Khe… khu … khe… khu…

Ohayou minna_san…

Zaken kembali, maaf sebelumnya karena Namikaze Family baru update sekarang. Hal ini dikarenakan Zaken sedang banyak tugas dan begitulah.

Readers : "Banyak alasan."

Authors : *pundung di bawah kursi*

Okhe, jangan pedulikan author yang gaje bin aneh bin tidak waras, langsung baca saja.

Disclaimer :

Dari awal Naruto itu bukan kami yang melahirkan, yang melahirkan dia adalah seseorang yang tak lain tak bukan bahkan tak mungkin bernama MASASHI KISHIMOTO

*authors mati dengan tidak elitnya*

Warning :

Gaje, OOC, Shonen ai, Yaoi, Garing, Alur kecepatan, Typo(s), kecengohan, keanehan, kegilaan, kebingungan, dan lain-lain.

Tak lupa disarankan untuk mengunci pintu kamar dan jendela anda sebelum membaca, karena akan ada…

TIDAK TAHU...

DON'T LIKE DON'T READ !

Rate :

T+ hampir ke M

khe… khu…

Iza : "Jadi mengubah rate?"

Ken : "Mau bagaimana lagi, otak gw dah terlanjur jadi bejat."

Iza : "Hah, gw bantu Doa."

Ken : "Lo pikir gw sudah mati, mau dibantu dengan doa."

Iza : "Ia, gw bantu mukul kepala lo lagi."

Ken : "Bejat, yang dipukul Mr.x saja belum sembuh benjolnya mau lo tambah lagi."

Iza : "Hah, sama aja kepala gw juga kena benjol."

Ken : "Yare… yare… nasib kita mungkin."

Iza : "Iya, terima saja dah."

Genre :

Hah, paling malas buat menulis tentang ini.

Yang jelas Humor tak lucu, Romance tak jadi, Dan Keanehan yang nampak...

Pairing :

Masih sama, tak akan berubah dan berganti...

SasuNaru, ItaKyuu, KakaYuta

Summary :

"Bagaimana jika tiga bersaudara harus menikah dengan orang yang mereka anggap sangat menyebalkan…"

Cerita ini kami buat :

Buat readers, para uke, para seme, dan uke-uke kami

( Bheppu, Chibi, Chubby, Little, Rhacute, dan Sweet)

"Tak lupa untuk sahabat kami cungkring yang sudah berada di surga, sobat kau adalah sahabat kami yang terbaik"

"Kau akan di hati Zaken hari ini, esok, dan selamanya"

"Selamat jalan sobat"

NAMIKAZE FAMILY

By: Zaken_Twinsdevil

.

Chapter 3 : Kenyataan dan hari menyebalkan

Normal POV

Seorang pemuda berambut pirang pucat dengan bercak ungu disetiap ujung helaian rambutnya, yang diketahui bernama Namikaze Yuta atau untuk saat ini lebih dikenal dengan nama Uzumaki Yuta tengah berjalan tergesa-gesa sembari mengumpat dengan bahasa yang tidak jelas.

Membuat siapapun yang melihat akan berkata ada-apa-dengan-orang-culun bin aneh-itu. Jika ada seseorang yang berani mengatakan hal itu saat ia tengah menjadi Namikaze Yuta, seorang hacker terkenal yang sangat sadis dan tidak main-main tentu orang tersebut harus menyiapkan diri untuk menjadi gelandangan seumur hidup.

Tapi sayangnya, saat ini ia tengah menjadi seorang Uzumaki Yuta guru muda yang jelek dengan penampilan culun tidak lupa ia juga sangat lemah dan tertindas.

Hal itu semua terjadi karena kontrak sesat dengan sang pemimpin kepala suku kuning yang merangkap menjadi ayah mereka a.k.a Namikaze Minato, dan mau tak mau sang Namikaze sulung harus benar-benar menahan emosi dan amarahnya saat ini.

Tangannya mengepal menahan marah, giginya bergemeletuk, dan bibirnya sesekali mengumamkan sumpah serapah kepada sang ayah. Jika kontrak sesat antara ia dan kedua adik-adiknya dengan sang ayah tidak tertanda tangani, tentunya ia tidak akan mengelami hal ini.

Jangan salahkan dirinya serta adik-adiknya yang terlampau memiliki egoisme dan harga diri tinggi. Mau bagaimana lagi, hanya dengan permainan bodoh dalam kontrak sesat buatan ayahnya mereka bisa kembali menemukan kebebasan.

Tapi ternyata permainan ini lebih menyulitkan dan hasilnya melenceng jauh dari semua prediksinya, bahkan hacker seperti dia harus memeras otak dengan permainan sang Namikaze senior.

