Rating : T

Genre : Adventure, Tragedy

Fandom/ Disclaimer : credited to GUST-BANPRESTO, Akira Amano. KHR Ar Tonelico

Warning : OOC-ness, Alternate Timeline dan (pasti ada) AU… cerita juga (sangat) aneh, kalau gak suka tinggalkan saja!~

Sorry for miss-typo yah ^^

Dan sekedar info, umur charanya dari KHR TYL :D


Phase 1 Part 2 : Divophobia

BRUGH!

Hening, tak ada suara apapun selain ketika mereka menyentuh tanah.

"Hnn…di, dimana ini?"

Byakuran mencoba berdiri, ia ternyata mendarat di sebuah tumpukan empuk—yang ternyata setelah ia raba-raba adalah dada Mukuro.

"Byakuran-'sama', bisa tolong kau singkirkan badanmu dari situ? Kau berat,"

Di samping mereka berdua ada Squalo dan Yamamoto yang juga tergeletak secara terpisah. Tampaknya mereka berhasil keluar lumayan jauh dari tower setelah diteleport Squalo. Sang Tower Admin Sol=Infel itu membuat ketiga orang yang dalam tugas itu terdampar.

Karena pengorbanan Researcher Gokudera Hayato—setidaknya Squalo Superbia, pemilik hymn code PIOGGIA_ANSUL_SOL=INFEL bisa selamat. Belum jelas kenapa Divine Army menyerangnya—atau kenapa sistem tower bisa di hack. Squalo harus segera kembali ke tower Sol=Infel tapi…entah apa caranya.

"Hoi, Yamamoto! Bangun, udah pagi!" Byakuran menepuk pipi Yamamoto.

"Errm…O-Oh, selamat pagi Byakuran-san—"

"V-Voi, sampah. Kita ada dimana?"

"Jangan tanya aku, Squalo-sama," Mukuro menggeleng pasti. "Tanya saja Byakuran-'sama' atau Yamamoto…"

Setelah membantu Yamamoto berdiri, pengguna katana berambut hitam itu mengecek sekelilingnya.

"Sekitar sini berpenghuni…" Mata si knight mulai mencari-cari arah. "Ikuti aku, ayo kesini."

Setelah menyusuri setapak tanah gravel, mereka menemukan jalan utama yang mengarah ke air terjun yang lumayan tinggi—dan di tengahnya ada monumen yang memisahkan dua jalan yang berbeda.

"Ini kan…Varia Block!" pekik Squalo saat melihat monumen itu. "Tak kusangka ternyata teleport-nya tepat disini…"

"Varia Block? Daerah yang memakai Teru Train itu, ya?" tambah Byakuran.

"Em, Varia Block itu apa?" tanya Mukuro pada Yamamoto yang tampak asik melihat air terjun.

"Varia Block itu seperti…yah, perumahan bagi kaum non-elit. Konsep pembuatan tempat ini adalah dari sebuah tempat di Metafalls yang bernama Mint Block, itu saja yang kudengar."

"Jadi…apa kau punya ide untuk kembali ke tower, Squalo-sama?" sela Byakuran.

"Tidak, keadaannya pasti masih berbahaya." Squalo menggeleng. "Tapi aku tahu satu orang yang bisa membawaku kembali ke tower disini,"

"…Siapa?" Semua menatap Squalo keheranan.

Tower Admin berambut silver panjang dengan kulit pucat itu memandu arah. Mengambil jalan ke kiri dari monumen, lalu menuruni turunan tajam dan berjalan ke arah tengah-tengah kota kecil itu hingga bertemu dengan sebuah rumah yang tergolong RSS—Rumah Sangat Sederhana. Rumah itu benar-benar terpencil di tengah-tengah kota, hanya terlihat gubuk berukuran 10x12 meter beratap seng dengan pintu dan jendela yang bisa dihitung jumlahnya.

TOK TOK

Tak ada jawaban setelah Squalo mengetuk pintu, ia pun menerobos masuk. Yang lain tetap terdiam.

"VOOOOOOOOOOOI! KELUAR KAU!"

