Balesan review :

KagaFutaxLia Yap, bener karakter yang saya buat itu OOC semua X3 soalnya pengen beri kesan yang beda tentang karakter tersebut. Terutama pengen ngubah imej Itachi dan Kakashi wkwkwk. Hmm haha hebat bisa tahu perinya Itachi siapa haha.

Makasih Miss Kagamine ;3 , ceritanya akan lanjut! ^^ Guest , sip diusahakan

Disclaimer :Naruto itu karyanya Masashi Kishimoto-sensei ^^ X3 saya sebagai fansnya cuma iseng bikin cerita tentang karakter yang beliau buat.

Warn : OOC, AU, maaf ya kalau ada yang typo

I can , You can , We can!

Chapter : 3

Malam harinya Sakura diajak oleh Itachi ke rumahnya. Rumah Itachi itu sederhana, seperti rumah biasa pada umumnya. Rumah Itachi terdiri atas dua lantai. Bagian luar rumah,di halaman depan terdapat garasi dan taman kecil yang diisi dengan tanaman hias seperti bunga anggrek, aglaonema (sri rejeki), dieffenbachia (daun bahagia), dan yang lainnya. Pintu depannya langsung berhadapan dengan taman kecil tersebut,hanya diberi jarak beberapa meter saja. Halaman belakangnya terdapat kolam ikan yang berisi ikan koi dan ikan mas, taman yang cukup luas dibandingkan dengan bagian depan. Pohon-pohon yang rindang dan adanya gazebo di sekitar taman, menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit keluarga Itachi.

Tapi bagian dalam rumah ini sangat tradisional, beberapa ruangan masih memakai pintu geser dan lantainya masih menggunakan tatami, ruangan yang dimaksud adalah ruangan keluarga, kamar orang tua Itachi dan kamar tamu. Lantai di rumah ini juga masih menggunakan kayu. Orang tua Itachi sangat menyukai desain interior yang tradisional sehingga rumah Itachi seperti ini. Tampak luar terlihat modern tetapi bagian dalamnya tradisional. Orang lain yang berkunjung ke rumahnya selalu mengatakan aneh dengan desain rumahnya tetapi Itachi dan keluarganya tidak memperdulikan hal itu.

Itachi dan Sakura sedang ada di ruang keluarga, mereka duduk berhadapan dengan menggunakan meja penghangat atau kotatsu sambil menonton televisi. Sekarang di Jepang sudah memasuki pertengahan musim gugur, suhu yang rendah dan angin malam yang dingin membuat keluarga Itachi memasang kotatsu lebih awal. Biasanya mereka memasang kotatsu saat musim dingin tiba.

"Memangnya rencana apa yang ingin kau buat, Itachi?" tanya Sakura sambil memakan snack yang telah disediakan oleh Itachi.

"Pokoknya rencana yang bikin dia kapok."

"Gimana kalau kamu merubah sikapmu?" Itachi mengerutkan dahinya.

"Ada cara lain selain itu?"

"Aku cuma terpikir cara ini aja. Ini cara ampuh buat bikin guru Kakashi sadar kalau kamu itu anak yang baik."

"Hah? Dari dulu aku sudah menjadi anak yang baik." Elak Itachi

"Anak baik yang mempunyai sifat tidak baik."

Itachi dan Sakura langsung menoleh ke arah sumber suara itu berasal. Terlihat seorang anak laki-laki yang memasuki ruangan ini. Rambut belakangnya yang acak-acakan dan tatapan yang hampir sama dengan Itachi, dia adalah Uchiha Sasuke, adik laki-laki dari Uchiha Itachi.

"Kakak selalu berpura-pura baik kepada semua orang." Ketus Sasuke,lalu ia ikut bergabung dengan mereka dan duduk di dekat Sakura. Melihat kelakuan adiknya, Itachi hanya bisa menghela napas dan menggaruk-garuk kepalanya.

"Sasuke, kamu tidak sopan. Pertama, jangan menyelak pembicaraan orang lain, kedua, jangan berkata seperti itu pada kakakmu. Cepat minta maaf!" Omel Sakura

"Eeeh?! Sakura-nee , yang benar saja? Masa aku harus minta maaf pada orang ini?" Sasuke menunjuk kakaknya.

"Panggil kakakmu dengan benar, tidak boleh memanggilnya dengan kata 'orang ini'!" Sakura yang kesal memukul kepala Sasuke.

"AAH! Sakit tau! Ya, ya. Maaf ya kak."

