Balasan Review….

Raicha Yannisa-Aisha Annisa: terima kasih banyak loh sudah mengingatkan saya hehe…^^ Selamat baca lanjutannya ya…..

Ahzer rako0n: chap 2 udah aku gabungin setelah aku otak-atik hehe,,, Selamat baca lanjutannya ya….

Title: STAR

Chapter 3

Disclamier: RIICHIRO INAGAKI & YUSUKE MURATA

Warning: OOC,OC,TYPO,kalimat sulit dimengerti,kalimat yang terlalu panjang,semua kesalahan(kalo ada) yg ada di cerita ini karna kurang ketelitian author.

OK! STAR Chapter 3 rooling action!

"Jadi bagaimana Hiruma kumohon terimalah dia,dia akan sangat membantuku jika dia jadi asistenku," Mamori memohon kepada Hiruma dan memasang wajahnya yang cantik dengan tampang menutup laptopnya dan memandang Mamori.

'Bener juga ni manajer sialan aku juga kasihan si kalo dia kerja sendirian seenggaknya ni anak baru bisa gantiin manajer sialan buat beres-beres ruangan ini,' kata Hiruma dalam hati.

"Tch terserah kau saja manajer sialan," Hiruma pergi keluar ruang klub menuju lapangan.

"Yeyy! Kita berhasil Su-chan,mulai sekarang kau bergabung di tim ini yah walaupun kau hanya menjadi asistenku," Mamori tersenyum.

"Tak apa-apa yang penting aku bisa bergabung di tim ini,jadi aku harus melakukan apa Mamo-chan," Su bertanya.

"Hanya membantuku untuk membereskan ruangan ini saja jika aku terlalu sibuk dengan penyusunan strategi permainan," Mamori menjawab.

"Baiklah," Su mulai menggambil sapu sedangkan Mamori mulai mengerjakan setumpuk kertas yang ada di meja.

~skip waktu Su beres-beres~

"Selesai," Su selesai membereskan ruangan yang semula berantakan itu lalu duduk di samping Mamori yang tengah sibuk berkutat dengan kertas dan pensilnya.

"Mamo-chan kau pasti lelah ya harus mengerjakan kertas-kertas sebanyak ini," Su memecah keheningan.

"Ah, tidak juga kalo sudah biasa," jawabnya.

'GREEK' suara pintu geser terbuka.

"Ya~~ Mamo-nee," suara gadis berinline skate meluncur kearah Mamori dan Su. "Eh! itu siapa Mamo-nee?" tanya Suzuna.

"Dia asistenku dan teman sekelasku Suzuna-chan namanya Su," Mamori menjawab.

"Perkenalkan namaku Hoshi Terasu Sora panggil saja aku Su," Su tersenyum.

"Ya~~aku Taki Suzuna panggil aku Suzuna saja ya Su-nee," Suzuna memperkenalkan dirinya.

'Su-nee?' Su hanya tersenyum.

"Ayo kita bagikan minuman dan handuk pada yang lainnya," ajak Mamori.

"Ya~~ayo sekalian memperkanalkan Su-nee pada yang lainnya,pasti kau belum kenal dengan yang lain selain Mamo-nee dan You-nii kan?" tanya Suzuna pada Su,Su hanya menganguk.

Mereka bertiga pun keluar dari ruang klub membawa minuman dan handuk untuk teman-teman yang lain yang sudah tepar dilapangan.

"Anginnya tumben segar sekali seperti mengatakan akan ada malaikat yang datang," Monta berbicara sok seorang novelis.

"Tentu saja segar bagimu karna mungkin malaikat yang akan datang padamu malaikat pencabut nyawa,hahaha," Kuroki menanggapi omongan Monta.

"Mukya! Keterlaluan MAX!" Monta marah.

"ha ha ha. . ." Sena hanya tertawa ringan melihat kelakuan temannya.

"Kau benar monyet ada malaikat datang kesini," Juumonji berkata.

"ya~~ semuanya ini minuman dan handuk kalian," Suzuna berkata tapi sepertinya omongannya tidak dipedulikan.

"eh," semuanya menoleh ke Jumonji kecuali Musashi.

"Maksudmu Mamori san? MUKYA! Cukup Hiruma senpai saja yang menjadi sainganku," Monta menjerik seperti monyet yang mau disunat(?)

"Bukan monyet bodoh maksudku cewek cantik berambut panjang yang disamping Anezaki san," Juumonji menjitak kepala Monta.