Byakuran melihat sekeliling, bahkan di rumah itu tak banyak perabot, hanya sebuah meja kerja, sofa merah panjang dan kursi kerja.

"VOOOOOOOOOOOOOOOOI!—umph!"

"Squalo-sama, berisik!" Mukuro dan Yamamoto menutup mulut Squalo.

"Siapa suruh kalian injakkan kaki dirumahku, hah?"

Muncul suara yang langsung menjawab semua pertanyaan mereka—dan keberadaan orang itu semakin mendekat. Byakuran dan Yamamoto melihat sekeliling, tak ada seorangpun atau satu speaker pun.

"Sekali lagi kutanyakan : Siapa suruh kalian injakkan kaki dirumahku?"

Si knight putih dan hitam mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing, tapi orang yang mereka cari sudah ada di belakang mereka—dan dengan cepat menarik rambut Squalo dengan kencang dan menariknya kebelakang—membuat ketiga yang lain kaget.

"V—VOOOOOOOOOOOI SAKIT! X-XANXUS—VOI, LEPASKAN!" erangnya.

"Siapa suruh kau kemari, admin sampah?" si pria tegap besar dengan luka sana-sini di mukanya kembali menjambak rambut Squalo. "Dan buat apa kau bawa sampah-sampah lain kesini? Apa towermu itu sudah kelebihan orang bodoh untuk dikirim padaku?"

"V—V—VOI XANXUS! LE—LEPASKAN SIAL—"

"Jelaskan alasanmu dulu, sampah!" Ditarik lagi rambut silver itu sekuat-kuatnya.

"V-VOI, KALIAN DISANA, BANTU AKU!"

"Hmm? Aku senang melihat penyiksaan seperti ini," Byakuran berdehem-dehem senang.

"Kufufufu, aku tidak ingin mengganggu sarang cinta kalian…" Mukuro memutar badan, pura-pura tak melihat dan mendengar.

"A-Aku…, aku agak malas membantumu, Squalo-sama, ahaha…" Yamamoto ikut memutar badannya.

Yak, mari kita fast forward adegan ini *author disumpel*

Setelah (akhirnya) Squalo menjelaskan semua yang terjadi pada si pria besar dengan damai, ia pun memperkenalkan diri—setelah Squalo memperkenalkan Byakuran, Mukuro dan Yamamoto padanya.

"Yah, kalian tahu namaku—yang diteriakan si admin sampah ini. Aku Xanxus, seorang Reyvateil reasercher," Pria besar itu duduk di kursinya sambil menaikkan salah satu kakinya di balik meja kerjanya.

"Kau bisa membawa kembali Squalo-sama ke Tower, Xanxus-san?" tanya Byakuran langsung.

"Melihat keadaan sekarang sih, kurasa belum." Xanxus mengernyitkan dahinya. "Karena kehancuran separuh tower Sol=Infel, pasti semua akses jalan kesana ditutup oleh sampah bernama Rebel Knight,"

"Lalu? Bagaimana Squalo-sama bisa kembali?" jelas Yamamoto.

"…Aku tahu beberapa jalan pintas ke tower," Xanxus masih mengernyit. "Tapi butuh banyak waktu dan tenaga untuk kesana, kalian mau?"

"Demi menyelesaikan tugas, apapun akan kami lakukan," Byakuran menunduk tanda hormat. "Bisa kami minta bantuan darimu, Xanxus-san?"

"Hmph, boleh saja, dengan satu syarat." Xanxus tersenyum—evil smile tepatnya.

"Syarat? Apapun akan kulakukan," kata Byakuran dengan senyumnya seperti biasa.

Xanxus berdehem, ia turun dari kursinya dan berdiri di depan Byakuran dan Yamamoto.

"Kalian tahu soal [Divophobia]?"

"E-Eh…entahlah," Yamamoto menggeleng.

"Hah, dasar kalian sampah," Xanxus pun mulai menjelaskan. "Divophobia adalah trauma yang sering dialami oleh Male Reyvateil, yang artinya—mereka takut melakukan dive,"

Mendengar suara penjelasan Xanxus, Squalo merasakan tanda bahaya—begitu juga Mukuro. Mereka berdua pun mencoba untuk kabur melalui pintu masuk, tapi…

"Oh-ho…aku mengerti apa yang akan kau suruh pada kami, Xanxus-san,"

"Hmhmhm…kau cepat tanggap ya, Byakuran,"

"Maksud kalian apa sih?" Yamamoto kebingungan.

