Capter 3

Naruto dan overlord bukan punya indrakun

Rate: M

Warn : Gj, Typo, Ancur, dll

Please don't read if you don't like

it"JUST FOR FUN"

Happy Reading.

…~XxX~…

"Sangat cantik!. "

.."Aku telah menemukan sesuatu hal yang sangat indah, dan hal itu adalah hatimu."

.."Sangat murni hitam, dan kau membenci semua hal-hal itu.."

.." Kebencian!."

.."Membenci orang-orang!."

.."Membenci dunia ini!."

.."Yang mencelakakan dirimu!."

.." Itu adalah kualitas langka seorang penyihir! Kamu memiliki potensi, untuk menjadi seorang penyihir yang jauh lebih besar daripada diriku sendiri!."

.."Jika kau ingin tetap menjadi seorang gadis desa biasa, itu hanya akan menyusahkan."

.." Kamu mungkin sudah memutuskan."

.."Terus hidup dengan keadaan yang tak enak di pandang. Menjadi tua, layu, dan busuk, atau.."

.." Menjadi satu dengan kegelapan, berdiri di atas orang mati. Dan berjalanlah di jalan yang ternodai darah!."

Sebuah kesempatan telah di tawarkan sang penguasa Nazarick itu, pada seorang manusia yang membenci segalanya.

"Naruto-sama.. Jalan yang aku ingin ikuti, adalah jalanmu!."

.."Jika kau berjalan di atas kematian, aku yang akan menjadi orang yang membunuh mereka untumu!."

.."Dan jika kamu berjalan di jalan terkutuk yang ternodai darah, aku akan ikut merasakannya."

~X~

Tap

Tap

Tap

Setelah beberapa saat, Naruto akhirnya kembali ke ruangan tahta. Namun dia tidak sendiri, di belakangnya seorang gadis cantik berambut hitam panjang, dengan tato indah yang sedikit menutupi wajahnya.

"Naruto-sama, anda sudah kembali. Dan siapa gadis di belakang anda itu?."

Seorang wanita dewasa, dengan surai bitu dan gaun yang senada dengan surainya, menyambut Naruto dengan sopan.

"Ya, dia adalah muridku. Aku menenukannya, dan dia memiliki potensi yang sangat besar."

.." Jadi di mana anak itu? apa kalian menemukan sesuatu yang menarik darinya?."

Naruto berjalan melewati wanita yang menyambutnya itu, yang tak lain adalah salah satu dari lima penguasa, Merlin.

"Entahlah, dia memang seperti memiliki sesuatu yang menarik, tapi sampai saat ini kami belum bisa memastikannya."

Merlin mengikuti tuannya itu, berjalan sedikit di depan gadis yang belum ia ketahui namanya.

"Tak perlu buru-buru, aku mengerti akan keseulitan kalian, aku mengambilnya karena dia sepertinya memiliki sesuatu yang menarik, jika tidak, mungkin aku sudah mengembalikannya ke desa."

.."Selain itu, aku ingin semua penghuni lantai enam ini berkumpul di ruang tahta, ku tunggu 10 menit dari sekarang."

Naruto masih memasang wajah datarnya, berjalan meninggalakan Merlin yang terlebih dulu menghilang dari tempatnya.

Sepuluh menit kemudian di ruangan tahta.

Semua penghuni lantai enam telah berkumpul di ruangan tahta, lima penguasa, enam pleadis, dan tiga jendral, mereka membungkuk di hadapan Naruto yang menduduki tahtanya.

Namun bukan hanya ke lima belas penghuni lama yang ada di ruangan tersebut, seorang gadis bersurai hitam yang membungkuk di samping kursi tahta, dan seorang gadis kecil bernama Mary, yang dengan beraninya duduk di atas pangkuan sang penguasa mutlak Nazarick.

"Aku mengumpulkan kalian semua karena mempunyai maksud, aku akan memperkenalkan penghuni baru lantai enam ini!."

.." Dia adalah seseorang yang muncul seribu tahun sekali, seseorang yang di takdirkan menjadi antagonis dari dunia ini."

.." Ku perkenalkan pada kalian, Sofia."

.." Dia akan menjadi muridku mulai saat ini, tapi aku tak mungkin mengajarinya secara langsung, aku yakin kalian mengerti maksudku."

