RootWood In!
Disclaimer : Saya tidak pernah mengakui kepemilikan atas Naruto dan High School DxD ataupun unsur dari Anime/Manga lain yang muncul dalam Fic ini. Saya hanya meminjam apa yang diperlukan untuk membuat Fic ini.
Genre : Adventure, Friendship, Family, Supernatural, Mistery, Romance [Maybe], Etc.
Rate : M untuk Bahasa dan Storyline.
Pair : Akan muncul dengan sendirinya.
Warning : Semi-AU, Typo[s], Miss-Typo[s], Bahasa Gado-Gado, Mainstream, OOC [Jelas], OC, Yang Jelas Gaje serta Berantakan, DLL.
AN : Fic ini hasil Imajinasi saya sendiri walaupun ada unsur yang agak mirip dengan Fic Brand New World milik Bad Sector (Udah dapat persetujuan).
.
.
.
.
.
.
.
The Half-Devil Lucifer
Arc I
Chapter 3 : The End of Konohagakure Village
.
.
.
.
.
.
.
Di sebuah desa tempat menetapnya manusia yang memilliki sebuah kemampuan yang berasal dari sesuatu yang bernama Chakra yang sudah diturunkan secara turun-temurun oleh Manusia pertama yang memiliki Chakra yaitu Outsuki Kaguya. Dari pertama di dirikannya, para penduduk desa ini yang mayoritasnya adalah seorang shinobi sangat jarang keluar dari area desa. Kecuali jika ada masalah yang mereka anggap serius maka mereka akan langsung keluar dan menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu membuat Desa ini bisa dikatakan tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar yang dipenuhi dengan mahluk-mahluk Supranatural yang berbaur dengan Manusia sehingga membuat kehidupan mereka menjadi damai dan tentram.
Tetapi ...
Kedamaian dari desa itu kini musnah setelah para Golongan Old Fraction Maou mengetahui eksistensi mereka. Alhasil desa mereka pun akhirnya ditemukan entah entah bagaimana caranya atau mungkin ada mahluk yang mengetahui eksistensi mereka sehingga keberadaan mereka diketahui oleh Golongan Old Fraction Maou.
Saat ini keadaan desa itu terlihat layaknya sebuah pemukiman yang baru saja dihantam bencana alam. Bangunan-bangunan hancur di segala tempat, mayat-mayat yang bertebaran di segala tempat. Itu semua adalah perbuatan dari Old Satan Faction yang menginginkan para Shinobi membantu mereka untuk mengembalikan apa yang telah direbut oleh Golongan Anti-Satan Fration pada perang saudara di Underworld .
.
.
.
.
.
"Hahahahaha ... sepertinya dua manusia rendahan tengah marah besar." Seorang wanita yang mengenakan sebuah kacamata, pakaian yang di sebagian besar tubuhnya sudah hilang entah kemana dan memegang sebuah tongkat di tangan kanannya tertawa melihat dua orang di depannya memancarkan kemarahan teramat sangat karena orang yang berharga bagi mereka telah meninggal di tangan wanita itu beserta anak buahnya.
"Tertawalah sepuasmu jalang! karena sebentar lagi kami akan menghancurkan tubuhnya hingga ke bagian terkecilnya." Seorang pemuda berambut silver yang disekitar tubuhnya mulai menguar api orange berujar datar menanggapi ucapan barusan sembari menatap tajam wanita itu.
"Hn!" Gumam ambigu namun datar dikeluarkan oleh pria berambut raven panjang yang berdiri di samping pemuda itu. Dengan mata bernama Mangekyo Sharingan yang berkibar memandangi wanita itu juga.
Sedangkan di belakang kedua orang yang tengah mencapai titik akhir kemarahannya. Berdiri dua lagi orang yang jika diperhatikan lebih jelas keduanya terlihat kelelahan setelah melalui pertarungan yang berat. Namun ada hal lain yang membuat keringat keduanya mengucur deras, yaitu Killent Intens yang dipancarkan oleh kedua orang di depan mereka. "Apa kalian butuh bantuan?" Tawar orang bernama Senju Hashirama kepada kedua orang di depannya. Walaupun kondisi tubuhnya bisa dibilang sudah tidak mampu lagi bertarung tetapi setidaknya ia tetap menawarkan bantuan kepada kedua orang itu walaupun chakra miliknya kini tersisah sekitar 30 persen setelah ia mengeluarkan saat endak membalaskan kematian dari adiknya Senju Tobirama.
"Tidak perlu!" Balas pemuda berambut silver itu dengan nada datarnya.
"Naruto benar! sebaiknya kalian pulihkan tubuh kalian lalu urus para pengganggu itu." Ujar pria raven itu membenarkan ucapan dari pemuda bernama Naruto itu dengan nada bicara yang sama datarnya.
