"Kau Kim Jaejoong kan? Kau Jae Oppa kan?" Tanya Yeoja itu sambil menunjuk Jaejoong yang berdiri disamping Junsu. Ternyata yang di maksud Oppa disini adalah Jaejoong.

"Ne, benar, aku Kim Jaejoong dan ini Park Junsu... Apakah kita pernah bertemu sebelumnya di suatu tempat? Sepertinya wajahmu tak asing lagi buatku" jawab Jaejoong sedikit heran. Bagaimana mungkin Yeoja itu mengetahui namanya. Walaupun sepertinya ia merasa pernah melihat Yeoja itu sebelumnya. Namun sayang ia tak bisa mengingat kapan dan dimana ia pernah bertemu dengan Yeoja ini.

"Omo... Aku ini Yoona, Oppa... Adiknya Yunho Oppa"

Jeder(?).

.

.

.

Chapter 3

Disclaimer : Milik Tuhan, agensi, diri sendiri dan Orang tua mereka.

Rate : T

Genre : Romance / Drama / Family.


SEQUEL ONE THING (DIHARAPKAN MEMBACA ONE THING TERLEBIH DAHULU)


Warning : BOYLOVE that mean Boy x Boy, YAOI. M–PREG, typo(s) bertebaran, penggunaan EYD yang kurang tepat dan hal – hal tidak jelas lainnya. Banyak hal yang kurang masuk akal di Fic ini. Bagi yang TIDAK suka YAOI atau BOYLOVE atau SESAMANAMJA diharapkan untuk tidak membaca dari pada anda membuat keonaran(?). Jika tak suka dengan Couplenya dimohon untuk tidak membaca pula ya. DON'T LIKE DON'T READ.

Pairing Utama:

YUNJAE

YOOSU

CANGKYU

.

.

.


My Son © fanboyHAE


.

.

.

Jeder(?).

Jaejoong seperti disambar kilat. Bagaimana tidak. Saat ini ia mendengar nama orang yang sama sekali tak ingin di ingatnya. Yunho? Jung Yunho? Orang yang selalu ingin di lupakan Jaejoong dengan berbagai cara namun hasilnya sia – sia. Orang yang dulu sempat membuat hari – hari Jaejoong menjadi berwarna dan lebih berarti, Namja yang sangat mempengaruhi hidupnya. Namun itu hanya masa lalunya. Apapun yang terjadi ia harus menghadapinya.

"Oh... Kau rupanya Yoona–ah... Aku ingat sekarang, pantas saja Oppa seperti pernah melihatmu disuatu tempat, maaf Oppa baru mengingatmu, itupun setelah kau memberitakukan kepadaku." Kata Jaejoong.

"Apa kabar?" lanjutnya sedikit gugup saat ingat siapa Yoona sebenarnya. Bagaimanapun Yeoja yang berdiri di depannya itu adalah sepupu dari Jung Yunho.

"Gwencana, Aku baik – baik saja Oppa, Oppa sendiri bagaimana? Lalu bagaimana kabar dari Park Yoochun–ssi dan keluarga Oppa? Apakah kalian sudah mempunyai momongan?" Ujar Yoona dengan senyum yang terukir di bibirnya.

'Kenapa Yoona harus menanyakan tentang keadaan Yoochun–ah segala.' Batin Jaejoong sambil melirik Junsu sekilas. 'Bagaimana perasaan Su–ie saat suaminya ditanya orang lain, pasti dia sangat cemas dan berpikir yang tidak – tidak...' lanjutnya sedikit panik.

Ia tak ingin Junsu salah paham dengan Yeoja di hadapan mereka ini.

"Omona, kenapa kau menanyakan kabar Suamiku? Siapa kau sebenarnya Yoona–ssi?" tanggap Junsu yang tak terima keadaan suaminya di tanyakan oleh Yeoja yang tak di kenalnya. Matanya menatap Yoona dengan tatapan curiga, bagaimana ia bisa kenal Yoochun, apa meraka berteman.

"Mwo? Suami anda? Bukannya Yoochun–ssi suami Jaejoong Oppa? Apa maksudnya? Ada yang bisa menjelaskan" Yoona terheran–heran.

'Bagaimana bisa? Padahal dulu mereka bertunangan, aku datang ke pertunangan mereka saat itu dan jelas – jelas aku melihat Jae Oppa dan Yoochunssi saling mengikat janji satu sama lain, aneh sekali–' batin Yoona sambil memandang Jaejoong dan Junsu.

"Tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama anda disuatu tempat Yoona–ssi, dan tadi anda bilang sepupunya Yunho... OMO... Jangan – jangan kau ini..." kata Junsu sekarang. Junsu yang tiba – tiba teringat dengan nama Namja yang disebutnya tadi terbelalak kaget sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Reflek pandangannya langsung berpindah ke Jaejoong yang kelihatan semakin gugup.

"Mianhae Hyung aku tak tau, aku tak memikirkannya saat mendengar pertanyaan Yeoja itu..." lanjut Junsu yang tak enak pada Jaejoong. 'Aish, kenapa mulut ini tak bisa diam sih, bagaimana kalau rahasia Jae Hyung terbongkar, pabbo Junsu,' batin Junsu kuatir.

"Gwencana Junsu–ah ini bukan salahmu, aku pun akan bersikap sama denganmu kalau aku ada di posisimu, jangan merasa bersalah seperti itu, kau terlihat jelek tau" Jaejoong memotong perkataan Junsu sambil bercanda berharap dapat mencairkan suasana yang sedikit tegang ini. Ia tau tak bisa menyalahkan Junsu, bagaimana pun juga Yoochun itu suami Junsu, istri mana yang tak tersinggung saat suaminya ditanyai kabar oleh orang yang tak dikenalnya. Wajar bukan jika Junsu reflek menjawab pertanyaan itu tanpa mengingat hal yang akan berakibat.

"Emb.. Kalau masalah itu, anu.. itu aku tak jadi menikah dengan Yoochun dan kami sekarang hanya sebatas sahabat baik" Jaejoong menjelaskan dengan sedikit tergagap. Keringat mulai mengalir dari tubuh Jaejoong saking gugupnya.

"Mwo? Waeyo Oppa? Bukankah kalian sempat tunangan waktu itu, aku kan menghadiri pertunangan kalian, apa terjadi sesuatu di antara kalian?" Tanya Yoona penasaran sambil memandang Jaejoong tajam. Jaejoong yang merasa di pandang dengan tatapan seperti itu malah merasa semakin gugup saja. Dengan keringat yang bercucuran, ia putuskan untuk menjawab pertanyaan Yeoja di depannya itu.

"Itu karena,..."

"EOMMA, EOMMA..." perkataan Jaejoong terhenti saat melihat Changmin dan Kyuhyun memanggil kemudian menghampiri mereka. Jaejoong dan Junsu sedikit bernafas lega, dua malaikat kecil mereka datang di saat yang tepat, dengan begitu Jaejoong punya alasan untuk tidak menjawab pertanyaan Yoona..

"Omo, Eomma kenapa? Kok pucat? Umma sedang sakit?" Tanya Changmin dengan nada cemas saat menghampiri ibunya. Wajah cantik Ummanya terlihat sangat berantakan dan pucat.

"Benar Ahjumma wajahmu pucat. Ahjumma tak kenapa – kenapa, kan?" Kali ini Kyuhyun yang bertanya. Ternyata Kyuhyun juga melihat ada yang berbeda dari wajah Eomma calon suaminya itu.

"Aniyeo, Eomma tak sakit kok, kalian jangan kuatir, Eomma hanya kecapekan saja, tak lebih" jawab Jaejoong sambil menenangkan kedua bocah itu.

Saat Yoona memperhatikan adegan 'ibu' dan anak itu, tiba – tiba saja ia terlihat sangat Shock. Di lihatnya Changmin dengan tatapan inten.

"Yun–yunho Oppa" katanya dengan nada kaget saat melihat rupa(?) Changmin yang sangar mirip dengan seseorang. Jaejoong yang tadi sempat bernafas dengan sedikit lega sekarang kembali di landa kepanikan yang sangat akut(?). Yoona pasti melihat mata Changmin yang memang persis seperti milik Yunho.

"Mwo? Nugu? Ahjumma nuguya? Kenapa memanggil Changminnie dengan Yunho?" kata Changmin saat mendengar seorang Yeoja menyebutkan sebuah nama yang asing baginya dan Changmin tau betul bahawa panggilan itu di ajukan kepadanya.

"Namamu siapa?" Tanya Yoona sambil memandang lekat mata Changmin. Mata itu mirip sekali dengan mata Oppanya. Jung Yunho. 'Mata elang yang sangat tajam. Bagaimana mungkin ia memiliki mata yang sama persis dengan Yunho Oppa, sedangkan mata itu hanya di miliki oleh keluarga kami saja atau jangan – jangan, anak ini... tapi apa mungkin,' batin Yoona.

