TEMAN, KELUARGA, CINTA

.

.

DISCLAIMER: BLEACH-Tite Kubo

Pair: Ichigo dan Rukia, dll

Genre: Friendship, Family(in this chap),sedikit roman?

Rate: T

Warning: AU,OOC, Ide Pasaran

Sequel dari TEMAN?

.

.

.

Chapter 3: Cinta

Normal POV

Pagi ini Rukia berangkat sekolah dengan wajah berseri-seri. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya itu sehingga membuat orang lain yang melihatnya terheran-heran sekaligus terpesona, termasuk Ichigo. Ichigo yang penasaran pun menghampirinya.

"Yo, Rukia." Sapa Ichigo.

"Ah! Ohayou Ichigo!" Balas Rukia semangat.

"Heee… Semangat sekali kau ini… Beda dengan kemarin…" Ledek Ichigo.

"Eh? Memang kemarin aku bagaimana?" Tanya Rukia dengan polosnya.

"Suram… Auramu seperti orang mau mati saja… Wajahmu seperti ini…" Kata Ichigo sambil menirukan wajah Rukia beberapa hari yang lalu.

"Hah?! Aku tidak sejelek itu, jeruk busuk!" kata Rukia sebal.

"Ha ha ha! Memang itu kenyataannya ko' midget! Weee!" Tawa Ichigo sambil menjulurkan lidahnya.

"Grrr… Kaaauuu!" Geram Rukia. Dan mulailah aksi saling mengejek diantara keduanya. Mereka tidak sadar kalau teman-teman sekelasnya menonton mereka sambil bersweatdrop ria.

"Kuchiki… Kurosaki…" Kata sebuah suara dengan nada dingin. 'Degg' jantung mereka berdua berdebar kencang mendengar suara itu. "Bisakah kalian kembali ke tempat masing-masing? Atau kalian lebih suka membersihkan seluruh toilet selama sebulan?" Lanjut suara itu dengan lembut tapi mengancam.

"Ha-ha'i… Gomennasai Unohana-sensei…" Kata mereka kompak lalu buru-buru kembali ke tempatnya masing-masing. Saking asiknya mereka berdebat -saling mengejek tepatnya- tadi mereka tidak sadar kalau bel sudah berbunyi dan sensei mereka yang lembut tapi mematikan sudah masuk dan ikut menoton perdebatan mereka.

"Baiklah semuanya. Sekarang buka buku sejarah kalian halaman 98, pelajari baik-baik, karena minggu depan kita ulangan." Kata Unohana lagi. Dan pelajaran pun dimulai~

-Skip Time:Istirahat-

"Jadi, ada apa?" Tanya Ichigo dengan nada introgasi pada Rukia. Saat ini mereka sedang berdua di atap sambil memakan bekalnya masing-masing.

"Apanya?" Tanya Rukia balik.

"Apa yang membuatmu begitu senang? Apa kau tidak mau cerita pada temanmu ini?" Tanya Ichigo lagi.

"Hmm… Menurutmu?" Kata Rukia dengan nada bercanda.

"Ayolaaah~ Aku tidak berminat main tebak-tebakkan!" Kata Ichigo sebal.

"Ha ha ha… Baiklah… Jangan ngambek begitu! Kau yang sudah jelek makin jelek tau!" Canda Rukia.

"Enak saja! Begini-begini banyak gadis yang mengincarku tau! Sudahlah, ayo cerita!" Kata Ichigo PD.

"Tch… Dasar narsis!"Cibir Rukia. "Bukan hal besar sih… Tapi aku senang masalah keluargaku sudah beres… Saranmu berguna juga… Terima kasih ya Ichigo!" Kata Rukia sambil tersenyum. Membuat Ichigo blushing.

"Ti-tidak masalah…" Kata Ichigo sambil memalingkan mukanya. Jantungnya berdebar cepat.

'Apa-apaan ini?! Kenapa jadi grogi begini?!' jerit Ichigo dalam hati.

"Hey Ichigo, kau kenapa? Demam?" Kata Rukia sembari meletakkan tangannya di kening Ichigo.

'Apa kukatakan saja sekarang?' Batin Ichigo. Lalu diapun menurunkan tangan Rukia yang sedang menyentuh keningnya dan menggengamnya erat. Ichigo pun menatap Rukia dalam-dalam. Sementara wajah Rukia menghangat melihat Ichigo melakukan itu padanya.

"Rukia… Sebenarnya sejak dulu aku-"

"KUCHIKI-SAN! KUROSAKI-KUN!" Yap! Dan adegan romantis itu terganggu oleh suara Orihime yang membuka pintu atap dengan penuh semangat. Dan dibelakangnya diikuti oleh teman-temannya. Rukia pun menarik paksa tangannya yang digenggam oleh Ichigo.

'SIAAALLL!' Teriak Ichigo frustasi -dalam hati tentunya-. Lalu dia mengirim deathglare pada para 'pengganggu'. Sadar ditatap begitu oleh Ichigo yang lain jadi merasa tidak enak.

