.

Naruto © Masashi Kishimoto. Story © Archmblt Minmi

BAHASA GAK BAKU! OOC! AU!

Italic = Batin

Warn! Ada cerita berbentuk chat!

.

3

DANGEROUS?

.

"Nah, sekarang lu mau gimana dah?" suara cempreng Naruto terdengar di kesunyian malam hari itu. Pasalnya, mereka-mereka sedang meratapi nasib buruknya Sasuke di kediaman Uchiha malam itu. Iya, mereka memutuskan untuk menginap di rumah mewah Sasuke. Besok juga libur kok.

Yang ditanya cuma mendem kepalanya di bantal. Membuat kedua temannya yang sedang asyik main video game pun menghentikan aktifitasnya. Sai melempar stik PS ke tumpukan bantal dengan geramnya.

"Mau sampe kapan lu kayak gitu, Suk? Usaha kali," ucap Sai sambil garuk-garuk kepala kesal.

"Alah, lu pun langsung K.O. pas disindir sama ketua cheerleading," hardik Naruto kemudian dan Sai cuma bisa nyengir-nyengir kuda.

Sasuke mengangkat kepalanya. "Apa gue santet aja dia yah?" dan Naruto pun langsung melempar bantal—yang tadinya dipeluknya—ke kepala Sasuke.

"Udah gila beneran nih anak," hina Sai selanjutnya.

"Eh tapi," Naruto membalikkan tubuhnya agar bisa menatap Sasuke yang sedang terbaring telungkup di kasurnya. "Lu beneran suka sama dia?" sambungnya lagi.

Sasuke kembali mengangkat kepalanya. Dia mulai memikir terlebih dahulu. "Entahlah," ucapnya. "I think i'm interested. Cuma tertarik aja sih," sambungnya jujur.

Mendengar ucapan Sasuke, kedua temannya hanya bisa diam. Diam menatapi Sasuke yang mulai kebingungan diperhatikan seperti itu. "Kayaknya ini anak memang bener-bener harus di bawa ke rumah sakit deh, Bin," ungkap Naruto kepada Sai dan Sai pun mengangguk tanda setuju.

"Maksud kalian apa?" tanya Sasuke tidak suka atas penghinaan kedua temannya itu.

"Masalahnya, mantan lu itu cewek mirip Miranda Kerr, lah sekarang lu tertarik sama cewek yang bakal masukin lu ke keranda? Tolong bilang ini lelucon," ungkap Sai menjelaskan ketidaklucuan ini. Naruto pun hanya manggut-manggut tanda setuju.

Sasuke mengacak-acak rambutnya random. "Gue juga gak tahu kali. Memangnya kita bisa pilih bakalan suka sama siapa? Lagian don't judge book by its cover!"

"Halah, keluar lagi quotes picisan yang lu colong dari its owner-nya," sambung Naruto cepat yang membuat Sasuke langsung mingkem gitu aja. Kalau kalah mah yah diem aja deh.

Sai yang ngangguk-ngangguk aja pun mulai berjalan menuju pojok kiri ruangan Sasuke, karena di situ ada kulkas pribadinya Sasuke. Saat dibuka, Sai langsung menutupnya keras sehingga terdengar suara hantaman antara kulkas dengan pintunya. Mendengar suara itu, Naruto dan Sasuke pun menatap ke arah Sai dengan refleks.

"Ngapa, lu?" tanya Naruto kemudian.

"Ada masalah sama isi kulkas gue?" tanya Sasuke juga.

Sai menatap keduanya dengan wajah yang pucat pasi. Iyasih dia memang sudah pucat, tapi kali ini dia lebih pucat dari biasanya. Kedua temannya yang melihat keadaan Sai yang seperti itu hanya bisa menelan ludahnya dengan susah.

"A-a-ad—," Sai langsung menutup mulutnya, tidak sanggup untuk berkata-kata lagi.

Sasuke berjalan perlahan-lahan, diikuti Naruto yang berjalan di belakang Sasuke—tak lupa memegang belakang baju Sasuke dengan kuat. "A-ada apa, Bin?" tanya Sasuke ikutan gemetaran.

Yang ditanya cuma bisa nunjuk kulkas Sasuke dengan pasrah sambil nutup mulutnya tanda tidak kuat lagi. Sasuke akhirnya memandangi wajah Naruto sekejap, keduanya saling memandang dan kemudian saling mengangguk dan saling menelan ludahnya susah.

