Kkk~ sepertinya pembaca Accogliente ini pada mesum ya XD kkk~ semoga antisipasinya tidak menyurut dimakan waktu, semoga makin banyak yang mem-foll mem-fav dan paling bikin semangat, mereview xD kkk~ dimohon agar di review ya xD kkk~
.
.
.
CHANBAEK FANFICTION
Drama, Romance
.
.
.
RAZIQAGANN
Present
.
.
.
Accogliente
Suara jeritan Baekhyun menggema keseluruh ruangan, bagaimana bisa dia tak menjerit kalau-kalau tubuh Chanyeol yang sama telanjangnya juga sedang menindihnya di bath-up yang berisi air. "Apa yang kau lakukan?" suara Baekhyun seakan menyadarkan pikiran gila yang tengah ia rasakan di seluruh aliran darahnya. Bagaimana ia menatap selekat dan sedekat wajah Baekhyun yang memerah sempurna. Surai hitamnya yang basah kuyup membuatnya terhipnotis beberapa menit lalu. Pertanyaan Baek seakan pemecah mantra dan menggagalkan Chanyeol untuk berbuat 'lebih' senonoh pada Baekhyun.
Mata Baekhyun membulat sempurna kala wajah Chanyeol tinggal beberapa senti lagi mengeliminasi jarak keduanya. Ia bisa merasakan nafas memburunya Chanyeol, sudah jelas ia sedang turn on.
"Ani, em, apa kau mau main?" Tanya Chanyeol membuat Baekhyun berpikiran sembarang, ia berpikir ia akan berada di bawah Chanyeol, dan tak bisa jalan setelah permainan itu selesai. "Bermain?"
"Bermain ini." Chanyeol mengangkat dua bebek karet yang tergenggam erat di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menopang berat badannya. Baekhyun memutar dua bola matanya. Chanyeol menutup kegugupannya yang kini entah mengapa hilang karena ia kembali normal. Sekali lagi, normal.
Baekhyun kembali menenggelamkan kepalanya kala ia menangkap sinyal bahwa Chanyeol sudah tidak se'agresif' tadi. Bayangkan saja, kalau-kalau Baekhyun tidak mengenhtikan perbuatan Chanyeol. Akan dipastikan yang sedang menenggelamkan kepalanya kini tidak bisa berjalan beberapa waktu dan akan banyak noda putih di kamar mandi ini.
Chanyeol, berdiri, wajahnya nampak kikuk, kemudian melenggang ke shower, menghidupkan dan mengguyurnya dengan air dingin karena ia menekan tombol biru.
Selang beberapa menit kemudian, Baek sudah berdiri dengan balutan handuk putih melekat pada daerah pusar kebawah. Memang tak sebegitu jelas lekuk otot perutnya, tapi sudah aja beberapa jejak untuk membuat sixpack, dan ia juga sudah membentuk dada bidangnya. Sedangkan Chanyeol masih sibuk bernyanyi di bawah shower.
Sore ini Baekhyun menjajakan kakinya ke ruangan yang cukup besar di gedung sekolah megah ini. Ruangan samudra buku . Ruangan yang membuatnya tetap hidup dengan bacaan-bacaan yang membuatnya tak mati kebosanan dengan materi itu-itu saja yang dijejalkan guru padanya. Salahkan otaknya yang terlalu jenius menerima itu semua sekali lahap.
Kini ia berdiri di deretan rak fiksi yang akhir-akhir ini menjadi bacaanya, beberapa kali tangannya menyentuh buku-buku itu untuk mengecek sinopsis dan penulisnya.
Saat ia mendapat sebuah buku yang pas karya Meg Cabot, ia mengganti haluannya, karena terlalu sibuk terpesona dengan gaya bahasa Meg Cabot, ia sampai-sampai tak sadar di depannya sedang ada seseorang sedang sibuk memilih buku, hingga—BRAKK
Sebuah dentuman badan dari keduanya bergema cukup kasar di deretan rak fiksi, Baekhyun mengaduh pelan, sedangkan pemuda bersurai emas gelap dengan sedikit coklat itu tersungkur mengelus permukaan bokongnya.
"Maaf—" suara Baekhyun terpotong—"WAE? APA YANG KAU LAKUKAN EOHH?! APAKAU JALAN DENGAN DENGKULMU? HAH?" sebuah suara besar baritone menggema membuat matanya terbelalak, pemuda ini bisa segalak ini ya. Dari nametag-nya, ia bermarga Oh diikuti namnya, Sehun. Pemuda tinggi dengan kulit susu dan wajah nyaris tampan sempurna. Suara baritone bass-nya selalu mendengung daritadi, terdengar seksi.
