My Opposite
Genre : Romance ; College
Rating : PG
Character : Kim Myungsoo , Lee Sungjong , Lee Sunggyu ( perubahan marga karena kebutuhan cerita ) , Nam Woohyun and others.
Warning : Yaoi ; BL ; Slash ; Male/Male action ; Typo ; Alur Berantakan and etc.
Summary : Lee Sungjong akan menempuh kehidupan baru di college. Itu berarti meninggalkan kota kelahirannya di Gwangju dan pergi ke Seoul demi mengejar impiannya. Namun apa jadinya jika ia harus sekamar dengan Ice-Prince Kampus tempatnya belajar?
Disclaimer : All of them belong to God and Themselve. I only own the plot and the Fiction.
Don't Like ? Don't Read please..
-Chapter 2-
Author POV
"Nah, Ini Infinite Café yang kau tanyakan tadi." Jelas Sunggyu kepada Sungjong. Sungjong menatap kagum café yang ada di hadapannya. "Wah! Café ini besar sekali, Hyung!" kagum Sungjong.
Sunggyu mengangguk setuju. Sungjong menoleh kearah Sunggyu sambil bertanya, "Hyung, tidak ingin mampir ke Café ini dulu? Kelihatannya Dongwoo Hyung juga belum datang." Ajak Sungjong.
"Baiklah. Hyung akan menemanimu sampai Dongwoo itu datang." Setuju Sunggyu. Sungjong langsung menarik tangan Hyungnya ke dalam Infinite Café. "Kenapa kau semangat sekali?" Tanya Sunggyu.
"Ani. Hanya saja aku ingin mencoba mencicipi beberapa makanan disana hyung." Ujar Sungjong semangat. "Bukankah kau bilang belum pernah kesana?" Tanya Sunggyu bingung. "Ne. memang belum Hyung. Karena itu aku ingin mencicipi beberapa makanan disini." Jelas Sungjong.
Mereka berdua memasuki Café dengan Sungjong yang terus-terusan menarik Sunggyu. "Yah! Sabarlah sedikit, kau ini!" kesal Sunggyu. Sunjong hanya tertawa kecil sambil tetap menarik Sunggyu.
Sungjong langsung memilih tempat duduk dekat dengan kaca di pinggir Infinite Café itu. "Nah, kita duduk disini saja ya, Hyung?" Tanya Sungjong. "Baiklah." Jawab Sunggyu. "Hyung, bolehkan kita mencicipi beberapa kue disini Hyung?" pinta Sungjong sambil mengeluarkan aegyonya.
Sunggyu mengacak rambut Sungjong gemas sambil berkata, "Tentu saja." Sungjong hampir melompat kegirangan kalau ia tidak ingat tempat ini sangat ramai. Sungjong pun langsung melambaikan tangannya pelan memanggil waiter disana.
Seorang namja pun menghampiri mereka. "Anyeonghaseyo. Anda sudah siap memesan?" sapa dan Tanya waiter itu bersamaan. "Ne! bisa ku pesan strawberry cake dan.. Hyung kau ingin pesan apa?" Tanya Sungjong.
"Ani. Kau saja Hyung masih kenyang." Jawab Sunggyu. "Padahal ini 'kan Cuma kue-kue kecil saja. Hyung yakin?" Tanya Sungjong lagi. "Ne. Hyung yakin." Jawab Sunggyu. "Anda tidak ingin memesan minuman?" Tanya waiter itu lagi. "Ah! Aku ingin Honey Lime Tea saja." Pesan Sungjong. Waiter itupun mencatat pesanannya sambil berkata, "Mohon ditunggu sebentar. Saya permisi."
"Pelayanan mereka sangat bagus. Pantas saja Café ini sangat ramai." Komentar Sunggyu. "Aku tidak pernah melihatmu saat berkerja Hyung, apakah seperti tadi juga?" Tanya Sungjong. "Begitulah, tapi kadang mereka juga menyuruh Hyung sebagai Kasir." Jelas Sunggyu.
Tak lama pesanan Sungjong pun datang. Kebetulan, saat itu bertepatan dengan Dongwoo yang datang dan langsung menghampiri mereka. "Mianhae, aku terlambat. Tadi sangat macet." Sesal Dongwoo.