.." Oleh sebab itu, aku ingin kalian yang mengajarinya, latihalah dia seperti yang kalian inginkan, dan jadikan dia sebagaimana takdirnya."

.." Selain itu, aku ingin kalian juga melatih Mary, dan karena itu, aku akan membngi kalian menjadi dua bagian."

.." Setiap harinya dalam dua minggu, mereka berdua akan di ajari oleh guru yang berbeda, dan seterusnya."

.." Jangan terlalu buru-buru, tapi jangan terlalu lambat juga. Kalian punya waktu satu tahun, jadikan mereka setidaknya setara denga kalian dalam waktu singkat itu."

.." Tapi khusus untuk Mary, kalian harus mengetahui dulu bakatnya dalan hal apa!."

.." Lagipula, aku ingin melihat reaksi para penguasa terlebih dahulu, sebelum kita bertindak lebih jauh."

Semua bawahannya sepertinya mengerti dengan intruksi Naruto, tapi kenapa tuan mereka ingin merekrut dan melatih manusia rendahan seperti mereka?.

"Kami paham Naruto-sama, tapi kenapa anda ingin merekrut dan melatih mereka? ku rasa kekuatan kita sudah cukup."

Merlin menanyakan magsud tuannya, bukankah manusia itu terlalu rendah untuk menjadi sekutu mereka.

"Aku mengerti perasaan kalian yang membenci manusia, tapi apakah kalian lupa siapa aku?."

.." Aku juga adalah manusia, ya walaupun aku bukan dari dunia ini."

Naruto menyangga dagunya dengan tangan kananya, serta memberikan sedikit senyuman yang jarang di perlihatkannya.

"Ma-Maafkan saya Naruto-sama, kami memang membenci manusia, tapi anda jelas berbeda dengan manusia-manusia rendahan yang kami maksud."

.."Anda adalah sosok yang menciptakan kami, bukan manusia rendahan yang hanya pantas untuk mati, tapi anda adalah player yang sampai akhir tak meninggalkan kami."

Dengan penuh pennyesalan yang terlihat jelas dari tingkah dan ekpresinya, Merlin dengan segera mengoreksi ucapanya.

"Player kah? Aku hampir lupa dengan kenyataan itu."

.." Sudah berapa bulan aku tinggal di dunia ini ya? dan berapa bulan aku meninggalakan duniaku?."

.." Mungkin suatu saat nanti, aku akan kembali ke duniaku seharusnya aku berada, entahlah, semoga saja."

Tanpa sadar Naruto mengucapkan isi pikirannya, tentu saja dirinya rindu kampung halamannya, walau bagaimanapun, di lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih berharap bisa kembali ke dunianya yang dulu.

"Ti-Tidak Naruto-sama, kami mohon jangan pernah tinggalkan kami, jika anda pergi, apa yang akan kami lakukam setelah kepergian anda."

.." Kami mohon, pertimbangkan kembali untuk anda kembali ke dunia anda."

Seluruh bawahanya terlihat menatapnya dengan penuh harap, sedangkan para wanita di ruangan itu sudah meneteskan air mata mereka. Jelas saja, karena dia adalah satu satunya alasan mereka hidup.

"Eh, jadi kalian mendengarnya ya. Tenang saja, aku belum menemukan cara bagaimana aku kembali ke duniaku."

.." kalaupun aku sudah menemukannya, mungkin aku akan tinggal lebih lama terlebih dahulu, atau aku mungkin akan mengajak kalian."

"Terimakasih atas kebaikan anda, Naruto sama."

Semua bawahannya terlihat membungkuk lebih rendah padanya, sepertinnya mereka bermaksud mengutarakan terima kasih mereka.

"Baiklah, sepertinya kalian sudah paham. Seperti yang sudah ku jelaskan, aku memberikan kalian waktu satu tahun. Bukan hanya untuk melatih mereka, tapi latih juga kemampuan kalian."

.." Selain itu, jika ada beberapa Arancar yang sudah mencapai lantai enam, kalian juga harus mengurus mereka."

.." Dan sepertinya, aku akan berbaur di dunia luar selama satu tahun itu, tentu saja untuk mencari informasi dan bersenang-senang."

Naruto memindahkan Mary yang ada di pangkuannya, setelahnya ia berdiri dari kursi tahta miliknya.

Shet

Sebuah lingkaran teleport berwarna hitam terlihat di depannya, dan tentu saja itu mengejutkan semua bawahannya.

