UE (Unknown Engagement)

Chapter 3

Disclaimer: Riichiro Inagaki & Yusuke Murata

Story: Luchia Hiruma

Pair: Mamori Anezaki, Youichi Hiruma, OC

Rated: T

Genre: Family, Romance

Warning: AU, OOC, OC, typo, gaje, abal.

.

.

.

.

Dengan perasaan yang bisa dibilang sangat kesal karena belum lama ini sang adik menelefonnya dan meminta agar pulang kerumah karena sang ayah Yuuya Hiruma ingin membicarakan sesuatu yang penting. Walaupun Hiruma menganggap itu sama sekali tidak penting, tapi toh akhirnya ia memutuskan untuk pergi.

Dengan mengendarai motor sport berwarna hitam kesayangannya Hiruma yang memakai kemeja putih yang tidak dikancing semua, jeans hitam, pentofel hitam, dan jaket kulit hitam yang menambah kesan segera melesat ke kediaman keluarga hiruma yang sudah lama tidak dia datangi.

Dengen menempuh jarak sekitar 30 menit dengan mengendarainya dengan cara IBLIS (?).

Hiruma memarkirkan motornya dengan cara sembarangan di depan rumahnya.

Rumah yang bergaya semi Eropa itu kini tengah dimasuki oleh Hiruma dan tengah disambut dengan seorang Butler (Kepala Pelayan) yang sudah siap untuk membukakan pintu rumah sebelum pintu itu dihancurkan dengan AK47 tuan mudanya.

"Mana Pak Tua sialan itu?" Tanya Hiruma.
"Tuan sedang ada keperluan di luar, sebentar lagi tuan akan segera kembali." Jawab sang Butler.

Hiruma yang tidak ambil pusing dengan hal itu langsung masuk dan mencari sosok sang adik yang ternyata sedang bersama dengan sang ibu di taman belakang rumah.

Hiruma berjalan mendekati mereka berdua yang sedang berbincang-bincang.

"Youichi-kun kau sudah datang?"Tanya seorang wanita paruh baya dengan wajah yang kelihatan masih muda diumurnya yang menginjak 40 tahun.

"Hn."
"Nii-chan kupikir kau tidak akan datang?" Tanya Luchia.
"Kau sendiri yang memaksak adiksialan."
"Youichi jangan bicara kasar dengan adikmu!" Omel nyonya Hiruma yang tidak suka dengan sifat sang anak yang seperti Iblis.
"Duduklah kita berbincang saja dulu selagi menunggu Tou-san mu pulang."

Hiruma pun mulai duduk di sebelah sang ibu dan Hiruma lah yang memulai pembicaraannya.

"Apa yang akan dibicarakan Tou-san?" Dengan susah payah Hiruma yang biasanya menyebut ayahnya dengan sebutan 'orang tua sialan' sekarang harus menyebutnya dengan sebutan 'Tou-san' di depan ibunya.

"Aku tahu, tapi… lebih baik kita tunggu Tou-san mu pulang."

Hiruma terdiam dan menoleh ke arah Luchia dengan tatapan menyelidik.

"Apa? Aku sama sekali tidak tahu apa-apa Nii-chan."

Tidak lama setelah itu datanglah 2 orang pelayang beserta seorang butler membawa Rose Hearb Tea, Black Coffe, dan beberapa cemilan untuk teman menyajikannya dengan sangat sempurna karena mereka sudah dilatih untuk hal selesai menyajikan para pelayan segera pergi ke dapur untuk beres-beres.

"Kupikir kau tidak akan datang Youichi?" Suara baritone yang keluar dari mulut Yuuya Hiruma menyadarkan mereka akan kedatangannya.

"aku tidak datang kau akan tetap memaksaku kan pak tua?"Hardik Hiruma meremehkan.

"Youichi!" Kata sang ibu.

"Biarkan saja aku menyuruhmu datang karena aku akan menjodohkan kau dengan anak teman baikku."

