Disclaimer :
#Masashi kisimoto-sensei#
But,This Story Original My self::
:My Regret:
AUTHOR:Izca RizcassieYJ
Rate : T
Genre : Hurt/Comfort,
Pair : SasuNaru/broken slight GaaNaru,
SasuKiba/broken slight SasuSai
Warning : Typo,Gaje,Shounen-ai,OOC,AU, EYD yang tidak sesuai
DON'T LIKE DON'T READ !
YANG GAK SUKA YAOI HARAP TEKAN TOMBOL BACK !
#My Regret#
SASUKE POV
Aku benar benar tidak pernah menyangka penolakan malam ini begitu menyakitkan, dia yang dulu selalu aku abaikan sekarang malah mengabaikanku. Lucu sekali sekaligus menyedihkan bagi seorang Uchiha sepertiku menangis karena di tolak oleh orang yang di cintai, padahal aku adalah Uchiha siapapun tidak akan ada yang mampu menolak pesonaku tapi ternyata dia si Dobe yang selalu aku abaikan dan kini menjadi seorang yang selalu aku pikirkan bahkan setiap waktu aku merutuki diriku yang begitu bodoh mengabaikan seseorang yang tulus mencintaiku demi mantan kekasihku yang mempermainkan perasaanku.
Aku menyesal dan merasa bodoh saat si Dobe memutuskan pergi, aku tidak mencegahnya sama sekali karena aku masih terpaku mendengar ucapannya. Hingga tanpa aku sadari dia telah pergi tanpa bisa aku cegah yang membuatku sampai sekarang menyesal. Dan hal yang paling bodoh dariku adalah terlambat menyadari perasaanku hanya karena aku masih di hantui bayangan dari masa laluku. Andai aku bisa mengulang waktu dua tahun yang lalu tidak akan pernah aku melepas si Dobe, Ah masih pantaskah aku mengejek dia sedangkan aku jauh lebih bodoh darinya ?
Saat ini aku hanya bias termenung di tempat yang penuh kenangan dengannya, tempat dimana dia menyatakan perasaan padaku dan memutuskan meninggalkanku. Aku hanya mampu tersenyum miris mengingatnya.
FLASHBACK ON
Siang itu seperti biasa aku duduk bersama si Dobe di taman ini. Sejujurnya saat itu aku sedang mengingat mantan kekasihku yang memutuskanku demi pemuda Nara yang walaupun pemalas aku akui dia juga jenius karena dia berada 1 tingkat di bawah peringkatku. Tapi aku masih belum bisa menerima semuanya karena aku masih sangat mencintai My Puppy,atau mungkin itulah yang aku kira ?
Saat aku sedang sibuk dengan pikiranku tiba tiba si Dobe menggoncang tubuhku, seperti biasa aku berikan deathglare andalanku yang tenyata ia balas dengan tatapan tajam pula. Dan hal yanga aku dengar setelahnya membuatku benar benar terkejut. Ia menyatakan perasaannya padaku.
"Teme, sebenarnya aku mencintaimu. Aku tahu mungkin kamu belum bisa melupakan Kib. . .", tapi sebelum dia melanjutkan ucapannya aku langsung menjawabnya.
"Hn, aku mau Dobe ?", aku melihat ia terkejut mendengarnya jawabanku. Sebenarnya aku mengatakan itu hanya karena tidak ingin mendengar nama 'dia' di sebutkan, tapi ternyata malah si Dobe menganggapnya serius.
"Ne, Teme maksudmu apa ? apa kau menerimaku ?", aku masih terdiam mendengar pertanyaanku karena sibuk merutuki kebodohan mulutku. Tapi saat aku melihat wajah gugupnya entah setan dari mana aku malah menjawab dengan dua huruf andalanku.
"Hn. . ", aku merutuki kebodohan mulutku lagi saat tanpa sengaja menjawab pertanyaannya. Namun setelah aku pikirkan kembali mungkin si Dobe bisa berguna untuk membuat My Puppy kembali ke pelukanku. Licik ? itulah seorang Uchiha.
Aku memutuskan untuk berjalan meninggalkannya saat dia masih sibuk dengan pikirannya. Namun tidak lama aku mendengar suara langkah orang berlari mengejar langkahku sambil berteriak memanggilku. Huh, apa si Dobe ini tidak tahu suaranya bisa membuat orang lain tuli ? sekali Dobe tetap saja Dobe, tanpa sadar aku menarik sedikit ujung bibirku tapi saat aku sadar kembali aku segera memasang wajah stoic andalanku.
