hanazawa kay : Ini pairing nya SasuFemNaru, ItaFemKyu, GaaNatsu #Ngarang soalnya bingung Gaara mau di pasangin sama siapa, jadi bikin nama sendiri terserah kamu mau ngebayang Natsumi kayak apa, boleh jadi Hinata, Sakura, atau siapa aja yang jelas namanya NATSUMI! #DiGampar. Ada SasoFemDei juga :D

akbar123 : Ha'i ini sudah di lanjut semoga puas ya

ultimatekuuga : Hehehehe... Shana yang oon ini gak bisa bikin cerita panjang-panjang, tapi doa in aja banyak review nya #Semoga biar cepet update.

Asuka 'icha' Soryuu : Hehehehe... maaf Shana tidak terlalu bisa cerita panjang-panjang yang paling panjang sampai saat ini cuma 6 halaman, tapi ceritanya belum di publish. YOSH! Author akan semangat tebbayo #DiGamparNaruto


Cast : Female Namikaze / Uzumaki Naruto

Uchiha Sasuke

Sabaku No Gaara

Other

Author : Sha-chan / Shana ( Katsuragi Shana )

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Comedy,Romance,Family,And Friendship

Rated : T

Warning : OOC, Gender Bender, Menyebabkan Kesarapan, dll


Di tempat Naruto

'Kenapa ini semua terjadi padaku? Apa salahku? Dasar guru menyebalkan, padahal bukan aku yang salah melainkan SasuTemeCapPantatAyam itu.' batin Naruto.

Naruto mengedarkan seluruh pandangannya ke tempat di sekitarnya, dan yang ia temui adalah daun, pohon, halaman yang luas, kursi, dan danau. Tepat yang ia pijaki adalah halaman belakang sekolah yang luasnya emmm... kira-kira sendiri lah.

Kenapa dirinya bisa disini? Baiklah akan saya jelaskan! Jadi perhatikan baik-baik!

FLASHBACK

KRINGGG...KRINGGG...KRINGGG

Bel pergantian pelajaran di KHS berbunyi nyaring, bel itu menandakan pelajaran ke 7 dan 8 ( baca : artinya pelajaran ke 4 bukan beneran 7 dan 8 pelajaran )

"Baik anak-anak kumpulkan PR Fisika yang ku berikan kepada kalian minggu lalu." Ucap guru berparas cantik sebut saja Kurenai.

'Huwaaaaaaa! Buku PR ku ketinggalan! Bagaimana ini!' batin Naruto panik setengah mati.

"Teme..." panggil Naruto pelan kepada orang yang duduk di sebelahnya.

"Teme..."

"Hn."

"Pinjam buku PR mu dong, buku PR ku ketinggalan."

"Hn."

"Teme, ayolah pinjam aku sudah mengerjakan itu semalaman namun nasib tidak berpihak padaku."

"Hn... Dobe"

"SASUTEME!"

"Namikaze Naruto!" Bentak Kurenai yang notabene nya salah satu guru terkiller di Konoha High School setelah Asuma.

"Iya, sensei!" Jawab Naruto takut-takut.

"Kenapa kau berteriak seperti itu, hah?! Mana buku PR mu?!" Bentak Kurenai lagi, sedangkan yang di bentak sudah pasrah akan sikap gurunya yang seperti bisa memakan murid hidup-hidup tanpa belas kasihan. Walaupun begitu menurut Naruto, Kurenai itu baik hati, lembut, cantik, adil, dan tegas. Kurenai tidak akan segan-segan menghukum murid yang bersalah tanpa pandang bulu.

"Maaf saya tidak akan mengulanginya lagi, kalau masalah buku PR saya sudah mengerjakannya namun buku PR saya tertinggal di meja belajar saya sensei." Ucap Naruto memberi penjelasan

"Kamu tetap saya hukum! Apa kamu tau hukumanmu?!" Ucap Kurenai tegas

"Tidak sensei, sensei kan belum memberi tau." Ucap Naruto sambil memiringkan kepalanya yang membuatnya terlihat imut.

GUBRAKKK

Terdengar suara itu dari segala penjuru kelas. Entah yang nosebleed, dan entah yang heran. Tidak lupa sang guru juga ikut serta dalam acara tadi, karena lupa memberi tau sang murid.

"Oh ya, maaf saya lupa memberi tau," Ucap Kurenai yang sudah selesai dengan acara tadi dan sekarang sedang melanjutkan ke acara penenangan diri.

"Baik hukumanmu adalah membersihkan halaman belakang sekolah sampai bersih, pokoknya jika saya kesana, halaman itu sudah bersih." Lanjut Kurenai setelah berhasil dengan acara penenangan diri.

"Iya sensei." Jawab Naruto 3L ( baca : Lelah, Letih, Lesu )

END FLASHBACK

"Ayo Naruto! Jangan patah semangat! YOSH!" Ujar Naruto menyemangati dirinya sendiri.

Naruto segera memulai hukumannya membersihkan halaman belakang sekolah. Bagaimana pun juga Naruto bukanlah anak yang lari dari tanggung jawab. Jadi seberat apapun hukuman itu, ia akan tetap menjalaninya walaupun dia sendiri sudah kelelahan.

Waktu terus berlalu sekarang sudah pukul 15.00 dan jam pulang sekolah Naruto jam 13.00, dan artinya Naruto sudah melakukan perkejaannya selama 2 jam, dan dalam 2 jam Naruto hanya mampu membersihkan setengah bagian halaman belakang sekolah. Karena terlalu lelah ia tertidur di bawah salah satu pohon rindang yang ada disana.