"Ah, Hoya-shi. Aku mau pesan juga!" panggil Dongwoo. Waiter tadi yang ternyata bernama Hoya itu pun kembali menghampiri mereka. Dongwoo pun menyebutkan pesanannya. Kemudian, meninggalkan mereka untuk mengambil pesanan Dongwoo.
"Dongwoo hyung, kau mengetahui namanya?" Tanya Sungjong heran. Tanpa Sungjong sadari semburat merah muda menjalar di pipi Dongwoo. "Ah.. Aku 'kan sering pergi kesini, karena itu aku tahu namanya begitu." Jelas Dongwoo.
Sunggyu menatap Dongwoo curiga. "Tapi, kenapa wajahmu memerah begitu?" Tanya Sunggyu. "I-Itu karena.. Hei! Siapa kau?" Tanya Dongwoo balik. "Ah, aku lupa mengenalkan kalian Hyung. Ini Hyungku, Sunggyu" jelas Sungjong.
Dongwoo menatap Sunggyu lalu berkata, "Dongwoo." Sunggyu menganguk pelan. "Jadi, kenapa wajah Hyung memerah tadi?" Tanya Sungjong. "I-Itu, aish bukan apa-apa! Sudahlah, aku 'kan kesini ingin membicarakan soal kau, Sungjong!" jawab Dongwoo yang berusaha mengalihkan perhatian.
Sunggyu menahan tawa melihat Dongwoo yang kelihatannya salah tingkah. Kelihatannya namja ini tertarik pada waiter tadi. Pikir Sunggyu. Mereka mulai mengobrol kecil sambil menunggu pesanan Dongwoo datang. "Nah, pesanan anda sudah siap." Waiter –Hoya kembali membawakan pesanan Dongwoo dan Sungjong.
Dongwoo hendak menyapa Hoya saat dilihatnya Sungjong dan Sunggyu memperhatikannya. "Terima kasih." Ujar Dongwoo sambil tersenyum kecil. Hoya hanya membalas senyumnya lalu kembali ke dalam dapur staff.
"Kenapa kalian masih menatapku? Ayo! Cicipi kuenya, kujamin kau akan langsung ketagihan." Ujar Dongwoo semangat sekaligus untuk mengalihkan perhatiaan Sungjong dan Sunggyu dari wajahnya yang masih memerah.
Sunggyu dan Sungjong pun tertawa kecil melihat reaksi Dongwoo. Terlihat sekali kalau Hyung menyukai namja bernama Hoya tadi, kan? Kenapa malu-malu begitu? Batin Sungjong. Sunggyu pun ternyata berpikiran hal yang sama.
Sunggyu menatap jam tangannya sebentar sebelum berkata, "Karena Dongwoo sudah menemanimu Hyung rasa Hyung bisa kembali sekarang. Kau nikmatilah jalan-jalanmu dengan Dongwoo disini. Arraseo?" Sungjong mengangukkan kepalanya pelan. "Hati-hati di jalan Hyung!" Ujar Sungjong sambil melambaikan tangannya.
Sungjong POV
Aku langsung mencicipi Strawberry cake dan Honey Lime Tea pesananku. Dari penampilannya saja sudah menggugah selera! Aku langsung mencoba cake tersebut. Dan, benar saja rasanya benar-benar nikmat! Sangat sesuai dengan seleraku. Manis namun tidak membuat kau merasa mual. Manis yang pas.
Aku menatap Dongwoo Hyung dan menangkap ia sedang menatap intens namja bernama Hoya tadi. "Yah, Hyung!" panggilku. Ia tetap terus menatap namja tersebut. Aku rasa ia benar-benar tidak fokus saat ini. Benar-benar membuatku curiga. Kuputuskan untuk memanggilnya sekali lagi, namun lebih keras.
"HYUNG!" teriakku pelan. Yah, sebenarnya tidak pelan tapi cukup membuat Dongwoo hyung mengalihkan perhatiannya dari namja tadi. "N-ne? Wae?" Tanya Dongwoo hyung. "Aku sudah memanggilmu tadi hyung, tapi kau tidak mendengarku. Kau menyukai namja bernama Hoya itu 'kan Hyung? Ayolah, jujur saja hanya orang bodoh saja yang tidak bisa melihatnya." Seruku panjang lebar.
