ini part ke 3, semoga banyak yang suka, jangan lupa review :)
Tittle : White Flower!
Genre : Action, Friendship, Mavia!
Cast :
Lee Je Hwa (oc)
Park Hye Min (oc)
Lee Donghae
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
Leeteuk
Lee Sungmin
Yesung
Disclaimer : Super Junior milik SM Entertainment dan keluarga mereka :)
Author's Note : Di ff ini umur member super junior sama, 21 tahun. Ini ff series tentang Donghae dkk '?' yang jadi detektif. Dan ini series yang ketiga, series yang pertama yang 'Save The Girl!' dan yang kedua 'Save My Friend'. Tunggu juga series2 selanjutnya :)
Hapy reading :)
Enjoy!
"KITA DIMINTA UNTUK MENJAGA BUNGA?" Tanya Siwon tidak percaya.
"Permintaannya seperti itu!" Jawab Sungmin, orang yang bertanggung jawab dalam 'job accepted'.
"Tapi Sungmin, kita tidak melakukan hal seperti itu!" Bentak Siwon.
"Bunga apa yang dimaksud?" Tanya Hye Min, Je Hwa mengangguk, sama penasarannya dengan Hye Min. Mereka berdua adalah anggota baru kelompok itu.
"Iya, kenapa orang itu mau membayar 500 juta Won hanya untuk sebuah bunga?" Tanya Donghae.
"Aku juga tidak tahu. Ditugas itu hanya dikatakan kita harus mengawal pengiriman bunga ke kerajaan milik keluarga Park. Menurut keterangan bunga ini dipindahkan dari kerajaan keluarga Park yang ada di Cina" Jelas Sungmin.
"Sebentar, sepertinya aku tahu sesuatu!" Kata Hye Min, "Apa nama bunganya?" Lanjutnya.
"White Rose Flower!" Jawab Sungmin. Hye Min hanya tersenyum dan mengangguk, sebelum mulai bercerita mengenai bunga itu kepada teman-temannya.
"White Rose Flower adalah harta terbesar keluarga Park. Itu merupakan bunga mawar putih yang terbuat dari kristal murni. Harganya mencapai 100 juta Dollar Amerika. Bunga ini biasanya dipindahkan dari kerajaan yang ada di Cina dan yang ada di Korea setiap lima tahun sekali. Dan dari yang aku tahu, lima tahun yang lalu benda itu hampir hilang karena kelompok teroris Blacksnake mengincarnya!" Kata Hye Min pada teman-temannya.
"Blacksnake? Bukankah mereka..." Yesung menggantungkan pertanyaannya.
"Yup, mereka adalah organisasi inti dari beberapa kelompok teroris terkenal, salah satunya Blackmout yang sering kita hadapi. Dan kemungkinan mereka juga akan mengincarnya saat ini, itu kenapa pihak keluarga Park meminta kita untuk mengawal!" Jawab Hye Min.
"Apakah ini tidak terlalu berbahaya?" Tanya Kyuhyun pada mereka.
"Kenapa? Kau takut?" Tanya Siwon balik.
"Bukan seperti itu, tapi apakah ini sebanding dengan apa yang kita pertaruhkan? Kita bisa mati dimisi ini!" Kata Kyuhyun.
"Iya, benar. Misi ini sangat berbahaya, dan aku rasa 500 juta Won masih terlalu sedikit. Kita harus meminta kesepakatan lagi!" Kata Sungmin. Semuanya mengangguk dan rapat itupun selesai saat itu juga.
White Flower!
Action!
3rd Series!
"Bagaimana?" Tanya Leeteuk pada Sungmin. Sekarang mereka sedang rapat untuk mengetahui hasil 'diskusi' antara Sungmin dengan keluarga Park.
"Kita akan mendapatkan 1 milyar. 500 juta diawal, dan sudah aku terima, sedangkan yang 500 juta akan kita terima kalau kita berhasil membawa bunga itu!" Jawab Sungmin membuat semuanya tersenyum senang.
"Kapan bunga itu sampai?" Tanya Je Hwa.
