Annyeong reader-nim! Sesuai janji kan, kalau review 100+ aku bakalan update kilat. Kkkkkk~
Mau konfirmasi. Ini adalah CHAPTER 2! Dan yang KEMARIN itu chapter 1. Inget ada prolog kan? Salah aku sih yang memberi tittle chapter 2 diupdate-an kemarin, ya sekarang Cuma mau mengingatkan bahwa inilah chapter 2 yang sebenarnya. ^^
Lucu deh waktu chap 1 dipublish. Banyak omelan-omelan sayang dari reader-nim untukku. Kekeke~ Dan dichapter 2 ini, FFnya sudah aku ganti menjadi rate M. Bukan mengarah keyadong, tetapi kebahasanya yang vulgar. Begitukan maksud kalian? Kikikiki~ Jujur ya, aku memang seperti ini. Lebih asik menggunakan bahasa yang blakblakan. Lebih kena. Dan gimana kalau aku bikin FF nc? Apa kalian ga bakal jijik bacanya? Yang begini aja dibilang vulgar. Kkkkkkkkkkk~ *Otak mesum*
Oh iya, aku juga mau kasih tau, untuk don't lie, flower boy, dan your baby is my baby aku ga tau updatenya kapan. Lanjutannya udah bikin tapi emang sial flashdisk ku rusak.
Yosh! Sepertinya aku sudah membuang-buang paragraf cuma untuk mengoceh. Kkk~
Baiklah, selamat menikmati chapter 2~
.
.
_Kyusung_
.
.
Benda bulat yang menggantung didinding sudah menunjukkan jarumnya tepat diangka lima. Membuat sepasang manik sipit membuka perlahan. Ini rutinitasnya. Ia memang bukan petidur yang kuat. Hanya butuh beberapa jam. Dan itu dirasa cukup. Baginya. Sebenarnya tubuh ramping itu sering jatuh sakit karena kurang istirahat. Ia juga bukan seorang pemakan yang rakus. Takut pipinya menjadi gemuk. Begitu analisanya. Dan sekarang? Jadilah tubuhnya tumbuh dengan kecil begitu.
"Eungh."
Ototnya direnggangkan sedikit. Ia habis bangun tidur, tapi kenapa tubuhnya pegal seakan baru saja selesai lari marathon?
Matanya melirik kesamping kanan.
Box Bayi.
Ah ya, dia baru ingat. Badannya jadi remuk begini karena status ibu dadakan yang baru sehari ia jalani –dengan hari ini menjadi 2 hari-. Ditambah sekarang ia juga harus menyusui. Oh astaga, semakin tipis saja gizinya yang terserap didalam tubuh. Benar-benar butuh vitamin lebih sepertinya!
Onyx itu mengalihkan pandangannya. Kini sorotnya jatuh tepat digundukan tubuh manusia yang masih tenang hanyut di alam mimpinya. Tidak perlu heran. Mahkluk itu memang sudah terbiasa bangun kesiangan. Tempo hari saja entah mendapat ilham darimana ia bisa peka dan bangun secara mendadak begitu. Sepertinya pantut memberi penghargaan bagi si kecil yang sudah berhasil membangunkan Appanya dengan amat sangat mudah hanya dengan isakan kecil khasnya.
Tapi tidak lama raut si manis berubah suram. Ia ingat rumah tangga –pura-puranya- sedikit terkena gangguan. Si suami sepertinya sedang tidak mood padanya. Mungkin marah. Entahlah. Yang jelas seharian kemarin suaminya itu mendadak menjadi anak yang pendiam. Berbicara jika penting. Dan sialnya orang itu sedang banyak pekerjaan diluar membuat istrinya hanya memiliki waktu yang sedikit untuk berinteraksi dengannya.
Yesung menghela nafas.
Ini tidak bisa dibiarkan. Memangnya enak menjalani suasana yang seperti ini? Sepanjang perjalanan menjadi teman di Super Junior, jika Kyuhyun sedang marah, pasti pemuda tampan itu hanya kuat satu hari. Setelah itu selesai. Kembali seperti semula. Tapi sekarang?
Kedewasaan ternyata membuat sifat ambekannya menjadi parah!
Lagi-lagi Yesung membuang nafasnya dengan berat. Terhitung sudah dua kali ia membuang rejeki karena menghela nafas. Semoga saja hari ini kesejahteraan selalu menyertai waktunya. Baiklah, daripada mengurus si bayi besar yang moodnya sedang tidak bagus, lebih baik ia mengurus si bayi mungil yang sebentar lagi pasti akan meraung kelaparan. Jika si kecil Hyunsung menangis marah, ia hanya tinggal memberikan susunya. Tapi jika si besar Kyuhyun marah? Oh astaga, jangan sampai ia juga harus menyusui bayi monster itu. Benar-benar mengerikan!