"Apa itu berarti Hoya orang bodoh?" Tanya Dongwoo hyung pelan. Aku terdiam. "Maksud hyung?" tanyaku. "Ani. Sudahlah, cepat habiskan makananmu lalu kita pergi menuju Seoul University. Ayo, bukankah kau sangat ingin kesana?" ajak Dongwoo hyung semangat. Tapi, biar begitu aku masih bisa melihat ada yang salah semenjak aku sudah menanyakan soal Hoya. Aish, kenapa kau sangat tidak peka Sungjong!?
Author POV
Setelah Sungjong menyelesaikan makanannya. Dongwoo langsung mengajak Sungjong untuk berangkat sekarang. Sungjong sempat melihat kalau Dongwoo tersenyum tipis pada Hoya sekaligus mengucapkan 'Sampai Jumpa'. Tapi, Sungjong tidak mengatakan apa-apa. Dia tidak ingin salah bicara lagi.
"Nah, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Dongwoo semangat. "Wah, apa ini kendaraanmu Hyung?" Tanya Sungjong kagum. Dongwoo mengangguk pelan, "Ne, appaku memberikannya sebagai kado ulang tahun." Jelasnya. Sungjong menganguk paham. "Ayo, masuk. Kau tidak mau kita terlambat, kan?" Sungjong langsung mengelengkan kepalanya.
Seoul University
Sungjong menatap kagum gedung di hadapannya. "Wah, tidak kusangka gedung ini besar sekali!" puji Sungjong. Dongwoo tertawa begitu melihat tingkah Sungjong. Ia mengacak rambut Sungjong gemas. "Apa yang hyung lakukan? Aku sudah menatanya sekian lama Hyung!" protes Sungjong. "Mian, habis wajahmu tadi sangat mengemaskan Jonggi~" goda Dongwoo.
Dongwoo mengajak Sungjong masuk ke dalam Seoul University. Ya, ampun! Ternyata melihat secara langsung jauh lebih bagus daripada melihat secara online! Tempat ini sangat besar~ apa aku benar-benar diterima di University ini. Omo~ aku benar-benar sangat menyukai tempat ini! Batin Sungjong kagum.
"Yah! Sungjong-ah!" panggil Dongwoo. "Ne?" sahut Sungjong kaget. "Kenapa kau melamun begitu? Ayo, sekarang kita menuju ke recepcionist." (Author juga ga tahu langkah-langkah untuk masuk ke University, jadi kalau agak aneh. Mianhae ne ._.v ) Sungjong menganggukkan kepalanya sambil mengikuti Dongwoo.
Sungjong memang tidak begitu mengerti soal hal-hal di University ini. Untunglah Dongwoo hyung mengerti banyak hal, sehingga yang perlu Sungjong lakukan hanya menjawab ketika ditanya dan membayar yang harus ia bayar. Setelah kira-kira 1 jam, akhirnya Sungjong telah selesai dengan urusan administrasi disini. Dia juga sudah official menjadi mahasiswa dari Seoul University.
"Gomawo hyung. Kalau tidak ada hyung aku pasti sudah uring-uringan di University ini. Tempat ini sangat besar Hyung." Dongwoo tersenyum lembut lalu menjawab, "Tidak masalah. Sekarang ayo kita pergi untuk mencek dorm yang akan kau tempati nanti." Sungjong menatap dongwoo bingung. "Memang kita sudah boleh kesana, Hyung?" Tanya Sungjong. "Tentu saja. Lagipula, kita Cuma mau mencek saja. Bukan menempatinya." Jelas Sungjong.
"Memang kapan aku bisa menempati dorm itu?" Tanya Sungjong lagi. "1 hari sebelum kau memulai belajar di University ini, berarti kira-kira 1 minggu lagi." Jelas Dongwoo. "Omo, Sungjong kau sudah besar dan sebentar lagi menjadi Mahasiswa sepertiku." Ujar Dongwoo bangga,
"Ne. aku juga sangat semangat Hyung! Ngomong-ngomong hyung mengambil jurusan apa hyung?" Tanya Sungjong. "Hyung mengambil jurusan Desain Interior." Jawab Dongwoo. "Wah, keren sekali Hyung!" puji Sungjong. "Begitukah? Sebenarnya tidak sekeren itu." rendah Dongwoo. "Kau sendiri mengambil jurusan apa, Jonggie?" Tanya Dongwoo. "Jurusan seni Hyung, tepatnya seni tarik suara dan menari!" jawab Sungjong. "Wah, itu artistic sekali Sungjong." Puji Dongwoo. Sungjong hanya mengangguk malu.
