Disebuah kelas yang ricuh terlihat murid-murid yang berwajah mengerikan sedang berbaris rapi untuk memberikan 'donasi' kepada pemuda bertubuh besar yang memakai masker sambil memegangi sebuah kotak yang bertuliskan 'Peduli anak yang bersama Hidan, dia sekarat!' dan ia sesekali mengucapkan terimakasih ke setiap orang yang memasukan uangnya kedalam kotak yang ia pegang tersebut.
"Hahh si mata duitan itu selalu saja punya cara untuk menguras uang saku mereka, dan bodohnya mereka masih saja mempercayai si maniak uang itu, hahh menyedihkan" ujar seorang pemuda berambut abu-abu klimis yang disisir kebelakang yang berjongkok sambil merokok dengan santainya.
"Ugh, tubuhku serasa mau hancur" ujar seorang pemuda pucat yang wajahnya penuh dengan luka serta salah satu lubang hidungnya ditutupi kapas guna mencoba meberhentikan aliran darah yang sedari tadi mengalir melalui lubang hidungnya, sambil berusaha bangkit dari acara berbaringnya.
"Oh kau sudah sadar rupanya, jadi bagaimana perasaanmu setelah keluar sebagai orang terkuat ke 2 diangkatan mu, hmm?. Hora" ujar seorang pemuda berambut abu-abu klimis yang disisir kebelakang tersebut sambil memberikan pemuda itu air putih yang sudah berada disampingnya sejak tadi.
"Jadi aku kalah yah?" gumam pemuda yang diketahui bernama Sai itu dengan memasang wajah murung.
"Maaf kau siapa? dan ini dimana?" tanya Sai dengan sopan sambil menerima air putih yang disodorkan itu. "Terimakasih" tambahnya kepada pemuda yang memberikannya air putih itu.
"Oh namaku Hidan! Dan kau sekarang sedang berada di ruangan kelas 3, lebih tepatnya kelas 3 E" jelas pemuda yang bernama Hidan itu.
Tak lama kemudian datanglah seseorang yang memiliki badan besar dan memakai masker sambil menghitung uang yang berjalan kearah Sai dan Hidan.
"Oy Kakuzu, bisakah kau memberitahukan kepada mereka kalau si nomor 2 ini sudah sadar?" pinta Hidan kepada orang yang bernama Kakuzu itu.
"Baiklah, tapi 1 langkah 100 yen, bagaimana?" balas Kakuzu yang ikut jongkok disamping Hidan.
"Oy mata duitan! Sekali ini saja, tidak bisakah kau melakukan sesuatu tanpa memikirkan uang, hehh pemuda berwajah kakek-kakek?!" tanya Hidan sambil berdiri dengan tiba-tiba sambil menggunakan nada mengejek kearah Kakuzu.
"Kheh bilang saja kau kere, dasar playboy tak beruang?" balas Kakuzu yang juga yang mulai berdiri dan tak lupa mencontoh gaya Hidan.
Hidan yang dihina oleh Kakuzu pun langsung mencekik Kakuzu dan yang dicekik pun tak mau kalah, dia juga balas mencekik Hidan yang mengakibatkan perkelahian antara mereka berdua, tidak lupa dengan background debu tebal yang didalamnya terlihat dua orang yang saling pukul satu sama lain, serta terlihat pula beberapa orang dikelas itu yang mencoba menghentikan pertarungan mereka berdua, yang membuat sang pelerai berakhir babak belur?.
Sai yang melihat pertarungan konyol itu pun hanya menghiraukan dan berjalan menuju pintu kelas tanpa sepengetahuan mereka berdua yang masih setia saling tonjok-menonjok satu sama lain hingga memicu terjadinya kericuhan satu kelas yang diakibatkan karena pertarungan mereka berdua.
Hahh dasar Senior yang kekanak-kanakan.
Sai kemudian membuka pintu kelas dan mulai berjalan keluar kelas tersebut. "Sudah bangun kau rupanya, nee nomor 2" ujar seorang pemuda berwajah babyface dan berambut jabrik merah aka Sasori yang bersandar tepat di samping pintu yang Sai buka sambil menghembuskan asap rokok yang ia hisap tadi.
"Ikut aku, ketua sudah menunggumu sejak tadi" tambah Sasori dengan nada tegas sambil berjalan kearah anak tangga yang menuju keatap, dan meninggalkan Sai yang bingung dengan perintahnya tersebut.
Sai yang mendengarnya pun bingung, dia awalnya ingin menolak tapi ketika mendengar nada tegas dari Sasori membuatnya mau tak mau mengiyakan permintaan tersebut, tanpa ada perlawanan berarti, iapun berjalan dengan susah payah mengikuti Sasori yang sudah menaiki anak tangga tersebut.
.
.
.
Atap Sekolah (Akatsuki hideout) 3:48pm.
Terlihat 4 orang dengan posisi yang berbeda. Kisame yang sedang sibuk memberi makan ikannya yang berada di kolam buatannya yang terbuat dari tong yang sudah berkarat yang dia modifikasi sedemikian rupa agar dapat menampung Samehada nya aka Ikan kesayangan Kisame.
Lalu beralih ke Deidara yang sedang bermain-main dengan perangkat listrik sambil mengatakan 'seni adalah sengatan' atau semacamnya dengan tak jarang juga ia berteriak kesakitan sesekali akibat sengatan listrik yang ia rasakan itu.
Nagato yang sedang duduk tenang sambil membaca majalah uhukPornouhuk yang sesekali membuatnya harus mebersihkan darah yang mengalir lewat lubang hidungnya akibat 'hotnya' model dari buku majalah terlarang itu.
Dan orang terakhir, yaitu Yahiko sebagai ketua dari geng Akatsuki yang sedang ngorok diatas sofa buluk kesayangannya dengan kepala yang menggantung mungkin kelihatannya tidak nyaman, tapi bagi dia itulah posisi terbaiknya ketika tidur bahkan dia tertidur sangat nyenyak. Lihat saja, air liurnya berjatuhan kelantai, untung saja Nagato sudah menyiapkan mangkuk untuk menampung air liurnya tersebut. Dan juga mangkuk itu lah yang biasa Nagato gunakan untuk membangunkan ketuanya itu dari tidur nyenyaknya. Sungguh kejam kau Nagato.