"Lihat bokongku! Saki bodoh!" Apa? Bodoh? Minta dipecel nih orang, nggak tahu sedang berhadapan dengan siswa nomor satu sesekolah, dan dia bilang apa? Bodoh? What the hell!
"Mm, maaf."
"Yaya, hei, kau siapa?" Tanyanya setelah berusaha berdiri dengan keadaan bokong yang terlihat cukup parah.
"Baekhyun. Byun Baekhyun, kau?"
"Oh Sehun, kau Baekhyunkan? APA!? BAEKHYUN? SIAPA KAU? BYUN BAEKHYUN? GOSHH!?" Mata Sehun membelalak sempurna kemudian bokongnya ingin terjatuh lagi rasanya, dan kini ia cengo sempurna. Bagaimana bisa ia mengutuk dan mengumpat pada seorang siswa popular pintar dan kekuperannya ini. Sehun adalah adik kelas Baekhyun yang masih berada di tingkat 1. Sedangkan Baekhyun sudah berada di tingkat 3. Terkutuklah kau SEHUNNN!
"Iya. Aku Byun Baekhyun, ke-kenapa?" Tadi rasanya Baekhyun ingin mati saja setelah beberapa umpatan dan kutukan menggema di tujukan kepadanya. Kini? Ia merasa bahwa sebenarnya ia adalah yang seorang ancaman.
"Ah gak apa-apa kok Sunbaenim." Jawab Sehun setengah kikuk. Kemudian tanpa sadar tangannya sudah menggenggam pergelangan tangan Baekhyun, kemudian dengan canggung ia melepaskan pergelangan tangan Baekhyun dengan pelan, "Eh, Mian."
"Eh? Nggak apa-apa." Baekhyun menunduk pelan, sepertinya Sehun akan menjadi teman keduanya, atau.. apalah nantinya. Kemudian langkahnya ia sejajarkan pada Sehun yang tadi mengajaknya membaca novel bersama di meja berkusri yang di sediakan untuk pembaca di perpustakaan.
Menit awal rasanya canggung dan begitu hening dalam membaca. Sesuatu asing, bukan, seseorang lebih tepatnya tengah menemani Baekhyun membaca di sampingnya. Bisa dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya ia sedang tak nyaman dengan keadaan canggung teramat seperti saat ini. Salahkan saja Baekhyun yang terlalu gengsi atau pelit membagi sedikit suara indahnya.
"Boleh kupanggil hyung? Sunbae terlalu berlebihan." Sehun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, membuat Baekhyun menoleh dan mengangguk pelan kearahnya. Sehun menganga tak percaya, sebegitu pelitkah hyung barunya ini? Bilang iya saja susahnya kek apa? Asdjghk.
Karena sudah tak tahan dan mata pikirannya tak focus ke buku yang sedang ia baca, Sehun akhirnya buka mulut, "Hyung, bisakah kau mencairkan suasana biar sedikit gak canggung, heh?" bagai pedang, Baekhyun menoleh, menatapnya bingung, kemudian mengangguk.
"Gini?" Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya, AS-TA-GA, piker Sehun yang kini tengah sweetdrop di atas kursi. Bahkan tampang Baekhyun sekarang agak kurang ajar untuk ukuran orang yang baru dikenal. Dia mempertontonkan wajah tanpa dosa setelah ia membuat keheningan yang lama.
Sepertinya hyung baru Sehun cukup membuat Sehun mengeluarkan beberapa ekspresi di hari pertama pertemuan mereka. Kini mereka tengah berdiri di depan kedai es krim di sekitar sekolah yang kerap menjadi tempat jajan Sehun, ia membelikan dirinya sendiri satu es krin cone dengan rasa coklat dan sebuah frasa vanilla untuk hyung barunya yang tengah sayik memandang pembuatan es krin itu.
"Kau pertama kali ke sini hyung?" suara baritone bass Sehun membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya, ia mengangguk, kemudian tersenyum. 'Oh, tapi dia manis juga ya, kkk~' batin Sehun tersenyum. Sudah beberapa jam sejak kejadian BRAKKK dan kutuk mengutuk. Dan kini mereka tengah duduk berhadapan di sebuah meja berbangku yang di sediakan pihak kedai. Sebuah alunan melodi mengalun di kedai ini, lagu teramat indah dengan sebuah suara besar serak yang pas menyanyikan lagu mellow. Sofa yang di populerkan oleh Crush. Tampaknya Baekhyun begitu menikmati tiap alunan yang dinyanyikan penyanyi pria solo itu. Dan memasuki reff, Baekhyun mengikuti lirik itu dengan pelan, tapi masih bisa di dengar oleh sehun yang juga tengah menikmati alunan lagu itu, "Suara hyung bagus juga ya. Gak kayak Sehun, suara Sehun kayak kodok, kkk~"
Baekhyun mengalihkan pandang dan atensinya pada sosokk surai coklat emas tua di depannya. "Mm, gomawo pujiannya, suara Sehun bagus kok, cukup… seksi, hehe."