Myungsoo POV
Aish, aku benar-benar benci punya Hyung yang sangat Hyperactive seperti Hyungku ini. Baru kemarin dia menerima kabar soal penerimaan aku, hari ini dia sudah mengajakku mengujungi Seoul University. Untuk apa kita pergi ke tempat seperti ini? Aku sudah pernah melihat tempat ini secara online apakah tidak cukup juga!?
"Yah! Apa kau masih marah padaku? Lagipula pihak Universitas itu yang bilang kalau untuk melunasi administrasi ini kita harus datang langsung, kan? Jadi jangan menyalahkan ku!" Sungyeol hyung masih terus saja berusaha untuk meminta maaf padaku. Entahlah, jika itu bisa disebut minta maaf? Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku malah memejamkan mataku seolah-olah aku sedang tertidur.
"Kau pikir aku ini bodoh Myungsoo? Tidak usah mengabaikanku seperti itu. Aku ini hyungmu!" kesal Sungyeol Hyung. Aku tetap mendiamkannya. Setelah beberapa lama, aku tidak mendengar adanya suara dari Sungyeol hyung. Aku rasa dia sudah lelah memintaku untuk memaafkannya. Yah, walaupun sebenarnya aku tidak marah padanya aku hanya kesal padanya saja.
Setelah beberapa saat, kami akhirnya sampai di gedung Seoul University. Kuakui gedung ini terlihat begitu berbeda dari gambar-gambar secara online. Jika kita melihat langsung, gedung ini tampak lebih mewah. Sangat berbeda. Aku baru saja akan melangkahkan kakiku masuk saat kulihat Sungyeol Hyung malah terbengong menatap gedung itu. aku menghela nafas. Babo. "Cepatlah. Aku tidak suka menunggu!" panggilku.
"Yah! Aku ini Hyungmu, kau tidak sopan sekali!" omel Sungyeol Hyung. Aku hanya mengelengkan kepalaku pelan. "Baiklah, Sekarang bisa kita masuk dan selesaikan semuanya? Aku ingin pulang dan tidur." Ujarku. "Yang ada di pikiranmu itu Cuma makan dan tidur. Apa salahnya kalau kita jalan-jalan dan melihat-lihat tempat ini dulu? Bagaimanapun juga kau akan tinggal disini-" sebelum Sungyeol hyung menyelesaikan kata-katanya, aku sudah memotongnya. "Tinggal disini?" tanyaku bingung. "Ne. kau akan tinggal di dorm University ini." Jelasnya santai. Aku menatap Hyungku aneh. Bagaimana bisa ia mengatakannya dengan santai seperti itu? "Bukankah aku tidak perlu tinggal disana? Ada supir atau kau yang bisa mengantark ku bukan?" Sungyeol hyun hanya tertawa pelan. atau tertawa evil?
"Percaya diri sekali kau! Aku sudah mengatakan kepada Eomma dan Appa, kalau akan lebih baik kalau kau tinggal di Dorm saja." Jawab Sungyeol. "Kenapa kau berkata begitu!?" kesalku. "Agar kau bisa lebih mandiri kau tahu!? Berhenti bertingkah dingin, dan mulai bersosialisasi. Dan, juga berhenti bersikap semaumu sendiri." Jelas Sungyeol hyung panjang lebar.
Apa-apaan dia itu? aku tidak bersikap seperti itu. "Aku tidak bersikap seperti itu!" belaku. "Terserah apa katamu. Nah! Ayo kita masuk!" ajaknya sambil menarik lenganku kasar. "Aw! That's hurt!" protesku lagi. Aish, hari ini aku sudah banyak protes dan mengeluh. Memang melelahkan hidup dengan Hyungku ini.
Author POV
Sungjong masih melihat-lihat keadaan setiap kamar Dorm yang disediakan di University ini. Tempat ini keren sekali! Dan, setiap kamar yang dimiliki pun sangat bagus. Benar-benar bergaya mahasiswa(?). membuatku semakin tidak sabar menempati tempat ini. Aku sangat menyukai setiap tempat yang ada di University ini. Hanya satu hal yang membuatku merasa sedikit risih. Aku akan mempunyai 'Teman Sekamar'. Dan, aku ragu kalau mereka akan menyukaiku dan sebaliknya.