"Kim Changmin Imnida, anaknya Jaejoong Umma. Dan ini Park Kyuhyun, anaknya Junsu Ahjumma. Salam kenal Ahjumma" jawab Changmin riang saat menjelaskan tentangnya dan Kyuhyun. Sedangkan Jaejoong dan Junsu hanya dapat bergugup(?) ria.

"Emb.. Sebaiknya kita pulang Hyung. Ini sudah sore. Kajja, pasti anak – anak merasa sangat lelah karena bermain seharian" ajak Junsu mencairkan suasana yang cukup tegang itu dan mencari alasan agar terhindar dari situasi ini. Ia tau bahwa Jaejoong sedang sangat kebingungan sekarang.

"Ne. Kau... Kau benar Su–ie, Kajja kita pulang sekarang, ayo anak – anak kita harus pulang sekarang" Jaejoong menyetujui ajakan Junsu yang menurutnya itu sangat membantunya. "Mianhae Yoona–ah, kami pulang dulu... Annyeong..." lanjut Jaejoong sambil mengajak anak – anaknya meninggalkan taman.

Saat mereka sudah sampai di dalam mobil dan hendak meninggalkan taman, tiba – tiba Yoona memanggilnya sambil menggendong Luna. Putrinya.

"Tunggu Oppa" panggil Yoona .

"Tunggu Oppa.. Tunggu" kata Yoona dengan nafas tak beraturan.

"Wae, Yonna–ah" Tanya Jejoong. Sepertinya firasatnya benar bahwa Yoona akan meminta penjelasan lebih soal anaknya, Changmin. Rasa penasaran yang di miliki Yeoja ini tak berubah sama sekali rupanya.

"Itu aku... Aku mau mengobrol denganmu kalau Oppa ada waktu..." ujar Yoona.

"Ne... ini kartu nama Oppa, kau bisa hubungi Oppa di situ, kapan – kapan kita akan bertemu dan berbicara, tapi dengan satu syarat" Kata Jaejoong sambil memberikan kartu namanya. Ia akan memberikan syarat agar 'orang itu' tak tau tentang pertemuannya dengan Yoona dan masalah Changmin.

"Oh Nde.. Apa itu Oppa? Katakan saja, pasti akan aku melaksanakan sebaik mungkin" jawab Yoona sambil menerima kartu nama yang di berikan Jaejoong kepadanya.

"Jangan pernah memberi tahu apapun kepada 'kau tau siapa' tentang pertemun kita hari ini, apa kau setuju?" ujar Jaejoong. Orang itu adalah Jung Yunho.

"Ne, aku setuju. Kalau begitu sampai bertemu lain waktu Oppa..." Jawab Yoona menyetujui persyaratan yang diberikan Jaejoong agar tak memberitahukan kepada Oppanya walaupun ia merasa sedikit aneh dengan syarat yang di ajukan oleh Jaejoong.

"Annyeong"

.

fanboyHAE

.

#Dirumah Junsu

"Mwo? kalian tadi bertemu dengan Yoona? Yeoja perkasa yang memukul–ku dengan sangat keras beberapa tahun yang lalu?" Tanya Yoochun memastikan. [Ada yang mempertanyakan adegan ini? Yap, kalian bisa membaca One Thing kalau begitu].

Setelah Jejoong dan Junsu pulang dari taman mereka langsung menceritakan semua yang di alaminya di taman beberapa waktu yang lalu. Bagaimana mereka bertemu dengan Yoona, adik sepupu Yunho. Bagaimana ekspresi Yoona yang kaget saat mengetahui Jaejoong tak jadi menikah dengan Yoochun dan bagaimana Yoona memandang Changmin dengan tatapan yang kaget.

"Ne.. kami bertemu dengannya.. bukannya tadi kami sudah menceritakannya..." Jawab Jaejoong sedikit kesal.

"Aku hanya memastikan Hyung—" ujar Yoochun sedikit bergidik. Yoochun jadi ingat saat Yoona memukulnya dengan sangat keras beberapa tahun lalu. "—Lantas setelah ini Hyung mau apa? Kau bilang tadi Yoona–ssi ingin bertemu denganmu dan membicarakan sesuatu bukan? Apa mungkin masalah Changmin?" lanjut Yoochun dengan penasaran, kira – kira tindakan apa yang akan di lakukan Jaejoong setelah ini.