*Srekk*
Terdengar suara pintu atap yang terbuka secara perlahan membuat semua orang yang tadi sibuk dengan urusan masing-masing mengalihkan pandangan mereka ke pintu yang terbuka tersebut minus Yahiko yang masih tertidur nyenyaknya. Munculah pemuda berambut merah aka Sasori dan sesorang yang mengikutinya dibelakang aka Sai.
Melihat hal tersebut sontak saja mereka bertiga berdiri meninggalkan aktivitas yang mereka lakukan dan berjalan mendekati mereka berdua sambil memasang wajah datar.
"Pesanan datang'" ujar Sasori sambil berjalan melewati mereka bertiga, ia berjalan kearah sofa yang tadi dipakai Nagato, sambil mengambil mangkuk yang berisikan air liur Yahiko dan dengan ketidak prikemanusiaannya, Sasori langsung menyiramnya ke wajah Yahiko yang sedang tertidur dengan pulas itu.
*Byur*
"Huah Konan-chan maafkan aku" ujar Yahiko setengah sadar setelah disiram oleh Sasori, selang beberapa detik kemudian dia mulai sadar dan menatap garang kearah Sasori yang sedang memainkan handphone nya.
"Oy, yang tadi itu untuk apa hahh?!" ujar Yahiko setengah berteriak.
"Tentu saja supaya kau bangun. Karena dengan cara yang biasa saja kau tak akan bangun, Ketua pemalas" Balas Sasori yang matanya tak lepas dari ponselnya tersebut.
"Grrr awas kau muka bayi!" geram Yahiko sambil membuka gakurannya yang basah Itu.
"Oy Yahiko, pesananmu sudah datang!" ujar Nagato yang matanya tak lepas dari Sai, guna mencoba mengintimidasi nya bersama Deidara dan Kisame.
"Hmm, maksudmu celana dalam Konan-chan?" ujar Yahiko bersemangat. "Mana mana? Biar kulihat!" tambah Yahiko sambil berlari kearah trio Akatsuki itu.
"Kenapa di otakmu cuma ada celana dalam saja? hahh." Ujar Nagato frustasi sambil facepalm.
"Hehh soalnya kau bilang pesanan jadi kukira yang kau maksud itu celana dalam Konan-chan ku!" balas Yahiko tidak terima.
"Ano Yahiko-san, jadi ada apa anda memanggil saya kesini?" ujar Sai sopan sambil menatap Yahiko dengan serius.
"Ah salam kenal nee nomor 2, perkenalkan namaku Yahiko, si monster cabul ini namanya Nagato, nahh lalu yang muka ikan ini namanya. . ."
"Langsung saja Yahiko-san. Ada apa anda memanggil saya kesini?" potong Sai yang mulai bosan tapi tetap menggunakan bahasa yang sopan, dan sepertinya dia sudah tau akan kemana arah pembicaraan ini.
"Grr beraninya kau memotong ucapan Ketua kami! Kau mau mati hahh?!" ujar Deidara emosi karena ucapan pemimpinnya di potong oleh Juniornya.
"Maa maa, tenanglah Dei. Pertama-tama siapa namamu, dan kelas 1 apa kau gakki?" ujar Yahiko setelah menenangkan Deidara sambil tersenyum.
"Perkenalkan, namaku Sai, Shimura Sai, dan maaf aku masih belum mengetahui dimana kelasku" ujar Sai dengan sopan memperkenalkan dirinya.
"Sai huh? Maa kalau begitu langsung saja. . ." ujar Yahiko sedikit menggantung.
"Apa kau mau bergabung dengan Akatsuki?" tambah Yahiko disertai senyum bersahabatnya yang masih belum lepas dari wajahnya.
"Aku. . ."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"I'm the Boss"
.
.
.
Desclaimer: [Naruto] Masashi Kishimoto
Created by: Namaa saya
Genre: Action, comedy, school, martial arts, slice of life, etc
Pairing: no pair for today my friend
Warning: Typo berantakan , Alternative Universe, OOC, NoMagic, NoChakra, Just a regular human! and many more
Summary: Konoha Highschool (Boys) sekolah berandalan nomor 1 di Jepang yang dalam sejarahnya belum ada yang bisa menaklukan sekolah itu karena kekuatan murid-muridnya bisa dibilang setara satu sama lain. Dengan tekad yang kuat, Naruto berkeinginan untuk menjadi orang pertama yang menguasai KHS Boys, mampukah dia? NoYaoi!
.
.
.
.
.
.
.
.
Koridor Sekolah 3:46 pm.
Terlihat dua orang yang sedang serius membaca tulisan pada kertas yang tertempel di mading dekat ruangan Kepsek KHS.
"Uwoo! Aku berada dikelas E, yahaha sepertinya ini akan menyenagkan, setelah ini aku akan melakukan push up sebanyak 1000 kali untuk merayakan ini!" ujar sorang pemuda beralis tebal aka Lee dengan semangat yang membara sambil mengambil posisi push up.
"Hmm, ahh dapat! Aku berada dikelas C bersama si putri tidur itu. Shishishi sepertinya tujuanku akan cepat tercapai, baiklah demi merayakannya juga aku akan membantu Lee melakukan 1000 kali push upnya!" ujar Naruto sambil menduduki punggung Lee yang sedang push up.
"21. . .22. . . 23. ."
.*Brakk*
"Guhhah!" ujar Lee yang terjatuh akibat berat yang ia rasakan di punggungnya itu. "Oy alis tebal, kenapa kau berhenti?! Bukannya kita sedang merayakan sesuatu dengan push up 1000 kali?!" teriak Naruto kesal yang ikutan terjatuh karena orang yang dia duduki terjatuh juga.
"Grrr, itu karena salah mu Naruto-san! Apa-apaan kau seenaknya menduduki punggungku?!" balas Lee yang ikutan kesal.
"Hehh aku kan cuma membantumu! Dasar tidak tau terimakasih!" ujar Naruto yang sudah berdiri sambil membersihkan bajunya yang sedikit terkena debu.
'Grrr sabar Lee, sabar, jika kau sabar kau akan menjadi orang yang hebat' batin Lee mencoba merilekskan tubuhnya.
