Chapter 2 : Meet and Caught?

The Punishment

Fanfiction

Genre : Drama, Fantasy

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Jongwoon (Yesung)

Cameo : Mr/Mrs. X

슈퍼 주니어 © SM Entertainment

The Punishment © 한천리 (Angela Han)

Rate : T

Disclaimer : All casts is not mine, but the story is mine.

Warning : Genderswitch (GS), AU (Alternate Universe), Typo (s), EYD tidak baku, Out of Character (OOC)

NO BASH PAIR!

NO FAN WAR!

DON'T LIKE DON'T READ

~Enjoy reading and hope you like it~

.

.

.

.

.

Seorang yeoja terlihat tengah menunggu di belakang line subway. Syal terlilit di lehernya sementara wajahnya ditutupi oleh masker berwarna putih. Wajahnya terus tertunduk.

Begitu kereta datang, yeoja itu dengan cepat naik dan mencari tempat duduk. Sial, hanya tersisa satu kursi, itupun bersebelahan dengan ahjumma yang membawa anak kecil.

Anak kecil bergender namja itu memperhatikan si yeoja lekat. Ia merasa wajah noona di sebelahnya itu aneh karena tertutup masker. Merasa jengah, yeoja itu menoleh dan menatap si namja kecil sambil mengeluarkan suara, "Uhuk, uhuk..."

Si ahjumma yang sadar kelakuan anaknya, langsung menegur si anak. "Noona itu sedang sakit makanya memakai masker. Jangan mengganggunya. Ah, maafkan kelakuan anak saya..." si ahjumma menunduk sedikit.

Yeoja itu juga balas menunduk sedikit kemudian kembali memandang lurus ke depan. Saat ini perasaannya sedang kesal, kalut, marah, bla bla bla.

Ia kembali teringat dengan kejadian beberapa saat yang lalu.

Flashback on

"Hiks..." isakan teredam terus terdengar dari mulut seorang yeoja yang tengah menenggelamkan dirinya di balik gulungan selimut.

"Jangan menangis lagi. Ini sudah takdirmu," tegur sebuah suara.

Mendengar itu, si yeoja langsung memunculkan diri dari persembunyiannya dan melotot sadis pada sosok yang berbicara tadi.

"Ya! Diam kau! Memangnya gara-gara siapa aku jadi begini, hah?!"

"Astaga, Lee Sungmin. Kenapa kau suka sekali berteriak?"

Sungmin makin memelototkan matanya ke Leeteuk lalu membuang muka. Leeteuk menghela napas.

"Itu tidak permanen," kata Leeteuk akhirnya.

Sungmin kembali menoleh ke Leeteuk. "Kalau begitu kenapa tidak ada perubahan sedikit pun?"

Saat hukuman terjadi dan wajahnya berubah menyeramkan karena penuh jerawat, Sungmin langsung melakukan tindakan pertolongan pertama untuk wajahnya.

Yeoja itu segera mencuci bersih wajahnya, mensterilkan tangannya lalu mulai memencet jerawat-jerawat itu dengan perlahan agar kulit wajahnya tidak lecet. Kapas, antiseptik dan obat-obatan yang berhubungan dengan jerawat bertebaran di hadapannya.

Tapi yang terjadi sungguh mencengangkan. Setiap kali jerawat-jerawat itu dipencet hingga isinya keluar, beberapa detik kemudian jerawat-jerawat itu akan kembali menggembung dan berisi.

Sungmin sampai frustasi dibuatnya. Hingga akhirnya yeoja itu hanya bisa melampiaskan rasa frustasinya dengan menangis.

"Tentu saja tidak semudah itu. Ada syaratnya."

Mata Sungmin yang bengkak karena menangis tampak berbinar-binar. Secercah harapan telah datang!

"Apa syaratnya? Katakan padaku apa syaratnya?" tanya Sungmin semangat.

"Lakukan kebaikan."

"Hanya itu?"

Leeteuk mengangguk.

"Tapi kebaikan yang bagaimana yang harus aku lakukan?" Sungmin terdengar bingung.

"Mudah saja. Lakukan kegiatan amal dengan menyumbangkan uang sebesar 500.000 won ke salah satu panti sosial. "

"Baiklah, bukan hal yang sulit. Jumlahnya bahkan tidak lebih besar dari kebutuhan bulananku. Aku akan membujuk orang tuaku," Sungmin kembali ceria. Penderitaannya akan segera berakhir.