"Aku rasa aku akan menceritkan semunya kepada Yoona. Aku juga berpendapat ia akan membahas mengenai batalnya pernikahan kita dan mengenai Changmin. Aku rasa ia terlalu penasaran saat melihat sosok Yunho di mata Changmin" Jawab Jaejoong sambil berpikir keras.

"Mungkin ini yang adalah jalan satu – satunya, aku tak ingin memendam kebohongan lagi, toh suatu saat nanti, aku yakin mereka semua akan mengetahuinya juga, cepat atau lambat, jadi lebih baik aku akan memberitahukan yang sesungguhnya." Lanjut Jaejoong sambil memandang Yoochun dan Junsu bergantian, seakan meminta pendapat tentang tindakan yang akan ia lakukan itu.

"Kami selalu mendukung–mu Hyung. Aku rasa itu adalah jalan yang terbaik" kata Junsu sambil memegang tangan Jaejoong.

"Su–ie benar Jae, kami akan mendukung apapun keputusanmu—" ujar Yoochun. "—Lalu apa Hyung akan membiarkan Yoona memberitahukan kepada Yunho mengenai masalah ini?" lanjutnya sambil bertanya kepada Jaejoong.

"Entahlah, aku juga bingung, mungkin iya, mungkin juga tidak, tapi yang pasti aku akan meminta Yoona untuk merahasiakan semua darinya, jika suatu saat ia akan memberi tahukan kepada Yunho, aku rasa itu haknya," Jawab Jaejoong sambil menghela nafasnya.

.

fanboyHAE

.

#Beberapa hari kemudian.

"Annyeong Oppa, sudah lama menunggu, maaf aku sedikit terlambat" sapa Yoona sambil tersenyum, kemudian duduk di kursi depan Jaejoong.

"Oh, Annyeong, Ani, Oppa juga baru saja sampai..." Jawab Jaejoong jujur, ia memang baru saja sampai, mungkin sepuluh menitan yang lalu.

"Kau tak mengajak putrimu Yonna–ah" Tanya Jejoong pada Yoona saat tak melihat Luna, putri Yoona tak ada bersamanya.

"Ani, dia sedang bersama kedua orang tuaku..." jawan Yoona sambil tersenyum.

"Arraseo, silahkan di minum, aku harap kau suka minuman yang aku pesankan... atau jika kau tak suka, silahkan pesan yang lain" kata Jaejoong sambil tersenyum pula. Senyum yang begitu cantik, menurut Yoona. Pantas saja sepupunya itu tergila – gila dengan Jaejoong.

"Aniyo Oppa, ini sudah cukup, Gomawo" jawab Yoona.

"Emb.. Sebenarnya Oppa aku ingin menanyakan sesuatu, maafkan aku jika aku lancang Oppa, aku hanya ingin memastikan saja" kata Yoona saat dan membuat suasana menjadi agak terasa canggung.

"Tanyakan saja, Oppa akan menjawabnya" jawab Jaejoong. Ia berpikir, mungkin ini saatnya untuk memberi tahukan kebenaran yang selama ini ia rahasiakan, apa lagi Yeoja yang bertanya itu mempunyai hubungan darah dengan orang yang cukup berperan dalam rahasianya ini.

"Itu.. Itu tentang pernikahanmu, kenapa bisa batal dan Soal Changmin" tanya Yoona agak tak enak hati, ia seharusnya tak boleh ikut campur, namun karena penasaran tingkat akut yang ia rasakan, akhirnya ia bertanya. Dan siapa tau itu adalah kabar baik untuk Oppanya, Jung Yunho.

"Arraseo, aku sudah menduga kau akan menanyakan semua itu, baiklah aku akan menceritakan semua"


—TBC—


Chapter depan bercerita tentang kehidupan masa lalu Jaejoong dan kenapa Jaejoong tidak bersama dengan Yunho saat ini, nah kira – kira apa penyebabnya ya? :3

Follow me on twitter : fanboyHAE or arriedonghae

Jika misalnya fanboyHAE tidak ditemukan maka cari yang arriedonghae.. begitupula sebaliknya… Alasan? Karena saya sering mengganti nama akun twitter saya, tapi hanya menggunakan kedua uname tadi J

So, Wanna Gimme your review? What do you think abaou this chapter? ^^

LOVE!