Sungjong menoleh saat seseorang menepuk pundaknya. "Ah, Dongwoo Hyung? Kau sudah selesai menelepon?" Tanya Sungjong. "Iya. Maaf, membuatmu menunggu." Jawab Dongwoo sambil menggaruk lehernya pelan. "Apa kau sudah selesai melihat-lihat?" Tanya Dongwoo. "Ah, apa kau ada urusan, Hyung?" Tanya Sungjong. "Ani. Hanya saja ini sudah Sore. Apa Hyungmu tidak khawatir?" jelas Dongwoo.
Sungjong terlihat berpikir sebentar. "Baiklah. Tapi, kau hanya perlu mengantarku ke rumah saja Hyung, tidak perlu ke Café Hyungku, ne?" pinta Sungjong. Dongwoo menganguk sambil mengacak rambut Sungjong pelan.
PARADISE CAFÉ
Sunggyu tampak sibuk melayani para tamu yang datang ke Paradise Café sore ini. Biasanya di jam-jam seperti ini, justru seharusnya Café sudah mulai sepi. Namun, entah mengapa hari ini justru sore hari ini Café baru mulai ramai. Melihat hal itu tentu membuat Sunggyu menjadi heran.
Sunggyu menepuk pundak namja teman kerjanya pelan. "Joomyun-ah, kenapa Café justru ramai sore hari begini? Dan, biasanya tamu yeoja juga tidak sebanyak ini." Tanya Sunggyu. "Ah, kau menyadarinya juga ya hyung? Kau benar-benar tidak tahu kenapa hyung?" Sunggyu menatap Joomyun atau yang biasa dipanggil Suho aneh. "Yah! Kau ini bagaimana kalau aku tahu aku tidak mungkin bertanya padamu kan?"
Suho hanya tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya. "Kau benar juga." "Jadi, kenapa?" Tanya Sunggyu sedikit tidak sabar. Sebenarnya suasana Café sedang ramai jadi Sunggyu seharusnya tidak menggobrol namun karena manager sedang tidak di tempat jadi Sunggyu sembunyi-sembunyi menggobrol. Rasa penasaran sudah diubun-ubun baginya.
"Jadi, hari ini anak dari pemilik Café kita akan datang Hyung." Seru Suho semangat. Sunggyu memiringkan kepalanya bingung. "Anak Boss kita?" Tanya Sunggyu. Suho menganggukkan kepalanya. "Memang ada acara apa?" Tanya Sunggyu lagi. Suho menggelengkan kepalanya pelan.
"Entahlah Hyung. Yang jelas tadi manager sudah memberi tahu kita semua. Kurasa manager memberi tahu kita sebelum kau datang tadi Hyung. Kau 'kan datang terlambat pantas kau tidak tahu." Jelas Suho panjang lebar. Sunggyu hanya mengganguk pelan. "Ne. Arraseo."
Sunggyu POV
Pantas saja suasana Café hari ini sangat berbeda. Ternyata, akan ada kedatangan orang 'Penting'. Anak Boss ya? Tapi, rasanya aku tidak pernah melihat anak Boss itu. Apa dia pernah kesini sebelumnya? Aku baru saja hendak membalik tubuhku dan bertanya pada Suho. Tapi, kulihat manager sudah kembali datang. Membuatku menggurungkan niatku.
Aku sedang membersihkan dan merapikan meja saat aku mendengar suara histeris teriakan para yeoja. Ada apa? Aku segera menghampiri para yeoja yang tampak berkumpul memperhatikan sesuatu. Bertepatan saat aku berhasil menebus kerumunan para yeoja itu, aku mendengar suara nyanyian yang sangat indah.
Nan jukeodo andweneun ge ittnabwa
Neoreul itneun geotcheoreom
Cheom miryeonhar jeongdoro nan neoege
Gasemeul naejwottnabwa
Aku menatap kagum namja yang sedang bernyanyi di hadapanku. Selain itu dia juga menyanyikannya sambil bermain gitar. Benar-benar keren. Tapi yang membuatku benar-benar kagum adalah suara namja itu. suaranya benar-benar merdu.