"Hoi ... Hoi ... Kondisi dari kalian juga sama dengan kami. Jadi jangan memaksakan diri kalian." Ujar pria berambut putih panjang dan terdapat dua tanda vertikal di bagian sudut matanya hingga ke pipinya.
"Diamlah Ero-sennin, ... walaupun tubuh kami hancur sekalipun. Kami tidak peduli asalkan Jalang itu bisa musnah." Balas Naruto masih dengan datar tanpa menoleh kebelakang sedikit pun karena perhatiannya benar-benar hanya tertuju pada wanita di depannya.
"Baiklah!" Pria yang dipanggil 'Ero-Sannin' itu mendesah pasrah mendengar ucapan dari Naruto. Ia paham betul kenapa Naruto dan pria disamping pemuda itu yang diketahui bernama Uchiha Madara sampai tidak mau dibantu melawan wanita itu. "Jika kalian butuh bantuan tinggal bilang saja, Naruto ... Madara." Katanya kepada kedua orang itu dan direspon dengan anggukan pelan dari keduanya.
"Apa kalian sudah selesai?" Wanita itupun kembali bersuara melerai perbincang keempatnya.
"Ayo Naruto!" Perintah Madara datar diibalas anggukan oleh pemuda di sampingnya itu. Tanpa menunggu lama keduanya pun langsung berlari ke arah wanita yang diketahui bernama Katerea itu. Di sisi Katerea, melihat kedua lawannya mulai melakukan pergerakan. Ia pun menciptakan dua lingkaran sihir tepat di depan tubuhnya.
"Matilah!" Dua Demonic Power berukuran besar mirip seperti seekor ular langsung melesat menuju Naruto dan Madara yang berlari menuju ke arahnya.
Sreet! Sreet!
Secara bersamaan Naruto dan Madara mengerem tubuh mereka dengan kaki kanan masing-masing. Detik selanjutnya keduanya langsung melompat ke arah yang berlawanan. Madara ke kiri, sedangkan Naruto ke kanan. Dan hasilnya bisa diketahui, yaitu kedua Demonic Power itu pun menghantam tempat mereka berhenti.
Bumm! Bumm!
Dua ledakan yang besar hasil dari Demonic Power yang mengenai permukaan tanah pun terdengar hingga membuat kepulan debu beterbangan serta hembusan angin yang cukup kuat. Di sisi Jiraiya dan Hashirama, kedua orang itu terlihat berusaha sekuat tenaga menahan tubuh mereka agar tidak terhempas karena hembusan angin efek dari ledakan Demonic Power milik Katerea.
Tap!
Wush!
Naruto yang pertama mendarat dengan sempurna, langsung berlari dengan kecepatan tertinggi miliknya menuju ke Katerea, tidak lupa api orange yang semakin banyak menguar dari tubuhnya. "[Fire ... " Perlahan tangan kanan Naruto mulai terkepal dan banyak api orange mengepul di sekitarnya. " ... Fist]" Sebuah bola api orange berukuran besar langsung melesat menuju ke Katerea hasil dari pukulan Naruto pada udara kosong di depannya.
"Dasar bodoh!" Umpat Katerea nada mengejek melihat Naruto mengeluarkan bola api ke arahnya. Ia kemudian berusaha untuk melompat menghindar dari bola api itu. Tetapi wanita melupakan satu hal, yaitu Naruto tidak bertarung sendirian melainkan berdua bersama dengan Uchiha Madara. "Sial aku lupa!" Seketika Katerea mengingat hal itu lalu mencari keberadaan dari Uchiha terakhir itu.
"Mencariku Jalang!"
Katerea pun diberi tiga buah pilihan. Yaitu melompat ke kanan untuk menghindari bola api milik Naruto dan harus bertarung jarak dekat melawan Madara yang kini mengaktifkan MS miliknya. Sedangkan piliha kedua kedua yaitu menciptakan sihir pertahanan untuk memblok bola api milik Naruto yang kekuatannya setara dengan Power of Destruction Klan Bael. Dan terakhir adalah melompat ke kiri atau terbang ke udara untuk menghindari bola api serta Madara, namun besar kemungkin Naruto kembali menembakkan bola api ke arahnya setelah mendarat atau lebih parahnya sewaktu dirinya berada di udara.
Blaaarrr!