Yesung bangkit, melangkah menghampiri box bayi dikanannya. Menatap bayi polos nan mungil yang masih terlelap dengan tenang. Wajahnya yang imut dan damai membuat senyum manis Yesung terkembang lebar. Yesung terdiam sejenak. Jika dilihat-lihat, wajah Hyunsung sangat tampan. Mirip dengan orang yang masih tertidur disofa.
…..eh?
Yesung menggeleng kuat. Apa yang baru saja dibatinnya? Benar-benar aneh! Sejak kapan pikiran dan hatinya mengakui ketampanan Kyuhyun? Ini gila!
Yesung mengalihkan pikirannya. Lebih baik ia mengurusi Hyunsung!
Yesung menjulurkan tangannya kedalam box bayi. Menjangkau tubuh Hyunsung. Diusapnya pipi gembil bayi itu dengan sayang. Pipi yang sangat lembut. Aroma bayinya juga begitu menyeruak. Benar-benar ia menyukainya.
"Anak Umma belum lapar, hm?"
Tangan Yesung teralih. Menyentuh dadanya. Sedikit bengkak dan basah. Dokter sudah menjelaskan. Beginilah nasib jika seseorang sedang menyusui. Jika bayinya tidak meminum-minum air susunya maka yang akan terjadi dada itu akan membengkak dan tidak sanggup menampung air susu yang keluar dari kelenjarnya. Secara otomatis pasti akan menestes. Dan rasanya juga tidak nyaman. Begitu pegal.
"Tidak mungkin aku membangunkan Hyunsung secara paksa. Tapi sungguh, rasanya sangat tidak nyaman."
Yesung menekuk wajahnya.
Lalu sekarang apa yang harus ia lakukan? Ternyata ayah dan anak sama saja. Hobi sekali bangun kesiangan!
Berniat untuk mengembalikan mood Kyuhyun, tiba-tiba saja sebuah ide terlintas dikepalanya.
"Sepertinya membuatkan sarapan untuknya, ide yang tidak buruk. Siapa tahu setelah ini hatinya bisa meluluh. Tidak suram seperti kemarin." Batin Yesung riang.
Pemuda manis itu dengan cepat menyambar jaketnya. Bagaimanapun tubuh depannya harus ditutupi sedemikian rupa. Ia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika member ada yang mengetahui tentang rahasianya ini. Bisa-bisa ia menjadi topik hangat sebagai bahan olok-olokan didormnya. Ya, teman-teman satu grupnya kan memang tidak berperasaan.
.
.
_Kyusung_
.
.
Yesung bergulat dengan peralatan dapurnya. Ini kali pertama ia memasak dengan sungguh-sungguh. Biasanya hanya makanan instant seperti mie, telur mata sapi, atau olahan-olahan lainnya yang tidak membutuhkan kreatifitas sama sekali yang mampu ia lakukan. Namun sekarang berbeda, demi keluluhan hati suaminya ia sampai belajar salah satu resep milik Ryeowook yang terpajang manis dipintu kulkas.
"Nasi goreng kimchi, ditambah potongan seafood. Pasti sangat lezat! Ini semua demi kau Cho Kyuhyun! Awas kalau sampai kau membuangnya! Akan ku cekik kau sampai mati!" Ancamnya dalam hati sembari berseringai.
Selesai dengan masakannya pemuda manis itu dengan cepat melesat kekamar. Membawa satu porsi nasi goreng kimchi spesial buatannya. Untuk sang suami. Khusus. Siapa yang menyangka seorang Yesung bisa jadi begitu manis seperti seorang istri sungguhan. Ingat kan dia itu seorang idola yang digandrungi oleh para wanita?
Manik onyx itu mengedarkan pandangannya. Tangannya meletakkan sang masakan diatas meja. Ia menguatkan hati. Dirinya harus membangunkan Kyuhyun. Bagaimanapun ini sudah siang. Dan memang rutinitasnya dari dulu adalah menjadi alarm untuk namja tampan itu. Meski ia belum bisa memprediksi dan kemungkinan besar Kyuhyun masih tidak mood padanya, tapi apa salahnya mencoba.
Yesung melangkah, berhenti tepat didepan tubuh Kyuhyun. Dengan ragu tangan mungil itu terarah menyentuh bahu suaminya. Memberi pergerakan pelan tanpa berniat untuk membangunkannya secara mendadak.
"Kyu, sudah pagi. Bagunlah."
Serunya lembut.
"Eungh!"
Kyuhyun membalas. Lenguhan itu terdengar kasar. Oke, ia harus ekstra sabar memang.
"Kau ingin tidur terus? Ku dengar dari manager hyung hari ini kau ada syuting pagi untuk reality show kan?"
"Ck!"