"Ah dia itu anak baru yang masuk di kelasku hari ini," Kurita berkata.

Kuroki dan Togano hanya cengo melihat salah satu saudara(?) mereka,yang entah sejak kapan Juumonji langsung terbuka mengungkapkan pendapatnya tentang cewek, dan di sisi lain juga ada sosok gadis yang siap meledak melebihi gunung Krakatau sedangkan Monta berlega ria karna dugaannya salah.

"Kalian! Tidak mendengarkan perkataanku," Suzuna mengeram marah sambil bersiap mau menembakan bazooka yang entah darimana(Hiruma: woi bazooka gw tu!) ke arah teman-temannya.

"Hiieee!" semuanya langsung mengambil minuman dan handuk yang dibawa Suzuna,Mamori, dan Su.

"Bagus! nah semuanya perkenalkan dia ini teman baru kita," Suzuna ceria kembali.

"Perkenalkan namaku Hoshi Terasu Sora," Su memperkenalkan dirinya pada semua teman barunya.

'Cantiknya MAX! aku jadi bimbang pilih Mamori san atau Hoshi san,' Monta berpikir dalam hatinya.

" Nah,Su-nee yang berambut coklat yang disamping orang mirip monyet itu Sena, sedangkan yang mirip monyet itu Mon-Mon eh maksudku Monta, yang berbadan gendut itu kak Kurita yang berhidung tomat Komusubi, yang bermuka tua itu kak Musashi, yang berkepala agak botak itu kak Yukimitsu, yang lagi baca komik itu togano,yang ada tanda X di pipinya itu juumonji,yang disampingnya juumonji itu Kuroki,sedangkan yang lagi muter-muter dengan satu kaki itu kakakku Taki yang idiot dan bodoh,em… sepertinya sudah semua," penjelasan Suzuna yang berhasil membuat daftar dosanya bertambah karna menyebutkan nama orang dengan sebutan yang unik(?)

"Oh, my sista," kata Taki masih dan Su hanya sweetdrop

Yang lainnya hanya terlihat menahan amarah mereka ke cheers mereka akibat nama mereka disebutkan dengan sangat tidak elit karna bila mereka melawan tubuh mereka akan hancur di bazooka yang dipegang sang ada yang terlupakan tapi siapa ya? Author pun juga lupa.

"Tidak apa tidak apa," kata Ishimaru.

"Oh,iya ini masih satu minum lagi siapa yang belum dapat ya?" Su bertanya.

"Siapa ya? Oh iya Hiruma belum," Mamori berkata.

"Ya sudah ini berikan padanya ya," Su tersenyum.

"Eh,ya sudahlah," Mamori mengambil minuman dan handuk yang ada di tangan Su lalu menghampiri Hiruma yang dipinggir lapangan sedang memainkan laptopnya.

"Ya~~ Su-nee kau pasti sengaja menyuruh Mamo-nee yang mengantarkannya kan?" Suzuna berkata.

"He em, biar mereka tambah akrab kulihat mereka tidak akur padahal kalo kulihat-lihat mereka serasi ya?" Su berkata.

"Ya~~ pemikiran kita sama mereka itu sebenarnya memang sudah pacaran tapi walaupun mereka berdua pacaran tetap saja selalu tidak akur fu fu fu," Suzuna tertawa.

Latihan yang melelahkan pun akhirnya selesai dijalani oleh tim Deimon Devil Bats langit juga berganti warna menjadi langit sore semuanya selesai menganti baju mereka dan Su juga sudah selesai membereskan ruangan klub semuanya pulang ke rumah masing-masing yang masih belum pulang tinggal Mamori dan Hiruma yang masih ada yang di bicarakan tentang amefuto.

Di depan gerbang SMU Deimon berdiri seorang laki-laki dan seorang gadis yang melihat gedung SMU Deimon.

"Jadi ini kak SMU Deimon tempat bersekolahnya target kita," tanya sang gadis kepada kakaknya karna gadis itu menyabutnya dengan panggilan kak.

"Ya ini sekolahnya tempat sekolahnya Anezaki Mamori dan Hiruma youichi," jawab laki-laki itu kepada adiknya.

TO BE COUNTINUE…

Michi: akhirnya chapter 3 selesai juga, tak lupa saya mohon bimbingannya dan beri tahu saya jika di cerita ini ada kata saya ucapkan REVIEW PLEASE!