Ledakan yang cukup besar pun tercipta ketika bola api Naruto menghantam Katerea dengan kerasnya. Kepulan debu pun membumbung tinggi pada tempat dimana ledakan itu tercipta. Setelah efek ledakan mereda, terlihat Katerea berdiri dengan terengah-engah dan mengarahkan telapak tangannya ke depan tanda bahwa ia barusaja mengaktifkan sihir pertahan. Permukaan tanah di sekitarnya pun terlihat hancur kecuali tempatnya berdiri. Ternyata Pure-Blood Devil itu lebih memilih menciptakan Sihir Pertahan berukuran besar untuk menahan api orange miliki Naruto dengan resiko sihirnya harus berkurang drastis. "Cih! Sebenarnya api orange apa itu? kenapa lingkaran sihir pertahananku dapar hancur." Kata Katerea bertanya-tanya mengenai api orange dari Naruto. Selanjutnya, ia berniat melancarkan serangan balasan dengan menggerakkan tongkat menuju ke depan.
Tetapi, belum sempat melancarkan serangan balasan. Kini Katerean harus bersiap-siap menghadapi Madara yang sudah berjarak sepersekian meter dari dirinya diseratai dengan pandangan dingin menusuk yang ditujukan untuk dirinya. "Ini untuk Izuna!" Setelah jarak Madara dan Katerea teleminasi beberapa meter lagi, Madara melompat ke udara kemudian mengambil Gunbai dari punggungnya tanda bahwa Uchiha itu siap mengggunakn senjata andalannya itu untuk menyerang.
"Jangan harap kau bisa mengalahkanku dengan benda aneh itu!" Umpat Katerea kemudian terbang ke udara. Setelah jaraknya dirasa cukup. Ia menciptakan lima lingkaran sihir menggunakan tongkat miliknya. Tetapi sebelum ia mengeluarkan Demonic Power dari lingkaran sihir itu. Sebuah suara mengintrupsi pendengarannya.
"[Continuous Fire Ball]"
Ternyata Naruto yang belum beranjak dari tempatnya. Terlihar secara bergantian memukul udara kosong di depannya dengan kedua tangan yang diarahkan ke Katerea yang melayang di udara. Hasilnya puluhan bola api berukuran sedang melesat ke arahnya. Namun Katerea yang merupakan Iblis Class-Ultimate yang mempunyai kemampuan terbang tanpa mengeluarkan sayap, terbang kesana kemari untuk menghidari puluhan bola api Naruto. "Hahahaha ... Inilah perbedaan antara Iblis dan manusia rendahan seperti kalian." Ujar Katerea penuh kesombongan mengatakan perbedaan yaitu dimana Iblis mampu terbang. Baik itu menggunakan sayap mereka atapun tanpa sayap seperti dirinya saat ini.
Baik Naruto maupun Madara, sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan dari Katerea. Naruto masih melanjutkan memukul-mukul udara untuk menciptakan serentetan serangan bola api. Sementara Madara yang masih melayang karena sebelumnya ia sempat melompat. Kini mengembalikan Gunbai ke punggungnya kemudian merapalkan sebuah handseal. Setelah handseal miliknya selesai, ia menarik nafas dalam-dalam.
"[Katon : Goka Mekyakku]" Ternyata, serangan bola api milik Naruto digunakan oleh Madara sebagai pengalihan agar dirinya bisa melancarkan serangan Katon terkuat miliknya berupa sebuah semburan api berbentuk dinding yang siap menyapu bersih Katerea beserta bola api milik Naruto. Semburan dinding api milik Madara semakin meluas. Itu karena prinsip kerja dari Katon tersebut adalah semakin jauh melesat, semakin lebar pula ukurannya.
Blaaaarrrr!
.
.
.
.
.
Sementara di sisi Jiraiya dan Hashirama. Sang Hokage yaitu Hashirama, menatap kagum kedua orang yang bertarung itu, berbeda dengan Jiraiya yang malah menyipitkan mata. "Kerja sama yang hebat." Gumam Hashirama.
"Kau salah!" Sanggah Jiraiya cepat membuat Hokage itu langsung menoleh ke dirinya dengan alis terangkat.
"Salah?" Beo Hashirama.
Jiraiya menganggukkan kepala sekali. "Sebenarnya, baik Madara ataupun Naruto sama sekali tidak mau bekerja sama walaupun serarangan barusan terlihat seperti mereka tengah bekerja sama. Itu karena keduanya sudah dilingkupi kemarahan besar atas kematian Izuna dan Tobirama, hasilnya pikiran mereka saat ini hanya satu. Yaitu membunuh wanita itu sehingga membuat keduanya sama-sama ingin melancarkan serangan tanpa pikir panjang dengan tujuan dapat membunuh lawan mereka." Jelas Jiraiya panjang lebar tanpa mengalihkan pandangan dari semburan api milik Madara yang masih belum berhenti sehingga semburan api itu kini mencapai jarak 100 meter di atas langit dengan intensitas yang sangar besar.