"Anda mau ke mana Naruto-sama?."

Kaguya dan keempat penguasa lainnya langsung berdiri, dan menghampir sang tuan.

"Bukankah sudah aku jelaskan, aku akan berbaur dengan para manusia, aku akan kembali satu tahun dari sekarang."

"Tapi Naruto-sama, jika anda memang ingin pergi ke luar, setidaknya bawalah salah satu dari kami untuk menjadi tameng anda."

" Tidak perlu, aku bisa mengurus semuanya sendiri, jangan membantah! Dan lakukan saja yang ku perintahkan pada kalian!."

Sheett

Tap

.."Ambilah item itu, itu berfungsi untuk menghubungiku, jika terjadi sesuatu yang penting, segera hubungi aku dengan itu."

Setelah memberikan sebuah item khusua, Naruto langsung memasuki lingkaran sihir teleport miliknya, meninggalkan para bawahannya yang memasang wajah cemas mereka.

"Apa salahsatu dari kita harus mengikutinya?."

Dulaham bertanya pada lima penguasa yang saat ini memiliki posisi tertinggi di Nazarick itu.

"Kita tidak bisa melakukan itu, walaupun aku sangat ingin menyusulnya, tapi dia sudah memerintahkan kita."

.." Kita harus percaya bahwa Naruto-sama, dia akan baik-baik saja."

~X~

Ibu kota Britania

Ibu kota adalah sebuah kota besar di pusat kerajaan Britania, kota yang di sekelilingnya di lindungi oleh benteng kokoh yang menjulan tinggi.

Dan di ibu kota itulah istana kerajaan Britania yang di pimpin seorang raja bernama Arthur berada.

Britania adalah satu dari sekian banyak kerajaan yang miliki pengaruh kekuasaan yang cukup besar, dan kemampuan militer yang tak perlu di pertanyakan lagi.

Apalagi pemimpin dari kerajaan besar tersebut adalah sosok dari seorang legenda hidup, sang raja kesatria, Arthur.

Tak perlu di pertanyakan lagi kemampuan sang raja kesatria tersebut, apalagi dengan pedang sekelas excalibur yang di milikinya, hanya dengan sekali tebasan pedang tersebut, seribu prajurit lawan dapat di musnahkannya dengan mudah.

Dan di sanalah kini sang penguasa Makam Besar Nazarick berada, berjalan dengan tenang di tengah kota besar tersebut.

Untuk mendapatakan sebuah informasi penting, kau harus dapat mengambil hati dari orang yang memiliki informasi tersebut.

Dan itulah alasan Naruto kini berjalan menuju istana kerajaan, bermaksud untuk langsung menemui penguasa negeri ini, dan mengambil hatinya.

Tap

Tap

Tap

"Ada keperluan apa kau ke istana?!."

Seorang prajurit yang menjaga gerbang istana menghentikan langkah sang penguasa Nazarick.

"Aku adalah seorang pendekar pedang pengembara, dan aku berencana untuk menetap dalam waktu cukup lama di kerajaan ini."

.." Selain itu aku membutuhkan pekerjaan yang cukup layak, untuk memenuhi kebutuhanku selama di sini."

.." Oleh sebab itu, saya ingin meminta ijin secara langsung dari yang mulia, dan semoga saja aku dapat mendapat pekerjaaan dari beliau."

Naruto menyebutkan tujuannya masuk ke istana, dia harap alasannya dapat membuatnya menemui sang raja.

"Jika kau memang pengembara yang berniat menetap, kau tak perlu menemui sang raja, kau bisa tinggal dan menjadi petualang, tanpa perlu menemui sang raja."

"Sial, ini akan sulit."

Naruto memutar otaknya lebih keras, mencoba mencari alasan lain yang mungkin bisa membantunya.

"Ah tapi aku tadi melihat beberapa pemberitahuan, bahwa istana sedang mencari calon kapten untuk kerajaan, dan aku lihat batas lvl'nya adalah lvl 300, jadi aku bermaksud mendaptar."

Untung tadi ia kebetulan melihat poster itu, jika tidak mungkin ia akan kehabisan akal.

"Memangnya kau berada di lvl berapa?."

"Aku sudah lebih dari lvl 400, jadi ku rasa aku masuk kriteria."