Decakan itu adalah jawaban selanjutnya. Yesung menghela nafas. Hah, ternyata mood orang itu masih belum berubah sedikitpun. Dibangunkan malah kesal, tidak dibangunkan yang ada orang itu malah akan menjadi lebih marah. Jadi apa yang harus Yesung lakukan? Serba salah!
Kyuhyun dengan malas mulai bangkit. Matanya masih setengah terpejam.
"Sana kau mandi dulu, aku sudah menyiapkan sarapan."
Tidak ingin lebih lama meladeni kelakuan aneh Kyuhyun, Yesung memilih untuk mengalihkan dirinya. Ada makhluk kecil yang harus ia bangunkan. Bukan bermaksud untuk memaksa. Tapi Yesung hanya ingin membuat pola hidup teratur untuk anak pura-puranya itu. Jangan sampai ia tumbuh menjadi anak yang ketergantungan dengan orang lain dan manja. Seperti pria tampan yang masih berusaha mengumpulkan ruhnya diatas sofa itu.
"Baby~ya sudah pagi ne, ayo bangun."
Yesung mengangkat tubuh mungil itu keluar dari ranjang kecilnya. Menggendongnya dengan hati-hati. Jermarinya dengan lembut membelai sayang punggung bayi itu. Berusaha untuk mengusik tidurnya pelan-pelan.
"Jangan begitu, dia masih kecil. Kebutuhan tidurnya jauh lebih banyak dari kita."
Suara Kyuhyun menyambar. Wah, tidak menyangka kalau orang itu akan berbicara juga.
"Iya, tapi ia juga harus dibiasakan bangun pagi. Setelah mandi dia kan bisa tidur lagi."
Kyuhyun tidak menjawab sahutan Yesung. Ia lebih memilih beranjak dari sofanya dan menghilang dibalik pintu kamar mandi. Malas berargumentasi mungkin. Dia kan memang begitu sejak dulu. Paling malas mendengar ocehan Yesung.
"Hik…hik.."
Akhirnya bayi itu bangun.
Yesung tersenyum melihat tingkah si kecil. Bayi itu bergerak-gerak gusar. Menggesekkan wajahnya didada Yesung. Mencari makanan yang hanya ummanya yang punya. Apalagi kalau bukan susu. Sepertinya ia punya tingkah sendiri jika sedang kelaparan.
"Umma kandungmu tega ya membiarkan dirimu seperti ini. Jika bukan aku apa orang lain akan berkorban seperti ini demimu?"
Yesung terduduk dipinggir ranjang. Memberikan sarapan pagi eksklusif untuk putra tampan –pura-pura- nya. Setelah tiga hari menjadi ibu dan menyusui Hyunsung. Tubuhnya sudah tidak sensitif lagi terhadap bayi itu. Hanya Hyunsung! Tubuh Yesung masih terlalu peka terhadap sentuhan orang lain. Mungkin termasuk Kyuhyun. Entahlah.
CKLEK!
Pintu kamar mandi terbuka.
Yesung terlonjak. Segera membelakangi Kyuhyun. Selalu begini. Kenapa ia tidak pernah bisa tenang menyusui anaknya jika ada Kyuhyun? Pemuda tampan itu selalu muncul tiba-tiba dan membuatnya salah tingkah.
"Kau tidak mandi?"
Tanyanya mengalihkan kegugupan.
"Malas. Masih terlalu pagi."
"Tapi kau sudah menyikat gigi dan mencuci muka kan? Kalau begitu sarapan saja dulu."
"Hng."
Kyuhyun menghampiri meja disamping ranjang. Meraih nasi goreng buat sang istri yang tampaknya sangat lezat. Tercium dari aroma yang menguar dari makanan itu. Yesung tahu saja kalau ia memang sedang kelaparan.
"Kau sedang menyusui?"
"I-iya. Makanya jangan melihat kesini."
Kyuhyun mengangguk singkat.
Disantapnya hidangan menggiurkan didepan matanya. Ketika suapan pertama didalam mulutnya, lidahnya merasa takjup. Sejak kapan Yesung pintar memasak seperti ini? Dan ini spesial untuknya? Hebat! Ternyata perhatian orang itu manis juga. Pikirnya.
"Kau sudah sarapan?"
Kyuhyun menghentikan makannya sejenak.
"Belum, aku terlalu sibuk mengurus kau dan Hyunsung. Dasar anak dan ayah sama saja!" Gerutunya mau tak mau membuat Kyuhyun menahan tawa. Jadi pemuda manis itu sudah menganggap keadaan mereka sebagai keluarga? Bagus juga. Setidaknya mengobati moodnya yang dua hari lalu entah mengapa merasa kesal saat Yesung tidak menganggapnya. "Kurang apa aku? Begini saja masih diacuhkan. Memangnya enak didiamkan seharian kemarin?" tambahnya menyindir.