"Apa kau tidak salah Jiraiya?" Tanya Hashirama setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Jiraiya dengan wajah dongkolnya menatap Pertapa itu.
"Lupakan saja!" Bukannya menjawab pertanyaan pria dari Klan Senju itu, Jiraiya malah mengumpat kesal karena kebodohan dari pemimpin Konohagakure itu. Entah kenapa pria ini bisa terpilih menjadi seorang pemimpin yang jika dilihat dari luarnya sangat bodoh. Itu semua merupakan sebuah misteri bagi Pertapa mesum itu.
"Sepertinya kita kedatangan tamu." Jiraiya mengalihkan pandangannya dari semburan api Madara menuju ke langit di samping kanannya. "Seperti sisa-sisa Iblis yang selamat dari amukanmu masih berjumlah sekitar 300, Hashirama."
Hashirama mengangguk sesaat dan ikut memperhatikan langit malam di sebelah kanannya dimana sekitar tiga ratu Iblis melayang di udara. "Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk mati malam ini." Rutuk Hashirama karena dirinya kini mempunyai sisa chakra sekitar 30 persen. Sedangkan Jiraiya masih sekitar 35 persen.
Jiraiya mendesah pelan. "Ucapanmu seolah-olah kau sudah siap untuk mati Hashirama." Entah kenapa Hashirama terlihat mengangguk pelan mengiyakan. "Asal kau tahu, aku belum mau mati sebelum aku bisa meniduri 1000 wanita dan juga membalaskan kematian Izuna dan Tobirama kepada para Iblis Old Satan Faction yang tersebar di segala penjuru dunia ini." Jelas Jiraiya penuh keyakinan di setiap untaian katanya termasuk hal mesum yang ia katakan.
Hashirama sempat sweatdrop sejenak mendengar tujuan pertama Jiraiya, namun tujuan keduanya membuat dirinya langsung mengutuk dalam-dalam perkataanya barusan mengenai akhir dari hidupnya malam ini. "Kau benar Jiraiya. Kalau begitu aku tidak mati demi Tobirama dan Izuna." Seketika Jiraiya langsung menyungging sebuah senyum tipis. Kemudian keduanya secara bersamaan mengangguk dan akhirnya berlari menuju ke lokasi para Iblis.
.
.
.
.
.
Kembali ke pertarungan Madara dan Naruto melawan Katerea Leviathan. Akhirnya semburan api berintensitas besar dari Madara terhenti. Dan secara bersamaan Madara berhasil mendarat dengan sempurna di atas permukaan tanah. Masih dengan Mangekyo Sharingan yang aktif, Uchiha terakhir itu memperhatikan dengan seksama semburan api miliknya yang mulai menghilang. "Dimana kau?" Ujar Madara entah pada siapa.
"MADARAAAAA-OSSSAANNN!" Naruto seketika berteriak memperingatkan Uchiha itu ketika ia melihat sebuah Demonic Power berukuran sangat besar melesat dari kobaran api hasil dari Madara dengan kecepatan tinggi. Madara selaku target dari Demonic Power itupun seketika terkejut dan dengan cepat melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia lakukan.
"Saatnya mencoba apa yang tertulis di batu penginggalan Kaguya-sama mengenai mata yang baru saja aku bangkitkan ini." Batin Madara. Ia pun segera memfokuskan sebagian besar chakranya menuju ke mata Mangekyo Sharingan miliknya. "[Susano'o]"
Bumm!
Seketika Naruto langsung membulatkan mata dengan dirinya melihat dengan jelas Madara terkena Demonic Power itu hingga menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar. Seketika Api Orange Naruto kembali menguar dengan hebatnya dari tubuhnya karena ia mengira Sang Uchiha tersebut sudah tewas terkena serangan barusan. "KAAAUUUUUU!" Naruto menunjuk lurus Katerea yang sudah terlihat setelah seluruh kobaran api milik Madara menghilang.
Namun jika diperhatikan dengan seksama, kondisi dari Pure-Blood Devil itu bisa dibilang sangat buruk. Beberapa luka bakar cukup serius terlihat di sekujur tubuhnya. Sementara di sekitar tubuhnya menguar Aura kehitaman yang merupakan sesuatu yang melindungi dirinya dari serangan api milik Madara. "Haa ... Haa ... Manusia Sialan, berani-beraninya ia membakar beberapa bagian tubuhku." Katerea memperhatikan beberapa bagian tubuhnya yang menderita luka bakar dari Katon milik Madara yang berhasil menembus aura Iblis yang melindungi tubuhnya. Detik selanjutnya, Ia mengalihkan perhatiannya ke Naruto yang terlihat melakukan sesuatu.