"Hmm, ngomong-ngomong, bisakah kau memberitahu ku siapa orang yang terkuat di masing-masing kelas 1 ini, alis tebal?" tanya Naruto kepada Lee setelah mereka berdua berdiri.
"Yosh, serahkan padaku!!" ujar Lee dengan semangat.
"Kita mulai dari kelas 1A. Ada Aburame Shino bekas tangan kanan dari Kiba-kun di Smp Nishigawa, menurut rumor yang beredar kekuatannya seimbang dengan Kiba-kun! Gaya bertarung yang dia pakai adalah Karate. Lalu yang kedua ada Uchiha Sasuke, boss dari Smp Konoha, menurut rumor yang kudengar dia menguasai Smp Konoha dalam waktu kurang dari 6 bulan! Kalau soal gaya bertarung aku masih belum mengetahuinya, tapi banyak yang bilang kalau dia ahli Tinju. Dan kurasa mereka berdua lah yang berpotensi menjadi boss di kelas 1A ini" Jelas Lee panjang lebar sambil melihat kembali nama yang tertera di mading.
"Lalu kita pindah ke kelas 1B. Seperti yang kau lihat disini ada pemenang dari pertarungan antara kelas 1 tahun ini yaitu Inuzuka Kiba, orang terkuat dari Smp Nishigawa, gaya bertarung yang dia pakai adalah gaya tarung jalanan. Dan kurasa cuma dia yang berpotensi menguasai kelas 1B ini" Jelas Lee dan Naruto yang manggut-manggut sok mengerti.
"Kita berpindah ke kelas 1D, kita langkahi kelas 1C yang mungkin kau bisa mencari tau sendiri siapa yang terkuat disitu. Oke langsung saja dikelas 1D ada Hyuuga Neji pemenang kejuaraan Judo antar Smp-Sma yang juga mantan boss Smp Konoha yang sayangnya dia dikalahkan oleh murid pindahan dari Smp Tokyo, yakni Uchiha Sasuke yang berada dikelas A tadi, gaya bertarung yang dia pakai cukup banyak tapi sepertinya dia condong ke gaya bertarung Judo.
Lalu yang kedua ada Shimura Sai, dia adalah boss dari Smpku yakni Smp Nakagawa. Orang ini sangat berbahaya karya dia seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda yang sama-sama berbahayanya, dia juga merupakan Rival dari Boss Smp Nishigawa aka Kiba-kun dengan rekor yang sama, yakni sama-sama menang sebanyak 7 kali dan sekali hasil imbang. Dan kurasa Sai-san lah yang akan menguasai kelas 1D ini". Jelas Lee panjang lebar kepada Naruto yang kelihatan tertarik akan penjelasan Lee tersebut. (Disini Lee tidak mengetahui kalau Sai sudah menjadi anak buah Neji, karena semenjak mereka lulus dari Smp mereka tidak pernah bertemu lagi).
"Dan kelas yang terakhir dari angkatan kita, yakni 1E, kelasku. Disini muridnya buas-buas akan tetapi aku akan berusaha menjadi boss dikelas ini, karena sepertinya cuma aku yang memiliki nama yang cukup populer diantara mereka, hihihi". Ujar Lee percaya diri sambil terkikik malu di akhir.
"Tapi sepertinya kau harus hati-hati Alis tebal, karena disini ada Akimichi Chouji, yaitu sahabatku yang mempunyai daya tahan tubuh yang bisa membuatmu frustasi jika kau melawannya". Ujar Naruto dengan memasang wajah serius.
"Benarkah itu Naruto-san? Apa dia memiliki tubuh yang besar? Apa kah dia jago berkelahi dan. . . Apakah dia menggigit?" tanya Lee secara beruntun sambil mendekati Naruto dan berbisik diakhir pertanyaanya.
"Huh tanya satu-satu dong, yang terpenting dia punya badan yang besar yang gampang dengan mudah kau kenali, tapi jangan sekali-sekali kau memanggilnya gendut, atau kau akan merasakan akibatnya" jawab Naruto sambil mengorek emas (baca: mengupil) yang berada didalam hidungnya dengan khidmat.
Lee yang mendengarnya kemudian mulai mencoba membayangkan sosok Chouji yang di definisikan oleh Naruto tersebut.
Tak jauh dari mereka berdua terlihat lah seorang pemuda berambut nanas aka Shikamaru yang berjalan kearah mereka dengan langkah yang berat dan wajah yang kurang bersahabat.
Setelah orang tersebut sudah mulai dekat, dia kemudian melompat dan melakukan tendangan terbang kearah Naruto yang sedang asik mengupil, merasakan ada bahaya yang mengincar kepalanya, dengan sigap ia menghindari tendangan tersebut yang pada akhirnya tendangan itu mengenai orang lain yang berada disebelah Naruto, yakni Lee yang sedang melamun dan membuat Lee seketika tak sadarkan diri.
.*Duak*
"Oy apa-apaan kau baru datang langsung main tendang-tendang hah?!" ujar Naruto yang masih belum melepaskan kelingkingnya dari lubang hidungnya.
"Grrr, sialan kau, kenapa kau pergi meninggalkanku sendirian saat aku tidur hahh!?" balas Shikamaru kesal kepada sahabatnya yang mulai menempelkan upilnya ke dahi Lee yang sedang pingsan.
"Kheh kau pikir aku siapamu huh? Pengasuhmu? Dasar putri tidur manja!" balas Naruto yang sudah berdiri menghadap Shikamaru dengan nada mengejek.
"Grrr, awas kau lain kali akan kubunuh kau rambut tai!" geram Shikamaru sambil pergi kearah mading untuk mencari namanya dan di kelas mana dia ditempatkan menghiraukan Naruto yang kembali menjahili Lee yang masih pingsan. Lihat saja, dia sudah mencoret-coret wajah Lee menggunakan spidol yang entah darimana dia dapatkan itu.
"Shishishi, kau terlihat kuat nee Alis tebal" gumam Naruto sambil tertawa jahil setelah berhasil mencoret-coret wajah Lee, dia menyambungkan alis Lee yang tebal menggunakan spidol, menggambar cakaran masing-masing 3 garis dikedua pipi Lee, persis seperti miliknya, dan tidak lupa menambahkan kumis serta janggut ke wajah Lee yang malang itu.