Shiganeul ddwedorrir su itdamnyeon
Mwodeun har geotman gata
Jogeum deo ijljik saenggakeul
Haji mothaettdeon geolkka
~ nega neol ijeun su isseulkka
Honja gyeondir su isseulkka
Heurrin nunmuri heotdweji anhdorok
Geuriwo chameul su isseulkka
Jinan shiganmankeum deo geollie tejiman
Naneun~
Tanpa kusadari aku ikut menyanyikan beberapa part di lagu itu. Kebetulan namja itu menyanyikan lagu favoritku. Fixed Star. Dan, saat namja itu menoleh menatapku aku dapat merasakan jantungku berdetak lebih cepat. Sunggyu, apa yang terjadi padamu?
Woohyun POV
Aku tersenyum menyapa para yeoja dan beberapa namja yang sangat terhibur dengan penampilanku. Tak sengaja ekor mataku menangkap seorang namja yang.. Sangat manis. Aku tidak pernah mengkategorikan namja 'Manis'. Tapi, namja yang satu ini sangat berbeda.
Tiba-tiba mata namja itu menatap pandangan mataku. Entah berapa lama kami saling berpandangan sampai namja itu melepaskan kontak mata kami dan menuju ruang staff. Jadi, dia salah satu karyawan di Café ini?
Aku memasuki kantor manager di Café milik appa ku ini. Aku mendengar suara nyanyian seorang namja. Dan, aku cukup yakin kalau suara itu bukanlah suara manager Hyung. Lalu, suara siapa itu? semakin kudengar suara itu semakin terasa memabukkan. Sangat indah.
"Ah, kau sudah disini rupanya." Panggil seseorang. Aku menoleh dan menemukan manager Hyung tersenyum pelan. "Aku mencarimu tadi. Seharusnya lain kali kau membantuku menggusir fans-fans mu itu." keluhnya. Aku menghiraukan keluhannya dan langsung bertanya padanya.
"Lagu yang sedang diputar ini, siapa yang menyanyikannya hyung?" tanyaku langsung. Saat ini, aku tidak perduli jika aku terlihat tidak sopan. Suara ini benar-benar membuatku penasaran. Manager Hyung tertawa pelan sebelum menjawab, "Ah, pertama apakah benar kau ingin mencari penyanyi untuk Cabang Café ini?" tanyanya.
Aku menganggukkan kepalaku pelan. "Tapi, aku tidak ingin artis. Aku ingin seseorang dengan suara yang kusukai. Dan, suara yang Hyung putar ini yang kusuka. Jadi, siapa yang menyanyikannya hyung?" Tanyaku tidak sabar.
Sebelum manager hyung sempat menjawab, aku mendengar suara ketukan pintu. Wait, itu namja yang kubilang 'Manis' tadi bukan? Apa yang ia lakukan disini? Namja itu pun kelihatannya menyadari kalau aku adalah namja tadi. Dia membungkuk pelan. "Ada apa anda memanggilku, manager?" tanyanya. Wow, bahkan suaranya sangat 'Manis'.
"Nah, Woohyun inilah penyanyi yang kau inginkan!" jelas manager Hyung semangat. Aku menatap namja 'Manis' tadi. Tak kusangka dia adalah pemilik suara ini!? Namja itu pun juga tampak terkejut pernyataan manager Hyung. Namun, untunglah aku cepat mengatur diri sehingga namja tadi tidak menyadari kalau aku juga sempat terkejut seperti dia.
"Nam Woohyun." Salamku pada namja itu. tidak lupa aku memberinya smirk khas ku. Kulihat namja tadi sedikit bersemu dan mengeluarkan tangannya ragu. "Lee Su-sunggyu." Jawabnya. Well, aku rasa ide mencari penyanyi di Café ini bukan ide buruk. Aku harus berterima kasih pada appa nanti.
To Be Continue
Author 's Note
Chapter 2 is up! Semoga ga terlalu mengecewakan ya? Dan, Mianhae kalau belum ada MyungJong Moment sama sekali #facepalm. Ditunggu aja ne? #puppyeyes
Dan, gomawoo untuk yang sudah review *hugandkisses*
~Fujoshi97~