Kyuhyun mengernyit. Jadi Yesung sadar?
Tidak peduli jika Yesung tengah menyusui, dia bangkit dan langsung menghampiri ranjang. Membawa sepiring nasi goreng ditangannya. Ia berhenti didepan Yesung. Mengatur nafasnya sejenak ketika sekali lagi matanya harus menangkap tubuh setengah Yesung yang polos terbuka. Dan dengan tanpa pemikiran duduk disebelah namja manis itu.
Yesung terkejut. Tentu saja. Ia sudah berusaha menghindar kan tadi? Dan sekarang Kyuhyun justru dengan terang-terangan berada disampingnya. Apa maunya namja tampan itu?
"Porsi ini cukup banyak kurasa. Bagaimana jika kita habiskan berdua? Kau kan juga butuh asupan agar bisa memberikan air susu untuk Hyunsung kan?"
Yesung terenyuh. Usulan Kyuhyun terasa manis ditelinganya.
"Nanti saja. Aku hanya punya dua tangan. Tidak lihat aku sedang apa?"
"Iya, aku lihat. Dasar bodoh, kau kira aku tidak bisa menyuapimu?" Yesung menoleh dengan cepat. Menatap Kyuhyun tak percaya. Ya memang, mereka sering kali saling menyuapi atau berbagi makanan. Bisa dilihat dari beberapa acara entah mengapa rasanya sekarang canggung. Ada rasa yang berbeda saat pemuda itu mengucapkannya. "Sudah, buka mulutmu."
Satu sendok makanan itu disodorkan didepan bibir Yesung.
Dengan gugup Yesung membuka mulutnya perlahan. Dan suapan dari Kyuhyun sukses masuk kedalam mulutnya. Ia tahu kalau makanannya pasti memang enak. Karena ia memasak dengan sepenuh hati. Tapi ia sama sekali tidak tahu kalau masakannya bisa membuat efek debaran jantungnya berpacu cepat. Apa makanannya mengandung obat aritmia? Bahkan dadanya sampai terasa sedikit sesak.
"Kau darimana belajar memasak seperti ini?"
Yesung mengunyah dan menelan makanan dimulutnya dengan cepat.
"Menyontek dari resep Ryeowook yang tertempel dipintu kulkas."
"Begitu. Tapi kenapa rasanya berbeda dengan buatan Ryeowook? Punyamu lebih enak."
"Ini spesial untuk suamiku. Mana mungkin aku membuatnya asal-asalan. Ya hitung-hitung untuk membuat moodmu kembali lagi. Kemarin kan aku diacuhkan."
Sindirnya lagi.
Kyuhyun tersenyum. Lucu sekali kelakuan Yesung yang satu ini.
"Iya maaf." Balasnya singkat. Yesung mengangguk. Merasa masalahnya sudah selesai. Terlalu malas untuk membahasnya lagi. Lagi pula Kyuhyun hanya ngambek kecil. Tidak terlalu parah.
.
.
_Kyusung_
.
.
"Kenapa dasi ini sulit sekali!"
Gerutu si suara bass. Pemuda tampan itu dengan kesal memandang bayangan dirinya dicermin. Sudah sejak beberapa menit yang lalu ia tidak berhasil membuat simpul pada dasinya. Salahkan dirinya yang justru malas-malasan dan menunda mandinya. Jadilah sekarang ia kesiangan dan harus menyiapkan dirinya sendiri untuk syuting. Tidak sempat jika ia harus bersiap-siap dilokasi nanti.
Yesung menggeleng. Suaminya itu kapan sih tidak bermasalah? Bolehlah kemarin pemuda itu bersikap dewasa sebagai seorang suami dan ayah. Tapi sekarang? Sifat manjanya kembali lagi.
Yesung meletakkan Hyunsung diranjang kemudian menghampiri Kyuhyun.
"Sini, biar ku bantu."
Namja manis itu berdiri tepat didepan Kyuhyun. Menggerakkan jemari mungilnya dengan lihai membentuk simpul. Demi apapun Kyuhyun berani bertaruh, perlakuan Yesung ini seperti istrinya sungguhan, dan wajah orang yang lebih tua darinya itu terlihat jauh lebih manis sekarang. Apa hormon wanita sudah berkembang pesat didalam tubuhnya? Mungkin begitu.
"Ya, selesai!"
Yesung menepuk dada bidang Kyuhyun. Puas dengan hasil kerjanya yang membuat lelaki itu jauh lebih tampan sekarang.
Kyuhyun tersenyum. Tanpa sadar tangannya terangkat mengusap surai Yesung.
"Terimakasih." Singkatnya.
"Iya, yasudah cepat berangkat. PD-nim pasti akan marah jika kau terlambat."