Hahh dasar monster
"Oy Baka, ayo kita melihat-lihat kelas kita, sekalian menendang pantat murid-murid disitu" ujar Shikamaru santai kepada Naruto yang sedang asik memfoto wajah Lee yang bisa dibilang 'tampan' itu.
"Shishishi, dengan wajah seperti ini kau akan mendapatkan wanita pujaanmu" gumam Naruto sambil tertawa seperti biasa.
"Oy Baka, kau dengar tidak?!" tanya Shikamaru yang mulai emosi karena lagi-lagi diabaikan oleh sahabatnya itu.
"Iya iya aku dengar kok, dan jawabannya adalah tidak, aku tidak mau bertarung dengan orang yang sudah babak belur, apa kau lupa kalau semua anak kelas 1 tadi melakukan pertarungan di aula? Lagipula mereka semua sudah diusir pulang oleh Kepala sekolah, jadi jangan heran kalau lantai 1 sudah kosong" jelas Naruto panjang lebar dan telah memasukan ponselnya yang tadinya dia gunakan untuk memfoto wajah Lee yang 'tampan' itu.
"Hmm benar juga, tumben otakmu bekerja dengan normal. Jangan bilang itu efek dari pukulanku tadi pagi?" ujar Shikamaru sambil mengeluarkan rokoknya.
"Jadi kapan kau akan memulai rencanamu kalau bukan hari ini? Besok tidak mungkin karena besok hari minggu, fuhh" tambah Shikamaru sambil menghembuskan asap rokoknya dengan tenang.
"Hmm, terserah kau saja, aku malas memikirkan hal-hal seperti itu" balas Naruto sambil berjongkok di samping Shikamaru.
"Hahh dasar kau ini, Baiklah bagaimana kalau lusa saja? Kurasa keadaan mereka (kelas 1) sebagian besar sudah pulih, jadi kurasa kita bisa melaksanakannya dengan fair tanpa harus mengkhawatirkan kondisi mereka" usul Shikamaru yang kemudian ikut-ikutan berjongkok disamping Naruto.
"Oke, aku setuju, kau memang yang terpintar nee putri tidur? Shishishi" ujar Naruto menerima usulan dari Shikamaru tak lupa dengan ketawa khasnya.
"Baiklah, sudah diputuskan, lusa adalah pijakan pertama kita sebelum meraih puncak kejayaan kita di Sekolah terkutuk ini" ujar Shikamaru yang telah berdiri sambil mematikan puntung rokoknya sambil melihat kearah jam tangannya guna melihat waktu yang tertera di jam tangannya yakni pukul 3:59 pm, tak lama setelah itu terdengarlah bunyi bell Sekolah yang menandai akhir dari kegiatan belajar mengajar untuk hari ini.
"Yeay, akhirnya, oy Shikamaru ayo pulang" ajak Naruto bersemangat pada Shikamaru dan berjalan meninggalkan Lee yang masih tidak sadarkan diri.
.
.
.
Atap Sekolah (Akatsuki hideout) 3:50 pm.
"Aku menolak!" ujar Sai dengan tegas.
Kisame yang mendengar itupun langsung merangsek maju kearah Sai dan kemudian ia meremas kepala Sai, Deidara yang melihat Kisame melakukan itu, ikut terpancing untuk memberikan pelajaran kepada Juniornya yang kurang ajar itu, Nagato yang melihat Deidara maju untuk melayangkan pukulannya tersebut pun tak tinggal diam, dia kemudian dengan sigap menahan Deidara yang sudah terlihat emosi itu.
Yahiko yang melihat Deidara sudah ditenangkan oleh Nagato kemudian mengalihkan pandangannya kepada Kisame yang masih setia mencengkram kepala Sai tersebut, dan kemudian berkata.
"Kisame, hentikan itu!" tegas Yahiko kepada Kisame yang sudah mulai mengangkat Sai.
"Tidak akan!, penolakan sama dengan penghinaan, terlebih lagi sang Ketua langsung yang mengajaknya bergabung, jadi ini adalah Hinaan 2 kali lipat bagi Akatsuki!" balas Kisame yang semakin mengeratkan pegangannya.
"Guhh"
"Kubilang hentikan" ujar Yahiko dengan nada datar dengan aura mengintimidasi yang sangat kuat. Kisame yang melihat itupun hanya bisa keringat dingin, dan kemudian melepas Sai secara tiba-tiba yang membuat Sai tersungkur kebawah.
"Hahh, tidak bisakah kalian tenang dan menanyakan alasannya terlebih dahulu?" ujar Yahiko kembali dengan nada normalnya.
"Jadi kenapa kau menolaknya gakki?" tambah Yahiko sambil berjalan kearah Sai yang masih tersungkur, dan kemudian berjongkok dihadapan Sai sambil membantu Sai duduk.
"Ughh, terimakasih" ujar Sai yang tak lupa ber terimakasih setelah dibantu duduk oleh Yahiko.
"Aku menolaknya karena, karena aku sudah memiliki geng ku sendiri, aku hanya tidak mau berkhianat kepada temanku" jelas Sai dengan kepada Yahiko. Yahiko mendengarnya pun hanya bisa tersenyum.
"Maa kurasa semuanya sudah jelas, kau boleh pergi" ujar Yahiko yang kemudian berdiri dan berjalan ke tempat awalnya tadi, membelakangi Sai yang masih menatapnya.
"Kalau kau butuh saran atau bantuan, kau boleh datang kesini, tenang saja mereka tidak menggigit kok!" ujar Yahiko yang tersenyum dibalik bahunya.
"Ha'i, terimakasih Yahiko-san!" balas Sai tersenyum dan kemudian berusaha berdiri dan berjalan meninggalkan atap itu.
'Kuharap suatu hari aku bisa menjadi sepertinya! Dia sangat hebat sebagai Ketua' batin Sai yang makin melebarkan senyumnya.
"Oy Yahiko! Kenapa kau melarangku menghancurkan kepalanya? Ini seperti bukan dirimu yang biasanya langsung menghajar orang yang menghinamu walau tidak sengaja!" ujar Kisame kesal sambil kembali berjalan ke tempat awalnya yakni kolam ikan buatannya.