:SKIP TIME:
Hari ini genap satu tahun aku bersama dengan Naruto entah sejak kapan aku memanggil namanya, bukan si Dobe lagi. Aku mulai merasa nyaman saat bersamanya, dan tanpa aku sadari aku mulai melupakan 'dia'. Sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku padanya meskipun aku masih ragu. Namun aku tidak menyangka bahwa hari ini malah menjadi akhir semuanya.
Aku berjalan menuju taman favoritku sambil menunggu Naruto datang. Tapi saat sedang menikmati ketenangan sambil menutup mataku tiba tiba aku mendengar suara yang jujur sampai saat ini sangat aku rindukan, meskipun masih ada rasa sakit di hatiku. Ia mulai mendekatiku, aku hanya terdiam sampai dia tiba tiba menangis di hadapanku.
"Suke. . . aku masih mencintaimu, Maafkan aku karena lebih memilih Shika. . .", tapi sebelum ia melanjutkan ucapannya aku langsung membungkam bibir yang aku rindukan dengan bibir dinginku karena aku tidak ingin mendengar nama orang yang membuat ia meninggalkanku.
"Aku juga masih mencintraimu My Puppy. . .", entah mengapa aku refleks mengatakan itu Karena memang di hatiku masih terukir namanya sebagai orang yang aku cintai atau mungkin orang yang pernah aku cintai ? akupun masih ragu dengan jawabanku padanya.
Setelah kejadian di taman tadi aku langsung pulang menuju rumah setelah sebelumnya mengantar My Puppy pulang yang tentu saja di akhiri dengan ciuman yang tidak tahu mengapa terasa hambar. Sesaat tiba di rumah aku merebahkan diriku sejenak di kamarku memikirkan perasaanku sebenarnya, baru saja aku hampir terlelap getaran di ponselku mengejutkanku. Saat aku lihat ternyata ada pesan dari Naruto, hampir saja aku melupakannya.
From : Dobe
Teme, bisa kita bertemu ?
Aku tunggu di tempat biasa ^^
Lama aku terdiam hingga aku putuskan untuk menyetujui permintaannya, sekaligus aku akan mengakhiri hubunganku dengannya. Aku ketik dua huruf andalanku yang tanpa aku beritahu maksudnya ia pasti mengetahuinya.
To : Dobe
Hn
Setelah aku membalas pesan untuknya, aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan mengganti pakaianku. Aku langsung mengambil kunci motor kesayanganku dan mulai melajukannya ke tempat kami bertemu. Tidak berapa lama dia datang, sebenarnya aku agak kesal karena ia yang mengajak bertemu malah terlambat.
"Teme, apakah kamu sudah menunggu lama ?", huh sudah tahu lama untuk apa ia bertanya.
"Hn. . ", ujarku dengan sedikit ketus.
Selang beberapa waktu dalam diam tiba tiba ia mengeluarkan suaranya.
"Teme, kau tahu aku mencintaimu ?", apa maksudnya si Do- eh, Naruto mengatakan itu ? aku masih terdiam mendengar ucapannya karena tanpa ia tanya aku tahu itu. Aku masih sibuk memikirkan tentang hubungan kami dan 'dia'. Saat aku berniat mengatakan padanya keputusanku mengakhiri hubungan kami tiba tiba dia sudah menyela ucapanku.
"Teme !,kau mendengarku tidak sih ?", aku agak sedikit kaget saat ia melepas headset yang aku pakai. aku tidak mendengarnya karena aku sedang memikirkan kata kata yang pas untuk memutuskannya agar ia tidak sakit hati, walaupun aku tidak mencintainya tapi aku tidak ingin ia menjadi sakit hati. Aku menatapnya tajam karena menggangguku.
"Ada apa, Dobe ?", tanyaku dengan nada kesal yang begitu kentara. Tapi apa itu ? kenapa malah ia yang mendengus kesal ?huh,!
"Apa kau tidak mendengarkan aku, Teme ?", tentu saja aku hanya menggeleng karena memang aku tidak mendengarkannya. Namun saat aku menatap matanya terlihat ia kecewa melihat jawabanku, yang entah mengapa membuat hatiku sakit melihatnya. Aku melihat ia menghela nafas berat, tidak lama kemudian ia tiba tiba menatapku sambil mengucapkan hal yang membuatku terkejut sama seperti saat ia menyatakan cintanya padaku.
"Baiklah,aku akan pergi dari hidupmu Teme dan jangan pernah mencariku !", aku sedikit terpaku mendengarnya tapi aku kembali memakai headsetku karena ku pikir bukankah memang ini yang aku harapkan ?