"Siapa bilang kau boleh meminta bantuan orang tuamu?"

"Eoh?"

"Setiap sen uang yang disumbangkan harus berasal dari keringatmu sendiri."

"Mwo? Bagaimana bisa? Aku ini mahasiswa dan belum ada pengalaman mencari uang sama sekali!" Sungmin yang tadinya ceria langsung bermuram durja kembali.

"Pikirkan sendiri caranya," Leeteuk merapikan poninya yang sedikit berantakan tertiup angin. "Dan jangan lupa untuk menggunakan cara yang halal."

"Kau benar-benar menyebalkan, ahjussi!" Sungmin mengamuk lagi. "Aku benci padamu!"

Saat Leeteuk akan kembali membuka mulut untuk menasehati Sungmin, tiba-tiba lagu Break Down dari Super Junior M mengalun. Ponsel (?) Leeteuk berbunyi.

Leeteuk mengurungkan niatnya menceramahi Sungmin dan segera menggeser tombol hijau di touchscreen ponselnya.

"Yeoboseyo?"

'Kenapa responmu lama sekali, hyung! Ini sungguh tidak praktis! Lagipula kenapa harus pakai benda ini, sih? Masih lebih cepat pakai telepati!' Yesung di line seberang langsung sewot begitu suara Leeteuk terdengar. Cerewetnya kumat.

"Jangan marah-marah, Sungie. Tidak baik untuk kulit. Sesekali mencoba sesuatu yang baru tidak ada ruginya, kan? Hitung-hitung cari pengalaman," Leeteuk tersenyum, tentu saja Yesung tidak bisa melihatnya.

"Ngomong-ngomong, ada apa menelepon?"

Yesung pun menjelaskan alasannya menelepon. Leeteuk hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan Yesung.

Sungmin yang terusik dengan suara ponsel Leeteuk sebelumnya, mengamati malaikat itu dari atas tempat tidurnya.

Leeteuk memutus sambungan telepon. Pembicaraannya dengan Yesung sudah berakhir. Namun wajah malaikat itu tampak sedikit galau.

"Ada sedikit perubahan proses hukuman," Leeteuk buka suara.

Sungmin yang dari tadi memperhatikan Leeteuk langsung menyahut, "Aku boleh meminta bantuan orang tuaku?"

"Bukan itu. Kau tetap tidak boleh meminta bantuan orang tuamu atau siapa pun." Tegas Leeteuk.

"Jadi?"

"Hukumanmu sedikit ditambah― dengarkan aku dulu!" sela Leeteuk saat melihat Sungmin akan kembali protes.

Sungmin langsung mengatupkan lagi mulutnya dengan tampang cemberut.

"Hukumanmu memang ditambah tapi berita baiknya kau akan mendapatkan partner. Bekerja samalah dengannya untuk mengumpulkan uang HALAL," lanjut Leeteuk sambil menekankan kata 'halal'. "Penambahan hukuman itu diputuskan karena kau sekarang tidak sendiri melainkan berdua dengan partnermu."

"Hukuman apa lagi?" Sungmin sewot. "Apa belum cukup dengan jerawat menyebalkan dan bekerja demi mengumpulkan uang?!"

"Santai, Girl. Ini tidak sesulit yang kau pikirkan. Kalian kan berdua, ingat?"

Sungmin menyilangkan tangannya di depan dada. "Ya sudah. Cepat katakan!"

Lagi-lagi Leeteuk menghela napas melihat ketidaksopanan Sungmin.

"Jangan menolak jika ada orang yang minta tolong."

Sungmin menepuk jidatnya disertai dengusan keras. Mulai sekarang hari-harinya akan jadi sangat melelahkan.

Melihat Sungmin tidak protes, Leeteuk kembali melanjutkan ucapannya. "Sudah mengerti sekarang? Baiklah, sebaiknya cepat temui partnermu dan selamatkan dia."

Sungmin mengernyit. "Maksudmu, ahjussi?"

"Nanti juga kau tahu sendiri." Leeteuk tersenyum kecil. "Sudah, ya. Aku pergi sekarang. Annyeong!"

