Chalice : Yoo~ ini adalah chapter extra dan fuuullll yuuurrriiii~ Jadi mohon maaf jika fic yang Yaoi begini ada Yurinya (karena itulah chalice masukin ke chapter extra)
Disclaimer : Vocaloid bukan milik Chalice QwQ
Warning : YURI!, GaJe, not main Story, Aneh, TYPO, EYD salah mengeja, dll
Note : Place in the Voca High School Girl!
Character yang ada hubungannya dengan character di Yaoi gakuen: Kaiko Shion (Saudara kembar Kaito), Gakuko Kamui (Adik Gakupo), Lenka Kagaringo (Sepupu Len), Rin Kagarika (Sepupu Rinto), Luka megurine (kakak Luki, menggunakan hak nya sebagai osis untuk tidak lulus agar bisa bersama Miku terus), Miku Hatsuna (Sepupu Mikuo)
~Happy Reading~
Terlihat gadis bersurai biru, bersyal biru, berbadan kecil, berwajah imut, memegang tas dengan manis dan feminimnya, Kaiko Shion
Kaiko Shion adalah gadis yang tidak kalah manisnya dengan kembarannya, Kaito Shion. Sifatnya pun baik dan manis
"Waaaaah~ Sekolah yang manis sekaliii~" pekik Kaiko.
BRUK!
"Shit!"
Kaiko membalikkan badannya mendengar orang jatuh dan umpatan 'sopan' dari orang itu.
Kaiko melihat gadis berambut ungu diikat kuda, wajah gadis itu sangatlah manis, Gadis itu memegang kakinya yang berdarah karena jatuh, entah karena ia ceroboh atau kaga sengaja jatuh?, terlihat gadis itu sangatlah kesal dan langsung menendang batu yang ternyata jadi penyebab ia jatuh.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kaiko kepada gadis itu.
"Hah! Kau ja—" belum saja gadis itu selesai bicara Kaiko langsung menyerahkan saputangan dan handy plast.
"Pakailah, pakai sapu tangan itu buat menghilangkan darah dan handy plast buat menutupi luka" ucapan Kaiko membuat gadis itu terpana.
Gadis itu menatap 2 benda yang di pegang Kaiko dengan muka bersemu merah, dan ia segera mengambilnya dengan sopan.
"Te, Te, Terimakasih banyak, umm…" terlihat gadis itu kebingungan.
"Kaiko, Kaiko Shion, salam kenal" ucap Kaiko ramah dan menjulurkan tangannya kearah Gakuko
"Ah, salam kenal juga, namaku Gakuko Kamui" ucap Gakuko sambil menerima tangan Kaiko.
Mereka segera jabat tangan sebagai tanda pengenal dan Kaiko segera membantu Gakuko berdiri.
Gakuko segera melihat jam tangan di tangannya dan segera menatap Kaiko
"Aku pergi dulu, sampai ketemu di kelas, dan senang berkenalan denganmu" ucap Gakuko dengan senyuman dan pergi dari hadapan Kaiko.
Senyuman Gakuko membuat Kaiko memerah dan jantungnya berdebar-debar 'Kenapa jantungku berdebar-debar?' batinnya 'Sampai ketemu di kelas?' batin lagi Kaiko lagi dengan bingung mengingat ucapan Gakuko tadi.
"Ah, Apakah kau anak baru?" Tanya seseorang gadis yang suaranya terdengar tegas.
Kaiko segera menoleh dan melihat gadis berambut merah muda, postur badannya terlihat dewasa, gadis berambut merah muda dan bermata azure itu memegang beberapa kertas dan buku di pelukannya.
"Ah, iya, namaku Kaiko Shion, salam kenal" ucap Kaiko dan membungkuk sedikit.
"Salam kenal, namaku Luka Megurine," ucap gadis itu "Ayo ikut aku, Aku akan mengantarkanmu ke aula untuk mendengar celoteh 'master'" ucap Luka.