"Dua reyvateil dibelakang itu, aku ingin mencoba meneliti mereka soal Divophobia itu. Bisa kalian bantu tangkap mereka? Aku akan siapkan mesin Dive-nya di bawah tanah…"

Setelah ketawa jahat yang lumayan kencang, Xanxus membuka jalan bawah tanah dan masuk kedalamnya. Sementara Squalo dan Mukuro hanya bisa bersweatdrop ketika Byakuran dan Yamamoto mulai mendekati mereka.

"Ku-kufufu…Byakuran-'sama'…kau hari ini lagi baik hati kan?" Mukuro mencoba kabur.

"Kau tahu, Mukuro-kun? Aku punya peluru shockwave yang bisa membuat reyvateil manapun pingsan tak berdaya…" Byakuran sudah mengisi pelurunya dan mengarahkannya pada Mukuro. "Aku memang sedang baik hati, Mukuro-kun—lebih baik hati lagi jika kau mau menyerahkan diri padaku…hahahha,"

"…V-Voi, Yamamoto, kan?" Squalo berkeringat dingin. "Maukah kau bekerja sama denganku agar aku bisa kabur dari siksaan Xan—"

"Maaf, tapi perintah adalah perintah, Pioggia-sama," Yamamoto mengambil stun gun yang ada di meja Xanxus. "Ini demi kebaikan anda lho…"

"T-Tapi—V-VOI!"

Setelah setengah jam—kurang lebih, perang antara peluru dan song magic, akhirnya kedua Reyvateil itu berhasil dikalahkan—tepatnya dipingsankan. Kedua reyvateil itupun diseret ke ruang bawah tanah milik Xanxus.

Di ruang bawah tanah Xanxus banyak sekali peralatan laboratorium dan data-data research.

"Cepat juga…tapi kalian belum mengalahkan rekorku," Xanxus memandang Byakuran dan Yamamoto yang penuh luka. "Nah, ayo kita mulai…"

"Jadi…bisa kau jelaskan apa itu Dive, Xanxus-san?" tanya Byakuran.

"…Aku mengakui kekuatanmu tetapi tidak untuk otak sampahmu," si pria besar berdehem. "Dive…kalau bisa kusimpulkan sih 'menyelami pikiran Reyvateil'…ahh, biar kujabarkan saja,"


-About Dive Tutorial by Xanxus-

-Dive adalah menyelami pikiran Reyvateil, seorang Diver (orang yang melakukan Dive ke Reyvateil) akan melihat seluruh isi pikiran dan hati Reyvateil tersebut—yang disebut dengan Cosmosphere.

-Dive dibagi menjadi 3, Dive normal, Therapist Dive dan Proxy Dive.

-Proxy Dive adalah 'Dive di dalam Dive'—yaitu melakukan Dive dengan mesin Dive yang ada di dalam pikiran seorang Therapist, lalu baru menyelami pikiran Reyvateil yang dituju. Proxy Dive dilakukan untuk meminimalisir damage besar yang diakibatkan Cosmosphere.

-Therapist Dive adalah Dive khusus yang dilakukan para Therapist, biasanya Dive ini berfungsi untuk merelaksasikan pikiran. Therapist sendiri biasanya seorang Reyvateil.

-Diver tidak boleh memberitahukan isi Cosmosphere kepada partner Reyvateilnya—apalagi orang lain.

-Berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Cosmosphere memerlukan DP (Dive Points)

-Di Ar Tonereborn ini, ada 2 mesin Dive, Parallel Dive Machine dan Normal Dive Machine. PDM hanya dimilik oleh Xanxus, yang ada di tower Sol=Infel dan di Dive Shop yang ada di Village of Millefiore—PDM berfungsi untuk menyambung satu mesin Dive dengan mesin lain.

-Cosmosphere Basic by Xanxus-

-Cosmosphere—atau dikenal dengan nama Soulspace— adalah 'pikiran' dari seorang Reyvateil saat ia melakukan Dive.

