"Dimana Sehun?" ,
Namja tampan itu terlihat gusrah berjalan kesana kemari. Teman-teman yang lain hanya terkekeh kecil melihat leader mereka yang memang selalu dibuat pusing dengan maknae satu itu.
"Tenang lah suho-ah. Tadi sehun bilang padaku dia akan segerasampai", kata namja yang berkulit agak gelap itu.
" Terus hubungi dia Kai. Kalo perlu kau spam saja agar dia lekas sampai"
Belum 5 menit Suho selesai bicara , pintu itu terbuka dengan manampakkan sosok Sehun di baliknya.
"Dari mana saja kau?"
"Maafkan aku Suho hyung, aku ada urusan mendadak tadi," tipu Sehun
"Kau tau kan hari ini kita harus menemui manager Lee , kita tidak bisa pergi tanpamu"
"Iya aku tau. Maafkan aku"
"Jangan ulangi lagi lain kali"
"Iya aku mengerti"
Setelah itu berangkat lah 4 namja tampan ini ke kantor pusat tempat managernya berada.
.
.
.
.
"Maaf aku terlambat..." , Luhan berlari mendekati namja tampan yang duduk di kursi taman
"Kenapa lama sekali?" tanya pria tampan itu . Dari nada bicaranya seperti ada kekecewaan.
"Hosh...hosh.." , luhan masih mengatur napasnya nya yang tersengal.
"Maafkan aku. Aku ada urusan tadi", lanjutnya.
Luhan memasang wajah imut andalan nya untuk meluluhkan namja dihadapannya ini dan dia selalu berhasil.
" baiklah kalau begitu. Kau tau kan tujuan nya kau kupanggil kesini?"
"Membeli novel bukan?" , kata luhan memastikan
"Tumben kau bisa mengingatnya. Aku butuh bantuan mu. Aku ingin membeli novel untuk seseorang"
Kris , pria dihadapan luhan. Pria yang selalu luhan kagumi sejak SMA. Pria yang ikut bersama luhan ke korea.
"Untuk seseorang? Adik mu?"
"Bukan" , jawabnya te
"Lalu ? Si..siapa?" luhan tersendat . Dia sangat takut sebenernya mendengar jawaban dari Kris.
"Namja itu , Tao nama nya. Namja panda yang pernah kuceritakan. Aku rasa aku akan menyatakan perasaan ku tak lama lagi"
DEG
Tao? Ah.. Lagi lagi Luhan lupa. Kris memang pernah bercerita kalau dia menyukai namja yang ia temui di kursus wushu waktu itu.
"Lu..kau baik - baik saja? " , ucapan Kris membuyarkan lamunan nya.
"I..iya. Jadi kapan kita berangkat?"
"Sekarang" , jawab Kris canggung. Kris berpikir mungkin luhan memiliki masalah.
"Kau baik - baik saja lu?" tanya Kris meyakinkan.
"Heum.. Aku baik. Memang aku kenapa?"
"Kau terlihat tidak sehat"
"Mungkin aku hanya lelah"
" Pasti gara gara kegiatan bodoh mu. Sudah berapa kali aku ingat kan? Berhenti lah dari pekerjaan bodoh ini"
"Ini bukan pekerjaan bodoh. Aku melakukan apa yang ingin kulakukan"
"Yasudah terserah. Tapi jaga kesehatan. Mengerti?"
"Iya aku mengerti"
.
.
.
"Kalian ingan bukan dengan konser 2 minggu kalian di Jepang?"
"Hmm..." , semua member berdehem dan menganggukan kepala mereka.
"Aku ingin konser kalian disana bersih tanpa ada masalah. Jaga tingkah kalian. Jangan sampai ada berita buruk tentang kalian. Hati - hati pada sasaeng fans , karena sesungguhnya mereka berbahaya ",
Seperti nya 4 namja ini mulai bosan sehingga mereka sibuk dengan gadget masing masing dan hanya membalas perkataan manager nya dengan anggukan.
Melihat dirinya sudah tak lagi diperhatikan akhirnya pertemuan itu dibubarkan.
.
.
.
" Lu.. Novel apa yang bagus untuk hadiah nya ya?", tanya Kris sambil menyusuri setiap rak buku di toko itu
"Mm..." , luhan berpikir sambil menyusuri deretan novel di depan nya dan berkata "Aha.." saat dia menemukan novel yang menarik perhatian nya.
Kris berjalan mendekati Luhan untuk mengetahui novel seperti apa yang ditemukan Luhan.
"Bagaimana kalau ini?" Luhan menunjuk satu novel berwarna merah muda pada sampulnya.
Kris menaikkan salah satu alisnya , "novel apa ini?"
Luhan yang bisa melihat bagian belakang novel menjalankan matanya membaca sinopsis yang tertera.