Hal ini tentunya akan menjadi pelajaran bagi dirinya dan adik-adiknya untuk tidak main-main dengan sang ayah, sungguh Yuta lebih memilih mati jika ia tahu akhirnya akan menjadi seperti ini.

Brak!

Yuta membuka atau lebih tepatnya mendobrak pintu yang sedari tadi tertidur dengan tenang (?) dengan keras, akibatnya seekor kucing hamil yang berjalan di sekitar toilet langsung melahirkan tanpa proses sesar yang sudah disarankan oleh dokter kandungan karena sang dokter sudah memeriksa sang ibu kucing tidak bisa melahirkan secara normal.

Ok, lupakan masalah kucing hamil dan proses persalinannya, tapi muncul tanya dibenak semua orang siapakah bapak kucing itu apakah Yuta atau yang lain.

Yuta memutar kran air dengan kasar, hal itu mengakibatkan air dalam kran tersebut mengalir dengan derasnya. Dengan terburu-buru ditengadahkan kedua tangannya untuk mengumpulkan air, setelah dirasa cukup dibasuhkannya air tersebut kewajah putihnya.

"Sial," umpatnya sembari mengenggam pinggiran westafel. Yuta menengadahkan kepalanya, ia kembali mengingat peristiwa yang beberapa menit lalu baru saja terjadi, tetapi rasa malunya akan terus terasa seumur hidup.

Perlahan-lahan warna merah mulai menjalar memenuhi wajahnya, membuat Namikaze sulung tersebut a.k.a Yuta harus kembali menyiramkan air di wajahnya.

.

.

Flashback…

Siang itu, matahari bersinar cerah, dan burung-burung pun bernyanyi riang. Tapi hal itu sangat berbanding terbalik dengan seorang Yuta guru kimia yang baru saja keluar dari sarang setan.

Sedari tadi Yuta harus menahan diri untuk tidak mengirim anak-anak tersebut kedasar bumi karena telah melempari dirinya dengan berbagai jenis dan bentuk sampah.

Hah, rasanya kontrak dengan sang ayah membuatnya harus bersabar dan menahan diri. Dan kini setelah terbebas dari sarang setan-setan yang sangat amat memuakkan dan menyebalkan. Ia harus dihadapkan pada rapat guru, hal yang mulai saat ini dia benci kedua setelah anak-anak didiknya.

Bukan salah makhluk manis ini membenci rapat guru, seandainya ia harus rapat selama 3 jam dan ditemani oleh guru-guru wanita berbody sexy dan berdada wow mungkin ia akan menerimanya dengan lapang dada atau bahkan ada hiburan berupa tarian erotis di depannya.

Oh, betapa Yuta sangat ingin mendapatkan hiburan seperti itu, tapi sayangnya semua itu hanya ada di dalam kepala dan hayalannya saja. Karena kenyataannya sekarang adalah ia ditemani oleh beberapa guru yang sangat amat aneh dan menyebalkan, Yuta sendiri ragu apakah mereka itu pantas disebut guru gayanya saja tidak mencerminkan seorang guru sekalipun.

Oke, jangan salahkan ia mengapa ia bisa berargument seperti itu.

Bayangkan saja jika kau harus rapat dan di sekitarmu ada seorang banci atau bahkan lebih parahnya adakah seorang baleng yang merupakan hasil perkawinan dari baboon dan anaconda tak lupa ada sedikit gen asing dari demit dan kutilanak a.k.a Orochimaru, seorang guru autis yang sangat tergila-gila dengan permen dan atribut anak kecil a.k.a Tobi, dan sepasang guru yang tengah berbuat mesum a.k.a Kakashi dan Iruka.

Baiklah hal terakhir tentang sepasang guru yang tengah berbuat mesum bisa dimaklumi jika, sekali lagi ditekankan jika mereka adalah seorang laki-laki dan perempuan, tapi hal itu berbeda bukan laki-laki dan perempuan melainkan laki-laki dan laki-laki.

Ingin sekali Yuta berteriak sekencang-kencangnya dan membenturkan kepalanya ke lemari atau dinding terdekat dan berharap apa yang dia lihat adalah mimpi semata.

"Yuta-kun, kau kenapa?" tanya sang peranakan demit gagal tetas a.k.a Orochimaru sembari mengedipkan matanya kearah Yuta.

Melihat hal itu ingin sekali dihajarnya wajah aneh sang guru biologi gaje yang selalu terobsesi dengan ular tersebut sampai-sampai semua materi yang dia jelaskan semua berisi tentang ular mulai dari asal muasal kelahiran ular yang bersamaan dengan kelahirannya (?), tapi apalah daya saat ini ia hanya guru kimia biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa.