"Iya kau seperti bukan dirimu, kau menjadi terlalu lembek un!" ujar Deidara yang dihadiahi lemparan mangkuk bekas air liur Yahiko. Dan pelaku tersebut adalah Yahiko sendiri yang membuat kepala Deidara benjol sebesar bola tenis?.
"Oy aku punya alasan sendiri kau tau?" sergah Yahiko tidak terima dikatakan lembek.
"Dan apakah alasan itu?" celetuk Sasori yang sedang berbaring disamping Nagato yang kembali melakukan aktivitasnya yang sempat tertunda.
"Aku hanya ingin melihat seberapa jauh kemampuannya, karena kurasa dia bisa menjadi boss yang baik dimasa depan" balas Yahiko sambil menyamankan posisi tidurnya disofa kesayangannya itu.
"Bangunkan aku kalu sudah bell ya? Hoam, Konan-chan aku datang!" tambah Yahiko yang mulai menutup matanya. Tak lama kemudian terdengarlah suara bell yang Yahiko maksud.
*Kriiing*
Mendengar bunyi bell, Sasori, Nagato, Kisame dan Deidara mulai meninggalkan atap itu tanpa membangunkan ketua mereka yang sedang tidur dengan nyenyak sambil sesekali mengigaukan nama Konan-channya.
Hahh dasar teman yang tidak bisa diandalkan.
.
.
.
Gerbang Sekolah KHS Boys 4:13 pm.
Terlihat sekitar 40 orang memarkirkan motor di depan gerbang sekolah KHS Boys serta memakai jaket Ramones/ jaket geng motor berwarna hitam dengan gambar Ban yang terbakar dibelakang seragam mereka dan beberapa diantaranya membawa benda tumpul, sambil memanggil nama Yahiko untuk keluar.
Dan terlihat Naruto dan Shikamaru yang tak jauh dari tempat itu yang baru saja keluar dari gedung Sekolah.
"Nee Shikamaru, siapa mereka itu? Dan juga siapa Yahiko itu?" tanya Naruto kepada Shikamaru dengan nada santai.
"Melihat dari gambar dibelakang seragam mereka kurasa nama geng mereka adalah Red Wheel Konoha (RWK), salah satu geng motor yang brutal didaerah ini dan kebanyakan dari mereka berasal dari Sekolah rival yakni Sekolah Industri Inuzuka ku sarankan kau untuk menjauhi mereka karena mereka sangat berbahaya. Dan soal Yahiko, menurutku dia adalah salah satu orang yang terkuat disini, melihat banyaknya jumlah dari mereka dan beberapa diantaranya membawa senjata". Jelas Shikamaru secara rinci kepada Naruto.
Naruto yang mendengarnya kemudian berjalan kearah kerumunan itu.
"Oy kau mau apa Baka? Jangan bilang kau mau buat masalah dengan mereka?" ujar Shikamaru kepada Naruto yang belum jauh dari tempatnya berdiri.
"Shishishi, tidak kok, aku hanya ingin mereka mengganti nama orang yang mereka cari, dari Yahiko menjadi Naruto, shishishi" jawab Naruto dengan bersemangat dan tak lupa dengan ketawa khasnya. Shikamaru yang mendengarnya hanya facepalm sambil membatin
'Kurasa percuma aku menakut-nakutinya tadi, bukannya merasa takut malah aku membuatnya semakin bersemangat, hahh si bodoh itu'
Naruto yang awalnya berbicara kepada mereka dengan tak lupa sedikit bercanda yang pada akhirnya membuat gerombolan itu marah, dan salah satu dari mereka tiba-tiba melesakan pukulan kepada Naruto yang menghindarinya dengan mudah.
Shikamaru yang melihat Naruto sedang bertarung sendirian melawan orang-orang itu hanya menguap sambil memasang wajah seriusnya.
"Hahh kurasa membuang sedikit tenaga dihari pertama tidak buruk" ujar Shikamaru sambil berlari kearah Naruto guna membantu sahabatnya melawan orang-orang itu.
Naruto melesakan pukulan hook kanannya kepada pemuda 1 yang mendekat kearahnya yang mengenai telak wajahnya dan membuat orang itu terlempar kebelakang, tak berhenti disitu, Naruto berlari ke orang itu dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melompat dan melakukan Superman punch kearah pemuda 2 yang berada di belakang pemuda 1 yang Naruto pukul tadi sehingga membuat mereka berdua terjatuh pingsan akibat kuatnya pukulan dari Naruto tersebut.
Naruto yang sibuk melempar pukulan sana-sini kepada gerombolan yang terus berdatangan kepadanya, ia tidak menyadari bahwa ada 2 orang dibelakangnya yang bersiap untuk memukul kepalanya menggunakan stick baseball yang mengarah ke kaki dan kepalanya.
Sebelum hal itu terjadi, Shikamaru datang dari samping kiri mereka dengan tendangan terbang andalannya kearah mereka berdua dan mengenai telak dua orang tersebut sehingga membuat mereka terlempar kearah kerumunan yang mau maju mengeroyok Naruto.
Setelah kakinya mendarat ia kemudian kembali melepaskan tendangannya ke arah samping kiri Naruto guna melindungi Naruto yang masih sibuk dengan aktivitasnya yaitu, pukul, tendang, tangkis dan melakukan counter dengan sangat keras, yang sudah membuat 12 orang telah terkapar ditanah akibat aksi dari Naruto itu dan ditambah 3 orang yang telah Shikamaru jatuhkan sehingga tersisa 25 orang.
Orang-orang dari RWK yang melihat itu pun langsung menerapkan sistem Dinding, yakni membuat lingkaran mengelilingi objek/ musuh guna mempersempit gerak-gerik musuh. Melihat hal tersebut mau tak mau Shikamaru dan Naruto saling memunggungi satu sama lain sambil menangkis pukulan yang terarah kepada meraka.
"Hahh hahh, kalau begini kita bisa kalah!" ujar Shikamaru terengah-engah sambil sibuk menangkis pukulan yang mengarah kepadanya yang sayangnya beberapa pukulan masuk mengenai beberapa bagian tubuhnya saking banyaknya pukulan yang dilesakkan oleh anggota RWK kepadanya sambil sesekali melakukan counter dengan kuat. "Hahh hahh, Shikamaru tekuk kan lututmu" ujar Naruto tiba-tiba kepada Shikamaru yang sudah terlihat kecapean. Tanpa bertanya lagi, Shikamaru langsung melakukan apa yang Naruto minta.