"Kau bercanda?! Tak mungkin orang semuda kau berada di lvl itu, bahkan kau setara dengan lvl para jendral."

Para penjaga itu terlihat shok, tak mungkin ada seorang manusia yang mencapai lvl 400 di usia semuda pemuda di depan mereka, yang mereka yakini bahkan dia belum mencapai umur 60 tahun, bahkan para jendral yang sudah berumur lebih dari 350 tahun, baru mencapai lvl tersebut, dan dan mereka di katakan seorang jenius.

Di dunia ini umur penghuninya memang sangat panjang, bahkan banyak yang mencapai umur lebih dari 1000 tahun.

Dapat di katakan, semua orang di dunia ini hampir sama dengan elf dalam hal umur, walaupun penampilan mereka sama seperti manusia di dunia sesungguhnya.

"Kau bercanda?! mereka berumur 350 tahun?! memang setua apa mereka?."

Naruto jelas kaget bukan main, 350 tahun? kau pasti bercanda.

"Apa maksudmu dengan setua apa mereka?! tentu saja mereka belum terlalu tua, kami saja yang sudah berumur 400 tahun masih seperti ini."

Dua prajurit itu memandang Naruto aneh, tentu saja, bukankah umur 300 itua sih sangat wajar, bahkan banyak orang yang mencapai umur lebih dari 1000 tahun, dan masih lah hal wajar.

#Saya membuat umur pertumbuhan manusia di dunia ini adalah 1 per 3 dari manusia normal. Jadi dapat di katakan, seseorang berumur 30 tahun di dunia ini sama dengan seorang anak berumur 10 tahun pada manusia normal. tapi pertumbuhan itu hanya berlaku sampai mereka berumur 60 tahun atau 20 tahun pada manusia normal, sedangkan setelah mereka melebihi umur 60 tahun, perubahan pada tubuh mereka akan semakin lama, yaitu 1 per 20. Jadi jika seseorang di dunia ini berumur 210 tahun, berarti dia sama dengan seseorang berumur 27 tahun pada manusia normal. Kalau kalian kaga paham, berarti saya kurang jelas ngejelasinnya, atau kalian yang kurang pintar MTK'nya, harap belajar MTK lagi ya :v

"Paman berdua 400 tahun?! Jika begitu, para jendral yang paman sebutkan tadi masih jauh lebih muda dari paman berdua?."

Naruto semakin shok, mendengar jika kedua orang penjaga yang menurutnya masih berumur sekitar di bawah 40 tahun, justru sudah berumur lebih dari 400 tahun.

"Kenapa kau terlihat sangat shok? Memang berapa umurmu?."

"Aku baru 19 tahun, dan asal kalian tau saja, di tempatku bahkan hampir tak ada seorangpun yang mencapai umur 100 tahun. Jelas aku sangat shok mendengar paman berdua yang di tempat asalku, seperti seseorang yang berumur di bawah 40 tahun, mengaku berumur 400 tahun."

Naruto benar-benar tak habis pikir, 400 tahun mereka bilang? dan mereka masih terlihat seperti seseorang berumur di bawah 40 tahun. Ini memang dunia yang berasal dari sebuah game, tapi untuk berumur 400 tahun, dan masih terlihat semuda itu.

'Minta maaflah pada mereka yang menghabiskan uang mereka ke salon untuk perawatan.'

"19 tahun? kau mau membodohi kami hah? jangan bercanda!."

Para penjaga itu jelas tak percaya, 19 tahun dia bilang? sesorang yang berumur 19 tahun masihlah seorang anak kecil yang masih menyusu pada ibunya.

"Sudah ku bilang, kalau di tempat asalku justru kalianlah yang sama sekali tak wajar."

.."Minta maaflah pada mereka yang baru berumur 40 tahun, dan memiliki penampilan yang jauh lebih tua dari kalian."

Entah mengapa Naruto menjadi se absurd itu, tapi siapa yang tak kaget mendengar seorang manusia berumur 400 tahun, dan memiliki penampilan masih terlihat muda.

"Jika semua ucapanmu memang benar, memangnya darimana kau berasal?"

Penjaga itu akhirnya mengalah, tidak ingin memperpanjang perdebatan yang sudah terlalu panjang itu.

"Tempat yang sangat jauh dari sini, lagipula apa masalahnya dengan umur seseorang, aku datang ke sini untuk menemui raja, jadi aku boleh masuk atau tidak?."