"A..ku baik-baik saja, Orochimaru-san," kata Yuta dengan suara yang dibuat semanis mungkin, agar karakter orang lemah dan tertindas yang tengah dibangunnya tetap bertahan.

"Aduh, Yuta jangan memanggil aku seperti itu," kata Orochimaru sembarti mengedipkan sebelah matanya dan mencubit kedua pipi Yuta dengan tangan nista bin nestapanya.

Kakashi dan Iruka yang melihat tingkah Orochimaru tersebut hanya tersenyum simpul dan kembali melakukan aksi mesum mereka, sementara Tobi hanya berlari kecil mengelilingi Yuta dan Orochimaru untuk yang keseratus kalinya seraya bergumam 'Tobi anak baik' dengan permen lollipop besar di tangannya.

Yuta yang mendapat pelecehan bin nista dari Orochimaru hanya bisa komat-kamit berdua agar tubuhnya tidak dihinggapi oleh virus ebola yang berasal dari sentuhan sang demit a.k.a Orochimaru.

"Lantas, saya harus memanggil apa?" tanya Yuta sembari meremas ujung bajunya, niatannya membayangkan jika itu adalah wajah dari Orochimaru yang sangat jauh dari kata indah.

"Hem, jika untuk Yucha panggil Oro sexy saja," kata Orochimaru sembari tangannya mulai berjalan, beraksi meraba-raba bahu dan lengan kanan Yuta.

.

.

Yuta POV

Apa Oro sexy! najis, busuk, sialan sudah mengubah-ubah namaku sekarang berani-beraninya ia meminta aku memanggil nama busuk itu.

Mau dilihat dari ujung sedotan dari atas monas juga ia tidak sexy tapi amit-amit dan menjijikan. Hah, Namikaze Minato awas kau, akan aku buat kau mengalami indahnya neraka saat aku selesai dengan semua ini.

Dan Arghhhhhh!… kenapa banci sialan ini meraba-raba bahu dan lenganku, pasti sebentar lagi rabies dan virus ebola akan datang menghampiriku.

Benar-benar sekolah sialan, banci sialan, guru autis sialan, dan duo mesum sialan. Kalian semua akan menikamati hidup mengelandang tanpa pekerjaan.

End Yuta POV

Yuta melemparkan death glare tingkat dua miliknya kepada sang anak demit agar menghentikan aksi nista mengelus-elus tubuhnya, namun death glare itu nampaknya tidak mempan dan hanya dibalas elusan lebih maut dari sang ratu demit mirip anaconda a.k.a Orochimaru.

Bahkan Orochimaru nekat ingin mencium Yuta, tapi niatan itu terhenti karena Orochimaru lebih dulu mencium sepatu Yuta.

Malangnya nasib sepatu itu, karena harus berciuman dengan Orochimaru padahal tugasmu sangat mulia jika berciuman dengan lantai, tapi karena kau berciuman dengan sesuatu yang sangat nista makan bersiap-siaplah untuk masuk kedalam pembuangan sampah akhir.

"Ah, Kaka…shi…"

Terdengar suara desahan yang sedari tadi menganggu Yuta selain rabaan makhluk jadi-jadian a.k.a Orochimaru.

Ya, desahan tersebut berasal dari suara dua orang guru yang tengah bergumul mesra, terlihat kedua pria tersebut asyik melumat bibir satu sama lain sampai-sampai ada aliran saliva yang menetes disela-sela bibir mereka.

Melihat hal itu semakin membuat emosi Yuta mendidih, mungkin jika saat ini di kepala Yuta diberi teko untuk merebus air akan langsung matang karena suhu di kepalanya sudah mencapai tiga ratus derajat celcius. Atau bahkan mungkin ia bisa membakar bahkan merebus orocimaru dengan apinya.

Pemuda bermata violet tersebut masih asyik dengan emosinya, sampai-sampai ia tidak menyadari sebuah tangan tengah merangkak, menyusup membelai adiknya yang masih dibalut oleh celana kain tidak jelas tersebut.

Yuta mengira jika tangan jahil tersebut adalah tangan dari Orochimaru, tetapi alangkah syok ketika dia mengetahui itu adalah tangan dari salah satu orang yang tengah berbuat mesum.

Sedangkan Orochimaru tengah bernyanyi gaje dengan judul lagu makhluk tuhan paling sexy. Authors tepar dan muntah ketika mendengar suara Orochimru yang sangat amat sungguh 'indah', sedangkan Yuta hanya merinding dan mengelus dada.

"Akyu lah makhluk Tuhan, yang terciptya yang paling ceksy cuma aku yang bisa membuat mu terus menjerit aw… aw… aw… ah… ah… ah…"

Suara Orochimaru menggema di udara, hal itu sukses membuat siapapun yang mendengar langsung tuli seketika.