"Master?" Tanya Kaiko.
"Iya, kepala sekolah sekolah ini, baik putra dan putri, kami menyebutnya master, Kaiko-chan" terang Luka kepada Kaiko.
Kaiko mengangguk berati mengerti.
Mereka berjalan di sebuah lorong Selama Perjalanan Luka memberi tahu tentang peraturan, fasilitas, tempat, dan lain-lain yang ada di sekolah ini.
"Kaiko-chan, kau pernah mendengar nama kedua sekolah ini?" Tanya Luka.
Kaiko mengangguk berati pernah, "Iya, nama sekolah buat putri ini nama lainnya adalah Yuri Gakuen kan? Banyak murid disini adalah Lesbi, sedangkan sebaliknya sekolah putra ini bernama Yaoi Gakuen, banyak Siswa disana Gay, benar kan?" jelas Kaiko.
"Iya benar, kau tahu banyak ya, Kaiko-chan, tapi kenapa kau tetap memilih sekolah ini walau kau tahu nama lain sekolah ini?" Tanya Luka.
"Kau tahu, sekolah ini uang sekolahnya sedikit, dapat membuat murid-murid dari kaya sampai miskin dapat sekolah disini, dan persentase lulus dan sukses sangatlah tinggi" ucap Kaiko.
Luka mengangguk berati tahu.
"Aku dan kakak dari keluarga yang miskin, Ayah kami meninggalkan hutang yang cukup banyak dan pergi meninggalkan kami, Ibu berkerja keras demi membayar hutang ayah dan mencukupi kehidupan kami" jelas Kaiko dengan sedih "Kami mau gak mau sekolah di Voca high school untuk sukses dan kaya, kemudian dapat membayar hutang ayah kami dan membahagiakan ibu kami" lanjutnya dengan semangat.
"Kau punya kakak?" Tanya Luka.
"Ya, Kaito Shion, dia sekolah di Voca high School putra,"
"Apakah ia tahu nama lain sekolah VocaHigh School putra dan putri?"
"Err… Tidak, aku tidak tega memberi tahunya, jadi aku hanya diam dan membiarkan waktu yang memberi tahu" ucap Kaiko "Luka-chan, kau sendiri kenapa sekolah disini? Dilihat dari perhiasan yang kau pakai, kau anak orang kaya, kenapa kau sekolah disini?" Tanya Kaiko.
"Tentu saja untuk teman semasa kecil ku, Miku Hatsune~ Aku tidak mau berpisah kepada 'uke' ku~" ucap Luka sambil memegang pipinya dan wajah nya bersemu merah, wajah stoicnya berubah menjadi senyuman tipis.
Kaiko hanya sweatdropped mendengarnya, Kaiko berhenti setelah mendengar sebuah suara yang err… aneh, karena penasaran Kaiko segera melihat ke jendela yang menunjukkan ke halaman belakang dan Syok apa yang ia lihat.
Di sana terlihat dua gadis berambut Honey blonde, satu berambut ikat kuda dan posisinya tiduran di bawah sedangkan diatasnya terdapat gadis honeyblonde yang terdapat pita putih di kepalanya,
"Hnn…Mmmm…" desah gadis ponytail tinggi itu
Sedangkan gadis diatasnya tetap memperdalam ciuman mereka dan perlahan-lahan tangannya menyusup kebaju gadis yang menjadi 'uke'nya
Kaiko yang melihat itu semakin memerah wajahnya tanpa menyadari Luka datang menghampirinya
"Hei, Kaiko-chan, ada apa? Kenapa kau diam?" Tanya Luka.
"…" tidak di respon.
Luka hanya menghela nafas dan segera menoleh kearah dimana mata Kaiko tertuju.