Tiba-tiba ada seorang pemuda mendekati Naruto yang sedang tertidur. Dengan perlahan tangan pemuda itu mengelus pelan pipi Naruto. Di kecupnya kening Naruto dengan lembut, supaya Naruto tak terbangun karena ulahnya itu. Di akhiri pemuda itu membisikkan sesuatu kepada Naruto. Setelah itu pemuda itu mengangkat Naruto perlahan, dan di gendongnya Naruto ala bridal style.

ooOoo

"Hoammmm... tubuhku lelah sekali," Ucap Naruto sehabis bangun dari tidurnya.

'Lho ini kan UKS kok aku bisa berada disini? Ahhh... tadi kan aku ketiduran di halam sekolah, berarti ada yang memindahkanku! Tapi siapa orang itu?' Batin Naruto bingung.

CEKLEKKK...

Suara pintu terbuka memecahkan keheningan yang ada di ruang UKS ini.

"Naru... Kau sudah bangun?" Tanya seseorang yang Naruto yakini sebagai kakaknya.

"Nee-chan." Panggil Naruto dengan suara serak dikarenakan efek bangun tidur.

"Ya..."

"Siapa yang membawa ku kesini?"

"Entahlah... tadi ada seseorang yang menelfon ku, dan dia bilang kau ada di UKS terus waktu aku mau namanya sambungannya sudah terputus. Waktu ku telfon lagi nomor itu sudah tidak aktif. Setelah itu aku kesini bersama Gaara, dan ku dapati kau sedang tertidur." Ucap Kyubi memberi penjelasan kepada Naruto yang sekarang hanya manggut-manggut.

"Sekarang mana Gaara-nii?" Tanya Naruto. Disaat Kyubi hendak menjawab seseorang memotongnya.

"Aku disini Naru." Jawab seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu, dan dapat di yakini orang itu adalah Gaara.

"Ya sudah ayo kita pulang," Ujar Naruto sambil bangkit dari tempat tidur UKS.

"Ayo." Jawab Kyubi dan hanya di angguki oleh Gaara.

"Ngomong-ngomong sekarang jam berapa?" Tanya Naruto.

"Jam 6 sore." Jawab Gaara singkat, jelas, dan padat.

"APA?!" Teriak Naruto kaget.

"Naru-chan jangan teriak-teriak seperti itu." Nasihat Kyubi kepada adik semata wayangnya.

"Iya, nee-chan." Ujar Naruto sambil menggaruk lehernya yang sama sekali tidak gatal.

"Ayo pulang sebelum bibi mengomeli kita." Ujar Gaara sambil berjalan keluar dari ruang UKS, dan di ikuti oleh kedua Namikaze bersaudara.

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit menggunakan mobil. Akhirnya mereka sampai di kediaman itu mereka bertiga segera bergegas ke kamar masing-masing untuk mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka. Kenapa mereka terburu-buru? Tentunya karena tidak ingin kelewatan makan malam yang akan di mulai sekitar jam tujuh.

Saat jam sudah menunjuk ke angka tujuh, makan malam di kediaman Namikaze segera di mulai. Semua anggota keluarga Namikaze sudah berkumpul di meja makan tak lupa dengan Gaara. Makan malam berlangsung dengan damai walaupun terkadang ada pertengkaran kecil mewarnai makan malam itu. Sungguh keluarga yang harmonis.

Setelah selesai makan malam Naruto segera ke kamarnya untuk mengerjakan PR yang akan di bawa besok. 2 jam kemudian dia sudah selesai mengerjakan PR yang susahnya dan banyaknya minta ampun. Naruto bergegas tidur setelah semua untuk sekolah besok sudah ia persiapkan.

Tak lama kemudian hujan deras turun di Konoha. Di sertai dengan mati nya lampu.

"Naru tenang...tenang ini hanya hujan bukan petir." Naruto terus merapalkan mantra itu untuk menenangkan dirinya

JEGERRR...

Suara petir terdengar jelas dan keras, dan sontak mebuat Naruto berteriak ketakutan.

"AAAAAAAAA..."

.

.

Di tempat Kyubi

.

.

'Hujan kali ini deras banget. Bagaimana kalau ada petir? Naru kan takut petir. Apa aku harus ke sana? Atau mungkin Naru sudah tidur? Haduh... Bagaimana ini?' Batin Kyubi bimbang.

Tiba-tiba petir menyambar, suaranya terdengar jelas dan keras. Disusul oleh teriakan dari kamar di sebelahnya yang dapat di yakini teriakan itu milik Naruto.

"Naru!" ujar Kyubi kaget, dan dengan segera ia keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Naruto berada.

Saat sampai disana Kyubi dapat melihat sang adik tengah terduduk ketakutan di atas ranjang. Dengan perlahan Kyubi menduduki dirinya di sebelah Naruto. Di peluknya tubuh mungil sang adik.

"Sssttttt... Tenang Naru, semua akan baik-baik saja Kyu-nee disini jadi kau tenang saja. Aku akan menjagamu." Ujar Kyubi, dan tak lama kemudian Naruto tertidur.

Kyubi dengan segera membaringkan tubuh Naruto yang ada di dalam pelukannya. Dirinya membaringkan tubuhnya di sebelah Naruto.

'Andai kejadian itu tak pernah ada. Naru tidak akan seperti ini.' Batin Kyubi sambil menatap wajah sang adik.

Akhirnya Kyubi ikut terlelap di sebelah tubuh sang adik.


TBC

Mohon reviewnya

Maaf kalo abal-abal maklum amatir

Nama pen saya Katsuragi Shana

Panggil Sha-chan atau Shana aja ya :D


Shana tidak memaksakan kalian untuk review, kalau tidak mau review juga gak apa-apa. Shana hanya berharap kalian menikmati cerita yang Shana suguhkan. Maaf bila ada kesalahan kata-kata, karena Shana hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

MOHON REVIEW SEIKHLASNYA.