"Aku tidak mau."

"Kau harus mau Youichi kar…"

"AKU TIDAK MAU PAK TUA! KAU PIKIR KAU BISA MENGATUR HIDUPKU SESUKAMU HAH!" Hiruma langsung memotong kalimat yang belum sempat diselesaikan Yuuya dengan emosi yang meluap-luap.

PLAAAK!

Suara tamparan dilayangkan Yuuya kearah Hiruma yang kesal karena sifat anak pertamanya ini.

"APA KAU BISA SEKALI SAJA MENURUTI PERKATAANKU? BIAR BAGAIMANA PUN JUGA AKU INI TETAP AYAHMU YOUICHI!"

"Tou-san hentikan!" Luchia yang sejak tadi hanya melihat pertengkaran kakak dan ayahnya akhirnya turun tangan untuk menghentikan amarah sang ayah.

"Jangan campuri urusanku Luchia." Kata Yuuya.

"Tapi Tou-san…"

Hiruma segera keluar dari rumah itu tapi sayang semua pintu keluar dikunci dan Hiruma baru ingat kalau senjatanya masih ada di motor motornya pun juga entah kemana perginya dan Hiruma menduga kalau motornya itu disembunyikan oleh para pelayang atas perintah Yuuya Hiruma.

Luchia melepaskan pegangan tangannya dari tangan Yuuya.

"Kau tidak akan bisa pergi dari sini Youichi, sebelum kau mendengarkan perkataanku."
"Kau pikir aku akan mendengarkanmu."
"Dengar Youichi lusa kau akan bertemu dengan tunanganmu, mau tidak mau kau harus pergi menemuinya."
"Lusa aku ada pertandingan pak tua. Jadi aku tidak akan datang."
"Kau..." Geram Yuuya.
"Hentikan kalian masuk ke kamarmu Kaa-san ingin bicara dengan mu."

Setelah mendapat perintah dari ibunya Hiruma langsung pergi ke kamarnya dilantai 2.

"Yuuya biar aku saja yang bicara untuk membujuknya, dan kau jangan sekali-kali menguping pembicaraan !"

Perintah sang istri mau tidak mau Yuuya harus mengalah dengan Seira.

"Tou-san masih takut kalau Kaa-san sudah mulai marah ya..." Luchia tersenyum jahil pada ayahnya sendiri.

"Sedikit."

Didalam kamar Hiruma

Tok tok tok

"You-chan boleh Kaa-san masuk?" Tanya Seira.

Tidak ada jawaban dari si pemilik kamar Seira memutuskan untuk memasuki kamar sang anak.

"You-chan bisa kau jelaskan mengapa kau menolak soal pertunangan itu?"
Seira selalu memanggil Youichi dengan panggilan You-chan yang merupakan pangilan sayang untuk putra pertamanya itu jika mereka sedang berduaan saja.

"Apa maksud Kaa-san?"Tanya Hiruma sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan pura-pura bodoh You-chan. Kau menolak permintaan Tou-san mu itu apa karena kau sudah memiliki orang yang Spesial, iya kan?"

"Ti-" Belum selesai Hiruma bicara Luchia langsung memotongnya.

"Punya kok, bahkan Nii-chan sedang tergila-gila."Jawab Luchia yang tiba-tiba masuk kekamar Hiruma tanpa sepengetahuan mereka.

BUAGH!

Dengan sukses Hiruma memdaratkan bantal di wajah Luchia yang sedang berdiri di dekat lemari baju.

"Aniki sialan !Sakit tau!"
"Dasar baka Imouto!"
"Kuso Aniki"

Seira yang melihat pertengkaran kedua anaknya itu hanya tersenyum melihat keakraban diantara mereka berdua.

"Youichi kau belum menjawab pertanyaan Kaa-san kan?" Protes Seira.