"Ne. Umm, hari ini kau tidak ada jadwal?"
"Tidak. Mungkin sampai seminggu kedepan. Super Junior juga sedang tidak ada acara. Jadi aku lenggang."
"Begitu, yasudah aku berangkat. Ne?"
Tubuh Kyuhyun maju. Diciumnya kening Yesung penuh sayang. Membuat namja manis itu membeku dalam sekejap dan wajahnya memerah. Apa yang baru saja Kyuhyun lakukan? Ini kan tidak ada dalam daftar hubungan suami-istri pura-puranya. Kenapa pria tampan itu berani menyentuhnya? Oh astaga, jangan lupakan jantungnya yang kembali melompat-lompat. Seakan ingin keluar dari tempatnya.
Kyuhyun tahu bahwa yang dilakukannya menuai keanehan pada Yesung.
"Umm.. Anggap saja itu hadiah dariku. Beginikan jauh lebih manis ketimbang saat kita berdebat mempermasalahkan yang tidak penting." Ujarnya seraya menggaruk tengkuknya. Jangan salah, Kyuhyun juga merasa canggung setelah tindakan nekatnya tadi.
"Y-yasudah sana. Jangan membuang-buang waktu lagi."
Kyuhyun tersenyum. Ia segera menghampiri ranjang dan mencium pipi Hyunsung. Berpamitan pada anaknya yang tengah sibuk bermain dengan bonekanya. Kemudian dengan cepat berlari keluar.
"Aku pergi!
Ucapnya sebelum menghilang dibalik pintu.
Yesung masih terdiam. Tangannya perlahan menyentuh keningnya. Ada bekas hangat yang tak mampu dijelaskan. Dan tanpa sadar bibirnya menyunggingkan senyum.
"Iya, hati-hati….. suamiku."
.
.
_Kyusung_
.
.
Hari menjelang siang. Yesung memilih untuk berbaring malas-malasan diatas ranjangannya. Bersama Hyunsung yang tidak ada lelahnya bermain. Bayi kecil itu memang tidak rewel. Sangat mudah untuk mengurusnya. Tapi yang memang pada saat lapar ia akan merengek.
"Hari ini apa yang akan kita lakukan ya? Sepi juga tidak ada Appamu."
Manik Yesung menerawang entah kemana. Seketika sebuah ide muncul dikepalanya.
"Ah ya, bagaimana jika hari ini kita berbelanja? Persediaan kebutuhanmu kan semakin menipis. Hitung-hitung kita berjalan-jalan. Kau mau? Umma akan membelikan mainan baru. Kajja!"
Yesung bangkit ke lemari Hyunsung. Menyiapkan pakaian ganti untuk anaknya. Selagi tidak ada Kyuhyun ia bisa menghabiskan waktunya dengan leluasa. Bosan juga ia kalau hanya menghabiskan waktu didalam kamar. Karena Kyuhyun berpesan untuk tidak dekat-dekat dulu dengan member. Takut rahasianya terbongkar. Tubuh Yesung kan masih belum bisa menyesuaikan diri.
"Nah anak Umma sudah tampan! Tunggu sebentar ne, sekarang giliran Umma yang bersiap-siap."
Yesung mengganti kaosnya dengan tanpa lengan. Menambahkan Chardigan pink untuk menutupinya. Sambil berkaca, ia memandangi perubahan tubuhnya. Pinggangnya sangat ramping sekarang. Ditambah dadanya yang semakin tidak bisa disembunyikan. Mungkin sudah mencapai ukuran cup A. Persis seperti tubuh wanita.
"Sepertinya aku harus memakai wig. Mengerikan juga kalau ada fans yang memergoki keadaanku sekarang."
Diraihnya wig sepunggung. Wig yang pernah suaminya kenakan ketika menyamar menjadi wanita disebuah acara. Tak lupa Yesung juga menggunakan kacamata hitam.
Ia terkesima.
Tidak menyangka bahwa orang yang terefleksi dicermin adalah pantulan dirinya. Benar-benar seperti perempuan. Apa Kyuhyun akan takjub melihatnya yang seperti ini? Ia tidak bisa membayangan akan seperti apa reaksi Kyuhyun jika melihatnya begini.
.
.
Yesung melewati ruang tengah sembari menggendong Hyunsung. Ada Kangin beserta Leeteuk yang sedang berduaan menonton televisi. Tahu kalau yang makhluk yang barusan lewat tampak memancing penglihatannya. Reflek Kangin dan Leeteuk menoleh. Mereka terkejut. Demi Tuhan, selama Super Junior berdiri Yesung sama sekali tidak pernah berdandan seperti ini. Ia sedikit anti jika disuruh melakukan cross dress. Tapi sekarang? Tampilan orang itu bak wanita remaja yang menikah muda dan punya anak.