"Whaa-" pekik Luka kaget melihat adegan yang sebentar lagi menjadi 'lemon' karena melihat gadis berpita itu hampir membuka kancing baju gadis itu
"GAAAAH! RIIIIN! SUDAH KUKATAKAN JANGAN 'BERMAIN' DI SAAT BEGINIII!" pekik Luka dan langsung melempari gadis berpita itu dengan buku yang ia pegang tadi.
PLETAK!
"Auuuuch~~ Luka-chan, kau kejam sekali" pekik gadis yang di panggil Rin itu kesal sambil memegang kepalanya.
Luka segera menyilangkan tangannya dan menampilkan tatapan dinginnya
"Kalau mau 'bermain' dengan Lenka, jangan jam segini, di saat begini, nanti saja di kamar kalian, kalian teman sekamar kan?" ucap Luka dengan dewasanya (?)
Gadis diikat ponytail tinggi itu segera bangun dan mengancingin kembali kancing bajunya yang beberapa terbuka dengan wajah memerah.
"Mooouuuuhhh~ tapi aku tidak sabar memakan Lenka-chaaan~ kenapa kau maraah? Kan sudah biasa ini~" ucap Rin dengan childishnya sambil memeluk gadis ponytail itu, alhasil tindakan Rin membuat gadis itu memerah.
"Aaaah~ aku tahu" ucap Rin dengan seringai kemenangan yang membuat Luka punya firasat buruk.
"Ta, Tahu apa?" Tanya Luka.
"Kau marah melihatku bermain dengan Lenka-chaaaan~~, karena kau kemarin malam kaga bisa bermain dengan Mikuuu~ pada akhirnya kau beteee~ bête, bête aaaah~" nyanyi Rin alhasil mendapatkan timpukan buku lagi
"U, URUSAI BAKA USAGI RIN!" pekik Luka kesal "Sudah! Ayo cepetan ke aula! Sudah mau mulai tau! Kau lupa kalau Lenka itu Seketaris osis! Kau kaga mau dia telat kan?" pekiknya.
"Ha'i, ha'i, Wakil osis yang berisik karena iri~ aku akan kesana" ucap Rin dan langsung bangun dan membereskan debu di bajunya dan baju pasangannya tanpa menyadari Luka menatapnya dengan penuh kekesalan.
POK!
Setelah bersih Rin menepuk pelan pundak pasangannya
"Sudah bersih, ayo kita ke atasanmu yang berisik itu" ucap Rin dengan senyuman yang membuat gadis itu memerah (Deadly smile? #plak!).
Gadis itu segera mengangguk, Rin segera mengambil tas nya yang berada di tanah (DÉJÀ VU! #plak!) dan berjalan kearah jendela tempat Luka dan Kaiko mengintip, Ia langsung menendangnya dan membuat lubang besar (Entah karena Rin kuat atau chalice terlalu lebay?) dan ia segera berjalan masuk dengan santainya, gadis ponytail itu segera mengikuti Rin dan berjalan di tempat yang sama dengan Rin lewati tadi
"Ohayou, Luka dan err… ini siapa ya?" Tanya Rin tanpa sopan santun sambil menunjuk Kaiko
"Dia namanya Kaiko Shion, murid baru" terang Luka.
"Salam kenal" sapa Kaiko.
"Ah, Salam kenal juga, namaku Rin Kagarika, salam kenal" ucap Rin memperkenalkan diri.
"Na, namaku Lenka Kagaringo, Sa, salam kenal" ucap Lenka dengan malu-malu.
"Salam kenal juga" ucap Kaiko.
"Kyaaaaa~~ Lenka-chan wajah malu-malunya sangat maniiis~~ Rin semakin Suki melihatnyaaa~~ Kyaaaa~~" Rin fangirling yang membuat mahluk yang ada disana hanya bisa Sweatdropped
"Dia… kenapa?" Tanya Kaiko.
"Biarkan saja si mesum ini, ayo kita ke aula," ajak Luka dan meninggalkan Rin yang masih berada di dunianya sendiri.