"Besok jam 10 pagi, kita akan mengawal mulai dari bandara Seoul. Rencana tetap seperti yang sudah kita rencanakan. Dan sekarang sebaiknya kita bersiap dan istirahat!" Kata Sungmin. Mereka semua mengangguk dan membubarkan diri untuk melakukan persiapan.
"Sudah waktunya eh? Benda itu!" Kata seorang gadis –Rose- pada kedua temannya.
"Semoga kita tidak gagal seperti lima tahun lalu" Sahut pria yang pertama, Black.
"Kita tidak akan gagal!" Kata orang yang ketiga, pria juga, Cobra. Merekapun memandang bandara yang terlihat dari atas gedung tempat dimana mereka berdiri.
"Semoga anak-anak menyebalkan itu tidak menghalangi kita!" Desis Rose.
"Yah, aku juga berharap begitu, apalagi gadis kecil itu, dia bisa mengalahkan kita bertiga dengan mudah!" Balas Cobra.
"Sudah waktunya, kita pergi!" Lanjut Cobra saat sebuah pesawat mendarat dilandasan pacu bandara. Merekapun segera pergi dari sana, melaksanakan misi mereka yang tertunda lima tahun. Mereka berniat untuk menuntaskan tugas mereka yang gagal lima tahun yang lalu.
"Kalian sudah sampai?" Tanya Je Hwa pada empat pria berbaju serba hitam yang berdiri didepannya.
"Apakah kalian yang akan mengawal kami?" Tanya salah satu pria itu. Mereka semua hanya mengangguk.
"Apakah itu bunganya? Bisakah kami melihat?" Tanya Sungmin sambil menunjuk koper besi yang dibawa salah satu dari empat pria itu.
"Maaf, benda ini adalah rahasia keluarga Park, kalian tidak diijinkan untuk melihat!" Kata pria yang membawa koper itu.
"Ohh, tapi apa kalian yakin itu barangnya?" Tanya Sungmin lagi.
"Tentu saja!" Kata mereka berempat kompak.
"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang!" Kata Siwon.
Keempat pria itu lalu masuk ke dalam mobil hitam yang memang disediakan khusus untuk mereka. Tapi sebelum mobil itu bergerak, tiba-tiba mobil itu meledak.
"Apa yang terjadi?" Tanya Leeteuk kaget.
"Pria yang ada diatas bangunan lima puluh meter didepan kita pelakunya!" Kata Yesung.
"Bagaimana bunganya?" Tanya Je Hwa.
"Masih baik, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Sungmin.
"Kita berpencar, aku, Donghae dan Yesung akan pergi mencari pelakunya, sedangkan kalian bawa bunga itu kekerajaan milik keluarga Park!" Kata Je Hwa, mereka semua mengangguk dan mulai bergerak.
"Kemana?" Tanya Je Hwa bingung, dia kehilangan jejak pria tadi.
"Dia naik ke gedung itu!" Kata Yesung sambil menunjuk sebuah gedung, merekapun mempercepat lari mereka, membuat orang-orang disekitar mereka sedikit penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan.
"Kalian lagi eh?"
Sebuah suara yang sangat familiar menyapa telinga Donghae, Je Hwa dan Yesung saat mereka sampai di atap bangunan tinggi itu.
"Kau?" Tanya Je Hwa kaget.
"Hmm, merindukanku gadis kecil?" Tanya pria itu yang ternyata adalah Cobra.
"Bukankah seharusnya kau sudah meninggal?" Tanya Yesung.
"Hah? Kau pikir aku bisa dibunuh semudah itu? Kalian hanya anak kecil yang sedang bermain-main, kalian tidak akan bisa membunuhku!" Kata Cobra lagi.
"Apakah mereka juga selamat?" Tanya Donghae khawatir.
"Rose dan Black? Tentu saja mereka selamat, kalian pikir kalian siapa, anak kecil?" Tanya Cobra.
"Lalu? Dimana mereka?" Tanya Yesung.
"Katakanlah sedang mencari mangsa lain!" Kata Cobra membuat mereka kaget.
"Hae, pergilah cari yang lain! Biar aku dan Yesung yang urus dia!" Kata Jehwa.
