Melihat masa lalu adalah hal yang tidak mengenakkan.
Apalagi masa lalu orang yang menyedihkan.
Rasanya seperti mengetahui hal yang seharusnya tak usah kau ketahui.
Dan masa lalu mereka juga datang secara tiba-tiba dalam benakmu. Membacanya tetapi belum bisa mengendalikan waktunya. Tanpa kau ketahui … Tanpa kau inginkan …
Yang bisa kau harapkan adalah segera melupakannya.
Bleach is created by Tite Kubo…
Kelas 10-F is created by KitoUsagiBianca…
.
Rate K+
Genre : Supernatural, friendship ...
Warning : Typo yang gak pernah absen -mungkin- , AU, Gaje, alur kecepetan, Dat Feels, dll ...
.
Chapter 3 : This is about our friend, Ishida Uryuu.
.
Happy Reading !
.
Kelas 10-F tahu Ichigo kemarin pingsan dan demam.
"Kurosaki-kun,kalau ada masalah apa-apa kau bisa bercerita padaku" Kata Orihime Inoue sambil menatap mata Ichigo dengan yakin.
Yang ditatap cuma garuk leher. "Haha, terima kasih" Kata Ichigo. Momo juga berkata mungkin dia bisa membantu Ichigo mengenai masalahnya.
"Ah… 3 Tahun lalu kita pernah ketemu, Kurosaki Ichigo" Kata Ulquiorra. Ichigo cengo.
"Kau siapa ya?" Tanya Ichigo, tidak kenal siapa manusia didepannya.
Ulquiorra memasang wajah datar. "…."
"Kau duduk dikelas ini dan itu kan meja disampingku… Tapi kok aku tidak pernah melihatmu ya? Ja-jangan-jangan kau wallflower ?" Tanya Ichigo melihat Ulquiorra.
Ulquiorra lalu membuka mulutnya, "Saat itu bulan Agustus, musim panas, kau sedang bermain ditaman…." Lanjutnya.
Ichigo bergidik ngeri, mengira Ulquiorra adalah stalker. Momo lalu memberikan Ichigo absen kelas 10-F dan Ichigo melihat nama Ulquiorra Schiffer, nama yang tidak dikenalinya.
"Siapa namamu?" Tanya Ichigo. Yang lain juga kaget, kecuali Chad. Sepertinya tidak ada yang pernah menyadari keberadaan Ulquiorra. "Ulquiorra Schiffer" Kata Ulquiorra datar.
"Kau bermain ayunan dan saat itu ada yang berniat menculikmu," Ah! Ichigo ingat kejadian itu! Tunggu, darimana dia tahu? Ichigo tak pernah melihat anak ini apalagi menceritakan apapun padanya dan….
Akhirnya Ichigo mendapat suatu kesimpulan dari otak jeniusnya. "Kau … Punya photo-graphic memory?" Tanya Ichigo dengan wajah terkejut.
Hmm, kelas 10-F memang bodoh, saking bodohnya sampai tak bisa menyadari keberadaan Ulquiorra.. Kecuali Chad. Ulquiorra sadar tapi dia diam saja. Dia terlihat seperti mayat hidup karena putih seperti Hichigo. Ichigo lalu berjalan ketempat duduknya…
Ishida selesai menjahit lalu Ia mengibaskan baju buatannya kedepan Ichigo. "Wah jahitan baju baru yang bagus," Puji Ichigo ngasal. Ishida memasukkan hasil jahitannya dalam tas lalu melihat Ichigo yang duduk ditempatnya.
Karin dan Yuzu ?
Mata Ishida membulat.
MASAKI….
PRAKK!
Ayah membuatkanmu makanan ~
Kacamata Ishida terjatuh. Barusan … ?
Aku melihat masa lalu Kurosaki …Batin Ishida. Masih buram sih, tidak terlalu jelas tetapi Ishida melihatnya. Ishida semakin membenci dirinya sendiri. Dia dengan tidak sengaja baru saja mengintip masa lalu seseorang yang pahit.
"Ada apa Ishida-kun? Lain kali lebih berhati-hati dong!" Kata Orihime sambil mengambilkan kacamata Ishida. Ishida geleng-geleng kepala lalu berterima kasih karena sudah diambilkan kacamatanya.
Toshiro lalu datang kesamping Ishida. "Kau pasti habis melihat masa lalu Kurosaki," Kata Toshiro tiba-tiba.
Ishida hanya diam. "Bagaimana caranya... Supaya bisa mengendalikannya sepertimu?" Tanya Ishida tanpa menatap Toshiro. Sinar matahari menyinari kacamatanya meski hari ini sedikit mendung.
"Kau hanya butuh terus belajar," Ucap Toshiro, memberitahu Ishida. "Aku juga baru 6 bulan lalu bisa mengendalikannya... Yah, semacam menguasainya begitulah" Lanjut Toshiro. "Kau pasti bisa, hanya perlu bersabar.." Ishida diam, merenungkan setiap kata yang diucapkan oleh Toshiro.
...
Melihat masa lalu pahit, maupun indah... Tanpa sengaja pasti akan keluar, kalau Ishida menatap atau melihat orang tersebut. Mungkin karena masa lalu mereka yang memancarkan aura kuat... Atau tidak tahulah.
Yang pasti, Ishida berharap Ia bisa cepat mengendalikan penglihatannya terhadap masa lalu seseorang. Atau tidak, penglihatannya akan terus tanpa sengaja menggali dan mengais informasi yang tidak seharusnya Ia tahu.