-Cosmosphere berisi tentang semua yang ada di pikiran Reyvateil—kebencian, penderitaan, hal-hal yang disembunyikan etc

-Cosmosphere terdiri dari 9 Level, yang dimulai dari Level 1. Untuk mencapai Level berikutnya, seorang Diver harus menyelesaikan problem Reyvateil dan akhirnya mengaktifkan Paradigm Shift.

-Cosmosphere para Reyvateil dijaga oleh satu Mind Guardian—yang merupakan 'penjaga keamanan' bagi Diver dan si Reyvateil sendiri

-Soulspace Third Generation dan Pureblooded beta hanya bisa dimasuki satu orang—atau mind si reyvateil akan hancur. (cth : Cosmosphere Jakuri Lv 1-5 di AT2)

-Soulspace Origin Reyvateil (Binary Field) bisa dimasuki banyak orang sekaligus.

-Perbedaan Binary Field dengan Cosmosphere adalah Binary Field bisa dimanipulasi sang Reyvateil (contoh : Binary Field Story-nya Frelia di AT2), sementara Cosmosphere murni dari diri sang Reyvateil sendiri.

-Sejak Male Reyvateil tidak ada yang Origin, semuanya hanya Cosmosphere biasa.

-Divophobia Explanation by Xanxus-

-Divophobia adalah kelainan Male Reyvateil—yang secara harafiah berarti 'phobia Dive' dan secara penjelasan berarti 'takut untuk di Dive atau untuk melakukan Dive'

-Kelainan ini terjadi akibat melakukan banyak Dive yang dipaksa atau Reyvateil terkena mind shock saat melakukan Dive.

-Bisa disembuhkan oleh Therapist—dengan cara melakukan Proxy Dive.


"Kurang lebih itu intinya, ada pertanyaan?" Xanxus mengakhiri ceramahnya.

"Ah ya, kurasa aku bisa mengangkap materinya…" Byakuran mengangguk.

"Kalau begitu, ayo kita mulai," Xanxus mengatur mesin Dive-nya. "Yamamoto, kau jaga mesinnya dan Byakuran, kau masuk mesin Dive yang akan ada saat kau pertama kali masuk Cosmosphere. Aku akan menyusulmu dan melakukan Dive ke admin sampah."

Byakuran tersenyum tanda siap, ia masuk ke mesin Dive lebih dulu meninggalkan Xanxus dan Yamamoto.

"O-Oh baik, aku harus menjaga FFT Spectrum dan H-Waves-nya tetap stabil dan menghentikan Proxy Dive-nya sewaktu-waktu bila ada masalah, kan?"

"Hrrm? Hebat kau bisa tahu tentang mesin Dive sebanyak itu,"

"Cuma temanku seorang researcher yang menjelaskannya padaku kok, tapi apa kau benar-benar bisa menyembuhkan Divophobia, Xanxus-san?"

"Aku tidak sehebat Therapist yang ada di Village of Millefiore itu, tapi kurasa aku bisa melakukannya,"

"Lalu, siapa yang akan membantumu melakukan Proxy ini?"

"Therapist Village of Millefiore itu memparalelkan Dive Machine-nya, jadi aku bisa melakukannya—Sudah, hentikan mulut besarmu, sampah sialan!"

Setelah memasuki mesin Dive kedua, Dive pun dimulai…


-Cosmosphere Rokudo Mukuro [Level 1]-

WUSH

Byakuran mendarat di tanah bebatuan, tepatnya Stonehenge di Cosmosphere itu. Byakuran melihat sekeliling dengan takjub—langit yang hitam diatasnya serta tanah buatan yang dipijakinya.

"Seperti ini toh Cosmosphere? Lebih normal dari yang kukira…"

SRAK

Sesaat Byakuran menoleh ke arah asal suara, sebuah trident telah menancap di dadanya.

CRASH

"Urgh—"

"Pergi dari Cosmosphere-ku, brengsek!"