"Tapi..." "Cepatlah! Yang lain belum tahu kalau mereka yang kita hadapi!" Jehwa memotong kata-kata Donghae.
"Pergilah Hae, mereka biar kami yang urus!" Kata Yesung.
"Baiklah, aku pergi!" Kata Donghae. Dia lalu mengambil skateboardnya dari dalam tas. Dia menyiapkan diri diatas skateboard itu sebelum melompat dan meluncur diatas pagar pelindung di atap gedung itu. Lalu dia meluncur pergi di atas sebuah kabel listrik menuju teman-teman mereka dan meninggalkan Jehwa dan Yesung bersama lawannya, Cobra.
Donghae terus meluncur disebuah kabel listrik di ketinggian sekitar 50 meter, membuat orang-orang yang ada dibawahnya menatap bingung dan juga takut, tapi Donghae tetap tidak peduli. Yang dia pikirkan saat ini adalah teman-temannya yang kemungkinan besar berada dalam bahaya.
Dia meluncur turun saat menemukan sebuah kabel yang menuju sebuah rumah sederhana tepat disamping jalan. Dia lalu meluncur diatas atap rumah itu sebelum melompat ke jalan raya. Dia melanjutkan 'perjalanannya'.
"HYEMIN!" Teriak Donghae saat melihat Hyemin sedang dihadang kurang lebih limapuluh orang berpakaian serba hitam.
"Donghae, bukankah kau bersama Jehwa dan Yesung?" Tanya Hyemin.
"Mereka menyuruh aku pergi! Apa kau baik-baik saja? Dimana yang lain?" Tanya Donghae seraya mengulurkan tangan, Hyemin menyambut tangan itu dan dengan lincah melompat keatas punggung Donghae.
"Yang lain sedang sibuk ditempat lain. Berikan pistolmu!" Kata Hyemin, Donghae segera mengambil pistolnya dan memberikan benda itu pada Hyemin.
Mereka berdua terus meluncur menuju kumpulan orang yang menghadang mereka. Hyeminpun menembaki orang-orang itu, membuat jalan untuk mereka berdua menggunakan dua pistol yang sedang dia pegang.
"Kami dibelakang kalian!" Kata sebuah suara yang sangat familiar. Hyemin langsung menoleh kebelakang dan melihat mobil hitam Siwon dibelakang mereka, dan dibelakang mobil itu ada Kyuhyun yang sedang mengendarai sepedanya.
"Siwon, aku melompat sekarang!" Kata Hyemin. Dia lalu menendang –mendorong- punggung Donghae dengan kakinya, membuat pria itu meluncur dengan cepat. Sedangkan dia sendiri melompat dengan posisi menghadap atas, lalu dia memutar keatas dan mendarat tepat diatas mobil hitam Siwon.
Atap mobil Siwon terbuka dalam bentuk kota kecil, dengan sigap Hyemin masuk kedalam mobil itu dan duduk disamping Siwon yang sedang mengemudi.
"Kau hebat juga, eh?" Tanya Siwon disertai senyuman lebar.
"Thank you!" Kata Hyemin. Lalu mobil itu meluncur dengan cepat meninggalkan tempat itu.
"Kita selesaikan yang disini!" Kata Kyuhyun kepada Donghae.
"Tentu saja!" Kata Donghae sebelum dia menghentikan Skateboardnya dengan tiba-tiba membuat benda itu miring 45 derajat, lalu Donghae memutar tubuhnya dan menembaki orang-orang yang ada disana dengan dua pistol yang dia ambil dari tasnya.
Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Dia menghentikan laju sepedanya membuat sepedanya itu berdiri, dia berdiri diatas sepedanya itu dan mulai berputar seraya menembak orang-orang yang sedang menghadang mereka.
Setelah merasa kalau musuh mereka berkurang banyak, mereka pun turun dari 'kendaraan' mereka dan bersiap untuk pertempuran yang lain.
"Sungmin, kau dimana?" Tanya Siwon melalui alat bicara yang digunakan dia dan teman-temannya.