Makin lama, makin terus terlihat privasi seseorang, seperti saat ini contohnya.
Meninggalnya Ibu Ichigo.
Ishida tahu, karena penglihatannya itu, dia jadi tahu Ichigo pingsan dan demam karena apa. Karena ingatan itu. Menjelaskan semuanya, Ichigo depresi saat itu, dia sedang stress.
Kau tahu? Tidak ada yang lebih menyakitkan selain ingatan bahagia disaat suram... Atau sebaliknya, Ingatan suram disaat bahagia.
Apalagi Ishida.
Yang hampir setiap hari melihat masa lalu teman-temannya.
Dan the worst case is, Kelas selain kelas 10-F itu tidak ada yang tahu tentang kemampuan Ishida. Bahkan mungkin ada anak kelas 10-F yang tidak tahu kemampuan Ishida.
Kenapa itu adalah kasus terburuk? Karena mana mau masa lalu mereka diintip -meski secara tidak sengaja- oleh orang yang bahkan tidak mereka kenal? Ishida sebenarnya jaga jarak.
Dia jaga jarak dengan orang-orang. Ishida takut terluka...
...
Setelah belajar banyak, walaupun Ishida hanya fokus menjahit diam-diam… Akhirnya! Saatnya mereka semua pulang sekolah! Walaupun dalam hati mereka merdeka, tetap saja anak-anak kelas 10-F pura-pura cuek, gurunya tersenyum dengan senang mengira mereka belajar dengan sungguh-sungguh.
Padahal nggak.
Waktunya pulang, Ishida menghampiri Ichigo. "Kurosaki, aku mau bicara sebentar,"
Karena Ichigo mengira Ishida mau nembak, Ichigo langsung menghindar, "Emangnya kenapa?" Tanya Ichigo, masih calm.
"Boleh nggak pulang bareng? Rumah kita kan satu arah" Kata Ishida lagi.
Ok, Ichigo benar-benar mengira Ishida adalah homo, meski memang homo sapiens, Ichigo lalu mulai membayangkan Ishida suka menjahit dirumah dan suka memasak karena mau menjadi istri yang baik. Gak pake ba-bi-bu lagi, Ichigo langsung lari tapi Ishida menahannya!
"Dengar ya, mungkin ini memang terlihat maho tapi aku mau bicara tentang ibu kamu!" Seru Ishida dan Ichigo lalu mengingat sesuatu. Ishida bisa melihat masa lalu bukan?
"Tau nggak? Meski kamu di anugerahi kemampuan hebat seperti itu tapi jangan intip masa lalu orang sembarangan dong! " Ichigo menepis tangan Ishida, Ishida terpaksa mengejarnya.
Sebenarnya hati Ishida sangat sakit karena Ichigo menyindirnya secara frontal seperti itu.
Tapi Ishida tetap mengejar Ichigo.
Ada sesuatu yang harus Ishida pastikan.
Tuhan memberika kemampuan ini pasti ada alasannya!
Ishida bahkan sudah membantu berberapa detektif, setiap pulang sekolah pasti Ishida harus ke kantor polisi untuk menyelesaikan kasus.
Kalau Ishida bisa bantu detektif, masa' teman kelasnya saja dia tidak bisa bantu?
"Kenapa kau masih mengikuti!?" Tanya Ichigo mulai marah, kesal, dan kawan-kawan (?).
"Karena ini adalah ingatanmu yang hilang!.. Yah, sepertinya sih begitu" Jawab Ishida lalu membenarkan kacamatanya yang terkena cahaya matahari senja.
Ichigo mengernyitkan dahinya. "Aku sudah tau, aku ingat semuanya. Aku hanya….. Sepertinya belum bisa menerima kematian ibuku, tapi aku tahu ibuku sudah meninggal, sekarang aku mau pulang jangan kau ganggu lagi," Ichigo lalu menghembuskan nafasnya dan tersenyum hambar.
Ah sial~ Ishida tahu betul perasaan Ichigo, dan sekarang Ishida tidak tahu harus melakukan apa.
"Kalau begitu kau bisa cerita apapun padaku kalau kau mau," Kata Ishida lalu, sementara Ichigo mulai jauh berjalan. Ishida menutup mulutnya, astaga apa yang membuatnya berkata seperti itu!?
"Heh," Ichigo menyeringai, "Meskipun itu terlihat menjijikkan, tetapi mungkin aku bisa cerita padamu sekali kali." Ichigo lalu diam sejenak. "Hmm.. Mungkin, kalau kau ingin mengingatkan sesuatu padaku tentang masa laluku juga boleh sih,"
Ishida langsung merasa lega. "Be-benar? B-Baiklah, Kurosaki…" Ishida lalu berjalan disamping Ichigo dan belok ke kiri, arah rumahnya.
POJOK AUTHOR :
OHYEAHHH :v Chapter 3 finish :v gommenasai maaf sumimasen sorry kalo gaje :v dan maaf banget baru update ini gegara telkomsel yang melarang! grhaaa~~!
Silahkan tunggu chapter berikutnya tentang Rukia :v
Balasan review :
Yuki : Iya ini udah lajut . thanks~!
15 Hendrik Widyawati : Maaf .. emangnya gak boleh ya? habis saya rasa terlalu kaku... TT^TT tapi makasih udah repiu .
Neko 1412 : Iya... Begitulah :"3 makasih udah review!