Entah kenapa semburat merah merona mulai nampak di permukaan pipi halus Sehun.
TRING!
Suara bell yang berada di pintu membuat kedua pemuda itu menoleh, mata Baekhyun dan Sehun mendapati sosok tiang listrik memasuki kedai ini dengan seorang.. Yeoja!
"Chanyeol?"
Kini mereka berempat (Bersama yeoja yang di bawa Chanyeol) duduk di sebuah meja dengan dua bangku memanjang khusus dua orang di setiap sisinya. Baekhyun dan Sehun masih bungkam, sedangkan yeoja tadi hanya mengulum es krim, Chanyeol bersiap membuka suara.
"Baekhyun, nugu?" Tanya Chanyeol dengan mencondongkan wajahnya ke Sehun. "Sehun, adik kelas kita, aku tadi ketemu sama dia di perpus."
"Sehun ini Chanyeol, roommate termesumku." Senyumnya memperkenalkan Sehun pada pemuda tiang listrik yang asyik bercanda dengan yeoja di sampingnya. Sehun memang sangat familiar dengan sosok famous Chanyeol. Bagaimana tidak, Chanyeol adalah seorang idola bagi siswa sepantarannya.
"Oh Sehun."
"Park Chanyeol."
Detik selanjutnya begitu hening, walaupun hening, alunan lagu dari kedai yang sekarang sedang memutar lagu enerjik dari Infinite yang sedang menjadi tren, Bad, kini mengudara.
"Oh iya, ini Dasom, siswa SMA Jin Ahn. Sekaligus pacarku."
Awalnya Baekhyun tersenyum mendengar Chanyeol mengenalkan sosok yeoja cantik di depannya, kemudian tersedak kala Chanyeol memperkenalkan yeoja itu sebagai pacarnya. Entah kenapa sebuah sedakan keluar begitu saja tanpa izin.
"Byun Baekhyun, roommate Chanyeol."
"Iya, aku sudah tahu, Chanyeol sering menceritakan dirimu. Kurasa kalian sangat dekat hihi." Suara merdu mengalir memasuki lubang telinga Baekhyun, memeberi sebuah melodi yang indah. Sepertinya sangat beruntung Chanyeol memilikinya.
Mumpung hari ini tak ada jadwal yang padat, Chanyeol berniat ingin menjemput seorang yeoja dari SMA Jin Ahn, seorang yeoja yang selama beberapa hari ini mengganggu pikirannya, menganggu segalanya yang membuat Chanyeol memimpikannya.
Detik demi detik ia lewati berjalan kaki menuju SMA Jin Ahn. Tak lupa sebuket bunga ia beli untuk sebuah kejutan, atau hadiah pertemuan. Sepertinya yeoja itu sangat beruntung mendapatkan Chanyeol yang perhatian dan suka memanjakan orang.
Hingga akhirnya ia menghentikan langkahnya saat manic matanya menemukan sosok gadis idamannya yang sedang mengecek jam.
"EHEM!"
Dehaman sengaja Chanyeol menginterupsi gadis berseragam manis itu. Aroma parfum bercampur aroma khas dirinya menjadi sebuah candu bak nikotin untuk Chanyeol. Seketika dunianya berhenti, hingga sebuah pelukan membangunkannya dari dunianya.
"Chanyeol-ah, aku merindukanmu." Suara merdu bermelodi itu menjadi candu ketiga, sebelumnya nomor dua adalah aroma gadis itu. "Aku juga."
Tanpa basa-basi ia memagut bibir kenyal berwarna hampir cherry itu. Sebuah ciuman kasih sayang tanpa nafsu menodai. Hanya mengecup lama, dan melepaskannya.
Ya, candu nomor satunya adalah bibir gadis itu, sebuah bibir manis yang membuatnya ingin dan ingin lagi. Kemudian ia menggenggam telapak tangin putih itu. Membuat tangan itu terjatih. Tak terlepaskan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memakan es krim di kedai favorit Dasom, nama yeoja itu. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, hingga akhirnya mereka berdiri di depan sebuah pintu bertuliskan 'selamat datang' berbahasa spanyol.
Chanyeol membuka pelan pintu kaca itu. Dan…
TRING!
Sudah beberapa menit semenjak Chanyeol dan Dasom berpamitan untuk kencan mereka hari ini. Meninggalkan Sehun dan Baekhyun yang kini juga memutuskan untuk bersantai sejenak dengan berjalan-jalan di sekitar kota.