Bahkan tanpa basa basi Orochimaru sedikit meliuk-liukkan tubuhnya layaknya seorang penari yang tengah pentas di atas panggung.

Orochimaru terus menyanyi dan menari gaje sehingga tidak menyadari Kakashi tengah berbuat nista terhadap Yuta. Bahkan sang ratu ular a.k.a Orochimaru tidak sadar jika tindakannya menyanyi menyebabkan polusi udara dan membuat sang pemuda pirang a.k.a Yuta agi-lagi mengelus dada dengan pikiran buruk di dalam kepalanya.

Ya, sang hacker berniat meminta bantuan sang anak tengah Namikaze untuk membuat Orochimaru melihat betapa indahnya NERAKA.

"Bagaimana, mau yang lebih?" tanya Kakashi sembari menjilat lembut daun telinga milik Yuta. jarak antara Yuta dan Kakashi yang saling berdekatan dan posisi Yuta yang diapit semakin memudahkan Kakashi melakukan aksi nista bin nestapanya.

"Jangan macam-macam!" kata Yuta sembari menatap tajam Kakashi.

"Aku tidak macam-macam, lagi pula Iruka sedang lelah, ayo bermain," kata Kakashi sembari memberikan seringai yang mampu menaklukan puluhan gadis kearah Yuta.

Yuta ingin sekali membalas ucapan Kakashi, tapi niatannya itu terputus saat tangan terlatih milik Kakashi memanjakan adiknya yang masih tertidur.

Perlahan-lahan adik Yuta mulai bangun dari tidurnya dan berdiri menantang, namun karena masih terbalut celana kejantanannya tidak berdiri dengan kokoh sepenuhnya. Perlahan-lahan dibukannya resleting celana Yuta, setelah dibuka dikeluarkanlah adik Yuta yang sedari tadi sudah kokoh seperti tiang bendera.

Yuta menutup mulutnya mencoba untuk tidak mengeluarkan desahan yang cukup mengganggu, agar Orochimaru yang tengah bernyanyi gaje tidak melihat keadaannya yang nampak tak berdaya.

Kurang lebih sekitar tiga menit Yuta menahan diri untuk tidak mengeluarkan hasratnya, jika ia mengeluarkan mungkin ia akan menjadi manusia yang selalu meruntuki diri.

Kakashi yang melihat Yuta menahan gejolaknya sontak mengerakkan tangannya lebih agresif dan beberapa menit kemudian keluarlah semua yang sedari tadi Yuta tahan. Tangan Kakashi basah oleh semprotan sperma Yuta, tanpa rasa jijik Kakashi langsung menjilat cairan milik Yuta yang berada di tangannya seperti susu yang tumpah.

"Manis," gumam Kakashi sembari menjilati tangannya yang masih bersisakan sperma dan memandang penuh nafsu kearah Yuta.

Yuta yang melihat pandangan penuh nafsu dari Kakashi hanya bergidik ngeri dan berdoa dalam hati agar selamat dari pria silver mesum bermasker. Nampaknya sang hacker akan segera tumbang di tangan guru mesum.

End Flashback…

.

.

Yuta menyandarkan tubuhnya pada salah satu dinding toilet, matanya terpejam mencoba mencerna semua yang telah terjadi.

Entah saat ini perasaannya harus marah atau kesal yang jelas tubuhnya terasa terbang saat menerima sentuhan dari pria bermasker a.k.a Kakashi.

Yuta sering 'bermain' dengan berbagai wanita dan belum sekalipun dia bisa mendapatkan kepuasan seperti tadi. Hacker muda tersebut mengutuk dirinya sendiri yang begitu terbuai sampai klimaks saat mendapat sentuhan dari pria baiklah sekali lagi seorang PRIA dan harus diketahui disini Namikaze Yuta masih normal dan suka wanita berdada besar.

"Aku masih normal…"

"Aku masih normal…"

"'Adik' kecil masih bangun ketika melihat tubuh sexy."

"Aku masih NORMAL…"

Berulang kali Yuta mensugesti dirinya untuk tetap meyakini bahwa ia masih normal dan menyukai wanita, bahkan saat ini ia tengah mencintai seorang wanita yang kini tengah berada nan jauh disana.

Tanpa Yuta sadari seseorang tengah menyeringai melihat tingkahnya tersebut.

"Kau semakin menarik, Yuta," kata sosok tersebut sembari berjalan menjauhi toilet tempat Yuta merenungi dan meratapi dirinya.

Lain Yuta, lain Kyuubi. Anak tengah Namikaze-Uzumaki ini tengah menatap was-was pria di sebelahnya.

Oke, Namikaze bersaudara memang baru lima jam berada di sekolah ini tapi entah mengapa serasa lebih dari lima abad.