"Emm. Ini tentang seseorang yang berjuang memperebutkan namanya. Jadi orang ini diculik dan si penculik tak mengizinkan orang ini membeberkan nama dan identitasnya. Orang ini diberi nama dan identitas baru oleh penculik dan diasingkan. Nah orang ini ingin memperjuangkan nama dan identitasnya kembali"
"Apa Tao akan suka cerita seperti ini?", tanya Kris ragu.
" Mana aku tau. Kau kan mengajak ku. Aku suka cerita ini. Kalau kau takut Tao mu tidak suka , lalu apa gunanya kau tanya pendapat ku"
"Ah yasudah lah kalau begitu. Aku akan beli novel ini. Kau masih mau lihat - lihat?"
Luhan mengambil novel dihadapannya tanpa melihat dulu.
"Aku sudah selesai" , katanya terburu buru.
"Baiklah ayo. Eum Luhan"
"Apa?"
"Kita makan dulu setelah ini. Aku lapar"
"Baiklah"
Luhan berusaha keras berbicara dengan tenang. Kenyataan nya adalah dirinya hampir meledak aaat ini. Hatinya juga sudah ingin meloncat keluar. Dan pipinya , oh jangan tanya lagi, pipinya sudah seperti ebi rebus saat ini.
Setelah membayar. Kris dan Luhan meninggalkan toko itu dan pergi untuk makan bersama.
.
.
.
.
"Jangan buat masalah dan bla bla.." , celoteh Kai namja tan yang sedang asik dengan gadget nya.
"Hati-hati pada sasaeng fans. Apa itu? Memang nya kita anak kecil?" , kata namja bernama Suho itu.
"Hahahah sudah lah suho. Jangan kau pikir kau pikirkan ucapannya. Bawa santai saja." namja tinggi itu mencoba menenangkan sahabatnya.
"Kau ada benarnya chanyeol-ah" kata suho yang akhirnya menyenderkan kepala nya pada jok mobil di belakang nya.
"Hei sehun. Bukan kah kau banyak sasaeng fans? Kau harus berhati - hati" , kata Suho membuka percakapan lagi.
"Sebenernya aku punya banyak fansite dan bukan sasaeng. Tapi aku rasa memang harus lebih berhati-hati. Kadang fansiter lebih berbahaya."
"Karena mereka bisa mengikutimu ke kamar mandi?" , tanya Kai meledek.
"Iya. Hei , jangan ungkit tentang itu lagi. Kau ini.." , sehun mulai menekuk wajahnya.
"Hahahhah. Lalu bagaimana dengan fansiter mu yang satu itu? Sudah kau urus?" , tanya chanyeol
"Maksudnya Luhan? Sudah aku sudah mengurusnya"
"Jadi kau berkenalan dengannya? Waah mencari kesempatan rupanya"
"Apa maksudnya? Kau pikir aku akan tertarik dengan nya?"
"Siapa yang tau Oh Sehun? Kau sendiri yang bilang dia manis bukan?"
"Itu...eum..aku. Hei sudah jangan meledek ku. Dia memang manis dan polos. Tapi aku tidak ada maksud lain. Sungguh"
Sementara para hyung nya hanya tersenyum kecil melihat maknae mereka yang salah tingkah.
"Hyung. Ayo kita makan" , ajak Sehun
"Bukannya kau tadi pergi untuk makan?"
"Iya tapi aku ingin makan lagi"
"Hah baiklah. Didepan ada cafe. Kita makan disana"
.
.
.
.
"Kau tidak pesan makanan lu?"
"Tidak aku masih kenyang. "
"Kau sudah makan?"
"Iya. Aku sudah makan tadi dengan.." , hampir saja Luhan kelepasan soal Sehun.
"Dengan?" tanya Kris penasaran
"Emm. Itu.. Dengan.."
"Dengan siapa lu?" , kini Kris lebih menekan
"Kyungsoo. Iya kyungsoo. Tadi aku makan dengannya".
" oh begitu"
Entah suatu kebetulan atau apa, Luhan melihat 4 namja tampan itu memasuki cafe lengkap dengan teriakan para yeoja genit disana.
Luhan dengan sigap mengambil gambar mereka dengan kamera kesayangannya. Layak nya seorang ahli , hasil gambar yang Luhan dapat benar benar HD.
Kris hanya memandang panas Luhan yang senyum senyum karena hasil gambarnya.
"Apa hebat nya mereka? Muka mereka sesungguhnya tidak terlalu tampan"
"Kau tidak mengerti."
"Hai Luhan." , tiba - tiba suara itu mengintrupsi membuat Luhan dan Kris menoleh.
Sehun tersenyum diantara kerubutan para fans nya. Membuat Luhan membelalakan matanya.
Sehun berjalan mendekati Luhan.
"Kita berjumpa lagi. Aku rasa kita jodoh"
"Apa?"
.
.
.
.
.
TBC
Hunhan 520