"Ya sudah, sana pergi. Jangan ganggu kami." Ucap Itachi dengan dingin , Sakura yang mendengarnya langsung memukul kepalanya.

"Jangan kasar sama adikmu."

"Haaiik."

"Sakura kuat banget ngeladenin kakak beradik ini." LaluKushina melihat Itachi yang sedang memegang kepalanya. "Itachi ini lemah banget ya? Dari pagi dipukul mulu ma anak cewe terus gak ngelawan lagi."

"Udah lima kali... Semoga gak kena genggar otak."

Mau tidak mau, Itachi mengijinkan adiknya untuk ikut bergabung dengannya. Itachi dan Sasuke memang tidak pernah akur. Adiknya sangat cerewet sedangkan kakaknya lebih banyak diam. Sakura selalu menjadi penengah mereka sejak dulu. Sekarang, mereka memulai lagi pembicaraan yang tadi terpotong oleh Sasuke.

"Bagaimana kalau kita mengerjainya dengan cara memalukannya di depan umum? Awalnya kita lakukan di kelas." Usul Itachi.

"Itachi, rencanamu yang ini aku gak ikut-ikut ya."

"Ya udah yang ini biar aku aja yang jalanin."

"Rencana yang buat kamu jadi anak baik yang peduli terhadap sesama bagaimana?"

"Sakura... aku ini udah jadi anak yang baik."

"Tapi gak peduli terhadap sesama alias cuek banget."

"Emang harus peduli gitu?"

"Ya iyalah Itachi rese..."

"Kakak, kalo orang tua kita gak peduli, gak mungkin kakak dirawat dan dibesarkan sama mereka. Kalo kak Sakura gak peduli, gak mungkin dia mau nemenin kakak yang cueknya kebangetan, dan kalo aku gak peduli, gak mungkin aku manggil kak Itachi dengan sebutan 'kak'dan bersikap baik sama kakak. Kakak harusnya sadar kalo selama ini udah banyak orang yang baik dan peduli sama kakak. Apa selama ini kakak selalu berpikir bahwa tidak ada orang yang peduli dengan kakak?" Tiba-tiba Sasuke berkata seperti itu. Pernyataan Sasuke sontak mengagetkan Sakura, Itachi bahkan sang peri, Kushina.

"Sejak kapan Sasuke ini menjadi dewasa?" tanya Kushina.

"Entahlah Kushina, aku juga tidak tahu." Jawab Sakura.

Mereka melihat Itachi yang terdiam mendengar ucapan adiknya sendiri. Ia tidak menyangka bahawa Sasuke akan mengucapkan kata seperti itu. Sasuke menunggu tanggapan dar kakaknya, apa yang akan dijawabnya. Sakura juga terdiam, ia tidak tahu harus ikut campur apa tidak tentang hal ini. Di satu sisi ia setuju dengan perkataan Sasuke dan sebenarnya ia juga penasaran jawaban Itachi tapi di sisi yang lain ia merasa bahwa pertanyaan Sasuke ini tidak pantas karena bagaimanapun Itachi pasti sadar jika ada seseorang yang peduli dengannya.

"Ah... gak juga tuh," jawab Itachi dengan santai. Jawabannya membuat yang lain menggeleng-gelengkan kepala.

"Dasar Itachi, gak pernah berubah, tetep aja cuek dan gak mikirin hal kayak gitu." Pikir Sakura sambil melihat Itachi.

"Oi, Sakura jelasin rencanamu gih."

"Berlaku baiklah kepada semua orang, bagaimana kalau kita mencobanya di kelas dulu, terutama kepada guru Kakashi."

"EH! Kenapa harus diaa?!"

"Biar kita bisa ngebuktiin kalo kamu itu anak baik dan dugaannya itu salah." Kushina yang mendengar Sakura berbicara seperti itu mengatakan.

"Baiklah, aku akan menjalani rencanaku dan rencanamu juga, Sakura. Jelaskan padaku, aku harus berbuat apa besok."

"Begini..."


Keesokan harinya, kelas 10-2 melakukan olahraga dengan Kakashi-sensei di lapangan gymasium. Mereka akan melakukan kegiatan rolling. Kakashi-sensei meminta bantuan kepara muridnya untuk mengangkat matras dan Itachi menawarkan diri untuk membantunya. Para murid di kelas kebingungan karena Itachi tidak pernah sekalipun menawarkan diri untuk membantu seseorang, bahakan disuruh membantu orang pun dia menolak mentah-mentah. Sakura tersenyum melihatnya.