Kyuubi, sang monster jahil dengan otak jenius dengan berbagai alat-alat ciptaan yang mematikan saat ini tengah terduduk was-was akibat tatapan maut dari pria di sebelahnya.

Ya, salahkan sang guru autis a.k.a Tobi yang dengan seenak udel menyuruhnya duduk disebelah pria bermarga Uchiha tersebut. Kalau Kyuubi bisa memilih, ia lebih memilih duduk di sebelah monster pemakan manusia atau berada disebelah hiu ganas daripada harus berada disebelah pria bernama lengkap Uchiha Itachi.

Ia tidak takut jika harus dijahili, dilabrak, digertak, atau bahkan dipukuli oleh pria bermata gelap yang sangat dipuja-puja tersebut, karena ia tidak akan segan-segan untuk memberi 'hadiah' dengan salah satu alat ciptaannya.

Yang ia takutkan adalah di rape oleh pria tersebut, bayangkan saja ketika awal pertemuan pria tersebut sudah menyambutnya dengan sambutan yang paling ramah berupa seringai mesum yang sangat ditakuti oleh laki-laki normal seperti dia. Taukah jika musuh terbesar kaum adam adalah banci dan kaum pecinta sesama jenis, oke back to story…

Kyuubi membuka lembar demi lembar buku fisika miliknya, sembari matanya mewaspadai gerak-gerik pemuda disebelahnya. Sungguh, siapapun yang saat ini tengah melihatnya pasti akan berfikir ada-apa-dengan-raja-usil-satu-ini.

Pemuda bermata merah tersebut melempar pandangan keseluruh penjuru kelas dan yang dia dapat adalah tatapan sinis dari beberapa siwa perempuan dan tatapan menghina serta mengejek dari siswa laki-laki.

Jika semua orang itu tahu bahwa yang saat ini mereka hina adalah Namikaze Kyuubi, tentu mereka akan langsung melakukan aksi sembah sujud gaje dan memohon agar yang mulia raden bagus Kyuubi tidak mengirim mereka ke dalam dimensi yang tidak terdeteksi. Siapa yang mau dilempar jauh dari bumi dan terdampar di tempat yang tidak terdeteksi keberadaannya?

"Hah," desah berat terdengar meluncur dari mulut Kyuubi.

Kyuubi POV

Kenapa semua sangat menyebalkan, ingin sekali aku mengirim mereka ke dimensi yang jauh atau membekukan mereka dengan alat pembeku otomatisku yang akan mencair jika aku perintahkan mencair.

Kuso baka kuadrat tousan, kau sudah menabuh genderang perang dengan orang yang salah. Tidak peduli kau ayah kandungku, karena kau telah membuat aku susah dan tersiksa jangan salahkan aku jika kau akan mengalami hal yang sama. Khe…khe… khe bersiaplah ayahku sayang.

End Kyuubi POV

.

.

Kyuubi yang masih tenggelam dengan pemikirannya tidak sadar jika kelas telah sepi dan hanya menyisakan dirinya dan pemuda yang duduk disebelahnya.

Pemuda tersebut mengamati Kyuubi dari ujung kaki dan ujung kepala, puas dengan aksi lihat melihat yang belum disadari oleh sang objek membuat sang pemuda bermata onyx tersebut menyunggingkan seringai yang tidak bisa terartikan.

Pemuda yang diketahui bernama Uchiha Itachi tersebut mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuubi dan mulai berbicara dengan nada yang dibuat semenggoda mungkin.

"Kau mau disini sampai kapan?" tanya Itachi.

Kyuubi yang merasakan hawa panas ditelinganya sontak menolehkan wajahnya dan betapa syok dia saat bibir mungilnya bersentuhan dengan sesuatu yang hangat, oke hangat.

Otak jeniusnya tidak memproses dengan baik semua kejadian yang telah terjadi tetapi yang dia tahu adalah dia akan menoleh dan disebelahnya ada wajah Uchiha. Jadi jika terasa hangat itu adalah…

"Kau begitu menikmati ciumannya bocah culun jelek," kata Itachi setelah melepaskan bibirnya yang ditempel lembut oleh bibir sang murid baru a.k.a Kyuubi.

Kyuubi load 45 persen…

Itachi yang melihat sikap Kyuubi yang nampaknya belum sadar dengan apa yang terjadi hanya menyunggingkan seringai khas dari Uchiha. Hah, dapat dipastikan disini bahwa keluarga Uchiha memang punya tautan gen mesum yang bertaburan dimana-mana sudah terbukti dari satu keturunan yang sudah memiliki kelainan tersebut.

"Kau masih menghayatinya, apa ingin aku mengulanginya?" tanya Itachi dengan suara mengoda yang mempu menggoyahkan iman bahkan pria normal sekali pun.