Aku kembali berpikir tentang perasaanku sebenarnya, mengapa aku merasa nyeri saat Naruto memutuskanku ? saat aku membalikkan tubuhku,aku kira ia masih di sampingku tapi ternyata ia sudah pergi yang malah membuatku semakin nyeri. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah agar bisa istirahat sejenak di kamarku.
One week letter
Sudah satu minggu ini sejak kepergian Naruto, awalnya aku pikir akan bahagia tanpa ada ia yang mengganggu waktuku. Hingga tanpa aku sadari malah mengacuhkan Kiba yang aku kira masih aku cintai, sampai akhirnya ia kembali meninggalkanku karena sikapku itu. Dan sejak kejadian itu Naruto tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya di sekolah sampai hari kelulusan sekolah aku tidak mendengar kabar apapun darinya
Aku masih terpaku menatap tempat favoritku atau bisa di sebut tempat favorit Naruto sebenarnya. Tapi, sekarang aku jadi menyukai taman ini. Setelah aku menyadari perasaanku aku berusaha mencari keberadaannjya, aku sampai bertanya pada semua teman dekatnya maupun keluarganya namun tidak ada satupun yang mengetahuinya atu mungkin pura pura tidak mengetahuinya ? Huh. . aku benar benar merindukannya.
Setelah acara kelulusan aku berharap ia akan dating tapi ternyata itu hanya harapan palsu. Akupun terpaksa menuruti keinginan Otousan untuk melanjutkan kuliahku di Amerika, aku merenung di kamarku sebelum aku berangkat ke Amerika kembali memikirkan dirinya. Apa aku harus menyerah ? hah. . .aku merasa lelah memikirkannya. Sampai akhirnya aku putuskan untuk melupakannya.
:SKIP TIME:
Two years letter
Malam ini aku kembali Tokto setelah dua tahun aku berada di Amerika melanjutkan kuliahku, tidak butuh waktu yang lama karena aku seorang Uchiha. Tapi aku tidak tahu walaupun sudah dua tahun semenjak kejadian itu tidak sedikitpun aku bisa melupakannya.
Saat sedang menikmati kenangan kenangan itu, tiba tiba Aniki mengetuk pintu kamarku dan ia memintaku untuk menemaninya ke acara ulang tahun temannya. Tiba tiba jantungku berdetak kencang seperti akan terjadi sesuatu yang penting entah itu menyenangkan atau menyakitkan dan tanpa sadar aku langsung mengingat diri'nya'.
Tidak terasa sudah waktunya kami pergi(-red ItaSau) aku berdandan seperti biasa tapi tetap mempesona. Saat aku melihat Aniki sebenarnya aku ingin tertawa tapi karena tidak Uchiha sekali aku berusaha menahannya, walaupun akhirnya aku cengok melihat penampilannya saat ini yang seperti orang mau ke pemakaman . setelah puas mengejek Aniki kamipun segera berangkat ke tempat acara itu.
At Akasuna's Mansion
Saat ini kami sudah berada di Mansion teman Anikiku, ketika Aniki sudah bertemu dengan temannya ia langsung memeluknya dan mengucapkan ucapan selamat pada temannya itu. Setelah itu mereka sibuk bercakap cakap tentang seseorang yang membuatku penasaran sehingga aku ikut mendengarkan percakapan mereka. Percakapan mereka terhenti saat pemuda berambut merah a.k.a Sasori berteriak melihat orang yang di tunggunya datang.
Aku tidak pernah tahu kalau firasat itu memang benar ada sebelum aku merasakannya ketika aku melihat sepasang kekasih yang berdiri di depanku. Salah satu dari mereka adalah sosok yang aku rindukan selama ini. Tapi apa apaan itu ? kenapa ia malah tersipu malu saat teman Aniki menggodanya dengan pemuda panda itu ?
Akupun hanya menatap kesal ke arah mereka yang membuat auraku menjadi menakutkan, tapi anehnya mereka tidak merasakannya. Cih,menjijikan ! sungutku. Acara selanjutnya setelah pemotongan kue membuatku semakin panas apalagi pemuda panda itu menyentuh Naruto-ku, dan apa itu ? kenapa mereka malah berciuman di depan umum ? kenapa Naruto malah mendesah menikmati ciuman si panda ? wajahnya juga memerah seperti buah kesukaanku. Shit, Shit ! kenapa ia diam saja ?
Aku melihat mereka menepi dari tempat pesta dan aku mulai mengikuti mereka, ketika aku melihat pemuda panda itu pergi aku langsung menampakkan diriku. Sesaat sebelumnya aku bersembunyi di balik pohon. Ku lihat ia ketakutan saat mendengar suara sepatuku yang bergesekkan dengan semak semak.