Lenka mengangguk kecil dan menatap sebentar 'seme' nya yang sedang berfantasi ria
Setelah mereka bertiga hilang dari hadapan terlihat gadis berambut teal muncul dan menghela nafas pasrah melihat temannya yang terkenal karena kekuatannya yang sangar dan err… mesum kepada pasangannya.
"Astaga…" gumamnya geleng-geleng dan langsung menyeret Rin menuju jalan ke aula
Kaiko duduk di suatu tempat dan kebetulan di sampingnya ada 2 bangku kosong.
"HEEEIIIII! KAIKOOO-CHAAAAN!" terdengar sebuah suara pekikkan familiar yang membuat Kaiko menoleh ke sumber suara, dan terlihat ada Rin bersama gadis twintail yang entah namanya siapa
Rin dan gadis itu segera berlari kearah Kaiko dan duduk di bangku kosong yang ada di samping Kaiko.
"Hai, Rin dan umm…" terlihat Kaiko tidak tahu siapa nama seseorang yang ada di samping Rin
"Miku! Hatsuna Miku, salam kenal" ucap gadis twintail bersurai teal itu dengan senyuman manis.
"Ah, namaku Kaiko Shion, salam kenal" ucap Kaiko memperkenalkan diri.
"Oh ya, dia ini 'bawah'nya Luka lh—" ucapan Rin di potong Miku dengan cara mulutnya di bekep.
"BaKagarikaaaa!" pekik Miku dengan wajah memerah
"Tenang saja dia kaga tahu apa itu 'bawah' , Miku-chan" ucap Rin dengan santai.
Kaiko yang mendengar kata 'bawah' hanya bisa memerah, Miku yang melihat wajah memerah Kaiko tahu kalau Kaiko mengerti apa itu 'bawah'
"Rinny bodooooh! Kaiko-chan tahu apa ituuu!" umpat Miku dan memukul pundak Rin dengan kesal.
"Hahahaha, udahlah, kalau di simpan juga cepat atau lambat bakalan ketahuan" ucap Rin dengan tawa
"Grr…. Baka Rin… mentang-mentang kau diatas sedangkan aku dibawah… kau…" geram Miku kesal.
"Nyahahahaha! Kau kenapa? Kau somhong? Yap~ aku sombong~ menyombongkan bahwa aku adalah semee~~ hyahahaha!" tawa Rin penuh kemenangan.
Miku hanya menghela nafas pasrah 'Ditambah lagi kekuatanmu yang mengerikan, maklum lah kalau Lenka tidak bisa melawan…' batinnya
"Salam sambutan Ketua osis dan kepala sekolah selesai, harap kembali ke kelas masing-masing"
"Oh sudah selesai, ayo kita ke papan pengumuman dan lihat kita di kelas mana, semoga saja kita sekelas~" ucap Rin sambil menyeret Miku dan Kaiko ke suatu tempat
"Yaaah… kita tidak sekelas, Kaiko-chan…" ucap Rin sedih sambil meluk Kaiko setelah melihat papan pengumuman
Kaiko hanya mengangguk sambil sweatdropped
"Hei, Kaiko-chan kau sekelas dengan ketua osis yang terkenal karena sifatnya itu lho" ucapan Miku membuat Rin penasaran
"Benarkah?" ucap Rin dan melihat papan pengumuman "Ah, iya, kau sekelas dengan ketua osis" ucapnya
"Ketua osis?" Tanya Kaiko
"Iya, dia terkenal karena sifatnya yang dingin, masa bodo, berkuasa, dan terlalu kuat, malah kekuatannya melebihi Rin, tidak ada yang berani melawannya, ditambah lagi katanya kakaknya juga ketua osis di sekolah putra dan sifatnya pun tidak jauh berbeda, konon katanya dia dan kakaknya pernah menghajar Yakuza atau geng sampai sekarat entah dengan apa" jelas Miku.