"A-ahaha… Sepertinya kami mengganggu ya?" Kata Tatsuki canggung.

"Menurutmu?" Kata Ichigo kesal.

"Apa sih? Tidak ko'! Ayo gabung!" Ajak Rukia berusaha menutupi kecanggungannya. Dan merekapun bercanda dan bercengkrama seperti biasanya. Tapi tidak dengan Ichigo dan Rukia. Mereka canggung.

-Skip Time: Pulang Sekolah-

"Rukia ada yang ingin aku bicarakan…" Kata Ichigo.

"Ma-maaf, aku buru-buru! Ayo Momo! Orihime!" Kata Rukia. Lalu dia cepat-cepat pergi dari kelas sambil menarik Momo dan Orihime.

"Eh, tapi Kurosaki-kun…" Kata Orihime tidak enak pada Ichigo.

"Sudahlah ayo!" Ajak Rukia paksa, dan mereka bertiga menghilang dari hadapan Ichigo.

"Ck… Sial!" Kata Ichigo kesal.

Sudah dua hari Rukia selalu menghindari Ichigo. Dia selalu saja beralasan untuk tidak bicara berdua dengannya. E-mail, pesan, dan telepon dari Ichigo tidak pernah digubrisnya. Sehingga membuat yang lain heran apalagi Ichigo, dia frustasi sekarang.

"Kuchiki-san bertengkar dengan Kurosaki-kun?" Tanya Orihime.

"Eh… Tidak ko'…" Kata Rukia ragu.

"Kalau begitu kenapa kau menghindarinya?" Kali ini giliran Momo yang bertanya.

"Aku tidak-"

"Kau menghindarinya." Potong Momo.

"Ukh…" Rukia bingung harus menjawab apa.

"Kuchiki-san suka pada Kurosaki-kun?" Tanya Orihime to the point.

"Aku…" Orihime dan Momo penasaran mendengar jawaban Rukia. "Aku tidak tahu ini perasaan suka atau bukan…" Jawab Rukia pelan.

"Hmm… Bagaimana perasaanmu jika bersamanya?" Tanya Momo lagi.

"Itu… Entah kenapa sekarang setiap aku bersamanya aku selalu berdebar-debar, aku merasa nyaman… Aku bisa menunjukan dan mengataan perasaanku yang sebenarnya didepannya… Dan entah kenapa aku sangat mempercayainya…" Aku Rukia malu-malu.

"Berarti jawabannya satu." Kata Momo menyimpulkan dan menatap Orihime, lalu Orihime mengangguk.

"Kau menyukainya." Kata Momo dan Orihime bersamaan. Mendengar itu wajah Rukia memanas.

"Dan Kurosaki-kun pun sepertinya menyukaimu." Tambah Orihime.

"Darimana kau tahu soal itu?" Kata Rukia tidak percaya.

"Tatapan matanya jika melihatmu Kuchiki-san. Pernah dengar kan pepatah 'mata tidak pernah berbohong'? Tatapan mata Kurosaki-kun padamu berbeda. Selalu terlihat hangat dan senang jika bersamamu… Dan apalagi selama dua hari ini kau menghindarinya dia terlihat sangat panik." Jelas Orihime.

"Jangan menghindarinya Rukia-chan... Kau tidak kasihan pada Kurosaki-san? Lebih baik perjelas saja perasaan kalian… Jangan sampai nantinya menyesal." Tambah Momo.

"Ukh… Tapi bagaimana jika dugaan kalian salah?" Kata Rukia masih ragu.

"Hhh… Keras kepala… Lihat saja nanti!" Kata Momo sambil mengedipkan sebelah matanya jahil.

"Aaah! Sudahlah! Aku tidak mengerti apa itu suka, cinta, dan semacamnya! Merepotkan! Ayo kekelas!" Gerutu Rukia. Kedua temannya itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Selama pelajaran berlangsung, Rukia masih memikirkan kata-kata Momo dan Orihime.

'Aku suka padanya? Dan dia suka padaku? Ha ha… Yang benar saja!' Pikir Rukia sambil melirik kearah Ichigo yang berada diseberang bangkunya. Dan ternyata Ichigo sedang menatap kearahnya. Buru-buru Rukia mengalihkan tatapannya pada Ukitake-sensei.

'Ck… Ini benar-benar perasaan yang merepotkan!' Jerit Rukia frustasi dalam hati. Sementara Ichigo menatap Rukia dengan sedih.

'Rukia… Ck! Tau begini harusnya aku tidak perlu mengatakannya dari awal!' Rutuk Ichigo.

"Kuchiki!" Panggil Ukitake-sensei pada Rukia.

"Ha'i!" Jawab Rukia.

"Maaf, setelah pelajaran temui aku di ruanganku. Ada hal penting yang harus dibicarakan." Kata Ukitake.

"Ha'i sensei."

Sejam kemudian pelajaranpun selesai. Rukia pergi menemui Ukitake-sensei dan membicarakan beberapa hal dengannya. Tidak terasa sudah pukul lima sore.