Sementara Baekhyun terlihat agak kurang nyaman dengan situasi ramai seperti ini. Namun sedaritadi Sehun berujar, "Nikmati dan rasakan, kau pasti menyukainya hyung."
Sebuah senyuman, senyuman yang membuatnya mengangguk, membuatnya mengiyakan ajakan jalan-jalan Sehun, membuatnya nyaman di dekat Sehun.
"Hyung, kau suka permen kapas?" Tanya Sehun kala manic matanya menjumapi sebuah stan permen kapas. Baekhyun mengangguk pelan.
Kini tangannya sudah berdiri satu buah permen kapas berwarna biru yang membuat matanya terbelalak sempurna, bagaimana bisa adik disampingnya ini tahu caara membuatnya tersenyum bahagia seperti ini. Ia menundukan setengah badannya berterima kasih pada sosok pemuda tinggi tampan di depannya. Yang dibalas dengan rangkulan ke bahu Baekhyun, ia tak menolaknya.
Beberapa jam setelah perjalanan kesana-kemari mengeyangkan perut, membuat Sehun menjadi teman kedua yang sangat dekat dengannya.
"Aku akan menemuimu lagi, hyung, ahahah." Kata-kata itu membuat Baekhyun tersenyum setelah seharian ini ditinggal Chanyeol yang sedang berkencan atau malah sedang asyik berciuman dengan gadis itu.
Sebenarnya melihat Chanyeol bahagia adalah keinginannya nomor satu, tapi melihat Chanyeol bergandengan dan menciumi gadis itu membuat sebuah perasaan janggal yang tak ingin ia lihat.
Sebuah perasaan yang sangat ia tak ingin rasakan. Biasanya yang di genggam, di peluk, dan diciumi (walaupun tidak mencium bibir) adalah dirinya, Baekhyun seorang, Chanyeol juga tak pernah bercerita soal percintaannya pada Baekhyun. Apa Baekhyun begitu tak bisa di percaya untuk sebuah cerita? Chanyeol selalu melindunginya, Chanyeol selalu membuatnya tersenyum, Chanyeol selalu membuatnya menjitak Chanyeol, selalu membuat dirinya bergantung pada Chanyeol, dan semuanya serba Chanyeol.
Apa Baekhyun adalah sebuah penghalang kebebasan bagi Chanyeol? Itu yang kini di rasakan Chanyeol. Membuatnya begitu terpukul atas kenyataan.
Chanyeol. Tak. Akan. Pernah. Bercerita. Sesuatu. Yang. Membuat. Chanyeol. Jatuh Cinta.
"Hah? Kau tak tau kalau Dasom adalah pacarnya? Bagaimana bisa Chanyeol tak memberitahumu? Bukankah dia sahabatmu dan teman satu-satunya? Bahkan aku yang baru kenalpun tahu kalau dia pacar Chanyeol. Chanyeol sangat terkenal diseluruh sekolah. Semua cowok di sekolahpun tahu bahwa Chanyeol sudah tidak menjoblo. Dan kau? Aku bingung hyung."—Sehun
Baekhyun tahu, Baekhyun mengerti. Jika dirinya dianggap berbeda oleh teman-teman yang iri padanya. Dan kini, seseorang yang berbicara padanya bahwa Baekhyun sama sekali tak berbeda, kini bersikap bahwa Baekhyun berbeda. Aneh. Freak.
So, what is feeling?—usually we called, love.
TBC
.
.
.
Kkk~ makasih udah baca xD mungkin FF ini yang bakal saya utamain ketimbang The Way. Dan mulai detik ini saya resmikan, The Way hi-a-tus!
.
.
.
Balasan Review^^
Hunniehan : Kkk~ xD dipijetin kalau sakit hahah~
Caaa : NC-nya kapan yah ;;) RHS deh :P .
Baekku : Wkwkkw, hal wajar ya :v biarkan para cowok berfantasi ~
Chann17 : Hahah, maaf ini nulisnya dua-hari xD satu hari seribu word kkk~
Aya Nadyaa : Ambigu, ambiguu, ambiguuuu~ ahahah :v siap^^
Minnita : Mau mandiin Baek :P ahahah~
Dhl : Batang eskrim~ xd
92614 : a.m.b.i.g.u.i.t.u.p.a.r.a.f.u.j.o.d.a.n.s.h.i.k.k.k.k.k~
MAKASIH SEMUA UDAH NGEREVIEW^^
AUTHOR MAKIN SEMANGAT KALAU BANYAK YANG NGEREVIEW^^
XOXO Readers ({}) :*