Bukannya memberi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Itachi, Kyuubi langsung mengambil langkah seribu yaitu lari.

Itachi yang melihat tingkah Kyuubi hanya mendengus geli sebelum melangkahkan kakinya menyusul teman-temannya pergi meninggalkan kelas yang telah sepi tersebut.

Oke, bukan salah Kyuubi jika ia lebih memilih untuk lari daripada meladeni pria bermarga Uchiha tersebut, bukan karena ia takut melainkan ia ingin menyembunyikan semburat merah yang menjalar di wajahnya saat mendengar semua perkataan Itachi yang terdengar sangat sexy di telinganya.

Ingin sekali Kyuubi menyumpah dan meruntuki dirinya yang mampu terjerat oleh pesona seseorang yang baru dikenalnya selama lima jam. Ya, memang diakuinya bahwa hanya pria tersebut yang tidak memandang dirinya sebelah mata karena penampilannya yang sangat jauh dari kata normal mungkin bisa dibilang abnormal.

Disaat semua orang di kelasnya sibuk menghujat dan menghinanya dengan kata-kata yang sangat pedas, hanya pria itu yang selalu tersenyum walaupun senyum yang dilontarkannya bukan senyum baik melainkan senyum mesum.

Tanpa Kyuubi sadari seseorang tengah tersenyum penuh misteri melihat kedekatan Kyuubi dan Itachi, seseorang tersebut bergumam lirih,"Kau akan menderita Uzumaki Kyuubi," kata sosok tersebut sembari berjalan meninggalkan kelas tersebut.

Kyuubi terus melangkahkan kakinya entah kemana, yang jelas ia harus segera menjauh dan menghilangkan semburat merah yang muncul di wajahnya.

Baru pertama kali dalam hidup seorang Namikaze Kyuubi bisa blushing hanya karena kata-kata seorang pria. Dan jangan lupakan bagaimana ia bisa begitu menikmati ciuman singkat tanpa sengajanya bersama Itachi.

Ingin sekali Kyuubi membantai dirinya sendiri yang mulai lepas kendali, tak pernah sekalipun Kyuubi memuja cinta dan baru kali ini ia berharap bisa bersama berciuman lagi dengan pria tersebut.

Kaki jenjangnya membawa tubuh ringan Kyuubi belakang sekolah, dibaringkannya tubuh putihnya dihamparan rumput hijau terawat tersebut. Matanya menutup menikamati setiap desiran angin yang menyapu wajahnya, tetapi pikirannya tengah memproses semua hal yang baru saja terjadi.

Kyuubi POV

Hah, aku tidak boleh melupakan semua yang terjadi. Akan aku buat semua orang mengalami indahnya neraka karena telah bermain-main dengan Namikaze Kyuubi terutama mereka yang dengan seenak jidat mengata-ngataiku alien nyasar dan manusia gagal tetas. Khe… khe… khe… bersiap-siaplah kalian semua.

End Kyuubi POV

.

.

Jika kedua kakaknya mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan dihari pertama mereka, bagaimana dengan sibungsu? Oh, nampaknya nasibnya juga tidak kalah buruk atau bahkan lebih buruk.

Di dalam kelas 2-1, tepatnya di dalam kelas Naruto semua siswa tengah asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Ada yang tengah bermake up mania, ada yang berhibernasi mania, ada yang bergosip mania, dan ada yang menari-nari gaje mania, bahkan sampai ada yang tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata mutiara yang tidak penting seperti pemuda berambut bob dengan alis tebal dan costume hijau anehnya, pria tersebut terlihat seperti errr timun hijau berjalan.

Naruto sampai sweat drop mania melihat tingkah teman-teman sekelasnya tersebut. Walaupun semua orang di kelas itu aneh, tetapi tetap saja ada beberapa pemuda yang masih dalam kategori normal tengah duduk dengan santai sembari menikmati kegiatannya masing-masing seperti membaca majalah bisnis yang dilakukan oleh pria berambut panjang a.k.a Hyuga Neji.

Kalau naruto boleh jujur ia cukup aneh, sebal, dan ngeri ketika melihat seorang pria berambut panjang, karena mengingatkannya pada duo baleng yang telang membuat dia berpenampilan aneh.

Oh, jika ia ingat tentang hal itu ingin sekali rasanya dia meruntuki mulutnya yang menyetujui perjanjian konyol dengan sang ayah.

Tapi kalau ia mengingat-ingat lagi rasanya sang ayah juga cukup mendapatkan 'pelajaran' dari sang ibu tercinta a.k.a Kushina yang mengakibatkan sang ayah harus rela, ridho, iklas, dan mau menginap di rumah sakit selama seminggu lebih. Akibat amarah dari sang ibu yang tak kunjung henti dan teredam bahkan oleh sang suami, hah tipe suami takut istri.