"Apa yang akan kau lakukan Manusia Rendahan? kau tinggal seorang diri di tempat ini. Pria bermuka tembok itu sudah tewas, sedangkan kedua rekanmu sebentar lagi akan menyusulnya ... Hahahahahaha. " Katerea tertawa keras diakhir ucapannya seolah-olah ucapan darinya benar-benar terjadi. Detik selanjutnya, ia menaikkan alisnya ketika melihat apa yang dilakukan oleh Naruto.
Kita beralih ke Naruto. Api orange di sekitar tubuhnya tiba-tiba saja menghilang dan kini ia tengah menyatukan kedua tangannya yang terkepal di depan dada tanda bahwa ia tengah mengumpulkan energi Senjutsu. "Mungkin ini saatnya aku menggunakan tehnik itu." Pikir Naruto. Kurama yang berada di dalam tubuhnya pun dibuat terkejut karena mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh Naruto.
'Apa kau yakin ingin menggunakannya Naruto? Efeknya pasti akan berdampak buruk padamu.' Tanya Kurama setidaknya memcoba membujuk Naruto untuk tidak menggunakan hal mereka berdua maksud. 'Kan efeknya hanya pingsan setelahnya Kurama.' Ujar Naruto melalui telepati kepada Kurama.
'Baka! Tapi belum tentu hanya itu efek sampingnya Naruto, bisa-bisa kematian adalah harganya.' Balas Kurama setengah berbohong mengenai kematian. Dan yah ... mana mungkin Naruto yang merupakan Half-Devil bisa mati hanya karena efek samping dari sebuah tehnik.
'Kematian? jangan bercanda Kurama. Aku sudah pernah menggunakan sekali dan efeknya cuma pingsan beberapa hari.'
'Terserah kau saja Naruto, yang bisa kulakukan hanya mendukungmu saja.' Kurama pun akhirnya pasrah. Apalagi ia sudah tahu bagaimana Naruto jika menyangkut hal yang terjadi saat ini. Dimana orang-orang yang berharga baginya mulai meninggalkan dirinya satu demi satu serta dua orang lagi bisa dikatakan akan menyusul yang telah pergi.
'Arigatou Kurama.' Ujar Naruto kemudian memutus telepatinya dengan Kurama. Sedetik kemudian ia langsung menyatukan kedua tangannya yang terkepal di depan dada. 'Tehnik ini mungkin saja hanya bertahan sekitar lima menit, mengingat energi alam yang kuserap jumlahnya sedikit.' Batin Naruto memprediksikan waktu dari tehnik yang akan ia gunakan.
Katerea yang mulai bosan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Naruto selanjutnya akhirnya melempar Demonic Power yang sama besarnya dengan sebelumnya. "Matilah Manusia Rendahan!"
Walaupun Naruto bisa mengetahui arti dari ucapan Katerea yang didengarnya, ia tetap tidak menggerakkan tubuhnya sedikit pun hingga akhirnya selang beberapa meter sebelum Demonic Power Katerea menghantam dirinya. Naruto bergumam pelan. "[Sage Art : Unlimited Full Power]"
Bumm!
Bersamaan dengan Naruto menyebutkan nama tehnik yang akan ia gunakan. Demonic Power Katerea pun menghantam tempat Naruto berdiri hingga menyebabkan ledakan yang sama besarnya dengan ledakan yang menghantam Madara. "Hahahaha ... akhirnya kau mati ju-"
Bumm!
Katerea seketika menghentikan perkataannya ketika ledakan kedua tercipta di tempat Naruto. Perlahan Demonic Power miliknya mulai termakan oleh api berwarna emas yang merupakan kemampuan dari tehnik yang baru saja Naruto aktifkan. Api emas itu adalah gabungan antara Api Kurama dan Energi Senjutsu Naruto. Katerea pun dibuat terkejut menyaksikan dimana Demonic Power miliknya seolah di lenyapkan oleh api emas tersebut.
"AYO KITA MULAI!" Teriak Naruto dan seketika menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Katerea yang membulatkan matanya tanda bahwa ia terkejut melihat kemunculan Naruto yang secara tiba-tiba.
"Ce-Cepat sekali."
"Ini adalah salah satu dari kemampuan Unlimited Full Power dimana aku bisa memanfaatkan kemampuan dari Senjutsu yaitu mengontrol ruang dan waktu kemudian meningkatkannya hingga mencapai tahap terakhir dimana aku bisa berpindah sesuka hatiku." Jelas Naruto kemudian mengepal tangan kanannya ditambah Api emas yang mulai menjalar di tangan kanannya. Katerea hendak terbang menjauh namun Naruto cepat mengambil tindakan dan mengarahkan pukulannya ke wajah Katerea.
Duag! Duaarr!