Anggota RWK yang melihat salah satu dari musuhnya menundukan tubuhnya secara tiba-tiba pun membuat mereka semakin merangsek maju tanpa memikirkan bahwa mereka telah masuk perangkap Naruto. Melihat anggota RWK maju, Naruto langsung memijakan kakinya ke paha Shikamaru yang kemudian melompat dan melakukan tendangan sapuan kearah kepala anggota RWK yang ada, 11 anggota RWK yang terkena tendangan Naruto pun langsung terlempar kebelakang dan menabrak teman-temannya yang tepat berada dibelakangnya sehingga tersisa 14 orang lagi.
Melihat lawan-lawannya yang berjatuhan, Naruto dan Shikamaru kemudian maju kearah lawan yang masih sadar dan masing-masing dari mereka melesakan tendangan kearah wajah dan kepala lawan mereka yang berusaha berdiri, sehingga lawan mereka tersisa 10!. Naruto dan Shikamaru kemudian mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas.
"Hahh hahh, oy Shikamaru kau masih sanggup berapa orang?" tanya Naruto kepada Shikamaru ditengah acara mengambil nafas mereka berdua.
"Hahh hahh, kurasa aku masih bisa melawan 8 orang" jawab Shikamaru yang sama terengah-engah juga.
"Baiklah kalau begitu, aku 5 kau 5" balas Naruto sambil merangsek kedepan kearah lawan yang menuju kearah mereka berdua tanpa memeinta persetujuan dari Shikamaru soal jumlah lawan yang mereka lawan masing-masing.
"Hahh, yang kuminta 8 malah dikasih 5, tidak apalah" gumam Shikamaru yang ikut maju kearah kerumunan itu.
.
.
.
Ruang Kelas 3E, 4:02 pm.
Terlihat penghuni kelas 3E yang berserakan dilantai yang diakibatkan oleh 2 orang yang masih mengunci satu sama lain.
"Oy apa yang terjadi disini? dan apa yang kalian berdua lakukan huh?" tanya sesorang berambut merah emo aka Nagato kepada 2 objek yang masih belum melepaskan kuncian mereka.
"Hahh, Dei lakukan seperti biasa" ujar Nagato kepada Deidara.
"Ossu!" balas Deidara sambil mengeluarkan alat kejut listriknya kemudian dia mengarahkan kepada Hidan dan Kakuzu yang masih saling mengunci, hingga terdengar teriakan sakit dari mereka berdua.
.*Bzzt* "GAAAHHH"
Kuncian dari mereka berdua pun terlepas. Kakuzu dan Hidan yang di setrum pun menatap garang kearah pelaku yang menyetrum mereka.
"Itu untuk apa rambut tai/ banci?!" ujar Hidan dan Kakuzu secara bersamaan, Deidara yang mendengar hinaan dari mereka berdua pun langsung maju menyetrum mereka kembali, dan adegan kejar-kejaran pun dimulai, dengan Kakuzu dan Hidan yang berlari serta Deidara yang mengejar mereka.
"Hahh, seharusnya aku tau akan seperti ini" ujar Nagato frustasi, Sasori dan Kisame hanya bisa ber sweatdrop ria melihat teman-teman mereka yang unik. Hingga terdengar suara motor dan suara seseorang yang berteriak dari luar mengintrupsi kegiatan mereka.
*Brrumm*Brrumm*
"HOYY YAHIKO, KELUAR KAU BANCI!, APA KAU TAKUT HAHH?! DASAR LEMAH"
Sontak semua yang berada dikelas itu pun langsung menengokan kepala mereka keluar, minus murid-murid yang pingsan akibat melerai perkelahian antara Kakuzu dan Hidan, guna melihat siapa yang berteriak memanggil nama orang terkuat saat ini di KHS Boys ini aka Yahiko.
"Red Wheel Konoha kah? Ayo kita bereskan mereka" ajak Nagato kepada anggota Akatsuki yang berada disitu.
Baru saja Nagato membuka pintu dia dihentikan oleh Sasori.
"Kurasa kita tak perlu melawan mereka" ujar Sasori yang pandangannya tak lepas dari objek yang dia pandang, yakni pemuda berambut kuning yang bertarung sendirian. Mendengar perkataan Sasori, Nagato dan yang lainnya kembali mengalihkan pandangan mereka keluar sambil melihat apa yang terjadi, dan membuat Nagato membulatkan matanya melihat siapa yang bertarung.
'Itu Naruto! Apa yang si bodoh itu lakukan disini?! Jangan-jangan dia masuk disekolah ini? Ini gawat!" batin Nagato panik.
"Apa kau pikir dia bisa menang seorang diri jangan bercanda" ujar Kisame tidak percaya melihat kekuatan pukulan anak tersebut.
"Lebih tepatnya 2 orang, lihat ada yang membantunya" ujar Sasori dengan santai tanpa melepaskan pandangannya dari pertarungan tersebut.
Para anggota Akatsuki yang melihatnya pun hanya bisa berdecak kagum melihat pertarungan itu, minus Nagato yang gelisah.
Dan ekspresi mereka berubah ketika melihat 2 orang yang mencuri perhatian mereka, di lingkari oleh anggota RWK,
"Formasi itu, mereka akan kalah" ujar Deidara kecewa karena pertarungan yang menurutnya menarik itu akan segera berakhir. Sampai-sampai terjadi lah teknik yang dilakukan oleh Naruto yakni tendangan sapuan mengenai kepala lawannya yang membuat formasi RWK yang dikenal sulit dihancurkan itu roboh.
"Uwooo, Aku sama sekali tak menyangka kalau dia akan melakukan tendangan di posisi seperti itu!" ujar Deidara kaget dan kagum dengan gerakan kombinasi Naruto dan Shikamaru itu, dan diikuti anggukan setuju dari anggota Akatsuki yang lainnya.
.
.
.