"Aku sudah diatasmu idiot! Apa kau tidak melihat?" Kata sebuah suara membalas pertanyaan itu, Siwon dan Hyemin pun memajukan badannya untuk dapat melihat keatas melalui kaca depan mobil. Mereka berdua melihat sebuah helikopter terbang cukup rendah diatas mereka.
"Oke, mana jalan yang bersih?" Tanya Siwon pada Sungmin.
"200 meter didepan, persimpangan belok kanan!" Jawab Leeteuk yang sedang 'mengemudikan' helikopter itu, sedangkan Sungmin duduk disampingnya dengan dua laptop canggih didepannya.
"OKE!" Kata Siwon, dia lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju arah yang tadi ditunjukan Leeteuk, tapi saat sudah dekat dia melihat lampu jalan itu merah.
"Sungmin! Itu lampu merah! Kita tidak ada waktu untuk berurusan dengan polisi sekarang!" Kata Siwon pada Sungmin.
"Tunggu sebentar!" Kata Sungmin. Dia lalu mengotak-atik komputer didepannya dan merubah lampu jalan itu menjadi hijau, memberi jalan kepada mobil sport hitam dibawahnya agar bisa melaju tanpa hambatan.
"DORRR!"
Suara ban mobil meletus itu benar-benar membuat Siwon dan Hyemin kaget, apalagi saat tiba-tiba mobil yang mereka naiki terlempar kedepan dan berguling sebelum akhirnya berhenti dipinggir jalan dengan keadaan terbalik.
"UGH! Kau tidak apa-apa?" Tanya Siwon pada Hyemin.
"Aku baik-baik saja. Apa yang terjadi?" Tanya Hyemin.
"Aku juga tidak tahu!" Jawab Siwon. Lalu mereka berdua mulai bergerak, mencoba keluar dari mobil itu. Dia memandang sekeliling, tempat itu terlihat sepi, tidak ada orang sama sekali. Sebuah suara sepatu yang berjalan mendekati mereka membuat mereka segera menatap kearah dimana suara itu berasal. Disana mereka melihat seorang wanita sedang berjalan kearahnya dengan santai. Baju serba hitam, rambut merah panjang, penampilan wanita itu boleh berubah, tapi muka wanita itu masih sama, dengan seringai mengerikan diwajahnya, membuat wanita itu semakin mengerikan, Rose.
"KAU!" Teriak Hyemin pada wanita itu.
"Bertemu lagi huh, waktu balas dendam eh?" Kata Rose.
"Siwon! Hyemin! Ada apa?" Tanya sebuah suara dari belakang mereka dan saat mereka berbalik, mereka melihat Leeteuk dan Sungmin sedang berlari kearah mereka berdua. Siwon juga bisa melihat dengan jelas raut terkejut saat kedua temannya itu melihat Rose.
"Well well, sepertinya aku akan bersenang-senang!" Kata Rose dengan seringai mengerikan.
Donghae dan Kyuhyun berhasil mengalahkan orang-orang berbaju hitam yang menghadang mereka. Sebenarnya kemenangan itu adalah sebuah keajaiban, mengingat berapa banyak jumlah mereka, tapi sepertinya keahlian juga penting, karena orang-orang lemah seperti mereka sangat mudah dikalahkan.
Donghae menghela nafas, tubuhnya penuh keringat, tentu saja melawan lebih dari 50 orang bukanlah sesuatu yang bisa dia lakukan dengan mudah, mengingat dia hanya berdua dengan Kyuhyun.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun yang melihat Donghae terduduk.
"Yah, hanya sedikit lelah. Kau sendiri?" Tanya Donghae balik.
"Sama" Jawab Kyuhyun singkat. Lalu mereka berdua pun bersiap untuk pergi kearah tadi Siwon dan Hyemin pergi, berniat mengikuti mereka, tapi sebuah suara menghentikan mereka. Mereka berdua segera berbalik dan melihat seorang pria sedang duduk didepan sebuah toko yang ada dipinggir jalan tempat mereka melawan orang-orang tadi.
"Siap untuk pertarungan yang lebih, eh..." Pria itu menatap dua orang yang sedang melihatnya sebelum berdiri, dia berjalan santai menuju mereka sambil memutar-mutar pistol yang ada ditangan kanannya, sementara tangan kirinya dia masukan kedalam saku celana, "...boys?" Lanjutnya.