Sasuke menjulurkan tangannya perlahan, tampak ada sedikit getaran di sana, pertanda kalau dia juga ketakutan setengah mati hanya untuk membuka kulkas itu. Saat tangannya berhasil menyentuh gagang kulkas, Sasuke tak henti-hentinya meneguk lidahnya dengan susah payah. Kedua temannya hanya bisa berdoa akan keselamatan tangan Sasuke.

Dan dengan perlahan pun Sasuke membuka pintu kulkas tersebut. Saat pintu tersebut di buka, terlihatlah wajah pucat pasi dari ketiganya. Mereka benar-benar ketakutan sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Dua detik kemudian,

"AAA!"

"ANYENG!"

"HAPE GUE MANA SINIIN CEPAT!"

.

Sakura baru saja pulang dari rumah Ino. Mereka baru selesai rapat untuk mencari gerakan baru untuk cheerleading. Lima belas menit kemudian, Sakura keluar dari kamar mandinya dan masih tampak menggunakan bathrobe pinkeu miliknya. Ujung-ujung rambutnya masih meneteskan air, tanda kalau dia habis keramas.

Saat sedang mengeringkan rambutnya, Sakura mendengar suara dari atas bantalnya. Ternyata di sana ada handphone miliknya. Sakura pun langsung berjalan untuk meraih ponsel miliknya. Saat dia melihat menu notifikasinya, dia langsung menaruh kembali ponselnya.

Tapi tidak sampai dua detik, ponsel itu berbunyi lagi membuat Sakura mengambilnya dengan marah-marah. Di layarnya terdapat tulisan yang sama seperti yang tadi.

.

Sasuke calling...

Answer or Decline

.

Sakura pun marah-marah di tempat, tetapi akhirnya dia mengangkat juga telepon dari Sasuke yang menurutnya itu Cuma mengganggu saja.

"Kalau tidak penting, gue matikan," ucap Sakura dingin mengawali pembicaraan.

"AAA—TOLONG! HELP PLEAUSEEAA! SIAPA SAJA PLIS HELEP KAMI! ADUH!" Jidat Sakura tampak berkerut saat mendengar suara di seberang sana. Masalahnya, yang dia dengar bukan cuma ocehan RIP English Sasuke saja, tetapi ada lagi Suara teriakan lainnya yang menjadi backsound di ruangan sana.

Sakura mendengus sejenak. "Kalau cuma salah satu prank kalian, gue matikan," ucapnya tidak kalah dingin dari yang tadi.

"AAA! JANGAN DIMATIKAN PLIS! DENGERIN KAKAK DULU! KAKAK GAK TAU BESOK TINGGAL NAMA ATAU GIMANA INI! TAPI KAKAK PENGEN KAMU BANTUIN KAKAK! DI SINI ADA MASALAH! DI RUMAH KAKAK LAGI NGGAK ADA SIAPA-SIAPA KECUALI KAMI, DEK! BANTU JUSEYOO~" Ucapan manja di seberang sana hanya bisa membuat Sakura memutarkan kedua bola matanya.

"Ada masalah apa?" akhirnya Sakura bertanya juga.

"KAMU MENDING KE SINI DEH. KAKAK BUTUH KAMU DEK. PLIS!"

"Ngerepotin aja," ucap Sakura tak suka.

"PLIS DEK! ADA MASALAH DI KULKAS KAKAK! ADA SESUATU DEK!" Jidat Sakura kembali berkerut. Masalah apa? Dan kenapa dia nyebut-nyebut soal kulkas?

"Kirimin alamatnya. Awas aja kalau nggak penting," ucap Sakura final dan langsung memutuskan panggilan tadi. Saat Sakura melihat menu call, dia hanya bisa mendengus saat melihat waktu panggilannya itu dua menit. Yaampun dua menit! Betapa buang-buang waktu saja.

Tak lama, ponselnya pun kembali berbunyi dan tak lain tak bukan itu adalah SMS dari Sasuke yang isinya adalah alamat rumah dan password rumah Sasuke. Sakura pun langsung mengenakan pakaiannya dan pergi begitu saja untuk mencari tahu masalah apa yang membuat Sasuke teriak-teriak tidak jelas.

Entah mengapa Sakura berjalan buru-buru untuk sampai ke rumah Sasuke dan hal itu sungguh membuatnya menyesal. Sakura menyesal sudah cepat-cepat ke rumah Sasuke. Sungguh menyesal.

Karena,

Ketiga idiot itu sekarang sedang menarik-narik belakang bajunya gemetaran. Mereka benar-benar bersembunyi di belakang Sakura. Sasuke yang paling dekat dengan Sakura mulai menunjuk-nunjuk ke arah dinding kamarnya dengan frustasi.