Dan seperti sulap, Leeteuk langsung menghilang dari hadapan Sungmin. Yeoja itu hanya melongo tidak percaya. Namun beberapa detik kemudian, Leeteuk muncul kembali.

"Ah, mianhae. Aku lupa menyampaikan sesuatu," Leeteuk tersenyum malu-malu. "Hukuman ini bersifat rahasia, jadi jangan sampai ada orang yang tahu. Sekarang, jemput partnermu di taman kota Seoul."

Sungmin yang sudah sadar dari keterpelongoannya (?) bertanya, "Bagaimana caraku mengenalinya?"

"Jangan khawatirkan itu. Kalian jodoh partner sekarang, jadi pasti akan bertemu." Jawab Leeteuk.

Sungmin mengangguk, walau sebenarnya tidak terlalu mengerti.

"Satu lagi. Waktu kalian menuntaskan hukuman hanya satu bulan. Lewat dari itu, hukuman kalian akan melekat. Annyeong!"

Flashback off

Dan di sinilah Sungmin sekarang. Di dalam kereta bawah tanah menuju Seoul dalam rangka menjemput sang partner yang entah wujudnya seperti apa. Jangankan gender dan ciri-ciri, nama saja tidak diberi tahu.

Sungmin yang belum kuat menerima kenyataan kalau wajahnya kini penuh jerawat memutuskan untuk memakai masker dan berdandan ala orang sakit flu meskipun akan terkesan aneh mengingat sekarang musim semi dan sedang cerah-cerahnya.

Sungmin memejamkan mata sejenak. Merenungi kejadian yang menimpanya hari ini. Didatangi sosok yang mengaku malaikat, wajah jadi berjerawat...

Aishh, sial!

Mengingat jerawat, Sungmin jadi ingin mengamuk lagi. Tapi ia sadar diri. Ini di dalam kendaraan umum. Apa jadinya kalau dia mengamuk di sini?

Akhirnya Sungmin hanya bisa menghela napas keras supaya rasa kesalnya sedikit berkurang dan duduk manis di bangkunya sampai kereta yang ditumpanginya berhasil membawanya ke tempat tujuan.

.

.

.

.

.

Di sebuah kursi taman, tepatnya di bawah kursi, tampak sesuatu berwarna hijau. Ada yang ingat dengan benda hijau ini?

Ne, itu Kyuhyun.

Setelah suara Yesung terdengar untuk yang terakhir kalinya, namja ini memutuskan untuk segera menyelamatkan diri. Sekuat tenaga Kyuhyun berlari (?) ke pinggir jalan.

Setelah sepuluh menit yang penuh bahaya berlalu, Kyuhyun berhasil sampai di pinggir jalan dan mengamankan dirinya di bawah sebuah kursi taman.

Ia kelelahan. Dengan wujud kura-kuranya, namja itu merasa tubuhnya sangat berat dan lamban. Padahal hanya menyeberangi jalan taman yang lebarnya tak lebih dari empat meter, tapi rasanya sangat lama dan melelahkan.

Belum lagi bahaya yang menghadangnya.

Tadi Kyuhyun hampir saja terlindas sepeda yang dikendarai seorang yeoja kecil. Kyuhyun sampai gemetar dan tidak bisa bergerak selama beberapa detik karena syok ketika ban sepeda itu lewat dan hanya berjarak kurang lebih 5 cm dari tubuhnya.

Kyuhyun menghela napas. Ia merindukan tempat tidurnya yang nyaman.

Belum ada satu jam sejak hukumannya berjalan, tapi Kyuhyun merasa sudah seperti setahun.

"Sampai kapan aku harus mengalami ini semua?" monolog Kyuhyun.

Tiba-tiba Kyuhyun tersentak. Namja itu teringat pesan terakhir Yesung.

"Ah! Aku baru ingat! Yeoja. Aku harus mencari yeoja yang bisa mengerti ucapanku!" ucap Kyuhyun semangat.

"Tapi bagaimana caranya?" Kyuhyun tampak bingung. Dengan wujudnya yang sekarang tentu akan sangat sulit.

"Ah!" Kyuhyun menemukan ide. Namja itu menarik napasnya dalam-dalam sebelum memulai aksinya. Dan...