Yap, yang menusuk Trident itu sendiri adalah si Reyvateil bermata biru-merah dan pemilik Cosmosphere itu—Rokudo Mukuro—tetapi Byakuran tidak merasakan sakit ataupun luka setelah ia ditusuk—yah, efek Proxy Dive. Berterimakasihlah pada Xanxus setelah ini, Byakuran-kun.

"Mukuro-kun…apa maksudnya ini!"

Byakuran menarik Trident yang menancap di dadanya dan membuangnya ke tanah. Mukuro yang merasa dikalahkan pun kabur dari tempat itu.

"…Dasar aneh," Byakuran menghela nafas.

"Itu tidak aneh kok, itu cara master untuk mengusir orang asing,"

BOFF!

Muncul sebuah sosok chibi yang berbentuk seperti kodok—memakai topi kodok besar dan seragam hijau di hadapan Byakuran—tanpa ekspresi sedikitpun.

"Kau Mind Guardian ya?" simpul Byakuran.

"Ting tong, benar!" Si kodok itu meloncat girang tapi tetap tanpa ekspresi. "Baru kali ini ada tamu datang ke cosmosphere Master…apa kau partner-nya?"

"Hah? Oh, bukan, aku cuma penasaran soal Cosmosphere, jadi aku memaksa—maksudku aku kesini dengan Proxy Dive untuk membantu menghapus Divophobia Mukuro-kun~"

"Hmmh, baiklah…aku akan mengajakmu keliling cosmosphere Master sekalian mencari kemana dia pergi. Oh ya, panggil saja aku Fran, tamu Master…"

"Byakuran," Pemuda rambut putih itu tersenyum pada Fran.

"Ayo ikut aku,"

[Silent Town]

Fran mengajak Mukuro datang ke kota yang benar-benar sepi. Hanya ada desiran angin dan beberapa toko-toko aneh yang gelar tikar.

"Ini bagian dari pikiran Mukuro-kun juga ya Fran?"

"Kau akan tahu nanti, Byakuran-san," Fran menunjuk arah toko. "Kota ini bernama Silent Town, seperti namanya—kota yang sepi…"

"Maaf, bisa kita lanjut ke tempat berikutnya? Aku tidak merasakan tanda-tanda Mukuro disini,"

"Oh…baiklah,"

[Vendicare Prison]

Berikutnya, Fran mengajak Byakuran ke sebuah tiang pancang yang ada di dekat penjara. Fran memeriksa semua selnya bersama Byakuran, yang berakhir dengan hasil nihil—mereka pun pindah tempat.

[Kokuyo Hideout]

Tempat berikutnya adalah sebuah sekolah yang dari luar pun tampak sudah tak layak pakai dan lusuh. Langit di Cosmosphere makin menggelap—seakan pertanda badai. Byakuran menunggu diluar gerbang sekolah, sementara Fran mencari-cari Mukuro di dalam sekolah itu.

Fran kembali, tanpa hasil.

"Kemana sih si bodoh itu?" Byakuran menggaruk-garuk kepalanya.

"Ada satu tempat lagi, pasti master ada disana!" ucap Fran yakin.

"Dimana? Bangunan tinggi abu-abu di sebelah sana?"

"Yup, itu [Tower of Life], sumber kekuatan Reyvateil,"

"Kalau begitu ayo kesana! Aku sudah tidak sabar untuk menyik—maksudku, menemui Mukuro-kun~"

Adegan ini kami potong sebentar *author dicincang pembaca setempat* Beralih ke cosmosphere milik Squalo, bagaimana cerita Xanxus saat ini?


-Cosmosphere Superbi Squalo [Level 1]-

Sejauh mata memandang, yang bisa dilihat Xanxus hanya langit yang menurunkan hujan membentangi wilayah Stonehenge. Xanxus yang baru sampai langsung berteriak ke sekelilingnya,

"HEI ADMIN SAMPAH! KELUAR KAU!"

Tidak ada yang menjawab, hanya ada sebuah sosok chibi dengan rambut pirang menutupi matanya, mahkota putih serta senyum lebar mendatanginya.

"Shishishi…ternyata yang datang si researcher…"

"Kau—Belphegor!"

Xanxus tampak kaget melihat sosok Mind Guardian itu—yang disebut bernama Belphegor.