Yang selanjutnya adalah pemuda yang mirip dengan panda dengan tato cinta di dahinya tengah asyik bermain dengn iPhone miliknya, Naruto sedikit heran mengapa pemuda cool seperti Gaara harus mengukir dahinya dengan kata 'cinta'.

Kemudian ada Nara Shikamaru, walaupun Naruto baru lima jam ada di dalam kelas tersebut tapi dia tahu bahwa Shikamaru adalah murid jenius hanya saja yang membuat dia heran apakah semua murid jenius itu pemalas, nampaknya Naruto harus merubah argument tersebut karena kakaknya Namikaze Kyuubi termasuk murid jenius tetapi tidak pemalas melainkan jahil.

Lalu ada Danzo Sai, Naruto merasa pemuda berkulit pucat tersebut selalu tersenyum setiap detik dan waktu, apakah bibirnya tidak pegal ketika menyunggingkan senyum tersebut padahal senyuman tersebut bukan senyum penting.

Dan yang terakhir adalah Uchiha Sasauke, pemuda dengan rambut pantat unggas yang tadi sempat diakui guru banci a.k.a Orocimaru sebagai kekasihnya tengah menatap datar sekitarnya.

Saat Naruto tengah asyik dengan kegiatannya mengamati kelima orang tersebut kegiatannya terhenti ketika sesorang dengan sengaja menyiram wajah Naruto dengan air.

Semua pandangan kini beralih kepada Naruto yang wajah dan rambutnya basah kuyup tersiram air. Kiba yang merupakan satu-satunya orang yang mau berteman tanpa memandang rasa jijik kearahnya pun segera menghampiri Naruto dan memberikan sapu tangan kepada pemuda pirang tersebut untuk di gunakan sebagai pengelap wajahnya yang basah.

"Naruto, kau tidak apa-apa?" tanya Kiba.

"Iya, aku tidak apa-apa, Kiba?" kata Naruto sembari mengelap wajahnya dengan sapu tangan pemberian Kiba.

Kiba memandang sedih kearah Naruto sebelum melempar death galre kepada sang penyiram yang diketahui bernama Sakura, gadis berambut pink dengan jidat lebar yang sedari tadi asik bergosip dan bermake up mania dengan tiga gadis lainnya a.k.a Ino, Karin, dan Ten-ten.

"Kau benar-benar keterlaluan, JIDAT" kata Kiba seraya melemparkan death glare kearah Sakura dan menekankan perkataannya pada kata jidat.

"Apa masalahmu, Doggy?" kata Sakura seraya terseyum mengejek kearah Kiba.

Melihat sikap Sakura tersebut membuat Naruto yang sedari tadi asyik mengelap wajah dan rambutnya mulai kesal, seandainya Sakura adalah seorang laki-laki mungkin ia tidak akan ragu untuk memberikan 'sambutan' manis nyang sangat berkesan.

Tapi entah ini keberuntungan Sakura atau kesialan bagi Naruto karena Sakura adalah seorang wanita dan pantang bagi Naruto untuk memukul seorang wanita.

"Wah, ternyata bocah culun dan bocah anjing sudah mendapatkan teman rupanya," kata gadis lain yang diketahui bernama Ino, teman bergosip dan satu gank dengan gadis berjidat lebar yang tadi menyiram Naruto a.k.a Sakura.

"Apa masalahmu?" tanya Kiba dengan wajah merah menahan marah.

Jika Kiba tidak menganggap bahwa memukul wanita adalah tindakan yang kurang sopan, mungkin saat ini Ino dan Sakura sudah terlempar dari kelas tersebut akibat pukulan maut yang dilayangkan oleh pemuda bertatoo terbalik dikedua sisi wajahnya.

Kedua gadis tersebut hanya tersenyum sinis melihat tingkah Kiba, Naruto yang sedari tadi sibuk mengelap rambut dan wajahnya kini bergerak maju untuk melerai pertempuran antara Kiba dan dua orang gadis berisik.

"Sudahlah, aku baik-baik saja, Kiba" kata Naruto sembari menyungingkan cengirannya kearah Kiba.

Sebelum Kiba sempat membalas ucapan Naruto, terdengar suara ponsel milik Naruto yang menyebabkan pemuda pirang tersebut bergegas mengambil ponselnya di dalam saku celananya.

Wajah Naruto memucat ketika melihat nama yang tertera di ponselnya, segera ditinggalkannya kelas tanpa mempedulikan Kiba yang berteriak memanggilnya.

Tanpa Naruto sadari seseorang tengah bersiap melangkah mengikutinya dengan seringai yang tidak dapat diartikan.