"YUHUUU~ yeoja-yeoja cantik yang lewat~ ada yang bisa mendengarku?"

Kyuhyun berteriak kepada setiap yeoja yang lewat, entah itu besar, kecil, tua, muda, sendirian ataupun rombongan.

Kyuhyun terus berteriak sampai suaranya serak. Tapi ia tidak peduli.

Inilah yang namanya perjuangan. Kyuhyun sedang memperjuangkan nasibnya saat ini.

Pokoknya teriak dan terus teriak.

Yosh! Hwaiting, Cho Kyuhyun!

.

.

.

.

.

Sungmin memandang lalu lalang orang di sekitarnya. Sudah hampir dua jam yeoja itu berkeliling di taman kota. Kakinya pegal. Perutnya lapar.

Sungmin mengeluarkan ponselnya dan mengecek waktu. Hampir jam dua siang. Pantas perutnya lapar.

Setelah membeli jajanan di salah satu kedai yang ada di sana, Sungmin pun mencari tempat untuk beristirahat sambil memakan jajanannya.

Akhirnya Sungmin menemukan sebuah kursi taman.

Sungmin mendudukkan dirinya di kursi itu dan melepas maskernya lalu mulai menyantap ddeokbokki-nya dengan khidmat.

"Noona cantik~"

Sungmin menghentikan makannya. Pendengarannya baru saja menangkap sesuatu. Ada suara. Lirih sekali. Entah milik siapa.

Sungmin menajamkan telinganya. Tidak terdengar suara apapun lagi. Yeoja itu mengendikkan bahunya cuek. Mungkin salah dengar, pikirnya. Oke, lanjut makan lagi.

"Bisa dengar aku? Help me~"

Lirihan kembali terdengar, bahkan disertai sedikit isakan. Sungmin yakin kali ini ia tidak salah dengar. Memang ada suara. Tapi siapa? Di mana?

Sungmin mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Sepi. Hanya ada satu atau dua orang yang lewat, itupun yeoja. Suara yang didengar Sungmin suara namja.

Sungmin makin penasaran. Walaupun suaranya kecil tapi kesannya sangat dekat.

"Hiks..."

Tuh, kan terdengar lagi. Sungmin menoleh kanan kiri lalu iseng melihat ke bawah kursi yang didudukinya. Matanya menangkap keberadaan sesuatu di bawah sana.

"Hei, apa kau yang bicara barusan?" tanya Sungmin iseng. Yeoja itu tidak sungguh-sungguh berharap bahwa sesuatu itu ―yang ternyata adalah seekor kura-kura kecil― akan benar-benar merespon pertanyaannya. Ia masih waras.

Namun yang terjadi di luar dugaan.

Si kura-kura kecil a.k.a Kyuhyun langsung menegakkan kepalanya. "Kau bisa mendengarku, noona?" tanyanya semangat, masih sedikit terisak.

Sungmin langsung pucat. Yeoja kelinci itu langsung bangun dan kembali mendudukkan dirinya di kursi taman. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.

"Ah~ pasti aku sudah sangat lelah hingga mendengar yang tidak-tidak..." Sungmin tertawa aneh. "Tidak mungkin kura-kura kecil itu merespon pertanyaanku, hahaha..."

Kyuhyun yang mendengar kata-kata Sungmin tadi langsung berteriak dan tertawa senang. "Ya! Ternyata kau benar-benar bisa mendengarku, ya?"

Sungmin membatu.

"Akhirnya aku bisa menemukanmu!" Kyuhyun mulai berjalan keluar dari persembunyiannya.

Akhirnya! Setelah berteriak selama hampir tiga jam lamanya, Kyuhyun berhasil menemukan penyelamatnya. Perjuangannya tidak sia-sia. Merdeka! (?)

Sungmin melirik ke bawah dan melihat si kura-kura kecil berada di dekat kakinya, sedang menatapnya dengan mata yang... berbinar?

Sungmin langsung bimbang. Di satu sisi ia mempertanyakan kewarasannya. Mana ada kura-kura yang bisa bicara? Tapi di sisi lain ia merasa terhipnotis dengan ke-cute-an hewan itu.

"Noona? Hei, noona?"

'Omo~ Lihatlah makhluk kecil ini, dia begitu lucu. Matanya... matanya yang sedang berbinar itu sungguh menggemaskan!'