"Shishishi, ternyata kau tahu namaku ya researcher? Ya, aku the almighty Prince the Ripper, Belphegor akan menemani anda di cosmosphere ini…"

"Tch, diam kau Mind Guardian sampah! Mana Squalo?"

"Hime-sama? Kau mencari hime-sama, Xanxus-dono?"

"Hi-Hime-sama?"

"Itu hanya formalitas kok, dia menunggumu di Tower of Life, tapi dia takut menemuimu jadi awalnya ia ingin menaruh hiu-hiu kesukaannya di Stonehenge—"

"DIAM SAMPAH BRENGSEK, TUNJUKKAN SAJA AKU TEMPATNYA!"

"Shishishi, kau tak sabar sekali ya? Baik, baik~"

Bel pun menunjukkan arah keluar dari Stonehenge menuju Tower of Life tapi…

"Tampaknya Hime-sama sangat malu, jadi ia memblokir akses ke Tower of Life, shishishi,"

"A-AP—"

"Shh, akan kutunjukkan jalan lain, kau ikuti saja aku ya?"

Mereka melewati air mancur besar yang ada di tengah-tengah padang rumput luas dan menuju arah berlawanan dengan arah Tower of Life. Oh ya, nama tempat ini [Life Fountain]. Setelah itu mereka berdua menuju ke sebuah pemakaman massal.

[Unnamed Graveyard]

"Tempat aneh apa ini? Cuma wilayah sini yang gersang…"

"Kau akan tahu jika Hime-sama melakukan Paradigm Shift, shishishi…"

"…Bangsat,"

"Bersabarlah, dan jangan merusak Cosmosphere Hime-sama ya, Xanxus-dono~"

Setelah melalui pemakaman yang tak ada nama di nisannya itu, mereka pun sampai di Tower of Life…

Adegan kembali dipotong, kita kembali ke Cosmosphere Mukuro. Byakuran dan Fran sedang berkeliling sekitar Tower of Life mencari-cari Mukuro—dan ajaibnya, hasilnya masih nihil.

"Mustahil master menghilang dari Cosmosphere-nya…" Fran berputar-putar.

"Hmhmhm… aku disini, Fran."

Mukuro muncul dari belakang tower, dengan senyum liciknya yang khas—dan sebuah trident yang ia pakai untuk menusuk Byakuran.

"Oya? Halo, Mukuro-kun,"

"Ternyata kau masih ada disini ya Byakuran-'sama'? Apa kau tidak mengindahkan peringatanku?"

"Hahaha, aku selalu mengindahkan dirimu kok, Mukuro-kun…" Kata-kata penggoda mulai meluncur dari mulut Byakuran.

"Kenapa kau masih muncul disini?" Mukuro mengacungkan tridentnya tepat ke leher Byakuran.

"Karena aku ingin melihatmu, Mukuro-kun, tidak boleh?" senyum Byakuran tak terkalahkan.

"Tch," Mukuro menyingkirkan tridentnya. "Apa yang harus aku lakukan agar kau pergi?"

"Paradigm Shift," ucap Byakuran—nadanya memaksa.

"W—Wha! Paradigm Shift katamu?"

"Kau mau aku pergi kan? Kalau begitu lakukanlah. Lagipula aku tadi sudah menaklukkanmu hari ini, jadi…"

"…Ya sudahlah…kali ini saja…asal kau bisa pergi tanpa merusak Cosmosphereku,"

Tak bisa mengelak lagi, dari arah Stonehenge muncul Paradigm Shift pertama Byakuran. Dengan senyum kemenangan, Byakuran menuju Stonehenge—dan dengan senyum keterpurukan, Mukuro menarik Fran dan ikut menuju Stonehenge.

[Gained song magic Poison Mist Lv 2A : Trident Dance]

[Stonehenge]

"Oya oya, Mukuro-kun. Hari ini aku senang sekali 'memainkanmu'," Byakuran tertawa terbahak-bahak.

"Hanya kali ini saja," Mukuro membuang muka. "Lain kali kau akan KUTENDANG PAKSA sebelum kau bahkan berjalan-jalan di Cosmosphere-ku!"

