya bisa sweatdrop melihat tingkah mereka. Apa memang setiap hari mereka memang seperti ini?

"Omong-omong kemarin…" Eikichi menatapku, "…kau pulang bareng Maya-san, ya? Pantas saja, kau tidak mau pulang sama kami…"

Wajahku sedikit memerah mendengar perkataan Eikichi. "T-Tidak! Itu kan hanya kebetulan…" Eikichi tersenyum jahil, "Lho, kok wajahmu memerah gitu? Kan` aku bercanda… Atau jangan-jangan—"

"Pagi Tatsuya-kun, Eikichi-kun." Ucapan Eikichi terpotong oleh sapaan Maya yang muncul tiba-tiba. Tunggu… Maya? "Eh, um… Pagi, Maya-san!" Balas Eikichi sambil melirik sedikit kearahku.

"Selamat pagi, Maya-san." Ucapku. Maya hanya tersenyum mendengarnya. "Hei, kalian berdua bisa temani aku ke Paulownia Mall sore ini? Aku harus beli bahan-bahan untuk mading…"

Sekilas aku lihat Eikichi tersenyum. "Maaf Maya-san, aku harus bantu Ayah-ku di restaurant hari ini." Sial Eikichi. Aku tahu apa yang ada di otaknya. Maya menatapku dengan wajah penuh harap. Mau tidak mau aku harus menerimanya. "Um… Mungkin aku bisa…" Lalu senyum mengembang di wajah Maya.

"Terima kasih banyak, Tatsu-kun!"

TENG TENG TENG

.

.

Di Paulownia Mall, lebih tepatnya Chagall Café…

"Terimakasih sudah mau menemaniku, Tatsu-kun!" Ujar Maya dengan bibirnya yang membentuk lengkungan manis. "Uhm… Sama-sama. Lagi pula, memangnya di klub mading hanya kau anggotanya?" Maya yang sedang menyeruput kopinya menatap heran ke arahku. "Maksud… mu?"

"Em… Waktu itu kau telat karena bergadang membuat mading, kan'? Kau mengerjakannya sendiri?"

"I-iya sih..." Maya menatap kopinya sambil tersenyum tipis. "Sebenarnya, anggota klub mading ada aku dan Kak Yukki—sebagai fotografer. Tapi karena Kak Yukki sudah kelas 3, jadi aku sendiri…" Maya menatapku, lalu tersenyum. "Tapi, tidak apa-apa, kok! Soalnya jadi seorang direktur majalah terkenal seperti 'Coolest', adalah cita-citaku!"

"Ya… Kalau begitu, jika ada yang bisa kubantu, bilang saja, ya?" Tanyaku sambil menyeruput kopi yang kupesan tadi.

Sekialas, aku melihat semburat merah di pipi Maya. "I-Iya, terimakasih! Nanti kalau mading minggu ini sudah jadi, baca, ya!"

"Oke. Tenang saja."

.

.

-Sementara itu, di tempat berada tak jauh dari Tatsuya dan Maya, dan di waktu yang sama…-

"Hei, Eikichi! Tumben kau pintar~! Mereka ada disana! Berduaan lagi!"

"Ckckck… Siapa dulu gitu! The Great Michelle!"

"Ungg… Itu kan` seharusnya menjadi tempat bersama Tatsuyaa~"

"Ugh… Hentikan itu, Jun. Kau mulai terdengar menjijikkan."

"Eikichi! Nunduk dikit dong! Nggak terlalu ke-lia-at—uaaa!"

"Waaaagh!"

BRUK

"Ka-kalian ga` apa-apa?"

.

.

-Kembali dalam pikiran Tatsuya—

Huh? Suara apa itu?

Aku melihat sekeliling, dan syok ketika melihat Lisa, Eikichi, dan Jun berada di dekat air mancur. Dan—oh, hebat—badan Lisa ada di atas badan Eikichi!

Maya dan aku hanya bisa bengong melihat mereka dari jauh. Sebenarnya tidak hanya kami yang melihat. Banyak orang melihat kejadian hebat tersebut.

"Uhh…" Lisa terbangun walau masih belum sadar akan posisinya sekarang. "… H-huh?" Sepertinya Eikichi juga mulai sadar.

Selang beberapa detik, wajah keduanya merah padam—sampai-sampai dari tempatku melihat terlihat.

"MENJAUH DARIKU!" …Oh, aku yakin, itu adalah lonceng ronde pertama perang dunia ke 18 dimulai…

.

.:To Be Continued:.

Note2: Dan, oh saya punya kabar bagus! Atlus akan me-remake Persona 2 Innocent Sin untuk PSP! Bukan bohong, ini sunggu-beneran! You can Google it. =3

Oh, iya, untuk yang percakapan antara Trio Unbeliveable kita ini, urutannya LEJEL E.J. (opo tah iki?)

Terimakasih telah membaca fic amburadul saya *nunduk-nunduk*

Review? =3