"Gwaenchana, noona?"

'Aigoo~ aku tidak tahan lagi~'

Dengan cepat Sungmin mengangkat Kyuhyun dan memeluknya erat. Membuat namja itu kaget. "Ya! Apa yang kau lakukan?"

Sungmin tidak mempedulikan protes Kyuhyun. Yeoja itu terus saja mendekap si kura-kura kecil yang menurutnya sangat lucu. Membenamkan si kura-kura di dadanya yang montok.

Tangan Sungmin mengelus-elus cangkang kura-kura kecil itu sambil terus mendekapnya erat. Sungmin tidak akan menganggap hewan itu sebagai kura-kura ajaib yang bisa bicara, tidak akan! Otak warasnya memerintahkan untuk menganggap hewan itu sebagai kura-kura kecil yang lucu. Itu saja!

Tidak lama kemudian terdengar bunyi 'pssstt' kecil (seperti suara desisan asap).

Lalu...

"KYYAAAA!"

Dan...

PLAAKK!

"Aw! Appo~" Kyuhyun terduduk di jalanan sambil memegangi pipinya yang memerah dan sakit akibat tamparan Sungmin. Sementara Sungmin sendiri memasang wajah garang sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Dasar mesum! Namja mesum!" teriak Sungmin sambil menutupi dadanya.

"Mwo? Apa kau bilang? Aku mesum? Siapa yang memeluk duluan, eoh?" bela Kyuhyun.

Tunggu sebentar, ada apa ini?

Hohoho... rupanya Kyuhyun sudah kembali ke wujud manusianya berkat elusan Sungmin pada cangkangnya tadi.

Kejadiannya begitu cepat. Sungmin bahkan tidak sadar kalau dirinya bukan lagi memeluk kura-kura melainkan kepala Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa bicara karena wajahnya terbenam di dada Sungmin sementara tubuhnya tidak bisa bergerak karena syok pasca transformasi.

Setelah sadar dengan apa yang terjadi, Sungmin langsung menjerit dan mendorong Kyuhyun hingga terjengkang setelah sebelumnya menghadiahi namja itu dengan sebuah tamparan manis yang cukup kuat.

Namun, tampang Sungmin yang tadinya garang perlahan berubah dan kini tampak seperti kehilangan jiwa. Matanya membulat dan menatap horor ke arah Kyuhyun. Yeoja itu baru sadar akan sesuatu.

Kura-kura berubah menjadi manusia? What the hell!

Kyuhyun yang sedang mengelus-elus pipinya yang sakit juga mendadak tersadar. Ia mengamati tubuhnya. Semuanya lengkap dan telah kembali seperti semula. Dirinya tidak lagi berwujud kura-kura.

"Horeee!" tanpa sadar Kyuhyun melompat-lompat seperti anak kecil. "Akhirnya aku kembali ke wujudku semula! Hahaha!"

Puas mengekspresikan rasa senangnya, Kyuhyun menghampiri Sungmin dan membungkukkan tubuhnya di hadapan yeoja itu.

"Gamsahamnida, noona. Kita memang tidak saling mengenal tapi aku sungguh-sungguh berterima kasih karena noona sudah menolongku dari hukuman seseorang yang mengaku malaikat. Sekali lagi jeongmal gamsahamnida." Kyuhyun kembali membungkukkan tubuhnya.

Sungmin yang sedang berusaha mengembalikan jiwanya sedikit tersentak dan langsung memicingkan mata. "Tunggu, kau bilang dihukum malaikat?"

"Hahaha, benar. Aku tahu ini memang tidak masuk akal tapi―"

"Berarti kau orangnya!" Sungmin menyela heboh, rasa horornya langsung lenyap. Tangannya menunjuk Kyuhyun dengan antusias.

"Eh?"

"Aish... kenapa partnerku namja mesum begini, sih?" Sungmin berdecak.

"Partner? Partner apa?"

"Bisa tidak aku minta partner yang lain, ya?" Sungmin tidak mengindahkan Kyuhyun yang kebingungan.

"YA!"

"Apa sih?!" Sungmin menutup telinganya yang sakit karena teriakan Kyuhyun.

"Jelaskan padaku. Partner apa?"