Bersamaan dengan bersarangnya pukulan itu. Ledakan api emas pun tercipta hingga membuat Katerea terhempas dengan kerasnya menuju ke bawah. Ringisan yang terdengar menyakitkan pun dikeluarkan oleh Katerea yang terhempas karena pukulan api emas berupa gabungan dari Api Kurama dan Energi Senjutsu Naruto. Namun belum sampai disitu saja, Naruto kembali menghilang dan muncul tepat di jalur yang dilewati oleh Katerea.
"Kau mau kemana Haa?" Katerea tiba-tiba saja merinding mendengar pertanyaan sedingin kutub utara yang dilontarkan oleh Naruto. Pemuda berambut silver itu kemudian kembali mengepal tangan kanannya kebelakang. Setelah Katerea sudah berada di depannya. Ia pun langsung menghantamkan pukulan yang kembali diselimuti api emas.
Buagh! Duaaar!
"Ohoookkkk ... " Katerea memuntahkan darah segar ketika kepalan tinju Naruto menghantam perutnya hingga membuat sebuah api emas terbang bebas dari punggungnya (Mirip Red Hawk Luffy).
"Ba-Bagaiman mungkin kau bisa sekuat ini?" Tanya Katerea sembari meringis menahan rasa sakit dari pukulan Naruto.
Naruto hanya memasang wajah datar+dingin menanggapi pertanyaan dari Katerea. Detik selanjutnya Naruto mendorong tangan kanannya yang masih berada di perut Katerea ke arah bawah hingga membuat Wanita Iblis berdarah murni itu melesat dengan kecepatan tinggi ke permukaan tanah.
Duaar!
Ledakan beserta kepulan debu pun langsung muncul ketika Katerea menghantam permukaan tanah. Sementara di udara. Naruto belum puas dan bersiap untuk mengakhiri pertarungan ini dengan serangan yang akan ia lancarkan selanjutnya. Perlahan kedua tangan Naruto kembali diselimuti api emas. Setelah dirasa cukup, Naruto memutar tubuhnya 360 derajat sehingga api emas mulai menyebar di sekitar tubuhnya.
"[Sage Art :Pillar of Golden Fire]"
Dari kedua tangan Naruto yang diposisikan di depan dada dan mengarah kebawah, sebuah semburan api berbentuk pilar berukuran besar melesat menuju ke tempat Katerea mendarat.
Bumm! Blaaaaarrr!
Ledakan pun tercipta setelah pilar api emas Naruto menghantantam permukaan tanah tempat Katerea terbaring. Saking besarnya ledakan tersebut, sampai-sampai api emas itu melebar ke segala arah dengan diameter 20m. Bahkan Hashirama dan Jiraiya yang tengah bertarung pun menoleh ketika mendengar ledakan besar tersebut.
"Tehnik apa emas yang mengerikan ... Ehhh tunggu dulu! sejak kapan api Naruto berwarna emas." Hashirama yang awalnya kagum sekaligus ngeri melihat tenhik Naruto langsung menjadi bingung karena setahunya api Naruto itu berwarna Orange bukannya Emas. Bahkan Jiriaya selaku Sensei yang mengajarkan Naruto Senjutsu pun ikut penasaran dengan hal ini.
Kembali ke Naruto yang masih melayang di udara. Matanya terlihat menyipit memperhatikan dengan seksama api emas miliknya yang mulai menghilang ditiup angin malam yang berhembus pelan di lokasi tersebut. Setelah beberapa saat akhirnya seluruh kobaran api emas milik Naruto menghilang begitupla Katerea yang tubuhnya sama sekali tidak dapat Naruto temukan di dalam kawah bekas ledakannya. "Hmmmn sepertinya ia sudah hancur menjadi serpihan debu." Ujar Naruto walaupun ada kemungkin Katerea berhasil selamat melihat pada kawah tersebut Naruto sama sekali tidak menemukan tanda-tanda bekas mahluk hidup yang terbakar.
"Ah sudahlah ... mungkin ia sudah musnah tak tersisah!" Naruto segera menepis pikiran bodohnya itu mengenai selamatnya Katerea dari tehniknya barusan. Masih dalam keadaan melayang, Naruto mengalihkan perhatiannya ke Jiraiya dan Hashirama yang tampaknya kesulitan melawan para Iblis yang memilih terbang agar mereka tidak dapat dijangkau oleh serangan dari keduanya. "Sebaiknya aku membantu Hashirama-ossan dan Ero-Sannin." Seketika Naruto langsung menghilang dari tempatnya.
Sedetik kemudian, para Iblis langsung terkejut melihat kemunculan Naruto secara tiba-tiba tepat ditengah-tengah mereka. "Bersiaplah untuk musnah!" Kedua lengan Naruto kembali diselimuti api emas. Melihat Naruto hendak melancarkan serangan, secara serentak para Iblis langsung menciptakan Demonic Power. Tetapi sebelum mereke menembakkannya. Dua suara dari arah bawah menginterupsi mereka.