Kembali Ke Naruto dan Shikamaru yang baru saja menjatuhkan 4 orang anggota RWK sehingga tersisa 6 orang, yang membuat mereka mau tak mau menghadapi masing-masing 3 orang dari anggota RWK tersebut, yang keenamnya memegang benda tumpul.
"Hahh hahh hahh, tetap konsentrasi Shika!" ujar Naruto menolehkan kepalanya kesamping kiri mengingatkan Shikamaru yang keseimbangannya sudah mulai memburuk. "Hahh hahh, aku tau itu, hahh hahh" balas Shikamaru terengah-engah. Melihat Naruto lengahpun 3 anggota RWK yang dihadapan tidak tinggal diam, mereka bertiga langsung maju secara bersamaan kearah Naruto.
Shikamaru yang melihatnya pun mebulatkan kedua matanya dan mencoba memperingati Naruto,
"Hahh hahh, Naruto awas!" teriak Shikamaru kearah Naruto yang langsung menglihkan pandangannya kedepan.
*Dak*Dak*Tap*
Dua pukulan berhasil mengenai kepalanya hingga membuat kelalanya mengeluarkan darah, dan pukulan yang terakhir berhasil dia tangkap dan langsung ia tarik secara paksa yang otomatis membuat pemiliknya ikut tertarik, tak menyiakan kesempatan itu Naruto kemudian menyarangkan tendangannya kearah wajah si pemilik stik baseball tersebut hingga membuat orang itu terjungkal kebelakang dan akhirnya pingsan. Tersisa 2!.
Melihat temannya di tendang seperti itu, 2 orang tidak tinggal diam dan kembali melancarkan serangan kearah Naruto.
*Syut*
Pukulan pertama yang mengincar kepalanya meleset, dengan cara Naruto menundukan kepalanya sehingga pukulan tersebut lewat begitu saja, kemudian Naruto melakukan counter berupa back kick yang berhasil ditangkis tapi tetap membuat lawannya terdorong jauh kebelakang dikarenakan power dari tendangan itu bisa dibilang 'gila'.
*Tak*
Pukulan yang kedua berhasil ditangkis oleh Naruto. Kemudian dengan sengat cepat ia menendang orang yang pukulannya berhasil dia tangkis dengan sangat keras hingga membuatnya terdorong kebelakang.
Dan dengan cepat, Naruto memukul tangan lawannya hingga stick baseballnya terjatuh, tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut Naruto langsung mengambil Stick milik lawannya tersebut dan langsung memukulkannya kearah leher sang lawan hingga membuat lawannya tersebut pingsan akibat kerasnya benda besi tersebut beradu dengan orang tersebut. Tersisa 1 orang!.
Orang yang tersisa tersebut gemetar melihat temannya dengan cepat dikalahkan oleh orang yang didepannya.
"Si..siapa sebenarnya kau?!" tanya orang tersebut takut.
"Aku? Maa kau bisa memanggilku orang tampan yang tersesat" ujar Naruto nyeleneh sambil membuang Stick yang tadi dia pegang dan kemudian maju menerjang dengan cepat kearah lawannya yang masih diam di tempatnya.
"Ini buat darah yang ada dikepalaku!" teriak Naruto melayangkan pukulan lurus tangan kirinya kearah perut sang lawan tak berhenti disitu, dia melanjutkan combonya tersebut dengan melakukan hook kanan kewajah, lalu kemudian menarik kepala lawannya mengarah ke lutut kanannya, kemudian ia melakukan variasi pukulan yang cepat menggunakan tangan kanannya, dengan cepat memukul sisi perut kiri, rusuk kiri lalu pindah kewajahnya bagian kiri lawannya, sehingga membuat lawannya terlempar ke samping dan dengan cepat Naruto melancarkan serangan penutup yakni 'Drop Kick' yang mengarah ke leher lawannya.
"Dan ini yang terakhir! ORRYAAA!!".
*Syut* Garkk*
Akibat tendangan super yang dilakukan oleh Naruro, membuat orang itu terlempar jauh menabrak gerbang besi dan membuat gerbang tersebut roboh.
Beralih ke Shikamaru, dia berhasil menjatuhkan 2 lawannya menggunakan pipa besi yang dia pegang tersebut ketika Naruto sedang asik menyiksa lawannya, sehingga menyisakan 1 orang saja.
"Hahh hahh, itulah akibatnya jika kau melawan si monster kuning itu!" ujar Shikamaru kepada lawan yang terkena combo mengerikan dari Naruto.
"Hahh hahh, O..oy apa temanmu itu manusia?" tanya lawan Shikamaru aka anggota RWK sambil keringat dingin menyaksikan temannya disiksa secara mengerikan oleh pemuda kuning yang sedang mengambil nafas itu.
"Maa, bisa iya bisa juga tidak" jawab Shikamaru sambil membuang pipa besi yang berada di tangannya.
"Kurasa aku juga akan menunjukan kemampuanku disini, bersiaplah!" ujar Shikamaru berlari menerjang kearah lawannya yang sudah memasang posisi siaga. Shikamaru langsung melesakan tendangan menusuk kearah perut, akan tetapi masih bisa ditahan menggunakan stick baseball yang di pegang oleh lawannya tersebut.
Shikamaru yang tendangannya ditahan tak kehabisan akal, dia menarik kaki kanan yang tadi dia pakai menendang kemudian melakukan low kick yang mengarah ke kaki kiri lawannya tersebut hingga membuat lawannya kehilangan keseimbangan, dan dengan cepat dia kembali menggunakan kakinya tersebut menendang kearah rusuk kiri lawannya yang membuat tubuh lawannya semakin miring kekiri hingga tubuhnya terlihat seperti membentuk huruf C dan dengan cepat diakhiri dengan Roundhouse kick yang masih menggunakan kaki kanannya, dan membuat lawannya terlempar kesamping dengan sangat cepat.
Lawannya mencoba menyeimbangkan tubuhnya dan ketika ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya dia dengan cepat menoleh kearah Shikamaru yang sudah berada didepannya, dengan gerakan slow motion, Shikamaru menggunakan gerakan penutup yang ia namakan 'Sweet Chin Music' yang dengan telak mengenai dagu dari lawannya.
*Brakk*
Dan berakhirlah pertarungan yang berat sebelah tersebut, yang dimenangkan oleh 2 orang anak kelas 1 dan membuat murid-murid disekitarnya bertepuk tangan dengan riuh.