Hiruma memberhentikan kegiatannya."Aku belum bisa menjawabnya sekarang." Jelas Hiruma.
"Baiklah kalau belum mau menceritakannya, tapi Kaa-san harap kapan-kapan kau harus membawanya kerumah untuk diperkenalkan dengan Kaa-san ya." Jelas Seira.
"Dan satu lagi Youichi, aku ingin kau pergi keacara itu dan kau boleh memutuskan untuk menerima atau menolaknya pertunangan permintaan dariku. Ayo Luchia, kau mau belajar lagu barukan?." Seira pergi sambil menarik tangan Luchia untuk mengajaknya keluar kamar dan membiarkan Hiruma berpikir sendirian.

.

.

Hiruma yang sudah berjanji akan menjemput Mamori di rumahnya sudah bersiap-siap akan pergi, tapi Yuuya belum juga memberikan kunci motor milik Hiruma dan alhasil Hiruma meminjam mobil Jaguar hitam milik Luchia.

Dengan mobil Jaguar hitam itu Hiruma hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai di rumah Mamori.

Hiruma yang saat itu hanya mengenakan kaos hitam yang dipadukan dengan jaket kulit yang berwarna hitam dan memakai celana blue jeans dan sepatu pantofel menambah kesan cool dan maskulin untuknya. Hiruma mengambil ponselnya yang berada di kantong celana sebelah kanan dan membuka kontak untuk mencari nama "Mamori" dan memencet tombol calling. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu Mamori mengangkat telpon dari Hiruma yang menyuruhnya untuk segera keluar rumah.

Mamori POV

Aku yang sedang menyiapkan diri untuk latihan pagi sedikit terkejut dengan dering ponsel yang tidak jauh dari meja rias dekat kasurku. Aku segera mengambil ponsel itu karena aku tau bahwa hanya orang itu saja yang berani menelpon orang sepagi ini yang seharusnya orang-orang masih tertidur pulas diatas ranjang mereka yang empuk dan hangat.

Aku melihat layar ponselku yang menunjukan nama "Hiruma Youichi", tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat telepon dari dia agar aku tidak mendapat omelan pagi harinya.

NORMAL

"Kaa-san aku pergi dulu ya."
"Kau tidak mau sarapan dulu Mamo?"
"Tidak usah, aku sudah sangat terlambat. Jaa Kaa-san..."

Mamori segera melesat ke pintu saja ayahnya masih belum bangun, kalau sudah dia pasti tidak boleh keluar rumah sampai dia setuju dengan acara pertunangannya.

Mamori masih ingat dengan kejadian semalam yang membuatnya tidak ingin mengingatnya, tapi mau bagaimana lagi masalah itu terus menerus menghantui pikirannya dan berpikir untuk memberitahu Hiruma yang notaben-nya sebagai pacarnya itu tapi Mamori tidak ingin memberi tahu dulu Hiruma tentang rencana gila ayahnya itu.

"Hiruma-kun maaf membuatmu menunggu."
"Kau itu lama sekali sih! Apa gara-gara kue menjijikan itu kau jadi jalan seperti siput."
"Mou..Jangan menghina kue sus Hiruma-kun, kue itu sangat enak."

Hiruma yang sudah agak bosan dengan bahasan kue yang dia anggap sangat menjijikan itu hanya mengendus kebosanan mendengar segala penuturan tentang kue yang dibilang sangat enak itu #Author: Uweee... Author juga sama kaya Hiruma ga suka sama kue sus. Reader: Ga ada yang nanya! Author: #pudung dipojokan sambil nyabutin semak liar.

"Hiruma-kun kenapa pakaianmu seperti itu?Bukannya hari ini ada latihan pagi?"
"Aku membatalkannya."

"Kenapa tiba-tiba kau membatalkannya tanpa memberitahu aku?"
"Itu bukan urusanmu Ma-mo-ri."Jawab Hiruma sambil tersenyum jahil.
"Kau begitu kita mau kemana?" Tanya Mamori.
"Cerewet. Jangan banyak tanya, ikuti saja aku."