"[Mokuton : Mokuryuu no Jutsu]"
"[Katon : Sanryuu Huashi no Jutsu]"
Tiga Naga Api dan satu Naga Kayu langsung dikeluarkan oleh Jiraiya dan Hashirama secara bersamaan agar para Iblis itu membatalkan serangan mereka untuk menghindari keempat naga tersebut. Dan seperti yangh diperkirakan oleh keduanya, sebagian besar dari para Iblis itu langsung kocar-kacir menghindari naga keduanya namun ada juga yang lebih memilih mati tetapi sebelum itu, mereka harus melanjutkan serangan mereka ke Naruto.
"NARUTOOOO-SEKARAAAANGGG!" Teriak keduanya yang masih setia mempertahankan Handseal mereka. Naruto mengangguk paham kemudian memutar tubuh 360 derajat dengan kedua lengan yang dilapisi api emas.
"[Sage Art : Great Golden Fire Annihilation]"
Blaaaarrr!
Api emas di kedua lengan Naruto langsung menyebar ke segalah dan menciptakan sebuah gelombang api emas berskala sangat besar hingga membuat seluruh Iblis di area tersebut musnah tak berbekas begitupula dengan Demonic Power yang sempat dikeluarkan oleh beberapa Iblis. Setelah gelombang api emas Naruto menghilang. Bersamaan dengan itu sekitar lima menit penggunaan tehnik 'Sage Art : Unlimited Full Power' akhirnya usai sehingga membuat pandangannya mulai buram serta tubuhnya mulai terkena efek dari Gravitasi.
"NARUTOOOO!" Teriak Jiraiya namun tidak respon dari Naruto yang mulai terjatuh dari ketinggian. "Apa yang terjadi dengan Naruto?" Tanya Jiraiya pada Hashirama yang juga sama sekali tidak mengetahui karena ia terlihat menggelenkan kepalanya.
"Kalau seperti ini Naruto bisa tewas." Ucap Hashirama dengan nada getir melihat posisi jatuh Naruto yang kepala berada di bawah serta ketinggian dari tempatnya jatuh sekitar 100 meter. Hoi mana mungkin Half-Devil bisa mati hanya karena hal seperti itu. Namun Hashirama yang tidak mengetahui kalau Naruto adalah Half-Devil sehingga dirinya mengatakan hal tersebut.
Kedua orang itu hendak beranjak dari tempat menuju ke lokasi dimana Naruto akan menghantam tanah, namun belum sempat mengambil langkah keduanya langsung ambruk karena kedua mereka benar-benar sudah tidak mampu menopang tubuh mereka.
"Uhhh ... Sial! kenapa di saat-saat seperti ini." Ringis Hashirama dalam keadaan bertelungkup namun perhatiannya masih tertuju pada Naruto yang kini berjarak sekitar 50 meter.
"Sial! ... Sial! ... Sial!" Rutuk Jiraiya sembari berusaha menggerakkan kakinya. namun, apa mau dikata. tubuhnya sudah tidak dapat digerakkan lagi karena sudah mencapai batas serta chakranya tersisa 5 persen.
Namun diluar dugaan seorang pria berambut raven tiba-tiba berlari dan melompat melewati kedua orang dengan sebuah benda aneh berbentuk tulang rusuk serta sebuah lengan kanan berwarna biru yang terlihat melindungi pria itu.
"Madara? dan apa itu di sekitar tubuhnya?" Tanya Hashirama yang mengetahui siapa yang melompat melewatinya. Dan tampaknya ia juga penasaran dengan Tulang rusuk mahluk astral yan
Grab!
Tap!
Dengan halus, tangan kanan mekanik dari benda yang pria itu keluarkan menangkap tubuh Naruto dengan halus agar tidak sampai melukai pemuda itu. Setelah menangkapnya, sosok yang diketahui sebagai Uchiha Madara itu mendarat dengan sempurna. "Haaaa ... dasar bodoh! Memaksakan dirinya sendiri sampai-sampai membuatnya tidak sadarkan diri." Tanpa sepengetahuan orang lain kecuali dirinya sendiri, Madara mengulas senyum tipis yang sangat jarang ia perlihatkan. Kemudian masih dengan Tulang rusuk dan lengan kanan yang belum menghilang karena lengan itu yang memegang Naruto, Madara berjalan menghampiri kedua orang yang tengah bertelungkup di permukaan tanah.