"Kok orang begitu jadi ketua osis, Miku?" Tanya Kaiko.
"Sebenarnya Osis itu di pilih dari kepala sekolah bukan dari Voting, yang bisa jadi osis harus memenuhi karteria : Pintar, mempunyai talenta, kekuatan, kaya, dan banyaknya uang yang di sumbangkan ke sekolah ini, itu lah yang menjadikan Osis" terang Miku.
"Yang menjadi Osis, mereka dapat melakukan sesuatu sesuka hati mereka," terang Rin menambahkan
"Jadi sekolah ini wilayah kekuasaan para osis?" Tanya Kaiko kaget.
"Yaaaap~" jawab Rin dengan senyuman.
"Astaga…" gumam Kaiko kaget.
Kaiko tanpa mengetahui bahwa mahluk bersurai ungu datang menghapirinya
"Hallo, Kaiko-chaaan~ kita sekelas ya~" ucap Gakuko sambil Menepuk pundak Kaiko dengan aura cling-cling dan senang
Miku dan Rin membatu melihat Gakuko.
"Ka, Kau kenal dia, Kaiko-chan?" Tanya Miku dengan tanda Tanya besar.
"Iya, kami baru kenalan tadi pagi" ucap Kaiko dengan wajah polos
"Dia juga membantuku berdiri saat jatuh tanpa sengaja dan memijamkanku sapu tangan dan handy plast~ oh ya, Kaiko-chan ini sapu tanganmu sudah kucuci" ucap Gakuko mengembalikan sapu tangan Kaiko.
'Dia mencuci sapu tangan? Paling-paling dia menyuruh staff sekolah mencucinya' batin Miku dan Rin tidak yakin apa yang mereka dengar.
'Paling-paling dia membuat Kaiko sekelas dengannya' batin Rin sweatdropped
"Oh ya Kaiko-chan, ketua osis yang kita bicara kan tadi itu…'' ucap Rin ngegantung
"Ya?" Tanya Kaiko
"Ternyata gadis yang ada di sampingmu itu, Gakuko Kamui" ucap Miku.
"Eh?" Kaiko kaget mendengarnya "Tu, tunggu Sifatnya beda dengan apa yang kau beritahu, Miku-chan, Gakuko cerita begini" ucap Kaiko kaget
"Mana ku tahu," ucap Miku kesal
"Kaiko-chan" panggil Kaiko sambil mentusuk-tusuk pelan pipi Kaiko
"Ada apa, Gakuko-chan?" Tanya Kaiko
"Benar apa kata Hatsuna-chan, aku ketua osis~" ucap Gakuko sambil menunjuk dirinya dengan senyuman sumringah kemudian perlahan-lahan ia memegang dagu Kaiko dan mengakatnya.
"Kau gadis yang manis dan baik, membuatku jatuh cinta" ucapnya dan mencium bibir Kaiko.
"!" Kaiko hanya bisa membelalakkan matanya
"Eh? EEEEEEEEEEEEEHHHH?!" pekik Miku, Rin dan beberapa murid yang dari tadi melihat.
Kaiko Shion, 16 tahun, Seorang Siswi, akan memulai kehidupan di sekolahnya bersama gadis bernama Gakuko yang menjabat jadi ketua osis yang langsung mengambil first kiss Kaiko,
Extra Chapter end
Chalice : Ngenggantung? Chalice bingung rencananya mau buat jadi extra One shot atau Side Story dari Yaoi gakuen dan ceritanya multichapter, tapi kaga jadi multi chapter, takut kebanyakan multi chapter dan lupa di update dan lagi makin banyak beban jadinya buat one shot X3 kaga apa kan ngegantung? Udah sisanya bayangkan saja XDD #dibunuh, gomenansai… (_ _) tapi kalau ada yang mau buat multi chapter bakalan chalice buat jadi multi chapter, harap beri tahu chalice (ntar Chalice pisah) (_ _)
Mind to Review?