"Hahh hahh apa-apaan mereka itu? Mereka benar-benar pecundang yang hanya bisa melihat Juniornya kesusahan tanpa menolong sedikitpun" geram Shikamaru yang masih ngos-ngosan ketika mendengar tepuk tangan yang riuh dari para Seniornya.
Berbeda dengan Naruto, dia berlari-lari memutari lapangan tersebut sambil mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang menyaksikan pertarungannya tersebut.
"Hahh sih bodoh itu" ujar Shikamaru yang sudah menormalkan degupan jantungnya. "Oy Naruto ayo kita pulang, aku tidak mau menaiki kereta malam!" seru Shikamaru kepada Naruto, sambil berjalan keluar gerbang Sekolah KHS tersebut.
Ketika dia melewati gerbang tersebut, dia melihat seseorang yang memakai topeng spiral sambil bersandar di dinding dengan bersidekap dada memanggilnya mendekat.
"Ah haloo, kau sangat hebat tadi, kau membuatku kaget loh dengan tendangan terakhirmu" ujar pemuda tersebut dengan suara yang melengking sambil menirukan gaya Shikamaru.
"Langsung saja pada intinya, kau memanggilku bukan karena ingin memujikan?" tanya Shikamaru to the point.
"Hehh, tipikal Keluarga Nara, sangat cerdas menyimpulkan sesuatu" ujar orang tersebut yang suaranya tiba-tiba berubah menjadi sangat berat.
"Aku hanya ingin mengajakmu bergabung dengan..".
"Maaf aku tidak tertarik, aku sudah punya geng sendiri" tolak Shikamaru dengan tegas.
"Hehh kalau begitu akan ku habisi kau disini!" Ujar pria tersebut dan dengan cepat dia sudah meremas wajah Shikamaru. Bersamaan saat itu juga, Naruto muncul sambil memasang wajah bingung.
"Apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Naruto yang masih memasang wajah herannya.
"Ahh haloo, kami sedang bermain ciluk baa, kau mau ikut?" ujar pria tersebut yang suaranya kembali melengking.
"Wahh bolehkah aku ikut?!" ujar Naruto tertarik, Shikamaru yang merasakan pegangan orang tersebut melemah langsung melepaskan wajahnya dari tangan pria tersebut. Setelah itu dia menarik kerah baju Naruto menjauhi orang tersebut.
"Oy kenapa kau menarik ku? Aku kan mau main" ujar Naruto kesal kearah Shikamaru,
"Itu tidak penting, yang harus kita lakukan sekarang adalah membersihkan luka sialan ini" balas Shikamaru sambil menoleh kebelakang dan tak menemukan orang yang meremas wajahnya tadi. 'Apa dia hantu? Tapi itu tidak mungkin karena aku merasakan dengan jelas kalau dia manusia' batin Shikamaru mengabaikan Naruto yang sedang menakuti anak-anak dengan darah yang berada di wajahnya.
Shikamaru melihat kelakuan Naruto hanya bisa sweatdrop. Dan tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Ohiya Naruto, tadi kau bilang apa ke mereka sampai-sampai mereka marah?" tanya Shikamaru perihal awal mula terjadinya kejadian tersebut kepada Naruto. "Hmm? Aku hanya bilang wajah mereka jelek, dan mereka tidak cocok menggunakan motor sebagus itu, ehh mereka marah dan mulai menyerangku, padahal aku kan berbicara jujur!" jelas Naruto sambil memasang pose memberitahu.
Shikamaru yang mendengarnya kembali bersweatdrop ria sambil membatin 'Pantas saja mereka marah, mulut ini anak tajam sekali!'.
.
.
.
Ruang Kelas 3E, 4:33 pm.
"Me..mereka menang!" ujar Deidara tak percaya akan apa yang dia lihat.
"Iya kau benar, aku benar-benar tak menyangkanya!" sahut Hidan dan diikuti anggukan yang lainnya.
"Oy Nagato sepertinya mereka anak kelas 1 juga, tapi kenapa kita tidak melihatnya saat Freshmen War terjadi?" ujar Deidara kepada Nagato.
"Entahlah, aku juga tidak tau" balas Nagato acuh sambil membatin 'Naruto menjadi sangat kuat saat terakhir kali aku melihatnya! Kau benar-benar tak bisa ditebak nee, percuma aku khawatir tadi' sambil tersenyum, dan kemudian ia berbalik tak lupa mengajak mereka untuk pulang.
.
.
.
Koridor Sekolah, 7:00 pm.
Terlihat seseorang yang sedang baring tak sadarkan diri, tak lama setelah itu jari-jarinya mulai bergerak perlahan-lahan.
"Ughh dimana ini?" ujar orang tersebut,
"Ehh kok gelap?" tambah orang tersebut bingung yang diketahui bernama Lee itu. Da sontak saja dia membulatkan matanya setelah ia melihat jam lewat hpnya, dan dengan buru-buru dia bangkit dan berlari kearah pintu, tapi ketika dia meraih knop pintu dia melihat bayangan dan juga mendengar suara.
"Grrr awas saja kalian, akan kupatahkan tulang-tulang kalian dan akan ku berikan kepada anjing Kakashi! Tunggu saja!" ujar orang tersebut yang membuat Lee langsung lari ketakutan tanpa mengecek pemilik suara tersebut.
"Huhh siapa disana?" ujar orang tadi aka Yahiko yang nasibnya sama yakni ditinggalkan oleh teman-temannya, "Jangan-jangan itu hantu?! Uwaaa" ujar Yahiko berlari keluar gedung Sekolah tersebut dengan kecepatan penuh.
Hahh dasar penakut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Well itu dia chap 3, disini sudah saya tunjukan hampir semua anggota Akatsuki serta sifat ke mereka yang unik-unik, mungkin di chap depan akan dipenuhi dengan pertarungan dari beberapa karakter untuk mencoba menguasai kelasnya. Dan soal penampilan, mereka semua memakai gakuran hitam yang terbuka tanpa mengancingkan kancing dari gakuran tersebut. Well lebih gampangnya kalian bisa liat di google.
.
.
.
Sekian, Terimakasih.