Donghae dan Kyuhyun menatap pria itu dengan raut wajah terkejut. Mereka berdua sangat bingung, bagaimana bisa pria itu berdiri didepannya, bukankah dia seharusnya sudah kalah waktu itu, bukankah seharusnya pria itu sudah meninggal? Ya! Seharusnya BLACK sudah meninggal!
"Apakah kita harus bertarung?" Tanya Cobra membuat Yesung dan Jehwa bingung.
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Jehwa.
"Kita tidak perlu bertarung, kau tahu? Kalau kau mau bergabung dengan kami gadis kecil, aku tidak akan menyakitimu" Kata Cobra.
"Apa kau bercanda? Tentu saja aku tidak mau!" Bentak Jehwa.
"Hmm, kalau begitu bagaimana kalau kau menjadi kekasihku?" Tanya Cobra lagi.
"Sudah pernahkah aku bilang kalau kau jangan pernah berharap?" Tanya Jehwa.
"Aku tidak berharap, kau tahu? Hanya saja, kau terlihat sangat 'menggiurkan' dimataku" Kata Cobra membuat Jehwa melotot.
"Kau!" Teriak Jehwa sebelum menerjang Cobra, berusaha memukul pria itu di bagian tubuh manapun yang bisa dia jangkau, tapi Cobra bisa menghindari semua serangan itu dengan baik, mereka berdua bertarung dengan seimbang. Cobra melompat kebelakang untuk menghindari Jehwa yang melayangkan pukulan kearah perutnya. Sebuah kesalahan sebenarnya Cobra melakukan gerakan itu, karena dibelakangnya sudah ada orang yang bersiap memukulnya. Cobra terlalu memusatkan perhatian pada Jehwa sehingga lupa kalau dia memiliki dua musuh, dan tidak menyadari saat orang yang lain bergerak kebelakang tubuhnya.
Yesung langsung mengarahkan pukulannya saat melihat tubuh Cobra melompat mundur kearahnya. Pukulan kerasnya berhasil mendarat dengan sempurnya dipunggung pria itu, membuat tubuh pria itu bergetar karena sakit sebelum akhirnya dari mulut pria itu keluar darah segar. Yesung dengan cepat menarik tangannya dan memutar tubuhnya, lalu menendang pria itu dengan kaki kanannya, membuatnya terlempar dan membentur dinding pelindung atap yang sekarang terlihat sedikit retak, hanya sedikit. Yesung belum mempunyai kekuatan sebesar itu sampai bisa membuat tempok itu runtuh kan? Tapi mungkin kalau dia memukulnya secara langsung, tembok itu akan benar-benar runtuh. Apa dia harus mencobanya? Ohh! Lupakan!
"Ugh!" Erang Cobra kesakitan sebelum berdiri, "Kalian sudah bertambah hebat sepertinya, tapi aku juga tidak seperti dulu, kau tahu?" Lanjutnya sebelum menyerang. Pertarungan yang terjadi kali ini lebih sengit, dua lawan satu, tapi Cobra bisa mengimbangi kekuatan Jehwa dan Yesung.
"Jehwa!" Teriak Yesung saat melihat Jehwa menubruk Cobra sehingga mereka berdua jatuh dari atap gedung itu. Yesung segera berlari kearah tepi gedung dan melihat kebawah. Dia melihat kalau Jehwa dan Cobra masih terus menyerang diudara sampai akhirnya Jehwa menendang dengan keras tubuh Cobra membuat pria itu meluncur dengan cepat dan membentur tanah. Sedangkan Jehwa segera mencabut pedangnya dan menancapkannya kedinding gedung itu. Jehwa menggangtung disana sambil menatap tubuh Cobra yang sudah tidak bergerak ditanah, pria itu sudah meninggal! Benar-benar meninggal!
"Kita turun kebawah!" Teriak Jehwa pada Yesung yang langsung berlari kearah tangga dan turun dari atap gedung itu.