"Hahahaha, coba saja~"

"Grk—"

"Sudah, berhenti bertengkar! Kalian sudah Paradigm Shift jadi tolong diam…" Fran melerai mereka.

WUSH! Dan Paradigm Shift selesai…

"…Jadi Byakuran-san itu seperti 'orang itu' ya?" Fran berpangku tangan di dekat Stonehenge. "Mungkin dia bisa…tapi…ah, sudahlah…"

[Finished Mukuro Cosmosphere Level 1]

Kembali lagi ke Cosmosphere si Tower Admin Sol Infel, dimana Xanxus dan Belphegor harus menemui Squalo.

[Tower of Life]

Diver dan Mind Guardian itu melihat siluet berambut silver sedang menatap ke arah Tower of Life—yang dapat dipastikan itu Squalo, dengan hati-hati Xanxus mendekatinya dan menarik rambut panjang Squalo dengan paksa.

"V-V-V-VOOOOOI, APA-APAAN KAU! RRGH—"

Squalo bertolak dari Xanxus—ia mencakar wajah si Diver—tapi Xanxus diam saja. Tanpa bicara, Xanxus menarik kerah baju Squalo lalu menghajarnya sampai tersungkur di tanah.

BRUGH

"Kau pikir seberapa khawatirnya aku mencari-carimu, SAMPAH!"

"V-Voi…m-maaf Xan—"

"AKU BELUM SELESAI BICARA, SAMPAH!" Xanxus menendang Squalo yang sudah ada di tanah. "KALAU KAU TAK MAU BERTEMU DENGANKU HARUSNYA KAU TENDANG SAJA AKU KELUAR DARI SINI!"

"Grh…ngapain kau semarah itu sih? Aku kan gak mengusirmu—"

DUGH, satu injakan mendarat di perut Squalo.

"SAMPAH, SAMPAH!"

Di kejauhan, Paradigm Shift sudah terjadi di Stonehenge.

"Shishishi…maaf bila aku mengganggu keasyikan kalian, tapi kegiatan kalian itu akan membahayakan stabilitas cosmosphere bila terus dilakukan, jadi bagaimana kalau kalian menuju Stonehenge saja?"

...

Akhirnya, semua pun selesai—bahkan Yamamoto mengucapkan selamat pada mereka seraya menyuguhkan minuman seadanya yang ada di bar milik Xanxus—dan tentu saja ia dimarahi Xanxus. Kedua reyvateil itu diam saja—seperti baru saja melihat mimpi buruk. Byakuran pun mendekati Mukuro sementara Xanxus menarik rambut Squalo dan memaksanya meminum tequila-nya.

"Oya, ada apa Mukuro-kun?" Byakuran tersenyum ke arah 'partnernya' itu.

Dengan senyum khasnya, Mukuro mejawab. "Bukan apa-apa,"

"Begitu? Apa kau mengingat sesuatu?"

"Yah, sedikit. Itu pun TERIMA KASIH atas Paradigm Shift-mu…"

"Nah, apa yang kau ingat, Mukuro-san?" Yamamoto pun ikut menyeletuk.

"Aku ingat sedikit soal…Sea of Death,"

"Sea of Death? Kenapa soal tempat itu?" Byakuran mengelus dahinya.

"Aku ini adalah ad—"

BEEP BEEP BEEP

Telemo Byakuran berbunyi, mengganggu pembicaraan mereka. Dan Telemo itu dari Giotto—lagi.

"Ada apa, Giotto-sama?"

"Yamamoto Takeshi dipindah tugaskan dari divisi-mu, Byakuran." Giotto langsung to the point. "Bilang padanya kalau ia harus hadir di HQ besok sore, kau bebas tugas untuk sementara ini,"

"Siap, Giotto-sama,"

TREKK


To be continued…


Fuaaaaah~ Akhirnya rampung juga chapter tentang Dive XD

Maaf kalau gak terlalu seru, soalnya baru awal-awal Dive sih~

Di chapter berikutnya bakal ada chara-chara baru dan tempat-tempat baru lagi~

Next chapter : [Phase 2 – Haibanation]

pokoknya stay tuned ya~ ah, tinggalkan review juga! ^_^