"Tidak mau. Huh!" Sungmin memalingkan wajahnya.

"YAK! Kau...!" geram Kyuhyun.

Dan seterusnya.

Begitulah. KyuMin akhirnya malah bertengkar.

Karena terlalu sibuk bertengkar, mereka sampai tidak menyadari kehadiran seseorang yang telah mengawasi aktivitas mereka sedari tadi dari tempat yang tidak terlalu jauh.

Dengan tangan gemetar seseorang itu menutup mulutnya agar tidak berteriak.

'Be―benarkah yang kulihat? Sesuatu yang dipegang yeoja itu tiba-tiba berubah jadi ma―manusia?'

.

.

.

.

.

Next or Delete?

A/n : Annyeong... Adakah yang menunggu FF ini? Saya tahu updatenya lama. Udah lama, ceritanya gak memuaskan (sadar diri). Mianhae, saya kena WB! Kena WB tuh gak enak banget, Chingudeul ;'( #curcol. Kalau bukan karena ultahnya Kyupil, mungkin sebulan lagi ni FF baru update #plaakk. Jadi, selain demi memenuhi keinginan Chingudeul yang udah review, sekalian anggap aja ni FF sebagai kado ultahnya Kyupil.

Kyu : Hampir dilindas sepeda kau bilang hadiah? Cih!

Yeye : Keep your mouth, Cho Kyuhyun! #mukasangar

Kyu : #mingkem

Me : #senyum2gakjelas

Oke, sekian dulu cuap-cuapnya. Semoga tidak kecewa dengan chapter kedua ini. At least, berilah saya obat agar sembuh dari WB, Chingudeul. Gak mahal kok obatnya, cukup klik kotak Review di bawah :).

Balasan review :

Guest : Ne, ni dah lanjut. Gomawo. Mind to Review again? Kali ini sertakan nama, ya, Chingu. Jadi enak nyebutnya :).

kyuqie : Hm... pairnya KyuMin atau bukan, ya? Lihat saja nanti, ya, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

Dean Lee (2x) : Ne, ni dah lanjut. Gomawo sudah bersedia menunggu FF abal ini, Chingu. Semoga tidak kecewa :). Mind to Review again?

gitarestiana : Ne, ni dah lanjut. Udah ketemuan tuh, Turtle Kyu ama Bad Ming :). Ne, semoga KyuMin cepat sadar. Tapi sayangnya saya masih ingin nyiksa mereka #plak. Gomawo, Chingu :). Mind to Review again?

revaelf : Ne, ni dah lanjut, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

Hyugi Lee : Udah kejawab kan pertanyaannya di chap ini, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

HachiBabyMinnie : Ne, ni dah lanjut, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

adinda. sungmin : Ne, ni dah lanjut. Tanda lahir Ming bukan tompel tapi sesuatu yang berbentuk mirip bunga sakura (kalau Kyu tompel sejati : bulet item). Untuk lokasi tanda lahir Ming, bayangin aja di tempat yang paling privat bagi kaum yeoja versi masing2. Kalau mau tahu nasib KyuMin, ikuti terus FF abal ini, ne, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

DIANA ANDIANI : Tuh, KyuMin momentnya, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

Evil Roommate : Lho, hukumannya lucu? Saya aja merinding bayangin jerawatnya Ming, Chingu =='. Ne, Yesung gelap mata karena Ddangkoma dihina :D. Gomawo. Mind to Review again?

Vhentea : Syukurlah kalau gak sama. Saya takut dibilang plagiat. Gomawo infonya, Chingu :). Mind to Review again?

Park Min Rin : Gomawo infonya, Chingu :). Saya cemas aja entar dibilang plagiat. Ne, ni dah lanjut. Gomawo. Mind to Review again?

QQ KyuminShipper : Ne, ni dah lanjut. Kalau KyuMin saling membunuh entar FFnya tamat dong, Chingu :). Gomawo. Mind to Review again?

icoooo : Suka ama ceritanya? Gomawo, Chingu :). Ne, ni dah lanjut. Mind to Review again?

mayasiwonest. everlastingfriends : Ne, ni dah lanjut. Lucu? Gomawo, Chingu :). Mind to Review again?

Adakah yang namanya belum disebut?

Follow me : at Majesty_Michi

Mind to Review again?