Beautiful Bastard

Chapter 3

Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol POV

Ya ampun. Aku benar-benar dikerjai.

Aku sudah menatap langit-langit sejak aku bangun tiga puluh menit yang lalu. Otak: kacau. Kejantanan: keras.

Yah, keras lagi.

Aku memberengut menatap langit-langit. Tidak peduli berapa kali aku masturbasi setelah wanita itu meninggalkanku semalam, sepertinya itu tidak mau pergi juga. Dan meski kupikir itu mustahil, ini lebih parah ketimbang ratusan kali aku bangun seperti ini sebelumnya. Karena kali ini, aku tahu apa yang tidak kudapatkan. Dan dia bahkan tidak membiarkanku mencapai puncak.

Sembilan bulan. Sembilan bulan sialan penuh ereksi pagi hari, masturbasi, dan berfantasi tanpa henti tentang sesorang yang bahkan tidak kuinginkan. Yah, itu tidak sepenuhnya benar. Aku menginginkannya. Aku menginginkannya lebih dari semua wanita yang pernah kulihat. Masalah besarnya adalah aku juga membencinya.

Dan dia juga membenciku. Maksudku, dia benar-benar membenciku. Selama tiga puluh satu tahun kehidupanku, belum pernah aku bertemu seseorang yang membuatku kesal seperti Miss Byun.

Namanya saja sudah membuat kejantananku berkedut. Pengkhianat sialan. Aku menunduk ke tempat sepraiku terangkat. Bagian tubuh bodoh ini sudah membawaku ke dalam kekacauan. Kuusapkan kedua tanganku ke wajah kemudian duduk.

Kenapa aku tidak bisa tetap menyimpannya di dalam celana? Aku bisa melakukannya selama hampir setahun. Dan itu berhasil. Aku menjaga jarak, memerintahnya ke sana-kemari, sialan, bahkan aku pun akan mengakui kalau aku sudah bersikap seperti bajingan. Lalu aku kehilangan kendali begitu saja. Yang dibutuhkan hanya satu momen, duduk di dalam ruangan yang sepi itu, aromanya di sekelilingku dan rok sialan itu, pantatnya di depan wajahku. Pertahananku ambruk.

Aku yakin kalau aku mendapatkannya satu kali saja, aku pasti akan kecewa dan nafsu ini akan berakhir. Akhirnya aku akan mendapatkan kedamaian. Tapi di sinilah aku, di atas temapt tidurku, keras, seolah belum pernah mendapatkan puncak kenikmatan selama berminggu-minggu. Aku menatap jam, ini baru empat jam.

Aku mandi dengan kilat, menggosok diriku dengan kasar seolah menyingkirkan semua jejak yang ditinggalkan wanita itu semalam. Ini akan berhenti, ini harus berhenti. Park Chanyeol tidak bertingkah seperti remaja penuh nafsu, dan aku jelas-jelas tidak melakukan seks di kantorku. Sesuatu yang tidak kubutuhkan adalah wanita yang menempel padaku dan menghancurkan segalanya. Tidak akan kubiarkan Miss Byun memiliki kendali ini atas diriku.

Segalanya jauh lebih baik sebelum aku tahu apa yang tidak kudapatkan. Karena meski itu sangat menyebalkan, tapi ini jutaan kali lebih parah.

Aku sedang berjalan menuju ruanganku ketika wanita itu masuk. Melihat caranya pergi semalam, benar-benar berlari keluar dari pintu, kupikir salah satu dari dua skenario sedang menungguku. Entah dia akan bermain mata denganku, berpikir tadi malam berarti sesuatu, kalau kami berarti sesuatu. Atau dia akan membantaiku.