Hiruma menarik tangan Mamori untuk menuntunnya masuk ke dalam mobil. Hiruma mulai menjalani mobil Jaguar hitam itu dengan kecepatan normal, berhubung yang sedang dia bawa itu Mamori yang akan sangat cerewet kalau Hiruma mengendarai mobilnya dengan kecepatan IBLIS (?).

Hiruma memacu mobilnya menuju pantai yang berada tidak jauh dari itu cukup indah dan tidak terlalu ramai pengunjung jadi cocok dengan Hiruma yang tidak menyukai keramaian. Mamori yang kaget kalau dirinya akan dibawa kepantai dan berpikir untung saja dirinya pergi dengan menggunakan baju pink lengan panjang dengan stelan rok hitam 3cm diatas lutut serta sepatu boot panjang tanpa heels. Walaupun sepatunya sangat tidak cocok untuk dipakai kepantai tapi Mamori tidak ambil pusing soal hal itu.

"Pantai? Kenapa kepantai?"Tanya Mamori heran.
"Itu. "Jawab Hiruma sambil menunjuk kerumunan orang-orang yang sedang menunggu sesuatu.

Dikerumunan itu ada sebuah panggung pertunjukan musik yang sepertinya akan segera dimulai. Benar saja acara tersebut sudah dimulai dengan ditandai encore yang sudah berbunyi dan penyanyi yang akan bernyanyi itu punsudah mulai keluar. Rupanya idol grup AKB49 yang merupakan idol grup terpopuler dijepang dan dibelahan dunia lain (emang hantu?) Ini yang akan segera menyanyikan hits lagu mereka.

"Hiruma-kun itu Luchia-chan kan?"
"Hn"

Ternyata salah satu personil dari AKB49 ini ada Luchia yang berada di barisan terdepan.

"Lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sedang terjebak diantara 2 pilihan, aku harap lagu ini bisa membantunya untuk menemukan jawaban yang tepat."

Jika kamu merasa bahagia

Semoga saat ini kan berlanjut

Selalu selalu selalu ku akan terus berharap

Walaupun ditiup angin

Kuakan lindungi bunga itu

Cinta itu suara yang

Tak menghapkan jawaban

Tapi dikirimkan satu arah

Dibawah mentari tertawalah

Menyanyi…

Menari…

Sebebasnya…

Mamori sangat menikmati lantunan lagu yang tengah dibawakan oleh idol grup tersebut. Hiruma pun melirik ke arah Mamori dan memberikan senyuman yang sangat tipis dan tidak disadari sama sekali oleh Mamori.

Karena kusuka suka dirimu

Kuakan selalu berada disini

Walau didalam keramaian

Tak apa tak kau sadari (A-ku su-ka )

Karena kusuka suka dirimu

Hanya dengan bertemu denganmu

Perasaanku jadi hangat dan menjadi penuh

Disaat dirimu merasa resah

Berdiam diri aku mendengarkan

Kuberi payung yang kupakai tuk hindari hujan

Air mata yang terlinang

Kan kuseka dengan jari di tanganku

Cinta bagai riak air

Meluas dengan perlahan

Yang pusatnya ya dirimu

Walaupun ssedih jangan menyerah..

Hiruma yang mendengarkan lirik dari lagu itu tiba-tiba ingat dengan pembicaraan yang dilakukan dengan ayah dan ibunya tentang acara perjodohan untuk tersebut membuat pikirannya kacau.

Kelangit…

Impian…

Lihatlah…

Kapanpun saat memikirkanmu

Bisa bertemu kebetulan itu

Hanya sekali dalam hidup

Kupercaya keajaiban (Ku-perca-ya )

Kapanpun saat memikirkanmu

Akupun bersyukur kepada tuhan

Saat kutoleh kebelakang

Ujung kekekalan

Karena kusuka suka dirimu

Kuakan selalu berada disini

Walau didalam keramaian

Tak apa tak kau sadari (A-ku su-ka )

Karena kusuka suka dirimu

Hanya dengan bertemu denganmu

Perasaanku jadi hangat

Dan menjadi penuh

Ujung kekekalan…

Lagu pun sudah selesai dinyanyikan, para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah untuk penampilan mereka.