Naruto juga akhirnya kembali ke sifat awalnya, dan memutuskan untuk langsung menanyakan keputusan dua penjaga itu.

"Baiklah, kau boleh masuk."

Akhirnya dua penjaga itu mengijinkan Naruto untuk memasuki istana, dan rencana awal sang penguasa Nazarick itu berjalan dengan lancar.

Naruto memasuki istana megah itu dengan tenang, tak ada ekpresi kagum atau apapun yang biasa orang lain perlihatkan saat memasuki sebuah istana semegah itu.

Beberapa kali bertanya pada penjaga yang bertugas, akhirnya sang penguasa Nazarick itu sampai di sebuah pintu yang sangat besar, memberitahukan maksud dirinya pada dua penjaga, lalu setelah mendapat ijin sang raja Naruto memasuki ruang tahta kerajaan tersebut.

Tap

Tap

Tap

Naruto berjalan di atas sebuah karpet merah yang sangat mewah, dapat di lihat di kiri dan kanannya banyak para petinggi kerajaan yang menatapnya rendah.

Tap

Naruto menghentikan langkahnya di depan sebuah singgasana yang masih kosong, dan tanpa di perintah Naruto membungkukan tubuhnya di depan singagasana kosong tersebut.

Tap

Tap

Tap

Sebua langkah kaki kembali terdengar di ruangan mewah tersebut, dapat di dengar para petinggi yang tadi berdiri, mereka juga mulai membungkuk hormat.

Tak salah lagi jika yang datang itu adalah sang raja, namun Naruto masih belum melihat wajah sang raja, tentu saja karena wajahnya yang masih menunduk.

"Kalian boleh berdiri."

Sebuah suara tegas dengan penuh wibawa namun lembut terdengar di telinga sang penguasa Nazarick itu, tunggu, kenapa lembut? atau mungkin.

Naruto menghentikan acara membungkuknya, dan dengan perlahan mulai berdiri seperti yang di perintahkan sang raja.

"Tidak mungkin, Arthuria?!."Kedua bola mata Naruto membulat sepenuhnya, bagaimana tidak! Sosok yang amat dia kenal, saat ini sedang duduk di singgasana penguasa Britania.

Ekpresi shok Naruto dapat di lihat jelas oleh sang raja, dan entah mengapa, itu malah membuatnya tertawa.

"Fufufu, ada apa ksatria? sepertinya kau sangat shok melihatku?."

Sang raja Britania menanyakan arti ekpresi shok Naruto, walaupun ia tau apa alasannya.

"Saya hanya tidak pernah terpikir, jika raja dari Britania, sekaligus penyandang gelar Raja Kesatria, adalah seorang wanita."

Naruto sudah kembali mengendalikan emosinya, mungkin mereka memang sangat mirip, tapi mereka bukanlah orang yang sama.

"Fufufu memang banyak yang mengatakan seperti itu, tapi maaf jika mengecewakanmu, tapi aku adalah seorang pria."

Senyum simpul menghiasi wajah cantik sang raja Britania, saat dirinya mengatakan jika dia adalah seorang pria.

"Eh.."

Naruto benar-benar kembali di buat shok, pria dia bilang? wajah secantik itu, dan dia seorang pria?. Minta maaflah pada semua wanita di dunia ini sialan.

"Fufufu, sepertinya kau tidak mempercayainya ya, terserahlah."

.." Jadi apa maksud dan tujuanmu datang untuk menemuiku?!"

Suara pria cantik itu kembali menegas, sepertinya dia mulai kembali serius.

"Saya adalah seorang pendekar pedang pengembara dari tempat yang sangat jauh, dan karena saya sudah cukup lelah mengembara, saya bermaksud untuk tinggal di kerajaan anda dalan waktu yang cukup lama."

.."Sebagai seorang pengembara, saya memerlukan uang untuk bertahan hidup, dan kebetulan saya melihat selebaran yang kerajaan tempel di beberapa tempat di ibu kota."

.."Dari sana saya tau bahwa anda sedang mencari beberapa kandidat untuk melengkapi kekuatan kerajaan anda.".

.." Dan jika saya tidak salah, anda memberitahukan jika anda mencari kandidat dengan lvl di atas lvl 300, dan kebetulan saya memenuhi syarat tersebut."