"Haaa ... kalian juga kah?" Tanya Madara yang agaknya mulai kesal karena bukan hanya Naruto yang tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Tetapi Hashirama dan Jiraiya pun sama dengan pemuda berambut silver yang masih dipegang oleh tangan Susano'o miliknya. Dengan tatapan menahan rasa sakit, Jiraiya dan Hashirama mengangguk mengiyakan membuat Madara menghela nafas kesal.
"Kalau begitu ... " Madara dengan pelan menurunkan dan membarinkan Naruto tepat di samping kanan Hashirama dengan pelan. Setelah selesai, ia menghilang mahluk astral yang menyelimuti tubuhnya. " ... malam ini kita menginap disini saja." Tambah Madara sambil ikut berbaring di samping kanan Naruto. Mangekyo Sharingan miliknya pun telah dinonaktifkan. Toh sekarang tidak ada lagi musuh, semuanya sudah dimusnahkan oleh Half Devil dari Klan Lucifer bernama Naruto Lucifer.
Tak berselang lama akhirnya ketika orang itu, Madara, Hashirama dan Jiraiya pun masuk ke dalam alam mimpinya. Mengabaikan semua rasa sakit yang diderita tubuh mereka karena pertarungan sengit yang akhirnya selesai dengan kemenangan para Shinobi walaupun hanya empat orang yang selamat dan desa mereka hancur tidak berbentuk lagi. Namun di dalam hati ketiganya masih ada mereka berharap bahwa diantara ketiganya, ada manusia yang memiliki Chakra yang berhasil selamat dari pertarungan atau lebih tepatnya pemusnahan ini.
.
.
.
.
.
Sementara itu, atas sebuah pohon tertinggi di hutan yang tidak jauh dari Desa Konohagakure yang sudah hancur itu. Sesosok pria memandang desa itu penuh seringai.
"Akhirnya kalian musnah juga ... itulah balasan bagi kalian wahai shinobi Konohagakure atau yang sekarang sudah tidak ada lagi." Ujar sosok itu dengan nada penuh kemenangan. Sosok itu kemudian melompat turun dari pohon tersebut dan mendarat dengan sempurna di permukaan tanah.
"Sekarang waktunya untuk memulai perjalan baruku ... HA HA HA HA HA!" Ucap sosok itu diakhiri tawa penuh kemenangan. Dan perlahan sosoknya akhirnya menghilang diantara gelapnya malam hari tidak jauh dari lokasi dimana baru saja terjadi sebuah kejadian yang nantinya akan merubah Dunia yang dihuni manusia dan mahluk-mahluk Supranarutal lainnya ini menuju kedaimaian atau malah sebaliknya yaitu kehancuran.
.
.
.
.
.
TBC!
[TrouBlesome Cut]
Haaaa ... akhirnya Chapter 3 selesai juga yang didalamnya dipenuhi dengan KeGajean tingkat tinggi, Typo yang bertebaran dan kesalahan lainnya.
.
.
Dan dibawah ini adalah penjelasan mengenai tehnik Naruto barusan.
- Sage Art : Unlimited Full Power = Tehnik ini hampir sama Prinsipnya dengan Hachimon milik Gai. Dimana Naruto menggunakan seluruh Energi Alam yang ia serap secara bersamaan didalam tubuhnya seperti mempercepat aliran darah, memperkuat otot dan lain-lain sehingga membuat dirinya berada di level tertinggi Senjutsu miliknya. Mulai dari Kecepatan, Kekuatan, Fisik serta aspek-aspek yang dibutuhkan dalam pertarungan ... Sementara kata 'Unlimited' merujuk kepada seluruh aspek yang berada di level tertingginya tidak mempunyai batasan sebanyak apa ia ingin menggunakannnya terutama Api Emas yang merupakan gabungan dari Api Orange Kurama dan Energi Senjutsu di dalm tubuh Naruto ... Tetapi kata 'Unlimited' tidak berlaku pada waktu penggunaannya karena waktu penggunaanya tergantung jumlah energi alam di dalam tubuh Naruto. Sedangkan untuk efek samping ... Resiko terbesarnya adalah kematian namun hal itu mungkin tidak berlaku bagi Naruto dikarenakan ia sudah menguasai Senjutsu secara sempurna serta dirinya yang merupakan Half-Devil. Mungkin efek dari Tehnik ini bagi Naruto cuman pingsan beberapa hari.
.
.
Sekali lagi saya berterima kasih telah Mereview, Favorite, Follow ataupun sekedar membaca Fic super berantakan dan Gaje ini.
Akhir kata dari saya silahkan berikan komentar/saran/kritikan kalian mengenai Chapter ini di kolom Review dan akan saya balas melalui PM. Karena Review dari kalian merupakan bahan bakar atau penyemangat bagi saya untuk melanjutkan Fic.
.
.
.
Ryusuke Out!