Sangat cantik!
"Kau mau kemana Sungie?"
"Ah, Hyung. Aku ingin pergi dulu bersama Hyunsung sebentar."
Menjawab sekenanya. Pemuda manis itu dengan cepat melesat pergi. Menyisakan pasangan yang masih terdiam tidak bergerak. Apa ada hujan badai sampai Yesung bisa berubah sedrastis itu?
"Yesungie cantik ya. Dia tidak operasi kelamin kan?"
"Kanginie, kau ini bicara apa!"
.
.
_Kyusung_
.
.
Yesung mengeratkan gendongannya. Bayinya itu mendadak aktif saat diajak berjalan-jalan keluar begini. Apalagi saat disuper maket melewati tempat penitipan anak yang dipenuhi dengan wahana bermain. Bayi mungil itu seakan ingin lepas dari gendongan ibunya dan bisa berlarian dengan bebas. Kalau saja tidak ingat umurnya masih menginjak tiga bulan.
"Makanya cepatlah tumbuh besar. Umma akan membiarkanmu berjalan seperti yang lain."
Ujar namja manis itu seraya mencium pipi Hyunsung. Si kecil mengerjapkan matanya. Menatap sang ibu. Seperti memohon. Membuat Yesung terkekeh dan kembali mencium pipinya dengan gemas.
"Sekarang waktunya membeli kebutuhanmu Hyunnie sayang."
Dengan semangat Yesung melangkah. Memulai penyamarannya sebagai seorang perempuan dan seorang ibu rumah tangga. Tak jarang beberapa orang yang berpapasan dengannya berdecak kagum. Tidak menyangka ada seorang wanita muda sudah menikah dan memiliki anak. Begitu pikir mereka.
.
.
_Kyusung_
.
.
Manik Kyuhyun menatap tajam hyung-hyungnya. Sejak sepuluh menit kepulangannya kedorm, pemuda tampan itu tidak berhenti marah-marah. Saat pulang tadi dan masuk kedalam kamar ia tidak menemukan Yesung dan Hyunsung berada disana. Dan saat menanyakannya ke sang leader, orang itu menjelaskan tentang kepergian Yesung yang entah kemana. Karena namja manis itu memang tidak mengatakan dengan jelas tujuannya.
"Kalau diluar sana ia diganggu bagaimana? Dia membawa bayi! Kalian ini bodoh atau apa?!"
Beginilah si maknae jika sudah meledak. Meski usianya yang paling muda tapi sifatnya jauh lebih berani ketimbang yang lebih tua. Peduli setan jika yang sedang dihadapinya ada leader atau manager hyung sekalipun.
"Kyu, Yesung memang tidak mengatakan akan kemana. Dia bilang hanya akan pergi sebentar."
Sahut Leeteuk berusaha meredam emosi Kyuhyun.
"Tapi harusnya kau sebagai hyung itu-"
Drtt… Drrtt.
Ponsel Kyuhyun bergetar. Ia menunda omelannya sejenak. Mengalihkan dirinya kepada si penelepon. Namun rautnya seketika berubah ketika memandang layar ponselnya. Membaca nama yang tertera disana dan segera mengangkatnya.
"Kau dimana, hm?"
"…"
"Kenapa tidak mengajakku? Kau tahu aku sedang khawatir padamu?"
"…"
"Yasudah, tunggu aku disana, ne? Jangan kemana-mana."
Klik!
Sambungan terputus.
Seluruh member kembali menatap Kyuhyun dengan gemetar, takut si muda itu kembali marah-marah. Namun tanpa kata Kyuhyun justru langsung berlari pergi. Tidak mengatakan apapun. Meninggalkan member yang hanya memandang kepergiannya dengan bingung.
"Dasar setengah iblis! Datang marah-marah, sekarang pergi tanpa pamit. Maunya apa sih?!"
"Dia dan Yesung hyung jadi aneh. Mereka berdua memang cocok dijadikan pasangan."
Sungmin dan Ryeowook menggeleng frustasi.
"Iya. Tapi mereka jadi manis juga sekarang ini."
"Kurasa mereka berubah seperti ini karena kehadiran Hyunsung. Sepertinya mereka berdua sudah sangat menyayangi si kecil. Dan harus ku akui, mereka menjadi sedikit bertambah dewasa. Akhir-akhir ini mereka tidak bertingkah kan? Hah, aku tidak membayangkan jika orang tua Hyunsung datang dan menjemput bayi lucu itu. Akan seperti apa Yesung dan Kyuhyun nanti. Kudengar dari Henry kalau ibu bayi itu mulai menanyakan kabar anaknya."
Eunhyuk dan Donghae angkat berbicara. Membuat seluruh member terdiam. Meskipun mereka yang membuat permainan ini. Tetapi mereka juga cukup perhatian untuk memikirkan perasaan Kyuhyun dan Yesung.