.

.

Kaki jenjang Naruto terus melangkah, mencari tempat yang dianggap strategis dan cukup sunyi untuk menumpahkan semua emosinya. Setelah berputar kesana-kemari, akhirnya ia memutuskan untuk menumpahkan semuannya di atap sekolahnya segera diangkat telfon tersebut saat ia sudah merasakan desiran angin menyapu wajah tan eksotisnya.

"Ada apa?" tanya Naruto memulai pembicaraannya di ponsel dengan nada yang dibuat setenang mungkin.

"Baiklah, jika itu keinginanmu," kata Naruto lagi mengakhiri percakapan yang berlangsung tidak lebih dari 3 menit tersebut.

Naruto menggenggam ponselnya dengan sangat erat hingga nyaris retak, mungkin jika sang ponsel bisa berteriak suaranya akan mengemparkan seluruh Konoha.

Naruto membaringkan tubuhnya, mata langit miliknya menatap senduh awan yang tengah cerah hari ini. Ya, ia sedang sedih angin pun bisa merasakan kegundahan hatinya saat ini.

Bukan karena tadi ia dijahili oleh Sakura dan bala tentara centilnya atau ia baru saja di rape sang guru ular, lagi pula tidak mungkin ratu ular berani melakukan hal seperti itu. Dan kalau pun berani, dapat dipastikan jika ia akan menikmati indahnya NERAKA beserta pelayanannya.

"Hah, aku tidak akan pernah bisa mencintai yang lain," gumam Naruto sembari menutup matanya menikmati setiap desiran angin membelai wajahnya.

Angin di atap sekolah memang sanagta sejuk, jangan salahkan ia yang sangat senang memilih tempat startegis seperti ini untuk menennagkan diri seperti yang sering dilakukannhya bersama teman-temannya dulu di sekolah yang lama.

Kini ia hanya sendiri, tidak ada yng bisa diajak berbagi bahkan semut sekalipunm semua seperti memandang sebelah mata kecuali bocah bernama Inuzuka Kiba yang dengan rela dan senang hati mau berteman dengannnya.

Lama Naruto dalam posisis seperti itu, ia tidak sadar seseorang tengah mengamati dan perlahan-lahan mendekatinya. Sosok tersebut sudah terduduk di sebelah Naruto tapi nampaknya Namikaze bungsu belum menyadari kedatangannya karena masih asyik tenggelam kedalam pemikirannya sendiri.

Sosok tersebut tersenyum tipis sebelum mengecup bibir merah mengoda milik Naruto dan tindakan itu sukses membuat Naruto yang tengah asyik dengan pemikirannya sontak tersadar dan mendorong dengan keras tubuh tersebut.

Mata Naruto membulat ketika mengetahui siapa yang dengan lancang berani menciumnya.

Tanpa sadar bibirnya bergumam lirih, "Kau…"

.

TBC

Maap akhirnya gaje dan menyebalkan. Hah, kami sudah berusaha membuat sebaik mungkin tapi akhirnya tetap gaje.

Baiklah, terima kasih atas review_nya :

cute devil

sasunaru's lover

kafuyamei vanessa-hime

Namikaze Qieya

Fi suki suki

rhie chan no midori

Mittha kyuu

Vii no Kitsune

Syifa

Meiko Namikaze

Misyel

Sasuchi ChukaCukhe

Chiba Michiyo Noda

Meihart

CCloveRuki

Oky

Yumechan

Yoshiro Aozora

Re Chan de Little Devil

Namikaze Hana

Santi

b

Uchy-san

KyouyaxCloud

Dan semuanya maap yang namanya belum tertulis dang omen kami jadikan satu

Authors comment dan balasan review :

Baiklah kami maaf atas keterlambatan update dari kami, ya karena tugas yang semakin hari semakin banyak.

Selain itu juga karena ya kami harus mempersiapkan diri utnuk menghadapi semester dan ujian nasional. Tapi kami berjanji jika selesai ujian Nasional nanti kami akan usahakan update rutin.

Jika ada yang berharap ketiga bersaudara Namikaze akan menemukan calon istri mereka di chapter ini, kami mohon maaf karena mereka akan bertemu di chapter 4 karena antara peristiwa yang terjadi saling berhubungan.

Dan juga di chapter ini kami sudah usahakan typo(s) berkurang. Minato memang ayah yang jahat dan keji tapi di chapter ini ia tidak muncul dan akan eksis di chapter depan. Di sini hanya membahas bagaimana Namikaze bersaudara mengalami hal yang menyebalkan. Dan ada sedikit adegan ya, kalian tahu lah, maap ya kalau mereka ooc.

Akhir kata ditunggu reviewnya…

R

E

V

I

E

W

N

Y

A