"Hiruma-kun ternyata suara Luchia-chan sangat bagus ya?Apa aku minta diajari menyanyi saja ya?" kata Mamori.

"Hah! Apa aku tidak salah dengar? Kau mau belajar menyanyi?Untuk apa, suramu kan jelek sekali Kuso Mane."Kata Hiruma mengejek Mamori.

"Mou..Suaraku itu tidak terlalu jelek Hiruma-kun." Protes Mamori.

Mamori yang tiba-tiba melihat air muka Hiruma berubah seketika, sepertinya ada yang sedang dipikirkan oleh Hiruma.

"Hiruma-kun kau kenapa?" Tanya Mamori.

Hiruma sama sekali tidak mengindahkan pertanyaan Mamori, dia malah mengeluarkan senyuman (baca: seringai) pada Mamori.

"Mukamu jelek sekali kuso mane?" Ledek Hiruma.

"Mou… jangan mengakihkan pembicaraan Hiruma-kun, aku tau kalau kau sedang memikirkan ceritakan padaku, mungkin aku bisa membantumu?"Tawar Mamori sambil meminta mohon.

Hiruma bukannya menerima bantuan Mamori malah pergi meninggalkan Mamori beserta kerumunan orang-orang yang sedang berdecak kagum karena penampilan Luchia dan yang menyadari kalau Hiruma sudah pergi duluan segera mengejarnya.

Luchia yang melihat Hiruma dan Mamori pergi meninggalkan keramaian merasa cemas dengan sikap Hiruma yang aneh karena tidak mempedulikan Mamori.'Nii-chan kau kenapa?Apa karena pembicaraan tadi malam?'Tanya Luchia dalam hati.

"Hiruma-kun tunggu." Kata Mamori sambil terengah-engah karena mengejar Hiruma yang baru mau berhenti di parkiran mobil.

"Kau ini kenapa sih? Kenapa hari ini kau aneh sekali?" Tanya Mamori.

"Aku baik-baik saja. Hari ini kau menemaniku pergi kemanapun?" Tanya Hiruma.

"Kemanapun kau pergi aku akan ikut."Jawab Mamori menyakinkan.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Pengenalan tokoh:

Nama : Seira Hiruma (nama dulu: Seira Shiroi)

Umur : 35 Tahun

Pekerjaan : Ibu rumah tangga (dulu Seira adalah seorang Aktris dan Penyanyi)

Karakter : Warna rambut blode, rambut panjang sepinggang, warna mata emerald, tinggi 165cm, ada darah campuran Jerman dari neneknya, dekat dengan Hiruma, baik hati dan tidak sombong, tipe wanita lembut dan sabar dengan kelakuan kedua anaknya, manyeramkan jika sedang marah.

Balasan Review:

Hiruma Yuuzu : Hai juga Yuu-chan, gapapa kok ga login yang penting di review. Namanya juga adik dari akuma No. 1 dijepang jadi sifatnya rada mirip. Masa sih masih ada typo-nya O_o padahal udah di cek loh, oke nih aku udah update ^_^

mahime : maaf ya kalo reviewnya jadi ke hapus #bungkuk dalam-dalam

itu murni kesalahan dari aku yang sangat fatal jadi dengan terpaksa aku hapus. Terima kasih atas sarannya..

Aku mau minta maaf soal review yang kehapus karena kesalahan dari aku sendiri. Sepertinya di chapter ini HiruMamo agak kurang romance-nya kebanyakan tentang keluarga Hiruma. Chapter depan bagian HiruMamo-nya bakal banyak kok (tergantung otak author yang bebal). Maaf kalo masih banyak kurangnya, aku butuh kritik dan sarannya ya….

Jadi mohon Review…