"Apa kita harus memberitahu Yesung dan Kyuhyun tentang ini?"
Suara Kangin menyusul.
"Jangan dulu Kanginie, jangan merusak suasana bahagia mereka dulu."
Leeteuk membalas yang langsung diberi anggukan singkat dari Kangin.
.
.
_Kyusung_
.
.
Mereka berada didalam mobil Kyuhyun setelah pemuda Cho itu menjemputnya disuper market.
Kyuhyun tidak percaya orang yang ada disisinya sekarang ini adalah Yesung. Yang dia lihat hanya seorang wanita cantik yang tengah menggendong bayinya. Tidak menyangka kalau Yesung akan melakukan hal seperti ini. Demi apapun, Kyuhyun benar-benar terpesona. Ya, meskipun tidak perlu didandani seperti ini Yesung sudah membuatnya terpesona akhir-akhir ini. Tapi bolehlah Kyuhyun menilai. Biar begini Kyuhyun juga memiliki selera tersediri.
Oke, cukup. Ia tidak mau seperti hari pertama yang kesulitan menahan dirinya.
"Kenapa kau tidak menungguku pulang? Kau kan jadi tidak kerepotan seperti ini."
Tutur Kyuhyun khawatir.
"Aku kan tidak tahu kapan kau pulang. Lagipula niat awal memang hanya ingin berjalan-jalan. Tapi entah bisikan darimana saat melihat barang-barang itu aku jadi membelinya semua. Dan tanpa sadar bahwa aku akan kesulitan saat membawanya pulang."
Kyuhyun mengingat barang apa saja yang Yesung beli. Peralatan dapur, pakaian bayi, kebutuhan Hyunsung seperti popok dan sebagainya, lalu kebutuhan rumah tangga. Dan yang membuat Kyuhyun takjup namja itu tidak melupakan dirinya. Ia membelikan beberapa setelan kemeja, celana dan jasnya. Yesung benar-benar membuatnya melayang. Manis sekali tingkahnya.
"Dasar ibu-ibu." Ledeknya menuai tatapan garang dari Yesung.
"Bukannya berterimakasih malah menghinaku!"
"Habis kelakuanmu ini benar-benar lucu." Kyuhyun menggeser duduknya menghadap Yesung. Tangannya terjulur menggoda Hyunsung yang sedang sibuk bermain sendiri dipangkuan ibunya. Bayi itu langsung tersenyum dan merespon. Jemarinya memainkan jemari Kyuhyun dengan senang.
"Tahu tidak, tadi aku kewalahan menggendong Hyunsung. Dia meronta-ronta ingin bermain dengan balita-balita yang dititipkan diwahana anak."
"Benarkah?"
"Hm."
"Hahaha. Dia benar-benar pintar. Apa ada bayi tiga bulan sudah bertingkah seperti itu? Anak Appa aktif sekali ne?" Kyuhyun memajukan tubuhnya. Mencium pipi Hyunsung. Si kecil tertawa tanpa suara. Menganggap bahwa segala perlakuan ayahnya itu seperti mengajaknya bercanda. Tangan mungilnya terjulur kedepan. Menepuk-nepuk pipi Kyuhyun.
"Tapi aku sedikit kesal, selama berbelanja tadi beberapa orang menganggapku wanita sungguhan. Bahkan ada seorang pemuda menggodaku. Dia bilang aku wanita malang yang masa depannya direbut oleh suamiku karena telah menjadikan aku ibu dengan satu anak diusia muda." Yesung mengerucutkan bibirnya. Sementara Kyuhyun memandang namja manis itu dengan kesal. Sebenarnya bukan kesal kepada Yesung, tetapi kesal pada pemuda yang telah berani mengatakan hal itu pada istrinya. Bagaimanapun disini statusnya adalah suami. Jadi secara tidak langsung orang itu menghina dirinya. Enak saja!
"Urusan apa ia dengan kehidupan kita?! Disini kan aku yang menghamilimu dan punya anak. Jadi apa haknya?!"
Yesung langsung menoleh terkejut. Menghamili? Kyuhyun sedang mengigau?
"Babo! Sejak kapan aku hamil anakmu Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun tersenyum canggung. Tahu kalau yang dikatakannya tadi cukup salah. Habis ia terbawa emosi. Apapun kan bisa kelewatan kalau sedang tempra mental kan?
"Ya, maksudku Hyunsung. Meskipun bukan hasil dari kegiatan malam yang kita lakukan tapi bagaimana pun dia anak kita. Dan satu lagi, aku tidak terima dia menghinaku seperti itu! Dasar pencampur rumah tangga orang!"