"Kenapa kau yang membantuku? Padahal aku berharap anak perempuan yang menawarkan bantuan." Kakashi-sensei mengeluh.

"Masih untung ada yang membantu." Ucap Itachi. "Dasar guru rese, sebenarnya aku juga gak mau. Ini kulakan demi menyukseskan rencanaku."

Mereka sampai di gudang. Kakashi-sensei menyuruh Itachi untuk membawa lima matras sedangkan ia akan membawa keranjang besi yang berisi bola basket dan voli. Itachi merasa dibodohi oleh Kakashi-sensei tapi mau tidak mau mempermasalahkan hal ini. Berat, Itachi merasakan beratnya membawa lima matras sekaligus, walaupun matrasnya berukuran kecil tapi tetap saja berat. Saat Itachi sampai ke lapangan, ia diprotes oleh Kakashi-sensei.

"Uchiha, bukannya saya menyuruhmu hanya membawa tiga matras? Ini kelebihan. Maaf ya tapi bisakah kau mengembalikan dua matras lagi ke gudang?" Ucapnya sambil memohon dengan

Itachi hanya bengong. "Aku dikerjain.." tapi ia tetap menurut saja, lalu ia membawa kedua matras untuk ditaruh di gudang. Kakashi-sensei yang melihatnya langsung tertawa cekikikan. Murid yang lain bingung melihat tingkah laku gurunya ini.

"Kau masuk ke dalam perangkapku bocah uchiha hahaha. Skor untuk sekarang 1-0."

Setelah selesai pelajaran olahraga, Kakashi-sensei diajak bermain basket oleh Itachi. Mereka melakukan permainan one-chance, jadi yang menang adalah orang yang lemparannya masuk ke dalam ring dan ini hanya dilakukan sekali karena hanya diberikan satu kali kesempatan. Jika keduanya bisa memasukkan bola maka mereka akan melakukan permainan olahraga yang mulai pertama untuk melakukan shoot. Mereka ditonton oleh para murid-murid dari kelas lain yang sedang berada di gymnasium. Kalah berarti malu, itulah tanggapan mereka berdua.

"Kushina, bisakah kau membantu Itachi?" tanya Sakura.

"Peri tidak bisa membantu siapapun kecuali manusia yang didampinginya. Berdoa saja agar Itachi berhasil."

Setelah melakukan pemanasan dengan men-dribble bola, Itachi mengatakan dirinya siap. Ia memejamkan matanya terlebih dahulu dan langsung melompat untuk melempar bola. Semua mata tertuju pada bola yang dilemparnya. Bola yang dilempar Itachi mengenai ring dan sedang berputar-putar di atas ring.

"Ayolah, tidak masuk." Kakashi-sensei berharap.

"Ayo, masuklah bola!" Sakura dan Itachi berpikiran sama.

Beberapa detik kemudian...

"MASUK!" teriak Itachi, orang-orang memberinya tepuk tangan.

"Yah, kau hebat bocah Uchiha, tapi tidak sehebat diriku." Ujar Kakashi-sensei sambil berjalan mendekati Itachi, mereka sedang berganti posisi.

"Buktikan saja itu, dasar guru rese." Ucap Itachi.

Dengan santainya,Kakashi-sensei langsung melakukan shoot. Ia percaya bahwa lemparannya akan masuk tapi sayang itu tidak terjadi. Bola voli yang sedang dimainkan oleh kelas lain terlempar jauh dan mengenai bola yang dilempar Kakashi-sensei.

"Hahahaha!" Kakashi-sensei tertawa kesal. "Bola voli itu sangat menggangu..." ucapnya dengan pelan sambil menendang bola voli tersebut. Sakura, Kushina, dan Itachi tertawa melihatnya. Orang lain tetap memberikannya tepuk tangan dan berbicara 'sayang sekali bolanya tidak masuk'.

Kesal tapi ia harus menjaga etikanya sebagai guru. "Oke, lain kali kita bertanding lagi ya Itachi." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya, Itachi menerima uluran tangan tersebut dan bersalaman dengan gurunya. Saat Kakashi-sensei melihat ke arah Sakura ia melihat dengan jelas ada sesuatu yang bersinar sedang berputar-putar di sekitar Sakura.

"Apa itu? Kenapa ada sesuatu yang bersinar di sekitar gadis Haruno ini?"