Kalau apa yang kami lakukan sampai tersebar, aku tidak hanya akan kehilangan pekerjaan, tetapi juga segala sesuatu yang kuusahakan hingga saat ini. Tapi, meski sangat membencinya, aku tidak bisa membayangkan dia melakukan sesuatu semacam itu. Kalau ada satu hal yang kuketahui tentang dirinya, wanita itu adalah orang yang dapat dipercaya dan setia. Dia memang wanita bengis, tapi kurasa dia tidak akan membuat situasiku jadi tidak menyenangkan. Dia sudah bekerja untuk Park Media Group sejak kuliah dan menjadi pegawai perusahaan yang berharga karena suatu alasan. Sekarang hanya tersisa beberapa bulan sampai dia mendapatkan gelar MBA dan akan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan saat dia siap. Tidak mungkin dia membahayakan kesempatan itu.

Tapi sialan, dia mengabaikanku sepenuhnya. Dia berjalan masuk mengenakan mantel sepanjang lutut. Mantel itu menymbunyikan apa pun yang ada di baliknya, namun dengan sangat sempurna memamerkan kaki yang luar biasa itu.

Oh, sialan ... kalau dia memakai sepatu itu, kemungkian besar... Tidak,, jangan gaun itu. Kumohon, demi Tuhan, jangan gaun itu. Aku tahu benar aku tidak punya kekuatan hati untuk menghadapi gaunitu hari ini.

Aku menatapnya tajam sementara dia mengantung jaketnya di dalam lemari dan duduk di mejanya.

Yah, brengsek, wanita itu benar-benar penggoda terhebat di dunia.

Ini semua gara-gara gaun putih itu. Dengan garis leher yang turun rendah untuk menonjolkan kulit halus leher dan tulang selangkanya, dan kain putih yang menempel dengan sempurna di atas payudara yang luar bisasa itu, gaun itu adalah sebuah kutukan buatku, surga dan neraka terbungkus dalam satu paket yang nikmat.

Tepian roknya jatuh tepat di bawah lututnya dan itu adalah pemandangan terseksi yang pernah kulihat. Sama sekali tidak provokatif, tapi ada sesuatu pada potongan dan warna putih polosnya yang membutku nyaris keras sepanjang hari. Dan dia selalu membiarkan rambutnya tergerai saat sedang mengenakannya. Salah satu fantasi yang berkali-kali kubayangkan adalah melepaskan semua jepitan sialan itu sebelum aku merenggut segenggam rambutnya dan bercinta dengannya.

Ya ampun, dia membuatku kesal.

Saat dia tetap tidak memperhatikkanku, aku berbalik dan menghambur masuk ke dalam ruangan, membanting pintu di belakangku. Kenapa dia masih memengaruhiku seperti ini? Belum pernah ada orang atau apa pun yang bisa mengganggu pikiranku dari pekerjaan, dan aku membenci wanita itu karena menjadi yang pertama.

Tapi sebagian dari diriku menikmati kenangan ekspresi penuh kemenangannya ketika dia berbalik dan meninggalkanku dalam keadaan terengah-engah dan nyaris memohon agar dia mengisapku. Wanita itu punya punggung yang terbuat dari baja.

Kutahan sebuah senyuman dan alih-alih memfokuskan pikiran untuk membencinya.

Kerja. Aku akan memusatkan pikiran pada pekerjaan dan berhenti memikirkan dia. Aku berjalan menuju mejaku lalu duduk, berusaha mengarahkan perhatian pada apa pun selain pikiran-pikiran tentang betapa luar biasanya bibir yang mengulumku semalam.

Itu tidak membantu, Chanyeol.

Kubuka laptop untuk memeriksa jadwalku hari ini. Jadwalku ... sialan. Wanita sialan itu punya versi terbaru komputernya. Semoga aku tidak melewatkan rapat apa pun pagi ini, karena aku tidak akan memanggil si Ratu Es kemari sampai benar-benar terpaksa.

TBC

Chapter 3 udah update #yeay... thanks bgt yg udh review karena revuew kalian adalah wujud support kalian agar aku ttp ngelanjutin ff ini. Doain aja aku g ada halangan bwt ttp update seminggu sekali y. Sekali lagi aku ingetin bwt tinggalin jejak kalian... ^^