Yesung terdiam. Sedikit berpikir apa Kyuhyun barusan sempat menyaring dulu ucapannya atau tidak. Suaminya itu terbuka sekali. Astaga, apalagi dengan kalimat kedua yang ia ucapkan. Yesung benar-benar tidak membayangkan seperti apa Kyuhyun saat mengajaknya membuat anak. Menyeramkan!
Baiklah, Yesung tidak ingin berpikiran jauh.
"Umm, kau sudah makan?"
Tanya Yesung mencoba mengganti topik pembicaraan.
Kyuhyun mengggeleng singkat.
"Dilokasi syuting tadi aku tidak makan. Aku ingin makan didorm bersama kalian. Tapi sampai disana kau tidak ada bersama Hyunsung. Yasudah, aku tidak jadi makan."
Yesung tersanjung, sebegitu berharganyakah mereka bagi Kyuhyun?
"Bodoh, kalau kau sakit bagaimana? Pekerjaanmu kan sekarang sedang padat."
"Kan ada kau sebagai istriku."
"Ck, memangnya hanya kau yang ingin diurus? Lalu Hyunsung? Enak saja kau ini kalau berbicara."
"Tuhkan, dari cara mengomelmu saja sudah seperti ibu-ibu. Astaga, aku tidak menyangka kau akan berubah secepat ini."
Yesung menekuk wajahnya. Ya memang sih yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya. Ia sendiri juga bingung kenapa kelakuannya jadi seperti ini. Tapi mau dibagaimanakan lagi? Disini memang dirinya dituntut untuk menjadi ibu rumah tangga kan? Salahkan member yang memulai permainan sinting ini!
Saat sibuk dengan pikirannya. Yesung dikejutkan oleh tarikan ditangannya. Tangan pemuda tampan dihadapannya ini menggenggam. Dia bisa merasakan kehangatan yang keluar dari telapak mereka yang saling bersentuhan. Dengan ragu ia menatap mata Kyuhyun. Dan tanpa ia duga Kyuhyun memang sedang menatapnya dalam. Seakan sorotnya ingin menyelami manik Yesung sampai jauh kedalam retina. Ia juga merasakan wajah tampan itu hanya berjarak tipis dengan wajahnya.
"Kau tahu? Entah kenapa aku benar-benar bahagia dengan keadaan kita ini. Aku sendiri tidak mengerti. Tapi yang jelas aku senang ada kau yang mendampingiku. Ditambah si kecil. Hidupku terasa lebih lengkap. Bahkan sampai membuatku ingin selalu pulang hanya untuk berkumpul dan melewati hari bersama kalian." Kyuhyun memajukan wajahnya. Dan untuk kedua kalinya ia mencium kening Yesung. Kali ini lebih lama. Membuat Yesung benar-benar terhanyut dengan sentuhannya sampai manik sipitnya itu menutup. Menikmati kehangatan yang Kyuhyun berikan. "Terimakasih….
….. sudah menjadi istriku."
.
.
_Kyusung_
.
.
TBC
.
.
Apa ini?
Ga tau ya dapet ide darimana sampe bikin yang begini.
Apa so sweet? Atau kurang? Habisnya ya kalau aku bikin FF kan seringnya Kyusung yang berantem dan kalian tuh suka protes minta Kyusung damai dan so sweet. Nah sekarang aku kasih. Jadi gimana menurut kalian?
Dan di FF ini juga aku masukin beberapa true story. Kaya misalnya Kyuhyun suka bangun telat dan Yesung yang bangunin dia. Trus mereka yang suka berbagi makanan. Jadi aku mau bikin ga cuma klise doang tapi kalian juga bisa ngeliat dan ngerasain sisi realnya. Tapi kalau soal Kyusung punya bayi sih itu cukup diimajinasiin aja kali ya. Kkkkkkkkkkkk~
Beneran ga kebayang Yesung hamil dan ngidam. Itu orang kan mood swing, gimana kalau hamil beneran? Kyuhyun bisa habis kali diambekin mulu. Kkkkkkkkkkkk~
Ada lagi nih yang mengganggu pikiranku, pengen banget aku masukin adegan yang nyerempet NC. Kenapa nyerempet? Karena ada Hyunsung! Apa hubungannya? Yaiyalah, kalau mereka NC-an kan si kecil mungil imut-imut itu box bayinya disamping ranjang Kyusung. Mau ga mau pasti mata polosnya akan melihat 'kegiatan malam' orang tuanya secara live. Jadi lebih baik nyerempet aja ya. Kkkkkkkk~ Aku harap jangan protes dulu. Ini kan baru bayangan aja. Belum tentu dibikin juga ceritanya. Kkkkkkkkk~ *minta dicium*
Yosh!
Mau melihat apa lagi yang terjadi dirumah tangga pura-pura Kyusung? Mau update kilat?
Silahkan review.
Kamsahamnida^^
*deep bow*