Naruto memberitahukan maksud dan tujuannya menemui sang raja, tentu dengan cara yang sopan, kesan pertama adalah kunci untuk mendapat sebuah pekerjaan.

"Jadi kau ingin menjadi bagian dari kerajaan ini? memang berapa lvl'mu saat ini?! Sepertinya kau masih sangat muda."

Sang raja terlihat ragu, tentu saja, dari penampilan pemuda yang sat ini ada di hadapanya, sepertinya dia maih sangat muda untuk mampu mencapai lvl 350.

"Saya sudah berada di lvl lebih dari 400, jika anda tidak mempercainya, anda bisa melakukan test untuk saya."

Wajah sang raja dan para petinggi langsung berubah shok tak percaya, lebih dari 400 dia bilang? jangan bercanda!.

"Sebaiknya kau tidak berbohong anak muda! Kau tau saat ini kau berhadapan dengaj siapa?!."

Seorang pria yang terlihat paling tua di ruangan tersebut bersuara, sepertinya dia adalah penasehat kerajaan.

"Tentu saja saya tau, saya tak mungkin berani berbohong di hadapan seorang yang bergelar raja kesatria."

.."Lagipula, bukankah sudah saya bilang, jika saya bersedia melakukan sebuah test."

Naruto tak ambil pusing dengan tatapan semua orang di ruangan itu pada dirinya, toh dirinya memang tak bohong, ya walaupun tak sepenuhnya benar.

"Baiklah jika begitu, aku sendiri yang akan mengetes dirimu, dan perlu kau ketahui, aku sudah mencapai lvl max saat ini."

.." Lalu berapa umurmu saat ini memangnya? anoo.."

Sang raja akhirnya memutuskan untuk memberi kesempatan pada Naruto, tapi sepertinya dia lupa menanyakan nama pemuda di depannya.

"Nama saya Naruto yang mulia, dan saya berterima kasih atas kesempatan yang anda berikan pada saya yang mulia."

.." Dan saat ini saya masih berumur 19 tahun, dan di tampat saya itu adalah umur yang wajar."

Naruto memberitahukan umurnya saat ini, tapi dia juga memberikan penjelasan agar tidak menjadi hal panjang seperti saat dirinya tadi.

"19 tahun? kau bercanda! Bagaimana mungkin kau adalah seorang anak berumur 19 tahun! Sebutkan umurmu yang sebenarnya!."

Sepertinya sang raja tidak mempercayai ucapan Naruto, ya karena tak ada anak berumur 19 tahun yang sama seperti Naruto di dunia ini, apalagi sudah memiliki lvl di atas 400.

"Maaf jika anda mengira jika saya mengada-ngada, jujur saja umur saya memang baru 19 tahun, dan itu wajar di tempat saya."

.." Jika anda berpikir saya tidak wajar, saya juga berpikir hal yang sama pada umur dari semua orang di tempat ini "

.." Di tempat saya, tidak pernah ada seorang manusia yang berumur mencapai 150 tahun atau lebih, bahkan seorang yang berumur 100 tahun sangat sulit di temukan di tempat kami."

Naruto sebenarnya malas untuk kembali menjelaskan, tapi mau tak mau dia harus menjelaskannya.

"Baiklah jika seperti itu, untuk sementara aku akan mempercayaimu, tapi jika kau berbohong tentang lvlmu! Berarti kau juga berbohon akan semua ucapanmu!."

.." Kita akan melakukan test padamu besok, untuk malam ini kau akan tinggal di istana. Jadi persiapkan dirimu!."

"Saya mengerti yang mulia, terimakasih atas kepercayaan anda pada ucapan saya, dan kesempatan yang anda berikan."

"Sudah sewajarnya aku memberikanmu kesempatan, tapi jika semua ucapanmu itu hanya bualan, kau akan sangat menyeselinya."

.." Pertarungan kita akan di tonton oleh umum besok, tepat saat matahari terbit besok pagi."

"Ha'i."

.."Sepertinya akan menarik!."

Tbc.

Asalammualikum.

Apa kabar semuanya? baik?

Capter kali ini, hampir sepenuhnya adalah karangan saya sendiri, jadi kalau jelek ya maaf. tapi beberpa capter kedepan akan baoik lagi ngikutin canonnya, mungkin.

Ah sudahlah,pokoknya cuma segini kemampuan saya, hehe

oke sekian aja.

wassalam..indrakun