Jehwa mengambil tali dari dalam tasnya dan mengikatnya kepedangnya, lalu dia menggunakan tali itu untuk meluncur turun. Setelah sampai dibawah dia menarik keras tali itu, membuat pedangnya tercabut dan meluncur turun sebelum akhirnya mendarat ditanah disampingnya. Jehwa mengambil pedang itu dan memasukan pedang tersebut juga tali tadi kedalam tasnya.
"Apakah dia sudah mati?" Tanya Yesung yang sudah sampai disana, Jehwa hanya mengangguk menjawab pertanyaan itu.
"Pergilah! Bantu yang lain. Aku yang akan mengurus mayat ini!" Kata Yesung lagi.
"Baiklah! Aku pergi dulu kalau begitu!" Kata Jehwa.
"Hati-hati!" Kata Yesung, Jehwa hanya mengangguk sebelum berlari kearah dimana teman-temannya –yang dia lihat melalui alat gps- berada.
"Hahh hahh hah hah hah!"
Donghae dan Kyuhyun sudah sangat kelelahan, tenaga mereka sudah habis digunakan untuk mengalahkan orang-orang yang tadi menghadang mereka, jadi sekarang mereka tidak punya tenaga untuk menghadapi Black.
"Hanya segini kemampuan kalian? Kalian masih saja seperti dulu, payah!" Kata Black pada Donghae dan Kyuhyun yang sedang berdiri kelelahan didepannya. Sementara Donghae dan Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun, mereka kembali menyerang tapi gagal.
Donghae berlari cepat kearah Black, melayangkan pukulan tangannya, tapi Black berhasil menghindar dan menendang perut Donghae, membuat dia terlempar kebelakang. Donghae memutar tubuhnya diudara sebelum mendarat ditanah, dia langsung mengeluarkan pistolnya dan menembaki Black. Black berhasil menghindar –lagi- dan juga menembaki Donghae yang langsung berguling kesamping untuk menghindar. Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam ikut menembak Black dengan pistol di tangannya, tapi Black berhasil menghindar tepat dua detik sebelum peluru itu mengenai dadanya, membuat peluru itu melesat mengenai bahu kanannya. Black mengerang keras dan menjatuhkan pistolnya.
Kesempatan itu digunakan Donghae untuk menembak lagi, tapi pelurunya berbenturan dengan peluru Black dan membuat peluru itu melesat jauh kesamping mereka. Black bersiap menembak kembali, tapi sebuah pisau kecil melesat lurus dan mengenai pergelangan tangan kirinya yang sedang memegang pistol, membuat pistol itu jatuh ketanah.
"ARGH!" Lenguh Black keras sambil memegangi tangannya yang terluka.
Kyuhyun langsung memanfaatkan kesempatan, dia langsung menembak dua kali, mengenai dada dan kepala Black, membuat mata orang itu terbelalak sebentar sebelum kemudian mata itu menatap kosong, kehilangan cahaya kehidupannya. Tubuh Black terjatuh ketanah dengan suara debam yang cukup keras.
"Jehwa thanks!" Kata Donghae saat menoleh kesamping dan melihat Jehwa berdiri disana. Gadis itu hanya tersenyum dan berjalan mendekat.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Jehwa.
"Yah, hanya lelah. Kau sendiri?" Kyuhyun balik bertanya.
"Aku baik-baik saja, Yesung sedang mengurus mayat Cobra, dia juga baik" Kata Jehwa.
"Kalau kau yang melawan Cobra, berarti yang menghadang yang lain..." Kata-kata Kyuhyun tidak terselesaikan, dia sudah keburu terbelalak saat sebuah kenyataan menghampiri kepalanya.
"ROSE!" Teriak mereka serempak. Mereka langsung berdiri dan berlari menuju yang lain.
Mungkin memang Rose yang paling lemah dari tiga lawan mereka, tapi mereka juga tahu kalau Rose itu sangat 'kejam'. Jika dua orang yang lain suka membunuh, maka Rose lebih suka menyiksa. Dia akan bersenang-senang dengan lawannya, menyiksanya sampai akhirnya meninggal.
"ARGH!" Teriak Hyemin saat sebuah peluru mendarat dikakinya, membuat kulit disana robek dan mengeluarkan darah segar.