"Maafin kakak dek. Tadi kakak buka pintu kulkas, jadinya dia keluar," ucap Sasuke menyesal.

Sakura pun hanya bisa menatap datar hal yang sungguh mengerikan itu. Sakura mengangkat tangannya lalu menunjuk ke arah depan, ke arah dia. "Itu?" dan ketiga idiot itu pun mengangguk dengan cepat.

Sakura mendengus. Berusaha sabar. Lalu mengambil buku Sasuke dari rak buku dan menggaplok dinding itu dengan kejamnya, membuat si dia langsung tewas. Ketiga idiot itu cuma bisa menatap Sakura ngeri.

Saat Sakura sudah membuangnya, Sakura pun langsung menghadap kepada ketiga orang itu yang masih ketakutan. Kemudian Sakura langsung menggaplokkan buku yang masih dia pegang itu ke kepala ketiganya yang membuat ketiganya mengaduh dan mengusap-usap kepalanya.

"KECOA AJA TAKUT? MASIH BISA MIKIR KALAU KALIAN PUNYA BURUNG? PIKIR DONG! BURUNG SAMA KECOA MENANGAN SIAPA COBA HAH?!" teriak Sakura dengan volume yang keras, membuat ketiganya hanya bisa menggosok-gosokkan telinga masing-masing, takut kupingnya budeg, cuy.

"Ah itu—."

"—Diam!"

Gulp.

Adam's apple ketiganya naik-turun dengan randomnya. Mereka bertiga menunduk tanda takut. Tidak ada yang berani menatap ke wajah Sakura yang marah. Iya, tidak ada. Kecuali Sasuke tentunya. Bukan Sasuke namanya kalau dia tidak berani.

"Burung kakak mana bisa melawan, dek," ucap Sasuke garing, membuat Sakura menatapnya dengan tatapan menjijikkan.

"Nggak usah dibahas juga kali!" teriakan Sakura dihias dengan bunyi pukulan pada bahunya Sasuke yang bertubi-tubi. Kedua teman Sasuke hanya bisa menatap Sasuke dengan ngeri. Bisa-bisanya dia memancing macan betina yang sudah marah.

Sakura ngos-ngosan selepas memukul-mukul bahu Sasuke. Dia pun membenahi rambutnya yang berantakan. Tanpa berkata-kata lagi, Sakura langsung berjalan cepat meninggalkan kamar Sasuke dan meninggalkan kediaman Sasuke yang masih menyisakan ketiga makhluk idiot yang masih terdiam di tempatnya masing-masing.

"Gila lu, Suk," ucap Sai tiba-tiba.

Naruto mengangguk mengiyakan. "Gue aja nggak berani natap dia tadi. Lu masih bisa-bisanya mancing amarahnya."

Sasuke yang masih mengelus-elus bahunya sayang hanya bisa nyengir-nyengir kuda. "Gak apa-apalah. Gue sengaja kok. Habisnya, pukulan dia enak sih."

Mendengar itu, kedua temannya langsung pamit pulang, menyisakan Sasuke seorang diri yang masih kebingungan dengan kedua temannya yang tiba-tiba pamit untuk pulang. Tetapi tak lama, dia langsung melupakan kedua temannya dan lebih berfokus pada enak-nya pukulan Sakura tadi. Saat mengingat momen dia lagi dipukul Sakura, membuat dia tersenyum-senyum modus.

.

Takut ketularan maso gue. –Naruto Uzumaki, 2k17.

Gak nyangka sama jawabannya. Ternyata gue salah berteman. –Sai Albino, 2k17.

Pukulan dia, kayahahaha x'D —Sasuke Uchiha, 2k17.

.

TBC

.

HAHA APDET KILAT GUYS KARENA LAGI LIBOR KYAHAHA X'D

KARENA AKU LAGI HEPI JADINYA AKU BUAT DEH CERITA INI. MAAF YA MAKIN GAJE HEHE.

Oh ya, masalah panggilan:

Sasuke = Suk (karena namanya saSUKe, kyahaha XD)

Sakura = Ra (karena namanya sakuRA)

Naruto = To (karena namanya naruTO)

Sai = Bin (karena dia alBINo, kyahaha XD)

Sasori = Ri (karena namanya sasoRI)

OK SKIP, LANGSUNG REVIEW YAAHH~~

.

BIG THANKS TO Cintaberliana925, Khoerun904, Uchiha Cherry 286, Nurulita as Lita-san, zalfaadya, Xiaomi, adyal, FOLLOWERS, FAVORITES(?) AND SILENT READERS ^^!

.

LAST,

REVIEW JUSEYO~

.