"Baiklah Kuchiki. Maaf ya sampai membuatmu pulang jam segini." Kata Ukitake tidak enak.

"Tidak apa-apa Ukitake-sensei. Saya permisi." Kata Rukia membungkukan badan, lalu dia kembali ke kelasnya. Betapa terkejutnya, ternyata Ichigo masih ada diditu sendirian menunggunya. Rukia pun buru-buru mengambil tasnya, pura-pura tidak melihat Ichigo dan memutuskan untuk cepat pergi darisitu. Namun, langkahnya terhenti karena tangannya dicengkram erat oleh Ichigo.

"Le-lepaskan aku Ichigo… Aku harus pulang!" Kata Rukia berusaha melepaskan tangannya.

"Tidak. Kita harus bicara. Sekarang." Kata Ichigo sambil menekankan kata 'sekarang'. Merasa Rukia tidak akan kabur. Ichigopun melonggorkan pegangan tangannya. Dan sekarang mereka berhadapan, namun Rukia tidak berani menatap Ichigo.

"Lihat aku, Rukia." Kata Ichigo lagi dan mengangkat wajah Rukia. Memaksa Rukia untuk menatapnya. Rukia pun menatap wajah Ichigo dengan takut-takut. Terlihat kalau Ichigo benar-benar terluka sekarang.

"Kenapa menghindariku? Apa karena waktu itu?" Tanya Ichigo. Namun Rukia tidak menjawabnya.

"Baiklah… Aku salah… Waktu itu aku terlalu terburu-buru. Tapi aku serius Rukia! Aku tidak bisa menahan perasanku! Aku…" Jeda Ichigo sebentar. "Aku menyukaimu!" lanjutnya dengan agak lantang membuat Rukia kaget.

"Ma-maaf jika perasaanku ini hanya membebanimu… Tapi kumohon, jangan menghindariku lagi…" Mohon Ichigo pada Rukia. Tubuh Ichigo benar-benar lemas sekarang. Rukia bingung harus berkata apa. Hening diantara mereka.

"Su-sudahlah! Tidak perlu kau pikirkan kata-kataku. Lupakan saja. Ayo pulang." Ajak Ichigo untuk memecahkan keheningan.

'SIAAALLL! Dia pasti akan lebih menjauhiku lagi sekarang!' rutuk Ichigo. Ichigo pun memutuskan untuk pergi dari hadapan Rukia.

"Tunggu." Kata Rukia menghentikan langkah Ichigo. "Kau yakin tidak mau tau jawabanku?" lanjutnya. Ichigo terkejut dan menatap Rukia bingung.

"Su-sudah-"

"Aku juga suka padamu!" Kata Rukia tegas memotong ucapan Ichigo. Ichigo yang mendengar itupun membelalakan matanya terkejut.

"Maaf…" Bisik Rukia pelan sambil memeluk tubuh Ichigo. "Maaf… Aku menghindarimu bukan karena aku membencimu… Aku menghindarimu karena aku bingung harus bersikap bagaimana jika bersamamu… Aku salah… Aku harusnya berani menghadapi perasaanku sendiri… Kau yang selalu ada jika aku butuhkan… Kau yang selalu mendukungku… Kau yang selalu menjadi tempat curhatku… Dan aku menyukaimu… Aku menyukaimu Kurosaki Ichigo!" Ungkap Rukia jujur sambil menatap Ichigo. Ichigo yang speechless mendengar itu hanya bisa memeluk Rukia erat. Beberapa menit kemudian mereka melepaskan pelukan itu.

"Terima kasih… Rukia… Aku berjanji, aku akan selalu berada disisimu…" Janji Ichigo pada Rukia seraya mencium puncak kepala Rukia.

"Ya… Aku juga berjanji tidak akan menghindarimu lagi dan aku juga akan selalu disisimu…" Ucap Rukia sambil tersenyum.

Mereka berduapun pulang dengan bergandengan tangan. Benar-benar hari yang sangat indah bagi keduanya.

'Terima kasih untuk selama ini Ichigo… Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu…' janji Rukia dalam hati.

End

Author's note:

Huaaa… Selesai juga fanfic ini… Hutang(?) berkurang satu… xD #plakk

Maaf jika endingnya kurang memuaskan atau terlalu lebay…

Bales review dulu ah buat yg ga login~

Aeni Hibiki : Iya… Ini chap terakhir… :D
He? Sedih kah? OAO)a *plakk
Bagaimana dengan chap terakhir ini? Semoga kamu puas… xD
makasih ya reviewnya…

Qren : Iya… Ruki mulai suka Ichi… hehehe… *colek-colek Ruki#plakk*
Bagaimana dengan chap ini? Semoga kamu suka… :D
Terimakasih ya atas reviewnya…

Terima kasih untuk semuanya yang telah membaca dan mereview fanfic ini…

Sampai jumpa di lain fanfic…

Last, Review please? ^^

Sign,

Kazusa Kirika