"Hyemin!" Teriak Siwon, Leeteuk dan Sungmin bersamaan. Sekarang mereka berempat
sedang menghadapi Rose, mereka sudah berusaha sekuat tenaga, tapi Rose sudah menjadi sangat kuat, dan mereka tidak yakin kalau mereka bisa menang.
"Aku tidak apa-apa" Kata Hyemin mengabaikan rasa sakit dikakinya.
Siwon berlari cepat kearah Rose, melayangkan pukulan kearah muka wanita itu, tapi gagal. Rose menghindar tepat sebelum pukulan itu mengenai mukanya. Lalu terjadi adu pukulan diantara dua orang itu, mereka saling memukul, menghindar dan bertahan. Tidak ada yang mengalah.
Rose melayangkan tendangan kearah Siwon, tapi Siwon berhasil menangkap kakinya, mengangkatnya dan melemparkannya kearah Leeteuk dan Sungmin. Leeteuk dan Sungmin pun menendang tubuh itu bersamaan, Leeteuk dengan kaki kiri sedangkan Sungmin dengan kaki kanan. Tubuh Rose kembali terlempar, sekarang kearah Hyemin yang sudah siap memegang pistolnya. Dengan cepat Hyemin menembak tubuh yang sedang melayang itu tepat dijantungnya, membuat tubuh itu jatuh keatas tanah.
"Kita berhasil mengalahkan dia!" Bisik Hyemin sambil terduduk ditanah.
"Iya" Balas Siwon singkat.
"Siwon, sebaiknya kau antar Hyemin kerumah sakit, aku dan Sungmin yang akan mengantar bunga itu kekerajaan keluarga Park" Kata Leeteuk.
"Baiklah!" Jawab Siwon.
Leeteuk dan Sungmin langsung mengambil kotak besi berisi bunga itu dan berlari menuju helikopter yang ada tidak jauh dari mereka dan pergi dari sana, menyelesaikan misi mereka.
"Siwon! Hyemin! Kalian baik-baik saja?" Tanya Jehwa yang datang menghampiri mereka bersama Donghae dan Kyuhyun. Mereka bertiga juga melihat mayat Rose disana.
"Kami baik-baik saja, tapi Hyemin tertembak, aku akan membawanya kerumah sakit" Kata Siwon.
"Aku ikut. Bisa kalian berdua yang urus mayat Black dan Rose?" Tanya Jehwa pada Donghae dan Kyuhyun yang mengangguk.
Lalu Siwon dan Jehwapun langsung pergi dari sana, menuju rumah sakit. Sedangkan Donghae dan Kyuhyun melakukan apa yang harus mereka lakukan.
Epilog
"OMMO! Apa ini?" Tanya –atau lebih tepat teriak- Leeteuk saat melihat ruang keluarga rumahnya yang penuh barang-barang yang masih dibungkus.
"Ini barang-barangku. Ada baju, celana, jaket, sepatu, tas, jam tangan, kacamata, ada handphone baru juga" Kata Donghae.
"Tapi apa maksudnya Hae? Dari mana kamu dapet semua ini?" Tanya Leeteuk tidak mengerti.
"Tentu saja aku beli ditoko, mana mungkin aku nyuri. Lagian tidak tiap hari kita dapet uang banyak kan, jadi aku gunain buat belanja!" Kata Donghae.
"Tapi Hae, seharusnya uangnya disimpan, jangan dipakai semua" Kata Leeteuk.
"Huh! Kamu aja yang kuno, yang lain juga belanja" Kata Donghae, lalu dari pintu depan masuk Jehwa, Hyemin, Sungmin, Kyuhyun dan Yesung dengan tangan penuh belanjaan.
"Lho Siwon mana?" Tanya Donghae.
"Dia masih sibuk di sana, katanya uangnya tidak habis-habis, dia sampai bingung mau beli apa lagi" Jawab Hyemin sebelum duduk disofa, yang lain mengikuti. Leeteuk hanya bisa ber-sweatdrop ria melihat teman-temannya yang seperti itu. Tidak dewasa sama sekali!
END!
bagaimana? jangan lupa review ok? hehehe
thank you :)