"Si-siapa di situ ?", suaranya terdengar ketakutan.
"Apa itu kau Gaa-kun ?", pertanyaan'nya' hanya membuatku tersenyum kecut.
"Bukan, Dobe ?!", aku melihat ia agak tersentak kaget mengetahui akulah yang datang.
"Te-teme,kenapa kau ada di sini ?", suaranya terdengar bergetar mengatakannya, mungkinkah ia gugup bertemu denganku ?
"Kenapa kau pergi,Dobe ?", tanyaku dengan serius.
"Bukankah kau sendiri yang menginginkannya, Teme ?", terdengar nada ketus dari suaranya. Tapi aku hanya bisa mengerutkan alis karena bingung dengan yang ia maksud. Sebelum sempat ia sadari aku langsung menggenggam kedua tangannya, melihat tidak ada penolakan aku berusaha melanjutkan kegiatanku.
"Aishiteru, Dobe. . .", setelah dua tahun akhirnya bisa aku ungkapkan perasaanku. Aku menunggu jawaban darinya dengan berdebar debar, sekian lama menunggu akhirnya ia menjawab pertanyaanku.
"Aishiteru yo, Teme. . .", aku bahagia mendengar jawabannya tapi itu tidak berlangsung lama karena ternyata masih ada lanjutan dari ucapannya.
". . . tapi,itu jawaban dua tahun yang lalu, Teme ?!", jawaban itu sukses membuat hatiku hancur.
"Apa karena laki laki itu, Dobe ?", aku berusaha menahan tangisku meskipun suaraku tetap bergetar.
"Gomenne, Teme aku yakin kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik dariku", tidak Naru,bukan jawaban itu yang ingin aku dengar.
"Apa tidak ada kesempatan kedua untukku ?", aku tidak peduli bila ia merasa aku mulai memaksanya.
"Gomen,, Aku tidak bisa Teme. Aku sudah mencintai orang lain,CINTAMU SUDAH TERLAMBAT ! Gomen aku harus pergi. . .", ucapannya benar benar menyakitkanku. Aku masih belum menyerah terus menghalanginya.
"Tunggu dobe ,! Berikan aku kesempatan lagi ?", aku tetap berusaha memaksanya tapi ternyata ia tetap menolakku dengan di iringi gelengan kuat ia meninggalkanku.
"Arghhh. . .kenapa semuanya begini ?! Gomen Naru,aku menyesal. .. ", aku mengerang frustasi saat ia meninggalkanku. Aku mengikuti langkahnya karena aku takkan melepasnya, tapi akibat yang aku dapat adalah melihatnya dalam dekapan orang lain. Haruskah aku menyerah ? huh. . aku telah kalah ? aku tersenyum miris melihat sepasang kekasih yang bahagia itu.
Dengan berjalan gontai aku meninggalkan mereka berdua,dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk bisa menghapus cinta ini.
FLASHBACK OFF
Dan disini lah aku sekarang meratapi nasib cintaku yang pupus karena kebodohanku, hanya penyesalan yang aku dapatkan. Saat aku menikmati ketenangan tiba tiba aku di kejutkan oleh sesorang yang menginterupsi kegiatanku.
"Menurut yang aku baca di buku, tidak baik menyimpan semua masalahmu sendiri setidaknya bagi sedikit masalahmu pada orang lain." Aku hanya diam melihat sosok itu yang masih tersenyum dan terlihat senyum itu bukan senyuman tulus. Masih dengan senyuman anehnya orang itu mengangkat tangannya, sedangkan aku hanya mengangkat sebelah alisku bingung.
"Hajimemashite, Shimura Sai yoroshiku ne ?", masih dengan tangan terangkat dan senyum aneh laki laki itu mengenalkan namanya. Aku hanya mendengus dan langsung berdiri mengacuhkannya. Dan laki laki itu ikut beranjak dari duduknya.
"Hei,! Siapa namamu ?",laki laki it uterus memanggilku sambil berteriak. Aku tidak tahu tapi entah kenapa aku jadi tersenyum mendengar ia berteriak penuh semangat.
Hah. . .mungkinkah Kami-sama mengirimnya untukku ?
OWARI
Kalau yang ini benar benar END !
Gomen kalau semakin gaje,saya gk brmaksud apa2 hanya ingin sesekali Sasu di nistain:p
Arigatou buat yang udah review 'n kasih saran,kritik,etc.
Big thanks to:
,yuki amino,ryanfujoshiSN, .1,Guest,nona,
And nae chingu(:
lilywhitechan
di tunggu review,kritik 'n sarannya. Mianhae kalo masih banyak typo atau miss typo .
RnR,pLease ^^
